cover
Contact Name
Marwati
Contact Email
mar.ambodalle@gmail.com
Phone
+628124118351
Journal Mail Official
jurnal.timpalaja@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gowa, South Sulawesi, Indonesia Phone : +6281-241-183-51, +6285-299-959-452, Post Office: 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TIMPALAJA: Architecture Student Journal
ISSN : -     EISSN : 27458490     DOI : https://doi.org/10.24252/timpalaja
Core Subject : Art, Engineering,
TIMPALAJA: Architecture Student Journal (E-ISSN: 2745-8490) is a scientific publication for student collaborative research and lecturers of a widespread topic in architectural design studies. The papers received by this journal will be reviewed by the editorial team. TIMPALAJA publishes articles that include textual studies and field studies in a variety of architectural design perspectives including: Islamic architecture Mosque architecture Local Wisdom Historic architecture Interior Architectural theories and criticism Environmental architecture City Design Landscape Building Science and technology Structure and construction of buildings And much more related to architectural design
Articles 136 Documents
Seni Hias Bangunan Bersejarah Masjid Lompoe Urwatul Wudska Maros Alfirah, Nunung Dewi; Rasyid, Fadilah Aliyah; Wasilah, Wasilah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i2a2

Abstract

Abstrak_ Berbagai situs bersejarah bangunan masjid peninggalan perkembangan awal budaya Islam di Maros mengindikasikan adanya seni hias. Salah satu peninggalan tersebut adalah Masjid Lompoe Urwatul Wudska. Penelitian ini membahas perwujudan estetis keragaman seni hias (ornamen) masjid bersejarah tersebut melalui pendekatan ikonografi untuk mengetahui makna dari perwujudan estetis keragaman seni hias (ornamen) masjid Lompoe Urwatul Wudska. Hasil dari penelitian ini, seni hias(ornamen) yang terdapat pada Masjid Lompoe Urwatul Wudska berada pada bagian pintu, mimbar, bedug, dan kolom. Dimana setiap seni hias (ornamen) ini menyimpan nilai-nilai budaya dan berbagai makna yang membedakannya dengan masjid yang lain. Adapun makna ornamen tersebut sebagai berikut: (1) pintu yang memiliki ornament kaligrafi 20 doa suci yang dimaknakan sebagai simbol doa untuk masuk ke pintu ka`bah yang berada di tanah suci, (2) mimbar yang memiliki nenas yang dimaknakan sebagai filosofi kehidupan dan keagamaan, (3) bedug yang memiliki ornamen dibagian penopang bedug diartikan bahwa bedug ini berasal dari Sulawesi Selatan dengan ciri khas ukiran ornamen suku bugis-makassar, (4) kolom yang dimaknakan sebagai jumlah sahabat nabi yaitu empat, (5) railing pembatas teras masjid yang menggunakan ornamen klasik yang banyak terdapat di rumah tradisional di Indonesia.Kata kunci: Seni Hias; Ornamen; Masjid Lompoe Urwatul Wudska; Ikonografi   
Pola Sirkulasi Ruang Masjid di Makassar Studi Kasus: Masjid Babul Khaer Marua, Irwansyah Usman; Ahsyam, M. Ramadhan; Oktawati, Andi Eka
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i2a5

Abstract

Abstrak_ Masjid berperan penting keberadaannya bagi umat muslim seluruh dunia baik untuk mengabdi/beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala maupun kegiatan agama lainnya. Selain untuk tempat beribadah, masjid sudah menjadi tempat berkumpul, pusat  dakwah , bertukar pengalaman, , menuntut ilmu dan lain sebagainya. Ada dua hal  yang menjadi dasar pertimbangan dalam mendirikan sebuah masjid yaitu fungsi penting dari sebuah masjid untuk tempat beribadah, dan yang kedua adalah aspek arsitektur sebuah masjid yang dapat menjadi tempat bersosialisasi dan bersilaturahmi dan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah bukan cuman pada saat beribadah tetapi ketika berada di lingkungan masjid. Namun pada saat ini masih banyak masjid yang tidak mengakomodir kebutuhan jamaah seperti aksesibilitas tempat wudhu’  yang jauh dari area shalat, area parkir yang sangat minim, tata ruang dan jalur sirkulasi yang kurang tepat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna masjid. Maka dari itu penulis membuat penelitian ini dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah yang timbul karena terkait tata ruang dan jalur sirkulasi pada masjid dan menemukan cara yang sesuai bagi masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan di masjid babul khaer dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu melakukan pengamatan perilaku meruang Arsitektur. Berdasarkan survey penulis pada masjid yang dijadikan sebagai objek penelitian, ternyata masih banyak didapat kekurangan pada desain tata ruang masjid dan pola sirkulasi yang acak antara jamaah laki-laki dan perempuan sehingga membuat jamaah maupun pengurus masjid menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu diperlukan penataan kembali ruang masjid dan jalur sirkulasi pada masjid Babul Khaer. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk berbagai pihak seperti jamaah maupun pengurus masjid.Kata kunci: Tata Ruang; Pola Sirkulasi Masjid Babul Khaer.               Abstract_ Mosques play an important role for Muslims throughout the world both to worship / worship Allah Subhanahu Wata'ala and other religious activities. In addition to the place of worship, the mosque has become a gathering place, center for da'wah, exchanging experiences, studying and so forth. There are two things that are the basis for consideration in setting up a mosque, namely the important function of a mosque for a place of worship, and the second is the architectural aspect of a mosque that can be a place to socialize and stay in touch. mosque environment. But at this time there are still many mosques that do not accommodate the needs of pilgrims such as the accessibility of ablution places that are far from the prayer area, the parking area is very minimal, spatial layout and circulation channels that are not appropriate so as to cause inconvenience to mosque users. Therefore the authors make this research with the aim of identifying problems that arise because of the related spatial layout and circulation paths in mosques and find ways that are appropriate for those problems. This research was carried out at the Babul Khaer Mosque using qualitative methods, namely observing the behavior of architectural spaces. Based on the author's survey on the mosque which was used as the object of research, there were still many shortcomings in the design of the mosque layout and random circulation patterns between male and female worshipers, making the worshipers and administrators uncomfortable. Therefore, it is necessary to re-arrange the mosque space and the circulation path at the Babul Khaer mosque. It is hoped that this research can contribute to various parties such as worshipers and mosque administrators.Keywords : Spatial Planning; Circulation Pattern Of The Babul Khaer Mosque.
Identifikasi Tingkat Kerusakan Struktur pada Fasad Masjid Cheng Hoo Tun Abdul Razak Satriandika, Baso; Massarappi, M. Mugny A; Marwati, Marwati
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i1a4

Abstract

Abstrak_ Fasad pada masjid menjadi salah daya tarik tersendiri bagi jamaah untuk datang. Sering kita jumpai masjid dengan fasad yang terabaikan salah satunya adalah dari segi pemeliharaan dan perawatan bangunan, hal ini dapat mempengaruhi faktor kenyamanan, kelayakan, kesehatan pada jamaah masjid. Guna mengetahui tingkat kerusakan struktur pada fasad masjid Muhammad Cheng Hoo dilakukan identifikasi. Identifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kerusakan struktur pada bagian fasad Masjid Muhammad Cheng Hoo dan di harapkan mampu memahami pentingnya menjaga kondisi masjid, utamanya di bagian fasad agar keberlangsungan masjid tetap terjaga.Kata kunci: Kerusakan Strktur; Fasad. Abstract_ The facade of the mosque is one of the main attractions for the Jamaah to come. Frequently we encounter mosques with facades that are neglected, one of which is in terms of maintenance and maintenance of buildings, this can affect the comfort, feasibility, health factors in the mosque congregation. This identification aims to obtain information about structural damage in the facade of the Muhammad Cheng Hoo Mosque and is expected to be able to understand the importance of maintaining the condition of the mosque, especially in the facade so that the continuity of the mosque is maintained.Keywords: Structure Damage; Façade.
Identifikasi Ruang dan Fasilitas pada Masjid Babussalam Berdasarkan Standarisasi Bangunan Masjid Tajuddin, M. Irham; Syafullah, Ahmad; Alfiah, Alfiah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i1a5

Abstract

Abstrak_Masjid Babussalam adalah masjid satu-satunya di makssar yang berada di dalam Mall, yaitu Mall Ratu Indah.penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah masjid Babussalam masuk dalam standarisasi  bangunan masjid. Metode penelitian yaitu metode kualitatif dengan Masjid Babussalam sebagai objeknya, sumber data berasal dari survey langsung yang dilakukan dan mengumpulkan data-data berupa jurnal, dan sebagainya. Hasil identifikasi ruang dan fasilitas didalamnya sesuai dengan standarisasi bangunan masjid bahwa masjid Babussalam tidak memenuhi beberapa standarisasi bangunan mesjid yaitu, masjid Babussalam tidak melaksanakan salat subuh karena Mall Ratu Indah buka pada jam 8 pagi, jamaah masjid Babussalam tidak dapat melaksanakan I’tikaf dikarenakan mall tutup pada jam 9 malam, serta tidak ada ruang penunjang untuk kegiatan pendidikan dan kegiatan musyawarah.Kata kunci: Standarisasi; Masjid; Ruang; Fasilitas. Abstract _ babussalam mosque is the only mosque in Makassar that is inside the Mall, namely Mall Ratu Indah. this research was conducted to find out whether the Babussalam mosque was included in the standardization of mosques in general. The research method is the qualitative method with Masjid Babussalam as its object, the source of the data comes from direct surveys conducted and collects data in the form of journals, and so on. The results of identification of the space and facilities by the standard of mosque building that Babussalam Mosque did not fulfill several standardizations of mosque buildings, namely, Babussalam mosque did not carry out the morning prayer because Ratu Indah Mall was open at 8 am, Jama'a Babussalam mosque could not implement I'tikaf because the mall closed at 9 p.m., and there was no room for support for educational activities and deliberation activities.Keywords: Standardization; Mosque; Spac; Facilities.
Desain dan Stuktur Pura Giri Natha di Makassar Bulan, Muh Erwin Embong; Sandi, Sandi; Attar, Muhammad
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i1a1

Abstract

Berbeda dengan tempat suci agama lain, bagunan Pura di desain dengan konsep terbuka yang terdiri dari beberapa bagaian atau lingkungan dan dikelilingi oleh pagar tembok. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meninjau desain dan stuktur Pura Giri Natha di Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur bangunan pada bangunan pura yang kami survey memiliki tutupan atap yang bertujuan agar tidak kepanasan ketika siang hari dan tidak basah ketika hujan tiba. Masing masing lingkungan dihubungkan dengan gapura atau gerbang dengan ukiran indah. Lingkungan yang dikelilingi tembok tersebut terdiri dari beberapa bangunan seperti pelingih, tempat bersembahyang Hyang Widhi, meru, dan bale (pavilion atau pendopo).
Pencahayaan Alami pada Masjid Amirul Mukminin Makassar Ulfirah, Rahmayanti; Saha, Riska; Rahayu, Irma
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i2a4

Abstract

Abstrak_ Masjid merupakan pusat peradaban umat islam sebagai sarana ibadah umat muslim yang dapat menampung jumlah jamaah dalam jumlah lumayan banyak, namun seiring berjalannya waktu bangunan ini memiliki fungsi lain yang tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah. Masjid Amirul Mukminin sebagai sentra kegiatan islam maupun kajian ilmu yang berlangsung hampir setiap hari mulai dari waktu subuh hingga pukul 22:00. Bangunan masjid amirul mukminin berpotensi menggunakan pencahayaan alami pada siang hari karena lokasinya yang mendapatkan pencahayaan matahari setiap harinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sebagai metode umum. Pembahasan memiliki alur deduktif yaitu menjelaskan bahasan umum terlebih dahulu lalu menjelaskan bahasan khusus. Dan menggunakan Metode observasi ,dokumentasi,wawancara,dan pengukuran alat berupa luxmeter. Penelitian difokuskan untuk mengetahui kinerja pencahayaan alamipada masjid amirul mukminin, mengetahui kualitas cahaya dibeberapa titik yang dipetakan dengan pembagian area berdasarkan tingkat cahaya pada ruangan. Dan Hasil menunjukkan  kondisi pencahayaan alami pada lantai 1, lantai 2 dan lantai 3 terjadi pada pukul  08:00- 10:00 WITA melebihi standar pecahayaan alami pada SNI. Hal ini dikarenakan pada titik tersebut tidak ada penghalang sinar matahri.                                                                                                                                          Kata Kunci : Amirul mukminin, ibadah, Makassar, Masjid, pencahayaan alami, Abstrak_ Mosque is the center of Islamic civilization as a place of worship for Muslims which can accommodate a large number of worshipers, but over time this building has other functions that are not only used as places of worship. The Amirul Mukminin Mosque as a center of Islamic activities and the study of science which takes place almost every day from dawn until 22:00. The amirul mukminin mosque building has the potential to use natural lighting during the day because of its location which gets sunlight every day. This study uses quantitative methods as a general method. Discussion has a deductive plot, namely explaining general discussion first and then explaining specific topics. And using the method of observation, documentation, interviews, and measurement tools in the form of luxmeter. The study focused on knowing the natural lighting performance of the mosque of the Believers, knowing the quality of light in some points mapped by dividing the area based on the level of light in the room. And the results show the condition of natural lighting on the 1st floor of the 2nd and 3rd floor occurs at 08: 00-10: 00 WITA This is because at that point there is no sun beam barrier.Keywords: Amir al-mu'minin, worship, Makassar, mosque, natural lighting,  
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Raya Baruga Arianda, Andi Rahmat; Rahma, Citra Sti
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v1i2a7

Abstract

 Abstrak Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang. Kebutuhan pencahayaan suatu ruangan tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan di ruangan tersebut. Sistem pencahayaan dalam suatu ruangan dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu sistem pencahayaan alami yang bersumber dari alam dan sistem pencahayaan buatan yang dibuat oleh manusia. Standar minimal sistem pencahayaan buatan dalam suatu bangunan harus memenuhi syarat kesehatan, kenyamanan, keamanan dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung. Tingkat pencahayaan rata-rata suatu ruangan bergantung pada luas area, fluks total semua lampu, koefisien penggunaan, serta koefisien depresiasi. Tingkat pencahayaan ratarata suatu ruangan dapat diukur menggunakan luxmeter. Proses pengukurannya meliputi penentuan luas ruangan, type ruangan, penentuan titik penerangan, serta pengambilan data pengukuran. Hasil dari pengukuran tersebut dibandingkan dengan standar SNI pencahayaan. Kata kunci : pencahayaan, pengaruh, masjid  Abstrack Lighting is one of the important factors in designing space. The lighting needs of a room depend on the type of activity carried out in the room. Lighting systems in a room can be divided into two main parts, namely natural lighting systems sourced from nature and artificial lighting systems made by humans. The minimum standard of artificial lighting systems in a building must meet health, comfort, safety requirements and meet the requirements that apply to buildings. The average lighting level of a room depends on the area, the total flux of all lights, the coefficient of use, and the depreciation coefficient. The average lighting level of a room can be measured using luxmeter. The measurement process includes determining the area of the room, type of room, determining the lighting point, and taking measurement data. The results of these measurements are compared to SNI lighting standards. Keywords: lighting, influence, mosque  
Pengaruh Desain Lansekap Terhadap Perilaku Pengunjung pada Taman Kota Universitas Hasanuddin Makassar Bulan, Muh. Erwin Embong; Saifullah, Ahmad; Pratama, AditiaBagas; Massarapi, Mugny; Zihab, Muhammad Zuqny; Alank, Samsul
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a6

Abstract

Abstrak_ Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan dalam skala yang luas dan dapat mengantisipasi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan kota. Taman kota tidak hanya untuk memperindah kota, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu wadah bagi warga kota untuk bersosialisasi serta melakukan berbagai macam aktifitas. Penataan lansekap pada taman saling berkaitan dengan aktivitas dan perilaku pengunjung. Taman Universitas Hasanuddin adalah salah satu taman kota yang ada di kota Makassar. 80% ditumbuhi pepohonan yang rindang dan terdapat danau. Para pengunjung memanfaatkan taman tersebut untuk melakukan berbagai macam aktifitas dan berbagai kegiatan kemahasiswaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen lansekap pada taman taman Universitas Hasanuddin, karakteristik perilaku pengunjungnya dan  merumuskan keterkaitan antara desain lansekap dengan perilaku pengunjungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan cara studi literatur dan observasi lapangan selama satu hari. Hasil pengamatan perilaku pengunjung dipetakan dalam behavior mapping. Hasil dari penelitian ini merumuskan bahwa ruang teduhan merupakan elemen yang sangat mempengaruhi aktivitas pengunjung dikarenakan banyak aktivitas yang dilakukan pada zoning tersebut dan bagaimana memperhatikan perilaku masyarakat terhadap penggunaan fasilitas yang menjadi perilaku yang mempengaruhi arsitektur. Serta terdapat danau di sekitaran taman yang menambah kesan keindahan pada tanaman tersebut sehingga dapat dinikmati sesuai dengan pola aktivitas masyarakat di sekitaran taman. Kata kunci: Lansekap; Taman Hasanuddin; Perilaku Pengunjung; Taman Kota. Abstract_ Urban parks are parks that are located in urban environments on a large scale and can anticipate the impacts caused by the development of the city. The city park is not only to beautify the city, but also serves as a forum for city residents to socialize and carry out various activities. The landscape arrangement in the park is interrelated with the activities and behavior of visitors. Hasanuddin University Park is one of the city parks in the city of Makassar. 80% is overgrown with shady trees and there is a lake. The visitors use the park to do various kinds of activities and various student activities. The purpose of this study is to identify landscape elements in Hasanuddin University parks, the characteristics of visitor behavior and formulate the relationship between landscape design and visitor behavior. This research uses descriptive qualitative method with data collection techniques by means of literature study and field observations for one day. The observations of visitor behavior are mapped in a behavior mapping. The results of this study formulate that the shade space is an element that greatly influences visitor activity due to the many activities carried out in the zoning and how to pay attention to community behavior towards the use of facilities that are behaviors that affect architecture. And there are lakes around the park that add to the impression of beauty in the park so that it can be enjoyed in accordance with the pattern of community activities around the park.Keywords: Landscape; Taman Hasanuddin;Visitor Behavior; City Park.
Pengaruh Desain Ruang Publik Anjungan Toraja Terhadap Pola Perilaku Pengunjung Pantai Losari Jumaintang, Jumaintang
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a7

Abstract

Abstrak_ Pantai losari merupakan salah satu destinasi wisata yang paling identik dengan kota Makassar sehingga dari waktu ke waktu meskipun telah banyak mengalami perubahan tempat ini masih menjadi alternatif wisata bagi pengunjung domestik maupun mancanegara. Perubahan terbesar yang dapat dirasakan secara langsung adalah desain tambahan yang memvisualisasikan empat etnis yang mendiami wilayah Sulawesi selatan yang dinamakan anjungan Bugis - Makassar dan Mandar - Toraja lengkap dengan sculpture-sculpture yang menggambarkan khas dari keempat suku tersebut. Adanya penambahan desain tersebut diatas menjadikan pantai losari memiliki daya tarik baru bagi pengunjung sekaligus mampu membentuk pola perilaku tertentu terhadap pengunjung yang berada diwilayah Pantai losari pada umumnya dan Anjungan Toraja khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengaruh desain anjungan toraja pantai losari terhadap perilaku manusia khususnya perilaku alami pengunjung terjadap desain anjungan toraja beserta komponen desain yang termasuk didalamnya sebagai sarana ruang terbuka publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilapangan dilakukan dengan cara pengamatan langsung (survey), wawancara, dokumentasi dan studi literatur.Kata Kunci : Ruang Terbuka Publik; Anjungan Toraja; Desain; Perilaku Manusia. Abstrac_Losari Beach is one of the most identical tourist destinations with Makassar, so that from time to time, despite many changes, this place is still an alternative tour for domestic and foreign visitors. The biggest change that can be felt directly is an additional design that visualizes the four ethnic groups inhabiting the South Sulawesi region called the Bugis-Makassar and Mandar-Toraja platforms complete with sculptures depicting the characteristics of the four tribes. The addition of the above design makes Losari beach has a new attraction for visitors as well as being able to form certain behavioral patterns towards visitors who are in the Losari Beach area in general and the Toraja platform in particular. This study aims to analyze the factors influencing the design of the Losari beach toraja platform on human behavior, especially the natural behavior of visitors to the design of the Toraja platform and the design components included in it as a means of public open space. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. Field data collection is done by direct observation (survey), interviews, documentation and literature studies.Keywords: Public open space; Toraja Platform; Design; Human Behavior.
Pola Perilaku Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Taman Macan di Makassar Sulfia, Sulfia; Adininggar, Melati Indira; Ananda, Nadilah Tri; Arianda, Andi Rahmat; Marua, Irwansyah Usman; Tajuddin, M Irham; Ekaputra, Muhammad Gilang
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a11

Abstract

Abstrak_   Manusia   memiliki   kepribadian   individual   sebagaimana   juga   mahluk   sosial,   hidup bermasyarakat  dalam  suatu  kolektivitas.  Manusia  juga  merupakan  pusat  lingkungan  dan  sekaligus bagian dari lingkungan. Dalam setiap aktivitas manusia, terutama yang berada di perkotaan biasanya tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan ruang seperti halnya dalam penggunaan ruang terbuka publik. Seperti halnya di Kota Makassar, Keberadaan ruang terbuka publik memiliki peranan penting untuk masyarakat.   Ruang   terbuka   publik   di   Kota   Makassar   tersebar   di   kecamatan-kecamatan   dan kepemilikannya beragam dari tanah adat sampai milik pemerintah kota, yaitu salah satu contohnya adalah Taman Macan yang berada di Kecamatan Ujung Pandang. Taman ini secara langsung berperan penting sebagai pusat interaksi dan komunikasi masyarakat baik formal maupun informal, individu atau  kelompok.  Tujuan  penelitian  adalah  mengidentifikasi  perilaku  atau  atribut  masyarakat  dalam memanfaatkan ruang terbuka publik di pusat Kota Makassar dan menemukan atribut perilaku dominan lingkungan  dari  perilaku  masyarakat.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode deskriptif yaitu penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan menggunakan behaviour mapping. Berdasarkan hasil studi 1 Atribut yang muncul dari Taman Macan (legitibilitas, kenyamanan, privasi, teritori, dan aksesibilitas 2 Atribut dominan dari Taman Macan (legitibilitas, kenyamanan, dan privasi).Kata kunci : Atribut; Pola Perilaku; Ruang Terbuka Publik. Abstract_  Humans have individual personalities as well as social beings,  social life in a  collectivity. Humans are also the center of the environment and at the same time part of the environment. Every human activity, especially those in urban areas is usually inseparable from the use of space as in the use of public open space. As in Makassar City, the existence of public open space has an important role for the community. Public open spaces in Makassar City are spread across sub-districts and their ownership varies from customary land to municipal government property, for example, the Macan Park in Ujung Pandang District. This park directly plays an important role as a center for community interaction and communication, both formal and informal, individual or group. The purpose of this research is to identify the behavior or attributes of the community in utilizing public open spaces in the center of Makassar City and to find the dominant environmental behavioral attributes of the people's behavior. The method used in this research is a descriptive method that is research about research that is descriptive and uses behavior mapping. Based on the results of study 1 Attributes that emerge from Taman Macan (legitimacy, comfort, privacy, territory, and accessibility 2 Dominant attributes of Taman Macan (legitimacy, comfort, and privacy).Keywords :  Attributes; Behavior Patterns; Public Open Spaces.

Page 2 of 14 | Total Record : 136