cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL OLEH JARINGAN GUSDURIAN PADA MASYARAKAT SURABAYA SUCI ROCHMAWATI P
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi implementasi nilai-nilai multikultural oleh jaringan GUSDURian pada masyarakat surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa jaringan GUSDURian mengimplementasikan nilai multikultural pada masyarakat Surabaya melalui kegiatan-kegiatan sosial. Tujuannya untuk mengurangi terjadinya konflik di masyarakat, sehingga terwujud masyarakat yang damai dan sejahtera. Keberhasilan jaringan GUSDURian dalam mengimplementasikan nilai multikultural dilihat dari aspek sosial yaitu membangun interaksi yang baik dengan masyarakat Surabaya. Kata kunci: implementasi, nilai-nilai multikultural, dan jaringan GUSDURian Surabaya
PERAN KOMUNITAS YOUNG INTERFAITH PEACEMAKER COMMUNITY INDONESIA DI SURABAYA DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA Sonie Setiawan
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n01.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan oleh pengurus komunitas Young Interfaith Peacemaker Community Indonesia (YIPC) Indonesia di Surabaya dalam upaya menumbuhkembangkan sikap toleransi antar beragama pada para anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang peran yang dilakukan oleh komunitas YIPC Indonesia di Surabaya dalam menumbuhkembangkan sikap toleransi antar umat beragama diwujudkan melalui (1) Sosialisasi kepada para mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya sikap toleransi antar umat beragama, (2) Meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya gerakan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik antar umat beragama, (3) Memupuk rasa persaudaraan antar umat beragama. Kata Kunci: Peran, Sikap Toleransi, Komunitas YIPC
TINGKAT NASIONALISME MAHASISWA PROGRAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (PPP) INTERNASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DALAM MENGHADAPI PERBEDAAN KEBUDAYAAN DI NEGARA TUJUAN DIAH AYU WULANDARI; WARSONO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat nasionalisme mahasiswa Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) internasional Universitas Negeri Surabaya serta untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang memengaruhi tingkat nasionalisme mahasiswa tersebut mengingat terdapat perbedaan kebudayaan antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional yang dikemukakan oleh James S. Coleman. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang diisi oleh 41 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang pernah melaksanakan Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) internasional di luar negeri. Analisis data dilakukan dengan cara mencari persentase mahasiswa yang memiliki tingkat nasionalisme tinggi dan persentase mahasiswa yang memiliki tingkat nasionalisme rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% mahasiswa Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) internasional Universitas Negeri Surabaya memiliki tingkat nasionalisme tinggi dan 22% mahasiswa Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) internasional Universitas Negeri Surabaya memiliki tingkat nasionalisme rendah. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat nasionalisme mahasiswa tersebut adalah faktor politik, faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor intelektual. Setelah dilakukan analisis, dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan dalam memengaruhi tingkat nasionalisme adalah faktor intelektual. Kata Kunci: Nasionalisme, Mahasiswa Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) Internasional Universitas Negeri Surabaya, Perbedaan Kebudayaan Abstract The purpose of this study are to describe the level of nationalism of the International Student Management Program students of State University of Surabaya and to describe what factors that affect the level of nationalism of the students considering the cultural differences between Indonesia with Singapore and Malaysia . This study uses rational choice theory proposed by James S. Coleman. This research includes the type of quantitative research using descriptive design. Data collection technique was conducted using a questionnaire filled by 41 students of State University of Surabaya who have conducted International Learning Management Program abroad. Data analysis was done by finding the percentage of students who have high nationalism level and the percentage of students who have low nationalism level. The results showed that 78% of International Students Management Program students of State University of Surabaya have high nationalism level and 22% of International Student Management Program students of State University of Surabaya have low nationalism level. Factors that affect the level of student nationalism are political factors, economic factors, social factors, and intellectual factors. After analyzing, it can be concluded that the most dominant factor in influencing the level of nationalism is the intellectual factor. Keywords: Nationalism, College Students of International Learning Management Program State University of Surabaya, Cultural Differences
PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA KEPADA PARA PESILAT DI UKM PERISAI DIRI UNESA WILKAR LOISOKLAY
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai Pancasila kepada para pesilat di UKM Silat Perisai Diri Unesa. Penelitian ini menggunakan teori belajar observasional, Albert Bandura dengan pendekatan kualitatif serta metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan adanya upaya Penanaman nilai-nilai Pancasila kepada para pesilat di UKM Perisai Diri Unesa yang dapat dijabarkan sebagai berikut. Sila I: Pengucapan janji Perisai Diri, hening (berdoa) setiap mengawali dan mengakhiri suatu kegiatan, pembinaan mental spiritual, sikap keterbukaan terhadap para pesilat dari berbagai latar belakang agama; Sila II: Keterbukaan terhadap para pesilat dari berbagai latar belakang ras, suku, dan agama, Penanaman prinsip asah asih asuh, sikap menghargai martabat sesama pesilat; Sila III: Diadakannya kegiatan-kegiatan bersama; Sila IV: Melibatkan anggota UKM dalam proses musyawarah mufakat, dalam keadaan urgent di mana tidak memungkinkan adanya musyawarah bersama, maka digunakan sistem perwakilan dalam menentukan keputusan; Sila V: Adanya sistem yang adil dalam memfasilatasi pemenuhan hak para pesilat serta diimbangi dengan tuntutan melakukan kewajiban bagi para pesilat, diadakan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat yang membutuhkan Kata Kunci: Penanaman, Nilai-nilai Pancasila, UKM Perisai Diri Unesa Abstract This research aims to descript planting of values of Pancasila to the fighters in UKM Silat Perisai Diri Unesa. This research uses the observational learning theory of Albert Bandura with qualitative approach and descriptive method. Data was then analyzed through accumulation, reduction, and presentation of data and conclusion. Result of the research indicates that there is an effort to implement the values of Pancasila to the fighters at UKM Perisai Diri Unesa which can be translated as follows: Principle I: expressing promises of Perisai Diri, silence (pray) each initiatingand ending an activity, mental spiritual coaching; Principle II: attitude of openness to fighters from various races and religions, planting of the principle of asah asih asuh, attitude of appreciating the dignity of fellow fighters; Principle III: activities are held together; Principle IV: involving every member of UKM in deliberation process, in an iurgent situation in which the deliberation process is impossible, then the representative system is used to make decision; Principle IV: a fair system in facilitating the fulfillment of the fighters righ and combined with demand of conducting obligations for the fighters, social service is conducted for the society in need. Keywords: Planting, Values of Pancasila, UKM Perisai Diri Unesa
UPAYA PENGURUS FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM MEMBINA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA SURABAYA AYU ADILA SAIFUL
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) suatu forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tujuan penelitian ini Untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan pengurus Forum kerukunan umat beragama dalam membina kerukunan antar umat beragama di Kota Surabaya dan Untuk mendeskripsikan keterlaksanaan program kerja yang digunakan untuk membina toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada tiga orang, yakni ketua koordinator pengurus forum kerukunan umat beragama dan anggota pengurus forum kerukunan umat beragama perwakilan dari agama Hindu an agama Budha. Hasil penelitian ini adalah ada beberapa upaya yang dilakukan FKUB dalam membina kerukunan antar umat beragama yakni,dialog lintas agama, jaring aspirasi dan penyelesaian konflik dengan berjalannya ketiga program yang dibuat diharapkan dapat membangun jiwa toleransi antar umat beragama sehingga tidak timbul konfik antar agama. Kata Kunci : Toleransi Abstract Forum of Religious Harmony (FKUB) a forum formed by the community and facilitated by the government in order to maintain and develop religious harmony in the life of society, nation and state. The purpose of this study To describe the efforts made Forum Forum of harmony of religious communities in fostering harmony between religious communities in Surabaya and To describe the implementation of work programs used to foster tolerance among religious communities in the city of Surabaya. The research method used descriptive qualitative approach, data collection technique through observation, interview and documentation. Informants in this study there are three people, namely the head of the coordinator of the board of religious harmony forum and members of the board of religious harmony of representatives of the Hindu religion of Buddhism. The result of this research is there are several efforts made by FKUB in fostering harmony between religious people, interfaith dialogue, aspiration nets and conflict resolution with the running of the three programs made are expected to build the soul of tolerance among religious people so that no inter-religious conflicts arise. Keywords: Tolerance
STRATEGI GURU DALAM MEMBINA KARAKTER CINTA TANAH AIR ANAK TUNADAKSA DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT SURABAYA MUHAMMAD SAID WAFI; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi guru dalam membina karakter Cinta Tanah Air di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya, Kendala dalam membina dan Solusi mengatasi kendala dalam membina karakter Cinta Tanah Air di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya. Informan penelitian ini ada 19 orang. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru yang dengan kriteria informan yakni mengetahui, terlibat langsung, dan bersedia. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analasis data dalam penelitian ini dengan cara yakni reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru dalam membina karater cinta tanah air, yaitu : Melalui tahapan proses pembelajaran, memberikan pengertian dan contoh secara langsung, Memperlihatkan secara langsung dan menasehati, memantau dalam keseharian disekolah dan mengingatkan terus menerus, mengajak peserta didik dalam kegiatan rutin yang berhubungan dengan cinta tanah air baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Kendala yang dihadapi berupa masalah kemampuan anak didik baik kemampuan intelektual atau berpikir maupun kemampuan motorik atau fisik. Adapun solusinya, yaitu ; Untuk mengatasi kendala secara fisik, maka dengan pendampingan, Pengulangan materi dan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak didiknya untuk membantu mengatasi kendala kemampuan intelektualnya.Kata Kunci : Strategi Guru, Membina Karakter, Tunadaksa Abstract This research about to describe the strategy of teacher’s in building Special Needs Children’s nationalism at Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) of Surabaya, The obstacles in building and The solutions to overcome the obstacles in building Special Needs Children’s nationalism at Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) of Surabaya. This study uses qualitative research method, specifically descriptive research, this study uses interview, observation, and documentation as data collection techniques. Analyze the data in this research by means of data reduction, data presentation, conclusion and verification data, the validity of data using triangulation of source and triangulation technique. The result of this study shows some strategies used by teachers in building Special Needs Children’s nationalism are: Having some stages of learning process; giving knowledge and examples directly, directly showing and advising, daily monitoring at school and constantly reminding, Inviting learners in daily routine activities related to nationalism both inside and outside of school.The obstacles faced are dealing with students ability, either intellectual ability (thinking) or motoric ability (physical). To overcome those problems, therefore, the solutions are: Assisting students to build their nationalism, Repeating the material using understandable language to ease the students (Special Needs Children).Keywords: Teacher’s Strategy, Building Character, Tunadaksa
PERAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) PROVINSI JAWA TIMUR DALAM PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP KONSTITUEN MARITA PUTRI FITRIA; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dalam pendidikan politik terhadap konstituen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah lima anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah pandangan anggota dewan tentang pendidikan politik yaitu pendidikan politik merupakan salah satu tanggung jawab anggota dewan dalam mengimplementasikan fungsi partai politik, pendidikan politik diberikan untuk menciptakan citra politik yang baik, memberikan pemahaman secara konkret tentang politik, memberikan pemahaman kepada konstituen dalam menyelesaikan permasalahan demi terwujudnya kebaikan bersama, dan untuk memberikan pemahaman kepada konstituen tentang fungsi dan tugas DPRD. Aktivitas yang dilakukan oleh anggota dewan dalam memberikan pendidikan politik terhadap konstituen di daerah pemilihan adalah hearing dengan konstituen, pengkajian, workshop sosialisasi Peraturan Daerah, seminar, dan pelatihan kegiatan politik. Materi pendidikan politik yang diberikan anggota dewan kepada konstituen adalah sosialisasi pemilihan Gubernur Jawa Timur, fungsi partai politik, esensi politik, empat konsensus kebangsaan, nasionalisme, upaya mewujudkan kebaikan bersama, pentingnya aspirasi politik, dan tugas pokok dan fungsi DPRD. Metode yang digunakan oleh anggota dewan dalam memberikan pendidikan politik kepada konstituen adalah metode pembelajaran kelompok. Teknik yang digunakan dalam memberikan pendidikan politik terhadap konstituen adalah ceramah, tanya jawab, dan berdiskusi. Kendala dalam memberikan pendidikan politik adalah pemahaman tentang politik masing-masing konstituen berbeda, tidak semua konstituen aktif dalam melaksanakan diskusi, dan dalam memberikan pendidikan politik pernah terjadi penolakan. Kata Kunci : Peran, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Pendidikan Politik, Konstituen
MAKNA BATIK ANJUK LADANG SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS MASYARAKAT NGANJUK RISKHA PRISTIANA; SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna batik Anjuk Ladang sebagai simbol identitas masyarakat Nganjuk serta menganalisis nilai karakter yang terkandung dalam batik Anjuk Ladang dalam perspektif masyarakat Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah terdapat 6 lambang didalam motif batik Anjuk Ladang yang ditorehkan pada seragam sekolah siswa di seluruh Kabupaten Nganjuk yang dijadikan sebagai simbol identitas dan jika dilihat dari perspektif warna, terdapat 5 warna yang ada dalam batik Anjuk Ladang yakni terdiri dari warna coklat, merah, kuning hijau, dan putih. Lambang utama pada motif batik Anjuk Ladang yakni Prasasti Anjuk Ladang, ditambah 5 motif tambahan isen-isen yang terdiri dari lambang bunga, lambang shouttlecock, lambang tanaman merambat sulur, lambang burung, dan lambang angin. Pada motif batik Anjuk Ladang, muncul 3 nilai karakter yang terkandung didalam batik, 2 nilai karakter pada motif utama lambang Prasasti yakni, nilai karakter kerja keras dan nilai karakter cinta tanah air. Sedangkan, pada motif tambahan isen-isen lambang tanaman merambat sulur muncul nilai karakter karakter gotong royong.Kata Kunci: Makna Motif, Batik Anjuk Ladang, Simbol Identitas
PERSEPSI GURU TERHADAP CORPORAL PUNISHMENT SEBAGAI ALAT MENDISIPLINKAN SISWA DI SEKOLAH KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN SUCI WULANDARI; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap corporal punishment sebagai alat untuk mendisiplinkan siswa di sekolah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 161 guru di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang diberikan kepada respoden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap corporal punishment menunjukkan bahwa persepsi guru sangat setuju sebesar 2.5%, persepsi setuju sebesar 46%, cukup setuju sebesar 41% dan tidak setuju sebesar 10.5%. Secara keseluruhan perhitungan rata-rata dari total 161 guru diperoleh skor total 1323 dengan perolehan rata-rata skor 8,2, sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi guru terhadap corporal punishment sebagai alat untuk mendisiplinkan siswa di sekolah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan termasuk dalam kategori “cukup setuju”. Kata Kunci: persepsi guru, corporal punishment, disiplin. Abstract This research aims to describe how the teachers perception about corporal punishment as a tool to discipline students in the school Paciran Subdistrict Lamongan District. This research uses quantitative approach with descriptive method. It used 161 samples of teachers in Paciran Subdistrict Lamongan District. The analysis of data use the formula percentage. Based on data analysis, the results showed that teachers perception about corporal punishment showed that teachers strongly agreed at 2,5%, agreed perception by 46%, quite agree by 41%, and 10,5% disagreement. Overall the average of 161 teachers obtained a total score of 1323 with an average score of 8,2, it can be consored that teachers perception of corporal punishment as a tool to discipline students in the school of Paciran Subdistrict Lamongan District included in the category “ quite agree’’. Keywords: teacher perception, corporal punishment, discipline.
PERSEPSI MAHASISWA PPKn TERHADAP KEBERADAAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA GALUH INDRA SRI LINTANG PURWITA; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Abstrak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah organisasi kemahasiswaan yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan Persepsi mahasiswa PPKn terhadap keberadaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Negeri Surabaya dan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan non-akademik kemahasiswaan yang bersifat penalaran, kegemaran, kesejahteraan, dan bakat khusus sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Menurut survey mahasiswa PPKn angkatan 2013-2015 yang mengikuti UKM di Unesa jumlahnya sangat sedikit sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mencari gambaran mahasiswa PPKn yang mengikuti UKM di Unesa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa PPKn Unesa terhadap keberadaan UKM di Unesa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di Prodi S1 PPKn Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah responden 75 mahasiswa. Untuk memperoleh data yang ada di lapangan maka teknik pengumpulan data berupa kuesioner dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data berupa teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan langkah-langkah editting data, coding, pemberian skor, dan input data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa PPKn terhadap keberadaan UKM di Unesa yaitu mahasiswa tertarik untuk mengetahui dan ikut serta dalam kegiatan UKM. Banyak mahasiswa yang tidak butuh namun mereka ingin aktif di UKM, hanya sedikit mahasiswa yang mempunyai pengalaman sebelumnya dalam organisasi, mahasiswa sendiri mempunyai perasaan bosan dan malas terhadap suatu kegiatan. Untuk kemajuan UKM dan ketertarikan mahasiswa perlu adanya keahlian serta prestasi yang harus dimiliki setiap pelatih. Adanya faktor pengaruh teman mahasiswa lainnya yang menyebabkan sedikit mahasiswa mengikuti UKM serta masalah yang dihadapi mahasiswa dalam keluarga Kata Kunci: Persepsi, Unit Kegiatan Mahasiswa Abstract The Student Activity Unit (UKM) is a student organization that aims to describe the perception of PPKn students on the existence of the Student Activity Unit (UKM) at Surabaya State University and has the task of planning, executing and developing non-academic activities of student which are reasoning, and special talents according to his duties and responsibilities. According to student survey civic education generation 2013-2015 that follow Student activity unit in State university of Surabaya the number is very small so it is necessary to do research to find a picture of student civic education who follow Student activity unit in State university of Surabaya. This study aims to describe the perception of student civic education Unesa students about the existence of Student activity unit in State university of Surabaya. This research uses quantitative research with descriptive research method. Location of this research in bachelor degree ​​civic education program in State university of Surabaya with the number of respondents 75 students. To obtain the data available in the field, the data collection techniques are questionnaires using the instrument in the form of questionnaire and documentation, and using data analysis technique in the form of quantitative descriptive analysis technique with the steps of editting data, coding, scoring, and data input. The results of this study indicate that the perception of civic education students on the existence of Student activity unit in State university of Surabaya is the college students interested to know and participate in Student activity unit activities. Many students who do not need but they want to be active in Student activity unit, only a few students who have previous experience in the organization, students themselves have feelings of bored and lazy to an activity. For the advancement of Student activity unit and the interest of college students it is necessary to have the expertise and achievements every coach should have. The influence of other student friends that caused a small number of students to follow Student activity unit and the problems faced by students in the family Keywords: perception, Student activity unit

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue