cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 158 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 158 Documents clear
Gaya Bahasa Perulangan Pada Lirik Lagu Yura Yunita Dalam Album Tutur Batin dan Kepopuleran Lagunya: Kajian Stilistika Febrian Shafa Harahap; Nurhayati Harahap; Emma Maersella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1720

Abstract

This study aims to discuss the repetition of language style and the popularity of the song in the lyrics of Yura Yunita's song in the Tutur Batin Album. The theory applied in this study is the theory of stylistics. Language style plays an important role in assessing the beauty of a literary work. Tarigan states that there are four types of language style, namely, oppositional language style, comparative language style, linking language style, and repetition of language style. This study aims to describe the repetition of language style and the popularity of the song contained in the Tutur Batin album by Yura Yunita. The research method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques using the listening and recording technique. The data in this study are the lyrics of the song in the Tutur Batin album. From the results of the study, seven types of repetition of language style were found, namely: (1) alliteration, (2) assonance, (3) anaphora, (4) mesodilopsis, (5) epizeukis, (6) antanaklasis and (7) simploke. Furthermore, the popularity of the songs in this album was found from the influence of the repetitive language style originating from the questionnaire answers of Indonesian Literature students at the University of North Sumatra. The popularity comes from the use of repetitive language style in the song lyrics, which makes the songs of the Tutur Batin album easier to remember by music listeners. From the results of the study using Likert scale calculations, 80.34% of Indonesian Literature students at the University of North Sumatra filled out a questionnaire that the repetitive language style influenced the popularity of the songs of the Tutur Batin album.
An Exploration of Moral Values in The Film of 2024 Indonesian Version of 'Annoying My Brother' Muhammad Zidan Muharromi Lerebulan; Otong Setiawan; Andang Saehu
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1723

Abstract

This study explores moral values in the 2024 Indonesian film My Annoying Brother through a literary sociology approach using C.S. Lewis' moral theory. The research employed a descriptive qualitative method by analyzing dialogue, characters, and conflicts in the film. The findings revealed 14 moral values: 2 spiritual, 5 personal, and 7 social values, all reflected in key scenes involving gratitude, responsibility, discipline, and compassion. These results highlight the film’s role not only as entertainment but also as a medium for moral education and social reflection. This research contributes to the study of moral representation in visual literature and supports the integration of ethical values in film narratives.
Analisis Tindak Tutur Komisif dalam Serial Netflix Wednesday (2022) Episode 1 & 2 Ana Aprilya Pertiwi; Ahmad Juma Khatib Nur Ali
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh besar film, khususnya film internasional terhadap cara individu berkomunikasi. Salah satu aspek pragmatik yang relevan dalam komunikasi sebuah film adalah tindak tutur komisif, karena melibatkan komitmen penutur terhadap tindakan di masa depan. Tindak tutur komisif seperti janji, tawaran, dan ancaman sering muncul dalam dialog film dan mencerminkan maksud serta sikap karakter, sehingga penting untuk dianalisis secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur komisif yang ada pada dialog Netflix series Wednesday episode 1 dan 2. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena data yang dihasilkan berupa kalimat dan ekspresi bahasa, bukan numerik. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 data yang termasuk ke dalam tindak tutur komisif pada dialog Netflix series Wednesday episode 1 dan 2, yang terdiri dari threats (12 data), assures (8 data), refusals (7 data), offers (6 data), commitments (6 data), accepts (3 data), vows (2 data), swears (2 data), dan contracts (2 data).
Kajian Sosiologi Sastra terhadap Konflik, Kritik Sosial, dan Moral dalam Film Gundala (2019) Karya Joko Anwar Syifa Ramadhina; Amanda Devina Noper; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1737

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis film Gundala (2019) karya Joko Anwar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konflik, bentuk kritik sosial, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam alur cerita serta karakter-karakternya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan pencatatan, yang difokuskan pada dialog serta adegan dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sancaka, tokoh utama, mengalami tiga jenis konflik utama: konflik internal (psikologis), konflik sosial (dengan lingkungannya), dan konflik eksternal. Film ini menggambarkan ketidakadilan struktural yang disebabkan oleh penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas dalam bidang politik dan ekonomi. Sancaka mengalami transformasi yang didorong oleh solidaritas, kepedulian, dan keberanian. Oleh karena itu, Gundala tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang mendorong kesadaran moral dan kepedulian sosial terhadap ketimpangan sosial. Film ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati berasal dari empati tulus terhadap penderitaan orang lain. Kata kunci: Sosiologi Sastra, Film, Deskriptif kualitatif, Konflik, Kritik Sosial, dan Nilai Moral.
Trauma dan Pencarian Identitas Tokoh Firdaus dalam Novel ’امرأة عند نقطة الصفر’ Karya Nawal El Saadawi: Kajian Psikologi Sastra Psikoanalisis Sigmund Freud Muhamad Robi; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk trauma yang dialami tokoh Firdaus dalam novel امرأة عند نقطة الصفر karya Nawal El Saadawi dan menganalisis pengaruh trauma tersebut terhadap proses pencarian identitasnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik analisis isi berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data diperoleh dari narasi dalam teks novel yang menggambarkan pengalaman traumatis serta dinamika kejiwaan tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Firdaus mengalami trauma fisik, seksual, dan psikologis sejak masa kanak-kanak, yang membentuk ketegangan antara id, ego, dan superego dalam dirinya. Trauma tersebut menyebabkan perilaku menyimpang, ketidakstabilan emosi, dan penolakan terhadap norma sosial yang menindas. Proses pencarian identitas Firdaus berlangsung dalam tiga fase, yaitu: dominasi trauma dan represi bawah sadar, konflik ego dengan norma sosial patriarkal, serta transformasi kesadaran dan pembentukan identitas baru. Firdaus akhirnya mencapai pencerahan psikis dan memilih jalan perlawanan terhadap tatanan patriarki, sebagai bentuk afirmasi atas eksistensi dan kebebasan dirinya. Identitas Firdaus tidak terbentuk secara instan, melainkan merupakan hasil dialektika antara penderitaan batin dan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan sosial.
Ekokritik Dalam Naskah Film Bangkit! karya Anggoro Saronto Argaputra Hardianto; Dwi Widayati; Emma Marsella
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1749

Abstract

Ekokritik mengkaji penggambaran alam dan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Naskah film Bangkit! Memperlihatkan kerusakan alam yang terjadi Khususnya di kota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran alam, manusia, dan lingkungan dalam sebuah karya sastra menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Hasil analisis memperlihatkan bahwa ciri-ciri pencemaran, bencana, dan hutan belantara yang terjadi dalam naskah film, dan menggambarkan keadaan bumi, binatang, dan tempat tinggal dalam naskah film Bangkit! karya Anggoro Saronto. Temuan ini menjadi objek penyampaian moral mengenai nilai penting hubungan yang seimbang antara manusia, hewan, dan alam. Cerita dalam naskah tersebut memiliki latar tempat dan alur yang beragam, sehingga memperlihatkan kondisi alam yang tidak baik, menegaskan kritik terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi dalam cerita.
Analysis of English Learning Process in Man PK Man 2 Mataram Nur Alfilail; Lela Rahmawati; Bidari Andaru Widhi; Hilmiyatun Hilmiyatun
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1760

Abstract

Learning process is crucial part in the process of teaching and learn English. Thus, this aspect is one of aspect where the teacher put the attention on especially for students in senior boarding school level. Since this aspect is essential, this present study aims at identifying English learning process in Man PK Man 2 Mataram as this school has several main purposes one of which is to strengthen students’ ability in using foreign language such as English. This study belongs to qualitative study were observation and interview became the technique of data collection. The result of study showed that there are several English learning activities that support the mastery of English skill including speaking and writing.
Resistensi Moral terhadap Hegemoni Religius dalam Cerpen Pengantar Tidur Panjang Karya Eka Kurniawan Eko Prasetyo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1761

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi resistensi moral tokoh Bapak dalam cerpen Pengantar Tidur Panjang (2009) karya Eka Kurniawan sebagai respons terhadap hegemoni religius dalam keluarga pasca-Reformasi melalui pendekatan micro-hegemony (Gramsci), dengan metode Analisis Wacana Kritis (Fairclough) yang mengeksplorasi tiga level analisis: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Temuan penelitian mengungkap representasi tokoh Bapak sebagai figur ambigu, seorang Kiai yang dihormati publik tetapi tidak memaksakan nilai religiusnya dalam keluarga, melalui strategi resistensi seperti tawa dan ironi ("tertawa di dalam hati") sebagai hidden transcript (Scott), penerimaan terhadap perbedaan ideologi anak, prioritas nilai moral lokal atas konflik politik, serta ambivalensi kata terakhir "Allah" yang sekaligus mengukuhkan dan mempertanyakan performativitas religius. Studi ini menyimpulkan bahwa Eka Kurniawan menawarkan kritik post-sekular terhadap keluarga religius Indonesia dengan menunjukkan bagaimana hegemoni justru efektif ketika tidak dipaksakan, sekaligus merefleksikan dinamika micro-hegemony pasca-Reformasi berupa otoritas agama yang terfragmentasi dan negosiasi nilai melalui etika, sehingga memperkaya diskusi tentang sastra sebagai medium kritik sosial yang subtil.
The Implementation of Journal Writing In Englsh Teaching on Islamic Boarding School of DDI Mangkoso (An Experimental Research) Zakiah Awaliah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1772

Abstract

The objective of the research was to find out the improvement of the students’ writing ability through using journal writing as a technique teaching in English teaching in second grade in term of content and organization. The researcher conducted a pre-experimental design with pre-test and post-test as instrument. The subject of research was the second grade of Senior High School on Islamic Boarding School of DDI Mangkoso. The result of the analysis showed that there was significant difference between pre-test and post-test. The mean score of post-test in content item (77.7) was greater than mean score of pre-test (56.75). And the mean score of post-test in organization item (79) was greater than mean score of pre-test (59.20). The t-test value of content was greater that t-table value (9.61 > 2.069). Then, t-test value of organization was greater than t-table value (8.80 > 2.069), and degree of freedom (df) = 23. It is said that the null hypothesis (H0) was rejected and alternative hypothesis (H1) was accepted. Therefore, the researcher concluded that there was significant difference between the students’ writing ability before and after using journal writing in English teaching, and it is said that journal writing as a technique teaching was effective to improved students’ writing ability at second grade of Senior High School on Islamic Boarding School of DDI Mangkoso.
Rekonseptualisasi Makna Tanda Melalui Perspektif Semiotika Roland Barthes Dalam Film “Jagad Alam Gaib: Sinden Gaib” Roudlotul Fadiyah; Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam film “Jagad Alam Gaib: Sinden Gaib” dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek kajian berupa film dan subjek berupa leksia-leksia yang diambil dari hasil transkrip film. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana unsur-unsur budaya tradisional direpresentasikan dan diinterpretasikan ulang dalam narasi film. Makna denotatif ditemukan melalui penggambaran budaya Jawa seperti sosok sinden, pakaian adat, serta suasana lingkungan tradisional. Makna konotatif muncul melalui simbol-simbol spiritual, di mana sinden tidak hanya ditampilkan sebagai seniman, tetapi juga sebagai medium antara dunia manusia dan dunia gaib. Pada tingkat mitos, film ini merefleksikan ideologi lokal tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam spiritual, yang dibentuk melalui sistem tanda tingkat kedua. Analisis semakin diperdalam dengan penerapan lima kode narasi Roland Barthes diantaranya, hermeneutik, proaeretik, semik, simbolik, dan kultural yang mengungkap bagaimana film membangun ketegangan, aksi, dan makna secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Sinden Gaib” bukan sekadar film horor, tetapi juga ruang sinematik yang merepresentasikan pelestarian tradisi dan penyampaian nilai-nilai spiritual kepada masyarakat modern. Film ini membuktikan bahwa mitos dan budaya lokal dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam narasi visual untuk menciptakan cerita berlapis yang kaya secara emosional dan ideologis.

Page 8 of 16 | Total Record : 158