cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Gambaran Riwayat Asma pada Pasien Rinitis Alergi di RSUP Dr. M. Djamil Padang Dolly Irfandy; Dolly Irfandy; Muhammad Farhan Ramadhan; Sabrina Ermayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.874

Abstract

Latar Belakang: Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi pada hidung yang sering ditemukan pada masyarakat. Asma merupakan salah satu komorbid yang dapat ditemukan pada penderita rinitis alergi. Hubungan rinitis alergi dan asma dijelaskan melalui konsep united airway disease. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan karakteristik riwayat asma pada pasien rinitis alergi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan jumlah sampel 78 pasien rinitis alergi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebanyak 13 orang (16,7%) sampel memiliki riwayat asma. Karakteristik sampel dengan riwayat asma banyak ditemukan pada kelompok usia lebih dari 16 sampai 25 tahun (38,5%) dengan jenis kelamin terbanyak ditemukan pada perempuan (53,8%). Klasifikasi rinitis alergi persisten sedang-berat paling banyak ditemukan (46,2%). Gejala bersin-bersin ditemukan pada semua sampel dengan riwayat asma (100%). Riwayat atopi dalam keluarga ditemukan pada 12 orang (92,3%) sampel dengan riwayat asma. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu riwayat asma ditemukan pada 1 dari 6 pasien rinitis alergi pada kelompok usia lebih dari 16 sampai 25 tahun. Pasien rinitis alergi dengan riwayat asma banyak ditemukan pada perempuan. Klasifikasi rinitis alergi terbanyak ditemukan berupa rinitis alergi persisten sedang-berat dengan gejala yang dominan yaitu bersin-bersin. Riwayat atopi dalam keluarga ditemukan pada sebagian besar pasien rinitis alergi disertai dengan riwayat asma.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Mahasiswa Kesehatan di Kota Padang Mengenai Vaksin COVID-19 Gustia Anugrahwati; Dwitya Elvira; Yulistini Yulistini; Adrial Adrial; Hendriati Hendriati; Cimi Ilmiawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.887

Abstract

Latar Belakang: Keraguan terhadap vaksin COVID-19 dan kurangnya pengetahuan mahasiswa kesehatan dapat mempengaruhi keberhasilan herd immunity sehingga dibutuhkan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya vaksinasi COVID-19. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai vaksin COVID-19 pada mahasiswa kesehatan di Padang, Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik consecutive sampling pada bulan Maret-April 2022 dan didapatkan sebanyak 350 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan melalui tautan Google form kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,6% responden memiliki pengetahuan yang baik, sebanyak 66,6% responden menunjukkan sikap positif dan sebanyak 52,9% responden menunjukkan tindakan yang cukup baik mengenai vaksin COVID-19. Kesimpulan: Mayoritas mahasiswa kesehatan menunjukkan tingkat pengetahuan baik, sikap positif dan tindakan cukup baik terhadap vaksin COVID-19.
Modifikasi Diet untuk Penderita Laryngopharyngeal Reflux (LPR) Naura Aqila; Abdiana Abdiana; Ade Asyari
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.857

Abstract

Latar Belakang. Laryngopharyngeal reflux (LPR) merupakan keadaan terjadinya aliran balik isi lambung ke daerah saluran aerodigestif bagian atas yang menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan. Tatalaksana dengan terapi medikamentosa saja tidak cukup jika tidak menghindari faktor resiko lainnya seperti makanan. Oleh karena itu, studi literatur dilakukan untuk mengetahui pilihan makanan yang dianjurkan untuk terapi LPR. Objektif. Mengetahui pilihan makanan pada modifikasi diet rendah asam, diet rendah lemak dan minuman alkali untuk penderita Laryngopharyngeal Reflux (LPR). Metode. Penelitian ini merupakan tinjauan naratif. Pencarian literatur dilakukan melalui 3 sumber basis data yaitu Pubmed, Google Scholar, dan Proquest dalam rentang publikasi dari tahun 2011-2021. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria eligibilitas yang telah ditentukan. Penelitian ini membahas pilihan menu diet rendah asam, diet rendah lemak dan minuman alkali yang disarankan untuk penderita LPR. Hasil. Total 8 studi dimasukkan dalam tinjauan naratif ini. Terapi LPR selain diberikan PPI dosis tinggi dua kali sehari, juga diberikan anjuran modifikasi diet. Modifikasi diet yang diberikan dapat berupa diet rendah asam yaitu menghindari makanan dengan pH asam (pH <5), diet rendah lemak yaitu mengonsumsi lemak 10-25% saja dari kebutuhan total per hari, dan mengonsumsi minuman alkali dengan pH 8 yang terbukti memiliki manfaat dalam perbaikan gejala pasien laryngopharyngeal reflux. Kesimpulan. Pilihan modifikasi diet berupa diet rendah asam, rendah lemak, dan minuman alkali sangat dianjurkan untuk terapi pada penderita Laryngopharyngeal Reflux
Hubungan Perilaku Suami dengan Kelengkapan Pemeriksaan ANC Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya di Kota Padang Muhammad Alpin Azhar; Abdiana Abdiana; Defrin Defrin
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.932

Abstract

Latar Belakang : Komplikasi selama kehamilan, persalinan dan pasca melahirkan merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di kalangan wanita usia reproduksi di negara berkembang. Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi perhatian besar, dikarenakan masih tingginya jumlah kematian ibu hamil. Objektif : Untuk mengetahui hubungan perilaku suami dengan kelengkapan pemeriksaan ANC pada ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya di Kota Padang. Metode: Penelitian ini berupa penelitian analitik observasional, dalam mengetahui hubungan perilaku suami dengan kelengkapan ANC pada Ibu hamil. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel mencakup semua Suami dari ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang yang kriterianya memenuhi dari kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil : Terdapat 63 responden yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (83%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (31%), pemeriksaan ANC lengkap (74,6%), memiliki memiliki pengetahuan tinggi (81%), memiliki sikap positif (81%), memberikan tindakan baik (84,1%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara kelengkapan pemeriksaan ANC dengan pengetahuan suami (p<0,001), sikap suami (p<0,001) dan tindakan suami (p<0,001). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku suami dengan kelengkapan pemeriksaan ANC ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya di Kota Padang.
Perbedaan Kadar Bilirubin Serum antara Kelompok Patologi Neoplasma dan Non-neoplasma pada Ikterus Obstruktif Ilma Fitri Sakina; Avit Suchitra; Yenita Yenita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.951

Abstract

Latar Belakang: Ikterus obstruktif merupakan kondisi dari adanya kelainan yang menyebabkan obstruksi pada sistem bilier. Salah satu pemeriksaan awal dan rutin yang dilakukan untuk membedakan kelainan yang menyebabkan ikterus adalah pemeriksaan kadar bilirubin serum. Objektif: Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar bilirubin serum antara kelompok patologi neoplasma dan non-neoplasma pada pasien dengan ikterus obstruktif. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien ikterus obstruktif ekstrahepatik yang ditatalaksana di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2019 – Desember 2021 dengan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 21 sampel untuk masing-masing kelompok. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-whitney. Hasil: Perempuan (54,8%) lebih banyak dan kelompok usia terbanyak adalah 56 – 65 tahun (38,1%). Kelainan terbanyak adalah tumor di pankreas pada kelompok neoplasma (57,1%) dan koledokolitiasis (85,7%) pada kelompok non-neoplasma. Rerata kadar bilirubin kelompok neoplasma adalah 14,6 ± 8,99 mg/dL dan kelompok non-neoplasma adalah 8,14 ± 8,82 mg/dL dengan nilai p=0,015. Kesimpulan: terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar bilirubin serum kelompok neoplasma dan non-neoplasma pada pasien dengan ikterus obstruktif di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kata kunci: bilirubin, neoplasma, non-neoplasma, ikterus obstruktif
Pengaruh Zikir terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Ketiga Pendidikan Dokter Universitas Andalas Salma Nabilaputri Nadiaskara; Etriyel MYH; Ennesta Asri; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.985

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan dokter sering dikaitkan dengan lingkungan yang penuh stresor bagi mahasiswa. Mahasiswa tahun ketiga mengalami persaingan yang ketat disertai menurunnya dukungan dari teman-temannya. Stres yang berlebihan dapat berdampak pada perasaan rendah diri, gangguan tidur, kesulitan memecahkan masalah, penurunan konsentrasi dan motivasi belajar, peningkatan kecemasan dan depresi. Saat ini, tatalaksana non-farmakologi yang sering dilakukan secara mandiri adalah terapi ventilasi. Tatalaksana depresi, kecemasan, dan stres secara holistik tidak lepas dari aspek spiritual. Islam telah mengajarkan zikir kepada Allah untuk mencapai ketentraman hati. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zikir terhadap tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa tahun ketiga pendidikan dokter. Metode: Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan pretest-posttest with control group. Pengambilan subjek dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah subjek 24 orang per kelompok yang memenuhi kriteria inklusi. Kelompok perlakuan akan dilatih melakukan ventilasi dan zikir, sedangkan kelompok kontrol dilatih melakukan ventilasi saja, selama 7 hari. Data penelitian dianalisis dengan uji Mann-whitney dan Wilcoxon. Hasil: Analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat depresi, kecemasan, dan stres antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi (p=0,000). Pada uji sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan juga didaparkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Kesimpulan: Zikir terbukti berpengaruh dalam menurunkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa tahun ketiga pendidikan dokter.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Alfin Rahma Fadhilah; Delmi Sulastri; Hudila Rifa Karmia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.643

Abstract

Latar Belakang: Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan yang terjadi pada ibu hamil muda, yang dapat memengaruhi keadaan umum dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, namun status gizi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan sering dihubungkan dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Objektif: Mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif dengan pendekatan case-control. Sampel pada penelitian ini terdiri atas 23 sampel kasus dan 23 sampel kontrol dengan teknik pengambilan sampel kasus yaitu secara total sampling dan sampel kontrol secara systematic random sampling, kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: pada penelitian ini didapatkan 39,1% kelompok kasus memiliki status gizi normal dan 78,3% kelompok kontrol memiliki status gizi normal. Pada uji Chi Square, menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian hiperemesis gravidarum (p=0,007, OR=5,600). Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian hiperemesis gravidarum.
Korelasi Kecanduan Internet dengan Kualitas Hidup Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama dan Kedua UNAND Salsabilla Firdaus; Aswiyanti Asri; Noverial Noverial
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.650

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap internet terlihat dari laporan survei pengguna internet yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan durasi penggunaan internet yang disertai dengan kurangnya kontrol diri pada penggunaan internet di luar tujuan belajar dan pekerjaan, berhubungan dengan kondisi penggunaan internet patologis yang disebut kecanduan internet. Tingginya angka kecanduan internet dengan segala dampaknya yang dapat muncul pada mahasiswa kedokteran menjadi permasalahan karena mempengaruhi kualitas fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan sebagai aspek kualitas hidup. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kecanduan internet dengan kualitas hidup pada mahasiswa tahun pertama dan kedua program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara online. Hasil: Hasil penelitian didapatkan angka kecanduan internet adalah 25,7% dengan rata-rata skor kecanduan internet menurut KDAI 82,78±38,116 dan median 81,50. Didapatkan juga korelasi negatif yang bermakna antara skor persepsi kualitas hidup secara keseluruhan (r= -0,234), kesehatan secara umum (r= -0,168), domain kesehatan fisik (r= -0,365), domain psikologis (r= -0,332), domain hubungan sosial (r= -0,158), dan domain lingkungan (r= -0,201). Kesimpulan: Persentase mahasiswa yang tidak kecanduan internet lebih besar dibandingkan yang kecanduan internet serta terdapat korelasi negatif yang bermakna antara kecanduan internet dengan kualitas hidup.
Hubungan Skor RMI Dengan Stadium Kanker Ovarium Tipe Epitel Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Nabilla Mahyenda; Syamel Muhammad; Aswiyanti Asri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.668

Abstract

Latar Belakang: Kanker ovarium menempati peringkat ketiga kejadian tertinggi kanker ginekologi di dunia maupun di Indonesia dengan subtipe epitel sebanyak 90% dari seluruh kasus kanker ovarium. Gejala klinis yang umumnya asimptomatik pada stadium awal dan baru terdeteksi pada stadium lanjut menyebabkan angka mortalitas yang cenderung tinggi pada kanker ovarium. Adanya suatu kombinasi modalitas preoperatif untuk mengevaluasi massa ovarium meliputi komponen ultrasonografi (USG), kadar CA-125, dan status menopause sebagai sebuah skor yang disebut dengan Risk Malignancy Index (RMI). Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara skor Risk Malignancy Index dengan stadium kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data rekam medis pasien kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-Juni 2021. Penelitian ini dilakukan selama bulan Maret sampai Oktober 2021. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Didapatkan hasil skor RMI pada stadium lanjut lebih besar dibandingkan dengan stadium awal, dengan nilai p=0.045 (nilai p<0,05). Kesimpulan : Terdapatnya hubungan yang bermakna antara skor RMI dengan stadium kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Profil Pasien Tuberkulosis Paru tanpa dan dengan Diabetes Melitus di RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Mustika Dita Pradinda; Russilawati Russilawati; Yose Ramda Ilhami
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.786

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Salah satu komorbid dari TB adalah penyakit Diabetes Melitus (DM). Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien Tuberkulosis paru tanpa dan dengan Diabates Melitus di RSUD Sungai Dareh Dharmasraya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif restrospektif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Sampel diambil dari rekam medik pasien yang didiagnosis TB paru tahun 2020 di RSUD Sungai Dareh Dharmasraya. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 74 pasien TB paru tanpa DM dan 21 pasien TB-DM. Penelitian ini menunjukkan kelompok umur terbanyak pasien TB paru tanpa DM 35-44 tahun (28,4%) dan pada pasien TB-DM 45-54 tahun (33,3%). Jenis kelamin laki-laki paling banyak pada TB paru tanpa dan dengan DM (60,8% : 85,7%) serta status IMT adalah underweight (63,5% : 52,4%). Gejala klinis terbanyak pada TB paru tanpa DM adalah batuk (74,3%) dan TB-DM adalah sesak napas (76,2%). Hasil BTA sputum terbanyak pada TB paru tanpa DM adalah 3+ (37,8%) dan pada TB-DM adalah 1+ (38,1%). Hasil TCM TB Paru tanpa dan dengan DM terbanyak adalah Mtb detected Rif resisten not detected (83,8% : 76,2%). Hasil radiologi terbanyak pada TB paru tanpa DM di lapangan atas paru (18,9%) tanpa kavitas (60,8%) sementara pada TB-DM di lapangan bawah paru (28,5%) tanpa kavitas (61,9%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien TB paru dengan DM mengeluhkan gejala klinis sesak napas, dan pada pasien TB paru tanpa DM lebih banyak mengeluhkan batuk.