Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Influence of MIG Welding Process Parameters on the Strength of Bimetal Joints: Study of Gas Flow Rate and Macrofractures Talifatim Machfuroh; Kris Witono; Septyana Riskitasari; Etik Puspitasari
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 24 No. 3 (2024): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v24i3.141-149

Abstract

Bimetal joints are often used in various industries, such as automotive, power generation, electronics, and manufacturing. This is because bimetal joints allow the joining of two types of metal with different properties. Welding two different types of metal can pose its own challenges, such as the difficulty of controlling welding parameters so that the results are optimal for both types of metal, as well as differences in the thermal and mechanical properties of the two metals. This has led to extensive research on bimetal plate connections. Based on this background, this research aims to determine the effect of variations in flow rate and current strength on the tensile strength of robotic welding bimetal welded joints, as well as determine the results of macro photos of fractures resulting from tensile tests for each variation. The research was carried out experimentally where each variation was repeated with data 3 times. Based on the results and discussion, it is known that the optimal gas flow rate in general is 20 l/min, where the tensile strength reaches 353.1442 MPa–455.5458 MPa. At this flow rate, the dominant fracture occurs in the base metal and is ductile, which indicates good plastic deformation. On the other hand, gas flow that is too low or too high causes joint defects and reduces the tensile strength. Meanwhile, other welding parameters, namely variations in welding current, affect tensile strength. At a gas flow of 10 l/min, increasing the current to 180 A produces the highest tensile strength of 449.4357 MPa with ductile fracture characteristics. However, at a current of 120 A there is a significant decrease due to overheating, especially at higher gas flows such as 20 l/min and 30 l/min, which results in brittle fracture in the heat-affected zone (HAZ). The results of this research contribute to the understanding of the influence of welding parameters on the tensile strength and fracture characteristics of bimetallic joints. This research can be a reference for the development of more efficient and reliable welding processes in various industries, such as automotive, power generation and manufacturing, which require bimetallic joints with optimal quality.
Sistem Monitoring Terdistribusi Berbasis ESP dengan Komunikasi CAN Bus dan Platform Blynk Septyana Riskitasari; Wahyu Aulia Nurwicaksana; Indrazno Siradjuddin; Gillang Al Azhar; Fasha Rafi Islamey
Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems Vol. 7 No. 1 (2026): JASENS Vol. 7 No. 1 (2026) : Vol. 07 No. 01, Juni 2026
Publisher : Indonesian Society of Applied Science (ISAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/3e910z95

Abstract

Pemantauan kondisi air sungai secara real-time merupakan aspek penting dalam sistem peringatan dini banjir dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem monitoring terdistribusi yang akurat dan dapat diakses secara remote untuk mendukung deteksi dini potensi banjir. Sistem menggunakan dua node ESP32 dengan komunikasi CAN Bus, dimana node pengirim mengintegrasikan sensor ultrasonik JSN-SR04T untuk pengukuran ketinggian air dan sensor flow meter berbasis Hall Effect untuk pengukuran kecepatan aliran. Node penerima berbasis LilyGo SIM800L mengirimkan data ke platform Blynk dan menampilkan informasi melalui display OLED. Komunikasi antar node menggunakan protokol CAN Bus 50 kbps dengan validasi checksum. Pengujian dilakukan selama 14 jam dengan interval 2 jam dari pukul 06.00-20.00 WIB, menghasilkan 8 sampel data monitoring. Data menunjukkan variasi ketinggian air 32-40 cm dengan rata-rata 35,5 cm, serta kecepatan aliran 0,22-1,50 m/s dengan rata-rata 0,82 m/s. Sistem mencapai akurasi pengukuran ±2,1% untuk ketinggian air dan ±3,4% untuk kecepatan aliran, dengan tingkat keberhasilan transmisi data 96,8% melalui GSM/GPRS. Interface OLED menyediakan monitoring lokal real-time, sedangkan platform Blynk memungkinkan akses remote melalui aplikasi mobile. Sistem terbukti efektif untuk monitoring kontinyu parameter hidrologi sungai dengan tingkat akurasi dan reliabilitas yang memadai untuk aplikasi peringatan dini banjir.
Papan Alur Digital Sebagai Edukasi Keselamatan Penggunaan Peralatan pada Aktivitas Tubing Nicky Suwandhy Widhi Supriyanto; Septyana Riskitasari; Rilis Eka Perkasa; Silvia Rahmi Ekasari; Talifatim Machfuroh; Nurlia Pramita Sari; Wahyu Aulia Nurwicaksana
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/wdjxc198

Abstract

Banyumaro River Tubing menghadapi permasalahan operasional berupa tingginya beban kerja guide wisata akibat penyampaian briefing keselamatan secara verbal dan berulang kepada sekitar 50–60 pengunjung setiap akhir pekan. Kondisi ini berpotensi menurunkan konsistensi penyampaian informasi keselamatan dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan peralatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan menerapkan papan alur digital sebagai media edukasi keselamatan sebelum aktivitas tubing guna mengurangi beban kerja guide serta meningkatkan pemahaman pengunjung. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis aset komunitas melalui tahapan observasi, perancangan partisipatif, pembuatan alat, dan uji coba lapangan. Papan alur digital dirancang menyajikan informasi keselamatan secara visual dan audio yang tersusun berurutan sesuai prosedur penggunaan peralatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi briefing verbal oleh guide dari sebelumnya dilakukan berulang kali menjadi hanya penegasan tambahan, serta peningkatan kesiapan dan kepatuhan pengunjung dalam mengikuti prosedur keselamatan sebelum pengarungan. Dengan demikian, papan alur digital terbukti menjadi media edukasi keselamatan yang lebih konsisten dan efektif dibanding metode konvensional, serta berpotensi mendukung pengelolaan wisata sungai yang aman dan berkelanjutan berbasis komunitas
Pengaruh Variasi Output Buck-Boost terhadap pH dan TDS pada Proses Elektrolisis Air Septyana Riskitasari; Deasy Shandiya Ekawati; Wahyu Aulia Nurwicaksana
Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 02 (2025): Vol 06, No. 02 Desember 2025
Publisher : Indonesian Society of Applied Science (ISAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/t5wzk262

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem monitoring kualitas air berbasis ESP32 dengan sensor pH 4502C dan sensor Total Dissolved Solids (TDS) selama proses elektrolisis menggunakan variasi tegangan dan arus output buck-boost converter. Rangkaian utama terdiri dari buck-boost converter yang diatur pada mode buck (5 V) dan boost (20 V), elektroda aluminium sebagai media elektrolisis, serta instrumen pengukuran pH dan TDS yang terintegrasi dengan mikrokontroler. Pengujian dilakukan dengan mencatat perubahan pH dan TDS pada interval waktu tertentu hingga 90 detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor pH 4502C mampu mendeteksi kenaikan pH dari nilai awal 4,00. Pada kondisi 5 V 20 A (J = 4,03 mA/cm²) pH meningkat lebih cepat hingga 6,70, sedangkan pada kondisi 20 V 12 A (J = 2,41 mA/cm²) hanya mencapai 5,60. Hal ini membuktikan bahwa densitas arus berperan penting terhadap laju peningkatan pH akibat pembentukan ion OH⁻. Sensor TDS menunjukkan penurunan kadar zat terlarut dari nilai awal 169 ppm. Pada tegangan 5 V 20 A, TDS menurun lebih signifikan hingga 120 ppm, sedangkan pada 20 V 12 A hanya turun menjadi 139 ppm. Hasil ini menunjukkan variasi tegangan dan arus berpengaruh terhadap efektivitas penurunan zat terlarut dalam air.