cover
Contact Name
-
Contact Email
ijsp@usm.ac.id
Phone
+6224-6702757
Journal Mail Official
ijsp@usm.ac.id
Editorial Address
Gedung A Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Spatial Planning
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 27230619     DOI : http://dx.doi.org/10.26623/ijsp
Core Subject : Engineering,
Indonesian Journal of Spatial Planning publishes research articles, the best practices and policies of spatial planning in national and international stage
Articles 79 Documents
EVALUASI PARKIR ON STREET TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DI JALAN BRAGA KOTA BANDUNG Iscahyono, Achmad Fauzan
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 2 (2024): VOLUME 5 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i2.10331

Abstract

Jalan Braga merupakan salah satu kawasan perdagangan yang menjadi tujuan destinasi wisata bagi para pengunjung luar kota maupun dalam kota. Parkir on street yang berada di Jalan Braga akan membawa dampak, berupa berkurangnya lebar efektif jalan yang akan mempengaruhi besaran kapasitas jalan. Secara tidak langsung, hal tersebut akan berdampak pada penurunan kinerja ruas jalan hingga menimbulkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan pengaruh antara parkir on street dengan kinerja ruas jalan yang dilakukan melalui analisis korelasi dengan bantuan aplikasi SPSS. Jenis analisis korelasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Pearson dengan menggunakan jenis data rasio. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara karakteristik parkir on street dengan kinerja lalu lintas yang ditunjukkan dengan nilai korelasi lebih besar dari 0,90. Nilai korelasi positif menandakan bahwa jika jumlah parkir on street meningkat, maka angka derajat kejenuhan juga akan meningkat. Dengan demikian, dapat diindikasikan parkir on street memiliki pengaruh terhadap kinerja lalu lintas jalan.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA CURUG GONDORIYO, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Sudrajat, Agus Sarwo Edy
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 2 (2024): VOLUME 5 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i2.10819

Abstract

Tourism is starting to be glimpsed by the community as one of the sectors that promises to be on a global scale from the development of tourism. With various kinds of tourism, community-based tourism emerges by utilizing natural resources in the surrounding environment. In addition, in the development of tourism which contributes to increasing tourist visits to an area, it also has an impact on the socio-economics of the surrounding community. One of the tourism development potentials managed by the Gondoriyo Waterfall is located in Karang Joho Hamlet, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang City. The purpose of this research is to identify the characteristics of the tourism development potential of Curug Gondoriyo, Ngaliyan District, Semarang City. The method used in this research is descriptive qualitative based on the results of field orientation (primary) and interviews (secondary). Based on the research conducted, it can be seen the number and condition of the availability of 5 tourism infrastructures consisting of roads, clean water, solid waste, energy, and telecommunications based on SNI tourism standards. In addition, it is known the main tasks and institutional functions of POKDARWIS in the development of Curug Gondoriyo tourism as well as the role of the government in participating in the management and development of tourism. And analyze based on tourism components, namely attractions, accessibility, facilities and supporting Services.
ANALISIS SPASIAL PERTUMBUHAN KAWASAN PERMUKIMAN INFORMAL KOTA SAMARINDA Mukhlis, Andi Muhammad Ahsan; Akbar, Rendy
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 2 (2024): VOLUME 5 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i2.8956

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan yang tidak terkendali sering dikaitkan dengan munculnya permukiman informal dan kumuh. Kota Samarinda telah mengalami beberapa gejala dalam proses pembangunan yang tidak terkendali berdampak pada kondisi kehidupan yang tidak aman serta masalah lingkungan menjadi hambatan dalam pelaksanaan produk rencana tata ruang yang menganut pendekatan sustainable development. Tingginya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal terkadang akan menyebabkan kawasan permukiman yang terencana maupun tidak terencana memiliki lokasi yang kurang sesuai peruntukanya sebagai kawasan permukiman sehingga tidak tercipta kawasan permukiman yang aman, nyaman dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pentingnya untuk dapat mengetahui pertumbuhan kawasan permukiman informal di masa yang akan datang dengan melakukan analisis spasial pertumbuhan kawasan permukiman informal agar dapat digunakan sebagai dasar bagi pemerintah dalam menyusun strategi dengan pendekatan proaktif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif berbasis deskriptif dan spatio temporal. Hasil penelitian ini menunjukan kawasan permukiman informal di Kota Samarinda dalam jangka waktu tahun 2013 – 2023 selalu mengalami pertumbuhan namun pertumbuhannya cenderung lambat dan mengalami penurunan serta mulai terjadi pergeseran trend pertumbuhan kawasan permukiman informal ke arah kawasan yang pada pinggiran pusat Kota Samarinda.  Kata Kunci : Permukiman Informal;Samarinda;Pendekatan Proaktif ABSTRACT Uncontrolled growth is often associated with the emergence of informal settlements and slums. The city of Samarinda has experienced several symptoms of an uncontrolled development process that has resulted in unsafe living conditions and environmental problems that have become obstacles in implementing spatial planning products that adhere to a sustainable development approach. The high demand of the community for housing will sometimes cause planned and unplanned residential areas to have locations that are less suitable for their purpose as residential areas so that safe, comfortable and sustainable residential areas are not created. Therefore, it is important to be able to determine the growth of informal settlement areas in the future by conducting a spatial analysis of the growth of informal settlement areas so that it can be used as a basis for the government in developing strategies with a proactive approach. The approach method used in this research is a quantitative approach based on descriptive and spatio temporal. The results of this research show that informal settlement areas in Samarinda City in the period 2013 - 2023 have always experienced growth, but the growth tends to be slow and experiencing a decline and there has begun to be a shift in the growth trend of informal settlement areas towards areas on the outskirts of the center of Samarinda City.Keyword: Informal Settlements;Samarinda; proactive approach
ANALYSIS OF STAKEHOLDER ROLES ON THE IMPLEMENTATION OF ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM IN MANYAR SUB-DISTRICT Dzulluthfi, Abdulloh Kamaluddin
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 2 (2024): VOLUME 5 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i2.9876

Abstract

Manyar District is an area with highly diverse land functions, ranging from urban support zones to industrial areas and special economic zones (SEZs). The complexity of these land functions makes Manyar District one of the areas with particularly concerning environmental conditions. Therefore, a well-implemented environmental management system is crucial in this area. However, to assess the implementation of the environmental management system, it is essential to first understand its institutional framework. This study aims to analyze the roles of stakeholders on implementing EMS in Manyar District. The research will employ a qualitative deductive approach with an overall descriptive method. Interviews with relevant stakeholders will serve as the primary source of data. The findings of the research indicate the involvement of seven stakeholders: (1) Environmental Agency; (2) Regional Planning Agency (BAPPEDA); (3) Health Agency; (4) Trade and Industrial Agency (DISKOPERINDAG); (5) Public Works and Spatial Planning Agency (Dinas PUTR); (6) Sub-District Government; and (7) Village Government. Among these stakeholders, the Health Department and DISKOPERINDAG are not involved at all. Regarding their roles in the five aspects of environmental management systems, they generally cover all aspects except for management review, which has not been implemented as the system has not yet reached the five-year mark.
Analisis Tingkat Kerawanan Tanah Longsor di Kabupaten Lampung Utara Dengan Memanfaatkan Informasi Spasial Berbasis SIG Sianturi, Rizky J.; Nabilla, Meisha; Fadila, Tiara Andika; Haerudin, Nandi; Mulyasari, Rahmi
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.10400

Abstract

Longsor merupakan gerakan massa batuan ataupun tanah pada suatu lereng akibat adanya pengaruh gaya gravitasi. Ancaman longsor dapat terjadi di daerah yang mempunyai kondisi geologi relatif labil, yang ditinjau dari komposisi batuan penyusun hingga dekatnya area tersebut dengan zona sesar serta kawasan yang vegetasi alaminya terganggu. Kabupaten Lampung Utara adalah salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang cukup rawan terkena bencana tanah longsor. Sehingga, untuk mengantisipasi terjadinya korban dan kerugian yang lebih banyak, maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data dan informasi, melakukan scoring dan pembobotan pada setiap parameter, melakukan overlay, penentuan total skor dan interval kelas, serta menganalisis tingkat kerawanan bencana tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Lampung Utara merupakan daerah yang cukup rawan akan bencana tanah longsor. Dengan kelas kerentanan tidak rawan sebesar 7,58% dengan luas daerah 206,6 km2. Untuk kelas kerentanan cukup rawan sebesar 74,48% dengan luas daerah 2030,05 km2. Dan untuk kelas kerentanan rawan sebesar 17,94% dengan luas daerah 488,98 km2.
PERENCANAAN STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG KAWASAN EKONOMI TERPADU TERHADAP ARSITEKTUR KOTA DI KECAMATAN SEMARANG TENGAH Wibowo, Djoko Arianto
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.10438

Abstract

Central Semarang District is one of the sixteen sub-districts in Semarang City and forms the golden triangle area of Semarang City. The creation of integrated economic areas is a policy carried out by the government with the aim of reducing development gaps. The Integrated Economic Zone acts as a development engine (main engine) around the area through the availability of economic growth areas that accompany it by providing facilities that can create opportunities for the business world. This integrated economic area will ultimately give its own color to the city architecture in the central area of Semarang City. The aim of this research is to plan the architectural layout of Central Semarang District as an integrated economic area. This research uses a qualitative descriptive approach to describe the integrated economic phenomenon in the central area of Semarang City. The results of this research explain the shape and direction of spatial growth of urban architecture in Semarang City as an integrated economic area.Keywords: Spatial Structure and Spatial Pattern, Integrated Economic Zone, Urban Architecture
KAJIAN KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) PADA KORIDOR JALAN MT. HARYONO KOTA SEMARANG Wahjoerini, Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.10617

Abstract

Kemudahan aksesbilitas pada Koridor Jalan MT. Haryono Semarang menjadikan munculnya aktivitas fungsi baru di sepanjang koridor jalan seperti pola persebaran pedagang kaki lima yang menjadikan jalur pedestrian sebagai lokasi dagang mereka, parkir dibahu jalan meliputi aktivitas bongkar muat barang oleh pelaku usaha, serta pola sirkulasi kendaraan yang tidak teratur yang sering digunakan oleh kendaraan untuk melawan arus dan banyaknya kendaraan yang menyebrang tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi PKL beberapa kategori meliputi tipologi pedagang yang berjualan di trotoar, tipologi pedagang yang berjualan di bahu jalan dan tipologi pedagang yang berjualan berpindah-pindah kemudian menganalisis karakteristik PKL. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu diskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung dilapangan didukung kajian literatur dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik Pedagang Kaki Lima di koridor jalan MT. Haryono dari persimpangan Pasar Kambing - persimpangan Sompok Kota Semarang dipengaruhi oleh lokasinya yang strategis, waktu berdagang yang menyesuaikan keramaian lokasi baik pagi, siang hingga malam hari, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya (tidak permanen dan dapat dipindah-pindah dengan menggunakan gerobak, dengan meja dan kursi yang setelah selesai berjualan bisa dibawa pulang kembali), serta pola penyebaran PKL mengelompok dan linear.
Kualitas Ruang Terbuka Hijau Kawasan Sempadan Rel Kereta Api Berdasarkan Presepsi Masyarakat (Studi Kasus: Kota Bandar Lampung) Rahmah, Chania -; Danurja Rahman Aziz, Muh. Abdi; Izhar, Ryansyah
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.11315

Abstract

Kota Bandar Lampung menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana diamanatkan oleh regulasi, di mana luas RTH yang tersedia masih jauh dari standar minimal. Sempadan rel kereta api memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai ruang terbuka hijau multifungsi guna mendukung lingkungan perkotaan yang berkelanjutan, meningkatkan interaksi sosial, dan menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas RTH pada kawasan sempadan rel berdasarkan persepsi masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara harapan dan kenyataan, serta Potential Gain Customer Value (PGCV) untuk menentukan prioritas peningkatan kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek infrastruktur, aksesibilitas, dan kenyamanan sebagai tempat berkumpul memiliki kinerja yang baik, sementara keamanan area bermain, sarana tempat sampah, dan kondisi fisik lingkungan membutuhkan perbaikan. Dengan pemanfaatan yang terencana dan berbasis data, kawasan sempadan rel dapat diintegrasikan sebagai RTH yang relevan dan fungsional, memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan partisipatif dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan sempadan rel untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Kota Bandar Lampung.
Behavioral Factors And Infrastructure Moderation In Household Waste Sorting: Urban-Rural Comparison In Sleman Regency Pramudita, Alifia Farah; Herwangi, Yori
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.11448

Abstract

Waste management remains a critical environmental challenge, particularly in regions with significant urban-rural disparities. This study investigates household waste sorting behavior in Sleman Regency, Indonesia, by applying the Theory of Planned Behavior (TPB). The objectives are to examine the influence of attitude, subjective norms, and perceived behavioral control on the intention to sort waste, as well as to analyze the moderating effect of infrastructure on these relationships in urban and rural areas. A quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was employed, with data collected from 796 households (399 urban, 397 rural). The findings reveal that attitude, subjective norms, and perceived behavioral control significantly influence sorting intentions, with subjective norms being more impactful in urban areas, while perceived behavioral control is more influential in rural areas. Infrastructure significantly moderates the relationship between perceived behavioral control and intention in rural areas but shows no significant moderating effect in urban areas. These results highlight the necessity of context-specific strategies in waste management. The study contributes to the TPB literature by incorporating the moderating role of infrastructure and offers practical insights for policymakers to design sustainable waste management interventions tailored to urban and rural contexts.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI NASABAH BANK SAMPAH DI KELURAHAN GENUKSARI KOTA SEMARANG Pamurti, S.T., M.T., Andarina Aji
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.11623

Abstract

Pertambahan penduduk akan mempengaruhi adanya sebuah aktivitas sehingga memiliki dampak berupa peningkatan konsumsi yang akan menimbulkan peningkatan produksi sampah. Sampah merupakan permasalahan yang sangat rumit. Permasalahan ini disebabkan oleh banyaknya sampah. Kepadatan penduduk yang tinggi tentunya mempengaruhi banyaknya sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk. Permasalahan yang terjadi pada bank sampah di Kelurahan Genuk Sari adalah tingkat partisipasi masyarakat yang kurang optimal yang disebabkan oleh berbagai faktor dari masyarakat itu sendiri atau faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuk Sari. Sasaran yang ingin di capai dalam penelitian yaitu: pertama mengidentifikasi faktor eksternal dalam pengolahan sampah rumah tangga, kedua mengidentifikasi faktor internal dalam pengolahan sampah rumah tangga dan yang ke tiga menentukan faktor yang paling mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuk sari. Data di kumpulkan melalui observasi dan kuesioner, dengan metode pendekatan kuantitatif (analisis statistik deskriptif dan analisis faktor). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah dikelurahan Genuksari ada dua faktor utama, yang pertama faktor internal dan yang kedua faktor eksternal. Faktor internal yaitu ketersedian waktu luang, pengetahuan daur ulang, pendidikan, usia, jenis kelamin. Dan yang kedua faktor eksternal yaitu Jarak rumah ke bank sampah dan Peran pemerintah.