cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
AKTUALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO Syaifullah Syaifullah; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1061-1075

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktualisasi nilai-nilai multikultural dalam kegiatan keseharian di pondok pesantren Nurul Jadid, mengetahui peran Kyai dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural dan media yang digunakan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural di pondok pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini termasuk kategori deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai situasi dan kondisi dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural di pondok pesantren Nurul Jadid Paiton-Probolingggo. Lokasi penelitian ini adalah di pondok pesantren Nurul Jadid Jl. K.H. Zaini Mun’im Desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Untuk memperoleh data yang ada di lapangan maka teknik pengumpulan data berupa pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta menggunakan analisis data berupa pengumpulan data yang dimulai reduksi data, selanjutnya penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifiikasi. Berdasar hasil penelitian, disimpulkan bahwa aktualisasi nilai-nilai multikultural di pondok pesantren Nurul Jadid Paiton-Probolinggo terlihat pada: 1. kegiatan keseharian santri berupa makan bersama dengan pembayaran secara kolektif, menjenguk teman yang sedang sakit, santri senior membantu santri junior yang mengalami kesulitan dalam kegaiatan belajar mengajar. Kegiatan ini memuat nilai-nilai multikultural toleransi, humanism, dan kebersamaan. 2. Peran Kyai dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural berupa kebijakan yang memperbolehkan orang non-muslim belajar di pondok pesantren Nurul Jadid, menyisipkan nilai-nilai multikultural pada penjelasan materi kitab kuning, memberikan contoh teladan pada santri, dan pemikiran Kyai tentang ajaran agama Islam yang inklusif. 3. Media yang digunakan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural di pondok pesantren Nurul Jadid berupa kegiatan pengajian kitab kuning, tingkah laku pengasuh sebagai tauladan bagi santri, dan kegiatan ekstra kurikuler meliputi kelompok diskusi, olah raga sepak bola, dan forum komunikasi santri.Kata kunci: aktualisasi, nilai-nilai multikultural, dan pondok pesantren.AbstractThe purpose of this research was to know how the actualization of multicultural values in the dailyactivities at the boarding school NurulJadid, knowing role Kyai in actualizing themulticultural values and any media used to actualizing multicultural values inboarding school NurulJadid. This research use descriptive qualitative research, it is research that purposetodescribe, tellmany situations and conditions to actualizemulticultural values in boarding school NurulJadid-ProbolingggoPaiton. Thelocation of this research is in boarding school NurulJadid Jl. K.H. ZainiMun'imKaranganyarvillagepaiton districtProbolinggo. To obtain the data in the field so tehnique data collectionare observation, interview, and documentation, and using data analysis is collection data, and then data reduction, and then data presentation, and conclusion or verifikasi. Based on the research results, it was concluded that the actualization of multicultural values in boarding school NurulJadidPaiton-Probolinggo look at: 1.Daily activities such as students was eating with collective payment, visita friend who was sick, senior students help junior students who have difficulty inlearning.This activity includes the values of multicultural tolerance,humanism, and togetherness. 2. Role of the Kyaiin actualizingmulticultural values such as prudance that allows non-Muslims to studying in boarding school NurulJadid, insert multicultural values when explanationmaterial of yellow book, give example to the students, and Kyai’sopinion about the teachings of Islam wich inclusive. 3. Media wasused to actualizaing multicultural values in a boarding schoolNurulJadidis teaching activities of yellow book, caregiver behavior as a model forstudents, and extra-curricular activities include discussion groups, football sport, and a forum for communication students.Keywords: actualization, multicultural values, and boarding school
PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN NASIONALISME PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (Di Perumahan Griya Kencana, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik) Wrizal Musafiyono; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1076-1094

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar dan untuk mengetahui faktor pendukung serta penghambat peran orang tua dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar di Perumahan Griya Kencana, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dan jumlah informan yang digunakan sebanyak 10 orang yang terdiri dari orang tua atau kepala keluarga berlatar belakang pendidikan berbeda yaitu tingkat SD, SMP/SMA, dan PT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar di Perumahan Griya Kencana, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, yaitu sebagai penyampai nilai nasionalisme dan pembimbing bagi anak-anaknya dalam mengimplemantasikan nilai nasionalisme pada kehidupan sehari-hari. Faktor yang mendukung dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar cukup beragam, yaitu mulai dari faktor peran orang tua itu sendiri atau pemaksimalan peran orang tua dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar yang dipengaruhi tingkat pendidikan atau latar belakang pendidikan orang tua, masyarakat (kegiatan di masyarakat yang mendukung dalam hal menumbuhkan nasionalisme), dan media (internet). Faktor yang menghambat dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar, yaitu faktor peran orang tua itu sendiri atau kurang maksimalnya peran orang tua dalam menumbuhkan nasionalisme pada anak usia sekolah dasar yang dipengaruhi tingkat pendidikan atau latar belakang pendidikan orang tua, masyarakat (kegiatan di masyarakat yang kurang mendukung dalam hal menumbuhkan nasionalisme), dan media (internet) yang membawa masuk budaya asing.Kata Kunci : Peran orang tua, nasionalisme, dan anak usia sekolah dasarAbstractResearch aims to know role parents in growing nationalism on a school-age child base and to know by factors in support and inhibitors role parents in growing nationalism on a school-age child the basis on housing Griya Kencana, Village Mojosarirejo, Sub-district Driyorejo, Regency Gresik. This type of research is qualitative, descriptive, and the number of informants used as many as 10 people consisting of parents or family educational background to head different elementary, junior/senior high school, and university. Data collection techniques used are observation, interview and documentation. The result showed that parents role in growing nationalism in elementary school children aged Griya Kencana Housing, Viilage Mojosarirejo, sub-districts Driyorejo, Gresik Regency namely as better messenger value nationalism and tutorship for his children in implementing value of nationalism in daily life. Factor supporting in growing nationalism in elementary school children aged quite varied, starting from parents role factor itself or maximizing parents role in growing nationalism in children aged elementary school education or influenced educational background parents society (activities in public support in terms of nationalism), and media (internet). Factors impeding in growing nationalism in elementary school children aged that is the factor parents itself or less maximum parents role in growing nationalism in children aged elementary school education or influenced educational background parents society (activities in societies lacking support in term of nationalism), and media (internet) bring in an unfamiliar culture. Key words: the role of parents, nationalism, and elementary school age children
UPAYA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA RELIGIUS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB DI SMAN 1 NGLAMES Royan Himawan; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1095-1110

Abstract

Abstrak Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya Sekolah dalam mewujudkan budaya religius sebagai upaya peningkatan kepatuhan siswa terhadap tata tertib di sekolah SMAN 1 Nglames? Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sebab penelitian ini yang bertujuan untuk memahami fenomena atau gejala sosial tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu model analisis data interaksi.Dari hasil penelitian upayasekolah bahwa sekolah dengan budaya religius adalah  infaq, membudayakan do’a bersama di awal dan akhir pelajaran, zakat fitrah, dan pondok romadhon efektif diterapkan dalam sekolahan saat ini dimana tidak ada kontak fisik lagi. Melatih siswa menjadi siswa yang tidak pandai dalam pengetahuan saja tetapi juga mempunyai jiwa religius yang baik. Kebiasaan-kebiasan tersebut akan menciptakan karakter pada siswa yakni kedisiplinan dan mempunyai tanggung jawab dalam menuntut ilmu dengan baik. Kata Kunci : Budaya religius, kepatuhan, dan Tata Tertib.   Abstract The problem of this research is how to realize the role of the Principal in religious culture as an effort to improve compliance with the discipline of students in the school SMAN 1 Nglames?In theory, Biddle and Thomas split the terminology in the theory of the role of the four groups, namely 1 People who take part in social interaction. 2 The behavior which appears in the interaction. 3 The position of the people in the behavior and 4 Linkages between people and behavior. This research is descriptive qualitative, because this study intends to understand social phenomena or symptoms of what is experienced by research subjects. Data was collected through interviews, observation and documentation of data analysis techniques while using Miles and Huberman models namely interaction data analysis models.The research that the principal role of the principal with the religious culture infaq, cultivate a prayer together at the beginning and end of the lesson, tithes, and cottage Romadhon effectively implemented in schools today where there is no physical contact again. Train students into students who are not proficient in knowledge but also have a good religious life. Habits-habits that will create a character in students the discipline and have responsibilities in their studies well Keywords: religious culture, obedient, and Rules.
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA SISWA DI SDN BUBUTAN IV KOTA SURABAYA Athi Rahmani; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1111-1126

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui strategi sekolah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa di SDN Bubutan IV (2) untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang dialami oleh sekolah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa di SDN Bubutan IV (3) untuk mengetahui cara mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi sekolah  dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa di SDN Bubutan IV. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan strategi dari subjek penelitian (kepala sekolah dan guru) dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa di SDN Bubutan IV Surabaya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki strategi dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa yaitu melalui integrasi mata pelajar PPKn, IPA dan IPS, melalui pengembangan diri yaitu mengikuti ekstrakulikuler eco school, kolintang, parikan, tari tradisional dan TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), melalui budaya sekolah yaitu upacara setiap hari senin jika tidak upacara diganti dengan membacakan Pancasila dan menyanyikan lagu wajib di dalam kelas Kata Kunci: sekolah, Pancasila. Abstract The purpose of this study was (1) to determine the strategy of the school in instilling the values ​​of Pancasila on students at SDN Bubutan IV (2) to determine what barriers experienced by schools in instilling the values ​​of Pancasila on students at SDN Bubutan IV (3) to find out how to overcome the obstacles faced by schools in instilling the values ​​of Pancasila on students at SDN Bubutan IV. This study was conducted with a qualitative approach using a descriptive method that aims to describe or depict the strategy of research subjects (principals and teachers) in instilling the values ​​of Pancasila on SDN Bubutan IV students in Surabaya. The result showed that schools have strategies in instilling the values ​​of Pancasila in students is through the integration of the student's eyes through PPKn, science and social studies, through self-development that follows the eco school extracurricular, kolintang, parikan, traditional dance and TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), through culture the school every Monday ceremony if the ceremony is not replaced by reading and singing the anthem Pancasila in the classroom. Keywords: school, Pancasila
TANGGAPAN MASYARAKAT DESA REJOSARI KECAMATAN JATIREJO KABUPATEN MOJOKERTO TENTANG PRAKTIK MONEY POLITIC Mochammad David Budiyanto; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1142-1156

Abstract

ABSTRAK Tujuan  penelitian  ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan masyarakat tentang praktik money politic yang terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo Kab. Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Rejosari Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Data penelitian ini diperoleh melalui  angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dalam bentuk prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat masyarakat tentang praktik money politic dari berbagai tingkat pendidikan bervariasi dalam menjawab. Dari kriteria penilaian yang ditentukan masyarakat menjawab kategori buruk, cukup baik, baik dan sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi sistem pemilu agar kebijakan tersebut nantinya dapat meminimalisir terjadinya praktik money politic yang sekarang marak terjadi di setiap berlangsungnya pemilu. Kata kunci: money politic, Mojokerto.   ABSTRACT The research aims is to describe respond of the people about  money politic practices in village of Rejosari district of Jatirejo residency of Mojokerto. This research uses quantitative approach with descriptive method.  Location of the research is on Village of Rejosari District of Jatirejo Regency of Mojokerto.  Date of the research is collected by questionnaire  and interview. Data analysis technique  used in this research is descriptive quantitative in percentage form. Result of the research indicates that opinion of the people about money politic practices from various level of education is vary in their answers. Based on community assesment criteria said bad, enoug, good, best.  Through this research, we can evaluate system of general election  so that policies to regulate the system can minimalize  incident of money politic practices  which is growing up in every general election moment.   Keywords: money politic, Mojokerto
IMPLEMENTASI UNDANG – UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN SOSIAL NUANSA PERTIWI DI DESA PUCANG SIMO KECAMATAN BANDARKEDUNGMULYO KABUPATEN JOMBANG Yayuk Lailatul Fadlilah; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1157-1171

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Lembaga Pendidikan dan Sosial Nuansa Pertiwi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Lembaga Pendidikan dan Sosial Nuansa Pertiwi di desa Pucang Simo Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Subjek penelitan adalah pihak Lembaga Pendidikan dan Sosial Nuansa Pertiwi diantaranya adalah Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan endamping anak-anak di Lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Lembaga Pendidikan dan Sosial Nuansa Pertiwi diwujudkan melalui program-program antara lain, persamaan kedudukan setiap anak dengan pemberian bantuan dana yang sama tanpa pengecualian, pemberian bantuan untuk mempermudah pembuatan akte anak yang dibantu oleh lembaga, megupayakan pemberian penyuluhan good parenting, pemberian makanan bergizi tambahan serta susu dan vitamin secara rutin, memberikan pengetahuan dasar sesuai dengan usia anak, upaya pemenuhan kebutuhan imunisasi anak dan pengecekan kesehatan secara rutin, pemberian fasilitas bermain yang memadai serta agenda rutin untuk melakukan rekreasi ke tempat wisata. Kata Kunci: perlindungan anak, UU no 23 tahun 2002 Abstract The purpose of this research is to know the implementation of law No. 23 of 2002 on child protection in educational institutions and Social Nuansa Pertiwi.This research used the qualitative approach with a descriptive method. Location of research at educational institutions and Social Nuansa Pertiwi in the village of Pucang Simo Bandarkedungmulyo subdistrict of Jombang Regency. The subject of the study is the Social institution and the nuances of Earth, amoung them is a unit of an act of social workers and children companion. The results showed that the implementation of law No. 23 of 2002 on child protection in educational institutions and Social Nuansa Pertiwi is realized through other programs, each child's position equations with the granting of the same aid funds without exception, the granting of aid to facilitate the creation of a children's Institution, assisted by effort of the granting of extension of good parenting, the granting of additional nutritious food as well as milk and vitamins regularly, giving basic knowledge in accordance with the age of the child, efforts the fulfillment of needs immunizations and health checking on a regular basis, the granting of adequate playing facilities as well as recreational to do routine agenda into tourist attractions. Keywords: law No. 23 of 2002, child protection
PARTISPASI POLITIK PEREMPUAN DI DEWAN PIMPINAN WILAYAH PARTAI AMANAT NASIONAL JAWA TIMUR SURABAYA Akbar Maulana Azis; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1172-1188

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk partisipasi politik perempuan dalam kegiatan politik yang ada di Dewan Pimpinan Wilayah partai Amanat Nasional Jawa Timur. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan subyek penelitian Random sampling (sampelacak). Lokasi penelitian berada di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Timur ini terletak di Jalan Darmo Kali no 18 Surabaya. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Timur. Hasil penelitian mendeskripsikan angka-angka perolehan perhitungan kuesioner yang meliputi tiga tahap, yaitu tahap perumusan, pengumpumpulan data, dan penyajian data.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa partisipasi perempuan dalam suatu tahap perencanaan kegiatan atau program kerja tersebut berada pada kategori rendah. Rendahnya partisipasi politik perempuan pada tahap ini yaitu dikarenakan adanya perbedaan asumsi di Dewan Perwakilan Wilayah jika dilihat dari gender (jeniskelamin). Sebagian besar anggota yang berpartisipasi pada tahap perencanaan kegiatan tersebut adalah laki-laki. Hal tersebut disebabkan adanya sistem pelapisan sosial yang terbentuk dalam Dewan Perwakilan Wilayah, yang membedakan kedudukan dan derajat antara laki-laki dan perempuan.Perempuan menganggap bahwa seorang laki-laki memiliki tanggung jawab, ke wajiban dan hak yang lebih tinggi untuk turun langsung mengikuti rapat perencanaanKata kunci :Partisipasi politik perempuan, Dewan Pimpinan Wilayah PAN JATIMABSTRACTThe purpose of this study was to determine the form of political participation of women in political activities in the Regional Leadership Council of the National Mandate Party of East Java. The research method used is descriptive quantitative study subjects using random sampling (sampelacak). Research sites located within the Regional Leadership Council of the National Mandate Party, East Java is located at No. 18 Jalan Darmo Kali Surabaya. Regional Leadership Council of the National Mandate Party, East Java. The results of the study describing the calculation acquisition figures questionnaire which includes three phases, namely the formulation, collection of data, and data presentation. Based on the results of this study concluded that women's participation in an activity or program planning phase of the work is in the low category. The low political participation of women at this stage is due to differences in assumptions in the House of Representatives region when viewed from a gender (jeniskelamin). Most of the members who participated in the planning stages of these activities are boys. This is due to the existence of a system of social stratification that formed the Regional Representative Council, which distinguishes between the position and the degree of men and perempuan.Perempuan assume that a man has a responsibility, obligation and the right to a higher to down directly following the planning meeting.Keywords: women's political participation, PAN Regional Leadership Council JATIM
PERAN KETELADANAN GURU DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 12 SURABAYA Gama Septian Maulana; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1189-1204

Abstract

ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk keteladanan guru dalam upaya membentuk karakter peserta didik di SMA Negeri 12 Surabaya, untuk mengetahui faktor - faktor yang mendukung dan menghambat upaya mengembangkan keteladanan guru di SMA Negeri 12 Surabaya, untuk mengetahui bagaimana peran keteladanan guru dalam upaya membentuk karakter peserta didik di SMA Negeri 12 Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Deskriptif. Tehnik pengambilan subjek data dilakukan secara selektif. Tehnik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Tehnik analisis data yang digunakan yakni tehnik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis menunjukan bahwa peran keteladanan guru di SMA Negeri 12 Surabaya dalam membentuk karakter peserta didiknya telah berjalan maksimal. Dimana para guru tidak lagi hanya bertugas menjadi pengajar akan tetapi memiliki tugas yang lainnya yakni mendidik. Dalam mendidik, dibutuhkan kompetensi lebih yang harus dimiliki oleh seorang guru. Salah satunya memiliki keteladan bagi siswa-siswanya atau peserta didiknya. Bentuk keteladan guru ini berupa sifat yang akan diturunkan kepada peserta didiknya melalui proses belajar mengajar, tata tertib sekolah yang telah di integrasi dengan berbagai macam bentuk karakter, dan kultur sekolah atau budaya sekolah. Dalam pelaksanaan keteladanan guru dalam upaya membentuk karakter peserta didiknya terdapat hambatan serta dukungan didalam prosesnya. Hambatan yang dilalui yakni, kurangnya kesadaran diri peserta didiknya terhadap pentingnya karakter, pergaulan siswa diluar sekolah yang terbawa masuk kedalam lingkungan sekolah, adanya kekukrang kerja samaan diantara guru dalam pelaksanaannya. Dukungan atau dorongan yang dilalui yakni, orang tua peserta didik yang telah mempercayakan sepenuhnya kepada guru, dukungan dari seluruh warga sekolah, dan kerja sama yang terjalin baik antara guru dengan peserta didik.Kata kunci : Pembentukan Karakter, Peran Keteladanan GuruABSTRACTThis study included in the descriptive study. Retrieval technique is selective data subject. Techniques of data collection through interviews, documentation and observation. Data analysis techniques used namely data analysis techniques using qualitative descriptive analysis. The results of studies that have analyzed the example shows that the role of teachers in the State High School 12 Surabaya in shaping the character of student participants has been running maximum. Where the teacher is no longer just be a teacher on duty but have the task of educating others. In educating, more competencies are needed to be possessed by a teacher. One of them has the example for his students or learners. This form of exemplary teachers in the form of properties that will be passed down to the learners through the learning process, the school rules that have been in various forms of integration with characters, and the school culture or school culture. In the exemplary implementation of the teacher in order to form the character of the participant students are barriers and support in the process. Impassable barriers namely, a lack of self-awareness of the importance of learners' characters, relationships outside of school students who carried into the school environment, the presence of lack of similarity between the work of teachers in the implementation. Support or encouragement that passed, parents of students who have entrusted entirely to the teachers, the support of the entire school community, and the cooperation between
PENGARUH SERTIFIKASI GURU MAPEL PPKn TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN di KELAS (STUDI di KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN) Farihatul Laili; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1205-1219

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sertifikasi guru mapel PPKn terhadap mutu pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 14 guru mapel PPKn Kecamatan Babat. Jumlah sampel yang diambil adalah 4 guru ditentukan dengan purposive sampling. Serta 44 dewan guru sebagi responden ditentukan dengan teknik random. Data dikumpulkan dengan instrument angket, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana, uji t dan uji normalitas. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang searah den signifikan antara sertifikasi guru mapel PPKn terhadap mutu pembelajaran di kelas dengan thitung 4,784 dengan nilai signifikansi 0,000. Sertifikasi guru mapel PPKn memberikan pengaruh sebesar 35,3% terhadap mutu pembelajaran di kelas dan masuk kategori rendah.Kata kunci: sertifikasi guru, mutu pembelajaranAbstractThis research purpose of to determine the effect of certification civic education’s teacher toward quality of learning in the classroom. In this case the quality of learning seen from the aspect of teacher’s mastery of subject matter and student learning activities. This study uses a quantitative approach with a population of 14 civic education’s teacher. The number of sample are 4 teacher determined by purposive sampling. And 44 boards teacher as respondents was determined by random. Data were collected with interview, a questionnaire instrument, documentation, and observation. Data were analyzed using simple linear regression, t test and the test for normality. The results of this study indicate that effect and direction and significant between certification civic education’s teacher toward quality of learning in the classroom with tcount 4,784 with a significance value of 0.000. Certification civic education’s teacher give effect of 35,3% to ward quality of learning in the classroom and entered the low category.Keywords: teacher certification, the quality of learning
MAKNA SIMBOLIK DALAM RITUAL KAWIT DAN WIWIT PADA MASYARAKAT PERTANIAN DI DESA NGASEMLEMAHBANG KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN M. Muwafiqillah Al Hasani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1220-1236

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang proses ritual kawit dan wiwit bagi masyarakat pertanian di desa Ngasemlemahbang dan mendeskripsikan makna simbolik dalam ritual tersebut. Teori yang digunakan adalah teori Interaksionisme Simbolik dari Blumer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Fokus penelitiannya yaitu proses ritual kawit dan wiwit yang dilakukan oleh masyarakat pertanian, waktu, bahan atau benda yang digunakan pada saat ritual kawit dan wiwit. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam yang selanjutnya di analisis sescara diskual. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa ritual kawit dan wiwit di Desa Ngasemlemahbang Ngimbang Lamongan yaitu (1) proses ritual kawit dan wiwit dimulai dari penentuan hari baik, mempersipkan sesaji, dan pelaksanaan ritual disawah oleh dukun kawit dengan beberapa tahapan yang dilkukan salah satunya meletakkan sesaji di pojok sawah sambil membaca mantra. (2) Makna simbolik dalam ritual kawit dan wiwit yaitu dari pemilihan sesaji yang digunakan mengandung banyak makna sebagai simbol pengharapan oleh masyarakat. Misalnya dengan meletakkan sesaji dipojok sawah berharap tanaman padi dilindungi agar masa tanam padi berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang melimpah. Kata Kunci: makna simbolik, ritual, upacara kawit, upacara wiwit   Abstract The research discusses the ritual process of Kawit and Wiwit for agricultural community, the symbolic meaning in the ritual described. The theory used is symbolic interactionism of Blummer.  This research is descriptive qualitative. Research is focussed on the ritual process of kawit and wiwit, included in time, materials, or object. The data are collected by observation and in depth interview. The data are descriptive qualitatively analized.  The ritual processes in the village Ngasemlemahbang Ngimbang Lamongan district are: (1) starting from the determining a good day, preparing the offerings, and implementing of the rice rituals by sorceres Kawit with several stages, performed by puitting the offerings of the corner of field while reading a spell. (2) symbolic meaning in rituals Kawit and Wiwit the selection of offering that are used there is a lot of meaning as a symbols of a hope that the planting time of rice well provinded and got a rich harvest. Key words: symbolic meaning, kawit ritual, wiwit ritual

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue