cover
Contact Name
Indah Martha Fitriani
Contact Email
indahmartha28@gmail.com
Phone
+62341-399099
Journal Mail Official
metrotech_journal@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Gedung K.H. Tolchah Hasan, Lantai II, C-2.1 Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat, Malang Jalan Raya Mojosari No. 02, Dawuhan, Jatirejoyoso, Kec. Kepanjen, Kab. Malang Telp: (0341) 399099 - Kode Pos 65163 Alamat email : metrotech_journal@uniramalang.ac.id Alamat website : s.id/metrotech_uniramalang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Mechanical and Electrical Technology
ISSN : 28278097     EISSN : 28099605     DOI : https://doi.org/10.33379/metrotech.v1i2
METROTECH (Journal of Mechanical and Electrical Technology) merupakan jurnal nasional dengan akses terbuka yang menerbitkan naskah hasil penelitian di bidang teknik mesin dan teknik elektro. Jurnal METROTECH terdaftar dengan nomor ISSN: 2809-9605 (Online) & 2827-8097 (Cetak) diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat, Malang. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol 5 no 3: september 2026" : 3 Documents clear
Analisis Pengaruh Natrium Tetraborat terhadap Mikrostruktur Kawat Seling untuk Pisau Pencacah Rumput Syaiful Arif; Widarto; Joni Arif
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 3: September 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i3.9955

Abstract

Pisau mesin pencacah rumput merupakan komponen yang menentukan kinerja dan umur pakai mesin sehingga memerlukan material dengan kekerasan dan ketahanan aus yang baik. Kawat seling baja karbon tinggi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pisau, namun kualitas mikrostrukturnya dipengaruhi oleh proses perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan natrium tetraborat (boraks) terhadap perubahan mikrostruktur kawat seling sebagai material pisau mesin pencacah rumput.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan 2 spesimen kawat seling yang dipanaskan pada temperatur 850 °C selama 60 menit. Natrium tetraborat diberikan sebanyak 80% (atau 80g) selama proses pemanasan sebagai pelindung permukaan, kemudian spesimen didinginkan cepat menggunakan media oli. Karakterisasi mikrostruktur dilakukan menggunakan mikroskop metalografi pada pembesaran 50x & 100×, sedangkan sifat mekanik dievaluasi melalui pengujian kekerasan metode Vickers.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penambahan natrium tetraborat menghasilkan pembentukan fasa martensit yang lebih dominan dan lebih homogen dibandingkan spesimen tanpa perlakuan. Lapisan oksida pada permukaan spesimen juga berkurang sehingga proses transformasi fasa berlangsung lebih optimal. Nilai kekerasan meningkat dari 450 menjadi 540 HV mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan spesimen tanpa penambahan natrium tetraborat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan natrium tetraborat pada proses perlakuan panas memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan mikrostruktur martensit, mengurangi oksidasi selama pemanasan, serta meningkatkan kekerasan kawat seling sehingga lebih sesuai digunakan sebagai material pisau mesin pencacah rumput.
Analisis Kopling Flange dengan Variasi Material ASTM A36 dan Aluminium 7075-T6 serta Jumlah Baut Menggunakan FEA Nickolas Bryan Saputra; Deri Teguh Santoso; Ujiburrahman Ujiburrahman
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 3: September 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i3.9999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mekanis kopling flange terhadap variasi material ASTM A36 dan Aluminium 7075-T6 serta jumlah baut menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Analysis /FEA). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemilihan material dan konfigurasi sambungan dalam meningkatkan keandalan serta efisiensi komponen mekanik. Penelitian terdahulu mengenai kopling flange umumnya berfokus pada optimasi geometri, karakteristik sambungan baut, atau perilaku dinamis secara terpisah, sedangkan perbandingan performa struktural akibat variasi material (ASTM A36 dan Aluminium 7075-T6) bersamaan dengan variasi jumlah baut masih terbatas; inilah kebaruan penelitian ini. Pemodelan geometri dilakukan menggunakan perangkat lunak SolidWorks dan dianalisis menggunakan ANSYS Workbench dengan pembebanan momen puntir sebesar 17 Nm. Parameter yang dianalisis meliputi total deformation, Equivalent (Von Mises) stress, dan shear stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material ASTM A36 menghasilkan deformasi yang lebih kecil dibandingkan Aluminium 7075-T6, yang mengindikasikan tingkat kekakuan yang lebih tinggi. Selain itu, nilai tegangan Von Mises dan tegangan geser pada Aluminium 7075-T6 cenderung lebih tinggi dibandingkan ASTM A36. Variasi jumlah baut dari 4 menjadi 6 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai deformasi dan tegangan, namun mampu meningkatkan distribusi beban sehingga struktur menjadi lebih stabil. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi material ASTM A36 dengan konfigurasi 6 baut memberikan performa yang paling optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perancangan kopling flange yang lebih efisien dan andal.
Analisis Inversi Medan Listrik pada Kabel HVDC Bawah Laut Berisolasi XLPE Menggunakan Metode Elemen Hingga Awansah Awansah; Diah Permata; Herman Halomoan Sinaga; Nining Purwasih
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 3: September 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i3.10980

Abstract

Inversi medan listrik merupakan fenomena di mana medan listrik maksimum berpindah dari daerah konduktor bagian dalam ke permukaan luar isolasi akibat gradien termal radial. Inversi medan listrik tidak terjadi pada isolasi kabel HVAC namun, terjadi pada isolasi kabel tegangan tinggi arus searah (HVDC). Oleh karena itu perlu adanya analisis yang berbeda tentang medan listrik ini pada kabel HVDC. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi suhu ambien tropis terhadap inversi medan listrik pada kabel HVDC bawah laut berisolasi XLPE menggunakan simulasi elemen hingga elektro-termal tersambung pada software COMSOL Multiphysics. Model kabel menggunakan geometri multilapis kabel DC 160 kV. Dua variasi parametrik dilakukan,suhu konduktor Tc dari 293,15 K hingga 363,15 K pada Tout tetap (293,15 K), dan suhu ambien Tout dari 278,15 K (5°C) hingga 305,15 K (32°C) pada Tc = 363,15 K. Inversi medan listrik terkonfirmasi pada semua kondisi yang diuji pada Tc = 363,15 K, dengan E maksimum berpindah dari 7,57 kV/mm (permukaan dalam) ke 12,1 kV/mm (permukaan luar), rasio inversi 1,60. Pada kondisi iklim tropis (Tout = 27–32°C), rasio inversi turun menjadi 1,37–1,43 dibandingkan 1,91 pada iklim sedang (5°C), menunjukkan bahwa desain kabel HVDC yang berbasis iklim Eropa (sedang) akan berbeda medan puncaknya sebesar 9–11% untuk aplikasi kabel di iklim tropis seperti Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 3