cover
Contact Name
Enny Keristiana Sinaga
Contact Email
ptbunimed@gmail.com
Phone
+6285399350278
Journal Mail Official
ptbunimed@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate Kotak Pos 1589 Medan 20221 Sumatera Utara Telp. (061) 6613365 Fax. (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
ISSN : 24774898     EISSN : 24774901     DOI : doi:http//doi.org/10.24114/eb.v4il
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil merupakan media publikasi karya-karya ilmiah khususnya hasil penelitian dalam bidang pendidikan teknik bangunan, teknik sipil, teknik arsitektur, teknik lingkungan, serta bidang ilmu yang relevan lainnya. Sebelum dipublikasi jurnal ini melewati proses daring dan reviewer. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini terbuka bagi masyarakat ilmiah tidak terbatas pada civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan saja tetapi terbuka bagi dosen dan peneliti dari perguruan tinggi lain, dan para professional lain.
Articles 200 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN KULIT BUAH DURIAN DAN ABU FLY ASH SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 Z, Fynnisa; Handayani, Putri; Irwansyah, Muhammad; Hermansyah, Hermansyah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.42119

Abstract

Kemajuan dalam bidang industri terutama dalam industri konstruksi di Indonesia saat ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, sehingga diperlukan material bangunan dengan jumlah besar untuk mendukung kemajuan industri konstruksi di Indonesia salah satunya adalah beton sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan arang kulit buah durian dan abu fly ash sawit terhadap kuat tekan beton K 300 dengan variasi arang kulit buah durian dan abu fly ash sawit yaitu (3:9 ; 6:6 ; 9:3 ) % dan mutu beton yang direncanakan 24 MPa dengan estimasi umur 28 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran (15x30) cm, dan benda uji yang dibuat pada penelitian kali ini sebanyak 4 buah benda uji dimana setiap variasi terdiri dari 3 sampel beton. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil pengujian kuat tekan beton dengan penambahan kombinasi dari abu fly ash sawit 3% + limbah kulit durian 9% didapat sebesar 19,39 MPa, abu fly ash sawit 6% + limbah kulit durian 6% didapat sebesar 18,24 MPa, abu fly ash sawit 9% + limbah kulit durian 3% didapat sebesar 18,50 MPa. Dapat dilihat dari hasil dari pengujian diatas bahwa kedua bahan tersebut jika dicampurkan, tidak dapat memenuhi target kuat tekan yang direncanakan. Hal tersebut dikategorikan bahwa bahan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai bahan tambah dalam pengurangan semen. Kata Kunci: Abu Fly Ash Sawit, Beton, Kulit Durian ABSTRACTThe highway is the basic infrastructure for connecting traffic from one place to another. Around Willem Progress in the industrial sector, especially in industrial construction in Indonesia is currently showing significant growth, so that the material needed in large quantities to support the progress of industrial construction in Indonesia is concrete, so the purpose of this research is to determine the development of durian fruit and its development. palm fly ash on the compressive strength of K 300 concrete with variations of durian fruit peel charcoal and palm fly ash (3:9 ; 6:6 ; 9:3 ) % and the planned concrete quality is 24 MPa with an estimated age of 28 days. This study used a cylindrical specimen with a size of (15x30) cm, and the specimens made in this study were 4 specimens where each variation consisted of 3 samples of concrete. And the test results show that the results of the compressive strength test of concrete with the addition of a combination of 3% palm fly ash + 9% durian peel waste obtained 19.39 MPa, 6% palm fly ash + 6% durian peel waste obtained 18.24 MPa, 9% palm fly ash + 3% durian peel waste obtained 18.50 MPa. It can be seen from the results of the above test that the two materials, if mixed, cannot meet the planned strong target. And classifying these materials cannot be used as additives in reducing cement Keywords: Concrete, Durian Peel, Palm Fly Ash
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN BUNDARAN (STUDI KASUS SIMPANG PENA BANDA ACEH) Dinda, Raina Parmitalia; Malia, Rezki; AlviSyahri, AlviSyahri; Idris, Fadli
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.52743

Abstract

Persimpangan merupakan daerah dimana bertemunya dua atau lebih ruas jalan yang menyebabkan terjadinya persilangan antar kendaraan yang melintasi jalan tersebut sehingga rentan terjadinya konflik. Konflik tersebut menyebabkan tundaan dan antrian kendaraan sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerja suatu simpang. Persimpangan tak bersinyal yang dikendalikan oleh bundaran hanya ada beberapa di Kota Banda Aceh, salah satunya adalah Simpang Pena Banda Aceh. Simpang ini merupakan pertemuan tiga ruas jalan yaitu Jl. Teuku Nyak Arief (Darussalam), Jl. Teuku Nyak Arief (pusat kota), dan Jl. Laksamana Malahayati. Berdasarkan data volume kendaraan yang cukup tinggi pada ketiga ruas jalan tersebut dan peningkatan jumlah kendaraan setiap tahunnya akan memperburuk kinerja simpang terutama pada kondisi jam puncak (peak hour). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut kinerja simpang pada kondisi eksisting, yaitu simpang tak bersinyal dengan bundaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SIDRA (Signalised and Unsignalised Intersection Design and Research Aid) Intersection 8.0 dalam menentukan kinerja simpang berdasarkan 4 parameter yaitu kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan tingkat pelayanan. Dari hasil analisis didapatkan derajat kejenuhan simpang pada jam sibuk sebesar 0,167, tundaan yang terjadi pada simpang sebesar 2,3 detik dan tingkat pelayanan simpang adalah LOS A. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kondisi eksisting Simpang Pena Banda Aceh saat ini masih memiliki kinerja yang sangat baik dimana kendaraan bebas menentukan kecepatannya, namun harus ada penelitian lebih lanjut untuk memprediksi sampai kapan simpang ini dapat dilalui pengendara dengan nyaman tanpa adanya konflik yang menyebabkan kemacetan pada persimpangan tersebut. Kata Kunci: Derajat kejenuhan, Tingkat pelayanan, Tundaan, SIDRA Intersection 8.0, Simpang tak bersinyal ABSTRACT An intersection is an area where two or more roads meet that create crossing road between vehicles which cross the road, it prone to bring some conflicts. The conflict causes delays and queues of vehicles that affect the performance of an intersection. There are only a few unsignalized intersections controlled by roundabouts in Banda Aceh City, one of it is SimpangPena Banda Aceh. This intersection is a confluence of three roads, namely Jl. Teuku Nyak Arief (Darussalam), Jl. Teuku Nyak Arief (city center), and Jl. Laksamana Malahayati. Based on the data, the volume of vehicles is quite high on each road and the increasing number of vehicles every year will worsen the performance of the intersection, especially during peak hour. This study aims to find more about the performance of the intersection in the existing conditions, namely an unsignalized intersection with a roundabout. This study uses the SIDRA 8.0 Intersection program to determine intersection performance. Based on the result of the study, it found that the degree of saturation at the busy hour intersection was 0.167, the delay occurred at the intersection was 2.3 seconds and the service level was LOS A. Based on these results, it can be concluded that in the existing condition of the Pena Banda Aceh Intersection currently still has good performance because vehicles are free to determine their speed. Further research should be done to predict how long this intersection can be passed by drivers comfortably without any conflicts causing congestion at the intersection.Keywords: Degree of saturation, Level of service, Delay, , SIDRA Intersection 8.0, Unsignalised Intersection
IDENTIFIKASI POTENSI PENURUNAN AKIBAT BERAT SENDIRI BUKIT KERANG Solahuddin, Ahmad Andi; Wijaya, Kinanti; Siregar, Syafiatun; Simatupang, Defri Elias
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.59455

Abstract

Situs cagar budaya Bukit Kerang merupakan salah satu dari peninggakan purbakala yang berlokasi Pulau Bintan.   Bukit kerang merupakan bukit yang tersusun dari lapisan-lapisan kerang yang berada di tengah perkebunan sawit. Menurut para ahli arkeologi, Bukit Kerang tersebut sudah terbentuk dari ratusan tahun yang lalu dan sampai saat ini masih terus di teliti penyebab terbentuknya.  Banyaknya aktifitas pengunjung disekitar bukit kerang mengakibatkan Bukit Kerang tersebut mengalami penurunan. Pihak management cagar budaya setempat ingin mengidentifikasi besarnya potensi penurunan yang terjadi agar dapat dilakukan pembatasan jumlah pengunjung yang naik ke bukit kerang tersebut.  Identifikasi penurunan bukit dilakukan menggunakan pendekatan finite element. Pemodelan dilakukan menggunakan aplikasi PLAXIS, v.8.2. Aplikasi ini cukup handal untuk mengukur deformasi yang terjadi pada tanah akibat pembebanan. Kebutuhan data tanah didapat dari pengujian soil property. Sample diambil di lokasi bukit kerang, kemudian dilakukan pengujian di Laboratorium. Hasil analisa finite element menunjukkan bahwa, tanah dasar yang menerima berat sendiri (tidak ada beban orang) bukit kerang berpotensi mengalami penurunan sebesar 1.683 cm. Tanah masih cukup baik dalam menerima berat sendiri. Simulasi penambahan beban pada bukit kerang menunjukkan peningkatan penurunan hanya 1% sampai 2%, artinya penurunan masih relatif kecil. Peningkatan beban berupa adanya orang naik ke bukit kerang dengan berat 50 kg sepanjang bukit menunjukkan terjadinya penurunan sebesar 1.71 cm, yang artinya adalah meningkat 2%. Dan penurunan juga meningkat bila dilakukan penambahan sebesar 100 kg, yaitu sebesar 1.736 cm. Hubungan antara penambahan beban dan penurunan berlaku linear dan mendekati persamaan    y = 0.0005x + 1.6847.Kata Kunci: Bukit Kerang, Cagar Budaya, Penurunan Tanah ABSTRACT The Bukit Kerang cultural heritage site is one of the ancient remains located on Bintan Island. A Shell hill is a hill composed of layers of shells in the middle of a palm oil plantation. According to archaeologists, Shell Hill formed hundreds of years ago and now the cause of its formation is still being investigated. The large number of visitor activities around the shell hill has resulted in a decline in the shell hill. The management of the local cultural heritage wants to identify the magnitude of the potential for a decrease that has occurred so that they can limit the number of visitors who climb the shell hill. Identification of hill decline was carried out using the finite element approach. Modeling is done using the PLAXIS application, v.8.2. This application is reliable enough to measure the deformation that occurs in the soil due to loading. Soil data requirements are obtained from soil property testing. Samples were taken at the location of the clam hill, then tested in the laboratory. The results of the finite element analysis show that the subgrade which receives its own weight (no human load) the shell hill has the potential to decrease by 1,683 cm. The soil is still quite good at accepting its own weight. The simulation of increasing the load on the shell hills shows an increase in settlement of only 1% to 2%, meaning that the decrease is still relatively small. The increase in the load in the form of people climbing the clam hill with a weight of 50 kg along the hill shows a decrease of 1.71 cm, which means an increase of 2%. And the decrease also increases when an addition of 100 kg is made, which is equal to 1,736 cm. The linear relationship between the increase in load and decrease approaches the equation y = 0.0005x + 1.6847.Keywords: Bukit Kerang, Land Subsidence, Cultural Heritage
PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS ALAT BERAT PADA PROYEK PERBAIKAN JALAN MILANGASRI-KENTANG KAB. MAGETAN Supriono, Lyya; Kristianta, F.X
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.61378

Abstract

Dalam Proyek konstruksi melibatkan banyak hal diantaranya sumber daya manusia dengan berbagai keahlian sesuai dengan kebutuhan dalam proyek kontruksi tersebut, matrial, alat Keselamatan, Kesehatan Kerja serta alat berat yang digunakan dalam pelaksanaan kontruksi untuk menunjang pekerjaan kontruksi agar berjalan efektif dan efisien. Semua komponen dalam proyek tersebut harus terpenuhi agar Proyek kontruksi perbaikan jalan yang ada di wilayah jawa timur tepatnya di kabupatenmagetan yaitu perbaikan Jalan Milangasri “ Kentangan yang melibatkan beberapa alat berat dalam pelaksanaanya diantaranya adalah Asphalt Finisher, Aspalt Spreyer, Tire Roller, Compressor, Tandem Roller Dan Dum Truck. Kontruksi perbaikan jalan tersebut adalah Laston Lapis Aus (AC-WC) dengan volume sebesar 1405,80 Ton. Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan schedule selama enam bulan pelaksanaan. Untuk menngetahui jumlah kebutuhan alat berat agar pelaksanaan pekerjaan berjalansesuai dengan rencana maka perlu dilakukan perhitungan produktifitas alat berat. Perhitungan produktifitas alat berat dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya adalah kondisi alat, keahlian oprator, kondisi medan dan masih banyak yang lainnya. Dari perhitungan yang dilakukan maka diperoleh hasil Produktifitas alat Compressor: 4500 liter/jam, Asphalt Spreyer 24,75 liter, Dump Truck 3,35 Ton/jam, Asphalt Finisher 60, 75 Ton/jam, Pneumatic Tire Roller 32,75 Ton, Tandem Roller: 49,56 Ton
EVALUASI SISTEM DRAINASE DALAM PENANGANAN GENANGAN DENGAN MODEL EPA SWMM VERSI 5.1 Wahyuni, Annisa; Franchitika, Rizky; Nurmaidah, Nurmaidah; Syafiatun, Syafiatun
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.61379

Abstract

Genangan air hujan di badan jalan mengganggu kenyamanan pengendara dan mempengaruhi lalu lintas serta merusak badan jalan. Jalan Gatot Subroto merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Binjai yang kerap kali terdapat genangan di beberapa titik ruas jalannya. Mengetahui kondisi tersebut, maka perlu diadakan penelitian sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air dan memberi solusi pada permasalahan genangan. Sehingga genangan dan banjir yang diakibatkan oleh hujan tidak lagi menggenangi permukaan jalan dan pemukiman sekitarnya. EPA SWMM (Environment Protection Agency Storm Water Management Model) mampu memodelkan permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan dan kondisi yang terjadi di lapangan dengan memasukan parameter yang tercatat dalam kondisi sesungguhnya. Dalam penelitian ini, juga mengevaluasi suatu sistem drainase jalan yang telah ada dan faktor-faktor yang mempengaruhi genangan dan banjir. Metode yang digunakan antara lain distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Gumbel dan distribusi Log Pearson Tipe III serta Uji kecocokan data menggunakan Uji Smirnov-Kolmogorof dan uji Chi Kuadrat. Hasil perhitungan debit puncak banjir rencana pada periode 5 tahun adalah 2.813 m³/det dan pada periode 10 tahun sebesar 3.121 m³/detik sedangkan dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air adalah 9,345 menit atau 0,156 jam. Perbandingan kapasitas eksisting saluran dan debit banjir rencana maka didapat bahwa saluran eksisting yang ada tidak dapat menampung debit banjir rencana, sehingga perlu dilakukan perencanaan kembali pada saluran drainase.Berdasarkan hasil perhitungan debit rencana periode kala ulang 10 tahun diperoleh, perencanaan ulang dimensi saluran yaitu segmen2 dengan kedalaman 0,746 m dan lebar 1,492 m; segmen3 dengan kedalaman 0,868 m dan lebar 1,737 m; segmen4 dengan kedalaman 0,567 m dan lebar 1,134 m; segmen5 dengan kedalaman 0,604 m dan lebar 1,208 m; segmen7 dengan kedalaman 0,583 m dan lebar 1,165 m.
PERBEDAAN PEMAHAMAN SOAL HOTS MAHASISWA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMPU MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN DAN PLP Makhfudzi, Dicky Lutfi; Isnandar, Isnandar; Sutrisno, Sutrisno
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61381

Abstract

Rendahnya pemahaman soal HOTS guru disebabkan karena kurangnya pengalaman penggunaan soal HOTS. Pada tataran yang lebih awal, mahasiswa calon guru juga perlu memiliki pemahaman soal HOTS yang mumpuni dan pasti agar ketika menjadi guru nantinya sudah siap dalam menerapkan penilaian dan pembelajaran berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan pemahaman soal HOTS mahasiswa antara sebelum dan sesudah menempuh mata kuliah yang terkait dengan pengalaman penggunaan soal HOTS, yaitu mata kuliah evaluasi pembelajaran yang mempelajari mengenai soal HOTS secara teoritis, dan mata kuliah PLP (Pengalaman Lapangan Persekolahan) yang mempelajari soal HOTS secara praktis. Dimana nantinya dengan adanya penelitian ini akan memungkinkan diadakan tindakan-tindakan pengoptimalan pemahaman soal HOTS mahasiswa dengan lebih terfokus dan terarah. Metode yang diterapkan untuk penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan statistik komparatif dengan metode one way anova dengan pengujian lanjutan metode scheffe. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada perbedaan pemahaman soal HOTS yang signifikan antara sebelum dan sesudah mendapat teori serta praktik penggunaan soal HOTS. Dimana nilai pemahaman soal HOTS rata-rata mahasiswa sebelum menempuh mata kuliah evaluasi pembelajaran sebesar 27,52 dan berada pada kriteria kurang, sedangkan nilai rata-rata mahasiswa sesudah menempuh mata kuliah evaluasi pembelajaran sebesar 32,78 dan berada pada kriteria cukup, serta nilai rata-rata mahasiswa sesudah menempuh mata kuliah PLP sebesar 49,52 dan berada pada kriteria baik.
ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH DAERAH TELUK DALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Gowasa, Peronas; Rini, Rini; Nasution, Ridwan
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61382

Abstract

Tanah adalah bagian terpenting dalam suatu konstruksi seperti bangunan, jalan dan beban lalu lintas karena tanah mempunyai fungsi sebagai penyangga konstruksi. Peningkatan pembangunan kontruksi pada saat ini mengakibatkan pasokan ataupun ketersedian akan bahan material yang lebih baik semakin berkurang terutama  kualitas ataupun mutu dari bahan tersebut. Dalam hal ini penulis melakukan pengkajiam atau penelitian terhadap tanah yang berasal dari daerah Telukdalam dan tanah mendapatkan ketentuan- ketentuan nilai kualitas berdasarkan spesifikasi 2018 divisi 3 khususnya divisi 3.2 tentang Timbunan. Dan pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penulitian kuantitatif dikarenakan teknik penelitianya beruapa eksperimen dengan mencoba menguji tanah daerah Telukdalam. Berdasarkan hasil pengujian atterberg limit (batas cair, batas palastis dan indeks plastisitas) laboratorium tanah daerah Telukdalam Kabupaten Nias Selatan dapat diklasifikasikan sebagai tanah A-5 tanah kelanauan dimana dalam ketentuan SNI 03-6797-2022 dan tabel klasifikasi tanah AASTHO. Termasuk tanah kelanauan berdasarkan hasil lolos saringan No.200 = 45,21 %, batas cair = 41,55 % dan indeks plastisitas = 9,22 %. Tanah ini memenuhi nilai ketentuan CBR timbunana biasa yaitu 6 % dan diperoleh hasil pengujian sebesar 7,40 %. Tanah daerah Telukdalam dapat digunakan sebagai tanah timbunan pada pembanguan jalan.
IMPLEMENTASI METODE HOUSE OF RISK PADA IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RESEARCH CENTER UPNV JAWA TIMUR Shofiyah, Qurrotus; Pambudi, Esa Putri
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61383

Abstract

Proyek pembangunan Gedung Research Center UPNV Jawa Timur merupakan proyek yang dikerjakan oleh PT. Citra Prasasti Konsorindo. Waktu pelaksanaan proyek yaitu 300 hari kalender. Pembangunan Gedung Research Center UPNV Jawa Timur ini dimulai sejak tanggal 4 Februari 2022 dan direncanakan selesai pada bulan Desember 2022. Namun proyek tersebut mengalami keterlambatan sehingga proyek tersebut terselesaikan pada bulan Maret 2023. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan Gedung Research Center UPNV Jawa Timur. Adapun metode yang dapat digunakan pada penelitian ini yaitu metode House Of Risk (HOR 1) yang mana metode ini mengelola risiko dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek yang dilakukan dengan cara mengumpulkan faktor-faktornya melalui tahap wawancara secara focus group discussion (FGD) bersama dengan 2 responden. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode House of Risk ( HOR 1) ditemukan yaitu sebanyak 8 kejadian keterlambatan yang menghasilkan 17 agen/penyebab keterlambatan yang mana faktor dominannya sebanyak 10 delay agent, secara berurutan berdasarkan nilai ADP tertinggi yaitu perubahan desain oleh owner (A11), keadaan tanah tidak stabil (A5), ada project lain (A10), perhitungan kebutuhan kurang tepat (A13), kesalahan dalam penyelidikan tanah (A17), keterlambatan pengiriman material (A3), kualitas peralatan buruk (A8), human error (A16), kesalahan schedule material (A14), kesalahan schedule peralatan (A15).
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL BERBASIS FLIP PDF PROFESSIONAL PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN SMK NEGERI 11 MALANG Wijaya, Galih Rangga; Kuncoro, Tri; Ichwanto, Muhammad Aris
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61384

Abstract

Penggunaan teknologi berdampak terhadap kualitas pendidikan. Hal tersebut disebabkan saat proses pembelajaran memerlukan media penunjang untuk meningkatkan pembelajaran, namun proses pembelajaran masih tergolong monoton dan kurangnya bahan ajar yang disediakan dari pihak sekolah. Sehingga dengan berbagai masalah tersebut mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran menjadi kurang efektif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan menguji coba kelayakan Media Pembelajaran E-Modul berbasis Flip PDF Professional sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode R&D yang menerapkan model Borg & Gall (1983), karena memiliki 10 tahapan yang mudah diikuti langkah-langkahnya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Hasil akhir produk berupa Media Pembelajaran E- Modul Berbasis Flip PDF Professional Pada Mata Pelajaran Konstruksi Jalan Dan Jembatan yang telah diuji validitas. Didapatkan hasil validasi dari kedua ahli materi sebesar 89,35%, ahli media sebesar 98.7%, uji coba kelompok kecil sebesar 86.46% dan kelompok besar sebesar 84.2%, berdasarkan hasil uji dari beberapa validator tersebut termasuk kategori sangat valid yang ditunjukkan dengan nilai A pada tabel interpretasi kelayakan yang berarti sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
PERENCANAAN CAMPURAN BETON MENGGUNAKAN SIKA VISCOCRETE 8067MN PADA PENGECORAN BORED PILE Ginting, Jody Martin; Caesar, Ariel
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61385

Abstract

Beton dalam hal umum merupakan material konstruksi yang tersusun atas semen, air, agregat halus dan agregat kasar serta penambahan beberapa aditif maupun admixture untuk meperbaiki sifat “ sifat negative yang terkandung didalam penyusun beton. Sedangkan penggunaan beton dalam konstruksi pondasi, khususnya pondasi Bored Pile, beton harus memiliki kemampuan yang baik dalam segi slump workability dan kuat tekan beton. Pada beton bored pile, syarat wajib yang harus dimmiliki beton ialah workability tinggi yang harus mempunyai nilai slump minimal 18±2cm dan dukungan slump retensi yang Panjang untuk menghindari proses setting beton sebelum dilakukan pengecoran. Maka dalam perencanaan mutu beton akan ditambahkan admixture Sika Viscocrete 8670MN sebagai admixture untuk menambah sifat beton menjadi lebih kedap terhadap air dan lumpur. Tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah untuk membahas berapa nilai slump yang baik untuk bored pile dengan adanya penambahan admixture berupa Sika Viscocrete 8670MN dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah dengan pembambahan Sika Viscocrete 8670MN mampu memenuhi target slump beton dengan nilai workability tinggi. Dengan nilai slump sebesar 21 cm dengan catatan penurunan nilai slump yang tidak terlalu signifikan. Serta pemanbahan Sika Viscocrete 8670MN mampu menurunkan jumlah penggunaan semen dalam perencanaan mutu beton.

Filter by Year

2015 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023 Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 8 No. 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 2 No. 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 1 No. 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol. 1 No. 1 JUNI (2015): Educational Building Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building More Issue