cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dalam Memperoleh Hak Pekerjaan yang Layak Melalui Pelatihan di Yayasan Lumintu Kabupaten Sidoarjo RISA MIA ANDRIYANI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pemberdayaan serta hambatan penyandang disabilitas yang dilakukan Yayasan Lumintu melalui pelatihan demi terpenuhinya hak pekerjaan yang layak. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, informan penelitian yakni pembina, pengurus (ketua 2 dan wakil sekretaris) Yayasan Lumintu dan 5 penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Lumintu bekerja sama dengan Dinas Sosial dan perusahaan mitra di antaranya JAI, SAI, Young Tree, UFI, Pabrik Sido Jangkung, dan Fisrt Media Farma. Pelatihan dan perekrutan lapangan pekerjaan tidak hanya pada sektor informal namun juga sektor formal. Berbagai jenis penyandang disabilitas memiliki kesempatan sama untuk mengikuti pemberdayaan dan memperjuangkan haknya, namun pemanfaatan yang diambil berbeda karena integrasi keseluruhan elemen pendukung masih tumpang tindih antara pihak Yayasan Lumintu, keluarga, dan penyandang disabilitas, sehingga pemberdayaan yang diharapkan dari awal hingga akhir, hasil pemberdayaan bagi penyandang disabilitas belum berhasil. Hambatan yakni kondisi, kemampuan, serta minat penyandang disabilitas, kriteria perusahaan pada saat perekrutan dan dana menyebabkan pelaksanaan pemberdayaan belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Kata Kunci: Pemberdayaan, Penyandang Disabilitas, Hak Pekerjaan yang Layak Abstract The purpose of this study to describe the process empowerment as well as obtacle of person with disabilities by training for the sake of the fulfillment of decent work right. The research method used qualitative descriptive, where the research informants are builder, board (leader 2 and vice secretary) of Lumintu Foundation and 5 person with disabilities. The result of this study indicates that the empowerment of Lumintu Foundation in collaboration between the society and partner companies such as JAI, SAI, Young Tree, UFI, Pabrik Sido Jangkung, and First Media Farma. Training and employment is not only in the informal sector but also in the formal sector. Different types of person with disabilities have equal opportunity to follow the empowerment and fight for their right but the utilization was different because the overall integration of the supporting element was still overlapping between of the Lumintu Foundation, the family, and the people with disabilities, so that the expeted empowerment from start to finish, person wih disabilities have not succeded. All able to realize it because of their contraints, potential person with disabilities interest, criteion of company at the time of recruitment and funds causes the implementation of empowement cannot be implemented maximally. Keywords: Empowerment, Inclusive Citizenship, Right to Decent Work
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Di SMP Negeri 1 Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo SHENDY RIYAN CAHYA; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa pada mata pelajaran PPKn. Landasan teori di dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran konstruktivisme Jean Piaget dan Lev Vygostsky. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah tiga orang guru mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru mata pelajaran PPKn dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah: (1) pemilihan model pembelajaran yang tepat yaitu pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah, diskusi, dan pembelajaran scientific, (2) kegiatan literasi, dan (3) melakukan kegiatan observasi. Kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan antara lain (1) merumuskan pokok-pokok permasalahan, (2) mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah, (3) memilih argumen yang logis, relevan, dan akurat, (4) mendeteksi bias berdasarkan sudut pandang yang berbeda dalam menanggapi suatu permasalahan, (5) menentukan akibat dari suatu pertanyaan yang diambil sebagai suatu keputusan. Sedangkan untuk kendala yang dihadapi guru adalah (1) pola pikir siswa yang belum terbiasa untuk berpikir secara kritis (2) sarana dan prasarana sekolah seperti belum tersedianya laboratium khusus mata pelajaran PPKn, ruang kelas yang belum menyediakan LCD untuk kegiatan diskusi. Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran, PPKn. Abstract The purpose of this research are to describe the teacher’s strategy in developing student’s critical thinking skills on PPKn lessons and to describe the obstacles which faced by teachers in developing studen’s critical thinking skills on PPKn lessons. The theory in this research is the theory of constructivism learning Jean Piaget and Lev Vygostsky. This research uses descriptive with the type descriptive research. Informants in this research are the three teachers of PPKn lessons. The results of this research showed that the strategy that applied by PPKn Teacher’s in developing the critical thinking ability of students are: (1) ) selection of appropriate learning methods such as cooperative learning, problem based learning, discussion, and scientific learning, (2) literacy activities, and by (3) doing observation. Critical thinking skill of the students such as (1) formulate points of the problem, (2) expose the facts needed to solve a problem, (3) select a logical argument, relevant, and accurate, (4) detecting bias based on the different point of view in response to a problem, (5) determine the result of a question taken as a decision. As for the obstacles faced teachers are (1) the mindset of students who are not used to think critically, (2) poor condition of school facilities and infrastructure such as unavailability of special laboratory for PPKn lessons as well as classrooms that haven’t provided LCD projector for inadequate discussion activity. Keywords: Critical thinking skills, the learning model, PPKn.
Peran Kepala Sekolah sebagai Manager dalam Meningkatkan mutu pendidikan KHAKIKI AMALIYAH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Pentingnya arti pendidikan mendorong perhatian masyarakat untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan dunia pendidikan. Pendidikan sangat penting demi terciptanya kualitas manusia yang lebih baik. Pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia, mendewasakan, mengubah perilaku, serta meningkatkan kualitas yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah sebagai manager dalam meningkatkan mutu pendidikan. Lokasi penelitian ini di lakukan di SD Negeri bukir dengan jumlah responden 36 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dari jawaban responden kemudian data tersebut dikuantitatifkan atau diangkakan. Sebanyak 92% responden menyatakan peran kepala sekolah mampu menyusun progam sekolah , sebanyak 84% responden menyatakan peran kepala sekolah mampu mengembangkan organisasi sekolah, sebanyak 55% responden menyatakan peran kepala sekolah mampu memberikan motivasi kepada guru , sebanyak 84% responden menyatakan peran kepala sekolah mendukung kegiatan siswa, sebanyak 83% responden menyatakan peran kepala sekolah mampu bermusyawarah dengan guru. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran kepala sekolah sebagai manager dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu kepala sekolah sangat berperan dalam meningkatkan kegiatan sekolah yang di lakukan oleh guru dan kepala sekolah. kata Kunci : Peran kepala sekolah, Mutu Pendidikan, SDN Bukir
Peran Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Sidoarjo dalam Meningkatkan Kesadaran Berkonstitusi Pada Kader M MUZZAKY ALFIKRI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran DPC PKB dalam meningkatkan kesadaran berkonstitusi melalui program kegiatan yang dilihat dalam pendidikan kader pertama, sosialisasi empat pilar kebangsaan dan jaring aspirasi masyarakat. Pada Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada empat orang, yakni wakil ketua bidang kaderisasi, sekretaris, wakil sekretaris dan anggota partai. Teknik analisis data dalam penelitian ini pengumpulan data, reduksi data, deskripsi dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan yakni teori Biddle & Thomas. Keabsahan data diperoleh dari teknik triangulasi teknik dan sumber dalam pengumpulan data. Kendala yang dihadapi pengurus DPC PKB antara lain perkembangan pola pikir kader, minimnya dana parpol dan maraknya kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa DPC PKB berperan dalam meningkatkan kesadaran berkonstitusi dengan dilihat dari kegiatan pendidikan kader pertama, sosialisasi empat pilar kebangsaan, dan jaring aspirasi masyarakat. Kata Kunci: Peran, Kesadaran Berkonstitusi.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (Studi tentang Fasilitas Kesehatan dan Fasilitas Pendidikan Keluarga Penerima Manfaat di Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri) PUTRI AYU INDRAWATI; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan komitmen Keluarga Penerima Manfaat terhadap fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan di Desa Juwet. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Juwet Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Responden dari penelitian adalah Keluarga Penerima Manfaat, Pendamping PKH, Bidan Desa Juwet, serta Kepala Sekolah. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori partisipasi masyarakat. Partisipasi Keluarga Penerima Manfaat dalam Program Keluarga Harapan dalam mengakses fasilitas kesehatan berjalan dengan baik, ditandai dengan keikutsertaan Keluarga Penerima Manfaat dalam kegiatan Program Keluarga Harapan, seperti pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dari Program Keluarga Harapan, dan evaluasi. Partisipasi Keluarga Penerima manfaat dalam Program Keluarga Harapan dalam mengakses fasilitas pendidikan berjalan dengan baik, ditandai dengan perubahan pola pikir orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak. Seragam dan peralatan sekolah anak sudah terlihat layak. Keterlibatan Keluarga Penerima Manfaat dimulai dari pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat hingga evaluasi. Kata Kunci: kemiskinan, PKH,kesehatan ,pendidikan,partisipasi
PARTISIPASI KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS BINA SAMUDERA DALAM MENJAGA LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR PANTAI SERANG, DI DESA SERANG, KECAMATAN PANGGUNGREJO, KABUPATEN BLITAR Handika Cahya Ardialisandy; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan partisipasi yang dilakukan Pokmaswas Bina Samudera dalam mengelola dan menjaga kawasan pesisir pantai Serang kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi masyarakat Cohen dan Uphoff. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermen yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi Pokmaswas Bina Samudera dibagi menjadi dua yaitu langsung dan tidak langsung. Implementasi program kerja memiliki faktor pendukung ataupun faktor penghambat dalam menjaga kawasan pesisir pantai Serang. Kemudian faktor pendukung yang ditemukan saat penelitian antara lain koordinasi RT dan RW, kesadaran dalam menjaga lingkungan pesisir anggota Pokmaswas Bina Samudera, jenis kelamin anggota Pokmaswas Bina Samudera didominasi oleh laki-laki, dukungan pemerintah serta masyarakat, memiliki fasilitas bangunan sekretariat, dan bantuan peralatan menyelam dari pemerintah. Selanjutnya faktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan waktu, kurangnya minat generasi muda menjadi anggota Pokmaswas, terbatasnya Pola pikir masyarakat tentang pemanfaatan lingkungan dan tingkatan pendidikan anggota Pokmaswas Bina Samudera. Abstract This research purposes use the society partisipation theory Cohen dan Uphoff. This study uses qualitative approach with descriptive method, data analysis technique using Miles and Hubermen model consisting of data collection, data reduction, and conclusion the results of this study indicate that participation Pokmaswas Bina Samudera is divided into two kinds, namely direct and indirect. Implementation through activities have a supporting or inhibiting factor in guarding coastal area of Serang beach supporting factors found among others coordination of RT and RW, awareness in maintaining coastal environment of members, gender Pokmaswas Bina Samudera is dominated by men, government and community support, secretariat building facilities, and assistance diving equipment from the government. Then the inhibiting factors were found, among others, limited time, lack of interest from the younger generation to become members of Pokmaswas Bina Samudera, community Piki Pattern and Education Level. Keywords: Environment, Participation, Pokmaswas Bina Samudera
UPAYA SEKOLAH MENUMBUHKAN KARAKTER GEMAR MEMBACA SISWA DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO GALANT IRMA JULANDI; SUHARNINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

AbstrakMembaca merupakan sebuah pekerjaan yang produktif dan menyenanglan. Dalam era informasi saat ini kegiatan membaca merupakan kebutuhan vital dan fundamental yang tidak dapat dihilangkan dari dunia pendidikan. Hilangnya kesadaran manusia untuk membaca menjadi masalah penting yang harus terselesaikan. Sehingga, perlu adanya penumbuhan karakter gemar membaca sebagai bagian dari penanaman karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan SMK Negeri 1 Sidoarjo dalam menumbuhkan karakter gemar membaca. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada empat orang, yakni kepala SMKN1 Sidoarjo, kepala perpustakaan, duta literasi sekolah, waka kurikulum sekolah. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam upaya menumbuhkan karakter gemar membaca siswa, yaitu 15 menit membaca sebelum pelajaran, hutan baca, pojok baca, duta literasi, kunjungan wajib perpustakaan, serta posterisasi sekolah. Upaya yang dilakukan kemudian terealisasi dalam tiga tahapan yakni mengenalkan, melakukan aksi, dan motivasi. Karena ditemukan perubahan perilaku pada siswa yang telah megikuti setiap upaya yang telah dirancang. Akan tetapi, ditemukan kendala berupa kurangnya pengawasan atas setiap upaya yang telah dilakukan. Sehingga hasil penumbuhan karakter gemar membaca tidak ditemukan secara menyeluruh dalam lingkungan SMK Negeri 1 Sidoarjo. Kata Kunci: upaya, karakter, gemar membaca, literasi
RESILIENSI PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA (Studi Kasus di Kabupaten Nganjuk) ROMADHONA SETYA M; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang resiliensi pada remaja yang mengalami perceraian orang tua di Kabupaten Nganjuk. Landasan teori dalam penelitian ini menggunakan Teori Eudemonisme dari Aristoteles. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Kriteria informan di penelitian ini yaitu informan merupakan anak dari keluarga yang sudah bercerai lebih dari lima tahun dan memiliki prestasi akademik dan non akademik. Aktivitas dalam analisis data dalam penelitian ini terbagi ke dalam langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.. Berdasarkan hasil dan analisis data pada penelitian ini menunjukan bahwa perceraian orang tua tidak terlalu berdampak buruk terhadap perkembangan anak karena ada beberapa faktor yang menunjang subjek. Pertama, subjek dapat beradaptasi dengan kondisinya selain itu juga dapat mengaktualisasikan kemampuannya untuk mencapai tujuan hidupnya. Kedua, subjek selain dapat mengembangkan kemampuannya subjek juga memiliki kepedulian terhadap keluarga, teman dekat dan tetangganya selain itu juga aktif dalam kegiatan ekskul atau organisasi remaja di daerahnya. Ketiga, subjek setelah perceraian orang tuanya menjadi lebih semangat belajar atau bekerja untuk membantu dan membahagiakan ibu atau orang tuanya dengan melakukan hal tersebut subjek tidak memerlukan hal lain lagi.. Kata Kunci: Resiliensi, Remaja, Perceraian Orang Tua.
Implementasi Program Bimbingan Perilaku dalam Menanamkan Nilai-Nilai Nasionalisme Anak Asuh di UPTD Kampung Anak Negeri Kota Surabaya DEVI SYARIFATUL FIRDAUS; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis program bimbingan perilaku dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak asuh, (2) mendeskripsikan hambatan yang dihadapi dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak asuh, (3) mendeskripsikan solusi yang diberikan untuk mengatasi hambatan dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada anak asuh di UPTD Kampung Anak Negeri. Landasan teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dari program bimbingan perilaku dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dapat ditunjukkan melalui kegiatan PBB, pelatihan seni bela diri dan jumat bersih. Pemberian bimbingan perilaku tersebut dapat membentuk nilai-nilai nasionalisme seperti nilai kedisiplinan, nilai solidaritas dan nilai gotong royong. Hambatan yang dihadapi dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme tersebut seperti: (1) kurangnya antusiasme dari anak asuh, (2) adanya perbedaan usia, (3) anak asuh sulit diatur, dan (4) pelaksanaannya kurang efektif. Sedangkan solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut antara lain: (1) pemberian peringatan kepada anak asuh, (2) diberikan bimbingan tambahan secara khusus, (3) diberlakukan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan, serta (4) kegiatan yang tidak dapat terlaksana maka dapat di ganti di hari lain. Kata Kunci: Bimbingan perilaku, nilai-nilai nasionalisme. Abstract The purpose of this research is: (1) analyzing the guidance program implementation behavior in embedding the values of nationalism on foster care, (2) describe the obstacles encountered in instilling the values of nationalism on foster care, (3) describe the given solutions to overcoming obstacles in instilling the values of nationalism on foster care in UPTD Kampung Anak Negeri. The which theory used in this research is Social learning theory of Albert Bandura. This research used a qualitative approach with the types of describtive research. The technique of collecting data in this research using the techniques of observation, interview and documentation. The results of this research showed that the implementation of the guidance behavior program in embedding the values of nationalism can be shown through the activities of the regulations marching in scout, martial arts training, and Friday’s clean. The grant guidance such behaviour can shape the values of nationalism such as the value of dicipline, the value of leadership, the value of solidarity, and mutual value. The obstacles encountered in instilling values such as nationalism: (1) lack of enthusiasm from foster care, (2) the existence of a difference in age, (3) foster care difficult to set up, and (4) implementation was less effective. While the solution is done in overcoming obstacles include: (1) the grant of a warning to foster care, (2) provided additional guidance in particular, (3) imposed sanctions in accordance with the level of errors, and (4) activities that do not can be done then it can be replaced. Keywords: Guidance behaviors, values of nationalism.
UPAYA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN GRESIK UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA MELALUI RUMAH PINTAR PEMILU RADEN PAKU QUROTUL FITRIANI; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya KPU kabupaten Gresik dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah empat orang yang terdiri dari satu komisioner KPU yang menjabat dalam divisi Sumber Daya Msyarakat dan Partisipasi Masyarakat dan satu kepala subbagian teknik dan hubungan masyarakat beserta dua staffnya. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian upaya KPU Kabupaten Gresik untuk meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dilakukan dengan sosialisasi pemilu dan pendidikan pemilih. Selain Rumah Pintar Pemilu Raden Paku ada program lain yang digunakan KPU Kabupaten Gresik dalam melakukan pendidikan politik kepada pemilih pemula yakni goes to school/campus dan pendidikan pemilih berbasis keluarga. Pendidikan politik bagi pemilih pemula yang dilakukan KPU kabupaten Gresik bekerjasama dengan agen-agen sosialisasi politik yakni keluarga, sekolah dan media massa. Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi menggunakan metode door to door dan forum diskusi dengan teknik ceramah, kuis dan simulasi. Media yang digunakan dapat dikategorikan media informasi dan media penyampaian materi dan materi yang disampaikan tentang demokrasi, pentingnya partisipasi masyarakat, pemilih yang cerdas dan teknis pemilihan kepala daerah tahun 2018. Kata Kunci: Pendidikan Politik, Partisipasi Politik, KPU, pemilih pemula.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue