cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PENDIDIKAN POLITIK OLEH KELUARGA BAGI PEMILIH PEMULA DI DESA NGARES KECAMATAN TRENGGALEK GARIN OCSHELA ANGGRAINI; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan politik yang diberikan oleh orang tua bagi pemilih pemula di Desa Ngares. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini berjumlah empat belas orang, dengan kriteria pemilihan informan yaitu orang tua yang memiliki anak sebagai pemilih pemula atau sudah berusia tujuh belas tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil dari penelitian ini diuji menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menujukkan bahwa orang tua memberikan pendidikan politik melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) Pengenalan tentang politik, yang dilakukan pada saat pemilih pemula berusia tujuh belas tahun atau sudah memiliki hak pilih; (2) Penguatan, yang diberikan melalui proses diskusi, pemberian contoh-contoh sikap demokrasi, pemanfaatan media sebagai alat untuk mencari informasi, serta mengikuti kegiatan sosialisasi politik; (3) Pengawasan, yang dilakukan oleh orang tua adalah memberikan dukungan serta motivasi kepada pemilih pemula untuk dapat aktif dalam kegiatan politik yang ada dilingkungan masyarakat.Kata Kunci: Peran Orang Tua, Pendidikan Politik
Model Pelayanan Sosial Anak Korban Kekerasan Fisik di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur UMMI KARIMAH; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui model pelayanan sosial anak yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur terhadap anak dari tindak kekerasan fisik; (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelayanan sosial anak korban kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan landasan teori model pelayanan Half-Way House Services dan analisis SWOT. Adapun model pelaksanaan pelayanan terdiri dari iedntifikasi masalah, penyelidikan, intervnsi sosial dan terminasi yang berfokus pada anak yang menjadi korban kekerasan fisik. Pada pelayanan sosial anak di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur yaitu (a) Pelaporan; (b) Kunjungan; (c) Rujukan; (d) Monitoring dan Evaluasi; serta (e) Terminasi. Kendala yang dialami dalam pelaksanaan pelayanan sosial anak adalah kesadaran keluarga dan masyarakat tentang perlindungan anak serta haknya, dan SDM pendamping dalam pelayanan sosial anak. Pencegahan kekerasan fisik pada anak bisa dimulai dari keluarga, masyarakat, sekolah sehingga sistem perlindungan anak yang dibangun menjadi sistem pencegahan kekerasan fisik yang terjadi pada anak. Kata Kunci: Model Pelayanan Sosial Anak, Kekerasak Fisik, Lembaga Perindungan Anak
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN SIKAP NASIONALISME PADA ANAK DI KAMPUNG LAWAS MASPATI SURABAYA EILYSA SARASATI HANA SIRAIS; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran bagaimana peran orang tua dalam menanamkan sikap nasionalisme pada anak dan faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan menggunakan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dikaji menggunakan teori peran Biddle dan Thomas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menanamkan sikap nasionalisme pada anak di Kampung Lawas Maspati meliputi melaksanakan peran sebagai pendidik, panutan, pendamping dan pendorong dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Peran orang tua sebagai pendidik yaitu mengajarkan sikap saling membantu, mengajarkan sikap menghormat berbeda agama dan menaati peraturan kampung. Peran orang tua sebagai penutan yaitu menerapkan budaya tegur sapa, menghargai perbedaan pendapat, dan menerapkan budaya “jumput semut”. Orang tua sebagai pendamping yaitu memilihkan permainan untuk anak dan mengontrol ketika anak menyasikan TV. Orang tua sebagai pendorong yaitu menggunakan baju batik, memberi kebebasan aktif dalam kegiatan kampung, memberikan fasilitas mengembangkan kampung wisata dan memeriahkan hari kemerdekaan. Faktor yang mempengaruhi penanaman sikap nasionalisme meliputi, wawasan orang tua tentang nasionalisme, kesadaran orang tua tentang nasionalisme, pengaruh globalisasi, pengaruh teknologi informasi dan komunikasi, lingkungan kampung dan tokoh masyarakat. Kata Kunci: Nasionalisme, Orang tua, Anak Abstract This study aims to describe the picture of how the role of parents in instilling the attitude of nationalism in children and the factors that influence it. Using a qualitative approach to the type of case study research. Data collection techniques through participatory observation and in-depth interviews using data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions, which are examined by the theory of the role of Biddle and Thomas. The results of this study indicate that the role of parents in instilling an attitude of nationalism in children in the Maspati Lawas Village includes carrying out the role of educators, role models, assistants and encouragement by instilling nationalism values. The role of parents as educators is to teach mutual help, respect neighbors of different religions and obey village regulations. The role of parents as penutan is implementing a culture of greeting, respecting differences of opinion, and implementing a culture of "jumput semut”. Parents as a companion is choosing a game for children and controlling when the child is watching TV. Parents as drivers are wearing batik, giving active freedom in village activities, providing facilities to develop tourist villages and enlivening independence day. Factors that influence the handling of nationalism attitudes include, parents insights about nationalism, parents awareness of nationalism, the influence of globalization, the influence of information and communication technology, village environment and community leaders. Keywords: Nationalism, Parents, Children
STRATEGI SOSIALISASI KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) SUMENEP DALAM MENEKAN ANGKA GOLPUT PADA PEMILU 2019 MASRIAWAN; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep dalam menekan angka Golput pada Pemilu 2019, dan untuk mengetahui hambatan Komisi Pemelihan Umum (KPU) Sumenep saat melakukan sosialisasi dalam menekan angka Golput pada Pemilu 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan berupa wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Lokasi penelitiannya di kantor KPU Sumenep dengan alamat di Jl. Asta Tinggi No.99 Kebunagung Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui strategi sosialisasi yang digunakan oleh KPU Sumenep ada 14 basis sosialisasi. Hambatannya secara eksteren, masyarakat tidak mau menerima relawan demokrasi saat sosialisasi dan secara interen, keterlambatan alat peraga dari KPU Sumenep.Kata kunci: KPU, Strategi, Pemilu 2019
Perkawinan Siri Dalam Persepsi Perempuan Pelakunya di Desa Sumberrejo Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo PIPIN MAILINAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi perempuan pelaku tentang perkawinan siri di Desa Sumberrejo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informanxpenelitian berjumlah empat orang. Dalam penelitian ini menggunakan teori persepsi dari Brunner.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasixsumber.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perempuan terhadap perkawinan siri menunjukkan ketidaksetujuan terhadap perempuandengan perkawinan siri dikarenakan mendatangkan kerugian bagi perempuan dan anak dari hasil perkawinan siri. Perempuan pelaku perkawinan siri menganggap bahwa perkawinan siri yang di lakukan untuk menghindari zina dan memudahkan mendapatkan pasangan yang sesuai setelah mengalami kegagalam dalam rumah tangga. Persepsi perempuaan tersebut bersifat negatif dengan menunjukkan ketidaksetujuannya mengenai perkawinan siri yang hanya akan membuat keuntungan bagi laki-laki. KataKunci: Perkawinan Siri,Perempuan ,Persepsi. Abstract The purpose of this study is to describe the perceptions of women perpetrators of marriage siri in Sumberrejo Village. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method. Research informants numbered four people. In this study using the theory of perception from Brunner. Data collection techniques used were in-depth interviews. While the data validity technique used is the triangulation of sources. The results of this study indicate that womens perceptions of Siri marriages indicate disapproval of women with Siri marriages because it brings harm to women and children from the results of Siri marriages. Women perpetrators of siri marriages assume that siri marriages are carried out to avoid adultery and make it easier to get a suitable partner after experiencing failure in the household. The perception of women is negative by showing their disapproval of a Siri marriage which will only make a profit for men.Keywords: Siri Marriage, Woman, Perception
PARTISIPASI KELOMPOK PELINDUNG HUTAN DAN PELESTARI MATA AIR (KEPUH) DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI DUSUN MENDIRO DESA PANGLUNGAN KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG HARWIN LISTYO WARDANA; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan partisipasi yang dilakukan dan motivasi Kelompok Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di Dusun Mendiro. Penelitian ini menggunakan landasan teori partisipasi Cohen dan Uphoff. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data antara lain wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian ini sebanyak tiga orang meliputi ketua, sekretaris dan bendahara. Hasil penelitian menunjukkan upaya partisipasi yang dilakukan antara lain: (1) Pelaksanaan kegiatan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya; (2) Kegiatan patroli; (3) Membuat slogan; (4) Perawatan sumber mata air; dan (5) Penanaman pohon. Motivasi kelompok ini adalah karena ingin menciptakan lingkungan yang baik serta dapat memberikan penghasilan yang lebih banyak bagi anggota maupun masyarakat. Hasil akhir yaitu kegiatan yang dilakukan telah dapat menghasilkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dengan bukti hutan yang dulu gundul telah tumbuh pohon sekitar lima sampai enam meter serta di tempat sumber mata air telah terpasang sebuah dinding yang berguna yang memudahkan air untuk mengalir ke pipa yang mengalir ke rumah warga serta jalan akses menuju Dusun Mendiro telah dibangun jalan cor yang memudahkan masyarakat untuk ke Dusun tersebut. Kata Kunci: Partisipasi, karakter peduli lingkungan, hutan dan mata air Abstract This study aims to describe the participation and motivation of the Forest and Water Spring Protection Group (Kepuh) in Growing Concern of The Environment Character in Mendiro Hamlet. This research uses the theorical basic of Cohen’s and Uphoff’s participation. The approach used was qualitative descriptive. Data collection techniques include interview, observation and documentation. The informants of this study were three people including the chairman, secretary and treasure. The research results show that the participation are include: (1) The implementation of throwing garbage in its place; (2) Patrol activitiy; (3) Make a slogan; (4) The caring of spring; and (5) Planting trees. The motivation of this group is they want to create a good environment and can provide more income for members and the community. The final result, the activities was carried out have been able to produce people who care about the environment with evidence that the forest has grown from around five to six meters and where the source of the spring has installed a wall that is useful for facilitating water to flow into the pipes that flow into people’s homes and the access road to Mendiro Hamlet has been built a cast road which makes it easier for people to go to the Hamlet. Keywords: Participation, care of the environment character, forest and spring.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU SAKU TERTIB SISWA DALAM MENDISIPLINKAN SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) NEGERI 3 PAMEKASAN NUR CHOLIFAH SARI AGUSTIN; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku saku tertib siswa dalam mendisiplinkan siswa dan mengukur sejauh mana kedisiplinan siswa MTs Negeri 3 Pamekasan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penguatan perilaku dari BF. Skinner. Penguatan perilaku tersebut dibagi menjadi 2 yaitu penguatan positif dengan memberikan penghargaan dan penguatan negatif salah satunya dengan memberikan hukuman kepada siswa. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku saku tertib siswa dalam mendisiplinkan siswa MTs Negeri 3 Pamekasan menunjukkan hasil sangat disiplin dan dapat dikatakan efektif. Jika dilihat dari hasil keseluruhan indikator menunjukkan skor rata-rata 738,5 dan dibagi ke dalam lima kategori penskoran kedisiplinan menghasilkan skor 147,7 dan masuk dalam ketegori sangat disiplin. Hasil menunjukkan bahwa dari 212 responden sekitar 203 atau 96% melampaui standar ukuran efektifitas sikap disiplin yakni 76% sehingga dapat dibuktikan bahwa penggunaan buku saku tertib siswa efektif dalam mendisiplinkan siswa MTs Negeri 3 Pamekasan. Kata Kunci: Efektivitas, Kedisiplinan, Buku Saku Tertib Siswa. Abstract The purpose of this research was to determine the effectiveness of the use student orderly pocket book in disciplining students and measuring the extent of discipline of MTs Negeri 3 Pamekasan students. This research uses the theory of reinforcement by B.F Skinner. Strengthening these behaviors is divided into 2, namely positive reinforcement by giving appreciation and negative reinforcement by giving punishment to students. This type of research uses descriptive quantitative methods. The results of research indicate that the use of a student orderly pocket book in disciplining students to show results is very disciplined and can be said to be effective. When viewed from the results of the overall indicator shows an average score 738.5 and divided into five categories of disciplinary scoring produces a score of 147.7 and included in the category of very disciplined. The results show that of 212 respondents around 203 or 96% exceeded the standard measure of effectiveness of disciplinary attitudes that is 76% so that it can be proven that the use of student orderly pocket book is effective in disciplining students at MTs Negeri 3 Pamekasan. Keywords: Effectiveness, Discipline, Student Orderly Pocket Book.
MAKNA BERDAYA BAGI PESERTA SEKOLAH PEREMPUAN DESA DI DUSUN SUKOREMBUG DESA SIDOMULYO KECAMATAN BATU KOTA BATU HARI WIJAYANTI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Ketidakberdayaan perempuan membuat mereka bergantung pada orang lain secara pasif. Perempuan desa yang berpendidikan rendah adalah kelompok yang rentan tersubordinasi atau dinomorduakan. Mereka dianggap makhluk lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan berpikir yang cakap. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi transendental Edmund Husserl dengan menggunakan komponen Intentionality/kesadaran, Noema dan Noesis, Intuisi dan Intersubjektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna berdaya bagi perempuan peserta yang sudah selesai belajar dari Sekolah Perempuan Desa di Dusun Sukorembug Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan penelitian berjumalah tujuh orang, peneliti menggunakan teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Makna berdaya ditunjukkan dengan keterangan-keterangan yang digunakan sebagai fokus penelitian, yaitu gabungan dari tiga ahli di antaranya adalah H.D Bastaman, Viktor E. Frankl dan Louise L. Hay. Letak keberdayaan perempuan ketika ia mampu berkorban untuk mempertahankan keutuhan serta keharmonisan keluarganya. Perempuan memiliki nilai hakiki transendental untuk mengabdi yang begitu tinggi. Keberdayaan seorang perempuan selalu diletakkan dalam kerangka kepentingan yang lain, yaitu suaminya atau anaknya. Makna intersubjektif pada diri perempuan berdaya memiliki kesadaran bahwa dia harus berjuang dan berkorban demi membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Pereampuan berdaya ketika dia berani mengambil keputusan yang besar, agar ia dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka dapat menjadi kepanjangan tangan Tuhan karena perubahan baik secara psikis, material, dan pengetahuan, untuk membuat perempuan lain dapat memaknai keberdayaan sebagaimana dirinya. Kata Kunci : Sekolah Perempuan Desa, Makna, Berdaya. Abstract Womens powerlessness makes them passively dependent on others. Low-educated village women are a group that is vulnerable to being subordinated or nominated. They are considered to have weak abilities, are helpless and do not have the ability to think capable. This study uses Edmund Husserls transcendental phenomenology theory by using the components of Intentionality, Noema and Noesis, Intuition and Intersubjectivity. The purpose of this study is to uncover the meaning of empowerment for women participants who have finished learning from the Village Womens School in Sukorembug Hamlet, Sidomulyo Village, Batu City, Batu District. The research method uses qualitative methods with a phenomenological design. There were seven informants of the research informants, the researchers used the informant selection technique with purposive sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The meaning of arguing with the information used as the focus of research, that is a combination of the three experts who are supported are H.D Bastaman, Viktor E. Frankl and Louise L. Hay. The location of the sustainability of the compilation woman is able to sacrifice to maintain the integrity and harmony of the farm. Women have an intrinsic transcendental value to serve so high. The success of a woman is always determined in other agreements, that is, given or taken. The meaning of intersubjective in the powerless woman has the awareness that she must fight and sacrifice for the happiness of the people she loves. Ability to empower when she dares to make big decisions, so he can live a better life. They can be an extension of God because of changes both psychologically, materially, and knowledgeably, to make other women can interpret empowerment as they themselves. Keywords: Village Womens School, Meaning, Empowerment.
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MEMBANGUN GOOD CITIZENSHIP MASYARAKAT SAMIN (SEDULUR SIKEP) DI DESA BATUREJO KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI DISCA AYU PANCA RISTNA; SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintah desa dalam membangun good citizenship masyarakat Samin (Sedulur Sikep) di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori good citizenship dari Branson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Peneliti melakukan observasi dan wawancara mendalam dalam memperoleh data. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, mendiSplay data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat beberapa strategi yang dilakukan pemerintah Desa Baturejo dalam membangun good citizenship pada masyarakat Samin (Sedulur Sikep) yaitu pendekatan, sosialisasi, pendampingan, pemaksaan, kerjasama, dan mengadakan fasilitas. (2) Bentuk good citizenship masyarakat Samin (Sedulur Sikep) di Desa Baturejo yaitu memiliki e-KTP, KK, akta kelahiran, taat membayar pajak, dan bersekolah formal. Namun, masyarakat belum memenuhi semua komponen good citizenship, mereka hanya memiliki civic knowledge dalam urusan e-KTP, KK, dan akta kelahiran. Persoalan bendera merah putih, masyarakat memiliki dua komponen yaitu civic knowledge dan civic disposition. Sedangkan urusan ketaatan membayar pajak masyarakat memiliki ketiga komponen good citizenship. Kata Kunci: Strategi pemerintah desa, good citizenship, masyarakat Samin (Sedulur Sikep). Abstract This study aims to determine the strategy of the village government in building good citizenship Samin (Sedulur Sikep) in Baturejo Village Sukolilo District Pati Regency. The theory used in this research is the theory of good citizenship from Branson. This research uses a qualitative approach with a case study design. Researchers conducted in-depth observations and interviews in obtaining data. Data analysis is done by collecting data, reducing data, displaying data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: (1) there are several strategies undertaken by the Baturejo Village government in building good citizenship in the Samin (Sedulur Sikep) community, namely approach, socialization, assistance, coercion, cooperation, and providing facilities. (2) The forms of good citizenship of the Samin (Sedulur Sikep) community in the village of Baturejo are having e-KTP, KK, birth certificates, obedience to pay taxes, and formal schooling. However, people have not fulfilled all components of good citizenship , they only have civic knowledge in matters of e-KTP, KK, and birth certificates. The issue of the red and white flag, the community has two components, namely civic knowledge and civic disposition. Whereas matters of obedience to paying taxes the community has three components of good citizenship. Keywords: Village government strategy, good citizenship, Samin community (Sedulur Sikep).
PENGETAHUAN DEMOKRASI DAN PERILAKU MEMILIH KEPALA DESA DI DESA MANDIREJO KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN DAHLIATUN NAJAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Di dalam negera yang menganut sistem demokrasi, setiap orang memiliki hak yang sama. Salah satu contoh dari proses demokrasi adalah adanya kegiatan pemilihan umum. Adanya pemilihan kepala desa di desa Mandirejo yang mana pada waktu terjadi suatu masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan demokrasi dan perilaku memilih kepala desa di desa Mandirejo. Penelitian ini menggunakan metode deskrisptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah masyarakat yang telah berumur 17 atau yang sudah menikah dengan kriteria lulus sekolah menengah pertama, lulus sekolah menengah atas, dan sarjana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode random sampling untuk menentukan informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan angket kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa ada hubungan pengetahuan demokrasi dan perilaku memilih kepala desa di desa Mandirejo bahwa semakin tinggi pengetahuan demokrasi seseorang maka semakin baik perilaku memilihnya. Kata kunci: Pengetahuan Demokrasi, Perilaku Memilih, Pemilihan umum. Indonesia is a country that adheres to a democratic system. In a country that adheres to a democratic system, everyone has the same rights. One example of the democratic process is the existence of general election activities. With the election of a village head in the village of Mandirejo where a problem occurred, the purpose of this study was to describe the knowledge of democracy and the behavior of choosing a village head in the village of Mandirejo. This study uses a quantitative descriptive method. The sample of this study was people who were 17 or married with the criteria for junior high school graduation, high school graduation, and bachelor. The data collection technique uses a random sampling method to determine the informant. Data collection techniques used were questionnaire questionnaires. The data analysis technique used is using the product moment correlation formula. Based on the research results obtained data that there is a relationship between knowledge of democracy and behavior of choosing village heads in the village of Mandirejo that the higher the knowledge of ones democracy, the better the behavior of choosing it. Keywords : Democratic Knowledge, Voting Behavior, Election.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue