cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
ANALISIS POLA ASUH DALAM UPAYA PENINGKATAN KEJARTUMBUH BALITA STUNTING Sri Lestari Kartikawati; Ninghayati Ninghayati; Antri Antri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.71 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.701

Abstract

Latar belakang: Sunting menggambarkan kondisi Kekurangan gizi kronis  dimana keadaan tubuh pendek atau sangat pendek hingga melampaui -2 SD di bawah median panjang berdasarkan usia. Indonesia merupakan negara ke tiga  di Asia  dengan prevalensi stunting pada tahun  2017   mencapai 36,4 persen. Tahun 2018 prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%. Dampak yang ditimbulkan adalah  gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak ; ancaman jangka panjang adalah anak lebih rentan terhadap penyakit di masa depan. Kejadian stunting harus diimbangi dengan upaya kejar tumbuh atau Cacth up growth sebelum usia mencapai pubertas. Upaya kejar tumbuh dapat dilakukan pola asuh yang baik.Tujuan : menganalisis pengaruh pola asuh terhadap peningkatan kejar tumbuh  pada anak balita stunting di wilayah puskesmas Sawahlega.Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan crosektional. Analisis dilakukan Paired T tes. Populasi balita  stunting di wilayah puskesmas Sawahlega dengan besar sampel 45.  Tehnik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling.Hasil: penelitian peningkatan kejartumbuh berdasarkan kenaikan berat badan dengan mean 1,9 kg  dan penambahan panjang badan  rata rata 4,2 cm. Uji pengaruh dengan menggunakan  Paired  T test tiga  variabel pola asuh yang meliputi pola makan, pola istirahat dan tidur serta pola aktifitas memiliki pengaruh terhadap upaya kejar tumbuh  dengan indikator peningkatan  berat badan dan panambahan panjang badan  dengan P value 0,05. Untuk pemanfaatan posyandu tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatan berat badan dengan P value 0,05.Simpulan terdapat pengaruh pola asuh terhadap upaya peningkatan kejar tumbuh balita stunting. Upaya peningakatan pola asuh yang baik akan sangat mendukung upaya peningkatan kejar tumbuh balita stunting  .Kata kunci: Kejar tumbuh; pola asuh; Stunting Background: Stunting describes a condition of chronic undernutrition in which the stature is short or very short to exceed -2 SD below the median length for age. Indonesia is the third country in Asia with the prevalence of stunting in 2017 reaching 36.4 percent. In 2018 the prevalence of stunting in Indonesia reached 30.8%. The resulting impact is a disruption of child growth and development; the long-term threat is that the child is more susceptible to disease in the future. The incidence of stunting must be balanced with efforts to catch up on growth or Catch up growth before the age reaches puberty. Efforts to catch up with growth can be done by good parenting.Objective: to analyze the effect of parenting on increasing catch-up growth in stunting children under five in the Sawahlega Community Health Center.Method: This study uses a crossectional approach. Paired T-tests were analyzed. The population of children under five with stunting in the area of Sawahlega Health Center with a sample size of 45. The sampling technique used was simple random sampling.Results: the study of increased disease growth based on weight gain with a mean of 1.9 kg and an increase in average body length of 4.2 cm. The effect test used Paired T-test, three variables of parenting patterns including diet, rest and sleep patterns and activity patterns had an influence on the pursuit of growth with indicators of increasing body weight and body length gain with P-value 0.05. The use of posyandu has no effect on increasing body weight with a P value 0.05.conclusion: there is an effect of parenting on efforts to increase the catch-up growth of stunting toddlers. Efforts to improve good parenting will greatly support efforts to increase the catch-up growth of stunting toddlers.Keywords: Catch up growth; parenting; Stunting
Analisis Faktor Kejadian Depresi Pada Klien Pasca Stroke Suku Banjar Banjarmasin Mohammad Basit; Rifaatul Mahmudah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.513 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.508

Abstract

 Background: Phenomenon of post-stroke depression are often not detected by non-psychiatrist doctor, whereas earlier handlers, right, and integrated will be more effective so that it can help improve the healing process. There are some psychosocial stressors which is likely to cause of stroke patients in Kalimantan Selatan, because the Banjarese has a bad habits and lifestlye like always ate salty food, fatty, etc that are not balanced with enough vegetables and exercise.Objective: To analyzed the factor ofpost-stroke depression on Banjarese Clients in Banjarmasin Method: This study used observational method with case control design. The population are Banjarese Clients post-stroke in Banjarmasin, sampling techniques in this research was purposive sampling method with 66 people. Data were analyzed with Spearman-Rank test with α = 0.05.Results: There are nocorrelation between age, gender, education level, marital status, job, family income, stroke severity, long suffered stroke, types of stroke, and personality with post-stroke depression on Banjarese Clients in Banjarmasin.There are correlation between geographical distance with post-stroke depression with value p = 0,015 and there was correlated significantly relationship by social support with post-stroke depression by the value p = 0,000Conclusion: There was two factors related with post stroke depression on Bajarese Clients in Poliklinik SyarafUlin Hospital Banjarmasin, namely geographical distance and there is significantly relationship by social support. Keywords:Banjarese, Depression Factors, Stroke  Latar Belakang: Masalah gejala depresi pasca stroke sering tidak terdeteksi oleh dokter non-spikiater, padahal penangan yang lebih awal, tepat, dan terpadu akan lebih efektif dengan demikian dapat membantu meningkatkan proses penyembuhan. Aktivitas sehari-hari penderita stroke dibantu oleh keluarga atau perawat, ingin menyampaikan maksud dan tujuan juga tidak mampu, hanya bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat untuk menyampaikan apa yang diinginkan. Hal tersebut membuat klien stroke mengalami depresi, apalagi jika klien memiliki keluarga yang support sistemnya kurang. Ada beberapa stresor psiko-sosial yang kemungkinan menyebabkan depresi pada penderita penyakit stroke yaitu jenis kelamin, umur, ras, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, dan geografi. Di Kalimantan Selatan tercatat sebagai daerah dengan penderita hipertensi dan stroke tertinggi Nasional, disebabkan suku banjar mempunyai kebiasaan pola makan dan pola hidup menyukai makanan manis, berlemak, serta asin yang tidak diimbangi dengan sayur mayur serta olahraga yang cukupTujuan: Untuk menganalisis faktor kejadian depresi pada klien pasca stroke suku Banjar Banjarmasin Metode:Menggunakan observasional analitik, dengan rancangan atau desain studi kasus kontrol (casecontrol study). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh suku Banjar yang mengalami stroke, dengan teknik sample purposive sampling dengan 66 orang. Data dianalisis dengan Spearman-Rank test with α = 0.05Hasil: Ada hubungan antara jarak geografis dengan kejadian depresi pada klien pasca stroke dengan nilai p = 0,015  dan ada hubungan dukungan sosial dengan  kejadian depresi pada klien pasca stroke  suku Banjar Banjarmasin dengan nilai 0,000Kesimpulan: ada dua faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada klien pasca stroke suku Banjar Banjarmasin di Poliklinik Syaraf RSUD Ulin Banjarmasin, yaitu jarak geografis dan dukungan sosial  Kata Kunci:Faktor Depresi, Stroke, Suku Banjar
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TENTANG ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI PADAREMAJA PUTRI Lensi Natalia Tambunan; Wenna Araya; Neneng Safitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.499 KB)

Abstract

Latar belakang : Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan emosi atau efek yang diarahakan oleh seseorang kepada orang lain, benda, atau peristiwa sebagai objek sasaran sikap. Masa remaja adalah peralihan dari masa puber, selama periode ini mengalami perubahan baik secara fisik, psikologis, dan sosial. Anemia merupakankeadaan masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Fenomena yang sering terjadi pada remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan pada anemia defisiensi zat besi, terutama pada remaja putri yang mulai mengalami menstruasi.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengatahuan dengan sikap tentang anemia defisiensi zat besi dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi padaremaja putri (tingkat II di Program Studi S1 Keperawatan STIKes Eka Harap Palangka Raya).Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian korelasi. Populasi pada penelitian ini remaja putri yang berjumlah 44 orang . Sampel berjumlah 40 orang yangdiambil dengan teknik Probability Sampling (Simple Random Sampling). Analisa data menggunakan uji statistic Spearman Rhank.Hasil Penelitian : nilai p value 0,0010,05.Kesimpulan : Maka H1 diterima yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap tentang anemia defisiensi zat besi pada remaja putri dengan nilai p value 0,0010,05. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa agar memberikan penjelasan tentang anemia defisiensi besi dan meningkatkan kegiatan penyuluhan kesehatan mahasiswa khususnya remaja putri lebih memperhatikan masalah kesehatannya terutama anemia defisiensi besi dan dampaknyaKata kunci: Pengetahuan, remaja putri, anemia defisiensi zat besi.
Analisis Kasus Hipertensi Pasca Banjir di Wilayah Terdampak: Hantakan & Batu Benawa Dyan Fitri Nugraha; Iwan Yuwindry
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.491 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.720

Abstract

Latar Belakang: Awal Januari 2021, terjadi bencana banjir di kawasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yaitu daerah Hantakan dan sekitarnya. Banjir yang menimpa warga dapat berdampak terhadap kesehatan warga secara tidak langsung. Salah satunya adalah hipertensi yang dapat terjadi akibat faktor psikososial.Tujuan: Penelitian yang bertujuan untuk menganilisis kasus hipertensi yang dipengaruhi faktor psikososialMetode: Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif dengan pengambilan sampel berupa data jumlah konsumsi obat di dua Puskesmas daerah terdampak, yaitu Hantakan dan Pagat.Hasil: penelitian menyatakan terjadi peningkatan konsumsi obat hipertensi, yaitu amlodipine pada bulan Januari 2021 di kedua puskesmas. Pemilihan monoterapi amlodipin dirasa dipengaruhi oleh pedoman tata laksana terdahulu, yaitu JNC 8. Namun, kini sudah terdapat pedoman tata laksana terbaru, yaitu PDHI yang berorientasi dari ESC. Pedoman tata laksana terbaru ini menganjurkan pengobatan hipertensi langsung menggunakan kombinasi dua obat dengan adanya pertimbangan monoterapi. Berdasarkan mekanisme  kerja, terapi ACEI dan ARB dirasa dapat lebih baik menurunkan tekanan darah dalam jangka panjang karena mekanisme kerjanya yang memengaruhi berbagai organ untuk menurunkan tekanan darah.  Sehingga perlu ada peninjauan terapi hipertensi yang diberikan kepada pasien agar terapi yang didapatkan bisa meningkatkan luaran terapi.Simpulan: Peningkatan kasus hipertensi di daerah terdampak bencana: Hantakan dan Batu Benawa berdasarkan peresepan obat hipertensi pasca bencana mengindikasikan adanya hubungan peningkatan kasus hipertensi dengan kondisi psikososial korban bencana Kata Kunci: Banjir, Hipertensi, Psikososial Background: In early January 2021, there was a flood disaster in the Hulu Sungai Tengah district, namely the Hantakan area and its surroundings. Floods that hit residents can have an indirect impact on residents' health. One of them is hypertension which can occur due to psychosocial factors.Objective: This study aims to analyze cases of hypertension that are influenced by psychosocial factorsMethods: This research was conducted in a descriptive observational manner by taking the sample in the form of data on the amount of drug consumption in two health centers in the affected area, namely Hantakan and Pagat.Results: the study stated that there was an increase in the consumption of hypertension drugs, namely amlodipine in January 2021 in both health centers. The choice of amlodipine monotherapy was felt to be influenced by the previous management guideline, namely JNC 8. However, now there is a new management guideline, namely the ESC-oriented PDHI. These current management guidelines recommend direct treatment of hypertension using a two-drug combination with monotherapy in mind. Based on the mechanism of action, ACEI and ARB therapy are considered to be able to better lower blood pressure in the long term because their mechanism of action affects various organs to lower blood pressure. So there needs to be a review of hypertension therapy given to patients so that the therapy obtained can improve therapeutic outcomes.Conclusion: Increased cases of hypertension in disaster-affected areas: Hantakan and Batu Benawa based on post-disaster hypertension drug prescriptions indicate a relationship between increased cases of hypertension and psychosocial conditions of disaster victims Keywords: Flood, Hypertension, Psychosocial
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ULIN BANJARMASIN Siti Nurjannah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.241 KB)

Abstract

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru, 70714  stnznur.jannah@gmail.com
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DENGAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KELAS 3 DI RUANG DAHLIA RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Melisa Frisilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.981 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.613

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang :Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan senang seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesenangan dan harapannya serta pelayanan kesehatan merupakan derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat atau perorangan terhadap asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik. Asuhan keperawatan merupakan seluruh rangkaian proses keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berkesinambungan yang di mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dalam usaha memperbaiki ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepuasan pasien dengan pelayanan asuhan keperawatan RSUD dr. Doris Sylvanus palangka raya.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan menjelaskan hubungan antara kepuasan pasien dengan pelayanan asuhan keperawatan. Sampel berjumlah 30 responden dengan tehnik sampling Purposive Sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman’s Rho.Hasil: Menunjukkan hubungan korelasi di tunjukkan oleh angka (p value = 0,000 α 0,05), secara statistik ada hubungan korelasi bermakna antara variabel kepuasan pasien dan pelayanan asuhan keperawatan.Kesimpulan: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berada di rumah sakit dapat ditingkatkan dengan lebih memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan oleh pasien seperti kenyaman pasien dalam mendapatkan pelayanan asuhan keperawatan di rumah sakit. Implikasi hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien sangat berkaitan dengan pelayanan asuhan keperawatan. Di rekomendasikan bagi pihak perawat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kepuasan pasien. Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Asuhan Keperawatan
HUBUNGAN UMUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIPARA PADA MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERTAK HANYAR Laurensia Yunita; Mahpolah Mahpolah; Dewi Retno Wulandari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.087 KB)

Abstract

Latar Belakang Masalah yang diteliti yaitu tingkat kecemasan ibu primipara pada masa nifas dan kaitannya dengan umur. Masa nifas bisa jadi akan menimbulkan kecemasan khususnya pada ibu primipara. Kecemasan ini jika dibiarkan, akan berlanjut pada depresi postpartum sehingga akan menganggu psikologis ibu dan pola asuh terhadap bayinya.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan umur dan tingkat kecemasan ibu primipara pada masa nifas. Objek penelitian adalah semua ibu primipara hari pertama postpartum sampai ketujuh yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kertak Hanyar dengan jumlah sampel yaitu 35 orang ibu yang diambil dengan teknik Purposive sampling.Metode penelitian adalah Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan alat kuesioner, kemudian diuji dengan uji korelasi Rank Spearman.Hasil penelitian ini menunjukan ibu nifas terbanyak ada pada umur 20-35 tahun, tingkat kecemasan terbanyak ada pada kecemasan ringan dan terdapat hubungan yang bermakna antara Umur dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primipara dengan nilai p Value 0,001 α = 0,05 dengan nilai Rho = 0,548 yang artinya berada dalam keeratan kuat.Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Ibu Primipara.
Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Media Urine Elvine Ivana Kabuhung; Novalia Widiya Ningrum
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.117 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu keganasan yang terjadi pada wanita. Kanker serviks umumnya terdeteksi pada stadium lanjut karena kurangnya keinginan untuk mendeteksi secara dini. Kanker serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Deteksi dini kanker serviks dilakukan melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan Pap Smear. Namun wanita tidak mau melakukan pemeriksaan tersebut karena merasa malu, sakit, dan biaya mahal. Deteksi dini kanker serviks perlu dikembangkan dengan menggunakan cara pemeriksaan yang lebih mudah dan tidak menimbulkan perasaan malu yaitu melalui media urin.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil pemeriksaan urin pada wanita yang telah dilakukan pemeriksaan Pap Smear.Metode Penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan mendeskripsikan hasil pemeriksaan laboratorium urin pada 30 orang wanita.Hasil Penelitian: Dari 30 orang wanita yang dilakukan pemeriksaan Pap Smear didapatkan hasil 20 orang dengan serviks normal dan 10 orang dengan serviks bermasalah. Pada 10 orang wanitadengan serviks bermasalah ini didapatkan leukosit positif 3 (40%) dan bakteri positif 1 (60%).Simpulan: Peningkatan leukosit dalam urin memberikan indikasi terjadinya permasalahan keseahatan yang terdeteksi melalui urin. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel penelitian yang lebih spesifik untuk mendeteksi kanker serviks melalui urin yaitu dengan tes DNA Virus HPV.Kata Kunci: Kanker Serviks, UrineAbstract Background: Cervical cancer is one of the malignancies that occur in women. Cervical cancer is generally detected at an advanced stage due to a lack of desire to detect it early. Cervical cancer can be cured if detected at an early stage. Early detection of cervical cancer is done through IVA examination (Visual Inspection with Acetic Acid) and Pap Smear. But women do not want to do the examination because they feel embarrassed, sick, and expensive. Early detection of cervical cancer needs to be developed by using a method of examination that is easier and does not cause embarrassment, namely through the media of urine.Research Objectives: This study aims to describe the results of urine examination in women who have had a Pap smear examination.Research Methods: The approach used in this study is a quantitative approach by describing the results of laboratory urine tests in 30 women.Reseach Result: Of the 30 women who had a Pap smear, 20 people with normal cervix and 10 people with a problem with the cervix were found. In 10 women with this problematic cervix 3 positive (40%) leukocytes and 1 positive bacteria (60%) were found.Conclusion: Increased leukocytes in the urine give an indication of the occurrence of health problems detected through urine. Future studies can use more specific research variables to detect cervical cancer through urine, namely by testing the HPV Virus DNA.Keywords: Cervical cancer, Urine
GAMBARAN KANDUNGAN PROTEIN DALAM URIN PADA IBU BERSALIN DENGAN PRE EKLAMPSI DI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Dede Mahdiyah; Laurensia Yunita; Emma Helvina
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.408 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013 menunjukan jumlah kematian ibu sebanyak 17orang, tentu jika dibandingkan dengan AKI pada tahun 2012 terjadi peningkatan sebanyak 20%. Kematianibu di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2013 di sebabkan oleh perdarahan sebanyak 35,2 %,preeklampsi sebanyak 47,2 %, infeksi sebanyak 0 % dan lain-lain sebanyak 17,6 %. Angka kejadian ibubersalin dengan kasus pre eklampsi pada tahun 2012 di RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasinsebanyak 103 orang, kemudian pada 2013 terı ˇ Jı¸ö£i9¸ö£ wB raˇ Nıˆıada tahun2014 terjadi peningkatan yaitu 204 orang.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kandungan protein dalam urin ibu bersalindengan pre eklampsi di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Metode: Penelitian yang digunakan deskriptif yaitu suatu penelitian yang keadaan secara objektif. Populasiadalah kandungan protein ibu bersalin dengan pre eklampsi di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasinbulan Oktober, November, Desember tahun 2014. Pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 60 orangibu bersalin dengan pre eklampsi.Hasil: Penelitian ini adalah ibu bersalin dengan pre eklampsi sebanyak 60 orang dan memiliki kandunganprotein dalam urin yang paling tinggi yaitu 1+ sebanyak 20 orang, 3+++ sebanyak 17 orang, 2++ sebanyak16 orang, dan 4++++ sebanyak 7 orang.Kesimpulan: Dari 60 ibu bersalin dengan Pre eklampsi, terdapat hasil paling tinggi untuk kadar kandunganprotein dalam urin terjadi pada hasil 1+ (33,3 %) kategori pre eklampsi ringan, peringkat kedua 3+++ (28,3%) kategori pre eklampsi berat, peringkat ketiga 2++ (26,7 %) kategori pre eklampsi ringan, peringkatkeempat 4++++ (11,7%) kategori pre eklampsi berat.Kata Kunci: Protein Urin. Pre Eklampsi, Ibu Bersalin
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN INTRAUTERINE DEVICE DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA AKSEPTOR KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKO TAHUN 2020 Revinovita Revinovita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.77 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.609

Abstract

 Latar belakang : Menurut World Population Data Sheet 2016, Indonesia merupakan negara ke 4 di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terbanyak. Salah satu program Pemerintah untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yaitu Intrauterine Devices (IUD). Angka efektivitas yang tinggi antara 70% dan 90% setelah 1 tahun penggunaan. Efek samping yang sering timbul karena pemakaian AKDR dengan atau tanpa obat adalah peningkatan volume darah haid per siklus.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan AKDR dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Bangko tahun 2020 dengan sampel 59 dari 117 akseptor IUD.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 59 responden yang diteliti, 44 wanita PUS pengguna IUD pemakaian jangka panjang, terdapat sebanyak 32 (72,7%) responden yang anemia dan sebanyak 12 (27,3%) responden yang tidak anemia. Sedangkan dari 15 wanita PUS pengguna IUD pemakaian jangka pendek terdapat 5 (33,3%) responden yang anemia dan sebanyak 10 (66,7%) responden yang tidak anemia. Hasil analisis uji Chi Square diketahui nilai X2 hitung X2 tabel yaitu 7,397 3,841.Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara lama penggunaan IUD dengan kadar Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bangko Tahun 2020. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan pengecekan Hb pada awal pemasangan IUD dan pada saat kunjungan ulang akseptor serta memberikan tablet Fe pada akseptor Kb IUD jangka panjangKata kunci : Lama Penggunaan IUD, Kadar Haemoglobin.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue