cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
Study on Adsorption Kinetics of Methylene Blue by Modified Sago Frond Waste Seniman Gempur Tirani; Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.989 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v16i1.12087

Abstract

The modified sago frond waste (PSM) using the Fast Microwave-Assisted Acid method, which has several characteristic changes, was tested to determine its adsorption ability to a cationic textile dye. PSM samples as adsorbents have variations in the modification of oxalic acid addition at 0; 1,5; 3,0 and 4,5% (w/v) were used for the adsorption of Methylene Blue (MB) dye on several parameters. This study was conducted to determine the adsorption kinetics through the effect of the ratio of the adsorbent and the contact time and the acid variation of the adsorbent as additional variables. Optimum MB absorption was obtained at a ratio of 0,6 g/L and a contact time of 120 minutes. The data results were analyzed using four general kinetic models: pseudo-first-order, pseudo-second-order, intra-particle diffusion, and Elovich equation. Adsorption followed the pseudo-second-order reaction rate with a coefficient of determination (R2) 0.9996-0.9999 in all variations of PSM. The theoretical adsorption capacity was 25.58 to 27.32 mg/g, and the effect of increasing acid on PSM increased the adsorption and absorption capacity of MB. Keywords: sago frond waste, adsorption, kinetic models, methylene blue.
ADSORPSI Pb(II) OLEH ASAM HUMAT TERIMOBILISASI PADA HIBRIDA MERKAPTO SILIKA DARI ABU SEKAM PADI Dewi Umaningrum; Dwi Rasy Mujiyanti; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.5 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i1.2130

Abstract

Telah dilakukan adsorpsi Pb(II) oleh asam humat (AH) terimobilisasi pada hibrida merkapto silika (HMS) dari abu sekam padi. Penelitian ini bertujuan mengadsorpsi Pb(II) dengan menggunakan asam humat terimobilisasi pada hibrida merkapto silika (AH-HMS) dan menentukan kapasitas adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH adsorpsi Pb(II) oleh AH, HMS, dan AH terimobilisasi HMS yaitu pada pH sebesar 3. Besarnya kapasitas adsorpsi yang diperoleh untuk AH, HMS dan AH-HMS adalah sebesar 27,03 mg/g, 32,68 mg/g dan 22,73 mg/g. Kata kunci: logam Pb(II), AH-HMS, pH, kapasitas adsorpsi 
PENGARUH WAKTU REFLUKS DENGAN NaOH TERHADAP KONVERSI ABU LAYANG BATUBARA MENJADI ZEOLIT Sunardi Sunardi; Taufiqur Rohman; Edi Mikrianto; Rini Rusmayanthi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.975 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i2.2010

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk abu layang batubara PLTU Asam-asam menjadi zeolit. Proses konversi abu layang menjadi zeolit dilakukan dengan menggunakan metode refluks dengan NaOH 3M, dan abu layang 8 ml g-1 pada temperatur 100°C. Karakterisasi hasil dilakukan dengan difraksi sinar X dan spektroskopi inframerah, sedangkan analisis kandungan logam Na dengan metode SSA. Metode refluks tersebut mampu mengubah fasa mineral alumina dan silika menjadi zeolit dimana semakin lama waktu refluks menyebabkan semakin banyak jenis zeolit yang terbentuk. Zeolit yang dihasilkan untuk waktu refluks 12 jam adalah zeolit Na-P1, 24 jam adalah zeolit Na-P1 dan NaA-Hidrat dan 72 jam adalah zeolit Na-P1, NaA- mengkaji pengaruh waktu refluks dengan variasi waktu 12, 24 dan 72 jam terhadap konversi Hidrat, Analsim dan NaX-Hidrat. Kandungan logam Na mengalami peningkatan dari 0,119 mg/g menjadi 4,18 mg/g pada waktu refluks 12 dan 24 jam kemudian turun menjadi 2,085 mg/g pada waktu refluks 72 jam. Kata kunci : Abu layang, zeolit, refluks 
KOMPOSIT KARBON ZEOLIT BERBAHAN DASAR SEKAM PADI Yati B Yuliyati; Solihudin Solihudin; E Evy Ernawati; Atiek Rostika Noviyanti; Rizka Endah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.07 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i1.3167

Abstract

SKRINING FITOKIMIA DARI ALANG-ALANG (Imperata Cylindrica L.Beauv) DAN LIDAH ULAR (Hedyotis Corymbosa L.Lamk) Seniwaty Seniwaty; Raihanah Raihanah; Ika Kusuma Nugraheni; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.353 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2035

Abstract

Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai obat yang kita kenal sebagai obat tradisional. Penggunaan obat tradisional oleh masyarakat sampai sekarang terus meningkat. Indonesia sangat kaya dengan tanaman yang digunakan sebagai obat. Salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai macam keluhan dan penyakit adalah tanaman alang-alang (Imperata Cylindrica L. Beauv) dan lidah ular (Hedyotis Corymbosa L. Lamk). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah kandungan senyawa sekunder dari tanaman alang-alang dan lidah ular. Penelitian ini meliputi identifikasi senyawa metabolit sekunder dari kedua jenis tanaman tersebut dapat dilakukan dengan metode skrining fitokimia, yang meliputi analisis kualitatif (identifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan triterpenoid, serta glikosida jantung) yang dilanjutkan dengan analisa kuantitatif dari senyawa metabolit yang diketahui. Dari hasil penelitian pada tanaman alang- alang positif mengandung alkaloid sebesar 1,07% dan flavonoid sebesar 4,8%. Begitu pula pada tanaman lidah ular positif mengandung alkaloid sebesar 3,67% dan flavonoid sebesar 2,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kandungan alkaloid pada alang-alang lebih kecil daripada lidah ular, namun sebaliknya kandungan flavonoid alang-alang lebih besar dari pada lidah ular. Kata Kunci : alang-alang, lidah ular, skrining fitokimia 
Aplikasi Tiga Jenis Pewarna Bakteri sebagai Pengawet Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) Melalui Rendaman Dingin Lany Nurhayati; Nurul Fauzi Rohmah; Tun Susdiyanti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.537 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.5915

Abstract

Kayu telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan oleh manusia sejak zaman dahulu dengan berbagai kegunaannya. Salah satu jenis pohon yang banyak ditanam adalah Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Namun kayu sengon memiliki warna yang cenderung putih dan memiliki kelas awet rendah IV-V. Pemakaian kayu sengon terbatas pada jenis pemakaian yang tidak memerlukan kekuatan maupun keindahan kayu, misalnya untuk peti kemas dan sebagai pengecoran semen Tampilan kayu bisa ditingkatkan dengan cara pengecatan berbahan dasar air bukan pelarut organik seperti alkohol pada thinner sebagai pelarut cat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada kayu sengon dengan cara mewarnai kayu sengon menggunakan bahan pewarna bakteri yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi dan Kimia Universitas Nusa Bangsa, Jalan KH Sholeh Iskandar Cimanggu Tanah Sereal Bogor, dan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jalan Gunung Batu No 5 Bogor. Pewarna bakteri yang digunakan yaitu safranin, hijau malakit dan kristal violet, dengan metode rendaman dingin selama 5 hari. Setelah perendaman diuji retensi, penetrasi, hedonik dan ketahanan kayu terhadap rayap. Hasil Penelitian nilai retensi tiga bahan pewarna Safranin 0,036-1,99 g/cm3, hijau malakit 0,24-0,206 g/cm3 dan kristal violet 0,042-0,215 g/cm3 Dari hasil uji hedonik diketahui bahwa safranin menjadi warna yang paling disukai. Safranin juga menunjukkan hasil yang baik sebagai anti rayap dengan tingkat mortalitas tinggi dan tingkat kerusakan mencapai 70%.Kata kunci: Sengon, pewarna bakteri, rendaman dingin, rayap
SINTESIS DAN PENENTUAN STRUKTUR SENYAWA OKSIDA LOGAM PIROKLOR TIPE Sr2Nb2O7 DAN Ba2Nb2O7 Edi Mikrianto; Dwi Rasy Mujiyanti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.006 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2089

Abstract

Senyawa oksida piroklor Sr2Nb2O7 dan Ba2Nb2O7 telah disintesis dengan reaksi fasa padat. Tingkat kristalinitas yang tinggi untuk oksida piroklor Sr2Nb2O7 dan Ba2Nb2O7 didapatkan pada suhu sintesis 1000 ºC dengan warna putih kekuningan. Setelah dibandingkan pada data bade Powder Diffraction File (PDF) dengan program Phasanx dapat diketahui bahwa struktur yang terbentuk adalah oksida logam piroklor. Kemudian dengan menggunakan program Rietica didapatkan bahwa oksida piroklor Sr2Nb2O7 yang dihasilkan mempunyai indeks Miller 201, 300, 211, 220, 202, 123, 312, 421, 402, 511, 060, 313, 241, 303, 422, grup ruang Fd3m dengan sistem Kristal heksagonal dengan parameter sel a = 4,465650 Å, b = 4,477450 Å, c = 5,787860 Å. Sedangkan untuk oksida piroklor  Ba2Nb2O7 mempunyai indeks Miller 101, 111, 300, 220, 202, 321, 312, 421, 402, 511, 600, 313 , 261, grup ruang Fd3m dengan sistem kristal heksagonal dengan parameter sel a = 4,368727 Å, b = 4,368727 Å, c = 5,657380 Å. Kata kunci : Struktur, Oksida logam piroklor, reaksi fasa padat, difraksi sinar -X
KARAKTERISTIK BATAKO DARI LIMBAH BOTOL PLASTIK Lailan Ni'mah; Isna Syauqiah; Agus Suryani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.841 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9864

Abstract

Peningkatan penggunaan dari plastik maka limbah yang berupa sampah plastik pun meningkat. Sampah plastik yang digunakan didominasi oleh jenis PE (Polyethylene) yang berbentuk botol, yang terbagi atas LDPE (Low Density Polyethylene) dan HDPE (High Density Polyethylene) dan jenis PP (Polypropylene). Plastik merupakan polimer hidrokarbon yang sulit terurai. Sehingga banyak sampah plastik yang tertimbun dan tidak terolah dengan baik dan benar, padahal diperlukan waktu yang lama agar plastik dapat terurai sempurna. Salah satu cara dalam mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan kembali sampah plastik seperti pembuatan batako dari limbah plastik. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah botol plastik:lem=1:1; limbah botol plastik:pasir= 1:1 (tanpa layer) dan limbah botol plastik:pasir= 1:1 (dengan 3 layer). Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa batako plastik dengan variasi limbah botol plastik:lem= 1:1 memiliki densitas sebesar 0,86 g/cm3 dan daya serap air sebesar 0,18%; batako plastik dengan variasi limbah botol plastik:lem= 1:1 (tanpa layer) memiliki densitas sebesar 1,12 g/cm3 dan daya serap air sebesar 0,34%; Batako plastik dengan variasi limbah botol plastik:pasir= 1:1 (dengan 3 layer) memiliki densitas sebesar 1,19 g/cm3 dan daya serap air sebesar 0,05%.
HIDROLISIS LIGNOSELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS ASAM KARBOKSILAT Rodiansono Rodiansono; Umi Baroroh Lili Utami; Nana Widyastuti; Paradilla Catur Wulandari; Ina Risnawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.676 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i1.2121

Abstract

Telah dilakukan hidrolisis lignoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menggunakan katalis asam karboksilat. Tiga jenis asam karboksilat yang digunakan adalah asam maleat, asam suksinat, dan asam asetat. Katalis asam maleat dengan konsentrasi 4% v/v menghasilkan jumlah gula pereduksi tertinggi (11,9% b/b) pada temperatur reaksi 373 K, 60 menit. Hasil karakterisasi menggunakan XRD, SEM dan FTIR terhadap sampel TKKS sebelum dan sesudah reaksi menunjukkan bahwa hanya pada bagian amorf (hemiselulosa dan selulosa) TKKS saja yang mengalami peruraian yang dibuktikan oleh kristalinitas, morfologi permukaan dan perubahan gugus fungsi. Kata kunci: hidrolisis, lignoselulosa, TKKS, katalis, asam karboksilat 
KUANTIFIKASI TOKSISITAS GLIFOSAT TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON BERDASARKAN KONSENTRASI KLOROFIL DAN CACAH SELNYA Dahlena Ariyani; Ahmad Budi Junaidi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.37 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.2001

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap pengaruh herbisida glifosat pada pertumbuhan fitoplankton berdasarkan peningkatan kerapatan sel dan berdasarkan peningkatan konsentrasi klorofil. Fitoplankton dikultur dalam media yang diberi perlakuan glifosat yang bervariasi. Konsentrasi klorofil fitoplankton ditentukan pada selang waktu kultur pertumbuhan eksponensial. Klorofil di ekstrak menggunakan aseton 80 % dan konsentrasinya ditetapkan dengan pengukuran secara spektrofotometri pada panjang gelombang 630, 647 dan 663 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa glifosat menghambat laju pertumbuhan fitoplankton. Besarnya hambatan laju pertumbuhan fitoplankton berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi glifosat dalam medium kultur. Secara kuantitatif diperoleh harga EC50 glifosat terhadap laju pertumbuhan fitoplankton berdasarkan peningkatan konsentrasi klorofil dan peningkatan kerapatan sel masing-masing adalah 0,02848 ppm dan 0,02037 ppm. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan kerapatan sebagai parameter pertumbuhan fitoplankton memiliki sensitivitas lebih tinggi dari pada penggunaan konsentrasi klorofil sebagai parameter pertumbuhan. Kata kunci : Glifosat, toksisitas, fitoplankton, konsentrasi