cover
Contact Name
Budi Hariono
Contact Email
jofe@polije.ac.id
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
jofe@polije.ac.id
Editorial Address
Kelompok Riset Food Engineering, Politeknik Negeri Jember Jl. Mastrip PO BOX 164, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Food Engineering
ISSN : -     EISSN : 28100824     DOI : https://doi.org/10.25047/jofe
The journal publishes original research and review papers on any subject at the interface between food and engineering, particularly those of relevance to industry, including: Engineering properties of foods, food physics and physical chemistry; processing, measurement, control, packaging, storage and distribution; engineering aspects of the design and production of novel foods and of food service and catering; design and operation of food processes, plant and equipment; economics of food engineering, including the economics of alternative processes.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2026): April" : 6 Documents clear
Pengaruh Substitusi Tepung Tempe Edamame (Glycine max (L.) Merrill) Terhadap Kadar Abu dan Gula Reduksi Crackers: The Effect of Edamame (Glycine max (L.) Merrill) Tempeh Flour Substitution on The Ash and Reducing Sugar Content of Crackers Rahmawati, Sinta; Sofyan, Aan
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i1.6881

Abstract

Edamame termasuk salah satu sumber protein nabati berkualitas yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan pangan fungsional berbasis pangan lokal. Biji edamame dapat diolah menjadi tempe dan diproses menjadi tepung. Crackers merupakan produk pangan olahan yang dapat dibuat dengan mengaplikasikan tepung tempe edamame. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung tempe edamame terhadap kadar abu dan gula reduksi pada produk crackers. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga kelompok perlakuan dan dua kali ulangan, yaitu Perlakuan A (100% tepung terigu, 0% tepung tempe edamame), Perlakuan B (95% tepung terigu, 5% tepung tempe edamame), Perlakuan C (85% tepung terigu, 15% tepung tempe edamame). Kadar abu dianalisis menggunakan metode Gravimetri, dan analisis kadar gula reduksi dengan metode Nelson-Somogyi. Crackers dengan substitusi tepung tempe edamame memiliki kadar abu pada masing-masing perlakuan yaitu 2,08%; 2,28%; dan 2,34%. Kadar gula reduksi pada masing-masing perlakuan yaitu 2,11%; 1,41%, dan 1,38%. Crackers dengan substitusi 15% tepung tempe edamame memiliki kadar abu tertinggi sebesar 2,34% dan kadar gula reduksi terendah sebesar 1,38%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu variasi tingkat substitusi tepung tempe edamame memengaruhi kadar abu dan gula reduksi pada crackers.
Uji Mutu Fisikokimia Tepung Daun Marungga Menggunakan Tiga Metode Pengeringan : Physicochemical Quality Testing of Moringa Leaf Flour Using Three Drying Methods Iswahyono, Iswahyono; Wibisono, Yossi; Hermanuadi, Didiek; Bahariawan, Amal
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i2.6871

Abstract

Tanaman marungga disebut sebagai tanaman ajaib, bagian daun  dapat dimanfaatkan sebagai suplemen gizi. Upaya untuk meningkatkan nilai dan diversifikasi olahan turunannya, daun marungga diolah menjadi produk kering berupa tepung. Tepung daun marungga diperoleh dengan cara pengeringan. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar tidak mempengaruhi mutu fisik dan kimia. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tiga metode pengeringan terhadap sifat fisik dan kimia tepung daun marungga. Metode pengeringan yang digunakan yaitu diangin-anginkan, pengeringan sinar matahari dan pengering dehumidifier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan daun marungga terbaik menggunakan pengering dehumidifier dengan densitas (0,35 g/ml), kadar air (6,50 %), aktifitas antioksidan (59,68 %) dan kadar protein (27,83 %). Pengeringaan dengan cara diangin-anginkan memberikan hasil terbaik pada warna yaitu sebesar -14.25 (cenderung hijau).
Analisis Profil Sensoris Kopi Robusta Songgon pada Berbagai Tingkat Kehalusan Bubuk: Sensory Profile Analysis of Songgon Robusta Coffee at Various Grind Sizes Setiawan, Sony; Siska, Astri Iga; Effendi, Mokhtar
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i2.6925

Abstract

Kecamatan Songgon merupakan salah satu sentra penghasil kopi Robusta potensial di Banyuwangi, namun pelaku UMKM lokal masih menghadapi kendala inkonsistensi cita rasa seduhan akibat belum adanya standardisasi teknis pada variabel ekstraksi, khususnya tingkat kehalusan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kehalusan bubuk kopi terhadap karakteristik sensoris kopi Robusta Songgon serta menentukan tingkat kehalusan optimal untuk penyeduhan. Metode penelitian menggunakan uji sensoris melalui cupping test yang mengacu pada standar Specialty Coffee Association of America (SCAA). Materi yang digunakan adalah kopi Robusta Songgon proses natural dengan tingkat sangrai medium. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan tingkat kehalusan (medium fine, medium, dan medium to coarse) dengan lima kali ulangan menggunakan lima panelis terlatih. Atribut sensoris yang dinilai meliputi aroma, flavor, body, acidity, aftertaste, sweetness, balance, clean cup, uniformity, dan overall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kehalusan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik sensoris kopi Robusta Songgon. Perlakuan terbaik diperoleh pada tingkat kehalusan medium dengan skor tertinggi (8,66). Karakteristik rasa yang dihasilkan pada tingkat medium lebih kompleks, meliputi aroma nutty, sensasi rasa cokelat, serta sweetness menyerupai gula aren.
Evaluasi Karakteristik Fisik Roti Tawar Berbasis Tepung Komposit Kacang Komak (Lablab purpureus L. Sweet) : Evaluation of the Physical Characteristics of White Bread Made from Komak Bean (Lablab purpureus L. Sweet) Composite Flour Pravitri, Kartika Gemma; Putri, Destiana Adinda; Dewi, Putri Satika; Sari, Irawati Nur Indah
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i2.6981

Abstract

Roti merupakan produk bakery yang banyak dikonsumsi, namun masih bergantung pada tepung terigu impor sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan lokal seperti kacang komak (Lablab purpureus L. Sweet) yang kaya protein dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan tepung kacang komak termodifikasi sebagai substitusi tepung terigu serta pengaruhnya terhadap karakteristik fisik roti tawar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pendekatan perbandingan dua faktor yaitu Jenis sampel, dan jenis tepung yaitu 100% tepung terigu dan tepung terigu dengan substitusi tepung kacang komak termodifikasi sebesar 10%. Tepung kacang komak dibuat melalui tahapan perendaman, pengukusan, pendinginan, pengeringan, dan penghalusan. Parameter yang dianalisis meliputi warna, dimensi, berat, volume, volume spesifik, densitas, serta baking loss. Hasil menunjukkan bahwa substitusi tepung komak tidak berpengaruh signifikan terhadap karakteristik roti tawar dengan nilai L* (63,94), a* (-2,67), berat (136,80g), dimensi (panjang 150mm), dan baking loss (8,92%), namun berpengaruh signifikan terhadap nilai b*, volume, volume spesifik, dan densitas. Roti komposit memiliki volume dan volume spesifik lebih rendah serta densitas lebih tinggi dibandingkan roti terigu, yang menunjukkan struktur lebih padat akibat penurunan kemampuan retensi gas karena berkurangnya gluten. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa jika dilihat dari nilai baking loss, tepung kacang komak termodifikasi berpotensi sebagai bahan substitusi dalam pengembangan tepung komposit berbasis legum lokal, meskipun perlu optimasi formulasi untuk meningkatkan kualitas fisik roti.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Bunga Melati menjadi Produk Teh Siap Minum di Kabupaten Banyuwangi: Value-Added Analysis of Jasmine Flower Processing into Ready-to-Drink Tea Products in Banyuwangi Regency Meidayanti, Karina; Arum, Shella; Adhamatika, Adhima
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i2.7009

Abstract

Bunga melati merupakan komoditas hortikultura yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas dalam bentuk segar dengan nilai tambah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pengolahan bunga melati menjadi teh melati siap minum sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal di Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan analisis nilai tambah dilakukan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan bunga melati menghasilkan nilai tambah sebesar Rp135.000/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 54%, yang tergolong tinggi. Selain itu, usaha ini menghasilkan keuntungan sebesar Rp85.000/kg dengan tingkat keuntungan mencapai 63%, serta memiliki kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, pengolahan bunga melati menjadi teh siap minum menunjukkan adanya nilai tambah dari pengolahan bunga melati yang yang dapat mendukung peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.
Manajemen Risiko Rantai Pasok Proaktif pada Bakery Skala Menengah: Integrasi SCOR–HOR dengan Validasi Inter-Rater Reliability: Proactive Supply Chain Risk Management in a Medium-Scale Bakery: A SCOR–HOR Integration with Inter-Rater Reliability Validation Arwani, Muhammad; Andira, Risma Ayu; Widyaningtyas, Shinta; Robbani, Syifa’
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i2.7025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko pada rantai pasok bakery skala menengah serta menetapkan prioritas strategi mitigasi yang paling efektif dan feasible. Studi kasus tunggal menggunakan kerangka Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk pemetaan proses rantai pasok dan metode House of Risk (HOR) Fase 1 dan Fase 2 untuk identifikasi serta pemrioritasan risiko secara proaktif. Prosedur inter-rater reliability (IRR) diterapkan melalui Cohen's Kappa (κ) dengan dua rater independen menilai severity kejadian risiko dan occurrence agen risiko untuk menjamin objektivitas penilaian. Hasil penelitian menunjukkan 18 kejadian risiko dan 18 agen risiko teridentifikasi pada seluruh proses rantai pasok. Nilai κ rata-rata sebesar 0,871 (Almost Perfect) mengkonfirmasi validitas penilaian. Berdasarkan analisis Pareto, 10 agen risiko prioritas menyumbang 80% dari total Aggregate Risk Potential (ARP), dengan ARP tertinggi pada A13 (kurangnya ketelitian pekerja, ARP = 2.023). HOR Fase 2 menghasilkan 10 strategi mitigasi dengan pembentukan divisi Quality Control sebagai prioritas tertinggi (ETD = 6.069). Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SCOR, HOR, dan validasi IRR berbasis Cohen's Kappa menghasilkan kerangka manajemen risiko rantai pasok proaktif yang lebih valid dan operasional bagi UMKM bakery, sekaligus mengisi celah metodologis pada studi HOR sebelumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6