cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Korelasi Kadar Vitamin D dengan Indeks Aterogenik Plasma pada Mahasiswa Penyandang Obesitas M. Ikhlasul Amal Eel Taslim; Zelly Dia Rofinda; Rismawati Yaswir
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.521

Abstract

Latar Belakang: Defisiensi vitamin D telah menjadi masalah kesehatan dunia dan berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir ini. Defisiensi vitamin D merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Indeks aterogenik plasma yang dirumuskan sebagai log10(TG/HDL) merupakan penanda aterogenesitas untuk memperkirakan risiko penyakit kardiovaskular. Defisiensi vitamin D dan nilai indeks aterogenik plasma yang tinggi sering ditemukan pada penyandang obes. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar vitamin D dengan indeks aterogenik plasma pada mahasiswa penyandang obes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan Agustus 2020 hingga April 2021. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa angkatan 2017-2018 penyandang obes di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rerata umur subjek 19,57±0,86 tahun dan rerata IMT 32,53±4,13 kg/m2. Rerata kadar vitamin D subjek 13,90±4,10 ng/mL dan rerata indeks aterogenik plasma subjek -0,025±0,237. Analisis bivariat didapatkan korelasi negatif sangat lemah dan tidak bermakna antara kadar vitamin D dengan indeks aterogenik plasma (r= -0,129; p= 0,498). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara kadar vitamin D dengan indeks aterogenik plasma pada mahasiswa penyandang obes.
Hubungan Penderita Asma Perokok Pasif dengan Eksaserbasi Asma di RSUD M. Natsir Solok Alvin Muhammad; Oea Khairsyaf; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.522

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit kronis saluran napas yang dipicu oleh berbagai faktor, dan salah satunya adalah paparan asap rokok. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko eksaserbasi asma dan juga dapat menyebabkan eksaserbasi asma. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anntara penderita asma perokok pasif dengan derajat eksaserbasi asma di RSUD M. Natsir Solok. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuisioner kepada subjek asma. Data yang dikumpulkan berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat paparan asap rokok, dan derajat eksaserbasi asma. Sampel pada penelitian ini adalah 53 pasien asma perokok pasif yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil: Sebanyak 15 (60%) orang yang terpapar asap rokok < 3 jam/hari mengalami eksaserbasi derajat sedang-berat, sedangkan orang yang terpapar asap rokok > 3 jam / hari yang mengalami eksaserbasi derajat sedang-berat berjumlah 26 orang (92,9%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,012 dan nilai OR = 8,667. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penderita asma perokok pasif dengan derajat eksaserbasi asma.
Gambaran Pemeriksaan CT Scan Abdomen pada Pasien Tumor Ovarium di RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2019-2020 Hafidz Aryan Abdillah; Dina Arfiani Rusjdi; Hudila Rifa Karmia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.546

Abstract

Latar Belakang : Tumor ovarium merupakan tumor ganas terbanyak ke 3 pada wanita. Keterlambatan mendiagnosis dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas dari tumor ovarium. Computerized Tomography Scanner (CT-scan) abdomen merupakan pemeriksaan radiologi pertama untuk mendeteksi dan menentukan stadium keganasan ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran CT-scan abdomen pasien tumor ovarium. Objektif: Untuk mengetahui gambaran pemeriksaan CT-Scan Abdomen yang dilakukan pada pasien tumor ovarium di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data-data rekam medis pasien tumor ovarium yang telah dilakukan CT-scan abdomen di RSUP Dr M Djamil Padang tahun 2019-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 60% pasien tumor ovarium terjadi pada pasien berusia ≤50 tahun dengan paritas 82,5% pernah melahirkan. Gambaran CT-scan abdomen pasien tumor ovarium terbanyak adalah gambaran komponen kistik (52,5%) dengan 57,5% sampel tidak memiliki gambaran penyerta. Asites merupakan gambaran penyerta terbanyak sebesar (17,5%). Hasil pemeriksaan patologi anatomi tumor ovarium terbanyak adalah tumor ovarium epithelial (77,5%). Kesimpulan: Terdapat beberapa karakteristik pasien pada tumor ovarium yang dikakukan pemeriksaan CT-Scan Abdomen. Penelitian ini membutuhkan analisis komponen CT-Scan abdomen dengan tingkat suatu keganasan pada tumor ovarium serta menggunaan faktor risiko lainnya.
Gambaran Kadar Glukosa Darah Puasa dan D-dimer pada Pasien Diabetes Tipe 2 Terkontrol Dwi Yulia; Saptino Miro; Zaki Ihsan Kamil
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.630

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang terjadi karena kelainan kerja insulin, sekresi insulin atau kedua-duanya dengan karakteristik hiperglikemia. Peningkatan kadar glukosa darah puasa (GDP) dan D-dimer dapat ditemukan dalam perjalanan penyakit DM Tipe 2. Objektif: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar GDP dan D-dimer pada pasien DM tipe 2 terkontrol. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder pasien DM tipe 2 yang dilakukan pemeriksaan kadar GDP dan D-dimer. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 dengan HbA1c terkontrol (≤ 6.5 %) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. M Ali Hanafiah Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar sebanyak 20 pasien. Waktu penelitian bulan November 2020 – April 2021. Analisis univariat dengan distribusi, persentase dan frekuensi dari masing-masing variabel yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kejadian DM tipe 2 banyak terjadi pada perempuan (60%) dan berdasarkan umur pada rentang umur 46 – 55 tahun (35%). Rerata untuk kadar GDP pasien DM Tipe 2 terkontrol sebesar 118.60±33.014 mg/dL dengan 14 pasien mengalami peningkatan. Rerata untuk kadar D-dimer sebesar 432±205.348 ug/dL dengan 9 pasien mengalami peningkatan. Kesimpulan: Pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 terkontrol didapatkan rerata kadar GDP meningkat dan kadar D-dimer dalam batas normal.
Hubungan Jenis Kelamin Dan Usia Pasien Positif Covid-19 Dengan Tingkat Kecepatan Konversi Di Kota Padang Tahun 2020 Putri Rizki Fitriani; Andani Eka Putra; Ade Asyari
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.661

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada 31 Desember 2019. Pada tanggal 11 Maret 2020, peningkatan jumlah kasus dan mortalitas secara drastis diberbagai negara membuat WHO memutuskan COVID-19 sebagai pandemi global. Setiap hari jumlah kasus baru, sembuh, dan meninggal COVID-19 terus diperbarui. Saat ini, jenis kelamin dan usia merupakan standar data epidemiologi COVID-19 yang ditetapkan di dunia dan dijadikan faktor prognosis dari pasien COVID-19. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jenis kelamin dan usia pasien positif COVID-19 terhadap tingkat kecepatan konversi di Kota Padang pada tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif. Teknik pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang telah mendapatkan 2 kali hasil negatif tes RT-PCR di Kota Padang selama tahun 2020 yang diambil dari master tabel Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2021 dengan jumlah sampel 382 responden. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: COVID-19 lebih banyak terjadi pada perempuan (52,9%). Kejadian terbanyak COVID-19 dialami oleh kelompok usia 26-45 tahun (43,5%%). Sebagian besar pasien COVID-19 mengalami konversi dalam kurun waktu <15 hari (86,1%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin pasien positif COVID-19 dengan kecepatan konversi (p= 0,454). Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia pasien positif COVID-19 dengan kecepatan konversi (p=0,065). Kesimpulan: Jenis kelamin dan usia pada pasien COVID-19 tidak memiliki hubungan bermakna dengan kecepatan konversi.
Karakteristik Klinikopatologi Karsinoma Payudara Invasif di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2018-2019 Sorayya A'dilah Putri; Aswiyanti Asri; Aisyah Elliyanti; Daan Khambri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.664

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara menempati urutan kedua di dunia dan menjadi penyebab kematian dari seluruh kasus kanker. Diagnosis berdasarkan karakteristik klinikopatologi karsinoma payudara invasif penting dalam menentukan tatalaksana dan prognosis kanker payudara. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinikopatologi karsinoma payudara invasif di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2018-2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juni – Juli 2021. Sampel penelitian sebanyak 151 pasien. Data pasien didapatkan dari rekam medis, bagian bedah onkologi, dan bagian Patologi Anatomi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil: Penderita karsinoma payudara invasif terbanyak pada usia >50 tahun (47%), Indeks Massa Tubuh (IMT) terbanyak adalah normal (47,7%). Subtipe histopatologi terbanyak adalah infiltrating duct carcinoma not otherwise specified (NOS) (75,5%) dengan stadium klinis IV (42,2%), tingkat grading pada grade II (71,5%), dan lokasi tumor pada kuadran lateral atas (30,8%). Karakteristik hormonal usia menarche ≥12 tahun (67,5%), usia menopause ≥40 tahun (34,4,%), multipara (61,6%), riwayat Hormonal Replacement Therapy (HRT) (1,3%), riwayat kontrasepsi suntik (19,9%). Karakterisitik non-hormonal didapatkan riwayat penyakit keluarga (16,6%), merokok (41,7%), tidak ada yang mengonsumsi alkohol, diet tinggi lemak (35,1%), dan riwayat radiasi (8,6%). Kesimpulan: Karakteristik klinikopatologi karsinoma payudara invasif paling banyak ditemukan pada usia lebih dari 50 tahun, IMT normal, subtipe infiltrating duct carcinoma NOS, stadium IV, grade II, lokasi tumor di kuadran lateral atas, usia menarche ≥12 tahun, usia menopause ≥40 tahun, multipara, dan riwayat kontrasepsi suntik.
Hubungan IMT dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Kandis Hafiza Fauzia Nabillah; Eka Fithra Elfi; Fika Tri Anggraini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.669

Abstract

Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan alat ukur yang digunakan untuk menentukan status gizi seseorang. Lansia dengan IMT overweight dan obesitas cenderung berisiko memiliki tingkat kebugaran jasmani yang buruk. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani lansia di wilayah kerja Puskesmas Padang Kandis Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan consecutive sampling dan jumlah sampel sebanyak 38 lansia. Pengumpulan data menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan serta tes jalan 6 menit. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia memiliki indeks massa tubuh overweight (34,2%). Tingkat kebugaran jasmani buruk (76,3%) merupakan tingkat kebugaran yang banyak ditemukan pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Padang Kandis Kabupaten Lima Puluh Kota. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani lansia (p = 0,036). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani pada lansia.
Potensi Ekstrak Daun Sirsak Dalam Menginduksi Apoptosis Sel Kanker Serviks HeLa Nadya Mirenda Putri; Dessy Arisanty; Noza Hilbertina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.722

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan kanker dengan tingkat kematian tertinggi pada wanita di Indonesia. Sebagian besar penderita kanker serviks datang pada stadium lanjut yang menyebabkan pengobatan menjadi kurang optimal sehingga memerlukan penelitian untuk mencari modalitas terapi, termasuk terapi alternatif. Setiap sel kanker mempunyai karakteristik khusus akibat mutasi genetik (hallmark of cancer) seperti sel kanker serviks yang memiliki kemampuan untuk menghindar dari apoptosis. Pada penelitian terdahulu, ekstrak daun sirsak berpotensi menginduksi apoptosis pada sel kanker. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun sirsak dalam menginduksi apoptosis pada sel kanker serviks HeLa. Metode: Penelitian in vitro ini dilakukan dengan sel kanker serviks HeLa. Sel HeLa yang konfluens diinkubasi selama 24 jam setelah diberi perlakuan ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi IC50 15,8 µg/ml. Apoptosis dilihat dengan pewarnaan Acridine Orange dan Propidium Iodide dan dilihat dibawah mikroskop fluoresens. Analisis data dilakukan menggunakan uji T independen. Hasil: Persentase apoptosis sel HeLa lebih tinggi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. (p< 0,001) Kesimpulan: ekstrak daun sirsak dapat menginduksi apoptosis pada sel HeLa.
Karakteristik dan Outcome Pasien Preeklampsia Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020 Tsurayya Pertiwi Femilia; Aladin Aladin; Dedy Kurnia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.723

Abstract

Latar Belakang : Preeklampsia adalah salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Preeklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai dengan proteinuria. Preeklampsia terdiri atas preeklampsia ringan dan berat. Terdapat banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia berat Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan outcome pasien preeklampsia berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 ibu hamil yang telah didiagnosis preeklampsia berat, memiliki status yang lengkap dan jelas usia kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis ibu dengan preeklampsia berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari – 31 Desember tahun 2020. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan sebagian besar ibu dengan preeklampsia berat (65%) pada kelompok usia 20-35 tahun, lebih dari separuh (76,7%) adalah multigravida, berdasarkan paritas (40%) yaitu ibu dengan multipara, mayoritas (91,7%) terjadi pada trimester III kehamilan, sebagian besar (75%) ibu tidak memiliki riwayat hipertensi, sebanyak (48,3%) ibu hamil dengan obesitas, jumlah ibu yang mengalami komplikasi sindrom HELLP (18,3%), mayoritas (65%) bayi yang dilahirkan secara preterm, dan tidak ada kematian maternal. Kesimpulan: Preeklampsia berat paling banyak terjadi pada kelompok usia 20-35 tahun, multigravida, multipara, terjadi pada trimester III, tanpa riwayat hipertensi, disertai obesitas, dan tidak disertai sindrom HELLP, namun tidak ada kematian maternal.
Pemahaman dan Sikap Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Mengenai Bantuan Hidup Dasar Raihan Zata Amani Winata; Syaiful Saanin; Taufik Hidayat
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.725

Abstract

Latar belakang: Pemberian bantuan hidup dasar (BHD) yang merupakan kompetensi 4A bagi lulusan dokter Indonesia, apabila dilakukan segera setelah henti jantung dapat meningkatkan kelangsungan hidup seseorang hingga 2-3 kali lipat. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman dan sikap dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas andalas mengenai BHD. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang dengan metode simple random sampling dengan 105 responden. Responden merupakan dokter muda FK Unand yang telah menyelesaikan seluruh kepaniteraan klinik pada periode Agustus 2020 – Maret 2021. Data dikumpulkan menggunakan borang elektronik yang telah divalidasi. Analisisyang dilakukan merupakan analisa univariat dengan menggunakan SPSS. Hasil: Penelitian ini telah mengidentifikasi data mengenai karakteristik dokter muda meliputi: usia; jenis kelamin; angkatan; dan pengalaman melakukan BHD pada pasien sebenarnya. Ditemukan 94,3% responden sudah pernah melakukan BHD pada pasien dan terdapat 6 responden yang belum pernah melakukan BHD pada pasien sebenarnya. Hampir separuh (48,6%) responden memiliki pemahaman BHD yang baik, 37,1% cukup, dan 15% kurang. Mayoritas (64,8%) responden memiliki sikap yang baik mengenai BHD; 34,3% cukup; dan 1% kurang baik. Kesimpulan: Kegiatan belajar mengajar terkait BHD sudah memberikan hasil yang baik dilijat dari pemahaman dan sikap dokter muda yang cukup baik. Akan tetapi lama rentang penyegaran BHD perlu diperhatikan agar jangan melebihi 6 bulan.