cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI KESAMBEN KABUPATEN JOMBANG KHUSNUL NUR FADILLAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Kesamben Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 dengan jumlah 32 siswa dan kelas XI IPS 2 dengan jumlah 32 siswa. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test yang sebelumnya diuji prasyarat yaitu normalitas dan homogenitas. Teori yang mendukung dalam penelitian ini adalah teori belajar dari Vygotsky yaitu Konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) kelas eksperimen diperoleh nilai post-test sebesar 84,18% dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 77,12%. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji t pada post-test diperoleh thitung = 5,830, ttabel (0,05) = 0,000. Dengan demikian, apabila thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode konvensional (ceramah). Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), hasil belajar, pembelajaran PPKn. Abstract The purpose of this study is to determine and analyze the application of the Problem Based Learning (PBL) model in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject to the learning outocomes of XI IPS 1 with a total 32 students and class XI IPS 2 with a total of 32. The sampling used purposiv sampling class XI IPS 1 as the experimental class and class XI IPS 2 as the control class. The techniques and data collection instruments used by researchers are tests and documentation. The research instrument was a test to measure student learning outcomes after being treated. Before the test is used to obtain data, validation and reliability tests are first carried out. The data analysis technique used in the Paired Sample t-test was previously tested for prerequisites, namely normality and homogeneity. The supporting theory is Vygotskys learning theory, Constructivism.. The results showed that learning using the experimental class Problem Based Learning (PBL) model obtained an average post-test score of 84.18 and an average score of 77.12 in the control class. This is indicated by the results of the t-test on the post-test obtained thitung = 5.830 ttable (0.05) = 0,000. This if thitung > ttable then Ha is accepted and H0 is rejected. So it can be concluded that there are differences in learning using the Problem Based Learning (PBL) learning model with conventional methods (lectures). Keywords: Problem Based Learning (PBL), Learning autcomes, Pancasila and Citizenship Education (PPKn)
HUBUNGAN MEDIA MASSA PADA PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI DUSUN GLATIK DESA WATESNEGORO KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO NIKEN ANATASYA KUSUMA NINGTYAS; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Indonesia merupakan negara demokrasiBerita dan informasi yang telah tersebar di era modern ini merupakan tuntutan kemajuan technologi yang semakin pesat, tidak terbatas nya ruang dan waktu dalam mengakses berita di era milenial ini menjadikan media massa merupakan sesuatu yang sangat diperhitungkan dalam penyampaian informasi, Seiring dengan perkembangan teknologi informasi berbasis internet, maka semakin penting peran media sosial online sebagai salah satu faktor yang dapat memberikan efek positif dalam peningkatan partisipasi politik dikalangan pemilih pemula di dalam pemilihan umum di Desa Watesnegoro Dusun Glatik Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif diadakan dengan responden sebanyak 68 orang dan semua responden merupakan para pemilih pemula di desa dusun Watesnegoro hal ini Nampak nya amat sangat disambut respontif oleh para konstestan partai politik demi menggaet suara anak muda atau milenial melalui media sosial. . penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan random sampling dan menggunakan angket sebagai metode pengumpulan data. Berdasarkan penelitian diketahui tingkat partisipasi politik pemilih pemula di Desa Watesnegoro Dusun Glatik Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto mengalamami peningkatan sesuai dengan pemanfaatan media yang dikosumsi sebagai mana telah disampaikan kpu pusat bahwa partisipasi masyarakat mencapai 80% berbeda dari pemilu sebelum nya, dan merupakan cerminan, naik nya kesadaran partisipasi politik masyarakat di era millennial ini Kata kunci : partisipasi, politik, pemilih pemula, Indonesia is a democratic countryNews and information that has spread in the modern era is a demand for increasingly rapid technological advances, unlimited space and time in accessing news in this millennial era makes mass media something that is very calculated in the delivery of information, along with technological developments internet-based information, the increasingly important role of online social media as one of the factors that can have a positive effect in increasing political participation among novice voters in the general election in Watesnegoro Village, Glatik Hamlet, Ngoro Sub-District, Mojokerto Regency. This research uses quantitative descriptive method which is held with 68 respondents and all respondents are beginner voters in the village of Watesnegoro village. This seems very, very welcomed by the political party contestants in order to attract the voice of young people or millennial through social media. . the study uses descriptive quantitative research, using random sampling and using a questionnaire as a method of data collection. Based on the research, it is known that the level of political participation of novice voters in Watesnegoro Village, Glatik Hamlet, Ngoro Subdistrict, Mojokerto Regency experienced an increase in accordance with the use of media which was reported as being reported by the central office that community participation reached 80% different from the previous election, and was a reflection, increased awareness. peoples political participation in this millennial era . Keywords: participation, politics, novice voters,
PARTISIPASI MASYARAKAT KETANDAN DALAM MEMBANGUN KAMPUNG BUDAYA DI KOTA SURABAYA HIDAYATUL MAULIDYAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan partisipasi masyarakat Ketandan dalam membangun budaya lokal di Kampung Budaya kota Surabaya dan alasan yang mendasari masyarakat melakukan tindakan partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang ditentukan dengan teknikpurposive sampling. Penelitian bertempat di Kampung Budaya Ketandan Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dengan partisipasi pasif, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Fokus dari penelitian ini adalah partisipasi individu maupun kelompok masyarakat Ketandan dalam membangun budaya lokal di Kampung Budaya Kota Surabaya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perbedaan tujuan dan motif masyarakat Kampung Budaya Ketandan menimbulkan perbedaan partisipasi pula. Penelitian ini menggunakan teori tindakan rasional Max Weber yang terdiri atas empat tipe berdasarkan rasionalitas yaitu tindakan rasionalitas instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Berdasarkan analisis, partisipasi masyarakat Kampung Budaya Ketandanmencerminkan keempat tipe partisipasi yang diungkapkan oleh Max Weber, masyarakat memiliki motif dan tujuan tertentu dalam melakukan tindakan pelestarian budaya yang disebabkan karena pengalaman pribadi pada tiap individu. Kata Kunci: Partisipasi, Membangun Budaya lokal, Kampung Budaya Ketandan Abstract The purpose of this study is to describe the participation of the Ketandan community in building local culture in the Surabaya Village of Culture and the reasons underlying the community to take action. This research uses a descriptive qualitative approach. There were ten informants in this study who were determined by purposive sampling technique. The research took place in the Ketandan Cultural Village in Surabaya. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observation with passive participation, and documentation. The data validity technique used is source triangulation and technique triangulation. The focus of this research is the participation of individuals and community groups in Ketandan in developing local culture in Surabayas Cultural Village. The results of this study revealed that differences in the goals and motives of the Kampung Budaya Ketandan community also led to differences in participation. This study uses Max Webers rational action theory which consists of four types based on rationality, namely instrumental rationality action, value rationality action, affective action, and traditional action. Based on the analysis, the community participation of Ketandan Culture Village reflects the four types of participation expressed by Max Weber, the community has certain motives and goals in carrying out cultural preservation actions caused by personal experiences in each individual. Keywords: Participation, Building Local Culture, Ketandan Culture Village
Grebeg Pancasila sebagai Sarana Penanaman Nilai-Nilai Pancasila (Studi Kasus di Kota Blitar) DEWI PUTRIANA; WARSONO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penanaman dan nilai-nilai Pancasila pada Grebeg Pancasila di Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanaman nilai-nilai Pancasila terbagi menjadi tiga tahap, penanaman pengetahuan, tindakan, dan perasaan. Tahap penanaman pengetahuan terdapat pada ritus Bedhol Pusaka dan Malam Tirakatan. Tahap penanaman tindakan terdapat pada ritus Upacara Budaya. Tahap ketiga yaitu penanaman perasaan terdapat pada ritus Malam Tirakatan dan Kenduri Pancasila. Nilai-nilai yang terkandun dalam ritus Bedhol Pusaka adalah kemanusiaan, persatuan, dan kerakyatan. Dalam Ritus Malam Tirakatan terdapat nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, dan nilai kerakyatan. Ritus Upacara Budaya terdapat nilai persatuan dan nilai kerakyatan. Ritus Kirab Gunungan Lima terdapat nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Dalam Ritus Kenduri Pancasila terdapat nilai ketuhanan, nilai, kemanusiaan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Kata kunci: Grebeg Pancasila, Nilai-Nilai Pancasila. Abstract This study aims to describe the process internalization and the values ​​of Pancasila in the Grebeg Pancasila in Blitar City. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques using observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the process of instilling the values ​​of Pancasila was divided into three stages, the cultivation of knowledge, actions, and feelings. The stage of knowledge planting is in the Bedhol Heirloom rite and Tirakatan Night. The stage of planting the action is in the Cultural Ceremony rites. The third stage is the cultivation of feelings found in the Tirakatan Night and Kenduri Pancasila rites. The values ​​contained in the Bedhol Heirloom rite are humanity, unity, and society. In the Tirakatan Night Rite there are divine values, human values, and social values. Rites of Cultural Ceremonies there are values ​​of unity and values ​​of society. The Kirab Gunungan Lima Rite contains the values ​​of unity, values ​​of society, and values ​​of justice. In the Pancasila Kenduri Rite there are divine values, values, humanity, social values, and the value of justice. Keywords: Grebeg Pancasila, Pancasila Values.
STRATEGI GURU PPKn BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) SMPLB-B DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN PESERTA DIDIK DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK TUNARUNGU (YPATR) KARYA MULIA SURABAYA KECAMATAN WONOKROMO SHOFYA DEVI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam meningkatkan wawasan kebangsaan pada peserta didik tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran PPKn Tunarungu dan peserta didik tunarungu kelas VII. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang berkaitan dalam meningkatkan wawasan kebangsaan pada peserta didik tunarungu dilihat dari cara guru memvisualkan setiap materi atau konsep pembelajaran yang dilengkapi dengan gambar bewarna yang dijadikan sebagai media pembelajaran dan melibatkan langsung peserta didik dalam pemanfaatan media. Guru mengoptimalkan materi Hak Asasi Manusia (HAM) dengan dukungan contoh disekitar lingkungan sekolah, serta adanya bantuan modul modivikasi sebagai bahan ajar peserta didik yang ditandai dengan kalimat singkat dan dilengkapi dengan gambar bewarna. Dengan demikian keseluruhan kegitan yang dilakukan peserta didik tidak dapat lepas dari alat bantu pembelajaran. Kata Kunci: Strategi guru PPKn, Wawasan kebangsaan
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER OLEH TIM PELAKSANA PPK DI SMP UNESA 1 SURABAYA ULFA DIANA AKRIM; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program penguatan pendidikan karakter oleh tim pelaksana PPK di SMP UNESA 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengatan pendidikan karakter dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan hari Jumat. Adapun pembiasaan hari Jumat ini adalah Jumat taqwa sebagai bentuk implementasi dari aspek religius. Jumat bersih merupakan hasil implementasi aspek gotong royong. Pembiasaan Jumat sehat yang menerapkan aspek nasionalis dan mandiri. Selanjutnya Jumat curhat yang menerapkan dari aspek integritas. Faktor pendukung dalam implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMP UNESA 1 Surabaya adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal disini, guru dan staf di sekolah menjadi model yang dapat dicontoh peserta didik dan faktor eksternalnya yaitu sarana prasarana yang memadai. Faktor penghambat dari implementasi program penguatan pendidikan karakter di SMP UNESA 1 Surabaya yaitu pada awal disosialisasikan program penguatan pendidikan karakter terdapat peserta didik yang acuh dan terdapat peserta didik yang tidak aktif dalam kegiatan, disebabkan masalah pribadi peserta didik yang kurang perhatian dari orang tua. Kata Kunci : Penguatan Pendidikan Karakter, Implementasi
Orientasi Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur Melakukan Literasi Politik Guna Mendorong Penguatan Perempuan Dalam Politik Anggi Novita; MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan arah atau kecenderungan tindakan yang membuat Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur melakukan literasi politik sebagai upaya penguatan perempuan dalam bidang politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kritis. Penelitian didukung oleh empat orang informan yang berhubungan dengan organisasi KPI, yakni ketua umum (presidium), satu orang anggota pelaksana dan dua orang narasumber kegiatan literasi politik dipilih berdasarkan teknik pemilihan kriteria (purpossive sampling). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Teori yang mendukung penelitian ini adalah teori tindakan komunikatif milik Jurgen Habermass. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi KPI Jawa Timur melakukan literasi politik adalah berorientasi partisipatif, demokratis dan gender egalitarian. Kecenderungan tersebut dapat dikaji berdasarkan visi dan misi organisasi, penyelenggaran program pendidikan politik yang cenderung mendidik dan mengawal, melalui kegiatan pendidikan pemantau, pendidikan pemilih maupun kursus caleg dan kegiatan kelas politik yang berkoordinasi dengan pemerintah. Artinya, perempuan bukan hanya diberi pengetahuan tetapi juga harus terlibat aktif dalam sistem perpolitikan yang selama ini cenderung mendepolitisasi kepentingan perempuan. Kata Kunci: Orientasi, Literasi, Perempuan, Pendidikan
PEMBENTUKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DEDICATE DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA. YUSMA NANDA; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pembentukan kedisiplinan siswa melalui program pendidikan karakter Dedicate di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI berjumlah 84 siswa. Lokasi penelitian ini di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Jl. Pucang Anom No. 91 Kertajaya, Gubeng, Kota Surabaya). Hasil penelitian ini ditinjau dari dua indikator yaitu indikator kepatuhan dan indikator keteraturan. Hasil dari indikator kepatuhan memperoleh persentase 2,38% masuk dalam kategori baik dan 97,6% masuk dalam kategori sangat baik. Dalam indikator keteraturan memperoleh persentase 4,76% masuk dalam kategori baik dan 95,23% masuk dalam kategori sangat baik. Jika ditinjau dari indikator kepatuhan yang termasuk pada kriteria baik dengan skor rata-rata 49,61% dan jika ditinjau dari indikator keteraturan yang termasuk pada kriteria sangat baik dengan skor rata-rata 49,45%. Sehingga dapat disimpulkan program Dedicate berhasil membentuk kedisiplinan siswa. Kata Kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, Pembentukan Kedisiplinan, Program Sekolah.
PRAKTIK VERBAL BULLYING PADA MAHASISWA CALON GURU DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (UNESA) WURITA DEVI ARIF; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan verbal bullying oleh mahasiswa calon guru di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta mengungkap alasan penggunaan verbal bullying oleh mahasiswa calon guru di UNESA dalam pergaulannya. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang bertempat di UNESA. Informan penelitian berjumlah delapan orang, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Sedangkan teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, praktik verbal bullying merupakan hal yang biasa dilakukan bagi mahasiswa calon guru di UNESA, namun dalam praktiknya tetap memiliki batas. Para mahasiswa calon guru di UNESA memaknai verbal bullying bukan sebagai hal negatif, melainkan sebagai bentuk keakraban dalam hubungan persahabatan pada masa perkuliahan. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alferd Schutz, menjelaskan makna dan motivasi seseorang dalam melakukan suatu tindakan yang dikelompokkan menjadi because motive and in order to motive. Berdasarkan analisis, alasan yang melatarbelakangi para mahasiswa calon guru di UNESA melakukan praktik verbal bullying: (1) Sebagai alat untuk menjaga solidaritas; (2) Cara baru yang lebih mengasikkan untuk menjalin kedekatan; (3) Cara beradaptasi dengan lingkungan, seperti di Kota Surabaya. Kota Surabaya terbiasa menggunakan kata kotor “misuh” yang khas dalam percakapannya, sehingga turut memberikan ruang bagi para mahasiswa calon guru di UNESA melakukan praktik verbal bullying dalam pergaulan kampus. Kata Kunci: Mahasiswa Calon Guru, Universitas Negeri Surabaya, Verbal Bullying. Abstract The purpose of this study is to describe the use of verbal bullying by prospective teacher student at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) and reveal the reasons that cause the use of verbal bullying by prospective teacher student at UNESA in their relationships. This study is a phenomenological research which is located in UNESA. The informant supposerted eight peoples, who were determined by purposive sampling technique. Data collection techniques used observation and in-depth intrviews. While for data validity technique using sourch triangulation and technique triangulation. The result of the study revealed that, the practices of verbal bullying is something that is usually done by prospective teacher students in UNESA but in practitice it still has limits. The prospective teacher student in UNESA interpret verbal bullying not as a negative thing, but rather as a form of intimacy in friendly relations during lectures. The study used phenomenological theory from Alferd Scutz, explained that understand the intentions and motivations of doing an action which grouped into because motive and in order to motive. Based on the analysis, the reason behind the prospective teacher students in UNESA doing practice of verbal bullying: (1) A Tool to maintain solidarity; (2) Considered as a more exciting new way to establish closeness; (3) How to adaptation to the environment, like in the city of Surabaya. Surabaya city is accustomed to using specific dirty words “misuh” in its conversation, so that provides space for prospective teacher student of UNESA to practice of verbal bullying in their relationships on campus. Keywords: Prospective Teacher Student, Universitas Negeri Surabaya, Verbal Bullying.
Respon Peserta Didik Reguler tentang Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri 29 Surabaya NUR HANA FITRIANA; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon peserta didik reguler tentang keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri 29 Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling: proportionate stratified random sampling dengan taraf kesalahan 5%, maka jumlah sampel yang diteliti sebesar 169 peserta didik reguler. Uji validitas dan uji reliabilitas dalam penelitian digunakan untuk menguji coba angket penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase dan didasarkan pada Teori Karakter dari Thomas Lickona yang menyatakan bahwa ketika seseorang mengetahui hal yang baik (pengetahuan moral), menginginkan hal yang baik (perasaan moral), dan melakukan hal yang baik (tindakan moral), maka akan terbentuk karakter yang baik pula. Terdapat tiga indikator yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa, respon peserta didik reguler tentang keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri 29 Surabaya tergolong pada kategori netral. Artinya, peserta didik reguler dapat menerima keberadaan ABK di kelas maupun di sekolah. Namun dalam hal memberikan bantuan kepada ABK, peserta didik reguler akan memberikan bantuan jika ada yang menyuruh untuk memberikan bantuan atau bantuan akan diberikan pada saat ABK meminta bantuan kepada peserta didik reguler secara langsung. Kata Kunci : Sekolah Inkusi, Respon, Peserta Didik Reguler, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Abstract The purpose of this research is to describe the responses of regular students about the existence of Special Needs Children (ABK) in 29 Surabaya Public Junior High School. This research uses a quantitative approach with descriptive design. Data collected by a questionnaire. The sampling technique used probability sampling: proportionate stratified random sampling with a significance level 5%, then the number of samples studied was 169 regular students. Validity and reliability testing used to trial the questionnaire research. This research uses percentage techniques for data analysis and based on Character Theory from Thomas Lickona which states when someone knows good things (moral knowledges), wants good things (moral feelings), and does good things (moral actions), so a good character will be formed. Three indicators were used benchmarks in this research, are knowledges, attitudes, and behavior. The results of this research indicated that, responses of regular students about the existence of Special Needs Children (ABK) in 29 Surabaya Public Junior High School included in the neutral category. It is mean that regular students can accepted the existence of ABK in the class or at school. But in the case of given for help to ABK, regular students will be given for help if someone asks them to do it or they will be given for help when ABK asks it directly to regular students. Keywords: Inklusive School, Response, Regular Students, Special Needs Children (ABK)

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue