cover
Contact Name
-
Contact Email
ijsp@usm.ac.id
Phone
+6224-6702757
Journal Mail Official
ijsp@usm.ac.id
Editorial Address
Gedung A Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Spatial Planning
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 27230619     DOI : http://dx.doi.org/10.26623/ijsp
Core Subject : Engineering,
Indonesian Journal of Spatial Planning publishes research articles, the best practices and policies of spatial planning in national and international stage
Articles 84 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK TAMAN WARUNGBOTO KOTA YOGYAKARTA Mohamad Irhashul Hafie; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 7 No. 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1 MARET 2026
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v7i1.13313

Abstract

Kota Yogyakarta memiliki tantangan dalam penyediaan RTH dengan proporsi ideal terutama RTH publik yang baru meliputi 8,11% dari luas wilayah kota. Penelitian berlokasi di RTH Publik Taman Warungboto Kota Yogyakarta. Taman Warungboto tidak hanya digunakan sebagai tempat rekreasi dan bersosialisasi tetapi juga aktivitas edukasi berbasis lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Perlu diketahui faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan Taman Warungboto sebagai RTH publik di Kota Yogyakarta. Studi menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Kuesioner dikumpulkan kepada 70 pengunjung dengan teknik simple random sampling. Penelitian menunjukkan bahwa urutan faktor yang memengaruhi pemanfaatan Taman Warungboto adalah variabel ketersediaan fasilitas, keragaman kegiatan, dan aksesibilitas. RTH publik Taman Warungboto dijadikan sebagai model percontohan RTH publik lain di Kota Yogyakarta untuk dikembangkan menjadi ruang yang multifungsi, tidak hanya sebagai ruang terbuka yang mendukung fungsi penghijauan, sosial, dan ekonomi tetapi juga memaksimalkan fungsi lingkungan. Taman Warungboto juga memiliki pembagian zona dan fasilitas pendukung yang baik, seperti pendopo, gazebo, tempat duduk, area bermain anak, toilet, parkir, dan area urban farming. Penelitian diharapkan dapat memberikan masukkan bagi pemerintah daerah bahwa penyediaan RTH publik perlu memperhatikan kelengkapan fasilitas dan keragaman fungsi ruang untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna.
MITIGASI BENCANA DALAM MENGATASI KEKERINGAN DI PADUKUHAN KADIGUNUNG KALURAHAN HARGOMULYO KABUPATEN KULON PROGO Dimasendra Bagas Wicaksana; Adista Artika Dewi; Wahyu Widyastutik; Rahma Devikasanti; Muhammad Faiz Wanda Hassani; Gerry Katon Mahendra; Muhammad Fajrus Shodiq
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 7 No. 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1 MARET 2026
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v7i1.13708

Abstract

Padukuhan Kadigunung di Kalurahan Hargomulyo, Kabupaten Kulon Progo merupakan wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kekeringan pada musim kemarau akibat kondisi geografis kawasan Perbukitan Menoreh dengan karakteristik tanah berbatu dan daya simpan air rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk mitigasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat dalam mengatasi kekeringan di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada enam informan, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mitigasi dilakukan melalui kombinasi mitigasi struktural berupa pembangunan PAMSIMAS, sumur bor, dan tandon air, serta mitigasi non-struktural melalui pengelolaan air bersama, penghematan penggunaan air, dan penguatan kesepakatan sosial masyarakat. BPBD dan pemerintah kalurahan berperan dalam pendistribusian air bersih dan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana. Mitigasi yang dilakukan masih cenderung responsif dan belum sepenuhnya berorientasi pada pencegahan jangka panjang, sehingga diperlukan penguatan strategi mitigasi berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, konservasi sumber daya air, dan perencanaan mitigasi preventif terintegrasi.
EVALUASI PASCA HUNI RUSUNAWA BAGI MASARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KABUPATEN MAGELANG shafira fira; Agam Marsoyo
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 7 No. 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1 MARET 2026
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v7i1.13956

Abstract

Rusunawa di Kabupaten Magelang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah, namun belum diserahterimakan secara penuh kepada pemerintah daerah karena status tanah yang masih dimiliki pemerintah desa. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan rusunawa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa dengan keterbatasan kapasitas, sehingga menimbulkan perbedaan kualitas pengelolaan yang berdampak pada kinerja rusunawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja rusunawa di Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif kuantitatif melalui evaluasi pasca huni dengan teknik observasi, kuesioner penghuni, dan wawancara pengelola, yang dianalisis berdasarkan aspek makro, meso, dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rusunawa Gulon memiliki kinerja paling baik dengan skor 92% ditunjukkan dengan kondisi fisik bangunan yang baik, fasilitas hunian yang lengkap, serta pengelolaan yang aktif oleh pemerintah desa. Rusunawa Gunungpring memiliki kinerja sedang dengan skor 86%, dengan kelemahan pada aspek pengelolaan karena peran pemerintah daerah tidak aktif. Sementara itu, Rusunawa Tamanagung menunjukkan kinerja paling buruk dengan skor 55% akibat kondisi fisik bangunan dan fasilitas dasar yang kurang memadai serta lemahnya sistem pengelolaan karena belum adanya dukungan pendanaan. Temuan ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja rusunawa.
KAJIAN POLA PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK TAMAN TIRTO AGUNG KOTA SEMARANG Wahjoerini Wahjoerini; Irsyad Maulana
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 7 No. 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1 MARET 2026
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v7i1.14442

Abstract

Taman Tirto Agung Kota Semarang merupakan salah satu ruang terbuka publik yang sangat strategis, keberadaannya dapat menampung beragam aktivitas dan interaksi sosial masyarakat. Hal ini dapat mendorong munculnya sektor informal (Pedagang Kaki Lima) yang memanfaatkan trotoar, jalan penghubung, dan akses masuk Taman Tirto Agung, sehingga terjadi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi zonanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan terbuka ruang publik Taman Tirto Agung berdasarkan pelaku aktivitas, jenis pemanfaatan ruang, dan waktu aktivitas dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Behavioral Mapping melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur pada hari kerja dan hari libur di sesi waktu pagi, siang, sore dan malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kunjungan di Taman Tirto Agung lebih tinggi pada hari libur dibandingkan hari kerja di seluruh waktu pengamatan. Ruang terbuka publik Taman Tirto Agung dimanfaatkan untuk aktivitas aktif dan pasif oleh berbagai kelompok usia. Secara umum, pemanfaatan ruang telah sesuai dengan fungsi zonanya, meskipun masih ditemukan ketidaksesuaian pada waktu tertentu yang dapat menjadi bahan evaluasi ke depan.