cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
EKSISTENSI PETANI DALAM MENGHADAPI INDUSTRIALISASI DI DESA MOJODELIK KECAMATAN GAYAM KABUPATEN BOJONEGORO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p302-317

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang eksistensi petani dalam menghadapi Industrialisasi di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan pendekatan fenomenologi eksistensial. Metode fenomenologi eksistensial digunakan untuk melacak dan menjelaskan pengalaman dan pemaknaan eksistensial petani Desa Mojodelik dalam menghadapi industrialisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi, informasi tersebut diperoleh melalui enam informan kemudian dinalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengalaman terletak pada saat subjek petani mempertahankan lahan pertaniannya dan beradaptasi dalam pembangunan industrialisasi atau hanya menjadi penonton dalam pembangunan industrialisasi. Sedangkan di posisi pemaknaan, seorang petani mampu mendapatkan sekaligus mengukuhkan identitasnya sebagai seorang pemilik lahan pertanian disaat subjek berada di arena industrialisasi. Disisi lain, juga terdapat petani yang mengukuhkan identitasnya sebagai seorang tukang, karyawan industri dan wirausaha parkiran kendaraan bermotor. Kata Kunci: Eksistensi petani, industrialisasi, petani Desa Mojodelik. Abstract This study examines the existence of the existence of the farmers in the face of the industrialization in the village of mojodelik sub-district of bojonegoro regency gayam with existential phenomenology approach. Existential phenomenological method is used to track and explain the meaning of existential experiences and farmers roundabout in the face of the industrialization. Data collection techniques used are observation, interviews, and, in-depth interviews to get information,the information obtained though six informants then analysed using an interactive model analysis. The results of research showing that its experience located at a time the subject of farmers maintain the farm land and adapt in the construction of industrialization or only be a spectator in the construction of industrialization.While in the position of purport; a farmer able to get at once confirmed his identity as an owner of land agriculture when the subject of being in the arena industrialization.At the other side there is also a husbandman confirmed his identity as an artisan, industry employees and entrepreneurial the parking lot of a motor vehicle. Keywords: farmer's Existence, industrialization, Mojodelik Village farmers.
PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP PENGURUS DAN KADER PARTAI (STUDI PADA DEWAN PENGURUS WILAYAH PARTAI KEBANGKITAN BANGSA PROVINSI JAWA TIMUR)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p318-329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dari DPW PKB Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan pendidikan politik kepada pengurus dan kader partai. Kendala yang dihadapi, Materi, pendekatan dan metode yang digunakan dalam menerapkan pendidikan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari kader PKB Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPW PKB Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan pendidikan politik terhadap pengurus dan kader partai. Pendidikan politik yang dilakukan menggunakan dua pendekatan pokok yaitu pendekatan pembinaan dan pendekatan pengembangan dengan metode ceramah, diskusi, praktek (kampanye), mandiri (orasi politik), studi kasus, panel, dan demonstrasi. Dengan menggunakan teori belajar Andragogi dalam menumbuhkan sikap kesadaran kader dalam berpolitik dan berkonstribusi dalam masyarakat. Materi pendidikan politik yang diberikan meliputi civic education, etika politik, partisipasi politik, golput dan money politik. Sedangkan hambatan yang dialami PKB terkendala oleh masalah dana maka persepsi tentang bentuk pendidikan politik perlu diperluas. Pelaksanaan pendidikan politik tidak hanya dapat dilakukan melalui bentuk formal tetapi juga dalam bentuk non formal. Kata Kunci : Partai Politik, Partai Kebangkitan Bangsa, Pendidikan Politik Abstract The purpose of this study is to describe the role of the regional staff council of PKB east java in performing political education to staff and party’s members. The resistance, matter, approach and methode while performing political education. The methode of this study is descriptive qualitative, the collective of the data has been done through observation, interview and documentation. The source of the data was taken from regional staff council of PKB East Java. The result of the study shows that the regional staff council of PKB East Java has been performing political education for staff and party members very well. Use two basic approach that is the approach of guidance and development approach with the methods of talk, discussion, practice (advocacy), self-contained (political oration), case study, panel and demonstration. By using the theory of learning andragogi attitude in growing awareness in political cadres and contribute in society. Political education teaching training was included civic education, political ethics, golput and political money. Obstacles which experienced PKB by the problem of funds, then perception about the form of political education need to be expanded. The implementation of political education not only could be done through formal form but also in the form of non formal. Keywords: Party’s politic, PKB, Political Education
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENUNJANG KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SMA NEGERI 22 SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p330-344

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh implementasi peran komite sekolah dalam menunjang kegiatan ekstrakulikuler di SMA Negeri 22 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah Komite Sekolah yang berjumlah 112 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan angket, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan teknik product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik melalui angket maupun wawancara yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa komite sekolah di SMA Negeri 22 Surabaya ikut berperan dalam menunjang kegiatan ekstrakurikuler di sekolah baik sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol, dan badan penghubung. Kepentingan publik dilihat sebagai suatu perluasan kewarganegaraan, dimotivasi oleh keinginan untuk melayani orang lain dan mencapai tujuan-tujuan publik.Kesimpulan bahwa peran komite sekolah ikut mendukung dalam kegiatan sekolah sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol, dan badan penghubung dalam kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di sekolah. Saran penelitian agar komite sekolah dapat lebih ikut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah khususnya kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci : Komite Sekolah, Ekstrakurikuler Abstract The research means to measure the implementation of the school committee in support of extracurricular activities in SMAN 22 Surabaya. This type of research is descriptive quantitative approach. The subjects were School Committee total of 112 people. Used data collection techniques such as interviews, and questionnaires, then the data analyzed using product moment technique. The results of this research indicate that both through questionnaires and interviews that have been conducted, the result that the school committee in SMAN 22 Surabaya had a role in supporting extracurricular activities at school either as weight considerations, subsidiary bodies, body control, and liaison bodies. Public interest is seen as an extension of citizenship, motivated by a desire to serve others and achieve public goals. Conclusion that the school committee participate in school activities as a support body considerations, subsidiary bodies, body control, and liaison bodies in extra-curricular activities held in school. The research suggestions that the body committee would better to participate in extracurricular school activities, especially activities. Keywords: School Committee, Extracurricular
PERAN KOORDINATOR BONEK DALAM MENGENDALIKAN PERILAKU AGRESIF SUPORTER PERSEBAYA (BONEK) DI SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p345-360

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkapkan tentang peran koordinator Bonek dalam mengendalikan perilaku agresif suporter Persebaya (Bonek) di Surabaya. Koordinator Bonek mempunyai hak dan kewajiban serta berperan penting dalam mengoordinasi supaya terwujud suporter yang dapat mengendalikan perilaku agresif. Untuk menjadi seorang koodinator Bonek tidak ada kriteria-kriteria khusus misalnya ada batas pendidikan akhir, batasan umur dan lain sebagainya. Akan tetapi menjadi seorang koordinator Bonek atau predikat koordinator Bonek itu diberikan kepada tetua ataupun senior yang bisa dijadikan teladan, melindungi dan meredakan. Unsur senioritas disini tidak bisa dihilangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran koordinator Bonek dalam mengendalikan perilaku agresif para suporter Bonek di Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran dari Biddle & Thomas dan Prosocial Behavior Theory dari Mussen & Eisenberg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Lokasi penelitian pada komunitas Bonek di Surabaya. Informan dalam penelitian ini adalah koordinator Bonek dan suporter Bonek yang tergabung dalam komunitas. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dihasilkan sebuah kesimpulan peran koordinator Bonek antara lain melalui keteladanan, wejangan (talk) dan mengadakan program-program yang secara tidak langsung dapat mengendalikan perilaku agresif Bonek. Kata Kunci: Koordinator Bonek, Perilaku agresif, Suporter Persebaya Abstract This research find out about Bonek coordinator role in controlling aggressiveness of Persebaya supporters (Bonek) in Surabaya. Bonek coordinator definitely has the right and responsibility to hold the important role of managing the supporter in order to control their aggressiveness. No specific criteria to become a Bonek coordinator such as they must have the qualification of education, age, and so on. However, to become a Bonek coordinator or the predicate of Bonek coordinator was given to someone who could be a role model and protect. Seniority element cannot be eliminated. The aim of this research to find out and describe about Bonek coordinator role in controlling aggressiveness of Persebaya supporters (Bonek) in Surabaya. The theory that used in this research role theory by Biddle & Thomas and prosocial behavior theory by Mussen & Eisenberg. In this study use method qualitative research. The setting of this research is in the Community of Bonek supporters in Surabaya. The informants in this research is the Bonek coordinator and Bonek supporters who are the members of the community. Data collection was collected by using observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the data analysis, the conclusions are there the roles of Bonek coordinator could be shown by the role model of Bonek coordinator, talk and obtaining the programs which could control the aggressiveness of supporters Bonek. Keywords: Bonek coordinator, Aggressiveness, Supporter Persebaya
STRATEGI PEMENANGAN JOKOWI-JK PADA PEMILU PRESIDEN 2014 (STUDI PADA TIM PEMENANGAN KOALISI INDONESIA HEBAT JAWA TIMUR)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p361-375

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi yang digunakan oleh tim pemenangan Jokowi-JK Jawa Timur, dalam memenangkan Jokowi-JK dalam pilpres 2014. Strategi pemenangan merupakan serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh tim pemenangan untuk diimplementasikan menggunakan marketing politik. Marketing politik terbagi menjadi 5 tahapan yaitu: produk, promosi, harga, tempat, dan segmentation dan positioning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. strategi pemenangan pasangan Jokowi-JK di Jawa Timur dengan merubah pola kampanye konvensional dengan pola kampanye secara langsung. Jokowi-JK sebagai produk politik memiliki nilai jual yang tinggi. Dalam kegiatan promosi Jokowi-JK dan juru kampanye terjun langsung untuk bertemu dengan pemilih, adanya kampanye hitam yang menyerang Jokowi dihadapi dengan memberikan fakta yang sebenarnya. Untuk pembiayaan kampanye tim pemenangan membuka rekening gotong royong, sebagi kultur baru dalam demokrasi di Indonesia. Semua segmen pemilih menjadi prioritas, dalam mendekati setiap segmen menggunakan isu politik yang berbeda agar Jokowi-JK bisa diterima disemua segmen pemilih. Mengubah pola kampanye menjadi kunci strategi pemenangan Jokowi-JK di Jawa Timur. Kata Kunci : strategi, pemenangan, dan pemilu Abstrac The purpose of this research was to determine the strategy used by the winning team Jokowi-JK East Java, winning the Jokowi-JK in the presidential election of 2014. The strategy of winning a series of fundamental decisions and actions created by winning team to be implemented use the political marketing. Political marketing divided be 5 stages: product, promotion, price, place, and segmentation and positioning. This research use the descriptive qualitative approach. Location of data collection techniques used were interviews and documentation. Winning strategy Jokowi-JK in East Java by changing patterns conventional campaign to campaign patterns directly. Jokowi-JK as a political product of high commercial value. Promotional activities Jokowi-JK and campaigners directly involved to meet the voters, black campaign attacking Jokowi faced with providing actual facts. For campaign financing winning team opened accounts mutual cooperation, as a new culture of democracy in Indonesia. All segments of the electorate is a priority, in approaching each segment use the different political issues that Jokowi-JK acceptable in all segments of the electorate. Changing patterns be a key campaign-JK Jokowi winning strategy in East Java. Key word: strategy, winning, and election
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI BAGI ANAK DI DESA TAWANGSARI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p376-390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap pendidikan tinggi bagi anak di Desa Tawangsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dan faktor pendukung serta faktor penghambat yang memengaruhi orang tua dalam memberikan pendidikan tinggi kepada anak. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase dan dalam penyajian data menggunakan angka dan persentase, yang kemudian dideskripsikan. Sampel yang digunakan berjumlah 123 orang tua dari masyarakat Desa Tawangsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian persepsi orang tua terhadap pendidikan tinggi bagi anak di Desa Tawangsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dilihat dari beberapa aspek yaitu oleh pemahaman orang tua tentang pendidikan tinggi dengan persentase 83,68 %, manfaat pendidikan tinggi bagi anak dengan persentase 75,05 %, upaya orang tua dalam memberikan pendidikan tinggi bagi anak dengan persentase 86,31 %. Sehingga diperoleh hasil rata-rata persentase sebesar 81,38% yang artinya tergolong sangat tinggi. Aspek lainnya yaitu faktor pendukung yang memengaruhi orang tua dalam memberikan pendidikan tinggi bagi anak dengan perolehan rata-rata sebesar 87,60% yang artinya tergolong sangat tinggi yang meliputi motivasi belajar anak, dukungan orang tua terhadap anak untuk meraih cita-citanya dan orang tua selalu memiliki keinginan untuk memberikan pendidikan tinggi bagi anak. Sedangkan faktor penghambat yang memengaruhi orang tua dalam memberikan pendidikan tinggi bagi anak tergolong tinggi dengan perolehan rata-rata sebesar 61,83% yang meliputi biaya pendidikan yang cukup tinggi, kondisi ekonomi orang tua, banyaknya jumlah keluarga dan tanggungan, serta kurangnya pemahaman orang tua akan pentingnya pendidikan tinggi bagi anak. Kata kunci: Persepsi Orang Tua, Pendidikan Tinggi Abstract The purpose of this research is to know parents’ perception in high education for children at Tawangsari Village Taman Sub-district Sidoarjo Regency and supporting factor and the resistor factor that affect the parents in providing high education for children. The approach of research which is used in this research is quantitative descriptive. Data collection in this research using questionaire. Data analysis techniques using percentage pattern and presentment of the data using numeral and percentage, which then described. The amount of the sample which is used are 123 parents from the society of Tawangsari Village Taman Sub-district Sidoarjo Regency. The parents’ perception result of this research in high education for children at Tawangsari Village Taman Sub-district Sidoarjo Regency viewed from some aspects such as by parents’ comprehension about high education with percentage 83,68 percent, the benefit of high education for children with percentage 75,05 percent, parents’ effort in providing high education for children with percentage 86,31 percent. So, it’s obtained an average result 81,31 percent which means relatively very high. Other aspects such as supporting factor which is affect parents in providing high education for children with obtaining an average of 87,60 percent which means relatively very high which covers children learn motivation, parents’ supporting to their children to reach their ambition and parents always have expectation to providing high education for children .Resistor factor which is affect parents in providing high education for children which is relatively high with obtained an average 61,83 percent which covers education cost which is relatively high, economy parents’ conditions, many families and burden, and parents’ comprehensionless with high education importantness for children. Key word: Parent’s Perception, High Education
PERAN GURU DALAM MENGATASI PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA KELAS X DI SMA ANTARTIKA SIDOARJO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p391-406

Abstract

Abstrak Ketertiban siswa sebagai suatu masalah disekolah, pada jenjang sekolah sekolah menengah yang siswa- siswanya beranjak dewasa dan mulai mengenal jati diri, untuk iitu diperlukan adanya peran guru dan sekolah dalam menangani pelanggaran tata tertib.Penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini adalah di SMA Antartika Sidoarjo.Secara keseluruhan waktu yang digunakan dalam penelitian yaitu juli-agustus 2014.Penelitian ini menggunaka penelitian populasi, dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumen.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif menggunakan prosentase.Hasil penelitian bahwa peran guru dalam mengatasi pelanggaran tata tertib siswa kelas X di SMA Antartika Sidoarjo tidak terlepas dari kerjasama guru dengan sekolah dan kerjasama sekolah dengan orang tua siswa. Peran guru dalam mengatasi pelanggaran tata tertib sisw yaitu: (a) mensosialisasikan tata tertib sekolah (b) Menasehati siswa (c) Keteladanan dalam berperilaku (d) Memberikan hukuman jika siswa melakukan kesalahan atau pelanggaran (e) Melakukan kerjasama guru dengan orang tua. Kata kunci : Peran, Pelanggaran tata tertib, dan hukuman Abstract The student’s regularity is considered as the main problem happened commonly in the school, especially the secondary school having the students who are growing up and getting to know their identity. Regarding the case mentioned, the teacher and school role is needed in working on the discipline violation. This research is quantitative research by applying the research technique of descriptive quantitative. The location is taken place at SMA Antartika Sidoarjo. Overall, the time spent by the researcher in conducting this research was July-August 2014. This research used population research within the technique of data collection such as questionnaires and documents. The data analysis technique used in this research is descriptive quantitative analysis by means of the percentage.The result of the research indicated that the teacher’s role in overcoming the discipline violation of the tenth grade students of SMA Antartika Sidoarjo can not be separated from the cooperation between the teachers and school then the cooperation between school and students’ parents. The teacher’s roles in overcoming the students discipline violation are described as follows : (a) Promoting school discipline (b) Advising the student (c) Modeling in behaving (d) Providing the penalties if the students are running for the offenses purposely or doing the violation (e) Cooperating teachers with parents Key Words : Role, Discipline Violation, and Punishment
STRATEGI PENGASUHAN ANAK OLEH IBU TUNGGAL DAN BAPAK TUNGGAL DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU ETIS PERGAULAN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p407-420

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang strategi pengasuhan anak yang dilakukan oleh ibu tunggaldan bapak tunggaldalam membentuk perilaku etis pada pergaulan remaja di keluarga menengah ke atas.Penelitian yang dilakukan di kota Sidoarjo dan Surabaya ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah para ibu tunggaldan bapak tunggalyang memiliki anak dengan usia perkembangan remaja awal sampai dewasa awal. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan wawancara.Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa, secara umum strategi pengasuhan orang tua itu sama yakni dengan memberikan keteladanan, pemantauan dan nasehat. Namun karena masing-masing keluarga sifatnya unik maka masing-masing orang tua memiliki strategi pengasuhan khusus yang sifatnya berbeda.Strategi pengasuhan yang dilakukan oleh ibu tunggal adalah tutur-tinutur dan gertakan kecil.Strategi pengasuhan yang dilakukan oleh bapak tunggal ditinjau dari model pengasuhannya dibagimenjadi dua, yaitu:model arsitek dan model petani. Strategi pengasuhan yang dilakukan oleh bapak tunggal dengan model arsitek adalah pembiasaan dan pendisiplinan. Untuk strategipengasuhan yang dilakukan oleh bapak tunggal dengan model petani adalah pembiasaan dan aksi nyata. Kata Kunci:Strategi pengasuhan, ibu tunggal, bapak tunggal, perilaku etis pergaulan. Abstract This study explore about the parenting strategy by single mothers and single fathers in form ethical behavior of adolescents relationships in upper middle class family. This study conducted in the upper middle-class family in Sidoarjo and Surabaya used to a qualitative descriptive approach. Informants of this study were single mothers and single fathers who have children in developmental age of early adolescence to early adulthood. Data were collected by using observation and interviews. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the study found that, generally,parenting strategy is same that is by providing exemplary, monitoring and advice. However, because each family is unique so every parent has a specific parenting strategies that are different one to another. Parenting strategies by a single mother is tutur-tinutur and small threat. Parenting strategies by a single father in terms of the parenting model is divided into two, namely: the architect model and a farmer model. Parenting strategies by a single father with an architect model is habituation and discipline. For parenting strategies by a single father with a farmer model is habituation and real action. Key Words: childcare startegy, single mother, single father, socially ethical behavior.
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL SISWA PAPUA DI KOTA LAMONGAN Susi Andriani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p530-544

Abstract

Abstrak Siswa Papua mengikuti program pemerintah yaitu UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat).Sebagai pendatang dengan keadaan minoritas di lingkungan yang baru, siswa Papua dituntut untuk mampu beradapatasi dengan lingkungan masyarakat Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi adaptasi siswa Papua di kota Lamongan. Penelitian ini menggunakan teori strategi adaptasi dari John Bennet dan menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan wawancara mendalam.Analisis data yang digunakan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi adaptasi sosial siswa Papua di kota Lamongan yang dikaji dari teori John Bennet dapat disimpulkan bahwa siswa Papua menggunakan strategi adaptasi perilaku untuk menghadapi perbedaan di lingkungan yang baru, strategi adaptasi siasat untuk menghadapi resistensi atau penolakan, kemudian menggunakan strategi adaptasi proses digunakan untuk mencari kesamaan di lingkungan yang baru. Strategi adaptasi perilaku lebih dominan dilakukan oleh siswa Papua dalam melakukan adaptasi dalam menghadapi perbedaan. Kata Kunci: strategi adaptasi sosial, Papua Abstract Papua students joined a goverment program, UP4B (Unit for the acceleration of Development of Papuan and west Papua). As minority newcomers in the new environment. The student are required to be able to adapt with Lamongan society. This study aims to reveal the adaptation strategies of John W. Bennet and qualitatif approach. Data analysis use data collection, data reduction, data presentation and conclution using data trianggulasi.This study result that Papua student social adaptation strstegy in Lamongan studied by using the theory of John W. Bennet states that Papua students used behaviorial adaptation strategies to deal with the differences in the new environment. A strategy of adaptation strategies to deal with resistence or rejection, and a process of adaptation strategis to look for similiarites of culture and language in the ne environment. Of the three strategies of John W. Bennet, behavioral adaptation strategy was chosen more by Papua student. Keywords: strategies adaptation social, Papua
DISIPLIN BERLALU LINTAS DI JALAN RAYA PADA REMAJA DI DESA PETAK, PACET, MOJOKERTO Ruly Fuji Astuti; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p831-845

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kedisiplinan berlalu lintas dan menganalisis faktor yang mempengaruhi kedisiplinan berlalu lintas di jalan raya pada remaja di desa Petak, Pacet, Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Metode angket digunakan untuk mencari data mengenai tingkat kedisiplinan berlalu lintas pada remaja dengan jumlah responden 48 orang. Metode wawancara digunakan untuk mencari data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan berlalu lintas pada remaja dengan informan wawancara 15 orang. Data pengkategorian tingkat disiplin dianalisis dengan menggunakan rumus perhitungan skor interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kedisiplinan remaja di desa Petak terbagi menjadi 1 orang kurang disiplin, 16 orang cukup disiplin, 17 orang disiplin dan 14 orang sangat disiplin. Sehingga dapat diketahui bahwa tingkat kedisiplinan remaja di desa Petak dikategorikan Disiplin. Hal ini dilihat dari tindakan remaja yang bertindak sesuai dengan 4 aspek disiplin berlalu lintas yakni pemahaman tentang peraturan lalu lintas, tanggung jawab atas keselamatan diri dan orang lain, kehati-hatian dan kesiapan diri serta kondisi kendaraan. Faktor yang mendorong disiplin berlalu lintas antara lain peran polisi lalu lintas, peran orang tua dan sarana prasarana lalu lintas.Kata Kunci: Disiplin, Lalu Lintas, Remaja.AbstractThe research goal is to knowing traffic discipline and to analysis the influence factor traffic discipline on the roadway for adolescent in the Petak village, Pacet, Mojokerto. The type this research is quantitative with descriptive method and the teqnique for taking sample used simple ranom sampling. Data collection technique used questionaire, interview and documentation. Queestionaire method used to search data about traffic discipline level for adolescent with 48 peoples total respondent. Interview method used to search data about factors that influence traffic discipline with 15 interview informant people. The category data of traffic discipline to analysised with formula estimation interval score. Result of research to show about adolescent discipline category in Petak village became to be 1 people less discipline, 16 people enought discipline, 17 people discipline and 14 people very discipline. So can know about traffic discipline level in road way for adolescent in Petak village, Pacet, Mojokerto category is discipline. The encourage factor traffic discipline are traffic police role, parents role, and trafic infrastructure.Keywords: Discipline, Traffic, Adolescent

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue