cover
Contact Name
Marwati
Contact Email
mar.ambodalle@gmail.com
Phone
+628124118351
Journal Mail Official
jurnal.timpalaja@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gowa, South Sulawesi, Indonesia Phone : +6281-241-183-51, +6285-299-959-452, Post Office: 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TIMPALAJA: Architecture Student Journal
ISSN : -     EISSN : 27458490     DOI : https://doi.org/10.24252/timpalaja
Core Subject : Art, Engineering,
TIMPALAJA: Architecture Student Journal (E-ISSN: 2745-8490) is a scientific publication for student collaborative research and lecturers of a widespread topic in architectural design studies. The papers received by this journal will be reviewed by the editorial team. TIMPALAJA publishes articles that include textual studies and field studies in a variety of architectural design perspectives including: Islamic architecture Mosque architecture Local Wisdom Historic architecture Interior Architectural theories and criticism Environmental architecture City Design Landscape Building Science and technology Structure and construction of buildings And much more related to architectural design
Articles 136 Documents
Revitalisasi Pasar Rakyat Parigi Lappariaja dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular di Kabupaten Bone Yana, A. Nova; Bunawardi, Ratriana Said; Alfiah, Alfiah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a2

Abstract

Abstrak_Revitalisasi Pasar Rakyat Parigi Lappariaja dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular di Kabupaten Bone bertujuan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat terkhusus di Pasar Rakyat Parigi Lappariaja  Kabupaten Bone. Penataan kembali Pasar Rakyat Parigi Lappariaja Kabupaten Bone diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pedagang. Memenuhi pelayanan pasar tersebut sesuai dengan skala  operasionalnya serta memenuhi fungsinya sebagai pusat perdagangan tradisional kawasan. Selain itu diharapkan  dengan pengembangan dan penataan pasar ini dapat memperbaiki dan menyelesaikan masalah yang berada di area  Kawasan pasar Parigi tersebut. Sehingga dapat terintegrasi dengan aktivitas dari bangunan pertokoan dan permukiman yang berada di sekitarnya. Dalam Perancangan Pasar Rakyat Parigi perlu memperhatikan alam sekitar  sehingga dapat menyesuaikan dengan alam tempat bangunan akan dibangun. Pada perancangan ini akan berfokus pada penerapan arsitektur vernakular yang hanya diterapkan pada bagian atap dan fasad bangunan pasar. Kata Kunci: Revitalisasi; Pasar; Vernakuler. Abstract_ The revitalization of Parigi Lappariaja People's Market with the Vernacular Architectural Approach in Bone  Regency aims to fulfill the wants and needs of the community, especially in Parigi Lappariaja People's Market, Bone  Regency. The restructuring of the Parigi Lappariaja People's Market in Bone Regency is expected can accommodate the needs of traders. Fulfill this market service according to the scale of its operation and fulfill its function as a regional traditional trading center. In addition, it is hoped that the development and determination of this market can fix and resolve problems in the Parigi market area. So that it can be integrated with the activities of shopping buildings and settlements around it. In the planning of Pasar Rakyat Parigi, it is necessary to pay attention to the surrounding environment so that it can adjust to the nature where the building will be built. This design will focus on the application of vernacular architecture which is only applied to the roofs and facades of market buildings.Keyword: Revitalizing; Market; Vernacular.
Perpustakaan Umum dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kabupaten Buton Rachmawati, Febi; Rahayu, Irma; Nursyam, Nursyam
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a3

Abstract

Abstrak_ Persebaran perpustakaan di Indonesia belum menunjukkan keberhasilan yang baik. Kabupaten Buton termasuk wilayah yang perlu adanya pembinaan dan pengembangan perpustakaan umum, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Perpustakaan Umum di Kabupaten Buton sebagai tempat atau wadah menyimpan berbagai koleksi bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk menambah pengetahuan dan informasi. Metode penelitian diawali dengan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan studi literatur, studi preseden, wawancara dan pengamatan langsung ke lokasi. Lokasi pengamatan merupakan wilayah penghasil bahan tambang aspal. Aktivitas pertambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Upaya meminimalisir kerusakan lingkungan yang terjadi salah satunya dengan mendesain bangunan yang ramah lingkungan. Untuk itu konsep arsitektur hijau merupakan pendekatan yang digunakan dalam perancangan Perpustakaan Umum di Kabupaten Buton. Konsep arsitektur hijau yang diaplikasikan fokus pada pencahayaan alami dan green roof. Pengaplikasiannya meliputi: penggunaan kisi-kisi kayu pada fasad, penanaman vernonia elliptica pada area dekat bukaan, penggunaan atap skylight, penggunaan bukaan kaca dan penggunaan intensive green roof.  Kata kunci : Perpustakaan Umum; Arsitektur Hijau; Kabupaten Buton.  Abstract_ The distribution of libraries in Indonesia has not shown good success. Buton Regency is an area that needs guidance and development of public libraries, for this reason, this research aims to obtain the design of the Public Library in Buton Regency as a place or container to store various collections of reading materials that can be used by the general public to increase knowledge and information. The research method begins with data collection carried out by literature studies, precedent studies, interviews, and direct observation of the location. The observation location is an area that produces asphalt mining materials. Mining activities can cause environmental damage. One of the efforts to mitigate environmental damage that occurs is by designing environmentally friendly buildings. For this reason, the concept of green architecture is the approach used in the design of the Public Library in Buton Regency. The green architectural concept that is applied focuses on natural lighting and green roofs. Its applications include: the use of wooden lattices on the facade, planting vernonia elliptical in areas near openings, use of skylight roofs, use of glass openings, and use of intensive green roofs. Keywords :  Public Library; Green Architecture; Buton Regency.
Penataan Area Pedagang Kaki Lima Sebagai Upaya Revitalisasi Kawasan Benteng Somba Opu Fahlevi, Reza Ali; Hildayanti, Andi
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a3

Abstract

Abstrak_ Kawasan Benteng Somba Opu merupakan Kawasan bersejarah yang memerlukan perhatian dan pemeliharaan yang baik dari pihak-pihak berwenang. Salah satu upaya pemeliharaan yang dapat dilakukan yakni revitalisasi yang merupakan suatu upaya mengembalikan atau pemugaran kawasan agar menjadi lebih menarik dan bermanfaat lebih dari yang sebelumnya, salah satunya yaitu permasalahan keberadaan pedagang kaki lima yang menjadi perhatian prioritas karena keberadaan pedagang tersebut menjadi unsur pendukung dan penguat fungsi pariwisata di Kawasan Benteng Somba Opu. Sehingga penelitian ini selain memberikan deskripsi gambaran strategi penataan pedagang kaki lima, tetapi juga memberikan usulan desain penataan area pedagang kaki lima di Kawasan Benteng Somba Opu dengan tujuan agar fungsi pariwisata di Kawasan ini dapat meningkat dan hidup kembali. Dengan menggunakan metode Analisis SWOT maka diperoleh kesimpulan bahwa keberadaan PKL terkadang menjadi titik simpul kekumuhan sehingga dibutuhkan metode atau cara dalam upaya penertiban dalam bentuk penataan area PKL yang layak dan nyaman bagi pengguna dan lingkungan sekitarnya dengan memperhatikan beberapa aspek-aspek seperti bentuk/pola, karakteristik lokasi dan pedagang, material bangunan, dan lainnya. Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan maka penataan dengan pola terpusat menjadi solusi yang tepat untuk area PKL.Kata kunci :Pedagang kaki lima (PKL); SWOT ; Revitalisasi; Kawasan Pariwisata; Benteng Somba Opu. Abstract_ Fort SombaOpu is a historical area that requires good attention and maintenance from the authorities. One of the maintenance efforts that can be done is revitalization which is an effort to restore the areas to make it more attractive and useful more than previous ones, the existence problem of street vendors is a priority concern because the presence of these traders is a supporting element and strengthening the function of tourism in the Fort SombaOpu. So that this research not only provides a description of the strategy for structuring street vendors but also provides a design proposal for structuring the area for street vendors in the Fort SombaOpuwith the aim that the tourism function can be increased and revived. By using the SWOT analysis method, it is concluded that the existence of street vendors is sometimes a node of slums and a method is needed in an effort to control it in the form of structuring a proper and comfortable street vendor area for users and the surrounding environment by paying attention to several aspects such as shape/pattern, characteristics locations, and traders, building materials, and others. Based on the results of the SWOT analysis that has been carried out, the arrangement with a centralized pattern is the right solution for the street vendors' areas.Keywords: Street vendors (PKL); SWOT; Revitalization; Tourism Area; Fort Somba Opu.
Penerapan Arsitektur Futuristik pada Sirkuit Balap Motor di Makassar Razman, Muhammad; Wasilah, Wasilah; Nursyam, Nursyam
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a10

Abstract

Abstrak_ Balap motor adalah olahraga otomotif yang dilakukan secara terorganisasi dalam mengasah sepeda motor berdasarkan jenis, kecepatan, dan kapasitas mesin. Balap motor dilakukan di area yang telah dirancang sedemikian rupa agar memiliki standar balapan dan standar keamanan tentunya. Kegiatan ini nantinya akan mengarahkan kepada profesi sebagai pembalap apabila sesuai dengan prestasi pembalap dan pendukung lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Sirkuit Balap Motor sebagai wadah dan penyalur bakat dari hobi olahraga otomotif dan sebagai sarana event-event balap. Metode penelitian diawali dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan studi literatur, studi preseden, wawancara dan pengamatan langsung ke lokasi. Lokasi pengamatan merupakan wilayah Kawasan olahraga di RTRW Kota Makassar dan berada di daerah strategis. Mengikut ke motto Kota Makassar adalah ‘Makassar Menuju Kota Dunia’ untuk itu konsep Arsitektur Futuristik merupakan pendekatan yang digunakan dalam perancangan Sirkuit Balap Motor. Konsep Arsitektur Futuristik yang diaplikasikan fokus pada Smart Building dengan pengaplikasian meliputi: fasad yang dapat terbuka dan tertutup secara manual maupun otomatis mengikuti cahaya matahari. Kata kunci: Sirkuit Balap Motor; Arsitektur Futuristik; Kota Makassar. Abstract_ Motor racing is an automotive sport that is carried out in an organized manner in honing motorbikes based on the type, speed and capacity of the engine. Motorbike racing is carried out in areas that have been designed in such a way as to have racing standards and safety standards of course. This activity will later lead to the profession as a racer if it is in accordance with the achievements of the racers and other supporters. This study aims to obtain a motor racing circuit design as a place and channel for talent from the automotive sports hobby and as a means of racing events. The research method begins with data collection carried out with literature studies, precedent studies, interviews and direct observation to the location. The observation location is a sports area in Makassar City RTRW and is in a strategic area. Following the motto of Makassar City is 'Makassar Towards a World City' for that, the concept of Futuristic Architecture is an approach used in designing motor racing circuits. The Futuristic Architecture concept that is applied focuses on Smart Buildings with applications including: a facade that automatically closes following the sunlight. Keywords : Motor Racing Circuit; Futuristic Architecture; Makassar City.
Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Lanskap di Polewali Mandar Ms, Aswan; Wasilah, Wasilah; Attar, Muhammad
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a1

Abstract

Abstrak_Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Barat yang memiliki masyarakat dengan apresiasitinggi dalam bidang olahraga.Olahraga merupakan aktivitas penting dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat setempat.Tingginyaminat terhadap olahraga, tentunya juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sarana dan prasarana itu sendiri, tanpa terkecuali salah satu fasilitas olahraga di Kabupaten Polewali Mandar yaitu Sport Center Polewali.Dengan melihat kondisi bangunan Sport Center Polewali yang mengalami penurunan kualitas disebabkan usia serta kondisi sirkulasi pada tapak yang tidak tertata, sudah sewajarnya Sport Center Polewali mendapatkan perlakuan khusus atau dalam hal ini yaitu redesain. Metode penelitian diawali dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara studi literatur, studi preseden, wawancara dan meninjau langsung objek penelitian ke lokasi. Lokasi Sport Center Polewali berada di tengah kota Polewali, lebih tepatnya di Jl. Stadion,Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandaryang merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Mengingat lokasi tapak yang berada di tengah kota Polewali, sehingga peneliti menggunakan pendekatan arsitektur lanskap dengan tematropis yang bertujuan untuk mengurangi perolehan panas yang masuk kedalam bangunan dan meminimalkan permukaan yang berpotensi mengumpulkan panas serta meningkatkan kualitas lingkungan setempat. Upaya ini dilakukan dengan cara menggunakan vegetasi khas iklim tropis dan penggunaan material perkerasan seperti grass block serta paving yang dikombinasikan dengan rumput.Kata kunci:Sport Center; Arsitektur lanskap; Kabupaten Polewali Mandar.  Abstract_ Polewali Mandar Regency is one of the regencies in West Sulawesi which has a society with high appreciation in the field of sports. Sport is an important activity in everyday life for the local community. The high interest in sports, of course, must also be balanced with an increase in the quality of the facilities and infrastructure itself, without exception one of the sports facilities in Polewali Mandar Regency, namely the Polewali Sports Center. By looking at the condition of the Polewali Sports Center building which has experienced a decline in quality due to age and circulation conditions on the site that are not organized, it is only natural for the Polewali Sports Center to receive special treatment or in this case, namely redesign. The research method begins with data collection by means of literature studies, precedent studies, interviews, and a direct review of the object of research to the location. The location of the Polewali Sports Center is in the middle of Polewali city, more precisely on Jl. Stadium, Matte Village, Polewali District, Polewali Mandar Regency which is the Regional Activity Center (PKW). Given the location of the site in the middle of the city of Polewali, the researchers used a landscape architectural approach with a tropical theme that aims to reduce heat gain into the building and minimize the surface that has the potential to collect heat and improve the quality of the local environment. This effort is carried out by using vegetation typical of tropical climates and using pavement materials such as grass blocks and paving combined with grass. Keywords: Sports Center; landscape architecture; Polewali Mandar Regency.
Konsep Penghawaan Alami pada Desain Perpustakaan Umum di Bulukumba Syam, Nuramin; Marwati, Marwati; AS, Zulkarnain
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a8

Abstract

Abstrak_ Perpustakaan Umum sangatlah penting keberadaannya bagi pelajar dan masyarakat, perancangan Perpustakaan Umum di Bulukumba untuk menyediakan sarana pembelajaran bagi seluruh kalangan masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa maupun lansia. Kajian bertujuan untuk membuat desain Perpustakaan Umum dengan mempertimbangkan aspek lokasinya, kebutuhan dan kegiatan serta kenyamanan bagi calon penghuninya. Metode perancangan yang akan digunakan adalah ekslporasi desain yang menggunakan konsep Kenneth Yeang pada  penerapan penghawaan alami/ventilasi alam. Konsep ini akan menjadi tolak ukur perancangan perpustakaan berlantai, agar perpustakaan ini direncanakan dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya dengan menerapkan sistem penghawaan alami pada bangunan. Perancangan perpustakaan ini di desain dengan menerapkan konsep penghawaan alami dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dan lingkungannya dalam mempertimbangkan iklim di daerah tersebut. Hasil desain berupa visual tata ruang, tampak dan persepktif bangunan perpustakaan.Kata kunci: Perancangan; Perpustakaan; Umum; Penghawaan Alami. Abstract - Public Libraries are vital for students and society, the design of public libraries in Bulukumba is to provide learning facilities for all people, from children to adults or the elderly. The study aims to create a shared library design by considering aspects of its location, needs and activities as well as comfort for potential users. The design method that will be used is an exploration design that uses the Kenneth Yeang concept on the application of natural ventilation / natural ventilation. This concept will be a benchmark for the creation of a floor library, so that this library is planned to provide comfort for its users by applying natural ventilation to buildings. The design of this library is designed by using the concept of natural ventilation by taking into account the relationship between architectural forms and the environment in considering the climate in the area. The design results are in the form of visual spatial layout, looks and perspectives of the library building.Keywords : Design; Library; Public; Natural Enforcement. 
Perancangan Hotel Resort dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku di Kabupaten Bulukumba Hidayat, Rahmat; Bunawardi, Ratriana Said; Attar, Muhammad
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a9

Abstract

Abstrak_ Kabupaten Bulukumba merupan sebuah Kabupaten yang kaya akan potensi wisata di Sulawesi Selatan. Terletak + 153 km dari kota Makassar. Dengan wilayah geografis yang eksostis antara pengunungan dan pantai, menjadikan Bulukumba menjadi tujuan wisata alam/bahari bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Selatan.Selain Pantai Tanjung Bira destinasi wisata bahari yang terkenal adalah Tebing Apparalang yang terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari. Tebing Apparalang memiliki panorama alam yang indah dengan tebing curam dan batuan karang, udara yang sejuk serta suasana yang tenang dengan suara deburan ombak menjadi daya Tarik tersendiri dari tebing ini. Berdasarkan informasi dari pengelola wisata Tebing Apparalang, Tempat wisata ini di kunjungi sekitar 2.000-2200 orang wisatawan setiap minggunya. diantara wisatawan yang berkunjung banyak dari wisatawan yang membutuhkan tempat untuk menginap. di lain hal. di Tebing Apparalang sendiri belum tersedia fasilitas penginapan. Oleh karena itu penting untuk menyediakan fasilitas baru berupa fasilitas hunian berupa resort untuk menunjang kegiatan berwisata dan menginap yang nyaman dan aman bagi wisatawan dalam berwisata di Tebing Apparalang. Dalam perancangan hunian resort di Tebing Appalarang sebagai wadah yang akan memfasilitasi wisatawan untuk menginap di Kawasan Tebing Appalarang, untuk itu perlu diterapkan pendekatan arsitektur yang sesuai dan mampu memberikan pengaruh positif terhadap wisatawan nantinya, dalam hal ini Arsitektur Perilaku merupakan jenis pendekatan arsitektur yang diharapkan dapat memberikan pendekatan konsep yang dapat menganalisis dengan tepat dalam merancang hunian resort beserta fasilitasnya yang sesuai dengan psikologi dan perilaku wisatawan yang berkunjung di Tebing Apparalang.Kata kunci: Kabupaten Bulukumba; Resort; Arsitektur Perilaku. Abstract_ Bulukumba Regency is a regency that is rich in tourism potential in South Sulawesi. Located + 153 km from the city of Makassar. With an exotic geographical area between mountains and beaches, Bulukumba is a natural / marine tourism destination for tourists visiting South Sulawesi. Apart from Tanjung Bira Beach, a famous marine tourism destination is Apparalang Cliff which is located in Ara Village, Bontobahari District. Apparalang Cliff has a beautiful natural panorama with steep cliffs and rocks, cool air and a calm atmosphere with the sound of the waves being the main attraction of this cliff. Based on information from the Apparalang Cliff tourism manager, around 2000-2200 tourists visit this tourist spot every week. Among the tourists who visit, there are many tourists who need a place to stay. in another case. There are no lodging facilities available on the Apparalang Cliffs. Therefore it is important to provide new facilities in the form of residential facilities in the form of resorts to support comfortable and safe traveling and staying activities for tourists while traveling on Apparalang Cliffs. In designing residential resorts on the Appalarang Cliffs as a forum that will facilitate tourists to stay in the Appalarang Cliff Area, it is necessary to apply an appropriate architectural approach and be able to have a positive influence on tourists later, in this case Behavioral Architecture is a type of architectural approach that is expected to provide a conceptual approach that can analyze precisely in designing resort housing and its facilities in accordance with the psychology and behavior of tourists visiting Apparalang Cliffs.Keywords:  Bulukumba Regency; Resort; Behavioral Architectur.
Gedung Robotika dengan Pendekatan Ekspos Struktur di Makassar Nasir, Muhammad; Marwati, Marwati; Musdar, Muh. Ajwad
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a5

Abstract

Abstrak_ Perancangan gedung robotika merupakan suatu kegiatan yang akan menghidupkan fungsi teknologi dan robotika di Indonesia sebagai aset edukasi, dan hobi serta mengangkat daya tarik pecinta robotika, pertunjukan kompetisi berkala, dan juga edukasi dalam bidang teknologi robotika. Lokasi project rancangan tepatnya di Makassar, Jl. Urip Sumoharjo, pemilihan lokasi di pertimbangkan dari pemerataan fasilitas robotika di Indonesia, selain itu mempertimbangkan dari daerahnya dimana daerah tersebut adalah daerah komersil, pendidikan dan industri bisnis. Pada perancangan gedung robotika mengangkat tema ekspos struktur, menurut Colin Davis sebagai suatu aliran arsitektur yang bermuara pada ide gerakan arsitektur modern yang membesar-besarkan kesan struktur dan teknologi suatu bangunan. Dalam rancangan ini mengambil studi banding dari studi lapangan yang berada di kota surabaya, sedangkan studi literatur mengambil referensi internet, studi banding memberikan wawasan akan rancangan gedung robotik dan mengkaji tema ekspos struktur, perancangan ini tedapat suatu program ruang yang telah di susun pada bab program rancangan yang akan menjadikan rancangan ini tertata dengan baik dan sesuai standar ruang. Gedung robotika mengambil konsep transformasi bentuk bangunan dari transformasi bentuk kepala dan logo robot, yang diolah sehingga membentuk suatu bangunan yang menarik dan dinamis, dari hasil rancangan tatanan lahan menghasilkan zonifikasi yang mempengaruhi penataan massa dan sirkulasi yang komunikatif, hasil rancangan ruang mengambil dari konsep ekspresif yang membuat ruangan menarik dan berestetika sama halnya seperti sifat robot yang menonjolkan ekspresif.Kata kunci: Ekspos; Gedung; Robotika; Struktur.  Abstract_ Robotics building design is an activity that will revive the function of technology and robotics in Indonesia as educational assets and hobbies as well as raise the appeal of robotics lovers, regular competition performances, and also education in the field of robotics technology. The location of the design project is precisely in Makassar, Jl. Urip Sumoharjo, the choice of location is considered from the equal distribution of robotics facilities in Indonesia, besides considering the area where the area is a commercial area, education and business industry. In building robotics design, the theme is structural exposure, according to Colin Davis as an architectural flow that leads to the idea of modern architectural movements that exaggerate the impression of the structure and technology of a building. In this design, it takes a comparative study from a field study in the city of Surabaya, while the literature study takes internet references, the comparative study provides insight into the robotic building design and examines the theme of structural exposure, this design is a space program that has been compiled in the design program chapter. which will make this design well organized and according to room standards. The robotics building takes the concept of transforming the shape of the building from the transformation of the robot's head and logo, which is processed to form an attractive and dynamic building, from the results of the land layout design produces zoning that affects communicative mass arrangement and circulation, the results of the spatial design take from the expressive concept make the room attractive and aesthetic as well as the character of a robot that accentuates expressiveness.Keywords: Exposure; Building; Robotics; Structure.
Pusat Pengolahan Bawang Merah dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Enrekang Nurfadilla, Nurfadilla; Rahayu, Irma; Bunawardi, Ratriana Said
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a9

Abstract

Abstrak_ Kabupaten Enrekang masuk dalam kategori kawasan utama dalam memproduksi bawang merah yang  mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan antar-provinsi dan pulau. Sifat bawang merah yang  mudah rusak dan tingginya persaingan kualitas di Indonesia membuat harga bawang kadang tidak stabil yang  memberikan inisiatif untuk membuat produk olahan bawang merah agar bisa disimpan lebih lama. Dari  permasalahan di atas maka perlu di bangunan sebuah industri makanan Pusat Pengolahan Bawang Merah untuk  memberikan peluang bagi petani bawang merah di Kabupaten Enrekang agar hasil panen yang ada bisa diolah dan  dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui studi  literatur,studi lapangan, studi banding atau studi preseden untuk membandingkan bangunan yang memiliki fungsi  yang sama. Konsep Arsitektur Modern dipilih dalam perancangan Pusat Pengolahan Bawang Merah, hal ini  ditunjang oleh alasan bahwa modernisasi akan memberikan dampak yang baik pada desain, bentuk, material dan  fungsinya. Arsitektur modern juga tidak hanya memberikan keindahan suatu bangunan tetapi dapat memudahkan  proses produksi. Filosofi bangunan diambil dari bentuk bawang merah serta arsitektur modern kubisme yang  kemudian disesuaikan dengan tapak yang berkontur memberikan elevasi yang berbeda berdasarkan area dan  fungsinya.Kata kunci : Pusat Pengolahan; Arsitektur Modern; Enrekang. Abstract_ Enrekang Regency is included in the category of the main area in producing shallots that are able to meet the needs of the local community and even between provinces and islands. The nature of shallots that are easily damaged and the high-quality competition in Indonesia makes onion prices sometimes unstable which gives the initiative to make processed shallot products so that they can be stored longer. From the problems above, it is necessary to build a food industry, the Shallot Processing Center, to provide opportunities for shallot farmers in Enrekang Regency so that the existing harvest can be processed and utilized properly. The method used is a descriptive method through literature studies, field studies, comparative studies, or precedent studies to compare buildings that have the same function. The concept of Modern Architecture was chosen in the design of the Shallot Processing Center, this is supported by the reason that modernity will have a good impact on the design, form, material, and function. Modern architecture also not only gives the beauty of a building but can facilitate the production process. The shape of the building that bends from the onion philosophy and modern cubism architecture which is then adapted to the contoured site gives different elevations based on the area and function. Keywords: Processing Center; Modern Architecture; Enrekang.
Implementasi Konsep Arsitektur Tropis Pada Desain Kantor Bupati Ngada di Provinsi Nusa Tenggara Timur Sina, Yohanes B; Sudarman, Sudarman; Latief, Satriani
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a2

Abstract

Abstrak_ Konsep bangunan tropis merupakan bentuk adaptasi dari bangunan terhadap iklim tropis, terkait dengan keputusan desain yang diambil untuk mengakomodir iklim tropis. Pengaruh terutama terkait kelembaban dan suhu yang sangat tinggi yang akan mempengaruhi kenyamanan manusia dalam menggunakan ruang, yang merupakan salah satu contoh aplikasi konsep bangunan tropis. Pengaplikasian arsitektur tropis pada bangunan kantor bupati Ngada adalah untuk memberikan kenyamanan pada para penggunanya demi tercapainya efektivitas kerja para pegawai lingkup kantor bupati di kabupaten Ngada. Selain memberikan kenyamanan pada para pelaku kegiatan, adapun  yang menjadi poin penting pada penerapan tema arsitektur tropis ini adalah merujuk kepada bangunan hemat energy dengan optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami. Yang menjadi titik tolak penerapan arsitektur tropis adalah pengembangan terhadap arsitektur tradisional yang sejatinya sudah tercipta untuk mengadaptasi terhadap iklim setempat.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa pengolahan tata massa akan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, pergerakan angin dan orientasi matahari dalam tapak. Pengolahan tata massa pada Kantor Bupati Ngada dengan pengaplikasian Arsitektur Tropis dilakukan melalui pendekatan penghawaan dan pencahayaan alami.Kata Kunci : Arsitektur Tropis, Arsitektur Vernakular, Desain Kantor. Abstract_ The tropical building concept is an adaptation of building to the tropical climate, about the related design to accommodate the tropical climate. The humidity and temperature in the topical area are very high and would affect human comfort in the building. Adaptation of the tropical climate at the office building by the government of Nagada gives thermal comfort for the building users. The important points of tropical architecture adaptation refer to efficiency, the energy of the building, and optimization of natural lighting and ventilation. The basis of tropical architecture application is the development of local wisdom to adapt to the local climate. Based on the research, it could be found in the mass of the building may be influenced by the climate condition, wind movement, and orientation of the sun on the site. The management of the regent's office mass through the approach of natural lighting and ventilation.Keywords: Tropical Architecture; Vernacular Architecture; Office Design. 

Page 5 of 14 | Total Record : 136