cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 338 Documents
KESALAHAN BERBAHASA DALAM SURAT KELUAR DI KANTOR KEPALA DESA SALAKARIA Pipih Sopiyah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2019): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.735 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v3i1.2430

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu karena  masih banyak kesalahan-kesalahan dalam penyusunan surat dinas yang dilakukan oleh Aparat Desa di Kantor Kepala Desa Salakaria. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian  deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesalahan berbahasa dalam surat keluar di Kantor Kepala Desa Salakaria. Hasil penelitian yang diperoleh dari data analisis kesalahan berbahasa dalam surat keluar di Kantor Kepala Desa Salakaria sebagai berikut. 1) kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi sebanyak 5 kesalahan dengan presentase 2,7% terdiri dari perubahan fonem, penghilangan fonem dan penambahan fonem; 2) kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi sebanyak 4 kesalahan dengan presentase 1,3 %terdiri dari penghilangan afiks, penentuan bentuk dasar yang tidak tepat, dan penempatan afiks yang tidak tepat pada gabungan kata;  3) kesalahan berbahasa dalam tataran sintaksis sebanyak 30 kesalahan dengan presentase 17,3 % yang terdiri dari kesalahan bidang frasa, kesalahan dalam bidang kalimat, kalimat yang tidak bersubjek dan tidak berpredikat, kalimat yang tidak logis, penggunaan konjungsi yang berlebihan, dan penggunaan istilah asing; 4) kesalahan berbahasa dalam tataran semantik sebanyak 2 kesalahan dengan presentase 1,2 % pada kesalahan karena pemilihan kata yang tidak tepat; 5) kesalahan berbahasa dalam tataran wacana sebanyak 2 kesalahan dengan presentase 1,2% pada kesalahan koherensi; dan 6) kesalahan berbahasa dalam penerapan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan sebanyak 130 kesalahan dengan presentase 74,7% yang terdiri dari kesalahan penulisan huruf besar atau kapital, kesalahan penulisan huruf miring, kesalahan penulisan kata, kesalahan penulisan lambang bilangan, kesalahan penulisan unsur serapan, dan kesalahan penulisan tanda baca.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN “SAAT CINTA DATANG BELUM PADA WAKTUNYA” KARYA ARI PUSPARINI Peri Andriyanto
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v1i2.630

Abstract

Penelitian ini didasarkan permasalahan penyediaan bahan ajar yang masih terpaku karena menggeneralisasi kemampuan siswa secara global. Permasalahan lainnya penggunaan bahan ajar LKS yang kurang proporsional. Beranjak dari situasional dan keadaan pemilihan bahan ajar tersebut, maka guru yang kreatif akan menentukan dan memilih berbagai sumber apapun untuk dijadikan bahan ajar, termasuk pemilihan kumpulan cerpen Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya yang isi dari cerpennya dikaji berdasarkan gaya bahasa. Metode penelitian penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data ini menggunakan teknik studi pustaka, teknik dokumentasi, dan teknik analisis. Teknik pengolahan data yakni membaca, mengkaji, dan menemukan kesesuaian kumpulan cerpen Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya dengan kriteria pemilihan bahan ajar. Hasil penelitian bahwa gaya bahasa kumpulan cerpen Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya karya Ari Pusparini memiliki nilai estetis yang tinggi dan mempu melejitkan makna. Hal ini ditunjukan dengan penggunaan gaya bahasa yang cukup variatif, karena didalamnya terdapat gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Gaya bahasa perbandingan dalam li kumpulan cerpen Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya karya Ari Pusparini cukup mendominasi sebesar 62,50%. Gaya bahasa pertentangan tidak mendominasi, karena diketahui hanya 37,50%. Gaya bahasa pertautan tidak mendominasi, hal tersebut dibuktikan dengan 12,50%, sedangkan gaya bahasa perulangan tidak mendominasi, hal tersebut dibuktikan dengan 25,00%. Jika dirata-ratakan dari keseluruhan, maka jatuh pada persentase 57,89% artinya gaya bahasa kumpulan cerpen Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya karya Ari Pusparini berada pada kategori cukup mendominasi. Selanjutnya kesesuaian gaya bahasa kumpulan cerpen Saat Cinta Datang Belum pada Waktunya karya Ari Pusparini dengan bahan ajar mengidentifikasi cerpen di SMA, ternyata terbukti memiliki kesesuaian dengan kriteria bahan ajar, yakni bahan pelajarannya valid, bahan ajarnya berarti atau bermanfaat, bahan ajarnya menarik, dan bahan ajarnya berada dalam batas-batas kemampuan peserta didik untuk mempelajarinya.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NASKAH DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER Jodi Ahmad; H. R. Herdiana
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.397 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam dialog naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer digunakan sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Penelitian ini dilakukan dengan cara memilah-milah tuturan yang termasuk kedalam tindak tutur ilokusi dalam naskah drama Mega-Mega karya Arifin C. Noer, kemudian dianalisis dengan mengacu pada teori bentuk tindak tutur ilokusi menurut John R. Searle. Peneliti menggunakan langkah-langkah metode analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yaitu 1) reduksi data; 2) penyajian data; 3) menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian adalah bentuk tindak tutur ilokusi meliputi: (1) bentuk aseptif dengan maksud mengeluh, memberitahukan, menyatakan, melaporkan dan menuntut, (2) Bentuk direktif dengan maksud menyarankan, menasehati, meminta, memerintah dan memohon, (3) bentuk komisif dengan maksud memanjatkan doa, berjanji, bersumpah dan menawarkan, (4) bentuk ekspresif dengan maksud memuji, menyalahkan, berbelasungkawa, meminta maaf, mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat, (5) bentuk deklaratif dengan maksud memberi nama dan menentukan. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Naskah Drama, Mega-Mega, Arifin C. Noer
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PETA PASANG KATA Endar Adi Prayogi
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.129 KB)

Abstract

Pembelajaran menulis merupakan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa kelas VIII semester 2 yaitu  “Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai”, yang ditentukan oleh Kompetensi Kelululsan Minimal (KKM) mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas VIII  yaitu 78. Dengan kenyataan tersebut dapat dilihat beberapa permasalahan pokok yang menjadi inti kajian dalam rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana langkah-langkah penggunaan teknik peta pasang kata dalam pembelajaran menulis puisi? dan 2) Bagaimana peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata?Setelah dilaksanakannya pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata, maka diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, pada pembelajaran siklus I dan siklus II peserta didik terlihat sudah memahami yaitu dengan kegiatan Eksplorasi: pembelajaran menulis puisi diawali dengan melihat contoh puisi yang menggunakan teknik peta pasang kata, dari contoh puisi tersebut peserta didik menulis puisi harus memperhatikan pilihan kata (diksi) yang tepat, tipografi yang sesuai, rima dan irama yang sesuai. Elaborasi: dengan melihat contoh puisi yang menggunakan teknik peta pasang kata imajinasi peserta didik berkembang  dan dapat memilih kata untuk dipasang-pasangkan bahkan membuat puisi yang sesuai dengan teknik peta pasang kata. Konfirmasi: peserta didik menerima umpan balik positif berupa tanya jawab dan penguatan materi mengenai puisi, serta penghargaan (inforcement) berupa tepuk tangan dan pujian terhadap keberhasilan peserta didik. Setelah selesai melaksanakan kegiatan inti yaitu pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata. Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman pelaksanaan pembelajaran dan membuat simpulan. Kedua, terdapat peningkatan kemampuan peserta didik dalam  pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik peta pasang kata. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kemampuan siswa pada siklus I yaitu 76.57 meningkat menjadi 88.68 pada siklus II, atau meningkat 12.11 poin.
PENGGUNAAN BAHASA PROKEM DALAM UNGGAHAN VIDEO CHANEL YOUTUBE QORYGORE Asep Hidayat
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.158 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i1.6483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penggunaan bahasa prokem dalam unggahan video chanel youtube Qorygore . Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Video chanel youtube Qorygore digunakan sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik telaah pustaka,simak,catat,dan analisis. Penelitian ini dilakukan dengan cara memilah-milah tuturan yang termasuk kedalam ciri kata bahasa prokem dalam unggahan video chanel youtube Qorygore , kemudian dianalisis dengan mengacu pada teori bahasa gaul James Danandjaja. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga langkah, yaitu; (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah  karakteristik penggunaan bahasa prokem atau bahasa gaul dari segi tata bahasa yaitu kata dengan karakteristik (1) cenderung mengabaikan kaidah bahasa indonesia ,(2) cenderung menggunakan singkatan,dan (3) cenderung menggunakan akronim.
STRUKTUR SASTRA DALAM KUMPULAN CERPEN BERJUTA RASANYA KARYA TERE LIYE Resza Pratiwi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2018): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.077 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v2i2.2217

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Struktur Sastra Dalam Kumpulan Cerpen Berjuta Rasanya Karya Tere Liye”. Struktur sastra merupakan unsur pembangun dalam sebuah karya sastra yang tidak dapat dipisahkan atau di ubah satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur sastra dalam kumpulan cerpen Berjuta Rasanya Karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya teknik telaah pustaka, teknik analisis, dan teknik dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Unsur intrinsik. Unsur Tema. Tema yang terdapat dalam kumpulan cerpen Berjuta Rasanya karya Tere Liye bertemakan tentang proses pengalaman cinta yang berbeda-beda, yang memiliki berjuta rasanya. Unsur Plot atau Alur. Plot atau alur yanag di gunakan dalam kumpulan cerpen Berjuta Rasanya karya Tere Liye adalah alur maju dan alur campuran. Cerpen yang mengunakan alur campuran (alur maju mundur) ialah Kupu-Kupu Monarch, selebihnya menggunakan alur maju. Unsur Latar. Unsur latar yang digunakan dalam kumpulan cerpen Berjuta Rasanya Karya Tere Liye adalah latar tempat, latar waktu dan latar sosial. Unsur Tokoh atau Penokohan. Unsur tokoh atau penokohan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Berjuta Rasanya karya Tere Liye adalah menggunakan tokoh utama aku dan tokoh tambahan. Unsur Sudut Pandang. Sudut pandang dalam kumpulan Cerpen Berjuta Rasanya karya Tere Liye adalah sudut pandang persona ketiga “Dia” dan sudut pandang persona pertama “Aku”. Cerpen yang menggunakan sudut pandang persona ketiga “Dia” adalah Mimpi-Mimpi Laila Majnun, Kupu-Kupu Monarch, Joni dan Doni, Pandangan Pertama Zalaiva selebihnya menggunakan sudut pandang persona pertama “Aku” Unsur Gaya Bahasa. Unsur gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan cerpen Berjuta Rasanya karya Tere Liye ialah gaya bahasa figuratif atau pemajasan. Cerpen yang termasuk ke dalam majas perbandingan adalah Hiks Ku Pikir Kau Naksir Aku, Cinta Zooplankton, Cintanometer, Harga Sebuah Pertemuan,Kotak-Kotak Kehidupan Andrei, Kutukan Kecantikan Miss X, Love Ver 7.0 & Married Ver 9.0, Kutukan Kecantikan Miss X 2, Lily dan Pria Tiga Itu, Mimpi-Mimpi Laila Majnun, Kupu-Kupu Monarch, Joni dan Doni, Pandangan Pertama Zalaiva. Sedangkan yang termasuk ke dalam majas sindiran adalah Bila Semua wanita Cantik dan Antara Kau dan Aku. Unsur Ekstrinsik. Latar Belakang Kehidupan Pengarang, Gaya tulisan dalam cerpen Berjuta Rasanya begitu sederhana tapi penuh makna dan filosofi yang mendalam. Psikologi Pengarang. Tere Liye mengungkapkan curahan perasaan atau luapan perasaan dan pikirannya serta imajinasinya ke dalam cerita-cerita dalam cerpen Berjuta Rasanya. Lingkungan Sosial Pengarang. Tere Liye mengungkapkan keadaan lingkungan sosial terhadap perbedaan strata sosial di dalam masyarakat. Perbedaan status antara orang kaya dan orang miskin terlihat pada sisipan ceritanya.Kata Kunci: Struktur sastra
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMPRESENTASIKAN HASIL PENELITIAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TAKE AND GIVE (MEMBERI DAN MENERIMA) Idik Nursidik
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.115 KB)

Abstract

Berdasarkan nilai-nilai siswa di MA DAARUL ABROOR diperoleh keterangan, bahwa hasil tes siswa kelas XI IPS-2 dalam indikator berbicara masih rendah. Sebanyak 65 % dari jumlah siswa belum mampu mempresentasikan hasil penelitian secara runtut. Nilai sebagian siswa masih tergolong rendah yakni 65 dan berada di bawah KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 78. Hasil wawancara dengan siswa, diperoleh kenyataan bahwa 75 % siswa merasa kesulitan mempresentasikan hasil penelitian secara runtut karena model pembelajaran kurang tepat. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan masalah yaitu: 1) Bagaimanakah langkah-langkah penggunaan model take and give dalam meningkatkan kemampuan mempresentasikan hasil penelitian pada siswa kelas XI IPS-2?; 2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil penelitin setelah digunakan model take and give pada siswa kelas XI IPS-2?. Berdasarkan pembahasan, penilitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Langkah-langkah dalam mengembangkan kompetensi mempresentasikan hasil penelitian kegiatan yang dilakukan guru kepada siswa melalui pembelajaran dengan menggunakan model Take and give yang ditempuh dalam dua siklus setiap siklusnya menempuh empat langkah yakni (1) perencanaan (planning); (2) pelaksanaan (action); (3) observasi (observation); dan (4) refleksi. Dalam perencanaan disusun berdasarkan langkah-langkah perencanaan yang telah di tentukan, yakni (1) kompetensi dasar; (2) hasil belajar; (3) indikator hasil belajar; (4) materi pokok; (5) langkah-langkah KBM; (6) penilaian. Sementara itu dalam pelaksanaan proses penelitian ditekankan pada langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut (1) kegiatan Awal; (2) kegiatan inti dan (3) kegaiatan akhir. Pengamatan (observing) dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI sebagai observer I dan Guru Wali Kelas XI-1, yang bertindak sebagai observer II dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Adapun hal-hal yang perlu direfleksi sehubungan dengan hasil analisis tersebut, antara lain rencana pelaksanaan pembelajaran, aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. 2) Kemampuan siswa kelas XI-1 MA Daarul Abroor Tasikmalaya, dalam mempresentasikan hasil penelitian mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran mempresentasikan hasil penelitian yang disajikan dengan menggunakan model take and give. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan dalam mempresentasikan hasil penelitian pada siklus I memperoleh skor 1505 dengan rata-rata nilai 75,25 dan mengalami peningkatan pada pembelajaran siklus II memperoleh skor 1695 dengan rata-rata nilai 84,75.
NILAI SOSIAL YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL MY STUPID BOSS KARYA CHAOS@WORK Lilim Nurhalimah
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.675 KB)

Abstract

Lilim Nurhalimah, NIM: 2108170015. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh Ciamis. Judul skripsi, “Nilai Sosial yang Terkandung dalam Novel My Stupid Boss Karya Chaos@Work”. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yaitu mengkaji hubungan antara karya sastra dengan masyarakat, bagaimana hubungan itu terjadi, dan apa akibat yang ditimbulkan atas hubungan tersebut. Penelitian ini mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel  My Stupid Boss Karya Chaos@Work diantaranya: tema, tokoh dan penokohan, alur, latar (tempat, waktu, suasana, dan sosial), sudut pandang, dan gaya bahasa. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menemukan nilai sosial yang terkandung dalam novel My Stupid Boss Karya Chaos@Work. Nilai sosial yang dimaksud yaitu rasa kasih sayang , Tanggung jawab, serta keserasian hidup. Nilai sosial ini merupakan ciri khas sifat Bossman yang mempunyai sifat yang aneh dan dengan kesabaran orang-orang sekitarnya yaitu Diana, Dika dan karyawan yang lainnya Bossman mempunyai sisi baiknya. Banyak hikmah yang dapat diambil dari kehidupan Bossman dan karyawannya setelah menganalisis nilai sosial yang terkandung di dalamnya sehingga dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesiadi sekolah, dalam aspek membaca. Pada pembelajaran ini, kompetensi pembelajaran bahasa Indonesia kelas XII pada Kompotensi Dasar (KD) 3.14 Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah buku pengayaan (nonfiksi) dan satu buku drama (fiksi) serta mengembangkan sikap apresiatif dalam menghayati karya sastra.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM BERMAIN PERAN DENGAN IMPROVISASI
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.901 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v1i1.174

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran bermain peran dengan improvisasi di kelas VIII B SMP Negeri 1 Rajadesa dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Rajadesa dalam bermain peran dengan improvisasi dengan menggunakan media audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan desain penelitian yang ditentukan dalam penelitian ini adalah desain penelitian tindakan kelas. Sumber data dalam penelitian ini adalah 2 orang guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia sebagai observator dan siswa kelas VIII B SMP N 1 Rajadesa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bermain peran dengan improvisasi dengan menggunakan media audio visual. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil tes yang dilakukan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Rajadesa yang meliputi tes siklus I dan siklus II. Pada prasiklus nilai rata-rata siswa 51,87 dan termasuk dalam kategori cukup. Nilai rata-rata pada prasiklus merupakan nilai awal sebelum dilakukan tindakan menggunakan media audio visual. Hasil yang diperoleh juga belum mencapai standar nilai yang telah ditentukan yaitu 65. Nilai rata-rata siswa pada siklus I mencapai 60,16 dan masih tergolong dalam kategori cukup. Nilai rata- rata pada siklus I juga belum memenuhi standar nilai yang ditentukan sehingga perlu dilakukan tindakan pembelajaran siklus II. Setelah dilakukan tindakan pembelajaran siklus II, nilai rata-rata tes siswa 74,6 dan sudah memenuhi target nilai penelitian yang ditentukan karena termasuk dalam kategori baik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM Deza Maulidini
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2020): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.114 KB)

Abstract

ABSTRAKJudul Penelitian : “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Film (Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Baregbeg Ciamis)).Kemampuan menulis puisi siswa masih belum optimal. Hal itu terbukti dengan masih adanya siswa yang belum mampu mencapai KKM. KKM mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Baregbeg adalah 60. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana langkah-langkah penggunaan media film dalam menigkatkan kemampuan menulis puisi?; 2) Bagaimana peningkatan kemampuan menulis puisi setelah digunakan media film?.Berdasarkan pembahasan, penilitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Langkah-langkah penggunaan media film dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi adalah sebagai berikut. Kegiatan awal diawali dengan kegiatan : siswa merespon salam dan pertanyaan guru berhubungan dengan kondisi siswa. Guru memberi motivasi kepada peserta didik berupa tayagan video. Peserta didik menanggapi tayangan yang diamati dari video. Guru mengadakan apresepsi. Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan inti terdiri dari tahapan kegiatan sebagai berikut. Mengamati. Kegiatan mengamati diawali dengan siswa membaca contoh puisi yang disajikan guru. Siswa berdiskusi untuk mengetahui unsur pembangun puisi dengan pilihan kata yang sesuai. Menanya. Kegiatan menanya diawali dengan siswa bertanya jawab tentang unsur pembangun puisi. Menalar. Kegiatan menalar diawali dengan guru menggali kemampuan siswa dalam menulis puisi. Mencoba. Kegiatan mencoba dilakukan dengan guru menayangkan film dan siswa menyimak / mengamati film yang berjudul “menjadi dewasa” sebagai bahan untuk memperoleh konsep dan gagasan-gagasan. Mencatat gagasan yang terdapat dalam film. Mengungkapkan kemungkinan penggunaan diksi yang tepat untuk mendukung gagasan. Menyajikan larik dan bait sebagai wujud dari pengembangan diksi. Mengkomunikasikan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan siswa membacakan hasil menulis puisi di depan kelas. Siswa yang lain menyimak dan menanggapi puisi yang dibacakan oleh siswa yang membacanya. Siswa dibantu guru menarik kesimpulan dari hasil menulis puisi yang telah dibaca. Kegiatan akhir dilaksanakan dengan guru dengan siswa membuat simpulan topik pembelajaran. Guru mengucapkan hamdallah atas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru memberitahukan topik pembahasan selanjutnya kepada siswa, dan tutup.Terdapat peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media film. Pembelajaran sebelum digunakan media film diperoleh hasil belajar dengan rata-rata nilai 58,53. Hasil belajar siswa dalam menulis puisi setelah menggunakan media film pada siklus I mencapai rata-rata nilai 69,85. Hal ini dapat dibuktikan dari kemampuan awal mengalami peningkatan sebesar 11,32 ke siklus I. Hasil belajar siswa dalam menulis puisi setelah digunakan media film pada siklus II mencapai rata-rata nilai 81,03. Hasil tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam menulis puisi dari siklus 1 ke siklus 2 terjadi peningkatan sebesar 11,18.Kata Kunci: Media Film, Menulis, Puisi

Page 8 of 34 | Total Record : 338