cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASUKAN KHUSUS (PASUS) DI SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO Johan Budi Nurdiantono; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p846-860

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pembentukan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pasukan khusus (PASUS) di SMKN 1 Pungging Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif yang diajukan Huberman dan Miles, dengan tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, pembentukan karakter siswa melalui kegiatan ektrakurikuler Pasus di SMKN 1 Pungging Mojokerto menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pasus mampu membentuk 3 karakter siswa, yaitu disiplin, percaya diri dan tanggung jawab. Kegiatan yang dilakukan untuk membentuk karakter yaitu Disiplin melalui kegiatan Pelatihan Baris Berbaris (PBB), kegiatan latihan panjat tebing, latihan fisik, latihan bela diri, paskibraka. Percaya diri melalui kegiatan Pelatihan Baris Berbaris (PBB), kegiatan latihan panjat tebing, paskibraka, dan ada kegiatan tidak rutin adalah penugasan siswa anggota Pasus untuk menjadi wakil sekolah untuk menyambut tamu sekolah. Tanggung jawab melalui kegiatan Pelatihan Baris Berbaris (PBB), kegiatan latihan panjat tebing, paskibraka, dan ada kegiatan tidak rutin adalah penugasan siswa anggota Pasus untuk menjadi wakil sekolah untuk menyambut tamu sekolah, dan turut andil jadi panitia dalam kegiatan yang ada di sekolah.Kata Kunci: pembentukan karakter, ekstrakurikuler pasus.AbstractThe aim of this study is to describe the character formation of students through extracurricular activities special forces (PASUS) at SMK 1 Pungging Mojokerto. Kualitatif.Teknik This research is used to collect data in this research is in-depth interviews and observation. Analysis of the data in this study refers to an interactive analysis model proposed Huberman and Miles, with the stages: data reduction, data presentation, and drawing kesimpulan.Berdasarkan research, character formation of students through extracurricular activities at SMK 1 Pungging Pasus Mojokerto showed that extracurricular activities Pasus able to form three student character, namely the character of discipline, self-confident character and the character of responsibility. Activities which are capable of forming characters are Discipline with activity training exercises marching, rock climbing training activities, physical exercise, self-defense training, Paskibraka. Confident with activity training exercises marching, rock climbing training activities, Paskibraka, and there is no routine activities are student assignment Pasus members to be representative of the school to greet guests of the school. Responsibilities with activity training exercises marching, rock climbing training activities, Paskibraka, and there is no routine activities are student assignment Pasus members to be representative of the school to greet guests of the school, and so the committee took part in activities at the school.Keywords: character building. extracurricular activity of pasus.
PERAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA IBU DI KELURAHAN KETINTANG, KECAMATAN GAYUNGAN, KOTA SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p861-876

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pendidikan anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada ibu di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi, angket, dan wawancara. Hasil dokumentasi digunakan untuk mendapatkan gambaran keadaan PKK dan jumlah KDRT yang terjadi di Kelurahan Ketintang. Angket digunakan untuk mengetahui pelaksanaan dan kendala sosialisasi anti KDRT. Wawancara digunakan untuk memperjelas dan memperkuat hasil angket terkait pelaksanaan dan kendala sosialisasi anti KDRT. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 44 responden. Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan anti KDRT melalui sosialisasi oleh PKK menunjukkan penilaian baik yang dibuktikan dengan perolehan skor rata-rata 100. Sedangkan dalam pelaksanaan pendidikan anti KDRT mengalami kendala berarti yang dibuktikan dengan perolehan skor rata-rata 112.Kata kunci : peran PKK, sosialisasi, ibuAbstract This study intend to describe the role of Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) in the anti domestic violence education (KDRT) in the mother in the Ketintang village, district Gayungan, Surabaya city. This study used quantitative descriptive approach. Data collection techniques used in the form of documentation, questionnaires, and interviews. Results of the documentation used to get a picture of the PKK and the number of domestic violence occurring in Ketintang village. The questionnaire used to determine the implementation of the anti-domestic violence and socialization problems. Interviews are used to clarify and strengthen the results of the questionnaire related to the implementation and dissemination constraints anti domestic violence. The sample used in this study amounted to 44 respondents. The results of quantitative research shows that the implementation of the anti-domestic violence through awareness education by PKK showed good judgment as evidenced by the acquisition of an average score of 100. Meanwhile, in the implementation of anti-domestic violence education experienced significant obstacles as evidenced by the acquisition of an average score of 112. Keywords: the role of the PKK, socialization, mother
PERAN GURU PKn DALAM MEMBENTUK SIKAP CINTA TANAH AIR SISWA DI SMA NEGERI 1 MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p877-891

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peran guru PKn dalam membentuk sikap cinta tanah air siswa di SMA Negeri 1 Mojosari. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan observasi di SMAN 1 Mojosari. Instrumen penelitian dengan menggunakan pedoman wawancara, catatan lapangan dan peneliti sendiri. Teknis analisis data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah peran guru PKn di SMAN 1 Mojosari dalam membentuk sikap cinta tanah air pada siswa dengan memberikan contoh keteladanan dalam mencintai tanah air dalam sehari-hari. Guru selalu mengingatkan siswa untuk tidak lupa dengan jati diri bangsa Indonesia. Selain memberikan contoh, guru juga selalu mengingatkan kepada siswanya untuk selalu memakai produk lokal, mencari informasi tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia. Pemakaian baju batik setiap hari jumat, menghapal lagu daerah maupun lagu nasional merupakan salah satu bentuk yang diajarkan guru PKn di SMAN 1 Mojosari dalam membentuk sikap cinta tanah air.Kata kunci: Peran Guru PKn, Cinta Tanah Air.AbstrakThe research method in this study using qualitative methods. Data collection techniques used were interviews and observations at SMAN 1 Mojosari. Research instruments by using interview, field notes and the researchers themselves. Technical analysis of the data from data collection, data reduction, data presentation and conclusion.Results of this research is the role of civics teacher at SMAN 1 Mojosari in shaping the attitude of patriotism in students by providing exemplary example of loving the homeland in the everyday. Teachers will not cease to remind students not to forget the identity of Indonesia. In addition to providing an example, the teacher always reminded the students to always use the local products, seeking information about the cultures that exist in Indonesia. For that teachers do not always stop teaching Civics and reminded how important it is patriotism that should be instilled in students. The higher the love for the homeland, then as the successor to the nation's goodKeywords: Role, Teacher of Nationalism.
PERAN KARANG TARUNA DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN PEMUDA DI DESA PLESUNGAN KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p892-906

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk menggambarkan peran karang taruna dalam mengurangi pengangguran di desa Plesungan, (2) untuk mendeskipsikan kendala apa yang dihadapi Karang Taruna dalam mengurangi pengangguran pemuda, (3) dan menganalisis solusi kendala dalam mengurangi pengangguran pemuda di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Lokasi penelitian ini di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Informan penelitian ini adalah pengurus karang taruna dan anggota karang taruna Mitra Desa Plesungan. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) peran karang taruna dalam mengurangi pengangguran dilakukan melalui upaya penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan. Upaya penyadaran dilakukan dengan cara sosialisasi program kerja dengan mengajak pemuda melalui media sosial, madding, dan kegiatan yang menarik. Upaya pemberdayaan dilakukan dengan kegiatan simpan pinjam meliputi koperasi, arisan, iuran remaja, peternakan burung puyuh, kerajinan lampu hias dari balon, pelatihan pembuatan pupuk organik, budidaya tanaman obat dan penjualan pulsa. Upaya pengembangan dengan melakukan pendampingan dan evaluasi. (2) Hambatan dari karang taruna Mitra yaitu permodalan dan lahan. (3) Solusi terhadap masalah permodalan dilakukan dengan cara mengajukan proposal permohonan dana kepada Dinas Sosial dan perusahaan setempat, iuran remaja, menjual kalender kegiatan dan solusi masalah lahan dilakukan dengan permohonan bantuan lahan secara sukarela kepada pemerintah Desa Plesungan dalam bentuk peminjaman lahan.Kata Kunci: Peran Karang Taruna, mengurangi pengangguranAbstractThe aim of this study is (1) to describe the role of youth in reducing unemployment in the Plesungan village, (2) for describe constraints faced what Youth in reducing youth unemployment, (3) and analyze the solution constraints in reducing youth unemployment in the Plesungan, Kapas, Bojonegoro. This study uses a qualitative method with descriptive exploratory type of research. The location study was conducted in the Plesungan, Kapas, Bojonegoro because the youth in the village, including one youth who are active and have a lot of program activities in tackling youth unemployment. The informants are board members of youth and Mitra youth organization Plesungan village. Data was collected using in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that (1) the role of youth in reducing unemployment is done through the efforts of awareness, empowerment, and development. Awareness efforts carried out by the socialization of the work program by inviting the youth through social media, madding, and interesting activities. Empowerment efforts made by savings and loan activities include co-operatives, social gathering, dues teenagers, quail farm, craft decorative lights of the balloon, training of organic fertilizer, cultivation of medicinal plants and sales pulses. Development effort with mentoring and evaluation. (2) The resistance of youth organization namely capital and land. (3) The solution to the problem of capital is done by submitting a proposal for funding to the Department of Social Welfare and local companies, dues teens, selling a calendar of activities and solutions to problems of land is done with the land voluntarily request for help to the government in the form of lending Plesungan village land.Keywords: Role of Youth, reduce unemployment.
UPAYA PEMERINTAH JOMBANG DALAM MEMBINA MORAL MASYARAKAT DI DAERAH SEKITAR LOKALISASI KLUBUK KELURAHAN SUKODADI KECAMATAN KABUH KABUPATEN JOMBANG
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p907-920

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan Bagaimana Upaya Pemerintah Jombang Dalam Membina Moral Masyarakat Di Daerah Sekitar Lokalisasi Klubuk Kelurahan Sukodadi Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang; (2) Mendeskripsikan Faktor yang menghambat Pemerintah Jombang Dalam Membina Moral Masyarakat Di Daerah Sekitar Lokalisasi Klubuk Kecamatan Kabuh Kelurahan Sukodadi Jombang. Penelitian ini menggunakan teori Struktural Fungsional dari Talcott Parson. Parson membagi empat fungsi dari sistem sosial yaitu, adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi dan pemeliharaan pola. Sedangkan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan 13 0rang. Lokasi penelitian di Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia, peristiwa dan dokumen. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Upaya pemerintah desa dalam mengatasi dampak sosial keberadaan lokalisasi klubuk bagi masyarakat Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang adalah diadakannya kegiatan pengajian rutin setiap malam jum’at serta penyuluhan kesehatan mengenai dampak keberadaan lokalisasi bagi masyarakat yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten yang berkerjasama dengan Puskesmas Kabuh yang dilakukan di Balai Desa Sukodadi dan dilakukannya pemeriksaan kesehatan terhadap para warga masyarakat serta PSK yang ada di kompleks lokalisasi Klubuk oleh Puskesmas Kabuh melalui program PUSLING (Puskesmas keliling) yang di lakukan setiap dua sampai tiga bulan sekali.Kata Kunci: Upaya Pemerintah, Pembinaan Moral, Lokalisasi KlubukAbstractThe purpose of this study are: (1) Describe the Government's efforts Jombang to Fostering Moral Society in the Regions Around Localization Klubuk Village Sukodadi Jombang District of Kabuh; (2) Describe the factors that hamper the Government Jombang to Fostering Moral Society in the Regions Around Localization Klubuk Sukodadi Jombang District of Kabuh village. This research uses Structural Functional theory of Talcott Parson. Parson split the four functions of the social system, adaptation, goal attainment, integration and maintenance of the pattern. While Methods This study used a qualitative approach the informant 13 people. Sukodadi research sites in the village, District Kabuh, Jombang. Source of data in this study is a human, events and documents. Data collection techniques by observation, interview and documentation. Based on the results of the study showed that: (1) The village government efforts in addressing the social impact to the community where the localization klubuk Sukodadi Rural District of Kabuh Jombang is holding regular teaching activities every Friday evening and health education on the impact of the presence of localization for the public will be undertaken by the District Government in collaboration with Health Care Center Kabuh conducted at Village Hall Sukodadi and do health checks on the citizens and PSK in the complex localization Klubuk by through Health Care Center Kabuh. will be undertaken every two to three months.Keywords: Government Efforts , Moral Development , Localization Klubuk
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS X DI SMAN 22 SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p936-950

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kelas X di SMAN 22 Surabaya. Sedangkan teori yang dipakai adalah teori konstruktivistik dengan teknik pengumpulan data observasi dari kegiatan guru dan siswa dan juga menggunakan tes untuk menguji kemampuan berfikir siswa. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen dan rancangan pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas guru kelas kontrol sebesar 74.99, sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 84.37. Hasil belajar siswa pada kelas kontrol menunjukkan tidak terdapat hasil signifikan karena kurang dari 0,005. Sedangkan pada kelas eksperimen menunjukkan hasil yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajara Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kelas X di SMA Negeri 22 Surabaya.Kata Kunci : Pengaruh, Problem Based Learning, Kemampuan berpikir kritisAbstractThe purpose of this study was to examine the effect of the problem-based learning to improving critical thinking skills class X at SMAN 22 Surabaya. Meanwhile, the threory used in this research was contrustivism with observation collection technique from the teacher and students and also used a test to test their thinking abilty. Data collection techniques in this study were taking observations of the activities of the teachers and students and also using the test to test the students’ ability to think. The results showed that the average of the teacher’s activity in control group was 74.99, while the experimental group was 84.37. Student learning outcomes in the control group showed no significant result because it was less than 0.0005. Meanwhile, the experimental group showed significant results. This it can be concluded that the problem-based learning model can improve students’ critical thinking skill in class X at SMAN 22 Surabaya.Keywords: Influence, problem-based learning, critical thinking ability
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 6 JOMBANG
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p951-965

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Jombang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah semua guru di MAN 6 Jombang sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Strategi sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa dapat dilakukan melalui tindakan preventif, represif, dan kuratif. Hasil penelitian melalui angket menunjukkan bahwa strategi sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa di MAN 6 Jombang melalui tindakan preventif, 66,7% menyatakan selalu, 21,9% menyatakan sering, 7,6% menyatakan kadang-kadang, dan 4,2% menyatakan tidak pernah. Melalui tindakan represif 32,81% guru menyatakan selalu, 48,44% menyatakan sering, 17,19% menyatakan kadang-kadang, dan 1,56% menyatakan tidak pernah. Sedangkan pada tindakan kuratif, 75,57% guru menyatakan selalu, 28,47% menyatakan sering, 5,4% menyatakan kadang-kadang, dan 0,57% menyatakan tidak pernah melakukan tindakan kuratif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dalam tindakan preventif ini dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti kegiatan sholat dhuhur berjama’ah di sekolah. Pada tindakan represif dilakukan dengan memberi hukuman tertentu pada siswa yang melakukan kenakalan. Sedangkan pada tindakan kuratif dapat dilakukan melalui tindak lanjut guru dan hubungan komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa.Kata Kunci: strategi sekolah, kenakalan siswaAbstractThis study aimed to describe the strategy of schools in addressing delinquency students in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Jombang. This research uses descriptive quantitative research methods. The subjects were all teachers at MAN 6 Jombang as many as 32 people. Technique data collecting through questionnaire, structured interviews, observation, and documentation. School strategies in addressing student misbehavior can be done through preventive measures, repressive and curative. Results of the study through questionnaires showed that the strategy in dealing with student misbehavior schools in MAN 6 Jombang through preventive measures, 66.7% said always, 21.9% stated often, 7.6% said sometimes, and 4.2% did not ever. Through repressive measures 32.81% of teachers stated always, 48.44% said often, 17.19% said sometimes, and 1.56% said never. While in the curative, 75.57% of teachers stated always, 28.47% said often, 5.4% said sometimes, and 0.57% said never perform curative action. Interviews showed that the preventive measures is done through religious activities such as afternoon prayers in congregation activities at school. In the repressive measures carried out by giving a certain penalty on students who do mischief. While on curative actions can be performed through a follow-up communication link between the teacher and the school with the parents.Key words: school strategies, student misbehavior
MAKNA KEBERADAAN JEMBATAN SURAMADU BAGI PEDAGANG KAKI LIMA KENJERAN SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p966-978

Abstract

Pedagang Kaki Lima yang menempati ruang dan jalan publik dapat menciptakan masalah sosial, situasi ini menciptakan masalah dalam pengelolaan pembangunan dan merusak morfologi dan estetika kota. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna keberadaan jembatan Suramadu bagi pedagang kaki lima Kenjeran Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengambilan subjek data dilakukan secara selektif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis menunjukan bahwa Keberadaan Jembatan Suramadu memberikan babak baru bagi kehidupan warga sekitar dan lebih khususnya bagi para pedagang kaki lima di sekitar Jembatan Suramadu selain itu keberadaan Jembatan Suramadu telah memicu aktifitas perekonomian di sekitar Jembatan Suramadu. Namun tidak adanya penataan padagang kaki lima di kaki Jembatan Suramadu menimbulkan pertumbuhan jumlah pedagang kaki lima yang tidak terkendali. Sesuai dengan teori interaksionalisme yang diungkapkan oleh Blumer dijelaskan bahwa makna keberadaan Jembatan Suramadu memberikan perubahan yang besar terhadap individu maupun kelompok-kelompok yang ada disekitar jembatan suramadu. Proses ini oleh Blumer dibagi menjadi tiga prinsip yakni meaning, language, dan thought. Berdasarkan ketiga prinsip tersebut dan disandingkan dengan data yang ada dilapangan peneliti menyimpulakan bahwa teori yang diungkapkan oleh Blumer tersebut terbukti atau sesuai. Selain itu, Aturan Tata Kota tentang Pedagang Kaki Lima juga belum begitu maksimal berjalan. Masih banyak dan semakin menjamurnya para pedagang kaki lima merupakan salah satu bukti bahwa para pedagang kaki lima yang semestinya mengetahui aturan tersebut namun tetap saja berjualan tanpa memperdulikan resiko yang akan dihadapinya didepan.Kata kunci: Makna, Jembatan Suramadu, Pedagang Kaki Lima (PKL).AbstractStreet Vendors who occupy public spaces and roads can create social problems, this situation creates problems in the management of development and damage morphology and aesthetics of the city. The aim of this study was to determine the meaning of existence for the longest bridge vendors Kenjeran Surabaya. This study was included in the qualitative research with descriptive type. Technique intake of data subject done selectively.Techniques of data collection is done with interviews and observations. Data analysis techniques are used that data analysis techniques using qualitative descriptive analysis. Results of the research that has been analyzed shows that the presence of Suramadu give a new chapter to the lives of local people and more particularly for the street vendors around the longest bridge in addition to the existence of the longest bridge has triggered economic activity around the Bridge. However, the absence of structuring padagang five feet at the foot of longest bridge pose a growing number of vendors that are not controlled. In accordance with the theories expressed by Blumerinteraksionalisme explained that the meaning of existence longest bridge provides a major change to the individuals and groups that exist around the Bridge. This process by Blumer is divided into three principles that meaning, language, and thought. Based on these three principles and juxtaposed with the existing data field researchers menyimpulakan that theory expressed by Blumer is proven or appropriate. In addition, the Rules of Procedure of the City of Street Vendors also not so the maximum run. There are still many and the proliferation of street vendors is one proof that the vendors who should know the rules but still sell regardless of the risk that it will face in front. Keywords: Meaning, longest bridge, street vendors (PKL)
AKTIVITAS KOMUNITAS SAVE STREET CHILD DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK JALANAN DI DAERAH LOKALISASI BALUNGCANGKRING MOJOKERTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p979-993

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas Komunitas Save Street Child Mojokerto dalam pendidikan moral anak jalanan di daerah lokalisasi Balungcangkring, serta berbagai kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan aktivitas dari Komunitas Save Street Child dalam pendidikan moral anak jalanan melalui program kegiatan yang dilakukan. Data penelitian diperoleh dari teknik pengumpulan berupa observasi dan wawancara terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis kualitatif dan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas Komunitas Save Street Child dalam pendidikan moral anak jalanan di daerah lokalisasi Balungcangkring Mojokerto diwujudkan dengan berbagai kegiatan. Diantaranya adalah kelas nusantara yang di dalamnya diselipkan pendidikan moral kebersihan, disiplin, dan sopan santun. Kemudian melalui kegiatan edutrip anak-anak akan diajarkan tentang moral kebudayaan. Selanjutnya pada kegiatan berbagi nakanan dan minuman terdapat pendidikan moral kepedulian sosial.Kata kunci: Aktivitas, Peran, Komunitas Save street child, Pendidikan moral, Anak jalananAbstractThe aim of this study is to describe the activities of the Community Save Street Child Mojokerto in moral education of street children in the area Balungcangkring localization, as well as the obstacles encountered and solutions do. This study used a qualitative approach that is both descriptive study aimed to describe the activities of the Community Save Street Child in moral education of street children through the program activities. Data were obtained from observation and collection techniques such as structured interviews. The data analysis technique used is the analysis of qualitative and descriptive techniques. Based on the results of this study concluded that the Community activity Save Street Child in moral education of street children in the area of localization Balungcangkring Mojokerto realized with various activities. Among them is the class in which the tuck archipelago moral hygiene education, discipline and manners. Then through edutrip activities the children will be taught about the moral culture. Furthermore, on the sharing nakanan and drinks are moral education of social concern.Keywords: Activities, Roles, Community Save street child, moral education, street children
PERILAKU AGRESIF REMAJA YANG GEMAR BERMAIN GAME ONLINE (STUDI KASUS DI KELURAHAN NGAGEL REJO KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p994-1008

Abstract

ABSTRAKPenelitian inibertujuan untuk mengetahui jenis game yang digemari remaja di kelurahan Ngagelrejo, sekaligus untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi remaja gemar bermain game online dan bentuk perilaku agresif remaja yang gemar game online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif yang diajukan Huberman dan Miles, dengan tahapan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: remaja di wilayah kelurahan Ngagel Rejo Surabaya gemar memainkan game onliePoint Blank (PB), Defense of the Ancients (DotA) dan Counter Strike (CS). Faktor yang membuat remaja gemar bermain game online adalah kecanduan, fitur game yang menarik dan untuk menambah teman. Bentuk perilaku agresif yang muncul yakni perilaku agresif fisik yang ditunjukan ketika bermain seperti menendang, memukul dan perilaku verbal ditunjukkan seperti berkata kata kotor seperti fuck, gatel, dan cok.Kata Kunci:Permainan Game Online, Perilaku AgresifRemaja.AbstractThis study aims to determine the type of game that is popular with teenagers in the village Ngagelrejo, as well as to determine the factors that influence teenagers love to play online games and forms of aggressive behavior of teenagers who love online games. This research is qualitative. The technique used to collect data in this research is observation, interview, and documentation. Data was collected using observation, interviews, and documentation. Analysis of the data in this study refers to an interactive analysis model proposed Huberman and Miles, with the stages: data reduction, data presentation, and data verification. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the study showed that: young people in the region Ngagel Rejo village Surabaya love to play the game onlie Point Blank (PB), Defense of the Ancients (DotA) and Counter Strike (CS). Factors that make teenagers love to play online games are addictive, exciting game features and to add friends. Emerging forms of aggressive behavior that is physically aggressive behavior shown when playing like kicking, hitting and verbal behavior was shown as saying dirty words like fuck, gatel,and choke.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue