cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI DAN HASIL PENDIDIKAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 DRIYOREJO GRESIK DEFA MASHURI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p288-305

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1).untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dan guru dalam menanamkan Pendidikan Budi Pekerti pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik. (2).untuk mengetahui hasil penanaman Pendidikan Budi Pekerti pada kelas XI di SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik terkait perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan perhitungan persentase. Populasinya adalah 45 siswa kelas XI IPA - IPS diambil 15% dari tiap kelas XI sesuai jumlah siswa dalam kelas tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam strategi dan hasil pendidikan budi pekerti yang sudah ditanamkan oleh guru dan kepala sekolah pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Driyorejo Gresik. Hasilnya 92,68% atau dalam kategori amat baik. Bahwa strategi yang banyak dan sering digunakan oleh guru adalah Strategi Keteladanan atau contoh, Teguran, Tindakan dan Pembiasaan yang digunakan oleh guru mata pelajaran PKn, Agama Islam, Agama Kristen, BK sudah dilaksanakan dengan baik disesuaikan dari sifat, karakter dan kondisi siswa per kelas pada siswa kelas XI.   Kata kunci : Pendidikan Budi Pekerti
POLA PEMBINAAN SANTRI DALAM MENGENDALIKAN PERILAKU MENYIMPANG DI PONDOK PESANTREN SABILUL MUTTAQIN, DESA KALIPURO, KECAMATAN PUNGGING, MOJOKERTO IDA RAHMAWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n1.p306-320

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pola pembinaan santri dalam upaya pengendalian tindak penyimpangan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tentang pola pembinaan santri dalam mengendalikan perilaku menyimpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan informan ditentukan dengan purposive sampling. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan reduksi data, display atau penyajian data, dan tahap kesimpulan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, yang terdiri dari santri dan pengurus pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pembinaan yang dilakukan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin lebih kepada pola pembinaan yang tertutup serta menggunakan peraturan tertulis sebagai pedoman dan bersifat kekeluargaan. Karena pembinaan seperti ini lebih efisien dibandingkan dengan pembinaan yang memaksa atau menggunakan kekerasan terhadap santri. Peraturan yang ada juga di sosialisasikan setiap saat tanpa ada batasan waktu yang ditentukan dan menggunakan media ceramah dan kitab-kitab klasik. Kata Kunci: Pola Pembinaan, Santri, Penyimpangan Perilaku
Pengaruh Implementasi PAKEM dengan Penggunaan Media Audiovisual Gerak terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPN I Mojokerto Desy Aris Sugiarti; Arifin Rahman
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p321-325

Abstract

Pembelajaran lebih menekankan pada menghafal materi yang dipelajari tanpa mengkaji inti materi yang diajarkan. Hal ini tidak sejalan dengan Permendiknas No.41 Tahun 2007, bahwa pembelajaran seharusnya menjadi aktivitas yang bermakna bagi setiap individu. Guru dituntut untuk menciptakan dan menggunakan berbagai perkembangan teknologi sebagai inovasi penggunaan media serta melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Mengetahui pelaksanaan PAKEM dengan media video; 2)Menguji pengaruh implementasi PAKEM dengan penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa; 3)Mengetahui hambatan pelaksanaan PAKEM dengan media video pada mata pelajaran PKn Kompetensi Dasar “Mendeskripsikan kasus pelanggaran dan upaya penegakan HAM”.Penelitian ini merupakan pre eksperimental One group pre test post test design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Mojokerto kelas VII-B yang terdiri dari 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, skala sikap, observasi, dan wawancara. Analisis data dengan deskriptif kuantitatif dan uji beda t test untuk sampel berpasangan.Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan: 1)Pelaksanaan PAKEM dengan media video terlaksana sesuai indikator PAKEM; 2)Ada pengaruh yang signifikan antara implementasi PAKEM dengan penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa dengan t hitung (6,309 ≥ 2,462(1%) ≥ 1,699(5%)); 3)Hambatan pelaksanaan PAKEM dengan media video yaitu pengelolaan waktu, melatih berpikir kritis siswa dan melakukan penilaian secara berkelanjutan.Kata Kunci: PAKEM, Video, Pendidikan Kewarganegaraan.Learning process more empashizes on memorize to the matter which is learned without review the matter teach. This is deviate with Permendiknas’s rule number 41 on 2007, learning should be meaningful activity for everyone. Teacher is demanded to create and uses technological developments as the innovation uses media by involving active student in learning. The purpose of this research are: (1)Describe implementation of PAKEM with video media; (2)Try influence of PAKEM implementation with video media to result learning; (3)Describe obstacle of PAKEM implementation on the civics education basic competencies describe infraction cases and maintenance effort of Human Rights.This research is an pre-experimental one group pre test-post test design. Researcher applied in Junior High School 1 Mojokerto, VII-B class consist of 30 student. The technique of collecting data uses tests, attitude scales, observation and interviews. Data analysis with quantitative descriptive and different test with t test sample related.Based on data has gotten, it should be conclusioned: 1)PAKEM implementation with video media is worked based on PAKEM indicator; 2)There is influence of PAKEM implementation with video media to result learning with t count (6,309≥ 2,462 (1%) ≥ 1,699 (5%)); 3)The obstacle of PAKEM implementation with video media are time management, practising critical thinking of student, and doing the assessment continue.Keywords: PAKEM, Video, Civic Education. 
PERAN IBU RUMAH TANGGA LOWER CLASS DALAM MEMBANGUN KECERDASAN MORAL ANAK MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA Di Kelurahan Pucanglaban Tulungagung Ayu Tias Tirta; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p336-351

Abstract

Abstrak Ibu memiliki peran penting dalam pendidikan keluarga terutama dalam membangun kecerdasan moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ibu rumah tangga lower class di Kelurahan Pucanglaban dalam membangun kecerdasan moral anak melalui pendidikan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakaan kuesioner, wawancara dan observasi. Penelitian sensus dengan sampel 48 ibu rumah tangga yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan di Desa Pucanglaban. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang paling sering diterapkan oleh ibu adalah strategi pembiasaan. Pembiasaan yang dilakukan oleh dengan memberikan contoh perilaku dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan Ibu kurang berperan dalam menerapkan strategi hukuman karena cenderung berbentuk kekerasan fisik dan kurang membangun. Indikator kecerdasan moral yang paling baik dikembangkan adalah indikator keadilan yang ditunjukkan sebagai bentuk pelaksanaan hak dan kewajiban yang penting untuk dipenuhi, sehingga anak pada keluarga lower class cenderung lebih aktif menuntut haknya daripada melaksanakan kewajibannya. Indikator yang kurang dikembangkan adalah kebaikan hati,yaitu kurangnya kepedulian terhadap binatang dan lingkungan sekitar. Saran yang diberikan adalah Meningkatkan kemampuan ibu agar dapat menerapkan strategi pendidikan lebih baik, melalui forum-forum diskusi dan memanfaatkan organisasi PKK di desa untuk memberikan sosialisasi tentang pendidikan anak. Kata kunci : Kecerdasan Moral, Ibu Rumah Tangga Lower class Abstract Mothers have an important role in family education, especially for building moral intelligence of children. This study aims to describe the role of the lower class housewives in the Pucanglaban for building moral intelligence of their children through a family education. This research is quantitative descriptive. Data was collected through questionnaires, interviews and observation. Researh conducted with a sample of 48 housewives who enrolled in the Family Hope Program in Rural Pucanglaban. Results showed the most common strategies applied by the mother is habituation strategy. Habituation by giving examples of behavior in their daily lives. While the mother is not totally involved in conducting punishment strategy, because punishment tends to create physical violence and is not really helpful The best moral intelligence indicator to implement is justice indicator which is showed as implementation of right and obligation which are important, so they tend to be more active in demanding their rights than to perform their obligations. Indicators that are less developed is kindness, ie the lack of concern for animals and the environment. Advice given is Improving mother’s ability so that she can implement better education strategies through forum discussions and utilize Development Of Family Welfare (PKK) to socialize children education.Keywords: Moral Intelligence, Lower class Housewife
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN (STUDI DESKRIPTIF DI SMA SEMEN GRESIK) Rizki Azhar Murti
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p352-366

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan salah satu aspek penting yang memiliki peranan pokok dalam membentuk karakter generasi muda termasuk karakter peduli lingkungan. SMA Semen Gresik merupakan salah satu sekolah swasta yang berhasil membentuk karakter siswanya melalui konsep Sekolah Berwawasan Lingkungan dan meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dan hambatan yang dihadapi pihak sekolah dalam upaya membentuk karakter siswa beserta cara mengatasinya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknsik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah meliputi (1) pengintegrasian materi lingkungan ke dalam semua mata pelajaran; (2) melalui pengembangan diri meliputi kegiatan rutin seperti pengadaan piket kelas; kegiatan spontan seperti mengingatkan jadwal piket siswa; keteladanan yang dilakukan oleh tenaga pendidik; pengondisian meliputi tersedianya sarana prasana, kegiatan penyuluhan bagi guru dan siswa, pengelolaan makanan yang boleh dijual di kantin sekolah; (3) pengadaan ekstrakurikuler berkaitan dengan lingkungan yakni ekstrakurikuler Hijau dan Pecinta Alam. Hambatan yang dihadapi pihak sekolah yaitu regenerasi siswa, kurangnya dukungan dari keluarga, relativitas sikap kepedulian dari tenaga pendidik. Upaya atau cara mengatasinya adalah dengan melakukan penyuluhan pada siswa baru saat MOS, mengingatkan serta mengawasi perilaku siswa dan mengikutsertakan guru pada kegiatan workshop atau seminar bertema lingkungan.Kata Kunci: pembentukan karakter, sekolah berwawasan lingkungan.AbstractEducation is one of the important aspects that play a role in building the character of young people including concerned about the environment. SMA Semen Gresik is one of the private schools that succeeded in building the character of their students through the concept of Environmental Education and awarded Adiwiyata at national level. The purpose of this study was to determine the strategies and obstacles faced by the school in order to form the students’ character and how to overcome them. This research is a descriptive study. Data collection techniques used observation, interview, and documentation. Data analysis was done through data reduction, data presentation, and data verification. The results show that the strategies of the school include (1) the integration of environmental materials into all subjects and incorporate environmental education as local content; (2) through self-development includes routine activities such as procurement classroom picket; spontaneous activities such as reminding others picket schedule; exemplary that conducted by educators; conditioning includes the availability of infrastructures, education activities for teachers and students, food management that may be sold in the school cafeteria; (3) extracurricular procurement related to the environment that are Green and Nature Lovers extracurricular. Barriers faced by the school regeneration of students; the lack of support from family, relativistic of caring attitude from educators. Efforts or how to cope with that problems were done by the school, which are conducting outreach to the new students at MOS, alerting and controlling the students' behavior, and engaging teachers in the environmental workshops or seminars.
STRATEGI MADRASAH TSANAWIYAH MAMBA’UL-ULUM AWANG-AWANG MOJOSARI DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP SISWA Ubaidilah 0009075708
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p%p

Abstract

AbstrakKecakapan hidup merupakan kemampuan seseorang untuk dapat berdaptasi, bertahan hidup, dan berperilaku positif secara fisik maupun verbal dengan baik sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa.Penelitian ini berlokasi di Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret-April 2013. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi, karena yang akan diteliti adalah 36 guru MTs Mamba’ul-Ulum Awang-Awang Mojosari. dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif deskriptif menggunakan prosentase.Hasil penelitian bahwa strategi Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa yaitu strategi dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa melalui pembiasaan baik pembiasaan akhlak, fiqih praktikum, dan hafalan doa sehari-hari dan didukung dengan rancangan kurikulum yang mengarah pada kecakapan hidup, terutama kecakapan personal dan sosial. Strategi yang kedua adalah pembelajaran kontekstual yang meliputi komponen kontruktivistik, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, dan refleksi. Strategi pengembangan diri yang meliputi ekstrakurikuler dan OSIS dan hal ini didukung dengan banyaknya kegiatan pada ekstrakurikuler dan program kerja OSIS yang melibatkan siswa itu sendiri. Ketiga strategi yang dilakukan oleh MTs Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari dalam kategori baik.Kata Kunci: Kecakapan Hidup, Madrasah Tsanawiyah.AbstractLife skills a person’s ability to be able to adapt, survive, and behave physically and verbally properly so that it can be accepted by society. The study aimed to describe the MTs Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari strategy to develop life skills.This study is located in MTs Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari. this study uses a quantitative approach with descriptive methods. The time of the study started in march and april 2013. This study is a population study because which will be researched is 36 teachers in MTs Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari with data collection techniques such as questionnaires and interviews. Data analysis technique that used is descriptif quantitative analysis using percentage.The result of research strategy of MTs Mamba’ul-Ulum Awang-awang Mojosari to develop life skills through habitual action that is included supported by the design of the curriculum that leads to life skills especially personal skill and social skill. Second strategy that Contextual learning strategies include components of construktivist, inquiry, questioning, learning community, modelling, and reflection. Last Strategy of self-development include extracuricular activities and student council. This is supported by the many activities that involve students themselves.
TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA (STUDI KASUS UMAT ISLAM DAN KRISTEN DUSUN SEGARAN KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO) Lely Nisvilyah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p382-396

Abstract

AbstrakDusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto memiliki dua agama dengan persentase penduduk yang memeluk agama Islam dan Kristen adalah 70% : 30%. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai dasar yang menjadi landasan terbentuknya toleransi antar umat beragama, (2) mengetahui bentuk toleransi antar umat beragama Islam dan Kristen di Dusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, deskripsi data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif nilai-nilai dasar yang menjadi landasan terbentuknya toleransi antar umat beragama adalah nilai agama dan nilai budaya. Sedangkan, secara empirik terdiri atas nilai kemanusiaan, nasionalisme, historis, keteladanan tokoh masyarakat, dan nilai kesabaran. Bentuk toleransi agama bagi umat Islam meliputi kegiatan Tahlil bapak-bapak, Tahlil putri, Jamiyah Diba’, Khataman dan pengajian. Sementara, bentuk toleransi agama bagi umat Kristen berupa kegiatan kebaktian keluarga dan ibadah tiap hari Minggu di Gereja. Bentuk toleransi sosial berupa kerjasama antara umat Islam dan Kristen di Dusun Segaran terdiri atas gotong-royong, donor darah, kegiatan 17 Agustus, PKK dan rapat RT.Kata Kunci: Toleransi, Umat Islam dan Kristen, dan Persatuan IndonesiaAbstractSegaran Hamlet have two religions with the percentage of people who converted to Islam and Christians are 70%: 30%. The aim of this research were to know (1) the basic values that underlie the formation of inter-religious tolerance of Muslims and Christians, (2) to know the form of inter-religious tolerance of Islam and Christianity in the Segaran Hamlet Dlanggu district Mojokerto town.This research uses a qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Analysis of data from data collection, data reduction, data description and making conclusions. Results of this research are normatively basic values that underlie the formation of inter-religious tolerance in Islam and Christian consists of the value of religious and cultural values. Meanwhile, empirical values consists of human values, nationalism, historical, exemplary community leaders, and value of patience. The form of religious tolerance for Muslims include activities Tahlil fathers, Tahlil daughter, Jamiyah Diba ', Khataman and recitation. Meanwhile, the form of religious tolerance for Christians include of family services and worship services every Sunday at church. Forms of social tolerance between Muslims and Christians in the Segaran hamlet consists of mutual help, blood donors, activities August 17, PKK and RT meeting.Keywords: Tolerance, Muslims and Christians, and the Indonesian United
MEMBANGUN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA SMA KHADIJAH SURABAYA MELALUI IMPLEMENTASI TATA TERTIB SEKOLAH Destya Dwi Trisnawati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p397-411

Abstract

ABSTRAKSekolah memiliki peran dalam melakukan transformasi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai budaya.Penelitian ini untuk mengetahui proses membangun disiplin dan tanggung jawab siswa SMA Khadijah Surabaya melalui implementasi tata tertib sekolah, kendala yang dialami dan upaya untuk mengatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian ini terbagi berdasarkan tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi. Perencanaan diwujudkan dalam proses penyusunan peraturan tata tertib siswa, pelaksanaan pengembangan diri siswa dilaksanakan melalui 1) kegiatan rutin sekolah; 2) kegiatan spontan; 3) keteladanan; 4) pengondisian, dan evaluasi terhadap sejauh mana keberhasilan pelaksanaan tata tertib. Sedangkan kendala-kendala yang dialami yaitu kurangnya kesadaran diri siswa akan pentingnya disiplin dan tanggung jawab, kurangnya kedisiplinan di rumah, pengaruh lingkungan pergaulan siswa, kurangnya sikap keteladanan beberapa guru dalam ketepatan datang ke sekolah, kurangnya kepedulian dan ketegasan beberapa guru sebagai motivator dalam menegur siswa yang bermasalah dengan tata tertib, dan kurangnya sosialisasi penambahan peraturan baru oleh pihak kesiswaan kepada guru piket. Upaya mengatasi kendala yaitu memberikan pembinaan kepada siswa yang bermasalah oleh guru atau wali kelas dengan mendatangkan orang tua, komunikasi antar warga sekolah, dan musyawarah dalam kegiatan ESI.Kata kunci : Disiplin, Tanggung Jawab, Tata Tertib SekolahABSTRACTSchool have a roles transforming the knowledge, skills, and cultural values. This research have some benefit, it is for knowing the process of building discipline and responbility of senior high school of Khadijah Surabaya with the implementation of school rules, the problem they have and attemt to overcome.This research used a qualitative approach with descriptive methods.The research data was obtained through interviews, observation and documentation.Analysis using data reduction, data presentation, and data verification.The result is divided by three phases, namely planning, implementation, and evaluation. Planning is realized in the process of preparing student disciplinary rules, the implementation of self-development of students is carried out with 1) school routines; 2) spontaneous activity; 3) exemplary; 4) conditioning, and the evaluation of the extent of implementation of the order.While the problem they have is the weak awareness of the importance of self-discipline and responsibility of the students, the weak of discipline at home, and poor of parental supervision, the influence of social environment, the lowest attitude exemplary from some teacher to come to school, the weak of awareness and assertiveness some teachers as motivators in reprimanding students with discipline problems, and the weak of socialization addition of new rules by comite to the teacher. Attemp to overcome the obstacles which provide coaching to students who have problems with the order by the homeroom teacher or invite the parent, communication between the school community, and meeting in the ESI activities (Evaluation and Information Sharing).Keywords : Discipline, Responsibility, Rules of conduct at school
STRATEGI PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA DI SMAN OLAHRAGA JAWA TIMUR Siti Kuswaroh; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p412-426

Abstract

AbstrakKepribadian menjadi hal yang penting untuk dikembangkan karena dengan kepribadian yang baik seorang individu akan lebih mudah diterima oleh masyarakat dan bisa mendukung individu mencapai keinginannya. SMAN Olahraga Jawa Timur merupakan sekolah yang berfokus untuk mencetak atlet yang berkarakter, cerdas, berprestasi Nasional dan International sehingga dalam menajemennya selalu mengusahakan keseimbangan antara kecerdasan emosional, spiritual, intelektual dan daya saing. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana model strategi, pelaksanaan strategi dan dampak pelaksanaan strategi pengembangan kepribadian siswa di SMAN Olahraga Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang diambil sebesar 118, 22 pembina dan 96 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dalam persentase. Hasil penelitian menunujukkan strategi yang digunakan dalam mengembangkan keribadian di SMAN Olahraga Jawa Timur melalui keteladanan, pembiasaan atau pengkondisian aktivitas siswa, pemberian nasihat/motivasi/pengarahan, menggunakan mekanisme kontrol atau pengawasan dan pemberian tugas-tugas menantang dengan menggunakan sistem hadiah dan hukuman. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara merealisasikan strategi yang dirancang kedalam berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan oleh guru, pelatih, pembina asrama dan karyawan. Hasil angket yang disebarkan pada siswa diketahui bahwa strategi tersebut berdampak positif dalam meningkatkan kualitas kepribadian siswa SMAN Olahraga Jawa Timur.Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Kepribadian Siswa.AbstractPersonality become the important thing to be developed because an individual with a personality good will be more easily accepted by the people and can support individual reached his desire. Sports Senior High School of East Java is a school that focuses to build athletes with character, intelligent, accomplished National and International, so in the management always try a balance between emotional intelligence, spiritual intelligence, intellectual intelligence and competitiveness. This research aims to know and describe how their model strategy, the strategy effect and implementation of development strategies personality for student’s from in sports senior high school of East Java. This research is used a quantitative approach with descriptive methods.. The samples are used in this research was 118, which is 22 supervisors and 96 students. In the gathering the data is used interviewing, questionnaires, observation, and documentation techniques. The analysis technique is used the data obtained from the questionnaire were analyzed with descriptive quantitative in percentage. The result of research strategies are used to develop the student’s personality in Sports Senior High School of East Java by modeling or setting the example, habituation or conditioning activities of students, giving advice motivation/direction, control or supervision mechanisms and challenging assignments using a system of reward and punishment. In the implementation is done to realize the strategies designed into various forms of activities undertaken by teachers, coaches, supervisors and employees of boarding school. From the results of a questionnaire that is distributed to the students in mind that these strategies have a positive impact in improving the quality of sports personality of in Sports Senior High School of East Java.Keyword : Development Strategy, Personality Student.
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP KEBERSAMAAN SISWA DI SMPN 1 TARIK SIDOARJO Mudji Sulistyowati; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p427-441

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti karawitan, Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kondisi sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan karawitan; (2) adakah perbedaan sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti karawitan.Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori sosial observasional Albert Bandura. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik komparatif. Lokasi penelitian yaitu di SMP Negeri 1 Tarik Sidoarjo, dengan sampel berjumlah 40 siswa yaitu 20 siswa mengikuti karawitan dan 20 siswa tidak mengikuti karawitan. Permasalahan kesatu dianalisis secara deskriptif dan kedua dianalis menggunakan chi kuadrat.Kondisi sikap kebersamaan siswa yang mengikuti yaitu bekerjasama dan kompak memainkan gamelan sesuai dengan irama tembang jawa, saling menghargai, dan saling membantu. Sedangkan sikap kebersamaan siswa yang tidak mengikuti karawitan yaitu kerjasama tim dalam mengumpan bola kepada lawan agar tidak terjadi rebutan sehingga permainan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis perbedaan sikap dengan tehnik komparatif chi kuadrat diperoleh X2hitung = 8,858 dan X2 tabel= 5,991 pada taraf signifikansi 5%, terdapat perbedaan sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti karawitan karena 8,858>5,991.Kata Kunci: Eksrakurikuler, karawitan dan Sikap KebersamaanAbstractThis research studies students togetherness attitude who follow and not follow traditional music, the research focus are: (1) how is the condition of students togetherness attitude who follow and not follow traditional music activities, (2) Is there a difference in students togetherness attitude who follow and not follow traditional music.The theory used observational social theory by Albert Bandura. Types of research used descriptive quantitative with comparative technique. This research location is SMP Negeri 1 Tarik Sidoarjo, the number of sampel is 40 students who are 20 students who follow traditional music and 20 students who do not follow traditional music. The data collect by using attitude scale tests, observation, and interview.The condition of student togetherness attitudes seen how students collaborate and compact play the gamelan according to the rhythm of Javanese tembang, the mutual respect and help each other. While students togetherness attitude who do not follow traditional music seen from collaborative team throw ball to enemy so that no happened for taking the ball. Based on results of the data analysis using chi kwadrad comparative technique is obtained X2 = 8,858 and X2 table =5,991 in the 5% significance level, there is a difference in students togetherness attitude who follow and not follow traditional music because 8,858 > 5,991.Keyword : extracurricular, traditional music, and togetherness attitude

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue