cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Dukungan Keluarga Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Dengan Gagal Ginjal Kronik Di Rsud dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Putria Carolina; Zia Abdul Aziz
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.145 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.484

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronis (GGK) adalah kerusakan ginjal yang bersifat progresif dan ireversibel sehingga fungsi ginjal menghilang serta terjadi kerusakan ginjal progresif yang berakibat fatal dan ditandai dengan uremia (urea dan limbah nitrogen lainnya) yang beredar dalam darah serta komplikasinya jika tidak dilakukan dialisis atau transplantasi ginjal. GGK atau penyakit ginjal tahap akhir merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lainnya dalam darah. Peran keluarga sangat penting bagi setiap aspek perawatan kesehatan anggota keluarga. Dukungan keluarga pada pasien dengan gagal ginjal kronik berupa dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan penghargaan dan dukungan harga diri. Dukungan keluarga ini diberikan sepajang hidup pasien yang menunjang untuk penyembuhan pasien. Kualitas hidup adalah ukuran konseptual atau operasional yang sering digunakan dalam situasi penyakit kronik sebagai cara untuk menilai dampak terapi pada pasien. Pengukuran konseptual mencakup kesejahteraan, kualitas kelangsungan hidup, kemampuan seseorang untuk secara mandiri melakukan kegiatan sehari-hari. Kualitas merupakan sasaran utama yang ingin dicapai di bidang pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat kesejahteraan. Diharapkan semakin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. Kualitas hidup ini salah satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. Semakin tinggi derajat kesehatan seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggiTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dukungan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronik di RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.Metode: Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada sembilan orang partisipan yaitu keluarga yang anggota keluarganya menjalani Hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Analisis data yang digunakan menggunakan teknik Collaizi.Hasil: Terdapat lima tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu respon berduka; respon menerima; dampak psikososial; dampak spiritual dan dukungan keluarga. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat meningkatkan peran dan fungsinya dengan baik dalam melaksanakan asuhan keperawatan professional dengan melibatkan keluarga sebagai support system sehingga dapat dicapai kualitas hidup pasien dengan optimal.Kata Kunci: dukungan keluarga, GGK, kualitas hidup Background: Chronic kidney failure (CKD) is kidney damage that is progressive and irreversible so that kidney function disappears and progressive kidney damage occurs which is fatal and is characterized by uremia (urea and other nitrogen wastes) circulating in the blood and its complications if no dialysis is performed or kidney transplant. CKD or end-stage kidney disease is a progressive and irreversible renal function disorder where the body's ability to fail to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance, causes uremia (retention of urea and other nitrogenous wastes in the blood. The role of the family is very important for every aspect of health care for family members Family support for patients with chronic kidney failure in the form of instrumental support, informational support, emotional support, appreciation support and self-esteem support This family support is given as long as a patient's life that supports patient recovery.Quality of life is a conceptual or operational measure that is often used in chronic disease situation as a way to assess the impact of therapy on patients Conceptual measurements include well-being, quality of survival, ability of a person to independently carry out daily activities Quality is the main target to be achieved in development so that the quality of life is in line with the level of welfare. It is hoped that the more prosperous the higher the quality of life. Quality of life is one of them influenced by the degree of health. The higher the degree of one's health, the higher the quality of life.Objective: This study aims to obtain a picture of family support in improving the quality of life of patients with chronic kidney failure at RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.Method: Data collection was carried out by in-depth interviews with nine participants, namely families whose family members underwent Hemodialysis in the Hemodialysis Unit of RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Analysis of the data used using the Collaizi technique.Results: There were five themes identified in this study, namely the grieving response; response received; psychosocial impact; spiritual impact and family support.Conclusion: Based on the results of this study nurses are expected to increase their role and function properly in implementing professional nursing care by involving the family as a support system so that optimal quality of life of patients can be achieved.Keywords: family support, CRF, quality of life.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Ria Anggara Hamba
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.55 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dimana seorang wanita memeriksa payudaranya sendiri dengan melihat dan merasakan dengan jari untuk mendeteksi apakah ada benjolan atau tidak pada payudaranya. Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin minimal sekali dalam sebulan dan dianjurkan bagi para wanita mulai usia 20 tahun.Tujuan : untuk menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Pemurus Dalam Banjarmasin. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Correlation Study dengan menggunakan metode Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 370 WUS dan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan intrumen berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau dengan nilai signifikan (2-tailed) 0,000 ≤ 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukan pengetahuan cukup 56,9% dan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) dalam kategori cukup 47,8%. uji korelasi Kendall’s Tau dengan nilai signifikan (2-tailed) 0,000 ≤ 0,05 yang bermakna ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Wanita Usia Subur (WUS). Simpulan : ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Wanita Usia Subur (WUS) di Kelurahan Pemurus Dalam Banjarmasin.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri(SADARI), Wanita Usia Subur (WUS).
PERSEPSI BIDAN TENTANG KONTRASEPSI IUD PASCA PLASENTA DI RUANG BERSALIN RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Lisdha Yantie
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.730

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Program KB yang paling diutamakan pemerintah adalah metode KB dengan MKJP seperti Implan, MOP, MOW, dan IUD. Metode IUD pasca plasenta mulai diterapkan karena dianggap lebih efektif dan bisa meningkatkan cakupan KB. Salah satu Rumah Sakit yang telah menjalankan Program ini secara gratis adalah di RSUD dr.H.Moch. Ansari Saleh, dimana pelaksana secara langsung adalah bidan, yang berhubungan langsung dengan pasien, dan pihak yang melakukan pemasangan IUD pasca plasenta.Tujuan Penelitian. Mengetahui persepsi bidan tentang kontrasepsi IUD pasca plasenta di ruang bersalin RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.Metode Penelitian. Studi Kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data primer dengan indepth interview kepada 4 orang informan utama, yaitu Bidan di Ruang Bersalin RSUD Ansari Saleh, 3 orang informan triangulasi yaitu Kepala Ruang Bersalin dan ibu post partum di ruang bersalin. Analisis data hasil wawancara melalui beberapa tahap reduksi data reduction, data display, dan conclusion drawing.Hasil. Aspek pandangan teoritis, pengetahuan bidan tentang IUD pasca plasenta cukup baik, sumber perolehan pengetahuan yaitu pengalaman, guru, orang tua, teman, buku dan media masa. Aspek pemberian kesan, kesan tentang IUD pasca plasenta adalah positif, seperti sangat bagus karena jangka waktu yang lama, gratis, dapat sepaket dengan program jampersal, memiliki banyak keuntungan, dapat menurunkan angka kelahiran dan angka kematian bayi, serta baik untuk kesejahteraan keluarga. Aspek pendapat, pendapat bidan sangat positif tentang IUD pasca plasenta. Kendalanya, inform consent masih susah, dan stok IUD masih terbatas.Simpulan. Bidan di RSUD dr. H.Moch. Ansari Saleh memiiki persepsi yang positif dan baik terhadap penerapan IUD pasca plasenta.ABSTRACTBackground. The family planning program that is most prioritized by the government is the KB method with MKJP such as Implants, MOP, MOW, and IUDs. The post-placental IUD method has been applied because it is considered more effective and can increase family planning coverage. One of the hospitals that has run this program for free is at RSUD dr.H.Moch. Ansari Saleh, where the direct executor is the midwife, who deals directly with the patient, and the party who installs the post-placental IUD. Research Objectives. Knowing the perception of midwives about post-placental IUD contraception in the delivery room at RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Research methods. Case Study with a qualitative approach. Primary data collection by in- depth interviews with 4 main informants, namely Midwives in the Maternity Room of Ansari Saleh Hospital, 3 triangulation informants, namely the Head of the Maternity Room and post partum mothers in the delivery room. Analysis of interview data through several stages of data reduction , data display , and conclusion drawing.    Results. Aspects of the theoretical view, the midwife's knowledge of the post-placental IUD is quite good, the sources of knowledge acquisition are experience, teachers, parents, friends, books and mass media. Aspects of giving an impression, the impression about the post-placental IUD is positive, such as very good because it has a long period of time, is free, can be bundled with the Jampersal program, has many advantages, can reduce birth rates and infant mortality rates, and is good for family welfare. Aspects of opinion, the midwife's opinion is very positive about the post-placental IUD. The problem is that informed consent is still difficult, and the stock of IUDs is still limited.  Conclusion. Midwives at RSUD dr. H.Moch. Ansari Saleh has a positive and good perception of the post-placental IUD application. 
Analisis Faktor Kejadian Perdarahan Post Partum Di RSUD DR. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Fitriani Ningsih; Lensi Natalia Tambunan; Raynaldi Raynaldi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.824 KB)

Abstract

Pendahuluan: Salah satu indikator yang cukup penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Kematian ibu merupakan kematian yang terjadi selama kehamilan dan 42 hari setelah berakhirnya kehamilan serta semua akibat yang disebabkan oleh kehamilan atau penanganannya (Kemenkes RI, 2014).Tiap tahunnya di perkirakan 529.000 wanita meninggal sebagai akibat dari komplikasi yang timbul dari kehamilan sampai dengan persalinan. Komplikasi utama penyumbang 80% kematian ibu salah satunya adalah perdarahan postpartum.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum di RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu case control study dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang pernah dirawat di RSUD dr. Doris Sylvanus. Perbandingan besar sampel kasus dan kotrol adalah 1:1 yaitu masing-masing berjumlah 51. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan metode analisa regresi logistik.Hasil: Berdasarkan penelitian variabel yang berhubungan dengan kejadian post partum adalah variabel umur dengan OR= 4,5 (CI 95% : OR 1,821-14,845), paritas dengan OR 1,4 (CI 95% : OR 0,364-5,417), anemia dengan OR 5,1  (CI 95% : OR 1,840- 11,485) dan variabel yang dominan adalah anemia setelah dikontrol variabel umur.Simpulan: Untuk mencegah terjadinya perdarahan pospartum pada ibu bersalin salah satunya adalah menganjurkan ibu pada masa kehamilan untuk melakukan kunjungan ANC (antenatal care) secara rutin bertujuan untuk mendeteksi dini adanya faktor risiko yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan maupun persalinan.Kata Kunci: Faktor, Perdarahan, PostpartunABSTRACT Background: One of the important indicators in determining public health status is Maternal Mortality Rate (MMR). Maternal mortality is a death that occurs during pregnancy and 42 days after the end of pregnancy and all the consequences caused by pregnancy or treatment (Ministry of Health RI, 2014). Each year in estimates 529,000 women die as a result of complications arising from pregnancy to childbirth. The main complications accounted for 80% of maternal deaths one of which was postpartum hemorrhage.Objective: This research is to know what factors influence the occurrence of postpartum haemorrhage in RSUD dr. Doris Sylvanus City Palangka Raya Central Kalimantan Province.Method: The research method used is case control study with retrospective approach. The subjects of this study were all maternal mothers who had been treated in hospitals dr. Doris Sylvanus. The comparison of case and control sample was 1: 1, each of which amounted to 51. Data were analyzed univariat, bivariate with Chi-Square and multivariate test by logistic regression method.Results: Based on the study of variables related to postpartum occurrence is the age variable with OR = 4,5 (95% CI: OR 1,821-14,845), parity with OR 1.4 (95% CI: OR 0.364-5.417), anemia with OR 5.1 (95% CI: OR 1,840- 11,485) And the dominant variable is anemia after controlled age variable.Conclusion: To prevent the occurrence of postpartum hemorrhage in the maternal mother one of which is to encourage mothers during pregnancy to visit ANC (antenatal care) routinely aims to detect early risk factors that can cause complications of pregnancy and childbirthKeywords: Bleeding, Factors, Postpartum
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECUKUPAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2019 Ristika Julianty Singarimbun
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.947 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.567

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari dapat mempengaruhi status gizi balita, hal ini dapat dilihat dari konsumsi makanan yang diberikan kepada balitanya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi balita, pengetahuan ibu tentang gizi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kecukupan status gizi balita di Kecamatan Medan Tuntungan . Metode: Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan total sampling untuk pengambilan sampel dengan kriteria inklusi ibu yang mempunyai balita, dapat membaca, menulis, berkomunikasi dengan baik dan mempunyai KMS. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan melihat KMS balita. Tehnik analisa data yang digunakan adalah Chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,0% responden memiliki pengetahuan kurang dan 52,5% status gizi balita kurang. Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dimana nilai p0,05 (p=0,000).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan untuk lebih sering melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita tentang pentingnya status gizi pada balita.Kata kunci : Pengetahuan, Status Gizi AbstractBackground: Knowledge in everyday life can affect the nutritional status of children under five, this can be seen from the consumption of food given to children.Objective: This study aims to determine the nutritional status of children under five, the knowledge of mothers about nutrition and the factors that affect the adequacy of the nutritional status of children under five in Medan Tuntung District.Methods: This study is a descriptive correlational study. The population in this study were mothers who have children under five using total sampling for sampling with the inclusion criteria of mothers who have toddlers, can read, write, communicate well and have KMS. The number of samples used in this study were 40 respondents. Data collection was done by filling out a questionnaire and looking at the toddler's KMS. The data analysis technique used is Chi-square.Results: The results showed that 45.0% of the respondents had less knowledge and 52.5% of the nutritional status of children under five was deficient. The study also showed a significant relationship between maternal knowledge about toddler nutrition where the p value was 0.05 (p = 0.000).Conclusion: Based on the research results, it is recommended that health workers provide more frequent counseling to mothers with toddlers about the importance of nutritional status in toddlers.Keywords: Knowledge, Nutritional Status
HUBUNGAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TINGKAT II Yayu Puji Rahayu; Machli Riyadi; Neneng Safitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.01 KB)

Abstract

Latar Belakang. Proses pembelajaran sangat erat kaitannya dengan keberhasilan dosen dalam menumbuhkan motivasi belajar dari peserta didik melalui metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen dalam menyampaikan materi di kelas, yang doseninginkanadalah bagaimana materi perkuliahan yang disampaikan dapat dikuasai oleh mahasiswa secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit dirasakan oleh dosen.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan metode pembelajaran dengan motivasi belajar mahasiswa tingkat II di Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin.Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental Sampling dengan instrument penelitian berupa kuesioner yang dibagikan langsung pada mahasiswa tingkat II Akademi Kebidanan SariMulia Banjarmasin. Analisis data diolah dengan uji chi square dengan taraf signifikasi α=0,1. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 67 responden didapatkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 27 orang atau 40,4% dominan memilih metode pembelajaran diskusi menghasilkan motivasi sedang sebanyak 16 orang atau 24%.Kata Kunci:Metode pembelajaran, Motivasi belajar.
Persepsi Kebutuhan Pendidikan Komunikasi dalam Kesehatan Dyan Fitri Nugraha; Zulliati Zulliati; Rian Tasalim; Noval Noval; Faisal Rahman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.448 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.436

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi efektif menjadi hal penting untuk mencapai tujuan terapi. Komunikasi efektif antar profesi kesehatan dan kepada pasien juga dapat mencegah terjadinya medication error. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi kebutuhan pendidikan komunikasi bagi mahasiswa kesehatan serta alasan pentingnya pendidikan komunikasi kesehatan.Metode: penelitian ini menggunakan Metode survey yang dilaksanakan secara acak kepada 174 responden yang terdiri dari mahasiswa farmasi, keperawatan, dan kebidanan yang sedang/telah menjalani dinas, praktik kerja lapangan atau magang.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99.4% responden memahami pentingnya ilmu komunikasi namun sebanyak 34.7% menyatakan masih kurang mendapatkan ilmu komunikasi dalam perkuliahan. Komunikasi dalam kesehatan harus menjadi kemampuan utama dan harus selalu disertai praktik yang memadai sehingga melatih mahasiswa kesehatan untuk dapat berinteraksi dengan baik kepada pasien atau profesi lain.Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, Komunikasi EfektifPerception of Communication Education Needs in HealthAbstract Background: Effective communication has become an important key in achieving the goal of a therapy. Effective communication, whether it was inter-health proffessions, or between health proffessions and the patients, were also be able to avoid medication errors. Objective: The objective of this study was to review any perceptions of communication education needed for health students, plus the reasons why it was necessary. Methods: Methods used in this study was a randomly conducted survey on 174 respondents consisting of pharmacy, nursing, and midwifery students who were/ had been undergoing any services, field work practices, or internships. Results: The result of this study showed that 99.4% of respondents considered communication education as important, while 34.7% stated their lacking of communication science in class.Conclusion: Health communication should be the main ability and be accompanied with sufficient practice, so that it would train health students to interact well both with patients and other health proffessions. Key Words: Health Communication, Effective Communication
HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI BLUD RS H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Dede Mahdiyah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.852 KB)

Abstract

Ibu yang melakukan mobilisasi dini pada 2 jam postpartum yang dimulai dari tirah baring hingga duduk dan berdiri sendiri terjadi penurunan tinggi fundus uteri.Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan mobilisasi dini dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum.Metode penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan sasaran penelitiannya adalah 2 jam ibu postpartum berjumlah 48 orang. Analisis data ini menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α 0,05. Dari 48 orang responden didapatkan yang melakukan mobilisasi dini dengan terjadinya penurunan tinggi fundus uteri sebanyak 34 responden (70.80%) dan yang tidak melakukan mobilisasi dini dan tidak terjadi penurunan tinggi fundus uteri adalah 14 responden (29.2%).Kata kunci : Mobilisasi dini , Penurunan tinggi fundus uteri, Ibu postpartum.
PENERAPAN SELF EFFICACY DAN PEMANFAATAN BISKUIT LABU KUNING SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING PADA GOLD PERIOD DI SIOSAR Astaria Br Ginting; Juliana Munthe; Lidya Natalia Br Sinuhaji; Anisatulaila Anisatulaila; Elisabet Yovanika Pasaribu
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.146 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.638

Abstract

 LATAR BELAKANG :Secara global, ada sekitar 101 juta anak di bawah usia 5 tahun yang memiliki berat badan di bawah ideal dan 165 juta anak mengalami stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terdapat 37,2% balita di Indonesia mengalami stunting dan pada tahun 2018 sekitar 37% (90 juta) balita di Indonesia mengalami stunting. Stunting menggambarkan kejadian gizi buruk pada balita yang berlangsung lama dan dampaknya tidak hanya secara fisik tetapi juga pada fungsi kognitif.TUJUAN: Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan self-efficacy dan penggunaan biskuit labu kuning terhadap pencegahan stunting.METODE : Penelitian ini merupakan penelitian kohort dengan analisis regresi dan uji chi-square. Subjek penelitian ini adalah 40 ibu hamil dan bayi di atas 6 bulan yang akan diintervensi dengan pemberian 4 buah biskuit labu kuning per hari dengan model bantuan (Omnibus Tests of Model Coefficients).HASIL:  Penelitian dengan Pengujian Simultan (Omnibus Tests of Model Coefficients) Penerapan Self-efficacy dan Pemanfaatan Labu untuk Cegah Stunting di Siosar (Relokasi Pengungsi Gunung Sinabung) Kab. Karo menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi (α = 0,002) 0,05 artinya variabel bebas yang terdiri dari penerapan self-efficacy dan penggunaan labu kuning secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu pencegahan stunting pada balita.SIMPULAN: Ada pengaruh penerapan efikasi diri dan penggunaan labu kuning terhadap pencegahan stunting pada balita.Kata Kunci: Self Efficacy; Stunting; Biskuit Labu Kuning. BACKGROUND Globally, there are about 101 million children under the age of 5 who are under ideal weight and 165 million children are stunted. Based on Basic Health Research (Riskesdas), there are 37.2% of children under five in Indonesia experiencing stunting and in 2018 around 37% (90 million) children were stunted in Indonesia. Stunting describes the incidence of malnutrition in children under five that lasts for a long time and the impact is not only physically but also on cognitive function.OBJECTIVE This study is to analyze the effect of the application of self-efficacy and the use of pumpkin biscuits on the prevention of stunting.METHODS This research is a cohort study with regression analysis and chi-square test. The subjects of this study were 40 pregnant women and babies over 6 months who would be intervened by giving 4 pieces of pumpkin biscuits per day with the assistance model (Omnibus Tests of Model Coefficients).RESULTS Research with Simultaneous Testing (Omnibus Tests of Model Coefficients) Application of Self-efficacy and utilization of pumpkins to prevent stunting in Siosar (Mount Sinabung Refugee Relocation) Kab. Karo shows that at a significance level (α = 0.002) 0.05, it means that the independent variable consisting of the implementation of self-efficacy and the use of pumpkin simultaneously affects the dependent variable, namely the prevention of stunting in children under five.CONCLUSION There is an effect of the application of self-efficacy and the use of pumpkin on the prevention of stunting in toddlers.Key Words: Self Efficacy; Stunting; Biskuit Labu Kuning.
PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF-ASISTIF (SPHERICAL GRIP) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATASPADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT SYARAF (SERUNI) RSUD ULIN BANJARMASIN Yurida Olviani; Mahdalena Mahdalena; Indah Rahmawati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.112 KB)

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di negara maju, setelah kasus penyakit jantung dan kanker. Sekitar 2,5% meninggal dan sisanya cacat ringan maupun berat.  Salah satu dampak yang terjadi pada pasien stroke mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh.Oleh karena itu, pasien stroke memerlukan rehabilitasi latihan rentang gerak (ROM) secara cepat dan tepat. Latihan untuk menstimulasi gerak tangan salah satunya berupa latihanmenggenggam yang merupakan latihan fungsional tangan. Latihan ROM spherical grip dilakukan secara aktif-asistif.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan range of motion (ROM) aktif-asistif (spherical grip) terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di ruang rawat inap penyakit syaraf (Seruni) RSUD Ulin Banjarmasin.Metode : Jenis penelitian ini pre eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design, jumlah sampel 30 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan uji “wilcoxon”.Hasil : Hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan dimana nilai p = 0,000 0,05 sehingga ada pengaruh latihan range of motion (rom) aktif-asistif (spherical grip) terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di ruang rawat inap penyakit syaraf (seruni)RSUD Ulin Banjarmasin.Kata Kunci : Stroke, Range of motion aktif-asistif (spherical grip), Peningkatan Kekuatan Otot.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue