cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2023): September 2023" : 11 Documents clear
Gambaran Kejadian Nyeri Tenggorok Pascaoperasi pada Pasien yang Menjalani Anestesi Umum dengan Intubasi Endotrakeal Muhammad Amirul Ihsan Saputra; Dedy Kurnia; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.641

Abstract

Latar Belakang. Nyeri tenggorok pascaoperasi (POST) merupakan nyeri tenggorok pada pasien yang dilakukan intubasi dengan pipa endotrakeal yang mengakibatkan terjadinya cedera mekanik, kerusakan mukosa karena tekanan oleh cuff ETT, dan dehidrasi pada mukosa. Angka kekerapan POST pada pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal yaitu antara 21% sampai 65% dan merupakan keluhan utama yang berhubungan dengan airway selain keluhan seperti suara serak dan dysphagia (sulit menelan). Tujuan: Mengetahui gambaran kejadian nyeri tenggorok pascaoperasi pada pasien yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan selama bulan Januari sampai Februari 2020 di recovery room IBS, HCU Bedah, Bangsal Bedah pria dan wanita di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel sebanyak 64 pasien pascaoperasi dengan anestesi umum teknik intubasi endotrakeal diambil menggunakan metode consecutive sampling. Hasil: Didapatkan sebanyak 15 dari 64 pasien (23,4%) mengalami POST dengan derajat ringan sebanyak 9 pasien (14,1%) dan derajat sedang sebanyak 6 orang (9.3%). Angka POST tertinggi terjadi pada jam ke-0 (23,4%) di bandingkan jam ke-2 (15,6%) dan jam ke-24 (4,7%). Kejadian POST terbanyak pada pasien laki – laki (25%), kelompok usia diatas 65 tahun (36,36%), memiliki riwayat merokok (34,6%), lama terintubasi lebih dari 120 menit (30,56%) dan ukuran pipa ETT 7,5 mm (42,86%) pada pasien laki - laki serta ukuran pipa ETT 7 mm (29,4%) pada pasien perempuan. Simpulan: Secara umum, gambaran kejadian nyeri tenggorok pascaoperasi banyak ditemukan pada jam ke-0 dengan nyeri tenggorok derajat ringan. Terbanyak ditemukan pada pasien laki – laki, usia diatas 65 tahun, memiliki riwayat merokok, lama terintubasi lebih dari 120 menit dan ukuran pipa ETT yang lebih besar digunakan pada masing - masing jenis kelamin pasien.
Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) terhadap Ekspresi TNF-Α pada Tikus Diabetes Melitus Gestasional Muhammad Faisal Rachman; Hirowati Ali; Siti Nurhajjah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.762

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita diabetes melitus gestasional terus meningkat di seluruh dunia. Kondisi hiperglikemia yang terjadi pada masa kehamilan dapat memicu terjadinya stress oksidatif yang dapat menstimulasi peningkatan ekspresi Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α). Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) mengandung zat antidiabetes dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap ekspresi TNF-α pada tikus model diabetes melitus gestasional. Objektif: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ektrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap ekspresi TNF-α pada tikus model diabetes melitus gestasional. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode post test only control group design. Sampel penelitian menggunakan bahan biologis tersimpan dari RNA tikus yang telah diinduksi streptozotocin 40 mg/KgBB sebagai animal model DMG pada manusia yang disimpan di Lab Biomedik FK Unand. Hasil: Ekspresi TNF-α pada kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan satu dan perlakuan dua berturut-turut adalah 1,01, 1,06, 0,95, dan 0,61. Kesimpulan: Menunjukkan adanya pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap ekspresi TNF-α pada tikus model diabetes melitus gestasional.
Hubungan Tingkat Stres dan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran Raisa Hussein; Eldi Sauma; Endrinaldi Endrinaldi; Afriwardi Afriwardi; Havriza Vitresia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1045

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang rentan terhadap kualitas tidur yang buruk dan dianggap memiliki tingkat stres yang tinggi dibandingkan dengan mahasiswa jurusan lain. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur seseorang maka perlu penerapan praktik sleep hygiene secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Sleep hygiene merupakan serangkaian perilaku dan lingkungan untuk menciptakan kualitas tidur yang optimal. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2019-2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional, menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 160 responden. Data responden didapatkan dari kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan responden perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki, dengan usia terbanyak adalah 21 tahun (32,5%). Lebih dari setengah mahasiswa memiliki tingkat stres normal (61,9%) dan sleep hygiene kategori tidak baik (63,8%). Mayoritas mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk (90,6%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p = 0,215) dan tidak terdapat hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur (p = 1,000). Kata kunci: Tingkat stres, sleep hygiene, Kualitas Tidur
Gambaran Faktor Risiko Penderita Stroke dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Musrizal Adli; Restu Susanti; Gusti Revilla; Afriwardi Afriwardi; Dedi Sutia; Eldi Sauma
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1054

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi kedua di dunia. Pada massa pandemi COVID-19 berbagai temuan neurologis termasuk stroke ditemukan pada penderita COVID-19. Terjadinya stroke pada pasien COVID-19 dipicu keadaan hiperinflamasi dan hiperkoagulasi yang umum terjadi pada pasien COVID-19. Objektif : Mengetahui gambaran faktor risiko penderita stroke dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Maret 2020-Desember 2021. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional menggunakan data rekam medis pasien yang terdiagnosis stroke dengan COVID-19. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis data secara univarian untuk mencari distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji fisher exact untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan penyakit storke pada pasien COVID-19. Hasil : Hasil penelitian didapatkan 381 pasien stroke. Pasien stroke dengan COVID- 19 sebanyak 36 orang (9,4%). Stroke iskemik dengan COVID-19 sebanyak 26 orang (72,22%) dan stroke hemoragik dengan COVID-19 sebanyak 10 orang (27,78%). Kelompok usia terbanyak ≥65 tahun (47,2%) dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (55,5%). Urutan faktor risiko mulai dari yang terbanyak yaitu hiperkoagulsi, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, dan riwayat penyakit jantung. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara hipertensi dengan terjadinya stroke dengan COVID-19. Kesimpulan : Frekuensi pasien stroke dengan COVID-19 sebesar (9,4%). Pasien umumnya mengalami gangguan koagulasi, ditandai dengan peningkatan nilai D-dimer. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara faktor risiko hipertensi dengan kejadian stroke pada pasien COVID-19. Kata kunci: Faktor risiko, Stroke, Iskemik, Hemoragik, COVID-19 Background : Stroke is the sceond leading highest mortality rate in the world. During the COVID-19 pandemic, various neurological findings including stroke in patient with COVID-19 disease. Stroke in COVID-19 patients is triggered by hiperinflammation and hypercoagulability which are common in COVID-19 patients. Objective : To describe the risk factors of stroke on COVID-19 Patients hospitalized in DR. M. Djamil Padang during Maret 2020-Desember 2021 period. Methods : This study used a cross-sectional method using medical record data of patients diagnosed with stroke in COVID-19 patients. The sample was taken using the total sampling method. The data analysis was conducted Univariate to find the frequency distribution and bivariate using the Fisher's exact test to determine the relationship between risk factors and stroke in COVID-19 patients. Results : The result of study were 381 patients strokes. There are 36 patients strokes with COVID-19. Patient ischemic stroke with COVID-19 were 26 (72,22%) and hemorrhagic stroke with COVID-19 were 10 (27,78%). The most age group is ≥65 years old (47,2%) and the gender are more male (55,5%). The sequence of risk factors starting from the most is hypercoagulation, hypertension, diabetes mellitus, dyslipedimia, obesity, and history of heart disease. This study showed relationship between hypertension and the occurence of stroke in COVID-19 patients. Conclusion : The frequency of stroke in COVID-19 patient is 9,4%. Patient generally had coagulation disorders which are showed by increased D-dimer values. This study also showed the relationship between hypertension and the occurence of stroke in COVID-19 patients while other risk factors have no relationship. Keyword: Risk Factors, Stroke, Ischemic, Hemorrhagic, COVID-19
Pola Bakteri dan Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Sheila Jihan Safira; Eva Decroli; Yustini Alioes
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1061

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi dan memiliki tingkat perawatan di rumah sakit yang tinggi. Salah satu penyebab ulkus kaki diabetik adalah infeksi bakteri sehingga untuk penanganan diberikan antibiotik sesuai bakteri penyebabnya, tetapi untuk penanganan awal dapat diberikan antibiotik secara empiris. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan sensitivitasnya terhadap antibiotik pada pasien ulkus kaki diabetik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Sampel penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien ulkus kaki diabetik yang dirawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2018–2021 dengan total 35 sampel. Sampel dianalisis dengan menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pasien terbanyak yang dirawat adalah perempuan dengan usia ≤60 tahun. Bakteri terbanyak berdasarkan kelompok Gram positif dan negatif adalah bakteri Gram negatif, yaitu Proteus sp (28,6%), Klebsiella sp (17,1%), Escherichia coli (8,6%), dan Acinetobacter baumannii (8,6%). Hasil penelitian berdasarkan kelompok bakteri aerob dan anareob didapatkan yang terbanyak adalah bakteri aerob, yaitu Proteus sp (28,6%), Klebsiella sp (17,1%), Escherichia coli (8,6%), Staphylococcus aureus (8,6%), dan Acinetobacter baumannii (8,6%). Antibiotik yang paling sensitif adalah meropenem, amikacin, dan trimethoprim/sulfamethoxazole. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah bakteri terbanyak yang menginfeksi pasien ulkus kaki diabetik adalah bakteri aerob Gram negatif. Antibiotik dengan tingkat sensitivitas yang tertinggi adalah meropenem.
Infeksi Cacing dan Penyakit Autoimun Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1065

Abstract

Seiring dengan peningkatan kesejahteraan suatu negara, higiene dan sanitasi lingkungan juga semakin baik. Kesadaran untuk minum obat cacing dan lingkungan yang bersih menyebabkan prevalensi infeksi cacing yang berkurang, namun diikuti dengan peningkatan insiden penyakit inflamasi termasuk penyakit autoimun. Korelasi negatif antara infeksi cacing dan penyakit autoimun ini juga sejalan dengan higiene hypothesis dan old friend hypothesis yang menyatakan bahwa peningkatan penyakit inflamasi terkait dengan kurangnya paparan mikroorganisme. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa cacing mempunyai efek imunomodulasi terhadap penyakit autoimun. Efek imunoregulasi ini terjadi karena infeksi cacing menimbulkan ruspon Th2 polarzed dan modified Th2 response yang mengaktifkan sel Tregulator (Treg). Keterlibatan sel Treg ini nantinya yang akan menekan berbagai proses inflamasi yang terjadi pada penyakit autoimun. Tulisan ini membahas peranan infeksi cacing dalam menghambat berbagai penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis, Inflammatory Bowel Disease, rheumatoid arthritis dan insulin dependent diabetes melitus.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris pada Siswa Kelas XII di SMAN 2 Bukittinggi Irma Yulianti; Ennesta Asri; Nuzulia Irawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1076

Abstract

Latar Belakang: Akne vulgaris adalah suatu penyakit peradangan menahun pada folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja, dapat sembuh sendiri dan menjadi tanda pertama pubertas. Kualitas tidur yang buruk dapat memicu peningkatan hormon androgen sehingga meningkatkan proliferasi keratin dan produksi sebum yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya akne vulgaris. Objektif: Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat keparahan akne vulgaris pada siswa kelas XII. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Bukittinggi dengan menjadikan seluruh populasi menjadi sampel. Dalam penelitian ini 144 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah 23 orang responden memiliki kualitas tidur yang baik, 17,4% diantaranya menderita akne vulgaris derajat ringan, 73,9% menderita akne vulgaris derajat sedang dan 8,7% menderita derajat berat, sedangkan pada 121 orang responden memiliki kualitas tidur yang buruk, 3,3% diantaranya menderita akne vulgaris derajat ringan, 68,6% menderita akne vulgaris derajat sedang dan 28,1% menderita akne vulgaris derajat berat. Hasil analisis data diperoleh p-value sebesar 0,007. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan derajat keparahan akne vulgaris pada siswa kelas XII di SMAN 2 Bukittinggi.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Lansia di Kecamatan Kuranji Kota Padang Dea Rika Putri Purba; Restu Susanti; Rika Susanti; Hendra Permana; Arina Widya Murni; Eldi Sauma
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1077

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan angka harapan hidup yang terjadi menyebabkan peningkatan penyakit degeneratif pada lansia, salah satunya hipertensi. Proses penuaan pada lansia menyebabkan lansia mengalami beberapa perubahan fisiologi salah satunya fisiologi tidur, struktur, durasi, kedalaman, dan kontinuitas tidur akan pada lansia. Kualitas tidur buruk dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Objektif: Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia di kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampling from the population using consecutive sampling techniques in the elderly recorded in Kuranji District, Padang City and conducting interviews with PSQI questionnaires and blood pressure measurements directly on the samples. Hasil: Terdapat sebanyak 67 responden (69,1%) memiliki kualitas tidur buruk dan 30 responden (36,1%) memiliki kualitas tidur baik. Sebanyak 62 responden (63,9%) mengalami hipertensi. Hasil analisis data dengan SPSS menggunakan uji Chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0.05 ( α = 0,05 ). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada lansia di Kecamatan Kuranji Kota Padang sehingga H1 ditolak.
Gambaran Terapi Antivirus pada Pasien Covid-19 Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Maret-Agustus 2020 Rawzan Abdul Aziz; Russilawati Russilawati; Cimi Ilmiawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1107

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit saluran pernafasan oleh SARS-CoV-2. Perubahan terapi COVID-19 bersifat dinamis. Solidarity trial oleh WHO yang melibatkan RSUP M. Djamil Padang dilakukan menggunakan 4 alternatif terapi yaitu remdesivir, gabungan lopinavir/ritonavir, lopinavir/ritonavir ditambah interferon (ß1b), dan klorokuin. Objektif: Untuk mengetahui gambaran terapi antivirus pada pasien COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Maret sampai Agustus 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan data dari rekam medik dengan metode total sampling. Variabel penelitian adalah umur, jenis kelamin, derajat penyakit, komorbid, obat antivirus, durasi pemberian, cara pemberian obat dan luaran perawatan. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Total rekam medis pasien COVID-19 adalah 105. Hasil penelitian menunjukkan rerata umur pasien yaitu 44,9 ± 18,8 tahun. Kelompok terbanyak 45-64 tahun (41,9%), jenis kelamin perempuan (54,3%), derajat sedang (37,1%), dan tanpa komorbid (58,7%). Antivirus yang diberikan adalah oseltamivir (26,4%), remdesivir (0,9%), hidroksiklorokuin/ klorokuin (2,8%), oseltamivir diikuti hidroksiklorokuin/ klorokuin (17,9%), kombinasi lopinavir dan ritonavir (7,6%) serta tanpa antivirus (44,3%). Rute pemberian terbanyak adalah oral; durasi terapi oseltamivir 5-10 hari, hidroksiklorokuin/klorokuin 5-13 hari, serta kombinasi lopinavir dan ritonavir 12-15 hari. Pasien yang mendapatkan oseltamivir sebagian besar sembuh (96,4%). Kesimpulan: Terdapat perubahan terapi antivirus yang dinamis sejak awal pandemi hingga Agustus 2020 di RSUP M.Djamil Padang dengan oseltamivir sebagai antivirus yang paling banyak digunakan.
Gambaran Fungsional Sendi Bahu Pasien Pasca Mastektomi Radikal Berdasarkan Skor QuickDASH Khalisha Azzahra Pramesti Abdillah; Rizki Rahmadian; Rudy Afriant
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1152

Abstract

Latar belakang: Gangguan pada fungsi sendi bahu sering ditemukan pada pasien setelah menjalani prosedur mastektomi radikal. Gejala yang sering ditemukan pasca pembedahan adalah keterbatasan fungsi bahu, kelemahan ekstremitas atas, limfedema, dan nyeri dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsional sendi bahu pasien pasca mastektomi radikal berdasarkan skor QuickDASH di RSUP Dr. M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data dikumpulkan menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel penelitian ini menggunakan data primer berupa wawancara pasien pasca mastektomi radikal di RSUP Dr. M Djamil Padang periode 2020 – 2021 menggunakan kuesioner QuickDASH. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria didapatkan sebanyak 35 sampel. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak pada rentang ≥ 45 tahun (77,1%), tingkat pendidikan SMA/Sederajat (51,4%), tidak bekerja (74,3%), dan tingkat pendapatan Rp1.000.000,- s.d. Rp5.000.000,- (68,6%). Sisi pengangkatan terbanyak pada sisi unilateral kiri (54,3%), dengan riwayat terapi radiasi (51,4%), dan dengan kategori stadium lanjut (54,3%). Pasien paling sering berada pada kategori disabilitas minimum (60%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah pasien pasca mastektomi radikal paling sering memiliki gangguan fungsional sendi bahu pada kategori disabilitas minimum. Gangguan tersebut ditemukan meningkat seiring meningkatnya stadium dan pada pasien yang mendapatkan radioterapi. Fungsi sendi bahu dipengaruhi oleh sisi pengangkatan, stadium, dan riwayat terapi radiasi. Sedangkan pendidikan, pendapatan, dan lama waktu sejak operasi tidak memengaruhi fungsi sendi bahu.

Page 1 of 2 | Total Record : 11