cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PROSES INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT MULTIETNIK DI DESA SUMBERTANGGUL KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO INTAN DWI KHUSNUL AFIFA; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses integrasi sosial yang terjadi pada masyarakat suku Jawa dan suku Bali di Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini, yaitu tokoh desa dan perangkat desa sejumlah delapan informan. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan di antaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian yaitu tahapan dan upaya interaksi yang dilakukan masyarakat Desa Sumbertanggul untuk saling berintegrasi menciptakan persatuan dan keharmonisan antar masyarakatnya. Hasil dari penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori struktural fungsional dari Talcott Parsons. Proses integrasi sosial ini dilalui dengan beberapa tahapan, yaitu tahap awal masuknya suku Bali ke Desa Sumbertanggul yang menimbulkan kontraversi ke arah resistensi masyarakatnya yang didorong oleh adanya nilai ketuhanan. Tahap resistensi terdapat penolakan masyarakat yang memunculkan proses integrasi sosial berupa akomodasi dan koordinasi yang didorong adanya nilai ketuhanan dan kekeluargaan. Tahap adaptasi mewujudkan kerjasama dan asimilasi pada kegiatan antar agama, akulturasi budaya dan penyesuaian bahasa. Keterlibatan masyarakat pada kegiatan bersama yang mereka lakukan menunjukkan keberhasilan proses integrasi sosial yang mereka lakukan, sehingga menghilangkan adanya sifat kesukuan di antaranya. Kata Kunci: Masyarakat Desa Sumbertanggul, Proses Integrasi Sosial.
Upaya Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore Dalam Menumbuhkan Sikap Nasionalisme Anggotanya Di Desa Suwaru Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung VITRI SULISTIYO RINI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya, kendala, solusi yang dilakukan Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore dalam menumbuhkan sikap nasionalisme anggotanya. Dalam penelitian ini mengunakan teori belajar sosial dari Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dikumpulkan dengan teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam. Lokasi penelitian ini berada di Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore. Informan dalam penelitian ini adalah pelatih tari di paguyuban. Teknik analisis data dimulai dengan menggunakan reduksi data, selanjutnya penyajian data, lalu ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya kegiatan yang diadakan Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore terbagi menjadi dua kegiatan pelatihan tari dan kegiatan pementasan. Dalam kegiatan pelatihan tari, bentuk penanaman nilai kreatif dilakukan pelatih dengan cara memotivasi siswa untuk melatih gerakan dengan baik, sungguh-sungguh dan kerja keras, yakin pada diri sendiri, tidak putus asa, dan tidak ragu-ragu dalam melakukan sesuatu. Kegiatan pementasan yaitu untuk menunjukkan eksistentesi sanggar, yang berhubungan dengan cara mengenalkan kebudayaan daerah khususnya seni tari untuk lebih dikenal oleh masyarakat. Kendala yang dihadapi pelatih dalam menumbuhkan sikap nasionalisme di Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore adalah waktu yang digunakan masih belum maksimal dalam kegiatan pelatihan tari, karena hanya satu minggu sekali dalam satu minggu. Solusi yang diberikan Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore memberikan motivasi kepada anggota agar tekun dalam berlatih, dan diadakan kunjungan ke sanggar lain agar tidak bosan. Kata Kunci : Paguyuban, Sikap Nasionalisme
RESPON MASYARAKAT DESA RACITENGAH TENTANG PERATURAN YANG MEWAJIBKAN PENGGUNAAN HIJAB DI SMA NEGERI 1 SIDAYU GRESIK THIFAL ROSYIDAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

ABSTRAKRespon masyarakat merupakan sebuah reaksi, tanggapan, penilaian dan sikap yang terjadi karena terdapatnya stimulus atau rangsangan yang diberikan oleh komunikator tentang apa yang dirasakan, dilihat dan diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon masyarakat Desa Racitengah tentang peraturan yang mewajibkan penggunaan hijab di SMA Negeri 1 Sidayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger digunakan dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil yang telah diperoleh menyatakan tentang adanya respon masyarakat Desa Racitengah meliputi tiga indikator yaitu respon kognitif, respon afektif, dan respon konatif. Berdasarkan hasil angket dari ketiga indikator tersebut menunjukkan bahwa (1) Respon Kognitif (pengetahuan) masyarakat sebanyak 88,42% dalam kategori cukup. (2) Respon Afektif (perasaan) masyarakat sebanyak 61,05% dalam kategori netral. (3) Respon Konatif (tindakan) masyarakat sebanyak 86,31% dalam kategori netral. Kata Kunci: Respon, Masyarakat, Hijab ABSTRACT Community response is a reaction, response, assessment and attitude that occurs because of the existence of stimuli or stimuli provided by the communicator about what is felt, seen and observed. This study aims to describe the response of the Racitengah Village community about the regulations that require the use of hijab in SMA Negeri 1 Sidayu. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Peter L. Bergers Social Construction Theory is used in this study. The sample in this study amounted to 95 respondents. Data collection techniques are done using a questionnaire. Data analysis techniques in this study used percentage techniques. The results that have been obtained stating the existence of the response of the Racitengah Village community include three indicators namely cognitive response, affective response, and conative response. Based on the results of the questionnaire of the three indicators show that (1) the Cognitive Response (knowledge) of the community as much as 88.42% in the category enough. (2) Affective responses (feelings) of the community as much as 61.05% in the neutral category. (3) Constructive response (action) of the community as much as 86.31% in the neutral category. Keywords: Response, Society, Hijab
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEMENANGAN SYAHRI MULYO DALAM PILKADA 2018 DI TULUNGAGUNG PRATAMA AJI DEWANGKORO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan persepsi masyarakat tentang korupsi, konstruksi masyarakat tentang Syahri Mulyo dan pengalaman masyarakat dengan Syahri Mulyo di Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup kemudian memeroleh sebanyak 63% responden memiliki persepsi positif, 30% responden meiliki persepsi netral, 7% responden memiliki persepsi negatif tentang kemenangan Syahri Mulyo dalam pilkada 2018 di Tulungagung dari keseluruhan sampel yang berjumlah 100 orang dari jumlah populasi 365.201 pemilih yang memberikan suara kepada Syahri Mulyo dan responden harus yang sudah menamatkan S1. Hasil penelitian jika dilihat dari indikator persepsi tergolong dalam kategori positif dengan skor rata-rata 31,04, indikator konstruksi tergolong dalam kategori positif dengan skor rata-rata 31,04 dan indikator pengalaman tergolong dalam kategori positif dengan skor rata-rata 30,13. Hasil dari keseluruhan indikator menyatakan jika persepsi masyarakat tentang kemenangan Syahri Mulyo dalam pilkada 2018 di Tulungagung tergolong positif dengan skor rata-rata 92,25. Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, PilkadaAbstract The purpose of this study is to describe peoples perceptions about corruption, community construction about Syahri Mulyo and community experiences with Syahri Mulyo in Tulungagung Regency. This research method uses quantitative methods with descriptive research type. The technique of collecting data using a closed questionnaire then obtained as many as 63% of respondents had positive perceptions, 30% of respondents had negative perceptions, 7% of respondents had negative perceptions about Syahri Mulyos victory in the 2018 elections in Tulungagung from all samples totaling 100 people from the amount spent 365,201 voters who voted for Syahri Mulyo. Responded chosen must have saved S1. The results of the study when viewed from the perception indicators are in the positive category with an average score of 31.04, construction indicators are classified in the positive category with an average score of 31.04 and the experience indicator is classified in the positive category with an average score of 30.13. Syahri Mulyo in the 2018 elections in Tulungagung was classified as positive with an average score of 92.25. Keywords: Perception, Society, Local Election
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LUDO PADA MATERI PERUMUSAN DAN PENETAPAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DI SMPN 1 NGADIROJO PACITAN ANJAR WISNU NUGROHO; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran ludo pada materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara di SMPN 1 Ngadirojo Kabupaten Pacitan ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Data dikumpulkan menggunakan lembar penilaian (validasi dan respon peserta didik), lembar observasi dan tes. Subjek penelitian terdiri dari 2 validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 observer (guru) dan 16 peserta didik. Pengembangan media pembelajaran dalam penelitian ini didasarkan pada teori kerucut pengalaman Dale yang menyatakan bahwa pengalaman belajar seseorang akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ludo dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran PPKn kelas VII. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan perolehan skor 80.7% pada aspek kevalidan, skor 89.8% pada aspek kepraktisan, skor 90% hasil observasi aktivitas pembelajaran dan skor 81.2% nilai ketuntasan pada aspek keefektifan. Dengan demikian, media pembelajaran ludo dapat memberikan pengalaman belajar yang baik sehingga memengaruhi hasil belajar menjadi lebih baik. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, ludo. Abstract The research aim to describe the appropriateness of ludo learning media on the formulation and designation of Pancasila as the countrys foundation in SMPN 1 Ngadirojo Pacitan Regency in terms of validity, practicallity and effectiveness. This research usesmethods research and development (R&D). Data were collected using an assessment sheet (students validation and response), observation sheets and tests. The subjects in this study consisted of 2 expert validators (material experts and media experts), 2 observers (teachers) and 16 students. The development of instructional media in this research is based on Dales experience cone theory which states that ones learning experience will affect the learning outcomes obtained. The results showed that the Ludo learning media was declared suitable for use as a learning media for Class VII PPKn. This is evidenced by the results of research showing the acquisition of a score of 80.7% in the validity aspect, a score of 89.8% in the practical aspect, a score of 90% in the observation of learning activities and a score of 81.2% in the effectiveness aspect. Thus, Ludo learning media can provide a good learning experience so that it affects learning outcomes for the better. Keywords:development, learning media, ludo.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD MELALUI MEDIA TWISTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKN PESERTA DIDIK DI SMKN 1 SOOKO MOJOKERTO MUHAMMAD PINDAWAN PUJANARKO; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister terhadap peningkatan hasil belajar PPKn pada peserta didik kelas X di SMKN 1 Sooko Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiman dangan menggunakan desain penelitian Pre-test Post-test quasi eksperimental design.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X OTKP SMKN 1 Sooko Mojokerto sebanyak 68 peserta didik. Dalam proses perhitungan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 20,0for windows. Hasil Penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister memiliki pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar PPKn peserta didik kelas X OTKP di SMKN 1 Sooko Mojokerto. Hal ini dibuktikan dengan melihat hasil mean Pre-Test dan Post-Test pada kelompok eksperimen sebesar 62,14 sedangkan Mean Pre-Test dan Post-Test pada kelompok kontrol sebesar 59,63. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kinerja yang lebih baik pada kelompok eksperimen yang mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mengunakan model pembelajaran (convensional). Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe STAD, media Twister, hasil belajar Abstract This study aims to determine the effect of the STAD type cooperative learning model through twister media on increasing PPKn learning outcomes in class X students at SMK 1 Sooko Mojokerto.This research is an experimental study using a research design Pre-test Post-test quasi experimental design. in this study is a STAD type cooperative learning model through twister media while the dependent variable is learning outcomes. The subjects of this study were 68 class X OTKP 1 Sooko Mojokerto students as many as 68 students. In the calculation process using SPSS version 20.0 for windows computer program. The results of the study show that the application of the STAD type cooperative learning model through twister media has an influence on the improvement of PPKn learning outcomes for students of class X OTKP at SMK 1 Sooko Mojokerto. This is evidenced by looking at the mean Pre-Test and Post-Test in the experimental group at 62.14 while the Mean Pre-Test and Post-Test in the control group at 59.63. So it can be concluded that there is better performance in the experimental group using the STAD type cooperative learning model through twister media compared to the control group using the learning model (conventional). Keywords : STAD type of cooperative learning, twister media, learning outcomes.
IMPLEMENTASI PROGRAM KOMUNITAS PECINTA PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GOOD CITIZENSHIP DI UNESA RENOL MANULLANG; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan implementasi Komunitas Pencinta Pancasila dalam mewujudkan good citizenship di Unesa dan mendeskripsikan hambatan-hambatan apa saja yang dialami oleh Komunitas Pecinta Pancasila dalam mewujudkan good citizenship di unesa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi non partisipan, wawancara yang mendalam, dokumentasi menggunakan alat perekam, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari belum sepenuhnya dilaksanakan, hal ini disebabkan kurangnya pemahaman mengenai pancasila dan seberapa pentingnya penanaman nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kegiatan-kegiatan komunitas ini yang dilakukam sebagai wujud jadi warga negaraan yang baik adalah jumat amal, rapat kerja, pleno kegiatan berdampak, diskusi dan evaluasi. Kedua, Hambatan-hambatan yang dialami oleh komunitas pecinta Pancasila dalam mewujudkan good citizenhsip adalah rendahnya kesadaran beberapa mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai nilai yang dijunjung untuk menjadi warga negara yang baik dan rendahnya komitmen untuk menghidupi nilai-nilai tersebut.Kata Kunci : Pancasila, Good Citizenship, Implementasi.AbstractThis study aims to demonstrate how the implementation of the Pancasila Lovers Community in realizing good citizenship in Unesa and describe what obstacles experienced by the Pancasila Lovers Community in realizing good citizenship in Unesa. Data collection techniques used in this study include non-participant observation, in-depth interviews, documentation using a recording device, and interview guidelines. The result showed that: first, the implementation of Pancasila values in daily life has not been fully carried out, this is due to the lack of understanding of Pancasila and how Important it is to instill the value of Pancasila in daily life. This community do some activities such as jumat amal, reguler meeting, discussion, meeting plan and evaluation to implementing and empowerement of good citizenship core in daily life of all students. The Obstacles experienced by the Komunitas Pecinta Pancasila in realizing good citizenship is the weak of awareness to implementing Pancasilas values and the is no strong commitment among the students living in that values in their daily life.Keywords: Pancasila , Good Citizenship, Implementation.
PERSEPSI SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL CHOLIL BANGKALAN TENTANG ORGANISASI RADIKAL DI INDONESIA M. Syafi'i; Muhammad Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p46-60

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pesepsi santri pondok pesantren Nurul Cholil Bangkalan tentang organisasi radikal di Indonesa dan pendapat santri pondok pesantren Nurul Cholol Bangkalan dalam mengatasi pemahaman radikal di Indonesia. metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, Menggunakan teknik data wawancara dangan lima informan, teknis analisis data dilakukan dengan interaktif. Hasil penelitian ini, dari persepsi santri pondok pesantren Nurul Cholil Bangkalan tentang organisasi radikal di Indonesia antara lain  (1) radikalisme merupakan sebuah paham yang menyimpang dari nilai-nilai agama (2) Organisasi radikal memahami agama secara dangkal, cenderung menafsirkan Al-Quran dan hadist sebatas tekstual, serta dipahami berdasarkan pemikiran sendiri atau kelompoknya (3) Organisai radikal memiliki sifat tertutup, kurang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat, dan menganggap dirinya atau kelompoknya paling benar. (4) Organisasi radikal dapat merusak keutuhan NKRI karena pemikiran dan tindakan kelompok radikal terlalu keras dan tidak bisa bertoleransi dengan perbedaan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mengurangi kelompok radikal para santri berpendapat (1) perlunya adanya kesadaran masyarakat (2) masyarakat harus memahami agama dengan baik dan benar (3) perlunya peran tokoh agama yang bertindak sebagai penasehat dan (4) peran pemerintah secara hukum lebih dipertegas lagi dalam menangani organisasi yang terindikasi radikalisme di Indonesia. Kata Kunci : Persepsi, Santri, Oganisasi, Radikalisme.Abstract The purpose of this study was to determine the perception of Nurul Cholil Bangkalan Islamic boarding school students about radical organizations in Indonesia and the opinion of Nurul Cholol Bangkalan Islamic boarding school students in overcoming radical understanding in Indonesia. research methods using explorative qualitative approaches, Using interview data techniques with five informa, technical data analysis is done interactively. The results of this study, from the perception of students of Islamic boarding school Nurul Cholil Bangkalan about radical organizations in Indonesia include (1) radicalism is an understanding that deviates from religious values ​​(2) Radical organizations understand religion superficially, tend to interpret the Koran and hadiths limited to textual, and understood based on the thoughts of themselves or groups; (3) Radical organizations have a closed nature, lack of socializing with the community environment, and consider themselves or their groups the most correct. (4) Radical organizations can damage the integrity of the Republic of Indonesia because radical groups' thoughts and actions are too harsh and cannot tolerate differences in the Unitary State of the Republic of Indonesia. To reduce the radical group of students argued (1) the need for public awareness (2) the community must understand religion properly and correctly (3) the need for the role of religious leaders who act as advisors; and (4) the role of the government is legally reinforced in dealing with organization indicated by radicalism in Indonesia. Key Words : Perception, Santri, Organization, Radicalisme 
IMPLEMENTASI HUKUMAN DALAM MENEGAKKAN TATA TERTIB DI SMAN 2 JOMBANG FIRMAN NUR MUJIANTO; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan implementasi hukuman dalam menegakkan tata tertib di SMAN 2 Jombang. Penelitain ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, informan penelitian berjumlah tiga orang, kepala sekolah SMAN 2 Jombang, Guru PPKn dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observarsi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menjelaskan bahwa implementasi hukuman dalam menegakkan tata tertib di SMAN 2 Jombang adalah dengan melihat acuan dari UUD NRI 1945 serta melalui pelaksanaan progam-progam yang ada di sekolah tersebut. Seperti adanya penulisan dalam buku biru, tata tertib dan aturan di SMAN 2 Jombang. Selain itu, implementasi berjalan bagus karena adanya hukuman yang mempunyai pembelajaran bagi sikap peduli sosial bagi siswa. Berdasarkan analisis, implementasi hukuman dalam menegakkan tata tertib di SMAN 2 Jombang sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Moral knowing dalam penelitian ini menjelaskan adanya kesadaran siswa agar tidak melanggar peraturan yang dibuat oleh sekolah. Moral feeling dalam penelitian ini menjelaskan bahwa peserta didik menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan. Moral action dalam penelitian ini menjelaskan bahwa perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil dari dua komponen lainnya, sehingga perbuatan moral peserta didik berjalan sesuai dengan aturan. Kata Kunci: Implementasi, Hukuman, Tata Tertib. Abstract The purpose of this study is to describe the implementation of punishment in enforcing the discipline in SMAN 2 Jombang. This research used a qualitative method with approach, with three research informants,the principal of Jombang Public high School, PPKn teachers and students. Data collections techniques used by researchers are participant observation, in depth interview and documentation. As for the data validity technique, researchers used source triangulation. The results of his research can be seen that the implementation of penalties in upholding order in SMAN 2 Jombang is to look at the references from the 1945 Constution of the Republic of Indonesia and throught the implementation of programs in the school. Like the writing in the blue book the rulesand regulations at SMAN 2 Jombang.In addition, the implementation went well because of the punishment that has learning for social care attitudes for students. Based on the analysis, the implementation of punishment in upholding order in SMAN 2 jombang is in accordance with the theory conveyed by Thomas Lickona. Moral knowing in is study explains the awareness of student so as not violate the rules made by school. Moral felling in this study explains that students run established rules. Moral action in this study explains that moral actions are the result of two other cmponents, so tahat the moral actions of students go according to the rules. Keywords: Implementation, Enforcement, Rules.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA HTML5 PADA MATERI NORMA DAN KEADILAN KELAS VII DI MTS NEGERI 1 KEDIRI MOHAMMAD INDRA KURNIAWAN; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

Penelitian berikut menggunakan metode Research and Development dengan menghasilkan produk sebuah media pembelajaran berbasis multimedia HTML5 yang diaplikasikan pada pembelajaram PPKn materi Norma dan Keadilan di kelas VII MTs Negeri 1 Kediri. Dalam penelitian ini juga akan dideskripsikan kelayakan produk yang dihasilkan dengan meninjau dari aspek kevalidan dan aspek kepraktisan. Metode R&D yang digunakan didasarkan pada tahap Borg dan Gall dengan membatasi tahap pengembangan hanya sampai pada langkah ke tujuh, yaitu perevisian produk setelah dilakukan uji coba. Data penelitian yang dikumpulkan terbagi ke dalam dua jenis, yaitu data proses pengembangan dan data analisis kelayakan produk. Pengumpulan data tersebut menggunakan lembar penilaian angket yang terdiri dari angket para validator dan angket siswa. Subjek penelitian terdiri atas 2 validator ahli dan 32 siswa kelas VII MTS Negeri 1 Kediri. Teori yang menjadi landasan dalam penelitian adalah teori kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Dale. Dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh skor keseluruhan 3,47 yang terdiri atas 3,88 dari ahli materi dan 3,06 dari ahli materi sehingga produk yang dihasilkan memiliki kategori sangat layak untuk digunakan. Kelayakan produk juga ditunjukkan dari hasil angket siswa dengan presentase respon positif sebesar 89,7%. Dari hasil yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia HTML5 yang diaplikasikan pada materi Norma dan Keadilan sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran PPKn di kelas VII MTs Negeri 1 Kediri. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Multimedia HTML 5, PPKn

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue