cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
RESPON MASYARAKAT TERHADAP KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH SAMPANG ATAS PELAKSANAAN PEMILU ULANG BUPATI DAN WAKIL BUPATI SAMPANG TAHUN 2018 FAHRIYANTO; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan respon masyarakat Sampang terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Sampang dalam menyelenggarakan pemilu ulang Bupati dan Wakil Bupati Sampang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket terhadap 100 responden yang tersebar di 14 kelurahan di Kecamatan Sampang dengan mengklasifikasi responden pada dua tingkat pendidikan yakni lulusan sarjana dan non-sarjana. Data diolah dengan metode skoring, yaitu memberikan skor terhadap jawaban yang diberikan oleh responden. Respon masyarakat atas kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Sampang atas pelaksanaan pemilihan ulang Bupati dan Wakil Bupati Sampang menurut masyarakat berpendidikan non-sarjana (SD, SMP, SMA) yang berjumlah 59 responden dan lulusan sarjana yang berjumlah 41 responden adalah baik. Hal ini terbukti karena dari 3 indikator yang diamati, yakni: (1) persiapan pemilihan umum, (2) pencoblosan dan perhitungan suara, dan (3) pasca pemungutan suara dan penentuan pemenag pemilu adalah mendapatkan skor yang termasuk dalam kategori baik. Sehingga berdasarkan dahal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Sampang dalam melaksanakan pemilu ulang Bupati dan Wakil Bupati Sampang adalah baik.
Tingkat Peduli Lingkungan Peserta didik Anggota Ekstrakurikuler Pendidikan Lingkungan Hidup di SMAN 1 Waru Sidoarjo AYUN IMAMA AN NISA; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p106-120

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur tingkat perilaku peduli lingkungan peserta didik anggota ekstrakurikuler pendidikan lingkungan hidup di SMAN 1 Waru Sidoarjo. Teori yang digunakan adalah teori belajar sosial Albert Bandura. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket tertutup. Hasil penelitian menyatakan perilaku peduli lingkungan dari indikator mencegah kerusakan lingkungan dan indikator memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi memiliki kategori cukup sesuai dengan teori belajar sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura, bahwa seseorang dalam proses belajar yang melalui beberapa fase, yakni fase perhatian, fase retensi, fase reproduksi, dan fase motivasi, akan menghasilkan perilaku yang sesuai dengan yang dipelajari, yakni menghasilkan perilaku peduli lingkungan. Kata Kunci : Perilaku, Peduli lingkungan, Peserta didik. Abstract This study aims to measure the level of environmental care behavior of students of extracurricular members of environmental education at SMAN 1 Waru Sidoarjo. The theory used is Albert Banduras social learning theory. This study uses a quantitative approach to the type of descriptive research. The sampling technique used purposive sampling technique. Data collection techniques using a closed questionnaire. The results of the study stated that behavior of caring for the environment from indicators preventing environmental and indicators of occurred a category quite the theory of social learning proposed by Albert Bandura, that a person in the learning process goes through several phases, namely the attention phase, retention phase, phase reproduction, and the motivational phase, will produce behaviors that are what is learned, which results in environmental care behavior. Keywords: Behavior, Care for the environment, Students.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MEMBENTUK KESADARAN JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN (JAMSOSTEK) BAGI MASYARAKAT PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI DESA SOCOREJO KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN MAULIDYA SARI; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p121-137

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai peran Pemerintah Desa dalam membentuk kesadaran jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi masyarakat pekerja sektor informal Di Desa Socorejo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran dari Biddle&Thomas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah Desa dalam membentuk kesadaran Jamsostek pada masyarakat pekerja informal Desa Socorejo dilakukan dengan berbagai cara, yaitu antara lain membentuk badan perisai sebagai agen Jamsostek di Desa Socorejo, melakukan sosialisasi tiap RT, membuat sponsor tentang Jamsostek, membuat inovasi untuk pembayaran premi, melakukan pelayanan hingga melakukan pemaksaan. Dampak dari adanya program Jamsostek yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Socorejo yaitu masyarakat pekerja informal yang sebelumnya belum mengenal dan belum sadar akan pentingnya manfaat program Jamsostek, akhirnya sekarang kesadaran mereka untuk mengikuti program Jamsostek telah terbentuk. Hal tersebut terbukti dengan adanya kemauan seluruh pekerja informal Desa Socorejo untuk mendaftarkan diri pada program Jamsostek melalui agen perisai di Desanya. Cara yang dilakukan Pemerintah Desa Socorejo dalam membentuk kesadaran Jamsostek pada pekerja informal dapat dikatakan berhasil, karena dapat mengcover seluruh pekeja sektor informal pada program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kata Kunci: Peran Pemerintah Desa, Kesadaran Jamsostek, Pekerja Informal Abstract This study aims to explain the role of the Village Government in shaping awareness of labor social security (Jamsostek) for informal sector workers in the Socorejo Village, Jenu District, Tuban Regency. The approach used in this research is qualitative with descriptive research type. The theory used in this study is the role theory of Biddle & Thomas. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the role of the Village Government in shaping Social Security awareness in the informal worker community of Socorejo Village was carried out in various ways, including forming a shield agency as a Social Security agent in Socorejo Village, disseminating information on each RT, making sponsorship on Social Security, making innovations for premium payments , perform services to coercion. The impact of the existence of the Social Security program carried out by the Socorejo Village Government is the informal workers who were previously unaware of and were not aware of the importance of the Social Security program benefits, finally their awareness to participate in the Social Security program has been formed. This is proven by the willingness of all Socorejo Village informal workers to register with the Jamsostek program through a shield agent in his village. The way the Socorejo Village Government did in shaping Social Security awareness on informal workers can be said to be successful, because it can cover all informal sector workers in a program organized by BPJS Employment. Keywords: Village Government Role, Social Security Awareness, Informal Workers
TINGKAT KESADARAN HUKUM PENGGUNA JASA LAYANAN PARKIR TERHADAP PENYELENGGARAAN PARKIR TEPI JALAN UMUM (TJU) ZONA DI KAWASAN PASAR BLAURAN SURABAYA FARICHA PUTRI MIRA DELIMA; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p138-152

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesadaran hukum pengguna jasa layanan parkir terhadap penyelenggaraan parkir tepi jalan umum zona di Kawasan Pasar Blauran Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teori kesadaran hukum Soerjono Soekanto digunakan dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil yang diperoleh menyatakan tentang tingkat kesadaran hukum pengguna jasa layanan parkir terhadap penyelenggaraan parkir tepi jalan umum zona di Kawasan Pasar Blauran dalam kategori cukup baik dengan persentase sebesar 53,47%. Berdasarkan hasil angket keempat indikator kesadaran hukum menunjukkan hasil dengan rincian sebagai berikut: (1) Pengetahuan hukum sebesar 54,13% dalam kategori cukup baik; (2) Pemahaman hukum sebesar 53,80% dalam kategori cukup baik; (3) Sikap hukum sebesar 56,84% dalam kategori cukup baik; (4) Perilaku hukum sebesar 49,12% dalam kategori kurang baik. Artinya adanya ketidakkonsistenan indikator kesadaran hukum. Faktor kebudayaan berupa nilai-nilai yang hidup di masyarakat sangat berpengaruh terhadap kesadaran hukum yang dimiliki. Ketika suatu peraturan tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial masyarakat maka semakin sukar masyarakat untuk berperilaku tertib terhadap aturan hukum. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Pengguna Jasa Layanan Parkir, Zona. Abstract This study aims to describe the legal awareness of parking service users towards the implementation of zone public roadside parking in the Blauran Market Area in Surabaya. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Soerjono Soekantos legal awareness theory was used in this study. The sample in this study amounted to 95 respondents. Data collection techniques are done using a questionnaire. Data analysis techniques in this study used percentage techniques. The results obtained stated about the level of legal awareness of parking service users towards the implementation of zone public roadside parking in the Blauran Market Area in the quite good category with a percentage of 53.47%. Based on the results of the questionnaire, the four indicators of legal awareness show the results with the following details: (1) Legal knowledge of 54.13% in the category is quite good; (2) Legal understanding of 53.80% in the good enough category; (3) Legal attitude of 56.84% in the good enough category; (4) Legal behavior of 49.12% in the unfavorable category. This means that there are inconsistent indicators of legal awareness. Cultural factors in the form of values ​​that live in society greatly affect the legal awareness they have. When a regulation is not in accordance with the social values ​​of the community, it becomes increasingly difficult for people to behave in an orderly manner towards the rule of law. Keywords: Legal Awareness, Parking Service Users, Zona.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android Materi Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika bagi Siswa Kelas X SMAN 1 Puri Mojokerto ASKHABUL YAMIN; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p153-167

Abstract

Abstrak Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran dan kelayakan empiris media pembelajaran berbasis aplikasi android materi Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika bagi siswa kelas X SMAN 1 Puri Mojokerto. Proses pengembangan media pembelajaran berdasarkan model pengembangan Borg and Gall, dan menggunakan teori Kerucut Pengalaman Dale. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (Mixed Design) dan bersifat dominant less dominant. Subjek ujicoba penelitian yaitu validator, pengamat dan siswa kelas X IPS 4 SMAN 1 Puri Mojokerto. Hasil penelitian yaitu proses pengembangan berdasarkan model pengembangan Borg and Gall dan dibatasi sampai tahap ketujuh yang meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk dan revisi produk. Kelayakan media pembelajaran berdasarkan tingkat kevalidan memperoleh persentase 91.5% dengan kriteria sangat layak, kepraktisan media diperoleh dari angket respon siswa mendapat skor perolehan 78.9% dengan kategori layak. Tingkat efektivitas media dinilai berdasarkan hasil tes siswa yang memperoleh nilai tuntas sebesar 79.1% dengan kriteria baik, dan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 0.43 dengan kriteria sedang. Penilaian aktivitas siswa mendapat persentase sebesar 96.9% pada kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi android sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran PPKn. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Android, PPKn. Abstract This development research has the aim to describe the process of developing learning media and the empirical feasibility of learning media based on the android application National Integration material in the Unity in Diversity Frame for students of class X SMAN 1 Puri Mojokerto. The process of developing instructional media is based on the Borg and Gall development model, and uses the Dale Experience Cone theory. This study uses a mixed approach (Mixed Design) and is dominant less dominant. The subjects of the research trial were validators, observers and students of class X IPS 4 of SMAN 1 Puri Mojokerto. The result of the research is the development process based on the Borg and Gall development model and is limited to the seventh stage which includes potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing and product revision. The feasibility of instructional media based on the level of validity obtained a percentage of 91.5% with very feasible criteria, the practicality of the media obtained from the questionnaire responses of students received a score of 78.9% with a decent category. The level of effectiveness of the media was assessed based on the results of student tests that obtained a complete score of 79.1% with good criteria, and an increase in average knowledge of 0.43 with moderate criteria. Student activity assessment gets a percentage of 96.9% in the excellent category. It can be concluded that the learning media based on Android application is very feasible to use as a learning media for PPKn. Keywords: Learning Media, Android, PPKn.
KONTRIBUSI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DI SDN SIMOKERTO V/138 SURABAYA FOFI FANA; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p168-184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi permainan tradisional dalam pembentukan karakter anak di SDN Simokerto V/138. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain deskriptif eksplorasi. Data dikumpulkan selama lima mingu menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif pasif ketika anak sedang bermain. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi pada perkembangan moral tingkat prakonvensional. Perkembangan moral tingkat prakonvensional tahap pertama terlihat dari kecurangan atau “nakalan” masih sering muncul ketika merasa diri hendak kalah. Hal ini menandakan bahwa karakter terjadi belum sebagai bagian yang mendarah daging dalam diri anak. Karena itu, pengawasan orang lain (temannya atau lawan bermainnya) menjadi bagian yang penting untuk dilakukan. Hal ini menandakan bahwa perkembangan moral anak berada di tahap prakonvensional tahap kedua yaitu orientasi instrumental relatif didasarkan pada tindakan anak terjadi semata-mata untuk memuaskan kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain. Tidak pilih-pilihteman digunakan untuk memuaskan kebutuhan orang lain.Kata Kunci: Permainan Tradisional, Pembentukan Karakter, Kohlberg.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ADOBE FLASH MATERI DINAMIKA PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA ALVIA ROHMATUL HIDAYAH; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p185-199

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan multimedia interaktif serta mendiskripsikan tingkat kelayakan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall dengan metode R&D (Research and Development), menggunakan teori Kerucut Pengalaman Dale, dan penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (Mixed Design) bersifat dominant, less dominant, yang dominant dalam penelitian ini yakni model penelitian R&D (Research and Development) sedangkan yang less dominant yakni penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Terdapat tiga subjek dalam penelitian ini, yaitu validator, pengamat, dan pengguna atau siswa kelas XI SMAN 1 Kota Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan hanya sampai pada tahap 6 (enam) meliputi, (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, dan (6) ujicoba produk. Hasil penelitian kelayakan multimedia berdasarkan tingkat kevalidan memperoleh persetase rata-rata 92.22%, Kepraktisan memperoleh persentase rata-rata 90.70% dan tingkat keefektifan dari penilaian hasil belajar pre-test dan post-test menunjukkan rata-rata 54.40 dan 82.31 sehingga rata-rata perhitungan g-gain adalah sebesar 0.61 dengan kategori sedang, pada pengamatan keterampilan diperoleh persentase rata-rata 96.5%, pengamatan sikap spiritual dan sosial memperoleh persentase rata-rata 98.1%. Kemudian untuk pengamatan aktivitas siswa memperoleh persentase sebesar 90.87% dan 92.87% sehingga diperoleh persentase rata-rata sebesar 91.87% dengan kategori sangat layak. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Hasil Belajar, Dinamika Peran Indonesia dalam perdamaian. Abstract The puroose of this research is to describe the process of developing interactive multimedia and to describe the feasibility of interactive multimedia as a learning medium. This research is a research and development according to Borg and Gall with the method of R&D (Research and Development), using the Dale Experience Cone theory, and this study uses a mixed approach (Mixed Design) that is dominant, less dominant, which is dominant in this study, the research model R&D (Research and Development) while the less dominant one is pre-experimental research with one group pretest posttest design. There are three subjects in this study, namely validator, observer, and users or students of class XI of SMAN 1 Mojokerto City. The results of this research indicate that the development process is based on the Borg and Gall development model up to stage 6 (six) which includes, (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, and (6) product testing.. The results of the multimedia feasibility study based on the level of validity obtained an average percentage of 92.22%, Practicality obtained an average percentage of 90.70% and the level of effectiveness of the pre-test and post-test learning outcome assessments obtained an average of 54.40 and 82.31 so that an average the calculation of g-gain of 0.61 with the moderate category, the observation of skills obtained an average percentage of 96.5%, observation of spiritual and social attitudes gained an average percentage of 98.1%. Then for the observation of student activities obtained a percentage of 90.87% and 92.87% so that an average percentage of 91.87% was obtained with a very decent category. Thus, it can be concluded that the development of interactive multimedia based on Adobe flash application is very suitable to be used as a learning media for PPKn. Keywords: Interactive Multimedia, Learning Outcomes, Dynamics of Indonesias Role in World Peace
Hubungan Poin Pelanggaran terhadap Kedisiplinan Peserta didik Kelas VIII UPT SMP Negeri 29 Gresik ALFIAN MUBAROK; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p200-214

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan poin pelanggaran terhadap kedisiplinan peserta didik kelas VIII UPT SMPN 29 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel dalam peneltian ini berjumlah 167 peserta didik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori operant conditioning B.F. Skinner. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif poin pelanggaran terhadap kedisiplinan peserta didik kelas VIII UPT SMPN 29 Gresik sebesar 0,201 yang berarti memiliki hubungan rendah. Hubungan dikategorikan rendah karena beberapa guru membiarkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan PBM atau kegiatan lainnya di lingkungan sekolah terjadi tanpa adanya sanksi yang diberikan. Pembiaran pelanggaran yang dilakukan beberapa guru akan membuat perilaku menyimpang dari peserta didik akan meningkat. Pemberian hukuman menjadi sarana belajar bagi peserta didik dalam memperbaiki perilaku menyimpang. Skinner berpendapat bahwa hukuman yang baik adalah ketika peserta didik merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. Poin pelanggaran menjadi hal utama dalam menilai kedisiplinan peserta didik di UPT SMP Negeri 29 Gresik. Melalui poin pelanggaran,kedisiplinan peserta didik dapat dikontrol oleh pihak sekolah dan melakukan upaya pencegahan bagi peserta didik yang tabungan poinnya sudah mencapai batas dengan pemanggilan orang tua dan pendampingan dari guru BK. Kata Kunci: Poin pelanggaran, Kedisiplinan, Tata Tertib Sekolah Abstract This study aims to determine the relationship of the violation points on the discipline of the 8th grade students of UPT Junior High School 29 Gresik. This research uses quantitative approach with a correlational design. The sample in this research amountes to 167 students. The theory used in this research is the B.F Skinner operant conditioning theory The technique of data collection were done using questionnaire and documentation. The techniques of data analysis uses product moment correlation analysis. tion with the violation points on the discipline of the 8th grade students of junior high school 29 Gresik by 0,201 which means they have a low relationship. The relationship is categorized as low because some teachers let the violations committed by students in teaching and learning activities or other activities in the school environment occur without any sanctions given. Omission of violations committed by some teacher will make the deviant behavior of student will increase. Punishment is learning tool for students in correcting deviant behavior. Skinner belives that a good punishment is when students feel the consequences of their own actions. The violations point become the main thing in assessing the dicipline of the 8th grade students of UPT Junior High School 29 Gresik. Through the points of violation, the discipline of students can be cotrolled by the school and make efforts to prevent students whose saving points have reached the limit by caliing parents and mentoring from BK teachers. Keywords: Points of violation, Discipline, School rules.
PEMENUHAN HAK-HAK ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2014: STUDI KASUS ORANG TUA SEBAGAI PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI DUSUN CANGKRING DESA KEBONAGUNG KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN DEFI KUSMAWATI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p215-230

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman orang tua yang bekerja sebagai pekerja seks komersial terhadap pemenuhan hak-hak anak dan mengetahui implementasi hak-hak anak menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Pasal 26 (1) oleh orang tua yang bekerja sebagai pekerja seks komersial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Observasi digunakan untuk mengamati lokasi penelitian serta menentukan subjek penelitian. Wawancara diajukan kepada informan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dengan informan sebanyak delapan orang. Hasil dari penelitian ini terdapat dua hal besar bahwasannya pertama yaitu pemahaman terhadap pemenuhan hak anak menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 pasal 26 ayat (1) oleh orang tua yang bekerja sebagai pekerja seks komersial tidak sepenuhnya dapat dipahami. Hanya dalam hal mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak dapat dipahami sepenuhnya. Ada pun yang tidak dapat dipahami yaitu dalam hal mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak; menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya; serta memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak. Kedua yaitu implementasi hak-hak anak menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 pasal 26 ayat (1) oleh orang tua yang bekerja sebagai pekerja seks komersial hanya dalam mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak, orang tua dapat merealisasikan dengan cara tidak memperbolehkan anaknya menikah apabila belum mencapai usia 19 tahun. Kata Kunci : Hak-Hak Anak, UU No. 35 Tahun 2014, Orang Tua Pekerja Seks Komersial. Abstract This study aims to describe the understanding of parents who work as commercial sex workers on the fulfillment of childrens rights and knowing the implementation of childrens rights according to Law No. 35 of 2014 Article 26 (1) by parents who work as commercial sex workers. This research using a qualitative approach to design that is a case study. Data collection techniques through in-depth interviews and observation. Observation is used observing the location of research and determine the subject of research. Interviews were submitted to informants based on criteria that had been set with eight informants. The results of this study are of two major aspects: the first is understanding of the fulfillment of childrens rights according to Law No. 35 of 2014 article 26 paragraph (1) by parents who work as commercial sex workers is not fully understood. Only in terms of preventing marriages at the age of the child can be fully understood. There is also something that cannot be understood, namely in terms of caring for, caring for, educating and protecting children; developing children according to their abilities, talents and interests; and providing character education and instilling the value of character in children. Second is the implementation of childrens rights according to Law No. 35 of 2014 article 26 paragraph (1) by parents who work as commercial sex workers only in preventing marriages at the age of children, parents can realize this by not allowing their children to get married if not reached the age of 19 years. Keywords: Childrens Rights, Law No. 35 of 2014, Parents Commercial Sex Workers.
STRATEGI PENGANUT AGAMA BAHA’I DI KOTA SURABAYA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA YANWAR RIZALDY; TOTOK SUYANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p231-245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penganut agama Baha’i di Kota Surabaya dalam mempertahankan eksistensinya. Teori yang digunakan adalah teori konflik Lewis Coser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penganut agama Baha’i di Surabaya dalam mempertahankan eksistensinya adalah adaptasi dengan masyarakat melalui penyesuaian kebiasaan dan berbaur dengan masyarakat, terbuka kepada semua orang dengan membuka ruang diskusi dan bergaul tanpa membedakan, kemudian berbuat baik kepada sesama dan berbagi sesuai kemampuan yang dimiliki.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue