cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
HUBUNGAN PELATIHAN DAN MOTIVASI DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUK TIRAM BANJARMASIN Noorhidayah Noorhidayah; Asrinawaty Asrinawaty; Maki Zam Zam
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.657 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan merupakan pusat penyelenggaraan upaya kesehatan bagi masyarakat yang bermutu, merata, terjangkau dengan peran masyarakat secara aktif. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dilaksanakan oleh, dari, dan, bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita.Perkembangan dan peningkatan mutu pelayanan Posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat. Keberhasilan kegiatan Posyandu sangat bergantung pada partisipasi secara aktif dari kader yang bertugas di Posyandu. Fungsi kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu sangat besar yaitu mulai dari tahap perintisan posyandu, penghubung dengan lembaga yang menunjang penyelenggaraan Posyandu, sebagai perencana pelaksana dan sebagai pembina serta sebagai penyuluh untuk memotivasi masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan posyandu di wilayahnya.(Depkes Ri, 2006). Tenaga kader dalam menjalankan pelayanan kesehatan di Posyandu merupakan sumber daya yang penting dan sangat dibutuhkan.Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2015 di dapatkan bahwa wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram merupakan jumlah terbanyak kader yang tidak aktif dibandingkan dengan posyandu di wilayah kerja Puskesmas lainnya di Banjarmasin. Pada bulan Mei 2016, Puskesmas Teluk Tiram mempunyai kader sebanyak 71 orang. Kader yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan posyandu sebanyak 57 orang. sedangkan yang tidak aktif sebanyak 14 orang.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pelatihan dan motivasi dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin. Metode Penelitian : penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling yaitu sebanyak 70 kader.Hasil : Hasil penelitian dari 70 orang kader yang memiliki kategori terlatih dan aktif sebanyak 56 orang (81,2%) dan kader yang terlatih tetapi tidak aktif sebanyak 13 orang (18,8%) sedangkan Kader yang tidak terlatih dan tidak aktif ada 1 orang, Untuk motivasi kader, yang memiliki motivasi tinggi dan aktif sebanyak 56 orang (81,2%), yang memiliki motivasi tinggi dan tidak aktif sebanyak 13 orang (18,8%), sedangkan kader yang memiliki motivasi rendah dan tidak aktif ada 1 orang.Dari hasil analisis uji chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (0,05) didapatkan hasil pelatihan dengan keaktifan kader p value = 0,200 α (0,05). Hasil analisis motivasi dengan keaktifan kader didapatkan hasil p value = 0,200 α (0,05).Kesimpulan : tidak adanya hubungan yang bermakna antara Pelatihan dan Motivasi dengan Keaktifan kader. Diharapkan agar kader tetap berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, karena kader adalah tonggak utama pelaksanaan posyandu.Kata kunci: Pelatihan, Motivasi, Keaktifan kader dalam kegiatan Posyandu
Studi Literatur : Pengkajian Spiritual di Intensive Care Unit (ICU) Ahmad Muzaki; Fitri Arofiati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.839 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.456

Abstract

Latar Belakang: Spiritual menjadi hal yang sangat penting pada pasien kritis di Ruang ICU karena satu-satunya sumber penyembuhan bagi pasien dengan penyakit kiritis adalah spiritualitas mereka. Salah satu tantangan besar perawat saat ini adalah mengintegrasikan konsep dari teknologi body, mind and spirit ke dalam praktek keperawatan. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien tidak hanya bermanfaat bagi pasien saja tetapi dapat berdampak terhadap profesionalisme kerja perawat.Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan penilaian spiritual dan alat pengkajian spiritual di Ruang ICU.Metode: Studi ini diperoleh dari 2 database yaitu Google Shcolar dan PubMed dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur ini antara lain: “spiritual assesment and ICU”, “spiritual care + intensive care unit”, “spiritual care and critical illness”, dan “spiritual assesment tools and ICU”.Hasil: Terdapat 5 variabel dalam pengkajian spiritual antara lain : sistem medis dalam perawatan spiritual, komunitas keagamaan yang mendukung spiritualitas hubungan pasien dan dokter, perawatan di akhir kehidupan dan kualitas hidup pada pasien yang mendekati kematian.Kesimpulan: Belum ada Spiritual Assesment Tools yang signifikan untuk mengkaji tingkat spiritual pasien di ICU/ICCU. Kata Kunci: Pengkajian, Spiritual, Intensive Care Unit (ICU)Abstract Background: Spirituality is very important in critical patients in the ICU because the only source of healing for patients with critical illness is their spirituality. One of the big challenges of nurses today is integrating the concepts of body, mind and spirit technology into nursing practice. Meeting the spiritual needs of patients is not only beneficial for patients but can affect the professionalism of nurses' work.Purpose: This review literature aims to explore various approaches to spiritual assessment and spiritual assessment tools in the ICU Room.Method: This study was obtained from 2 databases namely Google Sholar and PubMed using inclusion and exclusion criteria. Keywords used in this literature search include: "spiritual assessment and ICU", "spiritual care + intensive care unit", "spiritual care and critical illness", and "spiritual assessment tools and ICU".Results: There were 5 variables in spiritual assessment including: medical systems in spiritual care, religious communities that support the spirituality of patient and doctor relationships, care at the end of life and quality of life in patients who are near death.Conclusion: There is no significant Spiritual Assessment Tool to assess the spiritual level of patients in ICU / ICCU. Keywords: Assessment, Spiritual, Intensive Care Unit (ICU)
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR ASUHAN KEHAMILAN PADA MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT I DI AKADEMI KEBIDANAN SARI MULIA BANJARMASIN RR. Dwi Sogi Sri Redjeki; Fitri Yuliana; Hairiana Kusvitasari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.144 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hasil belajar siswa merupakan suatu proses pembelajaran dan evaluasi dari pembelajaran yang diberikan. Dalam meningkatkan hasil belajar siswa perlu adanya suatu inovasi.Proses pembelajaran menuntut mahasiswa untuk berperan aktif dan memerlukan pemahaman dan penalaran mahasiswa dalam belajar. Inovasi dalam pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut salah satunya menggunakan model pembelajaran kooperatif NHT. Tujuan: Menganalisis pengaruh metode pembelajaran kooperatif numbered heads together (NHT) terhadap hasil belajar asuhan kehamilan pada mahasiswa kebidanan tingkat I di Akademi Kebidanan Sari Mulia BanjarmasinMetode: Jenis Penelitian Pra-eksperimen dengan design One group pretest-posttes. Populasi dalam penelitian ini adalah 105 mahasiswa. Sampel 20 mahasiswa dengan teknik Simple Random Sampling. Analisis Bivariat menggunakan Wilcoxon sign test (p =0,05)Hasil: Pembelajaran Asuhan Kehamilan dengan menggunakan metode pembelajaran Kooperatif NHT efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dari pretest ke posttest. Hasil analisis Wilcoxon sign test menunjukkan p=0,00, yang memiliki makna p0,05, bahwa ada pengaruh metode pembelajaran kooperatif NHT terhadap hasil belajar asuhan kehamilan pada mahasiswa tingkat I di Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin Simpulan: Metode pembelajaran kooperatif Numbered Heaads Together berpengaruh terhadap hasil belajar asuhan kehamilan pada mahasiswa tingkat I di Akademi Kebidanan Sari Mulia BanjarmasinKata Kunci: Metode pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together, Hasil Belajar, Asuhan,Kehamilan
METODE PIJAT OKSITOSIN, SALAH SATU UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM KURNIATI DEVI PURNAMASARI; YUDITA INGGA HINDIARTI
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.679

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama enam bulan di seluruh dunia belum sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO). Terlepas dari manfaat ASI, cakupan pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih rendah. Secara klinis pemberian terapi obat diberikan pada ibu nifas dengan hipogalaktia. Sayangnya, metode ini memiliki efek ketergantungan pada ibu. Tujuan: Penelitian ini mengusulkan pemberian terapi pijat oksitosin untuk peningkatan jumlah produksi ASI pada ibu nifas sehingga peningkatan jumlah produksi ASI bersifat non-invasif untuk pasien. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan teknik pengambilan sampel accidental sample. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pijatan pada (vertebra) mulai dari cervical 7 ke kosta hingga 5-6 hingga skapula. Jumlah peningkatan produksi ASI dievaluasi pada saat sebelum dan setelah intervensi. Penelitian ini dilakukan pada 30 responden kelompok intervensi pijat oksitosin selama 15 menit dan ibu yang diberikan pijat oksitosin selama 30 menit. Hasil: Hasil analisis produksi ASI ibu pada kelompok pijat oksitosin dengan durasi 15 menit dibandingkan dengan kelompok pijat oksitosin durasi 30 menit. Luaran penelitian ini adalah menjadi cut of point dalam durasi intervensi pemberian terapi pijat oksitosin dan dapat meningkatkan jumlah laktasi dan menunda penurunan kadar prolaktin, yang berkontribusi pada ibu primipara untuk menyusui lebih banyak dan lebih cepat. Sebelumnya, tidak ada penelitian yang dilakukan di Indonesia untuk mengeksplorasi durasi pijat oksitosin terhadap jumlah produksi ASI pada ibu nifas. Kesimpulan: Pemberian pijat oksitosin pada ibu nifas berpengaruh secara signifikan pada kelompok intervensi terhadap peningkatan produksi ASI. Kata kunci: Ibu Postpartum; Produksi ASI; Pijat Oksitosin
Effect Quality Of Health Insurance Service On Public Satisfaction Of Public Surgical Interior Ulin Hospital Banjarmasin Mohdari Mohdari; R Topan Aditya Rahman; Muhammad Anshari Ridha
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.524 KB)

Abstract

Background: Health is a prosperous state of body, soul, and social that is possible every individual to live productively in a social and economical way. With this health, every individual can carry out activities as a living creature created by God Almighty so as to live productively both socially and economically. In regulating health problems, a special body is responsible for the maintenance of health assurance, where the agency must provide good service quality in order to achieve service satisfactionObjective: To know the Influence of Quality of health insurance Service to Patient Satisfaction in General Surgery Room Ulin Hospital BanjarmasinMethod: This research uses Analytical Survey approach using Cross-Sectional design method. With the number of samples of 58 respondents who use the health insurance service in the General Surgery Room Ulin Hospital BanjarmasinResult: From the statistical test result using Chi-Square obtained P-value of 0.000. this indicates that the value is smaller than α is ≤ 0.05 where in this case p ≤ α then the hypothesis Ha in a receipt which means there is a significant influence between the quality of health insurance service on patient satisfaction in the room General Surgery Ulin Hospital BanjarmasinConclusion: There is a significant influence on the quality of health insurance service on patient satisfaction in the room General Surgery Ulin Banjarmasin HospitalKeywords: Health Insurance Service (HIS), Quality, Hospital.
THE ANXIETY LEVELS WOMEN ELDERLY IN CLIMAXTERIUM PERIOD AT PUBLIC HEALTH CENTER SOUTH ALALAK BANJARMASIN Margareta Martini; Margareta Rosa Peni; Icha Inara
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.533 KB)

Abstract

Background: Climaxterium period is signed with the decrease of estrogen level and the increase of gonadotropin excess. This lack of estrogen hormone causes the decline of the variety of either degenerative function or endocrinology from ovarium. Disturbances can be either physical or psychological cause of anxiety to most women. Such complaint in this period is a result ofclimacteric syndrome.Objective: To know about how the description of anxiety levels elderly women in climaxterium period at Public Health Center South Alalak Banjarmasin.Methodology: Type of quantitative research to take data sampling in using proportionate stratified random sampling technique with the descriptive research design of a number of samples as many as 198 respondents. The instrument to take data use questioner and the data analysis use frequency distribution and proportion.Result: The result showed that was anxiety level of elderly women premenopause are moderate anxiety (48,9%), the anxiety level of elderly women menopause are mild anxiety (66,7%), the anxiety level of elderly women, postmenopause are mild anxiety (84,4%).Conclusion: Based on our research the majority of elderly women in climaxterium period are mild anxiety and moderate anxiety.Keywords: Anxiety levels, elderly women in climaxterium period.
Supervisi Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Asesmen Risiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap RSJ Sambang Lihum Dion Mulia Anggara Putra; Noor Amaliah; Iswantoro Iswantoro
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.131 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.711

Abstract

 Latar Belakang: Pasien jatuh merupakan insiden paling mengkhawatirkan di Rumah Sakit karena dapat mengakibatkan pasien cidera bahkan kematian. Rumah Sakit mengembangkan pendekatan untuk mengurangi risiko pasien cedera karena jatuh dengan menerapkan asesmen risiko jatuh. Perawat memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan asesmen risiko jatuh. Berdasarkan pengamatan kepatuhan perawat melaksanakan asesmen risiko jatuh belum optimal dan salah satu penyebabnya karena supervisi yang kurang.Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan supervisi dengan kepatuhan perawat melaksanakan asesmen risiko jatuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional dan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Sampel ditentukan dengan tekhnik Purposive Sampling sebanyak 75 orang.Hasil: Ada hubungan supervisi dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan asesmen risiko jatuh dengan nilai P value 0,05 yaitu 0,000.Simpulan: Diharapkan Rumah Sakit dapat meningkatkan pelaksanaan supervisi dengan membuat standar prosedur supervisi dan pelatihan supervisi guna mendukung dalam meningkatkan kepatuhan perawat melaksanakan asesmen risiko jatuh.  Kata Kunci : Supervisi, Kepatuhan, Asesmen Risiko Jatuh Background: Patient falls is the most alarming incident in the hospital because they can result in the patient's injury even death. The hospital develops an approach to reducing the risk of injured patients as they fall by applying a falling risk assessment. Nurses have a responsibility in the execution of the risk assessment of falling. Based on the observation of the nurses ' compliance, the risk assessment of falling is not optimal and one of the causes is due to lack of supervision.Purpose: The purpose of this research is to know the relationship of supervision with the compliance of the nurses implementing risk assessment. This research is a quantitative study with a cross-sectional design and uses a statistical test of Spearman Rank. The samples were determined by purposive sampling as many as 75 people.Results: There is relationship supervision with the compliance of the nurse in carrying out the risk assessment of falling with the value of P-value of 0.05 is 0.000.Conclusion: It is expected that the hospital can improve the implementation of supervision by creating standard supervision procedures and supervision training to support the improvement of nurses' compliance with falling risk assessments. Keywords: Supervision, Compliance, Fall Risk Assessment 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Puskesmas Binuang Putri Vidiasari Darsono; Novalia Widiya Ningrum; Suwarni Suwarni
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.966 KB)

Abstract

Latar Belakang: ISPA merupakan penyebab kesakitan dan kematian dari seluruh penyakit pada anak berusia dibawah 5 tahun. Beberapa faktor risiko kesakitan hingga kematian pada balita diantaranya status gizi, status imunisasi dan jenis kelamin Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Binuang. Metode: Penelitian menggunakan Survey Analitik dengan pendekatan case control. Populasi adalah balita yang berobat di Puskesmas Binuang sebanyak 443 balita. Teknik pengambilan sampel dengan Systematik Random Sampling, sampel terdiri dari 144 kasus ISPA dan kontrol 144 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA (nilai p = 0,544 0,05) pada balita, tidak ada hubungan antara kelengkapan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita (nilai p = 0,607 0,05). Ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian ISPA pada balita (p = 0,034 0,05), nilai OR=1,655 (95% CI: (1,038 – 2,637) artinya laki-laki berpeluang 1,655 kali untuk menderita ISPA dibanding perempuan. Simpulan: Status gizi dan imunisasi tidak memiliki hubungan dengan kejadian risiko penyakit ISPA dibandingkan faktor jenis kelamin. Perlu upaya bagi keluarga terutama yang mempunyai balita laki-laki dengan aktifitas diluar rumah yang tinggi untuk memberikan makanan dengan asupan nutrisi yang seimbang dan juga menjaga kebersihan diri dengan baik agar terhindar dari penyakit infeksi khususnya penyakit ISPA. Kata Kunci: Balita, ISPA, Jenis Kelamin, Puskemas, Status Gizi, Status Imunisasi. ________________________________________________________________Background: Acute Respiratory Infection (ARI) was a cause of morbidity and mortality in children and 50% of all illnesses in Toddler. Population were all treated at Puskesmas Binuang from June to August 2017 as many as 443 Toddler. Data were analysed using Chi-Square test with 95% confidence level. In 2014 there were 1,034 cases, in 2015 increased to 1,322 cases, and 2016 increased again to 1,756. During the last three years of the 10 most diseases in Puskesmas Binuang ARI was ranked first. The aim research for now that factors which are correlated to occurrences of ARI on Toddler. The sample consisted of 144 cases of ARI and control of 144 on Toddler. Method: Survey research using analytic approaches case control. The population is all the toddlers who seek treatment at Puskesmas Binuang June-August 2017 as many as 443 Toddler. Data were analysed using Chi-Square test with 95% confidence Interval. Result: There was no correlation between nutritional status (p value = 0.544 0,05) the completeness of immunization status p value = 0,607 0,05 with ARI occurrence in baby and there was relation between and there was sex with correlation p value = 0,034 0,05 between the incidence of ARI in Toddler. OR (Odds Ratio) = 1,655 (95% CI: (1,038 - 2,637) male were 1.655 times more likely to suffer from ARI than female. Conclusion: Nutrition status and immunisation has not a relationship with the risk of ARI disease compared to factor sex. There needs to be a solution to the community to provide good nutrition to their children and provide counselling behaviour of family have children under five for prevention of the occurrence of infectious diseases, especially ARI. Keywords: Toddler, ARI, Immunisation Status, Nutrition Status, Sex. 
Hubungan Kondisi Jamban Keluarga Dan Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Arosbaya Bangkalan Saktya Yudha Ardhi Utama; Aini Inayati; Sugiarto Sugiarto
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.226 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.465

Abstract

Latar Belakang: Diare masih merupakan penyebab kematian balita di Indonesia. Masalah kesehatan seperti diare dapat dicegah, jika masyarakat mempraktikkan perilaku hidup sehat dan berpartisipasi dalam menjaga sanitasi lingkungan. Jumlah diare pada balita di Puskesmas Arosbaya terjadi peningkatan.Objektif: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi jamban keluarga dan sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan anak balita yang tinggal di daerah Arosbaya dengan sampel yang digunakan 21 responden yang dihitung dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah uji statistik korelasi spearman’s rho.Hasil: Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita (p = 0.001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita (p = 0,009).Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jamban keluarga dan sarana air bersih yang buruk berhubungan dan mendorong diare pada anak balita. Dari penelitian ini disarankan untuk memperbaiki sanitasi lingkungan seperti jamban keluarga dan sarana air bersih untuk mengurangi diare. Kata kunci : jamban keluarga, sarana air bersih, diare, balita Background: Diarrhea is still a cause of under-five children mortality in Indonesia. Health problems such as diarrhea can be prevented, if the community practice healthy behaviour and participate in taking care of the environmental sanitation. The  number of diarrhea in children under five at Puskesmas Arosbaya has increase. Objective: This study aims to analyze the correlation of condition of family latrine and clean water facilities with occurence of diarrhea in under-five children. Method: This study was an descriptive analytic research using cross sectional design. The population of this study was families with under-five children that live in Arosbaya region with sample consisted 21 respondents which are  counted using purposive sampling. The analysis used was Spearman’s rho correlation statistic test. Result: This result showed that there was a correlation between the condition of family latrine with occurence of diarrhea in under-five children (p = 0,001). And the result of study showed that there was a correlation between the condition of clean water facilities with occurence of diarrhea in under-five children (p = 0,009).Conclusion: The conclusion of this study was that bad family latrine dan clean water facilities are related and encourages the diarrhea in under-five children. From this study suggested to repair environmental sanitation such as family latrine and clean water facilities to decrease diarrhea.Keyword: family latrine, clean water facilities, diarrhea, under-five children.
EFEKTIVITAS KONSUMSI MIX JUS SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) DAN JUS NANAS (ANANAS COMOSOS) PADA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PEKAUMAN Mustaqimah Mustaqimah; Anggrita Sari; Jainah Jainah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.96 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian dan kesakitan yang tinggi. Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas batas normal, batas normalnya yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Penggunaan obat tradisional yang tepat untuk menurunkan tekanan darah diantaranya daun seledri yang mengandung flavonoid dan buah nanas yang mengandung kalium dipercaya masyarakat dapat menurunkan tekanan darah tinggi.Tujuan: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas mix jus Apium graveolens (Seledri) dan jus Ananas comosos (Nanas) pada hipertensi primer.Metode: Rancangan penelitian ini adalah rancangan deskriptif analitik, dengan sampel penelitian berjumlah 15 orang yang diambil menggunakan teknik porposive sampling.Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah selama diberikan Mix Jus Seledri (Apium graveolens) dan Jus Nanas (Ananas comosos) rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dari 15 orang sampel yang mengalami penurunan tekanan darah lebih cepat adalah pada jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 40-50 tahun.Simpulan: Terdapat penurunan tekanan darah pada hipertensi primer yang mengkonsumsi Mix Jus Seledri (Apium graveolens) dan Jus Nanas (Ananas comosos) di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman BanjarmasinKata Kunci: Mix Jus Seledri, Apium Graveolens, Jus Nanas, Ananas Comosos

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue