cover
Contact Name
Yurnalis
Contact Email
jurnal.musiketniknusantara@gmail.com
Phone
+6285263221706
Journal Mail Official
jurnal.musiketniknusantara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Musik Etnik Nusantara
Core Subject : Art,
JURNAL MUSIK ETNIK NUSANTARA is an academic journal published by Department of Karawitan, Faculty of Performing Arts, Institut Seni Indonesia Padangpanjang twice a year. This journal publishes original articles with focuses on the results of studies in the field of Indonesian ethnic music. The coverage of topics in this journal includes: Traditional Music Contemporary Music Musik Performence Composition or Arrangement Musicology Ilustration Music Etnomusicology World Music Technology Music Music Education Organology of Music
Articles 76 Documents
Dikie Mauluik Dalam Upacara Maulid Nabi Di Korong Bukit Bio-Bio Nagari Sikucua Padang Pariaman Pratama, Yudi; Asril, Asril
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v5i2.6098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk penyajian dikie mauluik yang berlangsung di Korong Bukit Bio-bio, Nagari Sikucua Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Dikie mauluik merupakan seni vokal tradisional bernuansa Islam, dilantunkan dengan irama bataranun, yang mengungkapkan rasa cinta dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini berfungsi sebagai media spiritual serta sebagai penguat identitas kolektif masyarakat. Penyajian dikie mauluik terdiri dari 12 bagian lagu yang diambil dari kitab Syarafal Anam, dan dinyanyikan secara bergantian oleh urang siak dalam posisi duduk melingkar. Pertunjukan ini dilaksanakan di surau, baik pada malam maupun siang hari, dengan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, hingga niniak mamak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa tradisi ini mengandung nilai-nilai religiusitas, kebersamaan, dan menjadi media spiritual bagi masyarakat Korong Bukit Bio- bio, Nagari Sikucua Utara, Kabupaten Padang Pariaman.
Lagu Gadih Basanai Dari Kesenian Ronggeang Di Nagari Simpang Utara Alahan Mati Pasaman Novrianto, Adip; Yunaidi, Yunaidi
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v5i2.6106

Abstract

Kesenian Ronggeang merupakan bentuk seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, dan masih eksis hingga kini. Pertunjukan ini menggabungkan unsur musik, tari, nyanyian, dan pantun yang disajikan dalam struktur yang khas dan dinamis. Salah satu lagu yang menonjol dalam kesenian ini adalah Gadih Basanai, yang memiliki keunikan berupa vokal respon yang dilakukan secara kolektif oleh pemain dan penonton. Berdasarkan kekhasan tersebut, pengkarya tertarik untuk menciptakan sebuah karya komposisi musik tradisi berjudul “Basauikan”, yang menjadikan unsur respon sebagai elemen utama garapan. Dalam penggarapannya, karya ini menggunakan pendekatan tradisi dengan eksplorasi teknik musikal seperti perubahan tempo, pemenggalan melodi, pengulangan, serta penambahan instrumen baru seperti akordion, kecapi Minang, dan talempong logam. “Basauikan” tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai upaya inovatif dalam menciptakan karya baru yang bersumber dari tradisi lokal.
Komposisi Musik Svarasa Bersumber Dari Dendang Panjek Panjek Tabulusui Randai Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Prayoga, Renol; Haris, Asep Saepul
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v5i2.6097

Abstract

Komposisi “SvaRasa” merupakan komposisi musik nusantara yang bersumber dari dendang panjek-panjek tabulusui kesenian Randai Kuantan yang lahir dan berkembang di daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Kesenian ini biasanya dipertunjukkan dalam acara pembukaan pacu jalur, perkawinan, khitanan, turun mandi. Randai Kuantan memiliki beberapa repertoar untuk mengiringi cerita yaitu Bintang Timur, Olang Binti, Panjek Panjek Tabalusui, Lomak Dek Awak Katuju Pulo Dek urang, dan lagu-lagu lainnya. Dari analisis pengkarya menemukan keunikan pada melodi penutup yang disebut pamotih, pamotih adalah bahasa lokal Taluk Kuantan yang memiliki arti berhenti (mengakiri lagu randai dalam permainan viola), dimana transisi dari lagu ke melodi penutup ini terdapat permainan nada yang tiba-tiba naik (Ascending), serta terdapat perubahan nada dari mayor ke nada minor yang berubah pada pertengahan melodi penutup. Prinsip melodi Ascending tersebut menjadi ide dasar dalam penggarapan komposisi musik nusantara yang digarap menggunakan pendekatan Populer Melayu sehingga melahirkan karya komposisi musik baru yang diberi judul “SvaRasa”.  
Penyajian Kesenian Baleganjur Di Desa Adat Nusa Agung Kecamatan Belitang III Ayu, I Gusti; Putra, Rio Eka; Oktavia, Rina
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v5i2.6107

Abstract

Kesenian Baleganjur merupakan salah satu bentuk musik tradisional Bali yang memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik yang bersifat keagamaan maupun nonkeagamaan. Ensambel ini terdiri atas instrumen perkusi dan melodi, seperti Kendang Lanang, Kendang Wadon, Reong, Cengceng, Kempur, Kempli, Ponggang, Kajar, dan Gong, yang bersama-sama membentuk karakter bunyi yang ritmis dan energik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara rinci proses kreatif penyajian Baleganjur oleh organisasi STT Widya Dharma Shanti. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas musikal, wawancara dengan para pelaku seni, dan dokumentasi audiovisual. Keabsahan data diperkuat melalui teknik member check. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Baleganjur melibatkan pengembangan ide musikal yang diarahkan untuk membangkitkan suasana semangat bagi masyarakat yang akan melaksanakan persembahyangan. Selain itu, konsep garapan disusun dalam dua karakter tempo, yaitu cepat dan lambat, dengan teknik permainan seluruh instrumen yang dominan dipukul. Penelitian ini juga menegaskan adanya proses pengembangan bentuk sebagai bagian dari penciptaan karya yang menjaga dinamika dan keberlanjutan tradisi Baleganjur.
Inovasi Pembelajaran Transkripsi Musik Tradisional Minangkabau Berbasis Aplikasi Android bagi Mahasiswa Seni Jaya, Susandra; Andela, Jhori; Yurnalis, Yurnalis
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v5i2.6101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android sebagai media pembelajaran transkripsi musik tradisional Minangkabau yang interaktif, adaptif, dan kontekstual terhadap kebutuhan mahasiswa seni. Selama ini, proses transkripsi musik tradisional masih dilakukan secara manual melalui pendengaran dan pencatatan notasi konvensional, yang sering menimbulkan kendala dalam akurasi nada dan efisiensi waktu. Melalui pendekatan Research and Development (R&D), penelitian ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan pengguna, perancangan antarmuka dan sistem aplikasi, serta uji efektivitas pembelajaran. Aplikasi yang dikembangkan mengintegrasikan fitur tuner kromatik dan notation editor yang memungkinkan pengguna mengukur nada-nada pentatonik tradisional secara presisi serta mentransformasi pola ritmik, melodi, dan struktur musikal khas Minangkabau ke dalam bentuk digital. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman konsep transkripsi hingga 85% dan peningkatan motivasi belajar mahasiswa terhadap musik tradisi lokal. Penelitian ini berkontribusi terhadap digitalisasi pembelajaran seni, pelestarian budaya berbasis teknologi, dan promosi musikal tradisi Minangkabau di era digital. 
Trance Ratik Tagak Dalam Ritual Hari Rayo Anam Di Jorong Sikaladi Pariangan Tanah Datar Sofyan, Andy; Firdaus, Firdaus
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v5i2.6103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terjadinya trance  dan mendefinisikan peran bacaan serta gerakan terhadap terjadinya trance pada sebuah tradisi yang bernama Ratik Tagak. Tradisi ini bisa dijumpai pada perayaan Hari Rayo Anam di Jorong Sikaladi Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Ratik Tagak adalah salah satu bentuk wirid atau dzikir yang berkembang di masyarakat Minangkabau. Praktek ini bersumber dari tradisi islam khususnya bagi orang yang mempelajari ilmu Tarekat. Di Jorong Sikaladi Nagari Pariangan, aliran tarekat yang dianut dan dipelajari oleh masyarakat yaitu ajaran Tarekat Syattariyah. Kalimat dzikir dalam tradisi Ratik Tagak terdiri dari 4 bacaan yaitu kalimat Laa  Ilaaha Illallah, Allah – Allah, Hu – Allah dan Allah – Hu. Dengan kekhusyukan dalam beribadah, beberapa peserta ada yang mengalami suatu pengalaman hilang kesadaran yang dikenal dengan istilah Malalu atau trance. Penelitian ini mengunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, dimana pengumpulan data terdiri dari studi kepustakaan, observasi, survey, dokumentasi dan wawancara. Bab I terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Bab II terdiri dari tinjauan pustaka dan landasan teori. Bab III terdiri dari metode penelitian. Bab IV terdiri dari pembahasan trance Ratik Tagak dan ditutup bab V dengan kesimpulan serta saran. Hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa terdapat banyak tahap dalam proses terjadinya trance dan juga peran bacaan serta gerakan sangat berpengaruh sebagai mediasi pencapaian trance dalam tradisi Ratik Tagak.