cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KETERLIBATAN KYAI DALAM POLITIK PRAKTIS PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 (Studi Kasus Desa Larangan Tokol Kabupaten Pamekasan) Yudhistira Alif; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1127-1141

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Persepsi Masyarakat Desa Larangan Tokol Kabupaten Pamekasan terhadap keterlibatan kyai dalam politik praktis pada pemilu legislatif tahun 2014. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan variabel adalah persepsi masyarakat terhadap keterlibatan kyai dalam politik praktis pada pemilu legislatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah keseluruhan pemilih tetap di Desa Larangan Tokol Kabupaten Pamekasan sejumlah 5613 dan sampel dalam penelitian ini di ambil 10% dari populasi yang ada, maka dengan menggunakan rumus perhitungan Slovin diperoleh sampel sebesar 100 orang dan menggunakan metode pengumpulan data berupa angket dan wawancara. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian tersebut yaitu masyarakat di Desa Larangan Tokol Kabupaten Pamekasan setuju bahwa kyai pantas untuk duduk di perpolitikan karena kyai dianggap sebagai orang yang bisa dijadikan panutan dan dapat dijadikan pemimpin yang baik dan  memiliki dasar Islam yang kuat dan  juga masyarakat di Desa Larangan Tokol Kabupaten Pamekasan menganggap kyai dapat menampung aspirasi masyarakat. keterlibatan politik kyai dalam tingkat politik di Desa Larangan Tokol Kabupaten Pamekasan adalah sebagai tokoh politik dan sebagai tokoh agama. Kata kunci : partisipasi politik, keterlibatan  kyai   Abstract This research aims to describe the direction and the factors that influence people's political participation of Larangan Tokol Village District Pamekasan in village elections in 2014. The method used is descriptive quantitative with variables in the political participation. Selected population in this research was the overall electorate in the LaranganTokol Village 5613 voter number and sample research 100 voter (10%) and research will use the file collection methods such as questionnaires and interviews. Based on the data of this research Village electionsin rural districts Larangan Tokol classified level of citizen participation in active participation, becauseto the government's political awareness is very high in providing support to the government through election of village heads in order to advance the prosperity of society Larangan Tokol village. Larangan Tokol village level community participation in village electionsin 2014  of citizens use their ballots in the election of village heads. The factors influence the village of  District Larangan Tokol because agents of political socialization in the implementation of awareness in choosing a candidate so the village head is very high because people want to find a leader for the changes that the existing village. Keywords : political participation, involvement of clerics
POLA PENDIDIKAN NILAI DI PANTI ASUHAN AL-IKHLAS KOTA SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p21-38

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pendidikan nilai religius dan nilai sosial, dan karakteristik perilaku religius dan sosial pada anak-anak asuh panti asuhan Al-Ikhlas kota Surabaya. Data penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus yang disajikan secara deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga jalur, yakni reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dikembangkan di panti asuhan Al-Ikhlas, seperti nilai-nilai religius yang meliputi ketaqwaan, kepatuhan, dan nilai-nilai sosial yang meliputi kepedulian, tanggung jawab. Pola pendidikan yang dilakukan, yaitu memberikan perhatian kepada anak-anak asuh, mengadakan kegiatan religius maupun kegiatan sosial, mengadakan penilaian di bidang religius maupun di bidang sosial, membiasakan anak-anak asuh dengan aturan panti asuhan yang berupa pemberian hukuman dan ganjaran, dan memberikan contoh perilaku yang nyata kepada anak-anak asuh. Karakteristik  perilaku religius dan sosial anak-anak  panti asuhan Al-Ikhlas kota Surabaya sebelum bergabung di panti asuhan, perilaku anak-anak asuh  mayoritas masih belum menunjukkan perilaku yang terpuji, namun panti asuhan Al-Ikhlas Kota Surabaya mendidik anak-anak asuh dengan penuh disiplin, dan tanggung jawab yang  berpedoman pada nilai-nilai Al-Quran dan  nilai-nilai Pancasila. Kata kunci : Pendidikan nilai, Panti asuhan, Anak panti asuh   Abstract This study aims to determine the pattern of religious values education and social values, and characteristics of religious and social behavior in children foster orphanage Al-Ikhlas Surabaya. The research data was obtained through observation, interview and observation. This study used a qualitative approach and a case study presented descriptively. Analysis of the data in this study using three lines, namely data reduction, data presentation, and conclusions or verification. The results showed that the values developed in the orphanage Al-Ikhlas, such as religious values which include faith, obedience, and social values that include caring, responsibility. The pattern of education is done, is to give attention to children in the care, conduct religious activities and social activities, conducted an assessment in the field of religious and social, foster children familiarize with the rules of the orphanage that form of punishment and reward, and provide examples real behavior of the foster children. Religious behavior and social characteristics of children orphanage Al-Ikhlas Surabaya before joining in orphanages, foster children's behavior majority still has not shown commendable behavior, but the orphanage Al-Ikhlas Surabaya educate foster children with discipline , and responsibilities which are based on the values of the Al-Quran and the values of Pancasila. Keywords: value education, orphanages, orphanage children
PELAKSANAAN GOTONG-ROYONG DI ERA GLOBAL (STUDI KASUS DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p39-53

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengungkapkan tentang gotong royong sebagai salah satu visi dari desa Balun yang masyarakatnya memiliki keberagaman agama. Gotong royong hingga saat ini masih dilaksanakan secara intensif karena dapat menjaga kerukunan pada warga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan gotong royong yang ada di desa balun kecamatan Turi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori sistem dari Talcott Parsons. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan gotong royong di Desa Balun berjalan dengan baik melalui kerjasama antara warga dan pemerintah desa. Gotong royong di desa Balun terbagi dalam dua bentuk meliputi gotong royong inter agama dan gotong royong intra agama. Pada gotong royong intra agama yang dilakukan hanya didalam warga satu agama saja yaitu pada bidang sosial berkaitan dengan perawatan dan pembangunan tempat ibadah. Sedangkan untuk gotong royong inter agama dilaksanakan dalam dua bidang yaitu bidang ekonomi dan sosial. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mempertahankan gotong royong mengandung dua unsur yaitu unsur sukarela dan unsur paksaan. Unsur paksaan pada gotong royongyaitu melalui adanya denda dan keplek absensi. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak semua gotong royong bisa dilakukan semua warga, tetapi terdapat pula gotong royong yang hanya dilakukan berdasarkan lingkup agama. Unsur kedua yaitu unsur paksaan membuktikan adanya perubahan pada gotong royong di desa Balun pada era globalKata Kunci:gotong royong, intra agama, inter agamaAbstractThis reaserch find out about mutual assisstance as vision of Balun Village which has multi religion people. Nowdays mutual assistance in Balun Village stil occur intensly because it can keep the unity of Balun Villager.The aim of this research is to find out the application of mutual assisstance in Balun village, Turi regency. The theory that used in this research system theory by Talcott Parsons. In this study used methode qualitative approach with a design cases study. The result of this research shows that the implementation of mutual assisstance in Balun village is implemented well through good coorperation There are two kinds of mutual assisstance that has been implemented in Balun village. They are inter religion and intra religionThey are inter religion and intra religion. Inter religion mutual assisstances in this case concern in social aspect. They work together to build and to keep the pray room. The second one is intra religion mutual assisstances it concerns in two aspects, they are social and economic.The effort that has been done by the government are willingness and pressure. The pressure unsure is applied by giving attendance list card and fine. The conclusion of this research is not all of mutual assistance could be done by all of people. However mutual assistance which is done by scopeof religion only. The second unsureis pressure, it proves that there is something change toward mutual assistance in global era.Key words : mutual assisstance, intra religion, inter-religion
KONSTRUKSI MASYARAKAT SAMIN TENTANG NILAI-NILAI PANCASILA DI DUSUN JEPANG KECAMATAN MARGOMULYO BOJONEGORO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p54-70

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Konstruksi Masyarakat Samin Tentang Nilai-nilai Pancasila Di Dusun Jepang Kecamatan Margomulyo Bojonegoro ditengah menjaga nilai kearifan lokalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi yang dilaksanakan di Dusun Jepang Kecamatan Margomulyo Bojonegoro. Data yang telah diproses kemudian ditarik kesimpulan dengan menggunakan metode induktif yakni proses penyimpulan dari hal-hal yang sifatnya khusus ke hal-hal yang sifatnya umum agar diperoleh kesimpulan yang obyektif. Data diperoleh dari observasi, wawancara, wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai penunjang data. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai simbol Negara, Pancasila merupakan pencerminan dan karakter diri, muncul dari dalam diri dan diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Pancasila diyakini sebagai arah yang baik bagi diri sendiri, bisa ditafsirkan sebagai “papat kiblat limo pancer” yang artinya dalam kehidupan ini terdapat empat arah mata angin, dan sebagai pelengkap empat arah tersebut adalah arah ke lima yaitu “sing diarani kiblat limo yoiku ati manungso” dimana hati manusia sebagai penentu atas arah tujuan yang akan digapai. Bila melihat jangan asal melihat, bila mendengarkan jangan asal mendengar, bila merasakan jangan asal merasakan, namun gunakanlah hati. Kata Kunci: Pancasila, konstruksi nilai, ajaran, Samin Abstract The research aims to know how society construction of Samin in Jepang village, Margomulyo Subdistrict Bojonegoro about Pancasila values in the middle of local wisdom and values maintain. This research uses descriptive qualitative approach with phenomenology research design conducted in Jepang village, Margomulyo subdistrict Bojonegoro. The proceeded data are concluded by using inductive method, the process of withdrawing the conclusion of the special data to the general one, so that the objective conclusion is gained. The data are taken from the observation, interview, indept interview and documentation as the supporting data. Based on the result of the research, it is known that Pancasila is not only the symbol of the nation, but also the reflection and character of people life which emerges from within and are applied in the daily life. Pancasila is believed as a good life view  for self that can be interpreted as “papat kiblat limo pancer”, whose meaning, there are four wind’s eyes in the life, and as the complection of those four wind’s eyes is “sing diarani kiblat limo yoiku ati manungso”where human heart is the direction determiner of the life goal. Don’t just look at, don’t just hear, don’t just feel it, but use your heart. Keywords: Pancasila, Construction, Values, Samin People
TINGKAT PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PELAKSANAAN PEMILU LEGISLATIF 2014 DPRD SAMPANG
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p1-20

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi politik pemilih pemula di desa Ketapang Timur dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang dan faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan variabel tingkat partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014. Populasi yang ada dalam penelitian ini berjumlah 582 pemilih pemula. Sedangkan sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yaitu di ambil 20% dari populasi yang ada atau sebanyak 116 responden. Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari penelitian di lapangan maka dapat di temukan tingkat partisipasi politik pemilih pemula di desa Ketapang Timur dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang di kategorikan sebagai partisipasi politik aktif, sebab dilihat dari jumlah responden sebanyak 86,21% pemilih pemula yang ikut berpatisipasi pada saat pemungutan suara secara langsung untuk mencoblos dengan total skor sebanyak 93,11% yang dikategorikan sangat berperan atau partisipasinya dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan dari prosentase sebanyak 13,79% pemilih pemula tidak ikut mencoblos. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 di desa Ketapang Timur karena ada kesadaran, kepercayaan dan keyakinan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu legislatif 2014 DPRD Sampang. Pemilih pemula ingin mencari sosok wakil rakyat yang bisa membawa perubahan-perubahan yang ada di daerah tersebut. Kata kunci: partisipasi politik, pemilih pemula, pemilihan umum legislatif Abstract This study aimed to describe the level of political participation of voters in Ketapang Timur village with the implementation of the legislative elections Parliament Sampang in 2014 and factors that influence political participation voters in legislative elections Parliament Sampang in 2014. The method used in this research is quantitative descriptive with variable levels of political participation of voters legislative elections in 2014. Existing population in this study amounted to 582 voters. While the sample is selected in this study were part of the population that is taken 20% of the population, or as many as 116 respondents. Based on data obtained from research in the field, it can be found levels of political participation voters in Ketapang Timur village with implementation of the legislative elections Parliament Sampang in 2014 with categorized as active political participation, as seen from the number of respondents is 86.21% voters who participate at the time of voting directly for voting with a total score of 93.11% were categorized as very instrumental or participation in the very high category. While the total percentage of 13.79% of voters do not come to vote. Factors affecting voters political participation in the implementation of the legislative elections in 2014 in the village of Ketapang Timur because there is awareness, trust and confidence to participate in the implementation of the legislative elections in 2014 Parliament Sampang. Voters want to find a figure representative of the people who can bring changes in the area. Keywords: political participation, new voters, general election
UPAYA PEMBENTUKAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SISWA MELALUI SEKOLAH ADIWIYATA DI SMP NEGERI 28 SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p71-88

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pembentukan perilaku peduli lingkungan dan hambatan yang dialami sekolah serta cara mengatasinya di SMP Negeri 28 Surabaya.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukanmelalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah meliputi (1) integrasi materi lingkungan ke dalam semua mata pelajaran dan di masukkan dalam RPP dan Silabus satu KD dalam satu semester; (2) melalui pengembangan diri berupa kegiatan rutin seperti program SEMUT (Sejenak Memungut), daur ulang sampah, dua puluh satu POKJA (Program Kerja), Piket kelas; (3) kegiatan spontan seperti mengingatkan siswa tentang jadwal piket kelas maupun POKJA, berpartisipasi dalam undangan seminar tentang lingkungan hidup; (4) keteladanan seperti pemberian contoh perilaku peduli lingkungan dari pihak sekolah; (5) pengondisian meliputi tersedianya sarana dan prasarana, aturan tentang kebersihan makanan untuk pedagang kantin, pemberlakuan sanksi kepada siswa yang tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, memasang kreasi gambar siswa tentang penghematan energy; (6) SEMUT (Sejenak Memungut) dan delapan plus satu minus, Ekstrakurikuler KIR. Hambatan yang dihadapi pihak sekolah dalam membentuk perilaku peduli lingkungan pada siswa yang pertama, pergantian siswa setiap tahun ajaran baru, keadaan sosial ekonomi, kepedulian pendidik. Cara mengatasinya seperti, melakukan sosialisasi program baru terhadap peserta LOS maupun siswa kelas VIII & IX, mengawasi dan selalu mengingatkan perilaku siswa, mengikutsertakan guru dalam kegiatan workshop atau seminar bertema lingkungan secara bergilir, mengadakan workshop bertema lingkungan disekolah untuk siswa secara rutin. Kata Kunci : Upaya, Perilaku Peduli Lingkungan, Sekolah Adiwiyata Abstract The goal of this research describes the efforts to care for the establishment of the student’s environment behavior and also the obstacles which happened by school and how to overcome them in SMPN 28 Surabaya.This research uses a qualitative approach with descriptive method.Data from this research be conducted through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is to reduce the data, present the data, and concluded the data. The result shows that the effort of the school include (1)the integration of environmental material in all subjects and include in the RPP and Syllabus one KD in one semester; (2) through self-development program includes regular activities such as SEMUT (Sejenak Memungut) means for a moment picked up, waste recycling, twenty one Pokja ( Program Kerja) means work program, picket class; (3) spontaneous activity like to remind student and working group, participated in a seminar on environmental regulations; (4) exemplary care behaviors such as giving an example of the school environment; (5) a conditioning includes the availability of infrastructure, the rules on food hygiene for merchants canteen, sanctions to the student’s who do not maintain a healthy school environment, students put up a picture creations of energy savings; (6) SEMUT (Sejenak Memungut) means for a moment picked up and eight plus or minus one, KIR exttracuricular. The school has to face the barriers in buildings the behavior of environmental awareness for the students, first, turnover of the students in every studies new year, socioeconomic circumstances, caring educators. How to handle them, like to disseminate new programs to participants LOS and class VIII & IX, Supervise and always remind the student behaviour, teachers mixed up in a workshop or environment seminar in turn, held a school environment workshop for the students in routine. Keywords: Effort, Environmental care behavior, Adiwiyata school
KONSTRUKSI MASYARAKAT TULUNGAGUNG TERHADAP CALON PRESIDEN INDONESIA PERIODE 2014-2019
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkap pandangan masyarakat Tulungagung terhadap calon Presiden serta keterkaitan antara orientasi pilihan partai politik dengan orientasi pilihan calon Presiden. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konstruksi dari Peter L. Berger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tulungagung. Informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat Tulungagung yang memiliki hak pilih dan tidak golput dalam pemilihan Presiden 2014 yang terbagi berdasarkan jenjang pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik konstruksi masyarakat Tulungagung cenderung bersifat stereotip negatif yang di dalamnya terdapat apriori dan aposteriori. Terkait penampilan calon Presiden masyarakat memiliki pandangan positif dan pandangan negatif terhadap penampilan calon Presiden. Pada masyarakat yang berpandangan positif menganggap bahwa penampilan mencerminkan karaker si pemakai. Sedangkan bagi masyarakat yang berpandangan negatif menganggap bahwa penampilan merupakan sebuah metode pencitraan. Dalam hal keterkaitan antara orientasi partai politik dengan orientasi pilihan calon Presiden meskipun terdapat kesesuaian namun masyarakat cenderung tidak dekat dengan partai politik bahkan cenderung mereduksi jumlah partai politik yang mengkuti kontestasi pemilihan umum. Kata Kunci: konstruksi masyarakat,calon presiden, partai politik Abstract This research finds out about how the views of Tulungagung society toward Presidential candidate also the linkages between the orientation of the political parties with the orientation of choice candidate for President. The theory that used in this research is the construction theory of Peter L. Berger. In this research used method qualitative approach with phenomenological research design. This research was located in Tulungagung. Informants in this research is Tulungagung people who have voting rights and as not blank voters in the Presidential election in 2014 that divided by level of education. The results of this research indicate that construction characteristics of Tulungagung people tend to be negative stereotypes which there is a priori and a posteriori. Related the appearance of Presidential candidate, communities have a positive and negative view of the appearance of candidate for President. On the positive view, community assume that the appearance reflects character of the wearer. As for the people who had a negative view considers that the appearance of an imaging method. In terms of the relationship between the orientation of the political party with the orientation of choice despite the suitability of a candidate for President, but people tend not close to political parties even tend to reduce the number of political parties contestation obeying the general election. Key words : society construction, president candidates, political parties
JATI DIRI KE-INDONESIA-AN BAGI ETNIS KETURUNAN TIONGHOA (DI KAMPUNG KAPASAN DALAM KELURAHAN KAPASAN KOTA SURABAYA)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya etnis keturunan Tionghoa di kampung Kapasan Dalam kota Surabaya dalam membangun dan menurunkan jati diri ke-Indonesia-an kepada generasi penerusnya. Fokus masalah dari penelitian ini yakni: (1) Bagaimana etnis keturunan Tionghoa di kampung Kapasan Dalam kota Surabaya membangun jati diri ke-Indonesia-annya? (2) Bagaimana upaya etnis keturunan Tionghoa dalam menanamkan nilai-nilai ke-Indonesia-an kepada generasi penerus? Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah di Kampung Kapasan Dalam Kelurahan Kapasan Kota Surabaya. Pengambilan informan dengan purposive sample dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data interaktif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jati diri ke-Indonesia-an bagi etnis keturunan Tionghoa di Kampung Kapasan Dalam kota Surabaya ditunjukkan melalui tiga upaya yakni ajaran (meliputi ajaran agama, nilai sosial, dan nilai budaya), pengetahuan atau pemahaman tentang NKRI dan Pancasila, serta perilaku yang ditunjukan. Etnis keturunan Tionghoa dalam menanamkan nilai ke-Indonesia-an kepada generasi penerus melalui dua upaya yaitu, cara dan bentuk ajaran melalui sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta pembiasaan dalam berperilaku sehari-hari. Meskipun dengan status etnis asing bersama etnis asli Indonesia telah banyak berjuang untuk membangun Indonesia, tidak hanya dalam bentuk perkataan saja melainkan hati dan tindakan. Kata Kunci: Jati diri, Indonesia,Etnis Tionghoa. Abstract This study aims to determine chinese ethnic in Kapasan Dalam, Kapasan village, the city of Surabaya builds Indonesian identity and makes efforts to give Indonesian values to the next generation. The focus of this research insists on (1) how chinese ethnic in Kapasan Dalam, Kapasan village, the city of Surabaya builds Indonesian identity (2) how chinese ethnic makes efforts to give Indonesian values to the next generation. This research using the theory of social construction of berger and luckmann. With the kind of research qualitative approach phenomenology. The location of this research is in Kapasan Dalam, Kapasan village, the city of Surabaya. The technique of adopting an informer purposive sample and also the technique of collecting data in the form of an observation, a deep interview, a documentation, and an analysis of interactive data.. Based on the result of the research, it is concluded that the Indonesian identity for chinese ethnic in Kapasan Dalam, Kapasan village, the city of Surabaya shown through three methods they are; teachings (covering teachings through religion, social values, and cultural values ), knowledge or understanding about united state of republic of Indonesia (NKRI) and Pancasila, and also habits shown in behaviors. Chinese ethnic in instilling Indonesian values to the next generation through two ways that are, the manner and the form of teachings through school, family, public, and habits in behaving daily. Even though with the status of foreign ethnic but they with native Indonesia ethnics had struggled to establish Indonesia.Not only in the form of the words, but heart and action. Keywords: Identity, Indonesia, Ethnic Tionghoa (Chinese).
PRAKTEK DEMOKRASI PADA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DI SMA AL-IRSYAD SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p121-136

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktek berdemokrasi pada OSIS di SMA Al-Irsyad Surabaya dalam kegiatan (1) proses pengambilan keputusan, (2) mengatasi konflik dan perbedaan, (3) melaksanakan komitmen atas putusan yang dikeluarkan, (4) melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yang berjumlah 52 orang, terdiri dari 27 orang OSIS putera dan 25 orang OSIS puteri yang merupakan pengurus OSIS di SMA Al-Irsyad Surabaya. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa angket dan wawancara. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek berdemokrasi yang dilakukan oleh OSIS di SMA Al-Irsyad Surabaya pada kegiatan (1) mengambil keputusan, (2) mengatasi konflik dan perbedaan, (3) melaksanakan komitmen atas putusan yang dikeluarkan, (4) mengawasi pelaksanaan organisasi dan program kerja OSIS telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat dilihat berdasarkan perolehan skor sebesar 80,05 pada OSIS putera dan skor sebesar 82,53 pada OSIS puteri. Secara umum pada OSIS putera dan puteri, dapat diketahui bahwa OSIS SMA Al-Irsyad Surabaya melaksanakan praktek berdemokrasi dengan baik yang dapat dilihat berdasar pada perolehan sebesar 81,32. Kata Kunci: demokrasi, OSIS Abstract The purpose of this research is to descript democratic practice in OSIS at SMA Al-Irsyad Surabaya organization in activity of (1) decision making process; (2) resolving conflict and dispute; (3) conducting commitment on the issued decision; (4) conducting monitoring to the operation of organization. The research by using quantitative approach with descriptive method was conducted in SMA Al-Irsyad Surabaya. Respondent was all amount of population, 52 persons (27 male and 25 female), that constitute members of OSIS SMA Al-Irsyad Surabaya. Technique used to collect data in this research was questionnaire while result of interview was to be supporting data. Data obtained from collecting data then was analyzed using descriptive quantitative technique. The results showed that the democratic practice in OSIS organization in activity of (1) decision making process; (2) resolving conflict and dispute; (3) conducting commitment on the issued decision; (4) conducting monitoring to the operation of organization obtain conclusion that male personnel of OSIS and female personnel of OSIS SMA Al-Irsyad Surabaya conduct practice of democracy well and obtain score of 80.05 and 82.53. Analysis result on general male personnel of OSIS and female personnel of OSIS SMA Al-Irsyad Surabaya conduct practice of democracy well and obtain score of 81,32. Keywords: democracy, OSIS
STRATEGI ORANG TUA ETNIS ARAB DALAM MEMBENTUK MORAL ANAK DI PERKAMPUNGAN AMPEL KOTA SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi orang tua etnis Arab di perkampungan Ampel Surabaya dalam membentuk moral anak-anaknya dalam prinsip objektifitas universal yang meliputi sikap religius, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun,kedisplinan dan dalam prinsip realitivitas kontekstual yang meliputi adab pergaulan dan adab berpakaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilakukan di perkampungan Ampel Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi etnis Arab dalam membentuk moral anak yang meliputi sikap religius, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun dan kedisiplinan melalui memberikan keteladanan perilaku sehari-hari dan pembiasaan. Di samping itu, orang tua etnis Arab pada adab pergaulan dan adab berpakaian memberikan pengawasan dan memberikan batasan-batasan dalam pergaulan anak. Kata Kunci : Strategi, Moral, Etnis Arab Abstract The purpose of this study was to determine the strategy of the parents ethnic Arabs in the township Ampel in shaping moral children in the principles of universal which includes religious attitude, honesty, responsibility, courtesy, discipline and the principle of contextual realitivitas include socially and civilized manners of dress. This study used a qualitative approach to ethnography. This research was conducted in the township Ampel Surabaya. Data collection techniques used were observation and interviews. The results show that the strategy of ethnic Arabs in shaping the child's moral covering religious attitude, honesty, responsibility, courtesy, discipline by giving an example of exemplary daily behavior and habituation. In addiction parents of ethnics Arab in association manners and ettiquette dressed provide restrictions on child relationship. Keywords: Strategy, Moral, Ethnic of Arab

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue