Jurnal Didactical Mathematics
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles
196 Documents
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII A pada Materi Perbandingan di SMP BOPKRI 5 Yogyakarta
Kintoko;
Hendrianus
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.028 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v3i2.1811
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII A pada materi perbandingan di SMP BOPKRI 5 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP BOPKRI 5 Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data berupa tes soal kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara dan dokumentasi. Seluruh data kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil pembahasan menunjukkan subjek dengan kategori tinggi mampu menyelesaikan pemecahan masalah dari tiap tahapan pemecahan masalah dengan benar. Subjek dengan kategori sedang dalam menyelesaikan masalah, mampu menyelesaikan pemecahan masalah soal dan memenuhi semua indikator, namun dalam tahapan pengecekan kembali masih kurang yaitu membuat kesimpulan yang kurang sistematis dalam penyelesaiannya. Subjek dengan kategori rendah belum mampu menyelesaikan masalah pada soal yang diberikan sehingga belum memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Implikasi dari penelitian adalah diharapkan guru mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis sehingga siswa mampu memecahkan masalah matematis dengan baik dan benar.
Literasi Matematis Hubungannya dengan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spritual
Dedi Nurjamil;
Asep Saepulloh;
Endah Listyasari
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.653 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v3i2.1987
Kemampuan literasi matematis merupakan salah satu kemampuan dasar individu yang dibutuhkan di abad 21. Kemampuan literasi menjadi salah satu subjek pokok dalam tes PISA yang diselenggarakan oleh OECD. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi, karena di dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara literasi matematis dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Galuh Rahayu Sindangkasih. Dan sampel penelitian adalah kelas XI OT 1. Peneltiian dilaksanakan secara luring dan dilaksanakan selama 4 kali pertemuan. Instrumen penelitian terdiri dari soal literasi matematis, angket kecerdasan emosional dan angket kecerdasan spritual. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara literasi matematis dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual.
Pengaruh Adversity Quotient terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa di SMA Negeri 5 Karawang
Rivqy Ramadhani Putra Dipha Dipha
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.673 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2002
Siswa dituntut untuk memiliki 3 kemampuan penting dalam pembelajaran matematika, di antaranya adalah kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan berpikir kreatif, ketiganya dikenal sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau biasa disebut dengan High Order Thinkng Skills (HOTS). Namun sayang banyak peserta didik malah memiliki persepsi bahwa soal HOTS adalah soal yang suit untuk diselesaikan. Penyelesaian soal berbasis HOTS yang kompleks tersebut dirasa erat kaitannya dengan kemampuan seseorang menghadapi kesulitan atau yang lebih dikenal sebagai Adversity Quotient (AQ). Penelitian kali ini akan diteliti mengenai pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara adversity quotient terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Karawang kelas X program IPA dengan jumlah sampel yang sebanyak 95 siswa dari 286 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan angket AQ dan tes HOTS. Dari pengolahan data didapatkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa (nilai Sig. 0.154 > 0.05) dan variabel AQ hanya berpengaruh sebesar 2,2% terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa di SMA Negeri 5 Karawang
Analisis Kesalahan Berdasarkan Kategori Watson dalam Menyelesaikan Permasalahan Persamaan Kuadrat Pada Siswa SMP
Rina Mustika;
Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.05 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2003
Siswa kadang kala melakukan kesalahan dalam menyelesaikan persoalan matematika khususnya pada soal cerita, kesalahan tersebut diantaranya kesalahan penggunaan konsep, kesalahan penggunaan operasi matematika, tidak menuliskan kesimpulan akhir dan belum bisa memanipulasi rumus aljabar. Sehingga, kategori Watson menjadi indikator pada penelitian ini dalam menganalisis permasalahan tersebut. Dengan berdasarkan kategori Watson diharapkan mampu mengidentifikasi jenis dan mendeskripsikan kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal bentuk narasi atau cerita pada materi persamaan kuadrat. Siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Telukjambe Barat tahun ajaran 2021/2022 menjadi populasi dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan instrumen tes sebanyak 3 soal untuk memperoleh data yang diinginkan. Dari penelitian ini diperoleh persentase tertinggi kesalahan yang dilakukan oleh siswa berdasarkan kategori Watson yaitu pada hierarki keterampilan (skill hierarchy problem) sebesar 27,78%. Persentase tertinggi kedua yaitu kesalahan pada data tidak tepat (inappropriate data) sebesar 24,44%. Dan persentase tertinggi ketiga yaitu kesalahan kesimpulan hilang (omitted conclusion) sebesar 17,78%.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Kemampuan Komunikasi Matematis Pada Materi Relasi Dan Fungsi
Lulu Amatul Wahid;
Rina Marlina
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.751 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2004
Cara mengutarakan pemikiran baik secara tulisan maupun perkataan perlu diajarkan kepada siswa, supaya mereka mampu berinteraksi dengan masyarakat. Matematika mempunyai peran sebagai bahasa simbolik yang mendukung terciptanya komunikasi secara cermat dan tepat. Namun tidak semua siswa memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik, banyak yang tidak mampu menghubungkan, menjelaskan atau menyatakan ide yang dimiliki, berimbas pada hasil pemikirannya yang kurang tepat kemudian perlu dilakukan analisis untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi matematis pada materi Relasi dan fungsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 20 orang siswa, diperoleh dari kelas VIII-D di Yayasan Nihayatul Amal Purwasari yang hadir ketika observasi dilakukan. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes berupa 5 soal yang dianalisis berdasarkan indikator komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukan letak kesalahan menyelesaikan soal siswa adalah prosedur dan konsep, dengan faktor penyebab kesalahannya karena kurang teliti dalam menyelesaikan soal, tidak mengetahui langkah-langkah menyelesaikan soal, kesalahan memahami konsep, tidak memahami maksud soal dan siswa tidak memahami materi terkait dengan soal.
Studi Literatur Mengenai Kecemasan Matematis Terhadap Pembelajaran Matematika
Dina Julya;
Iyan Rosita Dewi Nur
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.197 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2006
Kecemasan matematis merupakan salah satu faktor psikologi yang berpengaruh terhadap hasil belajar. Faktor tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari faktor lingkungan, mental dan individu. Penelitian ini menggunakan jenis atau pendekatan studi literatur. Berdasarkan beberapa hasil penelitian mengenai kecemasan matematis, terlihat bahwa kecemasan matematis berpengaruh terhadap hasil belajar dan berpengaruh terhadap kemampuan matematis peserta didik seperti kemampuan matematis, pemecahan matematis dan kemampuan matematis lainnya. Perlu adanya upaya dalam mengatasi kecemasan matematis baik yang dilakukan oleh guru ataupun peserta didik untuk mengurangi kecemasan matematis sehingga proses pembelajaran matematika dapat berjalan dengan baik.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas IX SMP Pada Materi Translasi
Sania Yulaistin;
Lessa Roesdiana
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (529.842 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2010
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi translasi. Subjek dalam penelitian adalah 25 orang siswa kelas IX salah satu sekolah di Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil adopsi soal dari penelitian sebelumnya yang berupa lima buah soal uraian yang sudah divalidasi untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Hasil penelitian ini adalah kategori kemampuan pemahaman konsep matematis siswa didominasi oleh siswa dengan kategori kemampuan pemahaman konsep rendah sebesar 64%, siswa dengan kategori kemampuan pemahaman konsep sedang 28% sedang siswa dengan kemampuan pemahaman konsep tinggi sebesar 8%. Terdiri dari 14 siswa memiliki indikator kemampuan pemahaman konsep matematis menyatakan ulang sebuah konsep dan mengklasifikasikan objek menurut sifatnya, 15 siswa dapat memberikan contoh selain contoh dari konsep dan memilih prosedur yang tepat serta hanya 2 siswa yang memenuhi indikator mengaplikasikan konsep pada pemecahan masalah.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan
Novia Agustina;
Dadang Rahman Munandar
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.246 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2012
Mathematical problem solving is a skill that must be possessed by students because it is very important to solve problems and include goals in learning mathematics. But at the time of math learning some students have difficulty in solving problems because of the low mathematical problem-solving ability that students have. This research aims to describe the mathematical problem-solving ability of grade VIII students in solving mathematical problems in patterns of numbers. This research uses qualitative descriptive methods. Purposive sampling techniques were used to select subjects in the study, and selected 6 students as research subjects. This study uses 3 questions in the form of a description. The data collection techniques in this study are tests and interview skills. The study was conducted using the results of student answers analyzed based on indicators of problem-solving skills based on the Polya stage. The results of this study showed that students' mathematical problem-solving skills on indicators wrote information and wrote a settlement plan is 55.56% including moderate categories, then on the problem solving indicators is 44.45% including moderate categories, and on the indicator evaluate is 22.23% including low categories.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Relasi dan Fungsi
Witri Mulyanti Witri;
Adi Ihsan Imami
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1203.403 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2013
This research aims to analyze and describe the mathematical communication skills of junior high school students in grade VIII on relationship and function materials in one of the schools in Karawang Regency. The type of research used is qualitative descriptive research with a total of 3 subjects. The taking of the subject is done using purposive sampling techniques. The instrument used in this study is a written test with the number of essay problems as many as 6 questions that contain 3 indicators of mathematical communication skills, namely: 1.) Linking images, tables, graphs into mathematical ideas. 2.) Stating everyday events into a language or mathematical symbol 3.) Provide explanations, ideas, concepts, or mathematical situations with their own language in written form. Instrument results are categorized into 3 categories, namely low, medium, and high. The results of the analysis of mathematical communication skills as a whole are relatively low with a percentage of 32.22%. There is one indicator that includes the medium criterion and two indicators that include the low criterion. Students who have high mathematical communication skills can master all three indicators of mathematical communication skills. Students who have medium mathematical communication skills can only master two indicators of mathematical communication skills. While students who have low mathematical communication skills cannot meet all three indicators of mathematical communication skills.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dengan Tahapan Polya
Arnita Celin Ully Hasibuan;
Dori Lukman Hakim
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.143 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2014
Artikel ini membahas tentang analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan tahapan polya oleh lima mata pelajaran yang diambil dari salah satu SMP di Bekasi. Pada artikel ini akan dilakukan studi deskriptif kualitatif mengenai kemampuan siswa dalam memahami masalah, membuat rencana, memecahkan masalah, dan melakukan review dalam memecahkan masalah. Hasil kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tahapan polya pada siswa tidak mengidentifikasi informasi untuk memahami masalah, siswa salah memilih strategi dan bahkan tidak mengetahui rumus yang digunakan dalam menyelesaikan masalah, siswa salah dalam perhitungan dalam proses penyelesaian, dan tidak menarik kesimpulan.