cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
KAJIAN ADSORPSI Cd(II) OLEH ARANG APU-APU (Pistia stratiotes L.) TERMODIFIKASI KITOSAN-GLUTARALDEHIDA Umi Baroroh Lili Utami; Dwi Rasy Mujiyanti; Normilawati Normilawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.782 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i1.2143

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi Cd(II) oleh arang apu-apu (Pistia statiotes L.) termodifikasi kitosan-glutaraldehida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum, waktu optimum, kapasitas adsorpsi dan %recovery. Arang apu-apu termodifikasi kitosan-glutaraldehidadisintesis dengan cara mencampurkan arang dan kitosan dengan perbandingan 5:7 dan glutaraldehida 2,5% sebagai agen pengikatan-silang (crosslinking agent). Analisis Cd(II) menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum terjadi pada pH 5, dan waktu kontak optimum terjadi pada 45 menit. Model isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi sebesar 1,53 mg/g, dan hasil %recovery sebesar96,21%. Kata kunci: arang, apu-apu(Pistia statiotes L.), kitosan, glutaraldehida, Cd(II) 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSIDA LOGAM BERSTRUKTUR AURIVILLIUS SERI HOMOLOG Pb(n-2)Bi3Ti(n-0,5)W0,5O(3n+3) (n = 2 , 3, 4, 5, 6) Edi Mikrianto; Taufiqur Rohman
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.984 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2025

Abstract

Senyawa oksida Aurivillius seri homolog tipe Pb(n-2)Bi3Ti(n-0,5)W0,5O(3n+3) dengan jumlah n 2 , 3, 4, 5 dan 6 telah disintesis dengan metode reaksi kimia padat pada suhu sintesis optimum 900 oC dan 950 oC. Struktur kristal dikarakterisasi menggunakan metoda difraksi sinar-X (XRD) powder. Untuk menganalisa produk yang terbentuk digunakan program Phasanx dengan database PDF (Powder Difraction File) dan refinemen Rietveld Le Baile analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oksida aurivillius bergeometri ortorombik dengan jumlah n lapis oktahedral genap mempunyai group ruang A21am sedangkan untuk n oktahedral ganjil mempunyai group ruang B2Cb. Parameter sel a dan b berkisar ≈ 5 Å, sedangkan parameter sel c bertambah besar seiring dengan kenaikan jumlah n oktahedral. Kata Kunci : Aurivillius, difraksi sinar-X, reaksi kimia padat. 
A REVIEW ON OPTIONS OF REDUCING GREENHOUSE GASES EMISSION FROM ENERGY SECTOR Utami Irawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.184 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i1.2050

Abstract

Climate change has influenced many sectors whereas energy sector is a crucial aspect uniquely interrelated with it. Recently, the rising global awareness about climate change and how it can affect the world has influenced the way people use and produce energy. Nevertheless, reducing the use of energy as a practical way of reducing green house gases (GHG) is not as simple as one might expect. Energy might be the main source of GHG emission. But on the other hand, as illustrated by UNEP in Global Outlook Report 2006, energy is also the main fuel of world development. This article aims to review attempts to search best ways of reducing GHG emission to mitigate the effect of climate change from energy sector. Increasing energy efficiency and using technology to provide “clean” energy are two among those attempts. Despite the good intention of those attempts, their applications have not yet showed the expected result of a significant reduction in GHG emission. These efforts are often restrained in their implementation by a number of factors, where economic considerations come as the most dominant factors.A continuous effort of developing technologies that support energy efficiency and clean energy provision is a crucial need. Along with it, there should also be a major reform in changing the way people behave toward energy itself.Keywords: GHG emission, energy efficiency, alternative sources of energy 
Pembuatan Bio Oil Dari Sekam Padi dengan Proses Pirolisis Lambat Nyoto Prasetio; Dhea Pranita; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.617 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6542

Abstract

Abstract- The pyrolysis of bio oil, and bio char formation of rice husk has been investigated. This research was conducted using the method of slow pyrolysis. Slow pyrolysis process is performed at a temperature of 300oC, 350oC and 400oC with pyrolysis time 90 minutes. These results indicate that the higher temperature, the more yield of bio oil produced, while the yield of char produced decreases. The substances in the bio oil was detected by GCMS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Key word: slow pyrolysis, bio char, bio oil, rice husk
KAJIAN BIOSORPSI BIOMASSA BEKATUL TERHADAP TIMBAL(II) Noer Komari; Ahmad Budi Junaidi; Sri Hendriani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.574 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2102

Abstract

Telah dilakukan penelitian kajian biosorpsi biomassa bekatul terhadap Pb(II). Biomassa bekatul didapatkan langsung dari pabrik penggilingan padi yang bertempat di Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kajian pH dan waktu optimum dilakukan untuk mengetahui kemampuan biosorpsi Pb(II) oleh biomassa bekatul. Di samping itu juga dilakukan recovery Pb(II) yang sudah diikat oleh biomassa bekatul. Kemampuan biosorpsi dan recovery dikaji pada bekatul tak terimobilkan dengan menggunakan metode Batch dan bekatul terimobilkan dengan menggunakan metode kolom. Hasil penelitian menunjukkan pada pH 5 dan selang waktu 15 menit bekatul dapat mengikat Pb(II) secara maksimal, dimana diperoleh kemampuan biosorpsi bekatul tak terimobilkan 3,96 mg Pb(II)/g biomassa dan bekatul terimobilkan 5,25 mg Pb(II)/g biomassa. Kemampuan recovery Pb(II) dari bekatul tak terimobilkan berkisar antara 63,35 – 84,36% dan untuk bekatul terimobilkan berkisar antara 98,48 – 99,88%. Kata kunci : biosorpsi, biomassa, timbal. 
KARAKTERISASI GEOKIMIA ORGANIK BATUBARA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Nur Ita Ulfaniyah; R. Y. Perry Burhan
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.14 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2134

Abstract

Sampel batubara Samarinda dianalisis berdasarkan aspek geokimia organik melalui profil senyawa biomarka fraksi hidrokarbon alifatik, aromatik, ketondan asam. Sampel batubara di ekstraksi terlebih dahulu dengan aseton:kloroform:metanol (47%: 23%: 30% v/v), selanjutnya difrakasinasi menggunakan metode kromatografi kolom dan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) untuk memperoleh fraksi alifatik, aromatik, dan keton. Karakterisasi senyawa biomarka batubara dilakukan menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM) Shimadzu QP2010S. Teridentifikasinya senyawa n-alkana dan metil keton yang didominasi oleh karbon rantai panjang menunjukkan bahwa masukan bahan organik pembentuk batubara berasal dari tanaman tingkat tinggi. Hal tersebut juga diperkuat dengan teridentifikasinya senyawa kadalena, retena, pisena, dan simonelit pada fraksi aromatik. Senyawa-senyawa tersebut merupakan penanda bagi tanaman Dipterocapaceae famili Angiospermae dan conifer famili Gimnospermae yang terbentuk pada zaman Miosen. Senyawa perilena dalam batubara Samarinda merupakan indikator bahwa batubara ini terbentuk pada kondisi lingkungan pengendapan reduktif. Data fisik batubara yang meliputi data energi dan proksimat menunjukkan bahwa batubara Samarinda, Kalimantan Timur adalah batubara jenis sub-bituminus. Berdasarkan hal tersebut, maka batubara ini berpotensi untuk dicairkan pada proses pemanfaatannya. Kata kunci: batubara Samarinda, batubara miosen, senyawa biomarka 
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA KIMIA DARI FRAKSI KAYU SANREGO (Lunasia amara Blanco) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Arnida Arnida; Sutomo Sutomo
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1568.372 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i1.2015

Abstract

Sanrego (Lunasia amara Blanco) merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di wilayah Timur Indonesia. Masyarakat memanfaatkan tumbuhan ini sebagai afrodisiaka atau obat penggugah syahwat. Penelitian diawali dengan ekstraksi kayu sanrego dengan metanol, selanjutnya difraksinasi dengan etil asetat sehingga diperoleh ekstrak metanol, fraksi larut etil asetat dan fraksi tidak larut etil asetat. Masing-masing fraksi diidentifikasi secara kromatografi lapis tipis dengan fase diam silica gel GF 254 dan fase gerak n-heksan- etilasetat (6:2) v/v. Hasil Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan pemisahan yang baik antara ekstrak metanol, fraksi larut etil asetat, dan fraksi tidak larut etil asetat. Pada fraksi larut etil asetat diperoleh bercak yang berfluorosensi dengan nilai Rf 0,64 pada penampak bercak lampu UV 365 nm. Kemudian dilakukan uji spesifik dengan dragendorff menghasilkan warna jingga. Hal ini menunjukkan adanya alkaloid dalam fraksi larut etil asetat. Kata kunci: Kayu Sanrego, Lunasia amara Blanco, Kromatografi lapis Tipis. 
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU REAKSI PADA KARAKTERISTIK BIODIESEL HASIL TRANSESTERIFIKASI MINYAK SAWIT DENGAN SISTEM PELARUT PETROLEUM BENZIN Abdullah Abdullah; Ayu Savitri; Azidi Irwan
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.679 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i1.3171

Abstract

Transesterifikasi pada minyak sawit dengan pelarut petroleum benzin untuk mendapatkan biodiesel telah dilakukan. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh perubahan temperatur dan waktu reaksi terhadap beberapa karakteristik biodiesel. Transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak sawit dengan metanol pada perbandingan mol 1:6, menggunakan katalis  KOH 1,5% b/v.  Temperatur reaksi pada penelitian ini adalah 30,5; 40; 50; 60 oC dan 70oC, dengan waktu reaksi 10 menit untuk transesterifikasi tahap pertama dan 5 menit untuk tahap kedua.  Percobaan selanjutnya dilakukan dengan memvariasi waktu reaksi, yaitu 10, 20, 30, 40, 50 menit (untuk reaksi tahap pertama).  Biodiesel hasil transesterifikasi kemudian dikarakterisasi melalui penentuan viskositas, bilangan asam, kadar air, yield dan berat jenis dan kemudian dibandingkan dengan standar ASTM.  Biodiesel yang dihasilkan pada kondisi optimum  (temperatur dan waktu), selanjutnya dianalisis dengan menggunakan GCMS. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa temperatur optimum reaksi transesterifikasi adalah 30,5oC, dengan waktu reaksi 10 menit tahap pertama dan 5 menit untuk reaksi tahap kedua. Viskositas kinematik biodiesel yang dihasilkan adalah 5,60 cSt, dan telah sesuai dengan standar ASTM. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan bahwa biodiesel hasil transesterifikasi minyak sawit pada penelitian ini mengandung metil palmitat dan metil oleat sebagai komponen utama.  Kata Kunci: Transesterifikasi, minyak sawit, metil ester, temperatur optimum, waktu reaksi optimum.
PIROLISIS SAMPAH PLASTIK UNTUK MENDAPATKAN ASAP CAIR DAN PENENTUAN KOMPONEN KIMIA PENYUSUNNYA SERTA UJI KEMAMPUANNYA SEBAGAI BAHAN BAKAR CAIR Tri Anggono; Erina Wahyu; Handayani Handayani; Arini Rahmadani; Abdullah Abdullah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.2 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2039

Abstract

Pirolisis merupakan reaksi depolimerisasi dan pada suhu tinggi mengikuti mekanisme radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi asap cair yang dihasilkan melalui pirolisis limbah plastik yang berupa kantong plastik dan pembungkus makanan sebagai bahan bakar cair dan untuk mengetahui senyawa kimia penyusun utama dari asap cair yang dihasilkan. Pirolisis dilakukan dengan menghidupkan furnace yang telah berisi sampel plastik dan mengatur temperatur , pada penelitian ini didapatkan temperatur optimum untuk sampel plastik tersebut dapat terbakar habis dan menghasilkan asap cair diperoleh pada temperatur 425oC. Dari data hasil analisis GC-MS yang diperoleh, senyawa-senyawa yang terkandung dalam sampel asap cair plastik pembungkus makanan adalah, 2- propanon/aseton, asam borat, asam asetat, dan siklopentanon. Dari senyawa-senyawa tersebut, senyawa-senyawa yang memiliki sifat mudah terbakar adalah aseton dan siklopentanon. Sedangkan senyawa-senyawa yang terkandung dalam sampel asap cair kantong plastik adalah 2-hidroksimetil-3-metil-oxiran, asam asetat, hidroksiaseton, 2- siklopenten, dan 2-butanon/metil etil keton. Dari senyawa-senyawa tersebut yang bersifat mudah terbakar adalah, hidroksiaseton, 2-siklopentena dan 2-butanon. Kata kunci : pirolisis, sampah plastik, asap cair 
PENGARUH UKURAN PARTIKEL, ZAT AKTIVATOR, WAKTU AKTIVASI DAN WAKTU SERAP ADSORBEN FLY ASH UNTUK MENGURANGI KADAR KADMIUM (Cd) PADA AIR LINDI DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR PURWOREJO, JAWA TENGAH Rizqa Puspitarini; Arinto Kurniawan SN; Rukmini AR
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.685 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v13i2.6459

Abstract

Proses penimbunan sampah secara terus-menerus di daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menghasilkan pencemar berupa air lindi. Unsur logam berat yang sering ditemukan dalam air lindi adalah arsen, besi, kadmium, kromium, merkuri, nikel, seng, tembaga, dan timbal. Sumber air tanah yang terkontaminasi oleh zat kimia akan menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup masyarakat disekitar TPA. Kadar pencemar yang terkandung dalam air lindi terutama kandungan logam berat dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah abu terbang batubara (fly ash) sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya ukuran partikel, zat aktivator dan waktu aktivasi dan waktu penyerapan yang efektif   terhadap kinerja adsorben limbah abu terbang batubara (fly ash) untuk mendegradasi logam Kadmium (Cd) dalam air lindi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pencucian abu terbang, pembuatan zat aktivator, aktivasi dengan penambahan zat aktivator, pembuatan larutan standar, analisis logam berat pada air lindi sebelum penambahan fly ash, uji kapasitas adsorben fly ash. Berdasarkan hasil penelitian dapat  diambil kesimpulan bahwa ukuran partikel 90 µ memiliki daya serap tinggi fly ash dalam menyerap logam kadmium dalam air lindi. Waktu aktivasi optimum terjadi pada waktu 180 menit pada proses aktivasi. Zat aktivator NaOH yang memiliki daya serap tinggi  fly ash dalam menyerap logam kadmium pada air lindi.  Waktu serap 90 menit memiliki daya serap yang tinggi fly ash  dalam menyerap logam kadmium pada air lindi. Daya serap fly ash dalam menyerap logam kadmium optimum dalam lindi pada perlakuan ukuran partikel 90 µ, zat aktivator NaOH 3M, waktu aktivasi 180 menit dan waktu serap 90 menit.