cover
Contact Name
Siska Praditya
Contact Email
20320312@students.uii.ac.id
Phone
+6385702175932
Journal Mail Official
khazanahuii@gmail.com
Editorial Address
Gedung GBPH Prabuningrat Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang No. Km.14,5 , Krawitan Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Mahasiswa
ISSN : 1979519X     EISSN : 27458733     DOI : 10.20885/khazanah
“Khazanah: Jurnal Mahasiswa” merupakan platform publikasi jurnal yang mulai diresmikan pada tahun 2009. Jurnal Khazanah diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) Universitas Islam Indonesia yang bekerjasama dengan Kelompok Studi Laboratorium Mahasiswa (LabMa) Universitas Islam Indonesia. Jurnal Khazanah telah terverifikasi pada Online Journal System (OJS) dibawah naungan jounal.uii.ac.id sejak tahun 2011. Jurnal Khazanah telah rutin menerbitkan jurnal dalam 1-2 edisi per tahun. Karya yang diterbitkan merupakan suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup sains dan sosial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 177 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 CIREBON Zahro, Fathimatuz; Royyana, Daniya; Nurghifari, Fiqih; Zuhri, Achmad
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Cirebon. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi peserta didik akibat perkembangan teknologi digital, arus informasi yang tidak terbatas, serta pengaruh lingkungan sosial yang kian beragam. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperkuat dimensi afektif dan perilaku sebagai bagian dari pembentukan karakter akhlak mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan untuk menggali proses implementasi nilai akhlak secara natural dalam konteks madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta telaah dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak utama, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, tawadhu’, dan sikap hormat kepada guru serta sesama, diintegrasikan melalui berbagai strategi pembelajaran. Proses implementasi tersebut diwujudkan melalui keteladanan guru sebagai figur moral, pembiasaan perilaku positif dalam aktivitas harian madrasah, penguatan nilai melalui materi ajar, serta pembudayaan lingkungan sekolah yang religius dan berkarakter. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan implementasi nilai akhlak sangat dipengaruhi oleh konsistensi guru, dukungan lingkungan sekolah, serta keterlibatan orang tua dalam mengontrol perilaku siswa di luar madrasah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi yang lebih kuat antara madrasah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan sehingga penguatan nilai-nilai akhlak dapat terbentuk secara menyeluruh dan berkesinambungan.
ADAPTASI, KESAMAAN SPESIES, DAN TANTANGAN KONSERVASI ANGGREK (ORCHIDACEAE) PADA EKOSISTEM PEGUNUNGAN TINGGI JAWA TENGAH (GUNUNG SINDORO, SUMBING, DAN SLAMET) Nurhaliza, Salma; Perdana, Analekta Tiara
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art1

Abstract

Ekosistem pegunungan tinggi pada ketinggian 2100–3000 mdpl di Jawa Tengah merupakan lingkungan dengan tekanan ekologis yang tinggi, ditandai oleh suhu rendah dengan fluktuasi harian ekstrem, intensitas radiasi ultraviolet yang tinggi, tekanan atmosfer rendah, serta kondisi tanah yang tipis dan miskin unsur hara. Kondisi tersebut membatasi keberadaan vegetasi sehingga hanya tumbuhan dengan kemampuan adaptasi khusus yang mampu bertahan, termasuk anggrek (Orchidaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi, kesamaan spesies, serta tantangan konservasi anggrek yang hidup pada ekosistem pegunungan tinggi di Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka terhadap hasil-hasil penelitian terkait kondisi abiotik, vegetasi inang, inventaris anggrek, serta aspek ekologi dan biogeografi kawasan pegunungan Jawa Tengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesamaan komposisi genus anggrek di ketiga gunung tersebut dipengaruhi oleh kemiripan iklim pegunungan tropis, kemampuan biji anggrek untuk tersebar luas melalui angin, serta keberadaan jamur mikoriza yang relatif merata pada habitat hutan pegunungan lembap. Meskipun memiliki ketinggian yang relatif sama, ketiga gunung memperlihatkan perbedaan karakter lingkungan yang nyata, terutama pada struktur geologi vulkanik, perkembangan tanah, curah hujan, dan iklim mikro, yang turut memengaruhi distribusi dan kelimpahan anggrek. Ancaman utama terhadap keberlanjutan anggrek meliputi perubahan iklim, kebakaran hutan, serta tekanan aktivitas pendakian dan pariwisata. Oleh karena itu, upaya konservasi berbasis ekosistem dan penelitian lanjutan yang terintegrasi sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian anggrek pegunungan tinggi di Jawa Tengah.
BANGKIT DAN RUNTUHNYA DINASTI AL-MURABITHUN DAN AL-MUWAHHIDUN Fasya, Azka Rachmat
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art4

Abstract

Dinasti Al-Murabithun dan Al-Muwahhidun merupakan dua dinasti yang menguasai wilayah Maghreb di Afrika Utara pada abad 11-13 Masehi. Kedua dinasti tersebut berperan penting dalam menjaga kekuasaan Islam dari serangan kerajaan-kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia setelah keruntuhan Kekhalifahan Kordoba pada awal abad kesebelas Masehi. Akan tetapi, meskipun peran kedua dinasti tersebut besar bagi peradaban Islam, masih belum banyak kajian sejarah yang membahas dan membandingkan kedua dinasti tersebut secara mendalam. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah kajian yang lebih dalam untuk mengetahui secara pasti apa saja persamaan dan perbedaan di antara kedua dinasti tersebut serta perannya bagi peradaban Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis buku dan jurnal yang relevan mengenai perkembangan Dinasti Al-Murabithun dan Al-Muwahhidun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua dinasti tersebut memiliki sejarah pendirian yang mirip, yaitu berawal dari sebuah gerakan keagamaan yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah kekuatan militer. Kemudian, kekuatan militer tersebut menguasai wilayah Maghreb dan juga wilayah Andalusia. Selain itu, kedua dinasti ini juga didirikan oleh beberapa suku dari bangsa Berber yang bersatu menjadi sebuah konfederasi yang akhirnya melahirkan sebuah dinasti yang dikuasai oleh orang-orang Berber. Namun, faktor dan proses kemunduran kedua dinasti ini cukup berbeda. Jika Al-Murabithun hancur dengan cepat karena kemunculan gerakan keagamaan dan serangan militer yang besar maka Al-Muwahhidun hancur secara perlahan karena pemberontakan suku-suku dan wilayah-wilayah yang berada di dalam kekuasaannya.
SEJARAH REVOLUSI KOTABARU: PERAN SOSIAL POLITIK DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI YOGYAKARTA Mahanani, Ranni; Riffa'i, Muhammad
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art9

Abstract

Kawasan Kotabaru Yogyakarta, yang pada awal abad ke-20 dirancang sebagai enclave elit Eropa (Nieuwe Wijk) dengan politik segregasi spasial yang ketat, mengalami transformasi fungsi yang dramatis sejak akhir era kolonial, masa pendudukan Jepang, hingga awal Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Artikel ini menganalisis proses tersebut dengan fokus pada dimensi sosial-politik, khususnya peristiwa “Revolusi Kotabaru” 7 Oktober 1945 yang menjadikan kawasan ini target utama pengambilalihan laskar pejuang. Dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial-politik dan teori produksi ruang, perebutan ruang simbolik, serta konsep spatial appropriation, kajian ini menunjukkan bahwa Kotabaru tidak hanya direbut secara fisik, melainkan juga diartikulasikan ulang sebagai pusat pemerintahan, perawatan pejuang, pendidikan politik, rapat rahasia, dan diplomasi Republik. Transformasi ini membuktikan bahwa dinamika mikro di tingkat lokal khususnya perebutan dan redefinisi makna ruang kota merupakan elemen krusial dalam keberhasilan perjuangan kemerdekaan di Yogyakarta sebagai ibu kota sementara Republik Indonesia (1946–1949).
FENOMENA FEAR OF MISSING OUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Afiyah, Syifa Nur; Ramdani, Bahir; Zuhri, Achmad; Kurniawan, Ahmad Ramdani
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental dalam perspektif Agama Islam. Penelitian ini juga menelusuri bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan dalam mengatasi kecemasan, ketidakstabilan emosi, dan perilaku impulsif yang muncul akibat FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur psikologi modern, kajian kesehatan mental remaja, serta sumber-sumber keislaman seperti Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengaitkan temuan empiris dengan perspektif nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan, penurunan kepercayaan diri, kecanduan media sosial, dan gangguan konsentrasi pada remaja. Dalam perspektif Islam, FOMO berkaitan dengan lemahnya kontrol diri (mujahadah an-nafs), kurangnya rasa syukur, dan dominasi perbandingan sosial yang dilarang karena dapat menimbulkan kecemasan dan iri hati. Nilai-nilai Islam seperti tawakal, qana’ah, pengendalian hawa nafsu, serta pemanfaatan waktu secara produktif terbukti relevan sebagai strategi preventif dan kuratif untuk menekan dampak negatif FOMO. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan dalam memberikan pendidikan literasi digital dan pembinaan spiritual guna memperkuat kesehatan mental remaja secara berkelanjutan.
Program Intervensi Edukasi Waktu Luang untuk Mengurangi Kebosanan Lansia di Bina Keluarga Lansia Tanjungsari Fasya, Azka Rachmat; Waranggani, Luhur Pandulu; Kurnianto, Mochammad Alvito Dwi; Hakim, Muhammad Agha; Luthfiyah, Farah Nada; Dimas, Ahmad; Trimulyaningsih, Nita
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art10

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menimbulkan berbagai tantangan psikososial, salah satunya adalah kebosanan akibat berkurangnya aktivitas bermakna dan dukungan sosial. Penelitian dilaksanakan pada kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Padukuhan Tanjungsari, Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. Metode asesmen yang digunakan meliputi wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebosanan muncul akibat perilaku pasif, kegiatan monoton, keterbatasan fisik, serta menurunnya dukungan keluarga dan sosial. Lansia juga menunjukkan kebutuhan akan makna hidup, daya guna, dan keterlibatan sosial yang lebih besar. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang program intervensi psikoedukatif partisipatif untuk menstimulasi aktivitas bermakna dan memperkuat hubungan sosial. Riset ini menegaskan bahwa penanganan kebosanan lansia perlu melibatkan pendekatan psikososial yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS DAN TIPE PENGGUNAAN INSTAGRAM TERHADAP SELF-ESTEEM MAHASISWA FMIPA UII Putri, Wafiq Rahma Aulia; Haifa, Hanadia; Widodo, Edy
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas dan tipe penggunaan instagram terhadap self-esteem mahasiswa dengan social comparison sebagai variabel mediator. Pesatnya penggunaan instagram di kalangan mahasiswa menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis, khususnya selfesteem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari dari 119 mahasiswa aktif program sarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia yang memiliki akun instagram aktif. Analisis data dilakukan menggunakan (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social comparison berperngaruh negatif dan signifikan terhadap self-esteem, sedangkan intensitas dan tipe penggunaan instagram tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap self-esteem. Model sturuktural mampu menjelaskan 28.4 % variasi self-esteem. Temuan ini mengindikasikan bahwa dampak pengunaan isntagram terhadap self-esteem tidak sepenuh ditentukan oleh seberapa sering. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran social comparison dalam menjelaskan pengaruh media sosial berbasis visual terhadap kondisi psikologis mahasiswa.