cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kebugaran Jasmani Siswa SDN 13 Sungai Pisang Zul'afiyati Huwaida; Fika Tri Anggraini; Firdawati Firdawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.361

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran jasmani menempati peran penting dalam segala komponen tubuh manusia. Tingkat kebugaran jasmani dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas fisik. Masih rendahnya aktivitas fisik pada anak akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan nasional di masa yang akan datang. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani siswa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dan jumlah sampel sebanyak 46 orang. Pengumpulan data menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Rerata skor aktivitas fisik dan kebugaran jasmani siswa berturut-turut adalah 4362,43 MET/minggu dan 12,83. Terdapat korelasi bermakna antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani siswa dengan nilai p=0,001 dan derajat korelasi Pearson sebesar 0,464. Kesimpulan: Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani siswa SDN 13 Sungai Pisang.
Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Kolesterol Total pada Mahasiswa Pre Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Zikra Muhammad; Julizar Julizar; Avit Suchitra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.365

Abstract

The increase in body mass index is a condition were excessive increase in fat accumulation in adipose tissue so it can be detrimental to health. Increase in lipid metabolism can trigger the increase in cholesterol level inside the body. This study aimed to know the correlation between body mass index and total cholesterol level on Medical Faculty of Andalas University pre clinic student. The research method used in this study was an analytic cross sectional approach, conducted from April to December 2020 in Medical Faculty of Andalas University. The subject were 35 pre clinic students who currently in Padang when the research was conducted. The data taken in this research were age, sex, height, weight, and total cholesterol level. The statistical test used was Pearson correlation test. The result of this research found that p value was 0,173, showed that there was a meaningless relation between BMI and total cholesterol level with negative correlation value (r = -0,236). This research concludes that there is no correlation between BMI with total cholesterol level on Medical Faculty of Andalas University pre clinic student.
Gambaran Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi di SMAN 1 Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya Ariska Feradilla; Abdiana Abdiana; Rini Gusya Liza
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.379

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan proses-prosesnya. Penting bagi remaja untuk mendapatkan pengetahuan dan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMAN 1 Pulau Punjung. Metode: Penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Subjek penelitian merupakan siswa SMAN 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Jumlah sampel penelitian sebanyak 179 orang yang diperoleh melalui teknik Simple Random Sampling dengan menggunakan Microsoft Excel. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada sampel yang terpilih. Hasil: Hasil menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi sebanyak 58,7%, dan yang pengetahuan kurang sebanyak 41,3%. Berdasarkan usia, pengetahuan baik paling banyak diperoleh oleh usia 17-18 tahun (40,8%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin diperoleh oleh perempuan sebanyak 45,8%. Kesimpulan: Dari penelitian dapat disimpulakan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi remaja.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Fraktur Osteoporosis berdasarkan Perhitungan FRAX® Tool tanpa pemeriksaan Bone Mineral Density pada Perempuan Post Menopause Fadhlurrahman Wide Putra; Ardian Riza; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.404

Abstract

Latar belakang: Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan terjadinya pengeroposan mikroarsitektur tulang. Osteoporosis dan fraktur osteoporosis memiliki berbagai faktor risiko, salah satunya adalah indeks massa tubuh yang rendah. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan IMT dengan risiko fraktur osteoporosis berdasarkan perhitungan FRAX Tool tanpa pemeriksaan bone mineral density pada perempuan post menopause. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional melalui teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Didapatkan sampel penelitian berjumlah 37 responden. Nilai risiko fraktur dinilai dengan menggunakan hasil skor dari kalkulasi FRAX Tool. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai risiko fraktur osteoporosis berdasarkan perhitungan FRAX Tool sebesar 2,4% untuk hip fracture dan 4,95% untuk major osteoporotic fracture. Skor tersebut tergolong ke dalam kategori low-risk. Akan tetapi ditemukan juga bahwa semakin rendah indeks massa tubuh maka semakin tinggi nilai risiko fraktur osteoporosis. Kesimpulan: Indeks massa tubuh memiliki korelasi negatif dengan risiko fraktur osteoporosis berdasarkan perhitungan FRAX Tool tanpa pemeriksaan bone mineral density pada perempuan post menopause.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan SADARI sebagai Deteksi Dini Tumor Payudara pada Remaja Putri di SMA N 3 Padang Vilza Maharani Syahnel; Hasmiwati Hasmiwati; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.412

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada wanita salah satunya adalah kanker payudara. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI). Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri akan menambah pengetahuan remaja putri sehingga akan meningkatkan status kesehatan mereka. Objektif: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang SADARI dan tumor payudara pada remaja putri di SMA N 3 Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling secara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA N 3 Padang tahun ajaran 2020-2021 kelas X dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan menggunakan uji T Test Sample Paired. Hasil. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan rata-rata responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 56 responden (73,7%), pengetahuan baik sebanyak 15 responden (19,7%) dan pengetahuan kurang 5 responden (6,6%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden masih memiliki pengetahuan cukup sebanyak 47 responden (61,8%), pengetahuan baik meningkat menjadi 27 responden (34,5%) dan pengetahuan kurang 2 responden (2,6%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai SADARI berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan sehingga sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dini tumor payudara.
Kadar SGPT setelah Pemberian Vitamin E pada Tikus Putih Jantan Terpapar Allethrin Anggiansyah Pohan; Nurhayati Nurhayati; Dessy Arisanty
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.416

Abstract

Latar Belakang: Allethrin merupakan zat yang banyak dipakai sebagai bahan antinyamuk elektrik mat. Allethrin dapat terhirup dan terserap melalui paru-paru, memasuki sirkulasi, dan menyebar ke berbagai organ termasuk hati. Allethrin dapat memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang dapat merusak membran sel hati sehingga terjadi kebocoran enzim SGPT ke sirkulasi darah. Vitamin E dapat menangkal ROS dan melindungi membran sel. Objektif: Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian vitamin E terhadap kadar SGPT tikus putih jantan yang terpapar allethrin. Metode: Penelitian ini merupakan experimental study dengan desain post-test only control group. Sampel adalah 30 serum darah tikus yang terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kontrol negatif (K) berasal dari tikus dengan pakan saja, kontrol positif (KP) dari tikus terpapar allethrin 12 jam/hari selama 31 hari, dan perlakuan (P) dari tikus terpapar allethrin serta diberikan vitamin E secara oral selama 14 hari. Serum dicampur reagen kit SGPT lalu diukur kadar SGPT dengan photometer. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dengan Post-Hoc Bonferroni. Hasil: Didapatkan perbedaan bermakna rerata SGPT ketiga kelompok (p<0,05), dengan K, KP, dan P sebesar 21,1 ± 2,51 U/L; 36,9 ± 6,36 U/L; 25,6 ± 2,31 U/L. Didapatkan perbedaan bermakna antara K dengan KP, P dengan KP, dan perbedaan tidak bermakna antara K dengan P. Kesimpulan: Pemberian vitamin E berpengaruh menurunkan kadar SGPT pada tikus putih jantan yang terpapar allethrin.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Nikotin Dependen pada Mahasiswa Laki-Laki Perokok di Kota Padang Salsabila Oktaverina; Husna Yetti; Lili Irawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.419

Abstract

Latar Belakang: Merokok masih menjadi faktor risiko peyebab utama masalah kesehatan dan kematian dini di dunia. Senyawa yang berperan dalam kebiasaan merokok adalah nikotin yang dapat mengakibatkan nikotin dependen. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor usia inisial merokok, lama merokok, tipe kebiasaan merokok, dan aturan merokok dengan tingkat nikotin dependen perokok pada mahasiswa laki-laki di Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross-sectional study yang dilakukan di Kota Padang dari September-Desember 2020. Sebanyak 218 mahasiswa menjadi sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara online. Pengukuran tingkat nikotin dependen berdasarkan kuesioner Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND). Analisis data yang dilakukan adalah uji Mann-Whitney dan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar mahasiswa perokok laki-laki di Kota Padang memiliki tingkat nikotin dependen ringan (84,8%). Terdapat perbedaan rata-rata usia inisial (p=0,001) dan lama merokok (<0,001) antar tingkat nikotin dependen. Terdapat hubungan bermakna antara tipe kebiasaan merokok dan aturan merokok dengan tingkat nikotin dependen ((p<0,001, OR=9,537 (3,229-28,171); p<0,001, OR=7,635(3,466-16,820)). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor usia inisial merokok, lama merokok, tipe kebiasaan merokok, dan aturan merokok berpegaruh terhadap tingkat nikotin dependen.
Hubungan Tumor Infiltrating Lymphocytes dengan Jenis Kelamin, Usia, dan Tipe Histopatologi Karsinoma Azzahra Velia; Tofrizal Tofrizal; Husnil Kadri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.434

Abstract

Latar belakang: Karsinoma tiroid merupakan keganasan pada kelenjar tiroid yang paling sering dijumpai di organ endokrin. Beberapa faktor yang berhubungan dengan karsinoma tiroid adalah jenis kelamin, usia, dan tipe histopatologi. Pada proses pembentukan sel kanker, terjadi mekanisme inflamasi dan proliferasi yang menyebabkan tubuh mengeluarkan imun pada area tersebut. Limfosit yang berperan pada respon imun seluler kanker disebut Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs). Objektif: Mengetahui hubungan TILs dengan jenis kelamin, usia, dan tipe histopatologi karsinoma tiroid. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling pada penderita karsinoma tiroid tahun 2018-2019 di Sentra Diagnostik Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari bulan Februari-Desember 2020. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan analisis uji bivariat Chi-square antara TILs dengen jenis kelamin (p=0.306), usia (p=0.306), dan tipe histopatologi karsinoma tiroid (p=0.034). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara TILs dengan tipe histopatologi karsinoma tiroid. Selanjutnya, tidak terdapat hubungan bermakna antara TILs dengan jenis kelamin dan usia penderita karsinoma tiroid.
Epistaksis pada Polip Nasal Dolly Irfandy; Dolly Irfandy; Yunita Wulandari; Bestari Jaka Budiman; Pamelia Mayorita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.436

Abstract

Pendahuluan: Polip nasal merupakan kondisi multifaktorial yang sering dikaitkan dengan berbagai penyakit dan gangguan patogen, seperti alergi, infeksi, sinusitis jamur alergi, fibrosis kistik, asma, dan intoleransi aspirin. Polip nasal dapat berperilaku agresif dan menirukan patologi lain di rongga hidung dan paranasal. Polip nasal inflammatory type merupakan tipe polip nasal terbanyak kedua dari kasus polip. Bedah sinus endoskopi (BSE) biasanya diperuntukkan bagi pasien yang tidak mendapatkan perbaikan gejala dari tatalaksana medikamentosa, pasien yang memiliki kontraindikasi atau yang mengalami efek samping dari terapi tersebut. Maksilektomi medial menjadi salah satu teknik operasi untuk tatalaksana pada polip nasal. Dilaporkan satu kasus pasien perempuan, 33 tahun dengan keluhan utama riwayat hidung berdarah berulang dan didiagnosis dengan polip nasal inflammatory type yang dilakukan terapi maksilektomi medial. Maksilektomi medial merupakan salah satu teknik pembedahan pada tatalakasana polip nasal.
Spasmofilia pada Hipoparatiroidisme Didapat Isnu Lucky Riandini; Restu Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.442

Abstract

Spasmofilia merupakan keadaan patologis dimana terjadi hiperiritabilitas saraf dan otot (neuromuskular) akibat adanya gangguan keseimbangan elektrolit, terutama ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) yang ditandai dengan munculnya kedutan otot, kesemutan dan spasme karpopedal. Hipoparatiroidisme ditandai dengan hipokalsemia dan hiperfosfatemia yang dapat menyebabkan hiperiritabilitas neuromuskular dan menimbulkan gejala spasmofilia. Kami laporkan sebuah laporan kasus seorang wanita usia 47 tahun yang didiagnosis dengan spasmofilia akibat hipoparatiroidisme didapat. Dari laporan kasus ini dapat disimpulkan bahwa diagnosis spasmofilia pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan Elektromiografi (EMG) yang merupakan gold standard pada spasmofilia. Dapat disimpulkan bahwa penyebab munculnya spasmofilia pada pasien ini adalah hipoparatiroidisme post tiroidektomi.