cover
Contact Name
I Wayan Rudiarta
Contact Email
iwayanrudiarta92@gmail.com
Phone
+6282236144942
Journal Mail Official
padmasari2021@gmail.com
Editorial Address
Jln.Pancaka No. 7B Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 28087313     EISSN : 28087275     DOI : 10.53977
Core Subject : Religion, Education,
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Jurnal ini memfokuskan kajian pada bidang Ilmu Pendidikan, termasuk Pendidikan Agama dan Pendidikan Seni. Jurnal ini mengundang para ilmuwan, cendekiawan, profesional, dan peneliti dalam disiplin Ilmu Pendidikan untuk berkontribusi mengirimkan artikel yang akan diterbitkan dan disebarluaskan melalui: mekanisme pemilihan artikel, dikritik oleh reviewer, dan proses penyuntingan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. Padma Sari merupakan Jurnal Ilmu Pendidikan didedikasikan sebagai media diseminasi hasil penelitian untuk pengembangan keilmuan, menuangkan ide-ide dan gagasan di bidang ilmu pendidikan, Pendidikan Agama dan Pendidikan Seni yang berorientasi pada pengembangan kualitas pendidikan. Cakupan rinci artikel yang diterima untuk diajukan ke Padma Sari adalah: Pendidik dan Siswa Metode pembelajaran Media Pembelajaran Kurikulum Manajemen Pendidikan Pendidikan Karakter Filsafat Pendidikan Pendidikan Agama Pendidikan Seni dan Budaya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DHARMAGITA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA Wiasti, Ni Komang; Wirata, I Wayan
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 01 (2025): Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ps.v5i01.2742

Abstract

This study aimed to analyze the implementation of various Dharmagita-based learning models at IAHN Gde Pudja Mataram. Dharmagita learning played a strategic role in transmitting cultural and spiritual-religious values, thus requiring a contextual, participatory, and meaningful pedagogical approach. A qualitative method was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis employed an interactive model consisting of four main stages: data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing or verification. The findings revealed that the implementation of the Contextual Learning Model Based on Dharmagita, the Cooperative Learning Model Based on Dharmagita, the Project-Based Learning Model Based on Dharmagita, and the Audio-Visual Learning Model Based on Dharmagita successfully created an active, engaging, and relevant learning atmosphere for students. These models brought diverse approaches to instilling ethical and spiritual values, while encouraging students to develop their personal potential in the field of Dharmagita. The learning process led to increased student creativity, as evidenced by participation in extracurricular activities such as student organizations and competitions related to Dharmagita. The lecturer’s role as a facilitator also proved essential in ensuring quality learning, which was reflected in student achievements at both local and national levels. The findings highlight the importance of pedagogical innovation in preserving dharma values among the younger generation through the development of innovative learning models grounded in Hindu religious values
PENDEKATAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENGATASI KRISIS MORAL DI KALANGAN SISWA Arsini, Ni Wayan
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 01 (2025): Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ps.v5i01.2746

Abstract

The issue of moral crisis among students has become a serious challenge for education in the digital era. This study was conducted to explore the role and pedagogical approaches of Hindu Religious Education in responding to moral decline among students. The research employed a qualitative content analysis method with a literature study approach. Data were collected from primary sources namely Hindu scriptures such as the Bhagavad Gita and Sarasamuccaya, and secondary sources in the form of textbooks and scientific articles. Data were analyzed thematically through open coding, categorization into descriptive themes, and synthesis of analytical themes. The findings show that the internalization of Hindu ethical values such as Tri Kaya Parisudha, Catur Paramita, Tri Parartha, and Tri Hita Karana has strong relevance in shaping students’ character. These values function not only as normative teachings but as pedagogical tools for developing moral reasoning, empathy, and spiritual consciousness. The study found that the moral crisis is not solely due to technological disruption or weak family support, but also due to a lack of reflective, affective, and contextual character education. Therefore, the study suggests that Hindu Religious Education should be reformulated into an integrative and transformative learning space that bridges cognition, affection, and spiritual practice. The goal is to produce students who are not only intellectually competent but also ethically responsible and spiritually grounded.
EKSPLORASI KONSEP ETIKA HINDU UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF GENERASI DIGITAL NATIVE Swana, I Putu; Dewi, Ni Luh Made Larasanthi Komala
Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 01 (2025): Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ps.v5i01.2941

Abstract

Generasi digital native merupakan seseorang yang hidupnya terintegrasi dengan teknologi, generasi ini menghadapi kerentanan seperti paparan konten negatif, cyberbullying, hoaks, dan krisis identitas akibat kuatnya need for recognition di media sosial. Tantangan ini memerlukan fondasi etika yang kuat dan relevan untuk membangun karakter positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merekonstruksi konsep etika Hindu yang dapat dijadikan pedoman perilaku yang konkret untuk membangun karakter positif generasi digital native. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan study literatur. Data tekstual yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan hermeneutika untuk menafsirkan makna, menemukan pola, tema, serta hubungan antar konsep. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: terdapat tiga konsep etika Hindu yang sangat relevan bagi generasi digital native untuk membangun karakter positif yakni: (1) Satya (kebenaran), sebagai landasan integritas dan kejujuran dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi digital; (2) Tat Twam Asi (engkau adalah aku), yang menanamkan empati, penghormatan pada keberagaman, dan tanggung jawab sosial dengan menyadari kesatuan semua makhluk; serta (3) Tri Kaya Parisudha (penyucian pikiran, perkataan, perbuatan), yang berfungsi sebagai filter mental untuk menyucikan niat sebelum berinteraksi di dunia maya. Implementasi ketiga nilai etika Hindu ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi digital native yang religius, jujur, toleran, bertanggung jawab, dan peduli sosial.