cover
Contact Name
Sudianto
Contact Email
sudianto@unma.ac.id
Phone
+6285317777552
Journal Mail Official
didacticalmathematics@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Program studi Pendidikan Matematika Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418, Email : didacticalmathematics@unma.ac.id
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Didactical Mathematics
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 26227525     EISSN : 26549417     DOI : https://doi.org/10.31949/dm.v4i1
Core Subject : Education,
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles 196 Documents
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal PISA Nurul Fathimah Zahro
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.297 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2073

Abstract

Penelitian ini mengimplementasikan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA. 6 peserta didik berusia 15 tahun yang duduk dibangku SMP menjadi subjek penelitian. Subjek digolongkan ke dalam tiga kategori diantaranya yaitu, tinggi, sedang, dan rendah. Kedudukan kategori tersebut ditentukan berdasarkan standar deviasi. Tes kemampuan pemecahan masalah matematis berupa soal PISA yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia diaplikasikan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki oleh peserta didik SMP usia 15 tahun dalam menyelesaikan soal PISA berada dalam kategori rendah. Hasil analisa data menunjukkan bahwa peserta didik yang berada pada kategori tinggi sebesar 33,33%, peserta didik yang berada pada kategori sedang sebesar 50%, dan peserta didik yang berada pada kategori rendah sebesar 15,67%.
Studi Kasus Kemampuan Abstraksi Matematis Siswa Kelas XII Pada Materi Dimensi Tiga Mawadah Putri Islamiati; Rafiq Zulkarnaen
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.336 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2076

Abstract

Objek matematika yang deduktif-aksiomatik menyebabkan kemampuan abstraksi siswa yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan abstraksi matematis siswa pada materi dimensi tiga. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan kasus tunggal dan analisis ganda. Kasus dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan abstraksi matematis siswa pada materi dimensi tiga dan analisis ganda digunakan untuk mengetahui faktor–faktor penyebab rendahnya kemampuan abstraksi matematis siswa. 14 siswa kelas XII pada satu SMK Negeri di Kabupaten Karawang menjadi subjek penelitian. Instrumen tes dan non-tes digunakan dalam penelitian ini, lima soal uraian yang memuat indikator merepresentasikan gagasan matematika dalam bahasa dan simbol, mengidentifikasi karakteristik objek yang dimanipulasi atau diimajinasikan, mengaplikasikan konsep pada konteks yang sesuai, membuat hubungan hubungan antarproses atau konsep untutk membentuk suatu pengertian, melakukan manipulasi objek matematis yang abstrak. Sedangkan, instumen non-tes berbentuk wawancara tidak terstruktur kepada responden yang terpilih. Subjek penelitian diberikan lima soal uraian untuk diselesaikan dan dianalisis untuk melihat faktor–faktor level abstraksi siswa. Wawancara tidak terstruktur sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengumpulan analisis level abstraksi siswa. Adapun, kriteria level-level abstraksi yang meliputi level pengenalan (recognition), level representasi (representation) dan level abstraksi struktural (structural abstraction). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa level abstraksi siswa disebabkan persepsi siswa terhadap materi matematika yang sulit, menghubungkan antar konsep dalam dimensi tiga, membayangkan dan memanipulasi objek. Deductive-axiomatic mathematical objects cause students' low abstraction abilities. Therefore, this study aims to examine students' mathematical abstraction abilities on three-dimensional material. Case studies were used in this study, with single cases and multiple analyses. The case in this study is the weakness of students' mathematical abstraction skills on three-dimensional material and multiple analysis is used to determine the factors that cause students' low mathematical abstraction abilities. 14 students of class XII at one State Vocational School in Karawang Regency became the research subjects. Test and non-test instruments were used in this study, five descriptive questions containing indicators representing mathematical ideas in language and symbols, identifying the characteristics of objects that were manipulated or imagined, applying concepts in appropriate contexts, making relationships between processes or concepts to form an understanding, manipulate abstract mathematical objects. Meanwhile, the non-test instrument was in the form of an unstructured interview to the selected respondents. The research subjects were given five description questions to be completed and analyzed to see the factors of students' level of abstraction. Unstructured interviews as an integral part of collecting student abstraction level analysis. Meanwhile, the criteria for abstraction levels include the level of recognition, the level of representation and the level of structural abstraction. The results of the study concluded that students' level of abstraction was caused by students' perceptions of difficult mathematical material, connecting between concepts in three dimensions, imagining and manipulating objects.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar Nabila Vara Shafiyyah
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.552 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2077

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal TIMSS materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Subjek penelitian yaitu 5 siswa kelas IX di salah satu SMP yang berada di Kabupaten Bekasi. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 soal tes dalam bentuk uraian yang memenuhi indikator-indikator kemampuan pemahaman matematis dan setelah itu dilakukan wawancara secara mendalam pada subjek penelitian. Dari hasil penelitian, 1 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori tinggi, 1 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori sedang, dan 3 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori rendah. Hasil analisis lebih lanjut terhadap 3 siswa dengan masing-masing kategori yang berbeda menunjukkan bahwa siswTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal TIMSS materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif. Subjek penelitian yaitu 5 siswa kelas IX di salah satu SMP yang berada di Kabupaten Bekasi. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 soal tes dalam bentuk uraian yang memenuhi indikator-indikator kemampuan pemahaman matematis dan setelah itu dilakukan wawancara secara mendalam pada subjek penelitian. Dari hasil penelitian, 1 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori tinggi, 1 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori sedang, dan 3 siswa berkemampuan pemahaman matematis dalam kategori rendah. Hasil analisis lebih lanjut terhadap 3 siswa dengan masing-masing kategori yang berbeda menunjukkan bahwa siswa berkemampuan pemahaman matematis kategori tinggi mampu menyelesaikan persoalan dan dinilai memenuhi indikator-indikator kemampuan pemahaman matematis, siswa berkemampuan pemahaman matematis kategori sedang terlihat masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan persoalan walaupun siswa dinilai sudah cukup memiliki pemahaman matematis yang baik, dan siswa berkemampuan pemahaman matematis rendah dinilai tidak memahami persoalan yang diberikan sehingga siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik. Pendidik disarankan untuk menumbuhkan minat siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis yang dimiliki. a berkemampuan pemahaman matematis kategori tinggi mampu menyelesaikan persoalan dan dinilai memenuhi indikator-indikator kemampuan pemahaman matematis, siswa berkemampuan pemahaman matematis kategori sedang terlihat masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan persoalan walaupun siswa dinilai sudah cukup memiliki pemahaman matematis yang baik, dan siswa berkemampuan pemahaman matematis rendah dinilai tidak memahami persoalan yang diberikan sehingga siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik. Pendidik disarankan untuk menumbuhkan minat siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis yang dimiliki.
Deskripsi Kemampuan Kognitif Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Taksonomi Bloom Ane Anggraeni Lestari; Hanifah Nurus Sopiany
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.831 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2079

Abstract

Kemampuan kognitif siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika dilihat pada saat bagaimana siswa menggunakan pengetahuannya untuk mencari solusi penyelesaian. Aspek pengetahuan yang harus dikuasai oleh siswa SMP yaitu pengetahuan aktual, konseptual, dan procedural yang meliputi mengingat, memahami, mengaplikasikan, dan menganalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika berdasarkan taksonomi bloom. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini berdasarkan hasil belajar siswa yang dilihat dari catatan guru, sehingga didapatkan 3 siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Karawang. Instrumen pada penelitian ini yaitu soal pemecahan masalah matematika sebagai tes kemampuan kognitif siswa dan wawancara semi terstruktur. Prosedur pada penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Analisis data pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis yang mengacu pada analisis data kualitatif menurut Miles dan Hubermen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan kemampuan kognitif baik mampu melalui empat tahapan kognitif taksonomi bloom; (2) Siswa dengan kemampuan kognitif cukup mampu memenuhi tiga tahapan kognitif taksonomi bloom; dan (3) Siswa dengan kemampuan kognitif gagal, mampu memenuhi dua tahapan kognitif taksonomi bloom yaitu pada tahap mengingat dan mengaplikasikan.
Analisis Dampak Study From Home Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama Monica Theresia
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.438 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2133

Abstract

Penelitian ini termotivasi dari hasil observasi awal di sekolah yang menunjukkan adanya dampak dari study from home terhadap kemampuan matematis siswa, khususnya terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi persamaan garis lurus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari study from home. Dampak study from home yang diteliti difokuskan pada pemahaman konsep matematika siswa SMP kelas VIII di salah satu sekolah di Kabupaten Karawang. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dilakukan agar hasil penelitian dapat dideskripsikan dengan jelas dan rinci. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak negatif yang dialami oleh siswa saat study from home. Dampak negatif ini tidak terlepas dari kendala saat pelaksanaan study from home, sehingga mengakibatkan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep matematika. This study was motivated by the initial observation result at school, which showed the impact of study from home on students' mathematical competencies, especially students' understanding of the mathematical concept. Therefore, this study aims to analyze the impact of studying from home on understanding the mathematical concepts of junior high students of the VIII grade in Karawang. The approach used is a qualitative approach with a survey method. The data collection technique was conducted by interviews and addressed to describe and interpret the results clearly and elaborate. The results showed a negative impact undergone by students when studying from home. This negative impact can not be separated from the constraints during the study from home implementation, implying a lack of student understanding of the mathematical concept.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Ditinjau dari Disposisi Matematis Ajeng Ayu Lestari; Alpha Adirakasiwi
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.031 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2135

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis memiliki peran penting untuk membantu siswa dalam mengembangkan dan mengeksplorasi imajinasi, ikut berperan aktif dalam kegiatan belajar, dan menyatakan pikiran dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari disposisi matematis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan subjek dengan kriteria tertentu (purposive). Data penelitian ini diperoleh dari tes kemampuan komunikasi matematis, angket disposisi matematis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi mampu memenuhi seluruh indikator. Siswa yang memiliki diposisi matematis sedang lebih mendominasi sehingga sebagian siswa sudah mampu menyatakan suatu peristiwa atau ide kedalam simbol atau bahasa matematika. Sedangkan siswa dengan disposisi matematis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis.
Analisis Tingkat Kognitif Soal Buku Matematika Kelas IX Semester 1 Materi Kekongruenan dan Kesebangunan Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi Vania Ulfa Shabrina; Ringki Agustinsa; Teddy Alfra Siagian
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.751 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tingkat kognitif soal latihan dan uji kompetensi materi kekongruenan dan kesebangunan pada buku teks matematika kelas IX semester 1 terbitan Kemendikbud Edisi Revisi 2018 berdasarkan taksonomi bloom revisi. Taksonomi bloom yang digunakan ialah pada dimensi prosses kognitif yang terdiri dari mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah soal latihan dan soal uji kompetensi materi kekongruenan dan kesebangunan kelas IX. Soal-soal latihan yang dianalisis berjumlah 78 pertanyaan dan soal uji kompetensi berjumlah 56 pertanyaan. Pada soal latihan memuat tingkat kognitif soal Mengingat (C1) sebanyak 7 pertanyaan (9%), Memahami (C2) sebanyak 29 pertanyaan (39,3%), Mengaplikasikan (C3) sebanyak 35 pertanyaan (44,9%), Menganalisis (C4) sebanyak 7 pertanyaan (9%), serta tidak ditemukannya tingkat kognitif Mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6).Sedangkan pada soal uji kompetensi memuat tingkat kognitif soal Mengingat (C1) sebanyak 3 pertanyaan (5,3%), Memahami (C2) sebanyak 21 pertanyaan (37,1%), Mengaplikasikan (C3) sebanyak 29 pertanyaan (51,8%), dan Menganalisis (C4) sebanyak 2 pertanyaan (3,6%) serta tidak ditemukannya tingkat kognitif Mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6).
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Matematika dalam Pembelajaran Daring pada Materi Keliling dan Luas Lingkaran Kelas VI Sekolah Dasar Erni Nurjanah; Hilman Hilmawan; Muhammad Nasrullah
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.177 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2353

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivan Model Pembelajaran Problem Based Learning di masa pandemic Covid-19 terhadap hasil belajar siswa kelas VI di SDN Tespong Raya, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Data yang dianalisis adalah data kuantitatif yang telah diproses menggunakan aplikasi IBM SPSS 22 Perangkat lunak statistik 22. Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Dari uji-t nilai signifikansi dari hasil belajar posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada Equal variances assumed berjumlah 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan rata-rata yang sebenarnya antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas control .Berdasarkan hasil penrhitungan uji N-Gain score, menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain score untuk kelas eksperimen (Model Problem Based Learning) adalah sebesar 77,6997 atau 77,7% termasuk dalam kategori efektif. Sementara untuk rata-rata N-Gain score untuk kelas kontrol adalah sebesar 36,6072 atau 36,6% termasuk dalam kategori tidak efektif.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbantuan GeoGebra Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Serlina; Jajang Rahmatudin; Desy Lusiyana
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.147 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan media pembelajaran matematika berbantuan GeoGebra untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan (2) Mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas dari pengembangan media pembelajaran matematika berbantuan GeoGebra untukmeningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki siswa. Hal itu dikarenakan fokus siswa yang hanya pada materi ajar sehingga perlu adanya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dalam proses pembelajaran guna menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa ketika belajar matematika. Penelitian ini merupakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMPN Negeri 2 Sumber dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII-C sebanyak 10 orang. Tahap uji validitas produk dilakukan oleh dua ahli materi dan dua ahli media, serta untuk uji praktikalitas dilakukan oleh siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket validasi dan angket praktikalitas serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil pengembangan media pembelajaran menggunakan metode R&D dengan model pengembangan ADDIE dilakukan hanya sampai empat tahap yaitu analyze (analisis), design (perancangan tampilan), development (pembuatan dan validasi produk), dan implementation (uji coba produk); (2) Hasil penilaian uji validitas oleh ahli materi mencapai kriteria sangat valid, dengan persentase validitas sebesar 86,81%. Penilaian uji validitas oleh ahli media mencapai kriteria sangat valid, dengan persentase validitas sebesar 86,25% serta hasil uji praktikalitas siswa mencapai kriteria sangat praktis, dengan persentase praktikalitas sebesar 81,25% sehingga media yang telah dikembangkan dapat dikatakan “layak” digunakan sebagai media pembelajaran matematika
Penerapan Assesmen Portofolio Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Koneksi Matematis Siswa Karyono
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.454 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2402

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mana yang lebih baik peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh penerapan assesmen portofolio dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian ini juga untuk mengetahui implementasi assesmen portofolio dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode mix method dengan strategi embedded konkuren, merupakan metode penelitian yang mengkombinasikan penggunaan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MAN 2 Indramayu dan mengambil dua sampel dari kelas X secara acak. Instrumen yang digunakan meliputi soal tes kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis, skala sikap untuk mengetahui sikap siswa, observasi dan wawancara untuk mengetahui kekeliruan jawaban siswa dan implementasi assesmen portofolio. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis siswa yang memperoleh assesmen portofolio dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis siswa yang memperoleh assesmen portofolio dilihat dari kemampuan awal matematika (tinggi, sedang dan rendah). 3) Sikap siswa positif setelah menggunakan assesmen portofolio. 3) Dalam menyelesaikan soal-soal tes kemampuan pemecahan masalah dan koneksi matematis terdapat penurunan kesalahan, kekeliruan pada kelas yang menerapkan assesmen portofolio. 4) Implementasi assesmen portofolio dalam pembelajaran matematika berjalan dengan baik, dapat menciptakan siswa aktif dalam diskusi kelompok dan siswa tertantang menyelesaikan soal-soal matematika melalui kumpulan tugas-tugas yang terstruktur.

Page 5 of 20 | Total Record : 196