cover
Contact Name
Marwati
Contact Email
mar.ambodalle@gmail.com
Phone
+628124118351
Journal Mail Official
jurnal.timpalaja@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gowa, South Sulawesi, Indonesia Phone : +6281-241-183-51, +6285-299-959-452, Post Office: 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TIMPALAJA: Architecture Student Journal
ISSN : -     EISSN : 27458490     DOI : https://doi.org/10.24252/timpalaja
Core Subject : Art, Engineering,
TIMPALAJA: Architecture Student Journal (E-ISSN: 2745-8490) is a scientific publication for student collaborative research and lecturers of a widespread topic in architectural design studies. The papers received by this journal will be reviewed by the editorial team. TIMPALAJA publishes articles that include textual studies and field studies in a variety of architectural design perspectives including: Islamic architecture Mosque architecture Local Wisdom Historic architecture Interior Architectural theories and criticism Environmental architecture City Design Landscape Building Science and technology Structure and construction of buildings And much more related to architectural design
Articles 136 Documents
Strategi Pelestarian Kawasan Cagar Budaya dengan Pendekatan Revitalisasi Hildayanti, Andi
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i1a9

Abstract

Abstrak_ Bangunan cagar budaya pada dasarnya merupakan suatu artefak kota (urban artifact). Bangunan cagar budaya sudah selayaknya dilestarikan karena merupakan asset daerah yang dilindungi oleh hukum perundang- undangan. Pada beberapa kasus, banyak diantara objek bangunan cagar budaya sudah tidak difungsikan lagi sehingga menurunkan kualitas bangunan tersebut. Berbagai permasalahan mulai bermunculan seperti pelapukan, rerumputan yang tumbuh liar, dan beberapa kerusakan kecil lainnya pada bangunan. Jika hal tersebut tetap dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan bangunan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengulas eksistensi bangunan cagar budaya di Kota Makassar tepatnya pada kawasan Benteng Somba Opu dengan segala permasalahannya dan merumuskan strategi-strategi pelestarian agar bangunan cagar budaya dapat mempertahankan eksistensinya tanpa mengurangi kualitas bangunan itu sendiri melalui pendekatan revitalisasi. Dengan menggunakan metode eksploratif dengan pertimbangan pengamatan analisis SWOT maka ditemukan beberapa strategi pelestarian yang dinilai mampu mengoptimalkan fungsi dan eksistensi bangunan cagar budaya tersebut, diantaranya mengembalikan keadaan bangunan yang mengalami kerusakan pada keadaan awal. Menggantikan material yang rusak atau hilang dengan material yang baru atau sejenis. Melakukan tindakan pemeliharaan berkala agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah. Serta melakukan adaptasi yaitu segala upaya untuk mengubah bangunan tersebut agar dapat digunakan untuk fungsi yang sesuai. Karena pada dasarnya konservasi arsitektur merupakan proses daur ulang sebuah bangunan dalam upaya melestarikan sumber daya tempat tersebut demi keberlangsungan eksistensinya. Kata kunci : Konservasi; Revitalisasi ; Cagar budaya; Pelestarian; Artefak kota; Benteng Somba Opu. Abstract_ Cultural heritage building is basically an urban artifact. So it must be preserved because they are regional assets that are protected by national law. In some cases, many cultural heritage buildings no longer function, thereby reducing the quality of the building. Various problems began to emerge such as weathering, growing weeds, and the other minor damage to the building. If it is still left then it will have a negative impact on building survival. Therefore, this study will review the existence of cultural heritage buildings in Makassar City with all its problems and formulate conservation strategies till cultural heritage buildings can maintain their existence without reducing the quality of the building itself through revitalization approaches. By using an exploratory method with consideration of observing the SWOT analysis, several conservation strategies were found to be able to optimize the function and existence of the cultural heritage building, including restoring the damaged buildings to the initial state. Replace damaged or lost material with new or similar material. Perform periodic maintenance measures to avoid further damage. And adaptation is all efforts to change the building so that it can be used for the appropriate function. Because basically the conservation of architecture is the process of recycling a building in an effort to preserve the place resources for the sake of its continued existence. Keywords : Conservation; Revitalization; Cultural heritage; Preservation; Urban artifacts; Fort Somba Opu.
Karakteristik Arsitektur Gedung Mulo Sebagai Bangunan Heritage (Studi Kasus : Gedung Mulo, Makassar, Sulawesi Selatan) Oktawati, A. Eka; Rahmianti, Rahmianti; Pratiwi, Nurazizah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a1

Abstract

Abstrak_ Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik arsitektur bangunan peninggalan sejarah di kota Makassar. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian rasionalisme dalam bentuk kualitatif dengan pendekatan ciri fisik bangunan kolonial yang berada di kota Makassar. Kriteria pemilihan sampel berdasarkan aspek keaslian fisik bangunan berupa fasad. Melalui penelitian ini penulis dapat mengidentifikasi karakteristik  arsitektur  pada bangunan peninggalan sejarah  di kota Makassar  dengan mengambil  acuan dari beberapa teori seperti teori fungsi. Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat dan pemerintah mampu mempertahankan keaslian fisik bangunan berupa fasade, karena fasade bangunan merupakan tam pilan luar yang mempunyai karakteristik yang menonjolkan peran bangunan.Kata kunci: Karakteristik, bangunan heritage, Elemen bangunan.   Abstract _ This study aims to reveal the characteristics of architectural heritage buildings in the city of Makassar. The research method used is the research method of rationalism in the qualitative form with the approach of the physical character of colonial buildings located in Makassar city. Sample selection criteria based on the physical aspect of the building in the form of the facade. Through this research, the writer can identify the architectural character of the heritage building in Makassar city by taking reference from several theories such as function theory. Through this research, it is hoped that the society and the government will be able to maintain the physical origin of the building in the form of the facade because the building facade is the outward appearance that has the characteristic that emphasizes the role of the building.Keywords: Characteristics; Heritage buildings; Elements of buildings.
Volumetric Study: Strategi Perkuliahan Studio Perancangan Arsitektur Rahmani, Ahmad Ibrahim; Syuaib, Mayadah; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Febriansyah, Muhammad Chaidar; Zahra, Kamila
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a6

Abstract

Abstrak_ Pada kuliah asas dan studio perancangan arsitektur UIN Alauddin Makassar lazim menggunakan metode penelusuran konsep perancangan 2 dimensional dengan media kertas gambar dan sketsa konseptual. Dari isu ini berkaitan dengan fakta bahwa konsep desain 2D yang menggunakan media kertas gambar terbatas hanya merepresentasikan ide bentuk, warna, dan texture dalam desain. Salah satu kelemahan metode ini yaitu keterbatasan mahasiswa untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk dan belum akurat dalam merepresentasikan konsep perancangan, sehingga dibutuhkan strategi perkuliahan lain yang lebih representative terhadap proses desain yang dilaksanakan di studio perancangan arsitektur. Agar mahasiswa juga bisa merekam konsepsi orientasi, shading, contour, dan layering secara optimal. Artikel ini membahas pengalaman empiris pengaplikasian metode volumetric study  dalam lingkup kampus UIN Alauddin Makassar dalam kerangka strategi peningkatan mutu perkuliahan. Hasil studi kasus pada mata kuliah Asas dan studio perancangan arsitektur 3 untuk mahasiswa semester III, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa metode volumetrik studi ini dapat membantu dalam penelusuran konsep perancangan.Kata kunci: Volumteric Study; Studio; Perancangan Abstract _ In architectural design studios at UIN Alauddin Makassar, it is common to use the method of tracing the concept in  2-dimensional design mode, by using drawing paper media and conceptual sketches. This issue relates to the fact that the 2D design concept using drawing paper media is limited to only representing the idea of shape, colour and texture in the design. One of the weaknesses of this method is the student's limitation to explore forms and inaccurate representation of design concepts so that another course strategy that is more representative of the design process is needed in an architectural design studio. So that students can also record the conceptions of orientation, shading, contours, and layering optimally. This article discusses the empirical experience of applying the volumetric study method within the UIN Alauddin Makassar campus within the framework of a strategy to improve the quality of lectures. The results of a case study in 3rd architectural design studio course for second years students, it was found that most students felt that the volumetric method of this study could help in tracing design concepts.Keywords: Volumetric Study; Studio; Design
Waterfront Cottage dengan Pendekatan Arsitektur Ekletik di Pulau Mansinam Papua Barat Kinasih, Alifia Sekar Wana; Marwati, Marwati; Ramadhani, Suci Q.
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a9

Abstract

Abstrak_ Sektor pariwisata di Papua Barat semakin meningkat, salah satunya adalah kawasan wisata Pulau Mansinam yang tepatnya terletak di Kabupaten Manokwari. Fasilitas yang perlu dikembangkan dari kawasan wisata ini salah satunya berupa penginapan. Perlunya obyek wisata cottage menggunakan tema yang mendukung ciri khas dan budaya Provinsi Papua Barat khususnya Kabupaten Manokwari. Salah satu pilihan yang dapat diterapkan yaitu dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern ke dalam perancangan waterfront cottage atau cottage di tepian pantai Pulau Mansinam ini. Penerapan Arsitektur Eklektik cocok untuk digunakan dalam perancangan desain Waterfront Cottage di Pulau Mansinam ini karena tema ini adalah tema yang menggunakan atau memakai unsur tradisional dan modern. Tujuan penulisan yaitu menghasilkan desain bangunan Cottages yang menekankan unsur tradisional dan modern.Kata kunci: Waterfront; Cottage, Ekletik, Pulau Mansinam Abstract_ The tourism sector in West Papua is increasing, one of which is the man Sonam island tourism area which is precisely located in Manokwari Regency. Facilities that need to be developed from this tourist area, one of which is lodging. The need for cottage tourism objects uses themes that support the characteristics and culture of West Papua Province, especially Manokwari Regency. One option that can be applied is by incorporating traditional and modern elements into the design of waterfront cottages or cottages on the shores of Mansinam Island. The application of Eclectic Architecture is suitable for use in the design of Waterfront Cottage on Mansinam Island because this theme is a theme that uses or uses traditional and modern elements. The purpose of writing is to produce cottages design that emphasizes traditional and modern elements.Keywords: Waterfront, Cottage, Eclectic, Mansinam Island
Pendekatan Arsitektur Biomimikri Desain Taman Hutan Raya Abdul Latief di Sinjai Azizah, Nurfaiqah; Rahayu, Irma; Nursyam, Nursyam
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a5

Abstract

Abstrak_ Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Taman Hutan Raya Abdul Latief sebagai Media Edukasi dan Wisata dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri.  Taman Hutan Raya Abdul Latief   (TAHURA) memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu  daerah tujuan wisata di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya pada Kabupaten Sinjai. Selain sebagai wisata pendidikan tentang tumbuhan serta pelestarian satwa yang dilindungi, Tahura ini juga dapat menjadi wisata alam dengan pemandangan yang indah.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan cara pengumpulan data dengan melakukan survei atau pengamatan langsung ke lokasi, setelah itu dilakukan wawancara atau tanya jawab dengan pihak – pihak yang ada relevansinya dengan objek    serta penggambaran dengan dokumentasi fotografi. Maka dari penelitian ini ditemukan terjadinya ketidakstabilan kunjungan wisatawan di Tahura ini mengindikasikan bahwa ketertarikan masyarakat untuk  menikmati  daya  tarik  kawasan  ini  menurun  karena  tidak  didukung  oleh  pembangunan dan pemeliharaan pada objek – objek wisata maupun sarana prasarana penunjang. Untuk menambah perwujudan kreativitas arsitektur pada desain ini maka diperlukan penerapan pendekatan biomimikri dimana dapat menghasilkan arsitektur yang ekspresif.Kata kunci: Taman Hutan Raya; Abdul Latief; Arsitektur Biomimikri Abstract _ This study aims to obtain the design of the Abdul Latief Forest Park as a medium Education and Tourism with a Biomimicry Architectural Approach. Abdul Latief Forest Park (TAHURA) has a lot of potentials to be developed as a tourist destination in South Sulawesi Province, especially in Sinjai Regency. Apart from being an educational tour about plants and the preservation of protected animals, Tahura can also be a natural tourism place with beautiful scenery. The research method used is the research method by collecting data by conducting surveys or direct observation to the location, after which interviews or questions and answers are conducted with parties that are relevant to the object and depiction with photographic documentation. So from this research, it is found that the instability of tourist visits in Tahura indicates that the public's interest in enjoying the attractiveness of this area is decreasing because it is not supported by the development and maintenance of tourist objects and supporting infrastructure. To add to the manifestation of architectural creativity in this design, it is necessary to apply a biomimicry approach which can produce expressive architecture.Keywords: Forest Park Botanical Garden; Abdul Latief; Architecture Biomimicry.
Desain Atribut Jalan Sebagai Upaya Revitalisasi Kawasan Benteng Somba Opu Hildayanti, Andi; Rasyid, Fadhilah Aliyyah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a4

Abstract

Abstrak_ Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran strategi perancangan untuk menghidupkan  kembali Kawasan Benteng Somba Opu yang merupakan salah satu kawasan bersejarah di Sulawesi Selatan. Kawasan bersejarah saat ini perlu dijaga dan dipelihara dengan baik supaya tetap bertahan sebagai bukti peradaban. Upaya revitalisasi menjadi solusi yang sesuai untuk mengembalikan eksistensi kawasan, khususnya dari masalah atribut jalan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threats) untuk menghasilkan rumusan strategi desain yang sesuai dengan kondisi fisik dan non fisik Kawasan Benteng Somba Opu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang sesuai untuk desain atribut jalan di Kawasan Benteng Somba Opu adalah pemasangan desain atribut jalan seperti lampu jalan, tempat sampah, dan tempat duduk/peristirahatan yang menjadikan tempat wisata menjadi lebih nyaman dan aman dan sebagai nilai tambah dalam peningkatan jumlah pengunjung.Kata kunci: Atribut jalan; Metode SWOT; Revitalisasi; Wisata sejarah; Strategi perancangan  Abstract _ This study aims to provide an overview of the design strategy to revive the Somba Opu Fortress area, which is one of the historical areas in South Sulawesi. Historical areas today need to be well preserved and preserved in order to survive as evidence of civilization. Revitalization efforts are a suitable solution to restore the existence of the area, especially from the problem of street attributes. This study uses the SWOT analysis method (strengths, weaknesses, opportunities, threats) to produce a design strategy formulation that is suitable for the physical and non-physical conditions of the Somba Opu Fortress area. The results show that an appropriate strategy for the design of street attributes in the Somba Opu Fortress area is the installation designs of street lights, trash cans, and resting places which make tourist attractions more comfortable and safe, and as an added value in increasing the number of visitors.Keywords: Street  attribute; SWOT method; Revitalization; Historical tourism; Design strategy
Emergency Response Center: Bangunan Ikonik Penanggulangan Bencana Terpadu di Indonesia Timur Sutrisno, Moh.; Miftahullah, Mukti; Said, Ratriana
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a8

Abstract

Abstrak_ Indonesia terletak dalam bentang kawasan yang rawan bencana. Beberapa tahun terakhir, telah terjadi berbagai bencana yang melanda bangsa indonesia. Dilain sisi, Indonesia belum memiliki fasilitas untuk melakukan tanggap bencana secara terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data sekunder tentang pelayanan terpadu untuk bencana. Selanjutnya studi preseden menjadi rujukan dalam membuat konsep dan mengembangkan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk karya arsitektur.  Perancangan ini memberikan solusi permasalahan dalam bentuk desain arsitektur untuk berkonstribusi dalam pelayanan tanggap bencana yang ada di Indonesia, dan khususnya di Kabupaten Gowa. Kata kunci: Desain; Bencana; Bangunan Ikonik; Pelayanan Terpadu. Abstract_ Indonesia is located in a disaster-prone landscape. In the last few years, there have been various disasters that have hit the Indonesian nation. On the other hand, Indonesia does not yet have the facilities to carry out an integrated disaster response. This study uses a qualitative method by collecting secondary data about integrated services for disasters. Furthermore, precedent studies become a reference in conceptualizing and developing ideas that are manifested in the form of architectural works. This design provides solutions to problems in the form of architectural designs to contribute to disaster response services in Indonesia, and especially in Gowa Regency. Keywords:  Design; Disaster; Iconic Building; Emergency Response Center
Pengaruh Tata Ruang pada Bangunan Rumah Panggung Terhadap Kenyamanan Penghuni Febriansyah, Muhammad Chaidar; Zahira, Zahira
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a7

Abstract

Abstrak_ Rumah panggung merupakan bangunan dengan sistem konstruksi yang memiliki bidang lantai yang ditinggikan  dari  permukaan  tanah  oleh  tiang-tiang  penopangnya. Pada umumnya rumah panggung  berbahan material papan atau bambu. Pada bangunan rumah panggung ataupun bangunan lainnya aspek tata ruang perlu diperhatikan. Tata ruang bangunan baik secara zonasi, interior serta luasan ruangan harus diperhatikan guna kenyamanan  penghuni.  Penelitian  ini  dilaksanakan  guna  mengidentifikasi  pengaruh  tata  ruang  pada  rum ah panggung yang dapat mempengaruhi kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan hasil dari penelitian, Rumah panggung dapat memberikan aspek kenyamanan termal dalam bangunan yang dapat meningkatkan stimulus bagi penghuni terutama dengan pengaturan tata ruang yang baik pada rumah panggung yang dapat memaksimalkan penghawaan serta pencahayaan alami pada bangunan. Penggunaan material kayu pada rumah panggung memberi efek dingin pada bangunan, serta dengan adanya tiang penopang bangunan, memungkinkan angin masuk lewat sela-sela bidang lantai. Selain itu, rumah panggung juga bermanfaat sebagai perlindungan terhadap banjir, pengguna ventilasi lebih maksimal, penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional bagi penghuni rumah melalui penyediaan ruang parkir, RTH privat dan area bermain.Kata kunci: Rumah panggung; Tata Ruang; Stimulus. Abstract _ The house on stilts is a building with a construction system that has a floor area that is elevated from the ground by the supporting pillars. In general, houses on stilts are made of board or bamboo material. In building a house on stilts or other buildings, the spatial aspect needs to be considered. Zoning, interior and space layout of the building must be considered for the comfort of the occupants. This research was conducted to identify the influence of spatial layout on stilts that can affect the comfort of the occupants. This research uses qualitative methods which are carried out by collecting data according to conditions in the field. Based on the results of the research, the house on stilts can provide aspects of thermal comfort in buildings that can increase the stimulus for residents, especially with good spatial arrangements on stilt houses that can maximize ventilation and natural lighting in buildings. The use of wood materials in the house on stilts gives a cool effect to the building, and with the building support pillars, it allows the wind to enter through the floor plans. Besides, the house on stilts is also useful as protection against flooding, maximizing ventilation,  applying the principles of sustainable development,  and increasing the physical and emotional well-being of residents through the provision of parking spaces, private green open space, and play areas.Keywords: House On Stilts; Layout; Stimulus
Pusat Pelatihan Bulutangkis dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik di Kota Makassar Mazid, Fakhrul; Wasilah, Wasilah; Alfiah, Alfiah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i2a6

Abstract

Abstrak_ Kota Makassar adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Makassar memiliki jumlah penduduk sekitar 1,508 juta jiwa.Luas Wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km persegi Makassar memiliki iklim hangat dan tropis dengan perbedaan musim hujan (November-Mei) dan musim kemarau (Juni-Oktober) dan ditandai dengan kelembaban tinggi dan suhu rata-rata sekitar 27,8°C. Sangat sedikit adanya perubahan suhu sepanjang tahun, mulai dari 24°C untuk suhu minimum dan 32°C untuk suhu maksimum    .Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Pusat Pelatihan Bulutangkis Sebagai media Edukasi dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik. Pusat Pelatihan Bulutangkis memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai Pembangunan Ruang Terbuka Hijau, menjadikan salah satu prioritas pembangunan Kota Makassar.Kata kunci: Pelatihan Bulutangkis: Arsitektur Bioklimatik; Kota Makassar. Abstract_ Makassar City is a city in the province of South Sulawesi, Indonesia. Makassar City has a population of around 1.508 million. The area of Makassar City is recorded as 175.77 square kilometers. Makassar has a warm and tropical climate with differences in the rainy season (November-May) and dry season (June-October) and is characterized by high humidity and an average temperature of around 27.8 ° C. There is very little change in temperature throughout the year, starting from 24°C for minimum temperature and 32 ° C for maximum temperature. This research aims to obtain the design of the Badminton Training Center as an educational medium with a bioclimatic architectural approach. The Badminton Training Center has a lot of potentials to be developed as a Green Open Space Development, making it one of the development priorities of Makassar City.Keywords: Badminton Training: Bioclimatic Architecture; Makassar City.
Optimalisasi Pencahayaan dan Penghawaan Alami pada Rumah Adat Mandar Amin, Burhanuddin; Fitrawansyah, Fitrawansyah; Bunawardi, Ratriana Said
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 1 (2021): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i1a4

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengoptimalan  pencahayaan dan penghawaan alami pada bangunan rumah adat Suku Mandar. Rumah adat Suku Mandar merupakan rumah tradisional yang masih memperhatikan faktor alami pada pembangunannya. Seperti untuk pencahayaan dan penghawaan bangunan, untuk pencahayaan alami berkaitan langsung dengan bukaan yang ada dibangunan, sedangkan untuk penghawaan alami berkaitan erat dengan penataan bukaan dan pemilihan material pada bangunan rumah adat Suku  Mandar. Pada  penelitian yang dilakukan ini, menunjukkan bahwa rumah adat Suku Mandar, sangat memperhatikan elemen-elemen yang mempengaruhi optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami melalui pemilihan material, pengoptimalan keberadaan letak pintu, jendela dan ventilasi.Kata kunci : Pencahayaan; Penghawaan; Rumah. Abstract_ This research aims to find out the conditions of lighting and natural ventilation especially in mandar tribal traditional houses, mandar tribal houses are traditional houses that still pay attention to natural factors for their development, such as for lighting and natural ventilation, for lighting related directly to openings in the building, while for natural ventilation is closely related to the arrangement of openings and material selection in the traditional Mandar traditional house building. With the research conducted, the traditional house of the Mandar tribe pays close attention to the elements that influence the optimization of lighting and natural ventilation through material selection, optimization of the existence of doors, windows and ventilation.Keywords: Lightin; Airing; Home. 

Page 4 of 14 | Total Record : 136