Articles
338 Documents
PENGGUNAAN MAJAS DALAM NOVEL SATU HARI DI 2018 KARYA BOY CANDRA
Silfia Nurajizah
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2021
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.465 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan bahan ajar yang menarik bagi siswa. Oleh karenaitu, penulis menganalisis novel Satu Hari Di 2018 karya Boy Candra dalam hal penggunaan gaya bahasanya untuk dijadikan bahan ajar yang menarik bagi siswa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain deskripsi. Fenomena yang sedang diselidiki adalah gaya bahasa novel Satu Hari Di 2018 karya Boy Candra. Sumber data dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, teknik analisis dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini peneliti menemukan empat gaya bahasa pada novel tersebut yaitu gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan dan perulangan. 1) gaya bahasa perbandingan penulis menggunakan majas perumpamaan, personifikasi, antitetis, 2) gaya bahasa pertentangan penulis menggunakan majas hiperbola, ironi, oksimoron, paronomasia, 3) gaya bahasa pertautan penulis menggunakan majas elipsis, 4) gaya bahasa perulangan penulis menggunakan majas kiasmus. Penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan ajar dalam KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MERELEVANSI DONGENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERCERITA BERPASANGAN
Devi Ardhagiani
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.339 KB)
Penelitian ini bertolak dari rendahnya kemampuan siswa kelas VII E SMP Islam Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2016-2017dalam mnginterpretasi dongeng. Sebagai pemecahan masalahnya, maka digunakan metode bercerita berpasangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan metode bercerita berpasangan untuk meningkatkan kemampuan siswa merelevansi dongeng dan mengetahui peningkatan kemampuan siswa siswa merelevansi dongeng setelah mengikuti pembelajaran dengan metode bercerita berpasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK. Subjek penelitian terdiri 33 siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan seperti berikut. Pertama, langkah-langkah Penggunaan Metode Bercerita Berpasangan untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Merelevansi Dongeng. Kegiatan awal dilakukan selama 10 menit. Guru mengucapkan salam, menanyakan kehadiran dan kabar siswa. Guru memotivasi siswa agar mengikuti pembelajaran dengan semangat. Kegiatan inti selama 65 menit, tahap eksplorasi guru memberikan penguatan materi merelevansi dongeng. Guru menggali pengetahuan siswa melalui kegiatan saling tanya terkait merelevansi dongeng. Guru menjelaskan langkah merelevansi dongeng dengan menggunakan metode bercerita pasangan. Kegiatan elaborasi, guru mengatur siswa agar berpasangan dengan temannya. Tahap lanjutan, siswa pertama dalam pasangan membaca teks dongeng “Keledai Pembawa Garam”, sementara temannya mendengarkan sambil mencatat kata kunci penting. Kegiatan tersebut bergantian sampai selesai dilakukan. Siswa saling menukar kata kunci yang telah ditemukan oleh masing-masing siswa, kemudian mereka berdiskusi mencari kesepakatan kata kunci yang belum ditemukan masing-masing siswa. Tahap selanjutnya siswa mengarang dengan merelevansikan dongeng dengan situasi sekarang berdasarkan kata kunci yang disepakati. Tahap konfirmasi, satu siswa sebagai perwakilan dari tiap kelompok membacakan hasil pekerjaannya. Tahap lanjutan Guru mengumpan balik dan merefleksikan atas keberhasilan belajar siswa. Kegiatan penutup dialokasikan 5 menit. Guru menyimpulkan materi pembelajaran merelevansi dongeng. Guru dan siswa mengucapkan syukur atas selesainya pembelajaran. Tahap berikutnya guru menutup pembelajaran. Kedua, terjadi peningkatan kemampuan siswa merelevansi dongeng setelah digunakan metode bercerita berpasangan. Hal ini dibuktikan rata-rata nilai belajar pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata 74,17. Pada siklus 2 nilai rata-rata 89,33 atau kemampuan hasil belajar siklus I ke siklus 2 maka dinyatakan meningkat sebesar 15,16. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan kemampuan siswa merelevansi dongeng setelah digunakan metode bercerita berpasangan.
MENERAPKAN METODE ESTAFET WRITING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PANTUN DI SMP
Wita Widianti;
Taufik Hidayat
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2020): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2020
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.461 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode estafet writing dalam pembelajaran menulis pantun. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, teknik pembelajaran, dan teknik tes. Untuk mengetahui hasil dari pembelajaran dalam penelitian ini digunakan desain prauji-pasca uji kelompok (pretes-postes control group design). Melalui perbandingan hasil prates dan pscates diketahui perubahan kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis teks pantun. Setelah data-data diolah, dianalisis, dan dideskripsikan dapat diperoleh gambaran sebagai berikut. (a) Langkah-langkah pembelajaranmenulis teks pantun dengan menerapkan metode estafet writing terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal: (1) guru mengucapkan salam kemudian siswa merespon salam (untuk mengawali kegiatan pembelajaran); (2) guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa; (3) guru melaksanakan apersepsi kepada siswa dengan melakukan tanya jawab; (4) guru memberikan prates kepada siswa, kegiatan inti : (1) mengamati; (2) menanya; (3) menalar; (4) mengasosiasi; (5) mengomunikasikan, kegiatan akhir : (1) guru memberikan pascates kepada siswa; (2) guru dan siswa membuat simpulan mengenai pembelajaran; (3) guru dan siswa mengakhiri pembelajaran. (b) Terdapat perubahan kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis teks pantun dengan menggunakan metode estafet writing. hal ini dapat terlihat dari perbandingan hasil prates dan pascates yang menunjukkan hasil pascates lebih baik dari pada hasil prates.
PEMBELAJARAN MENULIS RESENSI NOVEL SENGSARA MEMBAWA NIKMAT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM
Reni Darwati
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.251 KB)
Latar belakang penelitian ini adalah adanya masalah, yaitu masih rendahnya kemampuan siswa dalam menulis resensi. Faktor penyebab adalah kurang tepatnya model yang digunakan dalam pembelajaran. Solusi yang diambil adalah dengan menggunakan model Quantum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tekhnik dan instrumen penelitian berupa lembar observasi, wawancara, teknik tes, telaah pustaka dan teknik analisis. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Hepweti Ciamis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah persentase keikutsertaan, tingkah laku, dan prestasi siswa dalam pembelajaran menulis resensi mencapai prosentase rata-rata sebesar 98,5%. Kemudian membandingan dengan penilaian prestasi kerja menurut ahli, dapat dikatagorikan amat baik.
FEMINISME DALAM NOVEL SECUIL HATI WANITA DI TELUK EDEN KARYA VANNY CHRISMA W
Defitasari Defitasari
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2021
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.332 KB)
|
DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i1.6535
Penelitian ini berjudul Feminisme dalam Novel “Secuil Hati Wanita di Teluk Eden” Karya Vanny Chrisma W dan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa didalam kehidupan masyarakat banyak terjadi ketidakadilan yang dialami oleh perempuan, sehingga penulis tertarik untuk mengkaji bentuk feminisme berdasarkan perspektif gender pada novel Secuil Hati Wanita di Teluk Eden Karya Vanny Chrisma W. Bertolak pada latar belakangmasalah di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan masalahnya sebagai berikut, “Bagaimanakah nilai-nilai feminisme dalam novel Secuil Hati Wanita di Teluk Eden Karya Vanny Chrisma W?”, sedangkan tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mendeskripsikan nilai-nilai feminisme dalam novel Secuil Hati Wanita di Teluk Eden Karya Vanny Chrisma W. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Adapun fokus penelitian yang dikaji yaitu analisis bentuk ketidakadilan gender dalam novel Secuil Hati Wanita di Teluk Eden Karya Vanny Chrisma W dengan sub fokus penelitiannya berupa Stereotipe, kekerasan dan beban kerja. Berdasarkan hasil analisis bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam novel Secuil Hati Wanita di Teluk Eden Karya Vanny Chrisma W dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Bentuk stereotipe, yaitu pelabelan negatif. 2) Bentuk Kekerasan, yaitu tindakan pemukulan dan serangan fisik dalam rumah tangga (domestic violence). 3) Bentuk Beban Kerja, yaitu pekerjaan domestik rumah tangga menjadi tanggung jawab kaum perempuan. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran sastra di SMA/SMK pada KD 3.9 Menganalisis Isi dan Kebahasaan Novel.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUNDTABLE PADA KELAS XI TKJ SMK LPT CIAMIS
Dede Arif
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2020): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2020
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.601 KB)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPENDENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUNDTABLEPADA KELAS XI TKJ SMK LPT CIAMIS Dede ArifMahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa IndonesiaFKIP Universitas Galuh Ciamisarifnumbawan@gmail.comABSTRAKLatar belakang penelitian adalah rendahmya kemampuan siswa dalam menulis cerpen pada kelas XI TKJ SMK LPT Ciamis dan belum memenuhi tuntutan sebagaimana yang telah ditentukan batas minimal ketuntasan belajar. Salah satu faktor penyebabnya diduga kurang tepatnya penggunaan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tersebut. Metode roundtable merupakan solusi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks cerpen. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu : (1) Bagimanakah langkah – langkah penggunaan metode roundtable dalam pembelajaran menulis cerpen?; (2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen setelah menggunakan metode roundtable? Adapun tujuan penelitian ini untuk menjawab kedua rumusan masalah tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik tes dan teknik wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari setiap siklus, metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan desain Penelitian tidakan kelas. Berdasarkan hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan hal - hal sebagai berikut. Langkah-langkah dalam pembelajaran untuk kemampuan menulis cerpen yang dilakukan guru kepada siswa melalui upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran roundtable ditempuh dalam empat langkah yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Sementara itu dalam pelaksanaan proses penelitian ditekankan pada langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model roundtable yang terdiri dari kegiatan awal kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.Terdapat peningkatan kemampuan menulis cerpen pada siswa melalui upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model roundtable dan diketahui siklus II lebih baik dari siklus I. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan skor yang terjadi dari tahap pratindakan hingga siklus II. Skor rata-rata pratindakan sebesar 68,45 masih di bawah kriteria keberhasilan yaitu 75. Setelah adanya tindakan terjadi peningkatan kualitas produk pada siklus I dan II. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata siklus I sebesar 77,75 dan skor rata-rata siklus II sebesar 88,44. Demikian terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran roundtable, bahwa penerapan model pembelajaran roundtable mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen.
NILAI MORAL DAN SOSIAL DALAM ALBUM LAGU PARADOX KARYA ISYANA SARASVATI
WINA WINA
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2018): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.834 KB)
|
DOI: 10.25157/diksatrasia.v2i1.1282
Peneliti ini dilatar belakangi oleh upaya mendapatkan alternatif bahan pembelajaran menulis puisi di SMP kelas VIII. Masalah pokok yang dibahas adalah bagaimanakah nilai moral dan sosial yang terdapat dalam album Paradox, serta upaya untuak mendapatkan alternatif bahan ajar menulis puisi puisi di SMP kelas VIII. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat nilai moral dan sosial yang terkandung dalam lirik lagu Isyana Sarasvati dalam Album Paradox. Setelah dilakukan analisis dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Hubungan manusia dengan diri sendiri yang terdapat dalam lirik lagu Isyana Sarasvati album Paradox terdiri dari 2 macam nilai (1) Nilai yang berkaitan akan sabar dalam menghadapi kehidupan. (2) nilai yang berkaitan akan ikhlas dalam menghadapi kehidupan. Hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam yang terdapat dalam lagu Iayana Sarasvati album Paradox terdiri dari 2 macam nilai: (1). Nilai yang berkaitan akan tolong menolong terhadap orang lain. (2). Nilai yang berkaitan akan memanfaatkan kesalahan orang lain. Hubungan manusia dengan tuhannya yang terdapat dalam lagu Isyana Sarasvati album Paradox terdiri dari 2 macam nilai: (1). Nilai yang berkaitan akan mensyukuri nikmat-Nya dengan jalan menerima, mengurus, memanfaatkan semua pemberian Allah kepada manusia. (2). Nilai yang berkaitan akan memohon ampun atas segala dosa dan tobat dalam makna sadar untuk tidal lagi melakukan segala perbuatan jahat dan tercela.Nilai material, Nilai vital, Nilai kerohanian yang terdapat dalam lirik lagu Isyana Sarasvati album Paradox terdiri dari 4 macam nilai. Niai yang berkaitan akan nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai kebaikan, nilai religuis.
PENGGUNAAN MODEL TIPE CURAH PENDAPAT DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI TENTANG KEINDAHAN ALAM
Wili Nuramdani
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.072 KB)
|
DOI: 10.25157/diksatrasia.v1i2.640
Penggunaan Model Tipe Curah Pendapat Dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Tentang Keindahan Alam (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VII-C SMP Muhammadiyah Majenang).Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Majenang dapat diperoleh informasi bahwa dari 23 orang siswa kelas VII C yang dijadikan sebagai objek penelitian, hanya 10 orang yang mampu mencapai KKM dalam pembelajaran menulis puisi. Sisanya 13 orang siswa belum mencapai KKM yang diterapkan yaitu 7,1. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Bagaimanakah langkah-langkah penggunaan model pembelajaran model tipe curah pendapat dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi ? (2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa menulis puisi setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model tipe curah pendapat ? Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik pembelajaran, teknik tes, dan teknik analisis. Pengolahan data di lakukan dengan cara mengumpulkan data dari setiap siklus, dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Setelah data-data diolah, dianalisis, dan dideskripsikan, dapat diperoleh gambaran sebagai berikut: (1) Langkah-langkah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi yang dilakukan guru kepada siswa melalui upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran model tipe Curah Pendapat ditempuh dalam empat langkah yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam perencanaan disusun berdasarkan langkah-langkah perencanaan yang telah di tentukan. (2) Terdapat peningkatan siswa dalam menulis puisi setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Curah Pendapat. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata nilai siswa pada siklus 2 lebih baik dari siklus 1, dengan rata-rata nilai siswa 74,88 pada siklus 1 dan rata-rata nilai siswa 81,85 pada siklus 2.
PENGGUNAAN TEKNIK SHOW NOT TELL (SNT) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII SMP NURUL FIRDAUS TAHUN AJARAN 2020/2021
Naily Hasanah
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2022
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.11 KB)
Menulis merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa. Kurikulum 2013 yang telah diberlakukan pemerintah juga menghendaki terwujudnya kemampuan siswa dalam menulis teks. Salah satu jenis teks yang harus dikuasai yaitu teks eksplanasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa yang diberi perlakuan menggunakan teknik pembelajaran show not tell berbantuan media gambar seri pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Nurul Firdaus. Penelitian ini dilakukan karena melihat keterampilan menulis teks di sekolah masih sangat rendah. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimen design, dalam bentuk desain one group pretest posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Nurul Firdaus sebanyak 15 orang. Proses pembelajaran dengan menggunakan teknik show not tell berbantuan media gambar seri yaitu; pertama guru memperlihatkan sebuah gambar seri dan semua siswa mengamatinya, kedua guru meminta siswa untuk mendaftarkan kalimat yang memberitakan dari setiap gambar, ketiga guru menyuruh siswa merubah kalimat menjadi paragraf, setelah itu hasil pekerjaannya dikumpulkan. Hasil penelitian ini ditunjukan dari uji hipotesis menggunakan SPSS 25 melalui uji statistic independen sample T Test dalam mengukur kemampuan siswa menulis teks eksplanasi dengan nilai yang sudah termasuk kategori mampu. Hal ini menunjukkan setelah diberi perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi setelah diberi perlakuan dengan menggunakan teknik show not tell berbantuan media gambar seri.
NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA
Rina Hasanah
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499 KB)
Penelitian ini dilatar belakangi adanya pemilihan bahan ajar yang ditentukan kurang menyesuaikan daya kemampuan analisis siswa terhadap novel. Berdasarkan keadaan tersebut, guru dapat menambah bahan ajar membaca novel dengan menyesuaikan kemampuan siswa. Salah satunya mengkaji nilai religi pada novel Sujud Cinta di Masjid Nabawi sebagai upaya penambahan bahan ajar. Metode penulis gunakan adalah metode deskripsi yaitu metode yang menggambarkan hasil penelitian. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa novel Sujud Cinta di Masjid Nabawi Karya Putri Indah Wulandari ini mengandung nilai-nilai religi yaitu: aqidah yang di diibaratkan sebagai fondasi, di mana seluruh komponen ajaran Islam tegak di atasnya. Takwa menjadikan upaya seorang hambanya untuk membuat pelindung antara dirinya dengan sesuatu yang ia takuti. Dengan begitu, seorang hamba yang ingin bertakwa kepada Allah SWT, berarti ia ingin membangun pelindung antara dirinya dari Allah SWT yang ia takuti kemarahan dan kemurkaan-Nya. Dan akhlak yang mencakup segala pengertian tingkah laku, tabi’at, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama makhluk.