cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERAN SERTA WARGA SEKOLAH DALAM MENYUKSESKAN SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN (SEKOLAH ADIWIYATA) DI SMPN 2 BABAT LAMONGAN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p152-163

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui peran serta warga sekolah dan hambatan yang dihadapi pihak sekolah dalam upaya menyukseskan program sekolah Adiwiyata beserta cara mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta warga sekolah meliputi (1) human resources input meliputi (a) Kepala sekolah sebagai pencetus ide utama, serta pembuat kebijakan; (b) Tim Adiwiyata sebagai pionir dan innovator; (c) Guru sebagai penanggung jawab utama dalam penyampaian nilai-nilai, keterampilan dan pengetahuan; (d) Tenaga pendukung lain (karyawan TU, laboran, pustakawan) sebagai pendukung keberhasilan administrasi dan pelaksana program Adiwiyata; (2) environmental input yaitu Komite sekolah berperan memberikan kontribusi berupa pemikiran, dana maupun sumbangan yang lain; (3) raw input yaitu Siswa sebagai subjek didik yang berkewajiban melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan sekolah. Hambatan yang dihadapi pihak yaitu regenerasi siswa. Upaya atau cara mengatasinya adalah dengan melakukan penyuluhan pada siswa baru saat MOPBD serta mengingatkan dan mengawasi perilaku siswa di sekolah. Kata kunci : Peran serta , Warga Sekolah, Sekolah Adiwiyata Abstract The purpose of this research is to know participation of residents schools obstacles facing the school in an effort to make this program school care and culture environtmen and the way it. Type of this research is descriptive research. Data collection techniques used are observation, interview and documentation. Technique data analysis through by data reduction, data presentation and data verification. The results covering (1) human resources input includes (a) the head master role as instigator of the main idea and policymakers who are pro the environment (b) adiwiyata team role as pionner and innovator (c) the teacher acts as the main person in charge the transmission of values, skills and knowledge (d) others supporting personnel (employees of TU, laboran, librarians) acts as a supporter of the administration’s successes and executing program adiwiyata (2) environmental input is : the school committe contributes in the form of a role fund and donations another (3) raw input is : student as subject of the law and the obligation to enforce regulations or policies which have determined the school. Problem facing the school is regeneration of students. The way handle with conduct a training on the new students when MOPBD and remind with supervises conduct of students in the school. Keywords : Participation, Recidents School, Adiwiyata School
STRATEGI PEMBENTUKAN SIKAP SOPAN SANTUN DI PANTI ASUHAN AISYIYAH SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p164-179

Abstract

mendiskripsikan tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tata tertib terutama sikap sopan santun yang dilakukan anak asuh dan strategi pembentukan sikap sopan santun di panti asuhan Aisyiyah Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tata tertib terutama sikap sopan santun yang dilakukan anak asuh yaitu kurangnya kesadaran pada diri anak asuh, pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan dari pengasuh dan pengurus, minimnya pengetahuan anak asuh terhadap tata tertib dan kurangnya hubungan interpersonal antara pengurus pondok dengan anak asuh terutama anak asuh yang bermasalah terhadap tata tertib. Pembentukan sikap sopan santun yang dilakukan pengasuh dengan cara (1) Keteladanan yaitu memberikan teladan yang baik terhadap anak asuh di panti; (2) Pembiasaan yaitu dengan cara senyum, sapa, dan salam (3) Komunikasi yaitu dilakukan pada saat musyawarah pada kegiatan kultum agar bisa mengetahui masalah, saran dan keluhan anak panti; (4) Nasehat atau teguran yaitu bertujuan untuk menanamkan pentingya tentang peraturan tata tertib (5) Pemberian penghargaan (reward)dan hukuman (punishment). Pemberian penghargaan (reward) ditujukkan kepada anak asuh yang berprestasi akademik maupun non akademik, sedangkan pemberian hukuman (punishment) ditujukan kepada anak asuh yang melanggar tata tertib panti asuhan. Kata kunci: Sopan Santun, Anak Asuh Abstract The study aims to determine the orphanage is the informal institution which builds children character who do not have family or live with family. The orphan taken care by the manager who replaces their parents in taking care of, protecting, and counseling them. This research aims to describe the causing factors of rules violence especially polite character in Aisyah orphanage at Sumberreja, Bojonegoro. This uses qualitative approach and data collection technique of: observation, in dept interview, and documentation. The informant was chosen by sampling purposive technique. The data analysis techniques used are data reduction, data display, and conclusion.The result of research shows that there are some causing factors of rules violence especially orphans’ polite character such as: the lack of consciousness owned by the orphans, the effect of associating environment, the lack of control by the manager and sitter, the minimum knowledge of orphan toward the rules, and the lack of interpersonal relationship between boarding managers and orphans especially those who break the rule. Building the polite character done by the managers includes: good behavior as giving good example to the orphans in the orphanage, Communication done when discussion is in the speech. To know the problems, suggestion, and critics of the orphans, the suggestion or critics aims to implant the importance of rule. Rewarding is aimed for orphans who are either goo in academic or no academic. Punishment is only aimed to teach the orphans, who broke the rules in the orphanage. Keywords: polite character, orphans
KESADARAN POLITIK GURU PPKn DI KABUPATEN JOMBANG
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p180-194

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran politik yang dimiliki oleh guru PPKn di Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa angket skala sikap dan wawancara. Angket skala sikap digunakan untuk mengetahui tingkat kesadaran politik guru PPKn di Kabupaten Jombang. Wawancara digunakan untuk memperkuat hasil penelitian terkait dengan tingkat kesadaran politik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah dua puluh sembilan responden. Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa guru PPKn di Kabupaten Jombang memiliki tingkat kesadaran politik yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dari hasil perolehan uji skala sikap kesadaran politik guru PPKn bahwa sebelas orang guru memiliki tingkat kesadaran politik yang sangat tinggi, tujuh belas orang guru memiliki tingkat kesadaran politik yang tinggi, dan satu orang guru memiliki tingkat kesadaran politik yang sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa guru memiliki tingkat kesadaran politik yang sangat tinggi pada ranah orientasi kognitif pada level pengetahuan dengan prosentase sebesar 91,43%, diikuti dengan tingkat kesadaran politik yang tinggi pada ranah orientasi afektif pada level sikap dengan prosentase sebesar 85,43%, dan tingkat kesadaran politik sedang pada ranah orientasi evaluatif pada level penilaian dengan prosentase sebesar 66,33%. Hasil penelitian yang menunjukkan tingkat kesadaran politik yang tinggi ini juga dapat disimpulkan bahwa profesi sebagai guru PPKn mempunyai kontribusi terhadap kesadaran politik yang mereka miliki. Kata Kunci : Kesadaran politik dan Guru PPKn. Abstract This research aims to understand the political awerenes of teacher Pancasila and Civic Education in Jombang distric. This study using quantitative method. Thecnique of collecting data used are self assesment questionnaire and interview. The number of self assessment used to determine political awerenes of Pancasila and Civic Education teacher in Jombang distric. Interview used to strengthen result of study concern political awerenes. Samples used in this study amounted to twenty nine respondents. The result of quantitative research showed that Pancasila and Civic Education teacher in Jombang had a high political awerenes. This could be seen in result of this study in self assesment questionnaire political awerenes of the Pancasila and Civic Education teacher that eleven teacher had very high political awerenes, seventeen teacher had high political awerenes, and one teacher had average political awerenes. Result of the study show that teacher also had high political awerenes in cognitive orientation with percentage 91,43%, as follow with high political awerenes percentage 85,43%, and with average political awerenes percentage 66,33%. The result of this study show this high political awerenes also conclude that teacher of Pancasila and Civic Education proffesion had contribution is political awerenes. Keywords : Political Awerenes and Theacher of Pancasila and Civic Education.
TINGKAT KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM REALISASI PENDAFTARAN HAK ATAS TANAH (STUDI TENTANG PELAKSANAAN PRONA TAHUN 2010 DI KECAMATAN DAWARBLANDONG, KABUPATEN MOJOKERTO)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p195-209

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tingkat kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dalam realisasi pendaftaran hak atas tanah (2) kendala yang dihadapi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto dalam pelaksanaan Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) tahun 2010 di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto (3) upaya yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya pendaftaran hak atas tanah. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dalam realisasi pendaftaran hak atas tanah melalui PRONA yaitu masyarakat peserta PRONA masuk kategori tinggi dengan pengetahuan hukum cukup, pemahaman hukum tinggi, sikap hukum tinggi, dan perilaku hukum cukup sementara masyarakat bukan peserta PRONA masuk kategori cukup dengan pengetahuan hukum cukup, pemahaman hukum cukup, sikap hukum cukup, perilaku hukum cukup. Kendala-kendala yang dihadapi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto dalam pelaksanaan PRONA tahun 2010 di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto adalah berkaitan dengan masalah penguasaan tanah, persyaratan yuridis formal, biaya, dan perolehan tanah. Upaya yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat serta petugas BPN yang saat ini aktif menjemput bola dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Kata Kunci: Tingkat Kesadaran Hukum, Masyarakat, Prona Abstract This study aims to describe how (1) the legal awareness Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto in the realization of registration of land (2) the obstacles faced by Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto in the implementation of PRONA in 2010 at Kecamatan Dawarblandong (3) the efforts made by Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto to increase awareness of society law Kecamatan Dawarblandong toward the importance of registration land rights. This study is a research approach that combines quantitative and qualitative descriptive research. The results showed that the level of legal awareness Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto in the realization of registration of land rights through PRONA that is the society participants PRONA categorized as high with high law awarness, high law acquaintance, high law attitude, and has been actualized into a pattern of behavior the society are not participants PRONA categorized as enough with high law awarness, high law acquaintance, high law attitude but not yet actualized in patterns of behavior. Constraints have been faced by Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto in the implementation of PRONA in 2010 at Kecamatan Dawarblandong is problem of land ownership, formal juridicialo requirements, cost, and acquisition of land. Efforts made by Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto to increase society awareness of the importance registration land rights is give information to society about registration of the land specialy about PRONA and officers BPN active pick up the ball by visiting people directly. Keywords: Legal awareness, Society, Prona
KONSTRUKSI MASYARAKAT DUSUN PELAS, DESA LAMONGREJO, KECAMATAN NGIMBANG, KABUPATEN LAMONGAN TENTANG PENDIDIKAN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p210-225

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konstruksi masyarakat Dusun Pelas, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan tentang pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan narasumber delapan orang sebagai masyarakat miskin yang tetap menyekolahkan anaknya. Study kasus yang dilakuakn pada masyarakat Dusun Pelas, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara.Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian konstruksi masyarakat Dusun Pelas, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan tentang Pendidikan adalah: bagi masyarakat dusun Pelas pendidikan merupakan suatu jembatan yang membantu untuk kehidupan yang lebih baik. Pendidikan sebagai alat pemutus kemiskinan, adanya kemiskinan tidaklah menjadikan orang tua berhenti menyekolahkan anak, akan tetapi mereka tetap berupaya dalam membiayai sekolah demi masa depan anak. Kata Kunci: Pendidikan, Masyarakat Miskin Abstract The purpose of this research is that to find out about the construction of Pelas people, Lamongrejo village, Ngmbang Distric, Lamongan regency toward education. In this research uses kualitatif method completed with eight people poor society but to educate their children. Study case toeard Pelas villager, Lamongrejo village, Ngimbang distric, Lamongan regency. In this research the researcher uses observation and interview as data collecton technique. Moreover, for data analysis technique the researcher applied reduction data, data display, and conclussion. The researcher found out that Pelas villagers thought that education for their children is one of the way to reach a better life. Life in proverty does not mean parent will stop to educate their children, but they will make an effort to send their children to school. Keywords: Education, Poor Society
BENTUK TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KALANGAN SISWA SMK KRISTEN PANCASILA KECAMATAN KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN DALAM RANGKA MEMPERKOKOH PERSATUAN BANGSA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p%p

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang diterapkan dalam menjaga toleransi antar umat beragama dan bentuk-bentuk toleransi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan menggunakan teori difusi dari Koentjaraningrat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang akan memaparkan data yang luas danmendalam. Tempat penelitian berada di SMKK Pancasila dengan informan Kepala Sekolah, Guru PPKn, Guru Agama Islam dan Kristen, serta siswa-siswi yang berbeda agama. Teknik pengumpulan data yang digunakn berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.Analisis data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, deskripsi data dan pengambilan kesimpulan.Hasil penelitian nilai-nilai yang melandasi kehidupan bertoleransi siswa-siswi dalam kehidupan sehari-hari adalah nilai agama, nilai budaya, nilai nasionalisme dan nilai kesabaran.Sedangkan bentuk-bentuk dari toleransi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah adalah dengan adanya perayaan hari raya masing-masing agama yang selalu dihadiri oleh siswa-siswi yang berlainan agama untuk menghormati tiap-tiap agama yang ada.   Kata Kunci :Toleransi, Siswa Muslim dan Kristen, dan Persatuan Bangsa Abstract This research’s aim are to know the basic values to take care the inter-religion tolerance and to know the form of inter-religion tolerance that do in that school day by day with the Difussion Theory by Koentjaraningrat.This research is qualitative description that explain a wide and thorough data. This research located at Pancasila Christian Vocational School in Kawedanan District Magetan Regency with informan are headmaster, Civic & Pancasila teacher, Islam and Christian Religion teacher and students that has different religion. Data collection technique were observation, interviews and documentation. Analysis data technique were data collection, data reduction, data descripstion and making conclution.The result of this research are the basic value that based tolerance life day by day in Pancasila Christian Vocational School are religion value, culture value, nationalism value and patience value. The form of inter-religion tolerance in that school shown as memorial day celebration respectively that presented by the different religion students to give respect for the other religion student.   Keyword : Tolerance, Muslim’s and Christian’s Student, and United Nations
STRATEGI PENANAMAN NILAI PEDULI ORANG LAIN PADA ANAK PENYANDANG AUTISME DI SEKOLAH HARAPAN BUNDA SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p241-255

Abstract

Abstrak   Dalam penelitian ini membahas satu permasalahan yaitu bagaimana strategi penanaman nilai peduli orang lain pada anak penyandang autisme di sekolah Harapan Bunda Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi seperti apa yang digunakan oleh para staf pengajar dalam menanamkan nilai peduli terhadap orang lain. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori kepribadian dari Jung tentang sikap jiwa.Peneitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah studi kasus.Untuk memilih informan, peneliti memilih subjek penelitian yang berkaitan langsung dengan masalah yang diteliti.Subjek penelitian dibagi menjadi dua ketegori, pihak pertama ialah penyandang autisme dan pihak kedua adalah terapis.Hasil penelitian ditemukan bahwa sekolah Harapan Bunda Surabaya memiliki beberapa strategi khusus dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap orang lain. Pemilihan gaya belajar yang disesuaikan dengan gejala kelainannya, penggunaan bahasa yang sederhana dalam proses belajar mengajar, penggunaan objek menarik dalam pembelajaran, membuat kerajinan tangan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap orang lain, melakukan senam motorikyang selain bertujuan melatih gerakan tubuh, juga untuk lebih menanamkan nilai-nilai sosial.   Kata Kunci:Strategi, Penanaman Nilai, Peduli Orang Lain, Anak PenyandangAutisme. Abstract This research discusses the problemis how strategic plantingcare aboutother people'svaluesin childrenwith autisminschoolHarapan BundaSurabaya. The purposeof thisstudywas to determinewhat kind ofstrategyusedbythefacultyin instillingthe value ofcaringfor others. The theoryisusedtoanalyze thepersonalityofJung'stheoryofmentalattitude. Thispeneitianusinga qualitativeapproach, whereasthe method usedis a case study. To selectinformants, researcherschooseresearch subjectsdirectly related tothe problemunder study. Subjectswere dividedintotwocategories, thefirst isautisticandthesecondisthe therapist.The research foundthatschoolHarapan BundaSurabaya has severalspecificstrategiesin instillingthe values ofconcern for others. The selection oflearning stylesthat are tailored tothe symptoms ofthe disorder, the use ofplain languagein the learning process, the use ofinterestingobjectsfor learning, makingcraftstofoster a sense ofconcern for others, doing gymnasticsmotorikyangbesidesaimsto trainthe bodymovements, as well as tofurther embedvaluessocialvalue. Key words :strategy, embedding values, caring others, autistic.
PEMANFAATAN TELEVISI SEBAGAI SUMBER BELAJAR OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p256-270

Abstract

Abstrak Tujuan penelian ini adalah untuk mendeskripsikan pola pemanfaatan televisi sebagai sumber belajar oleh mahasiswa proram studi kependidikan Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah sample penelitian yaitu 131. Variabel penelitian yaitu pola pemanfaatan televisi sebagai sumber belajar, dengan teknik analisis data menggunakan rumus prosentase. Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa sumber belajar televisi digunakan sebagai sumber informasi tambahan, memperoleh materi perkuliahan, dan memperoleh informasi terbaru. Pilihan jenis tayangan berbeda-beda sesuai dengan rumpun keilmuan masing-masing, yang sebagian besar dilakukan atas perintah atau saran dari dosen. Kata Kunci: televisi, sumber belajar   Abstract The aim of this research describes patterns of using television as a learning resource by students of education program State University Surabaya. This study uses descriptive quantitative method. The sample of this research are 131 education students. The variable research is the pattern of using television as a learning resource. The data analysis descriptively wih percentage. The result of quantitative show that television as a learning resource is choosen to get additional information, learning materials, and the newst information. Choosing of the television program variates according to the each of scientific cluster, and most of them do according to their lecturer’s suggestion or order. Keyword: television, learning resource
EFEKTIVITAS FILM ANIMASI ‘SAHABAT PEMBERANI’ DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI DI SDN BARENGKRAJAN I KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p271-285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas film animasi Sahabat Pemberani dalam menumbuhan nilai-nilai anti korupsi di SDN Barengkrajan 1 Krian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian The One group Pre-test and Post-test. Dalam desain penelitian terdapat langkah-langkah yang akan menunjukkan urutan kegiatan penelitian, yaitu tes awal, perlakuan, dan tes akhir. Untuk menjawab rumusan masalah menggunakan uji-t. Lokasi penelitian berada di SDN Barengkrajan I Krian. Dengan sampel penelitian 32 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Berdasarkan data di lapangan dan hasil analisis data, ditemukan bahwa kemampuan pemahaman siswa tentang nilai-nilai anti korupsi mengalami peningkatan. Berdasarkan nilai dalam distribusi t, bila dk= n-1= 31 dengan taraf kesalahan 5% maka harga t tabel = 2,042. Berdasarkan perhitungan ternyata t hitung 4,541. Karena t hitung > t tabel yakni 4,541 > 2,042 maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara menumbuhkan nilai-nilai anti korupsi melalui Film Animasi ‘Sahabat Pemberani’ terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang nilai-nilai anti korupsi. Kata Kunci: Efektivitas, Film Animasi, dan Nilai-nilai Anti Korupsi Abstract The goal of research was to understand the effectivenes of animated film’Sahabat Pemberani’in growing the value of the anti-corruption in primary school of Barengkrajan in Krian region. The research is conducted by research use one group pre-test post-test design. There are stepst in the design study that will show the order research activities, namely a test early, treatment, and final test. To answer the problem of using the test formula – t. This research locations are in primary school. With the sample of 32 students a class 3. The technique of poll dala collectionan documentation.Based on data in the field and analysis of data, found that the ability of understanding about the value of anti-corruption students increased. Based on the value of the data distribution-t, if the council dk= n-1= 31 with level of error 5% the price of –t table = 2,042. Based on the calculation t count it turns out 4,541. Cause the price of –t > the price of –t table 4,541 > 2,042 so Ha accepted and Ho rejected, it means we can conclude that there is between growing influence of anti-corruption values through animated film ‘Sahabat Pemberani’ on the increased understanding of students aabout the anti-corruption. Keywords: The effectiveness, Animated film, and Anti-corruption values
STRATEGI BERTAHAN HIDUP DARI IBU TUNGGAL PEDAGANG KELAS MENENGAH DI SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p286-301

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi bertahan hidup ibu tunggal pedagang kelas menengah di Surabaya. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori pilhan rasional dari James S. Coleman dan strategi adaptasi dari Bannet. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode. Informan dalam penelitian ini adalah lima orang ibu tunggal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam. Teknik analisis data adalah dengan (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk strategi bertahan hidup ibu tunggal pedagang kelas menengah (1) menjadi pribadi terbaik menurut dirinya sendiri, (2) menjaga kedekatan dengan anak, (3) memberikan pengasuhan dan pendidikan terbaik untuk anak, (4) pemanfaatan jaringan sosial (meminta bantuan atau pertolongan kepada orang tua sanak saudara, tetangga, dan sahabat), (5) bersyukur dengan keadaan ekonomi saat ini. Kata kunci: Strategi bertahan hidup, Ibu tunggal, Pedagang, kelas menengah Abstract This research aims to understand the identity and worldview of a single mothers trader middle class in Surabaya with reference to stories heard or spoken about survival strategies. The theory used in this research is the theory of rational choosen by James S. Coleman and adaptation strategies by Bannet. This type of research is a qualitative case study using narrative methods. Informants in this research is a single mother of five people who are willing to be interviewed. The technique of data collecting in this research using depth interviews. The technique of data analysis is to (1) the reduction of the data; (2) presentation of data; and (3) conclusions with drawal.The results showed that the survival strategies form a single mother in the form of middle-class merchants (1) becomes a personal best by herself, (2) maintain closeness with the child, (3) providing the best care and education for children, (4) the use of social networks (ask for help or assistance to parents, relatives, neighbors, and friends), (5) be grateful to the circumstances currently economy. Keywords: Survival strategy, Single mother, Trader middle class

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue