cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 1 KEBOMAS GRESIK EVA LUTFIA FEBRY
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persiapan guru dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dalam pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, dan mendeskripsikan penilaian pembelajaran PPKn dalam kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Kebomas Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) SMA Negeri 1 Kebomas mulai menerapkan kurikulum 2013 sejak tahun ajaran 2013/2014 dengan menyusun perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dipersiapkan melalui kegiatan workshop, mengikuti musyawarah MGMP tingkat kabupaten dan sekolah serta membentuk guru pendamping dan sasaran. Guru PPKn dalam penyusunan RPP secara keseluruhan tidak mengalami hambatan karena sudah memperoleh buku pedoman guru PPKn sesuai kurikulum 2013, 2) Kegiatan pembelajaran PPKn meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan diawali dengan pembacaan do’a sebelum belajar dan melakukan kegiatan apersepsi berupa tanya mengenai materi yang akan disampaikan dengan dikaitkan peristiwa di sekitar siswa. Kegiatan inti menerapkanpendekatan saintifik dan 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan) dengan dipadukan model pembelajaran discovery learning, PBL, dan inquiry learning serta menggunakan sumber dan fasilitas belajar untuk menunjang pembelajaran siswa. Kegiatan penutup dengan memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan serta melakukan refleksi untuk mengetahui pemahaman siswa, dan 3) penilaian pembelajaran dilakukan melalui penilaian sikap meliputi penilaian diri, jurnal, observasi, dan teman sejawat, pengetahuan meliputi tanya jawab, ulangan harian, UAS dan penugasan, dan keterampilan meliputi penugasan portofolio seperti kliping dan penilaian project. Guru memberikan program tindak lanjut berupa remidial lisan, tulis, dan penugasan bagi siswa yang nilainya kurang dari KKM. Kata Kunci: Kurikulum 2013, RPP, dan implementasi Pembelajaran PPKn. Abstract The purpose of this research is to describe the preparation of teachers in designing lesson plan in learning civics in senior high school 1 Kebomas Gresik, describe the curriculum implementation 2013 in lesson civics in senior high school 1 Kebomas Gresik, and describing the assessment of learning civics in the curriculum, 2013 in senior high school 1 Kebomas Gresik. This study uses qualitative research with descriptive approach. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. The results showed that: 1) Senior high school 1 Kebomas started implementing the curriculum 2013 since the academic year 2013/2014 by compiling a learning device in the form of Learning Implementation Plan (RPP) prepared through workshops and discussions with the teams deliberation subject teacher (MGMP) district and school level and and to form assistant and teachers objectives. Civics teachers in the preparation of the learning implementation plan as a whole did not have problems because get guide book teacher civics appropriate curriculum 2013, 2) the implementation of learning activities civics include preliminary activities, the core and the cover. Preliminary activities begins with the reading of prayers before studying and conducting apersepsi asking questions about the material that will be presented about events around student. Core activities applying scientific approaches and 5M (observe, ask, collect data, associate and communicate) with model discovery learning, PBL, inquiry learning and the use of resources and learning facilities to support student learning. Closing activities by providing material that has been presented conclusions and reflection to determine student understanding, and 3) assessment of learning is done through attitude assessment includes self-assessment, journal, observations, and peers, knowledge includes frequently asked questions, daily tests, School Final Exam (UAS) and assignment, and skills portfolio includes assignments such as clipping and project assessment. Teachers provide follow-up program in the form of remedial oral, written, and assignments for students who score less than Minimum Completeness Criteria (KKM). Keyword: Curriculum 2013, Learning Implementation Plan, and Implementation Civics Lesson.
STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TAKMIR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA KEDIRI YETI ARINA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembentukan karakter religius siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler takmir serta hambatan dan upaya mengatasinya. Teori yang diguakan yaitu teori pembentukan karakter Lickona (moral knowing, moral feeling dan moral Action). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model huberman dan miles. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembentukan karakter religius aspek ilahiyah (sholat) dengan cara pemberian pengetahuan kajian Islam dan teladan. Untuk (puasa) dengan cara pemberian pengetahuan kajian Islam, pembiasaan pondok ramadhan dan pengawasan antar teman. Untuk (zakat) dengan cara pemberian pengetahuan kajian Islam dan pembiasaan rutin membayar zakat. Untuk (infaq) dengan cara pemberian pengetahuan kajian Islam dan pembiasaan rutin infaq. Untuk (ngaji Quran) dengan cara pembiasaan ngaji Quran dan khataman Quran. Untuk aspek insaniyah (silaturahim) dengan cara keteladanan, dan pembiasan kegiatan safari lebaran. Untuk (semangat persaudaraan) dengan cara pemberian saran, pembiasaan tour bersama dan membersihkan masjid bersama. Untuk (tepat janji) dengan cara teladan dan aturan. Untuk (husnudzan dan rendah hati) dengan cara pemberian pengetahuan kajian Islam. Untuk (amanah) dengan cara, pemberian tanggung jawab. Untuk (lapang dada) dengan cara pembiasaan kegiatan musyawarah. Untuk (menolong) dengan cara teladan, pembiasaan pembagian zakat dan daging qurban. Penelitian ini juga mendapatkan hasil mengenai hambatan dan upaya yang dilakukan dalam membentuk karakter religius siswa. Kata Kunci: Strategi, Karakter Religius dan Ekstrakurikuler Takmir Abstract This study attempts to described strategy develop the character of religious students in extracurricular takmir activities and obstacles that experienced and efforts to handle it. The method be used is descriptive qualitative. The data collection was done by observation, interviews and documentation. Technique data analysis use the model huberman and miles. The theory used namely the theory develop the character by lickona (moral knowing, moral feeling and moral Action). The result of this research shows that the strategy used to form the character of religious aspects ilahiyah (prayers) by means of the provision of knowledge through Islamic study and modeling. For (fast) by means the provision of knowledge Islamic study, habituation pondok ramadhan activities and supervision between friend. For the (zakat) by means the provision of knowledge through Islamic study and habituation of the routine activities payment of zakat. For (infaq) by means the provision of knowledge Islamic study and habituation infaq. For (reading Quran) by means through Quran reading activities and habituation khataman Quran. On the aspect of insaniyah (silaturahim) by means modeling and habituation safari lebaran. For (spirit of brotherhood) by giving advice, habituation tour together and habituation clean mosque together. For (right to promise) by means modeling and rules. For (husnudzan and humble) by means give knowledge through the Islamic study. For (amanah) by means the provision of responsibility. For (roomy chest) by means habituation meeting activities. For (help) by means modelling, habituation the distribution of zakat and meat qurban. The research also get the result on obstacles and the efforts made in form the character of religious students. Keywords: Strategy, Character Religious and Takmir Extracurricular
PEMBENTUKAN MORAL ETIS ANAK PADA ETNIS TIONGHOA DI PERKAMPUNGAN CINA SAMBONGAN KOTA SURABAYA ELFIRA RABBANI HAFINUR
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

PENGARUH PENERAPAN SCIENTIFIC APPROACH TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS VII MTsN MODEL SUMBER BUNGUR PAMEKASAN 3 ANISATUL ISTIQOMAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan peningkatan hasil belajar PPKn siswa kelas VII dengan menerapkan scientific approach. Teori yang digunakan yaitu teori belajar Jerome S. Bruner dan teori belajar Vygotsky. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis peneilitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest desain yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Penelitian ini dilakukan dalam suatu eksperimen pembelajaran, sebelum dilakukan treatment diawali dengan pre-test dan setelah dilakukan treatment dilakukan post-test. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan scientific approach memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas VII MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penerapan scientific approach terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas VII MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar PPKn siswa dari sebelum penerapan scientific approach sebesar 2,59 menjadi 3,32 setelah penerapan scientific approach. Kata Kunci: Scientific Approach, hasil belajar PPKn Abstract This research aims to prove the learning outcome civics class VII by applying a scientific approach. The theory used is the theory learned Jerome S. Bruner and Vygotsky theory of learning. This study uses a quantitative approach, research type used is pre-experimental research design one group pretest-posttest design of experiments were conduted on one group alone without a comparison group. This research was conducted in an experimental learning, before treatment begins with a pre-test and after treatment were post-test. Data collection technique used tests and observation. The technique used to take samples in random sampling. The sample in this study were 44 students. The results of this study indicate the application of scientific approach has a significant impact on learning outcomes civics class VII MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3, from these results it can be concluded that there is a positive and significant effect of the application of the scientific approach to the learning outcomes civics class VII MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3. This is evidenced by the increase in the average results of student learning civics before the application of the scientific approach of 2.59 becomes 3.32 after the application of the scientific approach. Keywords: Scientific approach, civics of learning outcome
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENGAJARKAN NILAI-NILAI KEJUJURAN PADA SISWA MELALUI KANTIN KEJUJURAN DI SMK PEMUDA KRIAN ARI TRI MARIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah dalam menjalankan kantin kejujuran sebagai strategi dalam mengajarkan nilai-nilai kejujuran pada siswa di SMK Pemuda Krian. Lokasi penelitian di SMK Pemuda Krian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Sumber data diperoleh dari Kepala SMK Pemuda Krian, Wakil Kepala SMK Pemuda Krian, Pembina kantin kejujuran SMK Pemuda Krian dan Siswa-Siswi SMK Pemuda Krian. Hasil dari penelitian ini adalah upaya yang dilakukan sekolah dalam menjalankan kantin kejujuran sebagai strategi dalam mengajarkan nilai-nilai kejujuran pada siswa di SMK Pemuda Krian yaitu berupa : (1) penempatan lokasi kantin kejujuran yang strategis dengan tujuan untuk mencegah perbuatan curang yang akan dilakukan siswa ketika membeli di kantin kejujuran, (2) adanya pamflet berisi kata-kata himbauan untuk bertindak jujur, (3) adanya pengawasan dalam operasionalisasi kantin kejujuran melalui CCTV, (4) keterlibatan siswa di dalam kepengurusan kantin kejujuran, (5) sosialisasi kepada siswa akan pentingnya keberadaan kantin kejujuran. Keberadaan kantin kejujuran mampu merubah sikap siswa menjadi lebih jujur. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh sekolah dalam menjalankan kantin kejujuran ternyata mampu mendorong siswa untuk bersikap jujur ketika bertransaksi di dalam kantin kejujuran. Kata Kunci: Nilai-nilai kejujuran, Kantin kejujuran Abstract The aim of research is to describe the some efforts is made by the school in running the honesty canteen as a strategy inteaching the value of honesty in students in SMK Pemuda Krian. The research sites in SMK Pemuda Krian. The method used is descriptive qualitative data collection is done by observation and interviews. Informant in this research as much as 7 people’s. Sources of data obtained from the Head of SMK Pemuda Krian, Deputy Head of SMK Pemuda Krian, builder of honesty canteen SMK Pemuda Krian and Students SMK Pemuda Krian. Results from this study that the efforts made by the school in running the honesty canteen as a strategy in teaching the value of honesty in students at SMK Pemuda Krian which are: (1) the placement location of honesty canteen is located in order to prevent fraudulent act that would do the students when purchased in the honesty canteen, (2) the pamphlet contains words appeal to act honestly, (3) lack of oversight in the operation of honesty canteen through CCTV, (4)the involvement of students in the honesty canteen management, (5) socialization to the students of the importance of honesty canteen. The existence of honesty canteen able to change the attitude of students to be more honest. Efforts have been made by the school in running the honesty canteen was able to encourage students to be honest when dealing in honesty canteen. Key words: The values ​​of honesty, honesty Canteen
STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS PADA MASYARAKAT MELALUI  TARI  KREASI BORAN (Studi di Sanggar Tari Tri Melati Lamongan) IMAMATUS SHOLIHAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi sanggar tari Tri Melati dalam membentuk karakter kerja keras pada masyarakat melalui tari kreasi Boran khas daerah Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di sanggar tari Tri Melati Lamongan. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus sanggar Tri Melati Lamongan dan untuk menghindari subjektifitas maka penelitian juga dilakukan terhadap beberapa masyarakat Lamongan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan strategi yang dilakukan oleh sanggar Tri Melati dalam membentuk karakter kerja keras pada masyarakat melalui tari kreasi Boran Lamongan adalah (1) mewajibkan tari Boran untuk dihafal gerakan dan dipahami maknanya, (2), menjaga eksistensi tari Boran di tengah-tengah masyarakat, (3) memberi pelatihan tari Boran kepada guru seni di SMP dan SMA daerah Lamongan, (4) menampilkan tari Boran disetiap kegiatan di Lamongan, (5) membagikan sticker kepada masyarakat ketika tari Boran ditampilkan. Kata Kunci: Karakter, Kerja Keras, Tari Boran. Abstract The to describe the strategy Tri Melati dance studio in shaping character of hard work in the community through the creation of dance typically Boran Lamongan. This study uses a qualitative approach. The location of this research in the dance studio of Tri Melati Lamongan. Informants in this study is the character of Tri Melati dance studio and some people of Lamongan. The technique of collecting data through observation, structured interviews, and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the analysis, we can conclude, the strategy undertaken by the dance studio of Tri Melati bed in shaping character of the had work of the community through dance creations Boran Lamongan is (1) requiring Boran dance memorised movement and understood its meaning, (2) maintaining the existence of Boran dance in the middle of society, (3) providing training to teachers arts sucjects of Boran dance in the middle of high school Lamongam, (4) featuring Boran dance when activity in Lamongan, (5) distributing stickers to the public when Boran dance displayed. Keywords: Character, Work Hard, Dance Boran.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BERLALU LINTAS PADA REMAJA DI DESA TAMBAKAGUNG KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO ALFIYANI FIRDAH R
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BERLALU LINTAS PADA REMAJA DI DESA TAMBAKAGUNG KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO ALFIYANI FIRDAH R
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

STRATEGI GURU PPKn DALAM PENGELOLAAN KELAS INKLUSIF DI SMA NEGERI 1 GEDANGAN SITI FATIMAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru PPKn dalam pengelolaan kelas inklusif di SMA Negeri 1 Gedangan. Pengelolaan kelas merupakan suatu usaha yang dilakukan guru untuk menciptakan atau mempertahankan kondisi kelas yang optimal sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teori behaviorisme B.F Skinner. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengelola kelas inklusif ada enam kegiatan yang harus diperhatikan oleh guru PPKn, antara lain (1) penentuan tata tertib/peraturan kelas, (2) pengaturan penempatan dengan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi, (3) pengelolaan lingkungan belajar, (4) penyediaan media belajar, (5) pengaturan tempat duduk, (6) mengakomodasi kebutuhan belajar. Kata kunci : strategi, pengelolaan kelas, dan kelas inklusif Abstract The objective of reseach is to describe strategy of civic education teacher in management of inclusive classroom at SMA Negeri 1 Gedangan. Classroom management is one of effort which has done by teacher to create or maintain also make class optimalize there fore, it can reach the learning purpose. This research use qualitative approaches and B.F Skinner behaviorisme to theory. To collect data use thecnique by observation, interview and documentation. The research outcome shows in the interest of managing inclusive class. There are six activities which must be concerned by the Citizenship teacher are (1) using class roles, (2) setting the student placement by giving every student chance to interaction, (3) managing learning environment, (4) using the learning media, (5) setting the students seat, (6) Accommodate learning necessity Keyword: strategy, classroom management, and inclusive class
HUBUNGAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP TATA TERTIB SISWA KELAS VIII DI SMPN 1 BENJENG KABUPATEN GRESIK HANIFATUL ISLAMIYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan kualitas pembelajaran pendidikan budi pekerti dengan kepatuhan terhadap tata tertib pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Benjeng Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian di SMPN 1Benjeng Kabupaten Gresik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas VIII di SMPN 1 Benjeng yang berjumlah 281 siswa dan sample yang diambil menggunakan taraf kesalahan 5% yang menghasilkan 155 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket (kuisioner) dan dokumentasi. Hasil dari penelitian kuantitatif dengan menggunakan rumus korelasi product moment diatas diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0, 41, dan diketahui pada tabel korelasi nilai r dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai sebesar 0, 148. Artinya dapat diketahui bahwa rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel. Jika melihat interpretasi tingkatan korelasi menunjukkan adanya hubungan yang positif dengan kategori cukup. Setelah dilakukan perhitungan pada uji signifikansi (t) diperoleh thitung sebesar 6,09 jika di lihat pada tabel nilai (t) dengan taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai (t) sebesar 1, 960. Artinya dapat diketahui bahwa thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung > ttabel) yang berarti signifikan.Hal ini dapat dikatakan bahwa Semakin baik kualitas pembelajaran pendidikan budi pekerti maka semakin tinggi kepatuhan terhadap tata tertib, dan jika semakin rendah pembelajaran pendidikan budi pekerti maka semakin rendah juga kepatuhan siswa terhadap tata tertib. Kata Kunci: kualitas pembelajaran, Pendidikan Budi Pekerti, Kepatuhan Tata Tertib. Abstract The purpose of this research is to examine the relation of quality education learning manners with adherence to the code of conduct on a grade VIII in SMP 1 Benjeng district Gresik. This research is quantitative research. Location research in the SMP 1Benjeng district Gresik. The population in this study are students of class VIII in SMP 1 Benjeng totaling 281 students and a sample taken using a 5% error level that produces 155 students. The data was collected by using the method of question form (questionnaire) and documentation. The results from quantitative research using the correlation formula product moment correlation coefficient obtained above (r) of 0, 41, and note on the chart the correlation value of r with a 5% significant level obtained a value of 0, 148. This means that it can be known that rhitung greater thanrtabel. If you see a correlation level interpretation showed a positive relationship with the category is enough. After the calculation is performed on a test of significance (t) obtained thitung of 6.09 if seen on the chart value (t) with 5% significant level then the retrieved value (t) amounted to 1, 960. This means that it can be known that thitung greater than ttabel (tcount > ttable) which means significant. It can be said that the better the quality of educational learning manners then the higher the adherence to the code of conduct, and if the lower learning educators Keywords: quality of learning, Character Education, adherence to discipline.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue