cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
The Relationship between Negative Perceptions and Public Stigma of Covid-19 in Urban X Muhlisoh, Muhlisoh; Hasani, Asni
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.860

Abstract

Latar Belakang Pandemi COVID-19 dapat menimbulkan persepsi negatif takut akan tertular, kecemasan dan stigma. Stigmatisasi tidak hanya berdampak pada mental orang yang mendapat perlakuan diskriminatif, stigmatisasi berpotensi menciptakan motivator negatif sehingga menyembunyikan penyakitnya dan menimbulkan peningkatan kasus COVID-19.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengetahuan dan Persepsi dengan Stigma Masyarakat Terhadap COVID-19 di wilayah Kerja Puskesmas Tapin Utara  Tahun 2021.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 4.912 orang dengan sampel penelitian 100 responden dan pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Hasil Persepsi sebanyak 77 orang (77%), yaitu persepsi terbanyak adalah persepsi negatif dengan mayoritas stigma berada pada kategori tinggi sebanyak 66 orang (66%).Simpulan terdapat hubungan antara persepsi dengan stigma terhadap penyakit Covid-19The Relationship between Negative Perceptions and Public Stigma of Covid-19 in Urban XBackground :The pandemic of COVID-19 can cause negative perceptions and fear of being infected, anxiety and stigma. Stigmatization can create a negative motivator potentially that people will hide their illness and lead to COVID-19 cases increased.Objective The purpose of this study was to to examine Perceptions and Stigma COVID-19 in Urban Area, Tapin Utara 2021.Methods: Descriptive method with a cross sectional is used. The population is 4,912 and sample of this study  100 respondents with purposive sampling.Results: Mostly 77 people (77%) have negative perception and majority high level of stigma their have wich is 66 people (66%).Conclusion: Negative perception associated with high stigma of Covid-19 disease
Panduan Kesehatan Bagi Ibu Hamil Dan Anak Berbasis Android Mobile Lufila Fila; Muhammad Zulfadhilah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.582

Abstract

Background: Health as a basic need for everyone is a determining factor in the quality of Human Resources. But sometimes health is often forgotten due to various factors, and most often it is because of one's own busy schedule. During this time mothers get information about pregnancy and children from Integrated Healthcare Center or at the Public health center and from midwives or doctors in their immediate surroundings. The weakness of the health service facility is the time of its implementation which cannot be done at any time. While the obstacle to get information from midwives, doctors and health centers in their immediate surroundings is the busyness of the person and the distance that is sometimes difficult to get the information.Purpose: To fulfill the health information system for pregnant women and children faster, there are now many mobile applications that are able to meet the health information needs of pregnant women and childrenMethod: Observation method and literature review.Results: The results of this study are the creation of an application, this Android-based mother and child application that is useful for obtaining information for pregnant women and children based on the parameters needed for each menuConclusion: The conclusion of this research is an Android-based information system created to help monitor health for pregnant women and children in the womb. Keywords: Android, Experts, Health, Pregnancy
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS DURIAN GANTANG KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Ahmad Zacky Anwary
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.627

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien akan kualitas pelayanan dapat ditentukan dengan membandingkan persepsi antara harapan dan kenyataan pelayanan yang diterima. Jika harapan terlampaui, pelayanan tersebut dirasakan sebagai kualitas yang memuaskan, begitu juga sebaliknya. Standar kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan ditetapkan secara nasional, menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal untuk kepuasan pasien yaitu diatas 95%.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Dimensi Kualitas Pelayanan (Keandalan, Ketanggapan, Kepastian, Empati, dan Bukti Fisik) dengan Kepuasan Pasien.Metode: penelitian survei dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Populasi target adalah seluruh pasien dengan jumlah kunjungan pada bulan Januari - Maret 2019 sebanyak 2.620 orang, adapun jumlah sampel ditetapkan sebanyak 96 responden.Hasil:Berdasarkan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan ρ α (0,05) diketahui bahwa ada hubungan antara Keandalan dengan Kepuasan Pasien (ρ = 0,000), ada hubungan antara Ketanggapan dengan Kepuasan Pasien (ρ = 0,000), terdapat hubungan antara Kepastian dengan Kepuasan Pasien (ρ = 0,005), terdapat hubungan antara Empati dengan Kepuasan Pasien (ρ = 0,006), dan terdapat hubungan antara Bukti Fisik dengan Kepuasan Pasien (ρ = 0,023).Simpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien yang dapat dilihat dari  variabel Keandalan dengan Kepuasan Pasien dengan nilai probabilitas 0,000, variabel Ketanggapan dengan Kepuasan Pasien dengan nilai probabilitas 0,000, variabel Kepastian dengan Kepuasan Pasien dengan nilai probabilitas 0,005. Ada hubungan yang signifikan antara variabel Empati dengan Kepuasan Pasien, p-value = 0,006. Juga terdapat hubungan yang signifikan antara Bukti Fisik dengan Kepuasan Pasien, p-value = 0,023.Kata kunci: Keandalan, Ketanggapan, Kepastian, Empati, Bukti Fisik, dan Kepuasan.
DURASI HUBUNGAN SEKSUAL PRA KONSEPSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI DI RUMAH SAKIT DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Lisda Handayani; Susanti Suhartati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.561

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi dalam kehamilan (Preeklamsia dan Eklamsia) adalah salah satu dari tiga penyebab utama kematian ibu disamping perdarahan dan infeksi. Ada sekitar 85% preeklamsia terjadi pada kehamilan pertama. Durasi hubungan seksual yang pendek lebih sering terjadi pada wanita dengan preeklamsi dibanding dengan kehamilan tanpa komplikasiTujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara durasi hubungan seksual pra konsepsi dengan kejadian preeklamsi pada ibu primipara di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin primipara yang melahirkan di RSUD H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin dengan Teknik accidental sampling sebanyak 30 orang ibu. analisis data menggunakan chi square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian preeklamsi pada ibu primipara adalah 23,3%, durasi hubungan seksual pra konsepsi paling banyak lebih dari 1 tahun yaitu 56,7%. berdasarkan hasil analisis chi square didapatkan tidak ada hubungan antara durasi hubungan seksual pra konsepsi dengan kejadian preeklamsi pada ibu primipara. hal ini terjadi karena dari 7 orang ibu preeklamsi, 6 diantaranya (85,7%) jarak menikah 2-17 tahun, artinya umur dan penggunaan kontrasepsi mungkin  memiliki peran terhadap kejadian tersebut.Kata Kunci: Preeklamsi, durasi hubungan seksual, primipara,  AbstractBackground: Hypertension in pregnancy (Preeclampsia and Eclampsia) is one of the three main causes of maternal death besides bleeding and infection. About 85% of preeclampsia occurs in the first pregnancy. The short duration of sexual intercourse is more common in women with preeclampsia compared to uncomplicated pregnanciesObjective: To know the relation between the duration of sexual intercourse with the incidence of preeclampsia in primiparous mothers in dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin hospital.Method: This study used an analytic survey with a cross-sectional approach. the population is all of the primiparous mothers who gave birth at H. Moch Ansari Saleh Hospital Banjarmasin with an accidental sampling technique of 30 mothers. analysis using chi-square.Results: The results showed the incidence of preeclampsia in primiparous mothers was 23.3%, the duration of pre-conception of sexual intercourse was at most more than 1 year at 56.7%. based on the results of chi-square analysis found no relationship between the duration of sexual intercourse with the incidence of preeclampsia in primiparous mothers. this happened because of 7 preeclampsia mothers, 6 of them (85.7%) were married 2-17 years apart, meaning that age and contraceptive may had a role in the incident. Keywords: Preeclampsia, duration of sexual intercourse, primiparous 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PRE EKLAMPSI DI KOTA CIREBON TAHUN 2019 Lisna Wati; Rani Widiyanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.566

Abstract

Latar Belakang: Penyebab preeklampsia tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor yang menyebabkan penyakit preeklampsi dan eklampsi (multiple causation). Umur, Gravida, Riwayat Preeklampsi, status sosial ekonomi, Diabetes Mellitus, mola hidatidosa, kehamilan ganda, hidrops fetalis, umur 20 atau 35 tahun, dan obesitas (Indeks Massa Tubuh/IMT). merupakan faktor predisposisi terjadinya preeklampsi (Ulfah, 2013). Dengan demikian, apabila salah satu faktor tadi ada pada ibu hamil maka ibu hamil tersebut dapat mempunyai kerentanan untuk mengalami pre eklampsi dalam kehamilannya. Terkadang ibu hamil tidak sadar dengan keadaan dirinya yang sudah menderita preeklampsi.Tujuan: mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsi di kota Cirebon tahun 2019Metode: Peneltian analitik dengan pendekatan case (ibu hamil pre eklampsi) dan control (ibu hamil normal), untuk mengetahui faktor risiko (umur, gravida, riwayat pre eklampsi, indeks massa tubuh (IMT) dan konsumsi makanan). Penggunaan sampel menggunakan teknik accidental sampling, yaitu memilih 5 Puskesmas dari 22 Puskesmas di wilayah Kota Cirebon yang memiliki kasus pre eklampsi terbanyak, ditambah dengan mengambil kasus di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati kota Cirebon. Jumlah sampel 50 orang ibu hamil, yaitu 25 ibu hamil dengan pre eklampsi dan 25 orang ibu hamil normal. Analisis bivariat dengan chi square.Hasil:  Tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,667. Tidak terdapat hubungan antara jumlah kehamilan (gravida) dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 1,00. Tidak terdapat hubungan antara riwayat pre eklampsi dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,49. Tidak terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,463. Tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 1,00. Tidak terdapat hubungan antara kecemasan antenatal dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,098.Simpulan: Tidak ada hubungan antara umur, gravida, riwayat pre eklampsi, IMT dan konsumsi makanan dengan kejadian pre eklampsia. Penyebab Pre eklampsi yang masih belum pasti sampai saat ini, sehingga berbagai upaya diharapkan bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko ibu pada kehamilan. Kata Kunci: umur, gravida, riwayat pre eklampsi, IMT, konsumsi makanan, kecemasan, pre eklampsiAbstract Background: The cause of preeclampsia is not only caused by one factor but many factors that cause preeclampsia and eclampsia (multiple causations). Age, Gravida, Preeclampsia History, socioeconomic status, Diabetes Mellitus, hydatidiform mole, multiple pregnancies, fetal hydrops, age 20 or 35 years, and obesity (Body Mass Index / BMI). is a predisposing factor to the occurrence of preeclampsia (Ulfah, 2013). Thus, if one of these factors is present in a pregnant woman, the pregnant woman can have the susceptibility to experiencing preeclampsia in her pregnancy. Sometimes pregnant women are unaware of their preeclampsia.Objective: to determine the risk factors for preeclampsia in the city of Cirebon in 2019Method: Analytical research with case approach (preeclampsia pregnant women) and control (normal pregnant women), to determine risk factors (age, gravida, history of preeclampsia, body mass index (BMI) and food consumption). The use of samples using accidental sampling technique, which is choosing 5 Puskesmas out of 22 Puskesmas in the Cirebon City area that has the most pre-eclampsia cases, plus taking a case at the Gunung Jati Regional Hospital in Cirebon. The number of samples was 50 pregnant women, namely 25 pregnant women with preeclampsia and 25 normal pregnant women. Bivariate analysis with chi-square.Results: There was no relationship between maternal age and preeclampsia, with a p-value of 0.667. There is no relationship between the number of pregnancies (gravida) with the incidence of preeclampsia, with a p-value of 1.00. There is no relationship between preeclampsia history and preeclampsia events, with a p-value of 0.49. There is no relationship between BMI with preeclampsia events, with p-value 0.463. There is no relationship between food consumption and preeclampsia, with a p-value of 1.00. There was no relationship between antenatal anxiety with preeclampsia, with a p value of 0.098.Conclusion: There is no relationship between age, gravida, history of pre-eclampsia, BMI, and food consumption with the incidence of pre-eclampsia. The causes of preeclampsia are still uncertain at this time, so various efforts are expected to be made to reduce maternal risk factors in pregnancy. Keywords: age, gravida, history of pre-eclampsia, BMI, food consumption, anxiety, pre-eclampsia  
PENGARUH STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KEMAMPUAN BERINTERAKSI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RSJ PROF. DR. ILDREM MEDAN TAHUN 2018 Murni Aritonang
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.576

Abstract

Latar Belakang: Isolasi sosial adalah gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel, sehingga menimbulkan perilaku maladaptif dan mengganggu fungsi seseorang dalam berhubungan. Komunikasi terapeutik dapat merubah dirinya menjadi seorang yang lebih terbuka dan dapat berinteraksi terhadap lingkungan. Ada empat tahapan dalam strategi komunikasi diberikan kepada pasien isolasi sosial.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik terhadap kemampuan berinteraksi pada pasien isolasi sosial di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr.Ildrem Medan Tahun 2018.Metode: penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Time Series Design. Dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 22 orang responden yang mempunyai masalah utama isolasi sosial berpartisipasi dalam penelitian ini. Teknik analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan uji t dependentHasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik: Membina hubungan saling percaya terhadap kemampuan berinteraksi   (p= 0,000); ada pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik: mengenal penyebab isolasi sosial terhadap kemampuan berinteraksi (p= 0,000); ada pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik: kemampuan pasien untuk menyebutkan keuntungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain terhadap kemampuan berinteraksi (p= 0,000); ada pengaruh strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik: kemampuan pasien untuk berinteraksi secara bertahap terhadap kemampuan berinteraksi (p= 0,000).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Terhadap Kemampuan Berinteraksi Pada Pasien Isolasi Sosial di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr.Ildrem. Untuk itu diharapkan sebaiknya strategi komunikasi terapeutik ini diterapkan pada setiap pasien isolasi sosial karena strategi komunikasi terapeutik merupakan salah satu tindakan keperawatan yang efektif. Kata Kunci: Strategi Komunikasi Terapeutik, Kemampuan Berinteraksi, Pasien Isolasi Sosial Background: Social isolation is a disorder of interpersonal relationships that occurs as a result of an inflexible personality, which causes maladaptive behavior and disrupts one's function in relationships. Therapeutic communication can change him into a person who is more open and can interact with the environment. There are four stages in the communication strategy given to social isolation patients.Objective: to determine the effect of therapeutic communication implementation strategies on the ability to interact in social isolation patients at the Prof. Dr. Illrem Mental Hospital, Medan, 2018.Methods: This study uses a Quasi Experiment method with a Time Series Design research design. By using purposive sampling technique as many as 22 respondents who have major problems with social isolation participated in this study. The analysis technique used is univariate analysis and bivariate analysis using the dependent t testResult: The results showed that there is an effect of therapeutic communication implementation strategies: Fostering a trusting relationship on the ability to interact (p = 0.000); there is an effect of therapeutic communication implementation strategies: recognizing the causes of social isolation on the ability to interact (p = 0.000); there is an effect of therapeutic communication implementation strategy: the patient's ability to mention the advantages and disadvantages of not related to other people on the ability to interact (p = 0.000); There is an effect of therapeutic communication implementation strategy: the patient's ability to gradually interact with the ability to interact (p = 0.000).Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that there is an effect of therapeutic communication implementation strategies on the ability to interact with patients with social isolation in Prof. Dr. Ildrem Mental Hospital. For this reason, it is hoped that this therapeutic communication strategy should be applied to every patient in social isolation because the therapeutic communication strategy is one of the most effective nursing actions. Keywords: Therapeutic Communication Strategies, Interaction Ability, Patient Social Isolation
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DENGAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KELAS 3 DI RUANG DAHLIA RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Melisa Frisilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.613

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang :Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan senang seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesenangan dan harapannya serta pelayanan kesehatan merupakan derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat atau perorangan terhadap asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik. Asuhan keperawatan merupakan seluruh rangkaian proses keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berkesinambungan yang di mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dalam usaha memperbaiki ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepuasan pasien dengan pelayanan asuhan keperawatan RSUD dr. Doris Sylvanus palangka raya.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan menjelaskan hubungan antara kepuasan pasien dengan pelayanan asuhan keperawatan. Sampel berjumlah 30 responden dengan tehnik sampling Purposive Sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman’s Rho.Hasil: Menunjukkan hubungan korelasi di tunjukkan oleh angka (p value = 0,000 α 0,05), secara statistik ada hubungan korelasi bermakna antara variabel kepuasan pasien dan pelayanan asuhan keperawatan.Kesimpulan: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berada di rumah sakit dapat ditingkatkan dengan lebih memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan oleh pasien seperti kenyaman pasien dalam mendapatkan pelayanan asuhan keperawatan di rumah sakit. Implikasi hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien sangat berkaitan dengan pelayanan asuhan keperawatan. Di rekomendasikan bagi pihak perawat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kepuasan pasien. Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Asuhan Keperawatan
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN INTRAUTERINE DEVICE DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA AKSEPTOR KB IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKO TAHUN 2020 Revinovita Revinovita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.609

Abstract

 Latar belakang : Menurut World Population Data Sheet 2016, Indonesia merupakan negara ke 4 di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terbanyak. Salah satu program Pemerintah untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yaitu Intrauterine Devices (IUD). Angka efektivitas yang tinggi antara 70% dan 90% setelah 1 tahun penggunaan. Efek samping yang sering timbul karena pemakaian AKDR dengan atau tanpa obat adalah peningkatan volume darah haid per siklus.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan AKDR dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Bangko tahun 2020 dengan sampel 59 dari 117 akseptor IUD.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 59 responden yang diteliti, 44 wanita PUS pengguna IUD pemakaian jangka panjang, terdapat sebanyak 32 (72,7%) responden yang anemia dan sebanyak 12 (27,3%) responden yang tidak anemia. Sedangkan dari 15 wanita PUS pengguna IUD pemakaian jangka pendek terdapat 5 (33,3%) responden yang anemia dan sebanyak 10 (66,7%) responden yang tidak anemia. Hasil analisis uji Chi Square diketahui nilai X2 hitung X2 tabel yaitu 7,397 3,841.Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara lama penggunaan IUD dengan kadar Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Bangko Tahun 2020. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan pengecekan Hb pada awal pemasangan IUD dan pada saat kunjungan ulang akseptor serta memberikan tablet Fe pada akseptor Kb IUD jangka panjangKata kunci : Lama Penggunaan IUD, Kadar Haemoglobin.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT SAAT PANDEMI COVID 19 DI NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU: A LITERATUR REVIEW Dinah Diinah; Subhannur Rahman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.555

Abstract

Latar Belakang: Awal tahun 2020 ini umat manusia diseluruh dunia digemparkan dengan fenomena pandemi Virus Corona (Covid-19) yang membuat kepanikan dimana-mana. Ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia. Corona virus sangat menimbulkan dampak besar bagi kesehatan fisik, ekonomi, sosial sampai dengan permasalahan mental, seperti kepanikan, ketakutan dan kecemasan.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan perawat pada saat pandemi COVID 19 di Negara China, Iran dan Italia.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literature dari beberapa database seperti Pubmed, Google Scholar dan Biomed Central dengan melakukan sintesis naratif dari pencarian utama pada tingkat kecemasan perawat di negara Cina, Iran, dan Italia.Hasil: Dari 10 artikel yang mengulas tentang kecemasan perawat saat pandemi COVID 19.daari ke 3 negara tersebut ternyata tingkat kecemasan perawat di Negara Italia lebih tinggi dari negara iran dan China. Hal tersebutkarena pada negara italia mereka rendahnya tingkat kesadaran terhadap diri sendiri, self efficacy yang rendah, dan kurangnya informasi.Simpulan: Simpulannya yaitu perawat  harus mampu mengontrol emosi agar tidak menjadi emosi negatif , selain dari pada itu perawat harus mempunyai pedoman untuk kesehatan jiwa dalam menangani COVID 19 Kata kunci : COVID 19, Kecemasan Perawat. Background: Beginning in 2020, humans throughout the world were shocked by the phenomenon of the Corona Virus pandemic (Covid-19) which caused panic everywhere. Hundreds of thousands of people were infected and thousands more died. Coronavirus has a huge impact on physical, economic, social health, and mental problems, such as panic, fear, and anxiety.Objective: This study aims to determine the level of anxiety of nurses during the 19th COVID pandemic in China, Iran, and Italy.Method: This study uses a literature study approach from several databases such as Pubmed, Google Scholar, and Biomed Central by conducting narrative synthesis of the main searches on the level of nurse anxiety in China, Iran, and Italy.Results: From 10 articles reviewing nurses' difficulties during the COVID pandemic 19. In these 3 countries, the level of difficulty of nurses in Italy was higher than in Iran and China. This is the case in Italy, they have low self-awareness, low self-efficacy, and lack of information.Conclusion: The conclusion is that nurses must control emotions so that they do not become negative, other than that nurses must have a direction for mental health in preparation for COVID 19Keywords: COVID 19, Nurse Anxiety.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECUKUPAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2019 Ristika Julianty Singarimbun
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.567

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari dapat mempengaruhi status gizi balita, hal ini dapat dilihat dari konsumsi makanan yang diberikan kepada balitanya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi balita, pengetahuan ibu tentang gizi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kecukupan status gizi balita di Kecamatan Medan Tuntungan . Metode: Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan total sampling untuk pengambilan sampel dengan kriteria inklusi ibu yang mempunyai balita, dapat membaca, menulis, berkomunikasi dengan baik dan mempunyai KMS. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan melihat KMS balita. Tehnik analisa data yang digunakan adalah Chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,0% responden memiliki pengetahuan kurang dan 52,5% status gizi balita kurang. Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dimana nilai p0,05 (p=0,000).Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan untuk lebih sering melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita tentang pentingnya status gizi pada balita.Kata kunci : Pengetahuan, Status Gizi AbstractBackground: Knowledge in everyday life can affect the nutritional status of children under five, this can be seen from the consumption of food given to children.Objective: This study aims to determine the nutritional status of children under five, the knowledge of mothers about nutrition and the factors that affect the adequacy of the nutritional status of children under five in Medan Tuntung District.Methods: This study is a descriptive correlational study. The population in this study were mothers who have children under five using total sampling for sampling with the inclusion criteria of mothers who have toddlers, can read, write, communicate well and have KMS. The number of samples used in this study were 40 respondents. Data collection was done by filling out a questionnaire and looking at the toddler's KMS. The data analysis technique used is Chi-square.Results: The results showed that 45.0% of the respondents had less knowledge and 52.5% of the nutritional status of children under five was deficient. The study also showed a significant relationship between maternal knowledge about toddler nutrition where the p value was 0.05 (p = 0.000).Conclusion: Based on the research results, it is recommended that health workers provide more frequent counseling to mothers with toddlers about the importance of nutritional status in toddlers.Keywords: Knowledge, Nutritional Status

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue