cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
AKTUALISASI WAYANG BEBER SEBAGAI SUMBER NILAI KARAKTER LOKAL (STUDI KASUS KEBERADAAN WAYANG BEBER DI DESA NANGGUNGAN KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN) DIAH ENGGARWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p133-147

Abstract

Eksistensi budaya lokal merupakan unsur integral dalam membangun budaya bangsa. Budaya lokal mengandung nilai/karakter tertentu yang mencerminkan jati diri setiap daerah. Wayang Beber Pacitan merupakan salah satu budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, observasi partisipan, wawancara, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif yang diajukan Huberman dan Miles, dengan tahapan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Aktualisasi Wayang Beber Pacitan yang telah dilakukan antara lain: (1) duplikasi, (2) program Geopark, (3) acara penyambutan tamu, (4) souvenir, (5) regenerasi dalang, (6) Sanggar Budaya dan Seni, (7) integrasi dalam batik khas Kabupaten, (8) melatih dalang pakem dan dalang carangan, dan (9) inovasi cerita carangan. Kisah percintaan antara Jaka Kembang Kuning dengan Dewi Sekartaji dalam cerita Wayang Beber Pacitan mengajarkan pentingnya karakter jujur, tanggung jawab, setia, sabar, rela berkorban, dan teguh pendirian. Karakter dalam diri seseorang bersifat luwes/fleksibel. Faktor yang dapat merubah karakter seseorang, yaitu: (1) faktor internal (kesadaran diri, niat, dan usaha), dan (2) faktor eksternal (lingkungan dan teknologi). Kata Kunci: aktualisasi Wayang Beber, nilai karakter lokal
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMP NEGERI 6 MOJOKERTO MELALUI KEGIATAN UPACARA BENDERA AGISTA Rizky RIZKY RIDHA AYU
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p148-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana peran upacara bendera dalam pembentukan karakter siswa SMP Negeri 6 Mojokerto, (2) mengetahui karakter apa saja yang dapat dibentuk melalui kegiatan upacara bendera di SMP Negeri 6 Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dilakukan di SMP Negeri 6 Mojokerto dan dilaksanakan pada bulan maret – april 2012. Informan berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru Pembina dan pelatih kegiatan upacara bendera, guru PKn SMP Negeri 6 Mojokerto, serta OSIS yang menjadi petugas upacara dan siswa yang tidak menjadi petugas upacara dengan menggunakan teknik Judgement Sampling (sampling pertimbangan). Sumber data penelitian ini terdiri dari informan penelitian, sumber tertulis (Dokumen) dan foto tentang kegiatan upacara bendera. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran upacara bendera dalam pembentukan karakter siswa SMP Negeri 6 Mojokerto yaitu sangat besar. Sedangkan karakter yang dapat dibentuk melalui upacara bendera di SMP Negeri 6 Mojokerto yaitu karakter disiplin, tanggung jawab, semangat kebangsaan serta percaya diri. Kata kunci: Pembentukan Karakter, Upacara Bendera.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KULTUR SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 GEDANGAN SIDOARJO PIPIT ULIANA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p165-179

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter siswa melalui kultur sekolah dalam pembentukan karakter siswa di SMAN 1 Gedangan. Sampel penelitian adalah kelas XI dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara. Pendidikan karakter adalah suatu usaha mengembangkan perilaku baik siswa dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan agar siswa dapat mencermikan karakter yang baik. Pada hakekatnya, implementasi pendidikan karakter dapat diintegrasikan melalui mata pelajaran, pengembangan diri dan kultur sekolah. Dalam meningkatkan pendidikan karakter pada siswa melalui srategi yang berfokus pada pengembangan kultur sekolah. Kultur sekolah merupakan keyakinan, kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai yang dipegang bersama oleh seluruh warga sekolah. Kultur sekolah sendiri juga diimplementasikan melalui kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian pada kegiatan tersebut akan disisipkan nilai-nilai karakter. Menurut hasil penelitian bahwa implementasi pendidikan karakter sesuai dengan visi dan misi yang ada di sekolah, jadi nilai karakter yang ditanamkan di SMA Negeri 1 Gedangan yaitu nilai karakter jujur, religius, tanggungjawab dan disiplin. Serta dapat pula disimpulkan bahwa siswa memberi respon baik terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh sekolah atau kebiasaan-kebiasaan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Kultur Sekolah.
FENOMENA PERILAKU FANATISME SUPORTER SEPAK BOLA (STUDI KASUS KOMUNITAS SUPORTER PERSEBAYA BONEK DI SURABAYA) NOVIE Lucky LUCKY A
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p180-195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gambaran perilaku fanatisme Bonek mendukung Persebaya, (2) menguraikan faktor penyebab timbulnya perilaku fanatisme. Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan desain studi kasus di wilayah Surabaya. Penelitian ini terkait dengan Bonek yang terkoordinir maupun tidak dari berbagai komunitas baik saat pertandingan berlangsung maupun di luar pertandingan. Data diperoleh dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil data penelitian akan dianalisis dengan teori perilaku kolektif Smelser dan konsepsi tentang fanatisme. Simpulan hasil penelitian menunjukkan  perilaku fanatisme Bonek yaitu (1)  mendukung Persebaya kapanpun dan di manapun bertanding; (2) loyalitas tanpa batas; (3) Bonek: lambang keberanian sebagai representatif perilaku; (4) bagimu Persebaya, bagimu Indonesia; (5) demokrasi ala suporter Bonek. Selain itu, juga diketahui beberapa faktor penyebab perilaku fanatisme Bonek antara lain: konteks sosial, pendidikan,usia, identitas kultur budaya “arek”, ekonomi, media massa, serta lingkungan baik dari keluarga, teman, dan masyarakat. Perilaku fanatisme Bonek juga disebabkan oleh pemain, pelatih, wasit, dan penonton serta keterlibatan pemimpin dalam komunitas.   Kata kunci:  perilaku fanatisme, Bonek, Persebaya
KEARIFAN LOKAL TRADISI MANGANAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MASYARAKAT DESA SUGIHWARAS KECAMATAN NGRAHO KABUPATEN BOJONEGORO OKYANA Ragil RAGIL SIREGAR
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p196-211

Abstract

Negara Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam bentuk dan ciri khasnya masing-masing. Di tingkat lokal ada tradisi manganan ini dilakukan oleh masyarakat di desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro. Hal itu menjadi menarik untuk mengetahui proses traadisi itu berlangsung hingga kini, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, melalui pendekatan etnografi, kedua hal tersebut diungkap.   Berdasarkan temuan di lapangan, diketahui bahwa masyarakat memaknai tradisi manganan sebagai ekspresi dari status sosialnya, Di balik itu, tradisi manganan merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki pada Tuhan yang Maha Esa. Lebih dari itu, melalui tradisi ini, dengan doa, warga berharap agar hasil panen tahun depan lebih baik. Nilai ini terkait dengan budaya petani yang menjadi mata pencaharian pokok masyarakat tersebut. Selain itu, melalui tradisi ini, masyarakat memelihara ikatan emosional dengan alam, dan menghargai lingkungan sekitarnya. Secara sosiologis, tradisi ini juga memiliki nilai membangun kebersamaan dan berbagi.   Kata Kunci : Kearifan Lokal, Tradisi Manganan, Karakter
TRANSFORMASI PEMUKIMAN KOMUNITAS MADURA (STUDI KASUS DI DESA LEMBUNG PESESER KECAMATAN SEPULU KABUPATEN BANGKALAN) SUMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p212-231

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengekplanasikan pemukiman baru dengan pemukiman tradisional. Penataan hunian sangat penting dalam membuat kediaman yang nyaman sebagai tempat  tinggal untuk menetap. Hunian dalam pemukiman tradisional memiliki pedoman etnis yang  khas dan unik. Perubahan pemukiman Madura menciptakan tatanan baru, diantaranya membentur norma lama sehingga terdapat kerancuan dan problematika. Fokus permasalahan dalam penelitian ini yakni bagaimana transformasi pemukiman komunitas Madura. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus dengan model eksplanatoris. Metode pengumpulan data diawali dengan observasi kemudian wawancara mendalam di lokasi penelitian desa Lembung Peseser, informan ditentukan melalui snowball, analisis data menggunakan teknik Miles dan Haberman. Temuan data lapangan menunjukkan pemukiman tradisional Madura hanya memiliki pintu dari sisi depan saja, pekarangan berada di tengah-tengah, dan peninggian musola dengan berkolong. Pada pemukiman baru Madura, tempat ibadah dapat terintegrasi dalam rumah, peninggian musola dengan cor, dan mengarah pada perlakuan sejajar antara anak laki-laki dan wanita. Hasil analisis data merumuskan ciri khas Madura diantaranya berupaya menyediakan tempat ibadah, bangunan gedung berpatokan pada arah kiblat, serta terdapat furnitur lencak yang dinamis dan multifungsi.   Kata kunci: transformasi, tatanan dan pemukiman
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENANGANI PELANGGARAN TATA TERTIB SEKOLAH PADA SISWA DI SMP NEGERI I PAPAR KEDIRI AYU Diyah DIYAH MARLIANA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p232-240

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk  mendeskripsikan strategi sekolah dalam menangani pelanggaran tata tertib di SMP Negeri 1 Papar Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskripif kuantitatif. Pengumpulan data dengan teknik angket, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif menggunakan prosentase. Hasil temuan penelitian ini bahwa strategi sekolah menangani pelanggaran tata tertib pada siswa SMP Negeri 1 Papar  yaitu: (1) penanganan guru, meliputi: (a) menasehati, (b) memberikan hukuman bagi pelanggar tata tertib. (2) penanganan Sekolah, meliputi: (a) memberikan scor pelanggaran (b) kerjasama sekolah dengan orang tua siswa. Serta dapat pula disimpulkan bahwa guru sudah memberikan cara yang baik untuk menangani pelanggaran tata tertib pada siswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tidak sewenang-wenang  memberikan hukuman kepada siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan serta dalam membinan akhlak dan menanggulangi pelanggaran tata tertib di sekolah.   Kata kunci : Strategi, Pelanggaran Tata tertib, dan Hukuman.
PENGARUH PENERAPAN MOTIVASI DAN DISIPLIN DALAM KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 NGANJUK PRAMITA ANGGARINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p241-256

Abstract

Motivasi dan disiplin merupakan salah satu faktor yang memperngaruhi hasil belajar siswa, Disiplin dapat tumbuh dan dibina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan dimulai sejak dalam lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh berkembang sehingga menjadi disiplin yang semakin kuat,Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi perkembangan anak. Di dalam keluarga seorang anak mengalami proses sosialisasi untuk pertama kalinya, di mana dalam  proses ini seorang anak diajarkan dan dikenalkan berbagai nilai kehidupan yang sangat berguna dan menentukan bagi perkembangan anak di masa depan. Walaupun anak sudah bersekolah peranan keluarga (orang tua) dalam keberhasilan belajar anak-anaknya masih sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan motivasi dan disiplin dalam keluarga terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 7 Nganjuk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif.Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan ingin memperoleh gambaran tentang Pengaruh penerapan motivasi dana disiplin keluarga dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian di mulai dari tahapan – tahapan sebagai berikut : Tahap persiapan, Tahap pembuatan instrumen, Tahap pelaksanaan pengambilan data, Analisis data, Tahap pembuatan laporan. Menggunakan  populasi dan sample, dengan teknik pengumpulan data: metode angket/ kuesioner, wawancara. Kata kunci : Motivasi, Disipin, Hasil belajar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS VIIA SMP NEGERI 2 LAMONGAN DIAN Utama UTAMA WATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p257-271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PKn di kelas VII A SMP Negeri 2 Lamongan dan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa test, observasi dan angket sebagai penunjang data. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentasi. Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran guru dalam pelaksanaan pembelajarannya telah sesuai dengan sintak pembelajaran berbasis masalah. Dimulai dari guru mengawali kegiatan belajar mengajar, menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan pre test pada siswa, menyampaikan materi pembelajaran, membentuk kelompok diskusi, mengamati siswa berdiskusi dalam kelompok, mengamati kegiatan presentasi hasil diskusi kelompok, melakukan evaluasi dan meyimpulkan hasil diskusi bersama dengan siswa, memberikan post test untuk dikerjakan oleh siswa hingga menutup atau mengakhiri kegiatan belajar mengajar. Dan berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan dari 26,67%, meningkat menjadi 86,67%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah telah berhasil dilaksanakan. Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif, pembelajaran berbasis  masalah
STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH WIYUNG SURABAYA YAHYA SULTHONI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p272-287

Abstract

Peran orang tua bagi anak sangat penting dalam membentuk karakter anak.Anak yatim tidak bisa merasakan peran orang tua karena mereka tidak mempunyai orang tua. Salah satu cara yang dilakukan agar anak yatim tetap dalam pengasuhan adalah dengan menampung anak-anak tersebut ke dalam suatu wadah, yaitu panti asuhan.Panti Asuhan Muhammadiyah Wiyung sebagai pengembang dalam membentuk karakter anak yang lebih baik dengan strategi yang digunakan oleh panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, interview, dan dokumentasi.Sedangkan untuk analisis penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitalif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang atau prilaku yang diamati. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi panti asuhan dalam membentuk karakter anak yaitu dengan cara, (1) memberikan tugas pada anak, (2) mewajibkan anak-anak untuk mengaji dan sholat berjamaah (3) mengembangkan unit ekonomi produktif. Hambatan yang ditemui ketika strategi pembentukan karakter yaitu: (1) Kondisi gedung panti asuhan yang sedang direnovasi,(2) Pengaruh anak diluar panti, (3) Sifat dan watak yang susah diatur. Kata kunci:Strategi, Pembentukan Karakter

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue