cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERSEPSI TOKOH LINTAS AGAMA TERHADAP PEMIKIRAN “GUS DUR” TENTANG PLURALISME AGAMA Swastiko Putro
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p442-458

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki berbagai agama dan aliran kepercayaan. Kemajemukan ini menjadi potensi unik apabila mereka bisa hidup rukun, berdampingan dengan damai, aman dan tentram. Konsep pluralisme agama mengajarkan tentang kerukunan antar umat beragama yang diwujudkan dengan mengedepankan sikap saling terbuka, saling mengerti, memahami dan menerima yang merupakan sikap toleransi antar umat beragama, sehingga memandang pluralitas agama sebagai kenyataan bahwa kita berbeda-beda namun tetap mempertahankan ciri-ciri spesifik (ajaran agama masing-masing).Persepsi tokoh lintas agama terhadap pemikiran “Gus Dur” tentang pluralisme agama terbagi menjadi dua kelompok yaitu (1) kelompok yang menerima pemikiran “Gus Dur” tentang pluralisme agama, (2) kelompok yang tidak menerima pemikiran “Gus Dur” tentang pluralisme agama. Agar tidak terjadi persepsi yang salah terhadap pemikiran “Gus Dur” tentang pluralisme agama perlu adanya upaya-upaya untuk mengenalkan konsep pluralisme agama pada umumnya dan pluralisme agama yang dimiliki “Gus Dur” pada khususnya terhadap masyarakat Indonesia.Kata Kunci : Persepsi, Pemikiran ”Gus Dur”, Pluralisme AgamaAbstractIndonesia has a range of religions and faiths. Religion in Indonesia there are six. This diversity into the unique potential if they can live in harmony, side by side with a peaceful, safe and secure. The concept of religious pluralism teaches about inter-religious harmony are realized by promoting mutual open, understand each other, understand and accept that an inter-religious tolerance, so consider religious plurality as the fact that we are different but still retain the specific characteristics ( the teachings of their religion).It can be concluded that the perception of the notion of interfaith leaders "Gus Dur" on religious pluralism divided into two groups: (1) a group that received ideas "Gus Dur" on religious pluralism, (2) those who do not accept the idea " Gus Dur "on religious pluralism. To avoid a false perception of the notion of "Gus Dur" about the need for religious pluralism efforts to introduce the concept of religious pluralism and religious pluralism in general possessed "Gus Dur" in particular to the people of Indonesia.Keywords: Perception, Thought "Gus Dur", Religious Pluralism
PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN PKn UNTUK MENANAMKAN TANGGUNGJAWAB PADA SISWA TUNARUNGU SLB VETERAN SIDOARJO Syukma Pradhana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p459-473

Abstract

AbstrakTanggungjawab merupakan salah satu hal yang penting dalam pembentukan kepribadian anak. Media gambar bisa menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran PKn pada anak tunarungu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui upaya guru PKn dalam menanamkan tanggungjawab pada siswa, untuk mengetahui hambatan yang dialami guru PKn dalam penerapan media gambar untuk menanamkan tanggungjawab dan untuk mengetahui cara mengatasi hambatan dalam penerapan media gambar untuk menanamkan tanggungjawab pada siswa tunarungu SLB Veteran Sidoarjo.Subjek penelitian ini adalah semua siswa tunarungu SLB Veteran Sidoarjo yang berjumlah 10 siswa. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam jurnal ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, angket, dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif.Penerapan media gambar dalam pembelajaran PKn untuk menanamkan tanggungjawab pada siswa tunarungu SLB Veteran Sidoarjo dilakukan dengan baik yaitu 76% menurut hasil angket dari siswa, namun dalam pelaksanaannya terjadi beberapa hambatan yang dialami oleh guru PKn. Hambatan-hambatan tersebut adalah kondisi lingkungan, kurangnya komunikasi baik guru dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan orang tua siswa dan kondisi fasilitas sekolah yang tidak memadai. Cara mengatasi hambatan tersebut dengan memberikan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai, meningkatkan komunikasi dengan siswa dan orang tua siswa, serta meningkatkan fasilitas belajar mengajar.Kata Kunci: media gambar, pembelajaran PKn, tanggungjawab.AbstractResponsibility is one of the things that are important in the formation of the child's personality. Media images can be an alternative in civics learning in children with hearing impairment. The research objective was to determine the Civics teacher effort in instilling responsibility in students, to find out the barriers experienced Civics teachers in the application of media images to instill responsibility and to learn how to overcome obstacles in the application of media images to instill responsibility in students with hearing SLB Veteran Sidoarjo.The subjects were all deaf students SLB Veteran Sidoarjo totaling 10 students. To obtain the necessary data in this thesis used several data collection techniques include interviews, questionnaires, and observations. Data analysis was descriptive quantitative techniques.The application of media images in teaching civics to instill responsibility in students with hearing SLB Veteran Sidoarjo done well is 76% according to the results of the student questionnaires, but in practice occurred several barriers experienced by Civics teacher. These constraints are environmental conditions, lack of communication, both teachers and students, students and teachers, teachers with parents and the condition of school facilities are inadequate. How to overcome these obstacles by providing adequate educational support environment, improve communication with students and parents, as well as improving teaching and learning facilities.Keywords: media images, learning Civics, responsibility.
KINERJA KEPALA DESA MENURUT JENJANG PENDIDIKAN di KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK Guruh Candra Nugraha
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p474-488

Abstract

AbstrakImplementasi dari peraturan pemerintah daerah tentang pemerintahan desa telah menunjukkan kepala desa khususnya di Kecamatan Menganti memiliki latar belakang atau tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Serta yang tidak dapat dibantah pula, kepala desa di Kecamatan Menganti menghasilkan kinerja yang beragam dalam menjalankan pemerintahan di desanya. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : “Bagaimana Kinerja Kepala Desa menurut Jenjang Pendidikan di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik”.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Kinerja Kepala Desa menurut Jenjang Pendidikan di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur.Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 100 responden (aparatur desa dan masyarakat). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan angket campur. Sedangkan analisis datanya menggunakan rumus persentase.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja kepala desa menurut jenjang pendidikan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kepala desa yang berpendidikan SMP, kepala desa yang berpendidikan SMU dan kepala desa yang berpendidikan sarjana.Kata Kunci : pengukuran kinerja.AbstractImplementation of government regulations on village government has shown a particular headman in Desa Menganti have the background or education level different. The head of the village in Desa Menganti produced a mixed performance in running the government in his village. Based on the background mentioned above, the authors formulate the problem as follows: "How the Headman Performance based on its Education at Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik ".This study aims to describe the performance level According to Headman’s Education of Desa Menganti, Gresik. This research was conducted in Desa Menganti, Kabupaten Gresik, East Java Province.This study use descriptive quantitative with cluster random sampling of 100 respondents (village officials and the public). Then, Data collection techniques is using closed and open questionnaire.While data analysis using the percentage formula. According to education level, the research results show that the headman’s performance is a highly significant difference between the headman junior high school education, high school-educated and Graduate educated.Keywords: performance appraisal.
UPAYA POLRESTABES SURABAYA DALAM MENANGGULANGI PELANGGARAN LALU LINTAS Ragil Muhammad Asywiem Syah Aulia
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan yang dihadapi kota besar adalah lalu lintas. Hal ini terbukti dari indikasi angka pelanggaran yang meningkat. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini (1) bagaimanakah upaya polrestabes surabaya dalam menanggulangi pelanggaran lalu intas, (2) kendala apa yang dihadapi dalam melaksanakan upaya preventif dan represif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana upaya dan kendala polrestabes surabaya dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran adalah delik yaitu perbuatan yang melawan hukum baru dapat diketahui setelah ada undang-undang yang mengatur. Lalu lintas adalah gerak kendaraan, tidak bermotor, pejalan kaki dan hewan di jalan yang merupakan salah satu cabang dari transportasi yang menyangkut operasi dari jalan Pelanggaran lalu lintas disebut tilang merupakan kasus ruang lingkup pidana yang diatur dalamUU Nomor 22 Tahun 2009. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa upaya polrestabes dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas belum maksimal. Kendala meliputi faktor internal, kurangnya personil, kendaraan patroli terbatas, oknum aparat nakal dan kurangnya dana. Kendala eksternal, kurangnya sosialisasidan kurangnya pengetahuan rambu lalu lintas. Kata Kunci: Pelanggaran Lalu lintas, Upaya Preventif, Upaya Represif Abstract One of the major problems facing the city is the traffic. This is evident from the increasing number of violations indication. The formulation of the issues raised in this study (1) how Polrestabes efforts in tackling traffic violations surabaya intas, (2) obstacles faced in implementing preventive and repressive. The purpose of this research effort and learn how to overcome obstacles Polrestabes Surabaya traffic violations Violations are offenses against the law of the act which can only be known after the legislation governing. Traffic is the movement of vehicles, not motorized, pedestrians and animals on the road which is one branch of surgery concerned transport from road traffic violation ticket is called the scope of the criminal case is set inside UU No. 22 of 2009. This study uses qualitative research methods with qualitative descriptive approach. The data collection techniques used in this study using the method of observation, in-depth interviews, and documentation. Based on the research results can be explained that Polrestabes efforts in tackling traffic violation is not maximized. Constraints include internal factors, lack of personnel, patrol vehicles is limited, naughty apparatus and lack of funding. External constraints, lack sosialisasi and lack of knowledge of traffic signs. Keywords: Traffic Violations, Preventive Efforts, Efforts Repressive
PERAN ANGGOTA LALU LINTAS POLRESTABES DALAM UPAYA MENEKAN ANGKA KECELAKAAN DI WILAYAH SURABAYA Febry Dian Rachma
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p489-503

Abstract

AbstrakAkhir-akhir ini banyak terjadi kasus kecelakaan di jalan raya di wilayah Surabaya. Tingginya angka kecelakaan yang terjadi di wilayah surabaya menjadi perhatian khusus bagi Satlantas polrestabes Surabaya, sehingga perlu ada suatu program yang bertujuan untuk meningkakan keselamatan berkendara sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan. Program tersebut adalah program safety riding. Maka diperlukan peranan dan strategi dari anggota polisi lalu lintas untuk menjalankan program tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dan strategi yang dilakukan oleh anggota polisi lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan, Penelitian ini hanya akan meneliti sebatas peranan dan strategi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan one shot approach. Subjek penelitian ini adalah Kasubnit Dikyasa dan beberapa anggota polisi lalu lintas yang bersedia untuk diwawancarai yang diambil dengan teknik judgement sampling.Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa Satlantas Polrestabes Surabaya mempunyai program keselamatan berkendara, memaksimalkan peranan anggota polisi lalu lintas dan beberapa strategi untuk mensosialisasikan program Safety riding. Peranan polisi lalu lintas antara lain mengatur arus lalu lintas, mensosialisasikan program Safety riding dengan menggunakan isyarat tangan, rompi dada, tanda jari roda 2 lajur kiri. Strategi yang dilakukan oleh satlantas polrestabes Surabaya antara lain, memasang papan himbauan, spanduk, banner. Selain itu untuk menjalankan program tersebut dari satlantas polrestabes surabaya terlebih dahulu mensosialisasikan program tersebut kepada anggota polisi lalu lintas, hal ini bertujuan agar saat bertugas dilapangan anggota polisi lalu lintas bisa memaksimalkan peranannya. Simpulan dari penelitian ini bahwa Satlantas polrestabes Surabaya hanya memaksimalkan peranan anggota polisi lalu lintas, menjalankan strategi. Berdasarkan data dari hasil wawancara dengan beberapa anggota polisi lalu lintas yang bersedia untuk di wawancarai disimpulkan bahwa sudah cukup baik dalam melaksanakan peranan dan strategi, meskipun belum maksimal karena masih ada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas dan mengabaikan keselamatannya.Kata Kunci : Peran dan Strategi, Polisi Lalu Lintas, Angka KecelakaanAbstractLately many cases of road accidents in the area of Surabaya. The high number of accidents that occurred in the area of special concern for Surabaya Satlantas Polrestabes Surabaya. There needs to be a program that aims to improve road safety and in an effort to reduce the number of accidents.. The program is a safety riding program. Then the required role and strategy of the traffic police to carry out the program. The purpose of this study was to determine the role and strategies undertaken by members of the traffic police to reduce the number of accidents through safety riding program, This study will only examine the extent of the role and strategy. This research is descriptive qualitative research with one approach shot approach. The subjects were Kasubnit Dikyasa and some members of the traffic police are willing to be interviewed were taken with judgment sampling technique.Based on the data, it shows that Surabaya has Satlantas Polrestabes driver safety program, maximizing the role of the traffic police and some strategies to promote safety riding program. The role of the traffic police, among others, regulate the flow of traffic, promote safety riding program using hand signals, vest chest, finger marks, 2 wheel left lane. Strategies undertaken by Satlantas Polrestabes Surabaya, among others, put up an appeal board, banner, banner. In addition to running the program from Surabaya Polrestabes Satlantas advance its promotion to the members of the traffic police, it is intended that the field while on duty traffic police can maximize its role. Conclusions from this research that Satlantas Polrestabes Surabaya only maximize the role of the traffic police, run strategy. Based on data from interviews with several members of the traffic police were willing to be interviewed concluded that it is good enough to carry the role and strategy, although not maximized because there are still motorists who violate traffic rules and ignore Safety.Keywords: Roles and Strategies, Traffic Police, Accident Figures
PERAN GURU PKn DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN MINAT BACA SISWA (di SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA) Niki Fittri Rahardini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p504-518

Abstract

AbstrakUpaya peningkatan aktivitas membaca siswa sangat erat kaitannya dengan keberadaan perpustakaan di sekolah. Di antara peranan guru adalah sebagai motivator, dinamisator dan lain sebagainya menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh digambarkan dan dianalisis dengan jelas dengan jelas, sehingga mendapatkan hasil tentang upaya apa yang dilakukan oleh guru Pkn dalam menumbuhkembangkan minat baca siswa di SMA Kemala Bhayangkari I Surabaya yaitu dengan cara metode mengajar guru PKn harus lebih menarik dan banyak ideuntuk memilih media atau metode mengajar, menekankan siswa untuk sering mengunjungi perpustakaan yang sudah tersedia di sekolahan, setiap pelajaran PKn siswa diberikan tugas diskusi karena sangat berhubungan dengan membaca, selalu mengecek setiap tugas rumah atau tugas-tugas lain dan dampak perubahan minat baca siswa dalam membaca buku-bukuyang terkait dengan mata pelajaran PKn.Kata kunci : Guru PKn, Minat Baca SiswaAbstractEfforts to improve students' reading activity is closely associated with the presence in the school library. Among the teacher's role is as a motivator, dynamist and others become very important in the world of education.. This research is quantitative descriptive data obtained clearly described and analyzed clearly, so as to get the results of the efforts that are made by PKN teachers in developing students' interest in high school I Surabaya is Kemala Bhayangkari I Surabaya way method of teaching Civics teachers should be more interesting and many ideas to choose media or teaching methods, emphasizing students to visit the library often already available in the School, each student is given the task of teaching civics discussion because it is related to reading, always check any chores or other tasks and the impact of changes in interest in reading students in reading books related to subjects Civics.Keywords: PKN Teacher, Student Reading Interest, Library
KONSTRUKSI MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKN) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TENTANG PANCASILA Hijjania PPKn; Warsono PPKn
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p218-234

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi mahasiswa program studi S1 PPKn UNESA tentang Pancasila. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksploratif yang dilakukan di Jurusan PMPKN Prodi PPKn Universitas Negeri Surabaya. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi S1 PPKn semester enam hingga semester delapan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan analisis model Mile dan Huberman. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu mahasiswa PPKn hanya mampu menyebutkan empat fungsi Pancasila. Mahasiswa menolak berlakunya ideologi Liberal dan Komunis di Indonesia. Namun, sebagian mahasiswa meyakini bahwa Islam adalah ideologi terbaik. Nilai Pancasila dipahami sebagai berikut: nilai ketuhanan adalah negara mengakui adanya Tuhan. Nilai kemanusiaan adalah manusia memiliki kedudukan dan hak yang sama. Hakikat keadilan sila kedua adalah keadilan antar sesama manusia. Nilai persatuan adalah Bhineka Tunggal Ika. Nilai kerakyatan adalah rakyat memiliki kedaulatan yang tinggi berdasarkan pada Pancasila (demokrasi Pancasila). Nilai keadilan adalah pemberian hak yang sama kepada seluruh warga negara. Wujud pelaksanaan Pancasila yaitu ibadah kepada Tuhan, adil dalam kerja kelompok, gotong royong, musyawarah dan demokrasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kontruksi mahasiswa program studi S1 PPKn UNESA tentang Pancasila belum utuh, terbukti dengan ketidakmampuan mahasiswa PPKn dalam menyebutkan serta menjelaskan fungsi dan nilai Pancasila dengan lengkap dan sesuai konteks.Kata Kunci : Konstruksi, Mahasiswa, Pancasila.AbstractThis research conducted to express the construction of Civics students of Surabaya State University about Pancasila. This research use exploratory type conducted at PMPKN major, study program of PPKn (Civics) in Surabaya State University. Informants in this research are Civics students in sixth semester to eighth semester. Technique of data collection used is in-depth interview by Mile and Huberman analysis model. Result gotten in this research is Civics students are just able to mention four functions of Pancasila. Students reject the enactment of Liberal ideology and Communist in Indonesia. But, some of students realize that Islam is the best ideology. The values of Pancasila are understood as follows : the divinity value is state admit the presence of God. Humanity value is man has same status and rights. The essence of justice on humanity value is justice among others. Unity value is Bhineka Tunggal Ika. Citizenship value is citizens have high sovereignty based on Pancasila (democracy of Pancasila). Justice value is giving equal rights to all citizens. The implementation of Pancasila is worship to God, justice in group work mutual cooperation, deliberation, and democracy. Based on the research has been done, it can be concluded that the construction of Civics students of Surabaya State University about Pancasila is incomplete, as evidenced by inability of Civics student in mentioning also explaining the function and value of Pancasila completely and appropriate with context.Keyword : Construction, Student, Pancasila.
AKTUALISASI PENDIDIKAN DEMOKRASI DALAM NAHDLATUL ULAMA (STUDI DI PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA (PWNU) PROPINSI JAWA TIMUR) Iwan Lestiono; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p235-252

Abstract

AbstrakPengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Jawa Timur adalah organisasi sosial keagamaan yang memiliki keanggotaan terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah lebih dari 23 juta orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan dan strategi yang diterapkan oleh PWNU Propinsi Jawa Timur dalam mengaktualisasikan pendidikan demokrasi dan mengetahui arti penting pendidikan demokrasi bagi PWNU Propinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang diigunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Propinsi Jawa Timur mengaktualisasikan pendidikan demokrasi yang dilaksanakan dalam berbagai kegiatan, yaitu: (1) Konferensi Tingkat Wilayah (Konferwil); (2) Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil); (3) Dakwah; (4) Seminar, pelatihan kader dan diskusi terbuka dalam rangka memperingati hari besar Islam, Haul Kyai NU dan hari lahir Nahdlatul Ulama. Strategi pendidikan demokrasi yang dilakukan PWNU Jatim menggunakan media massa untuk membantu pendidikan demokrasi antara lain melalui Harian Umum Duta Masyarakat, majalah bulanan “AULA”, dan melalui TV9. Bagi NU pendidikan demokrasi penting dalam konteks bagaimana NU mentransformasikan dirinya dari pemahaman Ahlussunnah wal jama„ah kepada masyarakat luas untuk menjadikan masyarakat demokratis.Kata Kunci: Pendidikan Demokrasi, Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Jawa Timur.AbstractThe Region Board of East Java Nahdlatul Ulama is a socio-religious organization which has the largest membership in East Java province, with more than 23 million people. The purpose of this research is to find out the activities and strategies East Java Nahdlatul Ulama in actualizing democratic education and know the importance of democracy education for East Java Nahdlatul Ulama. This research used a qualitative research with a design case study. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Techniques of data analysis through data reduction, data presentation, and conclutions. The research results are East Java Nahdlatul Ulama actualizing democratic education in a various of activities carried out, which is: (1) Regional Summit (Konferwil), (2) Regional Employment Council (Muskerwil), (3) Dakwah; (4) Seminar, training cadres and open discussion in Islamic festivities, Haul Kyai NU and the birthday of Nahdlatul Ulama. Democracy education strategies undertaken East Java Nahdlatul Ulama using the mass media to help others through education of democracy between “Duta Masyarakat” Daily, monthly magazine "AULA", and through TV9. For East Java Nahdlatul Ulama democratic education is important in the context of how Nahdlatul Ulama transformed an understanding Ahlussunnah wal jama 'ah to the wider community, to make a democratic society.Keywords: Democracy Education, Nahdlatul Ulama, The Region Board of East Java Nahdlatul Ulama.
GAYA DAN TIPOLOGI KEPEMIMPINAN KIAI DI PONDOK PESANTREN BABUSSALAM DUSUN KALIBENING, DESA TANGGALREJO, MOJOAGUNG, JOMBANG Bety Indah Sari; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p253-267

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya dan tipologi kepemimpinan kiai yang diterapkan di pondok pesantren Babussalam dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pondok pesantren Babussalam. Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) bagaimana gaya dan tipologi kepemimpinan kiai di pondok pesantren Babussalam?; dan (2) interaksi macam apa yang dibangun oleh kiai dalam mengelola pondok pesantren Babussalam. Konsep yang digunakan adalah konsep terkait dengan kepemimpinan, terutama konsep kepemimpinan dan tipologi kepemimpinan kiai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan/desain penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Babussalam yang terletak di dusun Kalibening, desa Tanggalrejo Kec. Mojoagung Kab. Jombang. Informan pada penelitian ini berjumlah sembilan yang berasal dari komunitas pesantren dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan wawancara. Teknik analisis data adalah dengan: (1) mengolah data; (2) kategorisasi pola jawaban; (3) pengecekan temuan data dengan triangulasi; (4) menulis hasil penelitian. Hasil temuan menunjukkan bahwa gaya dan tipologi kepemimpinan kiai yang diterapkan di pondok pesantren Babussalam dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pondok pesantren Babussalam adalah: (1) gaya kepemimpinan religio-paternalistic; (2) tipologi kepemimpinan kiai di pondok pesantren Babussalam meliputi empat dimensi, yaitu community leader, intellectual leader, spiritual leader, dan juga pemimpin administrative. Interaksi yang dibangun oleh kiai dalam mengelola pondok pesantren Babussalam adalah: (1) lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar dengan mengadakan pengajian, musyarakah, istighosah, dan kegiatan lain yang dipimpin langsung oleh kiai; (2) lebih mendekatkan diri dengan semua komunitas pesantren dengan cara berkomunikasi secara santai yang terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa melalui wadah terlebih dahulu. Dalam berinteraksi dengan seluruh komunitas pesantren, kiai cenderung menggunakan pola interaksi yang cenderung bersifat kekeluargaan.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Kiai, Tipolgi Kepemimpinan Kiai.AbstractThis study aimed to determine the style and typology kiai’s leadership who applied in Babussalam boarding school in developing and improving the quality of Babussalam boarding school. The problem’s focus of this study were: (1) how style and typology kiai’s leadership in Babussalam boarding school?, And (2) What kind of interactions are built by kiai in managing Babussalam boarding school. The concept used was related to the concept of leadership, especially the concept of leadership and leadership typology of kiai. This research was a qualitative research design / design of case study research. Research’s location was in Babussalam boarding school located in Kalibening hamlet, Tanggalrejo village, Mojoagung, Jombang. Informants in this study were nine from boarding school’s community and society around. Techniques of data collection by using observation and interviews. Technique of data analysis were : (1) data processing, (2) categorization pattern of response, (3) checking the data to triangulate the findings, (4) write the results of the study. The findings indicate that style and typology kiai’s leadership that applied in Babussalam boarding school in developing and improving the quality of the boarding school Babussalam were: (1) religio-paternalistic style of leadership, (2) typology of kiai’s leadership in Babussalam boarding school included four dimensions, namely community leader, intellectual leader, spiritual leader, and also the administrative leader. Interactions were built by kiai in managing Babussalam boarding school were: (1) get closer to the local community by organizing lectures, Musharaka, istighosah, and other activities led by scholars, (2) a closer relationship with all the boarding school’s community in a way communicate relaxing happen anytime and anywhere without going through the container first. In interacting with the entire Islamic community, kiai inclined to use patterns of interaction that incline to be kinship.Keywords: Style of Kiai’s Leadership , Typology of Kiai’s Leadership.
PENANAMAN NILAI-NILAI ANTIKORUPSI MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI SMPN 38 SURABAYA Ainul Izzah; Harmanto 0001047104
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p268-283

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, hambatan, dan upaya mengatasi hambatan dalam penanaman nilai-nilai antikorupsi melalui budaya sekolah di SMPN 38 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis dominan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penanaman nilai-nilai antikorupsi dilakukan melalui kantin kejujuran, buku pengendali ketertiban dan kegiatan pembelajaran. Hambatan yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran siswa baik dalam bertransaksi di kantin kejujuran, dalam menaati buku pengendali ketertiban dan dalam kegiatan pembelajaran serta kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua terhadap anak. Upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah memberikan pembinaan yang dilakukan pada kegiatan upacara bendera setiap hari senin, memberikan pemahaman lebih dari guru kepada siswa, menjalin kerja sama dan komunikasi dengan orang tua, memberikan hukuman dan penguatan pada siswa.Kata kunci: Nilai Antikorupsi, Budaya Sekolah.AbstractThis research aims to know the implementation, barriers, and the effort for overcoming the barriers of investment anti-corruption values through school culture at SMPN 38 Surabaya. This research used a qualitative approach with case study method. Research informan choosed by sampling purposive. Data collection technique used interviews, observation, and documentation. Data Analyzed by using dominant analysis. The result show that the investment implementation of anti-corruption values done through honesty canteen, controller book of order and activities of learning. The barriers encountered are minimal awareness of students in the transaction in the honesty canteen, in keeping controller book of order and in activities of learning, and minimal of attention and concern parents to children. The efforts that done are headmaster give founding that done on flag ceremony every monday, giving more comprehension from teachers to students, make cooperation and comunication with parents, giving punishment and reinforcement to students.Keywords: Anti-Corruption Value, School Culture.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue