cover
Contact Name
Enny Keristiana Sinaga
Contact Email
ptbunimed@gmail.com
Phone
+6285399350278
Journal Mail Official
ptbunimed@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate Kotak Pos 1589 Medan 20221 Sumatera Utara Telp. (061) 6613365 Fax. (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
ISSN : 24774898     EISSN : 24774901     DOI : doi:http//doi.org/10.24114/eb.v4il
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil merupakan media publikasi karya-karya ilmiah khususnya hasil penelitian dalam bidang pendidikan teknik bangunan, teknik sipil, teknik arsitektur, teknik lingkungan, serta bidang ilmu yang relevan lainnya. Sebelum dipublikasi jurnal ini melewati proses daring dan reviewer. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini terbuka bagi masyarakat ilmiah tidak terbatas pada civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan saja tetapi terbuka bagi dosen dan peneliti dari perguruan tinggi lain, dan para professional lain.
Articles 200 Documents
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH ESTIMASI 1 PROGRAM STUDI TEKNIK EKONOMI KONSTRUKSI (STUDI KASUS: ANGKATAN 2016) Vivi Ariani; Sesmiwati .
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.121 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16145

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemuinya masalah dalam hal perolehan nilai mahasiswa pada matakuliah Estimasi 1. Sesuai data perolehan nilai akhir, diketahui jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai A pada semester genap 2014/2015 hanya 1 orang, semester genap 2015/2016 sebanyak 1 orang, semester genap 2016/2017 tidak ada yang memperoleh nilai A dan semester genap 2017/2018 sebanyak 2 orang. Dari data tersebut penulis memiliki kepentingan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Estimasi 1 dan seberapa besar tingkat  keberhasilan belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, karena penelitian ini akan mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Estimasi 1 dan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa (persentase) dengan responden adalah mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 148 orang. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan Total Sampling, karena seluruh mahasiswa prodi Teknik Ekonomi Konstruksi angkatan 2016 dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan dan analisa kuesioner dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dan program SPSS 20.00. Berdasarkan analisa dengan natural cut off point diperoleh hasil bahwa Faktor Metode Belajar: gaya belajar yang bervariasi (X7) menduduki posisi nomor satu (rangking 1). Sedangkan berdasarkan persentase faktor nilai persentase jumlah item yang terbentuk, Faktor Tipe Metode Belajar (X10) merupakan faktor yang paling mempengaruhi karena mempunyai nilai persentase sebesar 81.9%Kata Kunci: Estimasi 1, Hasil Belajar Mahasiswa, Teknik Ekonomi KonstruksiAbstractThis research is motivated by finding problems in terms of obtaining student scores in the Estimation course 1. In accordance with the final score data, it is known that the number of students who received an A in the 2014/2015 semester was only 1 person, 1 semester even 2015/2016, 1 semester 2016/2017 no one received an A grade and even semester 2017/2018 there were 2 people. From these data the authors have an interest in knowing what factors influence the low student learning outcomes in Estimation 1 course and how much the level of student learning success. This type of research is descriptive, because this study will reveal the factors that influence the low student learning outcomes in Estimation 1 subject and the level of student learning success (percentage) with respondents are 2016 class of 148 students. The sampling technique is to use Total Sampling, because all students of the 2016 Economics Construction Engineering study program are used as research samples. Questionnaire collection and analysis was carried out using Microsoft Excel and the SPSS 20.00 program. Based on the analysis with the natural cut-off point, the result is that the Learning Method Factor: varied learning styles (X7) occupies the number one position (ranking 1). While based on the percentage of factors the percentage of the number of items formed, Factor Type Learning Method (X10) is the most influential factor because it has a percentage value of 81.9%.Keywords: Estimation 1, Construction Economics Engineering, Student learning outcomes  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MENYUSUN RENCANA ANGGARAN BIAYA (MRAB) SISWA KELAS XI TEKNIK KONSTRUKSI BATU DAN BETON SMK NEGERI 1 BALIGE Sam Welson Sitinjak; Jintar Tampubolon
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.676 KB) | DOI: 10.24114/eb.v1i2.2817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan hasil belajar menyusun rencana anggaran biaya siswa kelas XI program keahlian Teknik Konstuksi Batu dan Beton SMK Negeri 1 Balige  melalui model pembelajaran Numbered Heads Together. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 32 orang. Dari hasil uji coba instrumen yang terdiri dari 20 soal pada siklus I, hanya 15 soal yang dapat digunakan dengan keterangan 15 soal yang valid, indeks kesukaran  soal diperoleh 5 butir soal dalam kategori baik, 9 kategori sedang dan 6 kategori mudah, daya beda soal diperoleh 9 soal cukup, 11 soal jelek dan uji reliabilitas 0,81 (sangat tinggi). Sedangkan untuk 20 soal di siklus II, hanya 15 soal yang dapat digunakan dengan keterangan 15 soal valid, indeks kesukaran diperoleh 7 butir soal dalam kategori baik, 10 kategori sedang dan 3 kategori mudah, daya beda soal diperoleh 4 soal baik, 11 soal cukup, 5 soal jelek, uji reliabilitas 0,77 (tinggi) Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing masing terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observating), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil evaluasi proses pada setiap pembelajaran dan berdasarkan observasi keaktifan atau aktifitas siswa dalam penelitian ini, ditemukan siklus I nilai rata-rata aktifitas belajar siswa yaitu 65,82 meningkat sebesar 6,33% menjadi 72,25 pada siklus II. Untuk nilai hasil belajar pada siklus I yaitu 70,64 dan meningkat sebesar 11,36% menjadi 82 pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa,  serta meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Menyusun Rencana Anggaran Biaya. Kata Kunci :  Model Pembelajaran Kooperatif, NHT, Hasil Belajar, MRAB
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT BERAT SHEEP’S FOOT ROLLER DAN VIBRATOR ROLLER DALAM PEKERJAAN BADAN JALAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL MEDAN- KUALANAMU- TEBING TINGGI SEKSI 3: PARBARAKAN – LUBUK PAKAM ZONA 5 Indah Siahaan; Edim Sinuraya
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.163 KB) | DOI: 10.24114/eb.v2i2.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan renana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk penggunaan alat berat sheep foot roller dan vibrator roller dalam pekerjaan pekerjaan badan jalan pada proyek pembangunan jalan tol Medan- Kualanamu- Tebing Tinggi Seksi 3: Perbarakan- Lubuk Pakam (zona 5). Dalam teknik pelaksanaan pekerjaan badan jalan pada proyek pembangunan jalan tol Medan- Kualanamu Tebing Tinggi Seksi 3: Perbarakan- Lubuk Pakam (zona 5) sudah sesuai dengan standard SNI. Dalam penyelesaian penelitian ini, penulis mencoba menghitung produktivitas dan rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam pekerjaan badan jalan pada proyek pembangunan jalan tol Medan- Kualanamu- Tebing Tinggi Seksi 3: Perbarakan- Lubuk Pakam (zona 5). Kata Kunci : rencana anggaran biaya, Sheep foot roller, Vibrator roller Pekerjaan Pemadatan Badan Jalan  
BANGUNAN HEMAT BIAYA DENGAN KREASI BATU BATA BERWARNA Yunita Pane; Orahugo Zega; Ha Putra Zalukhu; Candra Wijaya Buulolo
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 5, No 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.738 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i1JUNI.14186

Abstract

Kreatifitas dan inovasi yang erat kaitannya dengan teknik sipil perlu selalu dikembangkan terus untuk memenuhi harus selalu dikembangkan. Tidak hanya memakai cara yang konvensional tetapi harus mampu menciptakan solusi kreatif untuk mengatasi permasalahan dalam pembangunan gedung. Salah satu hal yang hampir selalu dipakai adalah penggunaan batu bata sebagai bahan bangunan. Batu bata yang kuat dan mampu menahan beban menjadi komponen yang penting dalam pembangunan .Sebagai akibatnya, kebutuhan manusia terhadap Batu bata semakin meningkat. Dengan adanya pemakaian Batu bata di berbagai situasi tentu akan menimbulkan suatu kejenuhan apabila tidak diimbangi dengan inovasi tertentu pada batu bata itu sendiri. Batu bata konvensional yang ada sekarang adalah Batu bata yang masih berwarna merah. Apabila Batu bata yang beredar dimasyarakat hanya warna merah seperti hal tersebut, maka akan menimbulkan kesan monoton. Oleh karena itu, Batu bata dengan warna yang tidak monoton akan mampu memberikan kesan unik dan hemat untuk pembangunan yang akan datang. Hal yang sebenarnya dapat dilakukan adalah dengan mencampur pewarna ke dalam batu bata , sehingga batu bata yang sudah dibakar nanti akan menimbulkan warna baru, sesuai dengan pewarna yang akan digunakan. Sehingga unsur estetika dari batu bata itu sendiri akan bertambah. Penelitian PKM ini sudah mendapat hasilnya dan pelaksanaannya sudah mencapai sekitar 100% sampai saat ini.Kata Kunci: Batu Bata ABSTRACTCreativity and innovation that are closely related to civil engineering need to be constantly developed to meet the need to always be developed. Not only using conventional methods but must be able to create creative solutions to overcome problems in building construction. One of the things that is almost always used is the use of bricks as building materials. Bricks that are strong and able to withstand loads are an important component in development. As a result, human needs for bricks are increasing. With the use of bricks in various situations, it will certainly cause a saturation if it is not balanced with certain innovations in the bricks themselves. The conventional bricks that are now are bricks that are still red. If the brick circulating in the community is only red like that, it will create a monotonous impression. Therefore, bricks with colors that are not monotonous will be able to give a unique and thrifty impression for future development. The thing that can actually be done is by mixing the dye into the brick, so that the bricks that have been burned later will create a new color, according to the dye that will be used. So that the aesthetic elements of the bricks themselves will increase. This PKM research has got results and its implementation has reached around 100%. Keywords: Bricks
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KULIT PINANG DAN EPOXY RESIN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Fahrizal Zulkarnain; Bayu Indra Putra Nasution
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.783 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36263

Abstract

Beton serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat. Tujuan penambahan serat tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik beton. Penambahan beton pada serat buah pinang keringkan atau di oven dengan suhu 0 C, lalu dipisahkan kulit dan bijinya kemudian serat buah pinang diberai agar tidak bergumpal pada saat terjadi pencampuran lalu serat buah pinang dipotong sepanjang 2 cm, lalu serat buah pinang dicampur sedikit demi sedikit ke campuran beton. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tarik belah beton optimum setelah dicampur Serat kulit pinang dan Epoxy Resin pada umur beton 7 hari dan 28 hari. Persentase serat kulit pinang yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 0%, 1%, 1,25% 1,50% dengan penambahan Epoxy Resin sebesar 0,8%. Penelitian menggunakan benda uji yang berupa silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dengan sampel 16 buah beton dan 3 (tiga) variasi yang masing-masing variasi berjumlah 2 sampel. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tarik belah beton. Dari hasil penelitian diperoleh, kuat tarik belah rata - rata beton umur 7 hari dengan serat kulit pinang BN (0%) = 2,86 MPa, BSKP (1%) = 4,56 MPa, BSKP (1,25%) = 3,71 MPa, BSKP (1,50%) = 2,43 MPa. Sedangkan kuat tarik belah rata - rata beton umur 28 hari dengan serat kulit pinang BN (0%) = 2,43 MPa, BSKP (1%) = 2,76 MPa, BSKP (1,25%) = 2,86 MPa, BSKP (1,50%) = 2,54 MPa. Kata Kunci: Beton Serat, Epoxy Resin, Kuat Tarik Belah, Serat Kulit Pinang ABSTRACT Fiber concrete is concrete in which fiber is added. The purpose of adding these fibers is to increase the tensile strength of concrete. The addition of concrete to the betel nut fibers is dried or in the oven at 0 C, then the skin and seeds are separated then the betel nut fibers are spread so as not to clump during mixing, then the areca nut fibers are cut 2 cm long, then the betel nut fibers are mixed little by little into the betel nut. concrete mix. This study aims to determine the optimum split tensile strength of concrete after mixing areca nut fiber and Epoxy Resin at the age of 7 days and 28 days. The percentage of betel nut fiber used in this study was 0%, 1%, 1.25% 1.50% with the addition of 0.8% Epoxy Resin. The study used a test object in the form of a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, with a sample of 16 pieces of concrete and 3 (three) variations, each variation amounting to 2 samples. Tests carried out on the concrete mixture are the split tensile strength of the concrete. From the research results obtained, the average split tensile strength of concrete aged 7 days with betel nut fiber BN (0%) = 2.86 MPa, BSKP (1%) = 4.56 MPa, BSKP (1.25%) = 3 .71 MPa, BSKP (1.50%) = 2.43 MPa. While the average split tensile strength of concrete aged 28 days with betel nut fiber BN (0%) = 2.43 MPa, BSKP (1%) = 2.76 MPa, BSKP (1.25%) = 2.86 MPa, BSKP (1.50%) = 2.54 MPa. Keywords: Areca Nut Fiber, Epoxy Resin, Fiber Concrete, Split Tensile Strength 
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Nurmaidah .
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.232 KB) | DOI: 10.24114/eb.v2i2.4392

Abstract

ABSTRAK Karakteristik abu vulkanik ini relatif berbeda dengan debu tanah kering yang biasa dijumpai pada musim kemarau. Abu vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang dierupsikan secara eksplosif. Maka dari itu abu vulkanik bisa menjadi bahan pengisi (filler) dalam campuran aspal AC-WC. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemanfaatan abu vulkanik sebagai bahan pengisi (filler) terhadap nilai uji marshall campuran AC-WC. Pada campuran AC-WC yang biasanya menggunakan filler semen portland, pada penulisan ini filler semen portland akan dibandingkan dengan menggunakan filler abu vulkanik terhadap alat uji marshall dalam campuran AC-WC dengan menggunakan berat jenis agregat yang sama. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan variasi kadar aspal rencana 5,0%; 5,5%; 6,0%; 6,5%; 7,0%. Sampel yang digunakan berjumlah masing-masing 3 buah pada setiap variasi kadar aspal rencana. Sebelum pembuatan benda uji material agregat dan material aspal harus diuji terlebih dahulu dan pengujian benda uji menggunakan alat uji marshall test. Untuk pembuatan benda uji dapat dilihat dari tabel hasil gradasi agregat gabungan. Tujuan dari pengujian dengan menggunakan alat uji marshall test adalah untuk mencari nilai stability, berat jenis bulk, dan kadar aspal optimumnya. Dari hasil penelitian perbandingan Marshall sisa dari kadar aspal optimum yang berbeda dapat disimpulkan untuk penggunaan semen portland sebagai filler dalam campuran ac-wc lebih baik nilai stabilitasnya dibandingkan dengan abu vulkanik sebagai filler dalam campuran ac-wc 1105 kg berbanding dengan 1095 kg.   Kata Kunci : Abu vulkanik, Aspalt concreate – wearing course, Filler, Karakteristik Marshall, Semen Portland
PERBAIKAN DAN PERKUATAN BANGUNAN SEDERHANA AKIBAT GEMPA Bambang Hadibroto; Sahala Ronitua
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.168 KB) | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10044

Abstract

Bangunan yang sering rusak apabila gempa bumi terjadi adalah bangunan sederhana atau bangunan non-engineering. Bangunan non-engineered adalah bangunan yang umumnya merupakan bangunan penduduk, rumah tinggal, dan lain-lain yang kebanyakan didirikan oleh masyarakat biasa tanpa bantuan ahli struktur. Telah banyak bangunan yang rusak akibat gempa, Sehingga  sangat dibutuhkan pengembangan metode perbaikan dan perkuatan struktur bangunan untuk memperbaiki dan memperkuat bangunan yang rusak akibat gempa. Titik-titik lemah bangunan yang merupakan titik-titik kegagalan bangunan akibat beban gempa, antara lain : join fondasi-kolom, join balok-kolom, dinding pasangan dan sistem struktur atap. Dibutuhkan perbaikan pada elemen-elemen tersebut untuk mengembalikan fungsinya seperti semula serta elemen-elemen tersebut sangat membutuhkan perkuatan sebelum terjadi gempa serta pendetailan penulangan yang akurat. Perbaikan dan perkuatan elemen struktur bangunan yang telah dikembangkan antara lain : perbaikan dinding retak dengan  metode  plesteran yang diperkuat  kawat, melapisi elemen struktur bangunan dengan lapisan beton baru, penambahan tulangan dan lapisan beton pada elemen balok, kolom dan pelat, pembuatan jangkar pada setiap 6 lapis bata dan pembuatan kolom praktis pada dinding roboh serta perbaikan dan perkuatan pada rangka atap dan plafon. Material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perkuatan bangunan sederhana akibat gempa adalah beton, baja tulangan, batu bata, bahan kimia (epoxy) untuk mempercepat proses pekerjaan serta bahan-bahan umum lainnya yang sering dijumpai dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi Kata Kunci : Bangunan Sederhana (Non-Engineering), Perkuatan, Perbaikan  ABSTRACT Buildings are often damaged when the earthquake occurred is a simple building or non- building engineering . Non - engineered buildings are buildings that generally are residential buildings, houses, and others are mostly established by ordinary people without the help of expert structures. Final Project is made using the method of literature study , by collecting data from a variety of books , sources and journals related to the repair and retrofitting of buildings is simple due to the earthquak . Has many buildings damaged by the earthquake , so that the much needed development of repair methods and retrofitting structures to improve and strengthen the buildings damaged by the earthquake . Weak points of the building which is the failure points of the building due to earthquake load , among others : the join - column foundation , beam - column joint , and systems partner walls roof structure. Needed improvements to these elements to restore its original function as well as those elements in desperate need before the earthquake retrofitting and reinforcement detailing accurate . Repair and strengthening of structural elements of the building that have been developed include : repair cracked wall plaster reinforced with wire method , coating the structural elements of the building with a new layer of concrete ,reinforcement and the addition of a layer of concrete on the elements of beams, columns and plates , on the manufacture of each 6 -layer anchor brick and manufacture practical columns on the walls collapsed and the repair and reinforcement on the roof frame and the ceiling. Materials used in the execution of repair work and simple retrofitting buildings caused by the earthquake is concrete , reinforcing steel , bricks , chemicals ( epoxy ) to speed up the work process as well as other common ingredients that are often encountered in the implementation of the construction works.Keywords: building a simple (non - engineering), Rretrofitting, Repair
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM Windi . Prasetya; Asri . Lubis
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.33 KB) | DOI: 10.24114/eb.v1i1.2799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kewirausahaan siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes dan lembar observasi aktivitas siswa. Pada siklus I diperoleh 9 siswa (30%) untuk kategori tidak aktif, 5 siswa (16,67%) untuk kategori cukup, 10 siswa (33,33%) untuk kategori aktif dan 6 siswa (20%) untuk kategori sangat aktif. Siklus II diperoleh 3 siswa (10%) untuk kategori tidak aktif, 6 siswa (20%) untuk kategori cukup aktif, 9 siswa untuk kategori aktif (30%), dan 12 siswa (40%) untuk kategori sangat aktif. Nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu 63 meningkat menjadi 69 pada siklus II.  Data nilai hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh 9 siswa (30%) untuk kategori tidak kompeten, 8 siswa (26,67%) untuk kategori cukup kompeten, 12 siswa (40%) untuk kategori kompeten dan 1 siswa (3,33%) untuk kategori sangat kompeten. Siklus II diperoleh 4 siswa (13,33%) untuk kategori tidak kompeten, 6 siswa (20%) untuk kategori cukup kompeten, 15 siswa (50%) untuk kategori kompeten dan 5 siswa (16,67%). Persentase ketuntasan hasil belajar siswa 70% pada siklus I dengan perolehan nilai rata-rata 75,33 meningkat menjadi 86,67% dengan perolehan nilai rata-rata 80,57 pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kewirausahaan siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MENGGAMBAR TEKNIK 1 SISWA SMK DI MEDAN Novidawaty Tambunan
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.911 KB) | DOI: 10.24114/eb.v2i1.3743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Perbedaan hasil belajar Menggambar teknik 1 antara siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Mind Map dan hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori, (2) Perbedaan hasil belajar Menggambar teknik 1 antara siswa yang memiliki gaya belajar visual dengan yang memiliki gaya belajar kinestetik, (3) interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar Menggambar teknik 1. Penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil belajar Menggambar teknik 1 siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Mind Map (= 22,55), lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori (= 21,35), dengan = 5,72 >  = 3,97, (2) hasil belajar Menggambar teknik 1 siswa yang memiliki gaya belajar Kinestetik (= 23,02) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki gaya belajar Visual (= 20,72), dengan = 5,19 >  = 3,97, (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar Menggambar teknik 1, dengan = 36,91 >  = 3,97. Perhitungan uji lanjut dengan uji Scheffe menunjukkan hasil belajar Menggambar teknik 1 siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih tinggi bila diajar dengan strategi pembelajaran Mind Map, sedangkan hasil belajar Menggambar teknik 1 siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi bila diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori.   Kata Kunci: GayaBbelajar, Hasil Belajar, Mind Map
TRANSFORMASI LINIER UNTUK PERSOALAN PROGRAM KUADRATIK NOL-SATU M Khahfi Zuhanda
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.395 KB) | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8261

Abstract

Program non linier merupakan persoalan yang cukup menarik untuk di bahas oleh matematikawan. Salah satunya program kuadratik nol-satu yang fungsi tujuan dan kendala berbentuk persamaan kuadratik. Program kuadratik nol-satu merupakan kelas khusus dalam pemrograman non-linier karena persyaratan peubah keputusan bernilai nol-satu. Tulisan ini akan mengajukan sebuah teknik untuk menyelesaikan persoalan program kuadratik nol-satu yang dikembangkan oleh Sherali dan Smith. Teknik ini mengubah Quadratic Problems (QP) menjadi kebentuk Bilinier Problems(BP) terlebih dahulu. Akhir dari proses ini mengakibatkan transformasi  program kuadratik nol-satu menjadi persoalan linier nol-satu. Kata Kunci :  integer, linierisasi, nol-satu, program kuadratik  ABSTRACT Non-linear programming is an interesting issue to be discussed by mathematician. One of them is a zero-one quadratic programming, where the objective function and constraints are quadratic equations. The zero-one quadratic programming is a special case in non-linear programming because of the requirement of value variable is zero-one. This paper propose a technique for solving the zero-one quadratic programming problem was developed by Sherali and Smith. This technique converts the Quadratic Problems (QP) into Bilinier Problems (BP) first. The end of this process will transfrom zero-one quadratic programming to zero-one linear programming problem Keywords: Integer, Linearization, Quadratic Programming, Zero-One, 

Page 2 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2015 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 8 No. 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 2 No. 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 1 No. 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building Vol. 1 No. 1 JUNI (2015): Educational Building More Issue