cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
arrahman@ulm.ac.id
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
fishscientiae@ulm.ac.id
Editorial Address
Achmad Yani Street, 36th Office Box 6 Banjarbaru, South Kalimantan-Indonesia,
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Fish Scientiae : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 16933710     EISSN : 25411187     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture,
Fish Scientiae is a journal containing articles on Fishing Technology, Technology Aquaculture, Technology General of Fisheries, Water Resources Management, Agribusiness Fisheries, Marine Sciences, Biology Fisheries and Aquatic Ecology. The writings can be published in this journal can be shaped dissertations, theses, research reports, scientific papers and book reviews. Fish Scientiae is Sciences Journal of Fisheries and Marine Resources, is published twice a year (June and December) by the Faculty of Fisheries and Marine Resources.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal" : 5 Documents clear
PROFIL HEMOSIT UDANG VANNAMEI YANG DIINFEKSI WSSV (White Spot Syndrome Virus) DENGAN IMMUNOSTIMULASI ALGA LAUT Yunita Maimunah; Yuni Kilawati
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.296 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh profil hematosit udang Vannamei yang diberikan imunostimulan berupa alga laut melalui pakan terhadap infeksi penyakit WSSV.Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang. Pemberian pakan dengan alga laut sebagai imunostimulan dengan jenis alga yang berbeda sebagai berikut :Kontrol positif (udang diinfeksi WSSV tanpa suplemen pakan alga laut); Kontrol negative (udang tanpa infeksi WSSV dan tanpa suplemen alga laut); A (suplementasi pakan dg Sargassum sp 10 g/kg pakan); B (suplementasi pakan dg Padina sp 10 g/kg pakan); C (suplementasi pakan dg Eucheuma cottonii 10 g/kg pakan); D (suplementasi pakan Garcillaria sp 10 g/kg pakan) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah sel Hyalin, granular, semi granular, THC, kelulushidupan dan SOD.Suplementasi pakan dengan ekstrak alga meningkatkan jumlah sel hyaline, granular dan semi granular, serta THC.Kelusluhidupan udang dan SOD mampu ditingkatkan antara 36-108 unit/mL pada suplementasi alga
PENDEKATAN ANALISIS RISIKO ALAT TANGKAP PUKAT TARIK BERKAPAL (BOAT OR VESSEL SIENE NETS) DI PERAIRAN UTARA JAWA TIMUR Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.63 KB)

Abstract

Manajemen diperlukan karena sifat sumberdaya perikanan itu sendiri memiliki nilai yang tinggi dan peka terhadap pengelolaan dan terdapat 4 (empat) komponen dasar dalam manajemen yang harus dipertimbangkan, yaitu: (1) kelestarian sumberdaya; (2) sustainabilitas ekonomi; (3) sosial masyarakat (tenaga kerja); dan (4) lingkungan terutama habitat. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang mengutamakan ke hati hatian dalam melakukan keputusan dan kebijakkan Pengelolaan perikanan bertujuan untuk memaksimalkan produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan, (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen (5) pengawasan. Sehingga seorang manager perlu adanya suatu penilaian mengenai risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan sumberdaya perikanan dan habitatnya.Berdasarkan Kepmen KP No.6/2010 yang termasuk klasifikasi pukat tarik berkapal (Boat or vessel seine nets) yaitu cantrang dan dogol.. Dengan diterbitkan Permen Pelarangan Nomer 2/PERMEN-KP/2015. Alat tangkap cantrang di larang Data yag diambil pada bulan Oktober 2017 – April 2017 di 3 lokasi Pusat Pendaratan Ikan. (Pasuruan, Probolinggi dan Gersik) data yang diambil hasil tangkapan meliputi jenis, ukuran dan makanan untuk menduga kondisi dasar perairan.Berdasarkan analisis matrik tingkat skala risiko bahwa pukat tarik probabilitas dan dampak yang menyebabkan risiko terhadap sumberdaya perikanan sangat besar Alternatif yang paling tinggi untuk pengurangan risiko penanganan terhadap spesies, ukuran dan alat tangkap
PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN DESA TAMPAKANG TERHADAP PENGAWASAN KEGIATAN PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN SEKITAR DESA TAMPAKANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, KALIMANTAN SELATAN Erma Agusliani; Leila Ariyani Sofia; M Nurliadi
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.908 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi dan partisipasi nelayan Desa Tampakang terhadap pengawasan kegiatan perikanan tangkap di perairan sekitar Desa Tampakang. pengukuran persepsi dan partisipasi nelayan Desa Tampakang menggunakan skala likert dengan jumlah sampel 61 orang nelayan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi nelayan dalam kegiatan pengawasan perikanan tangkap mencapai skor 196 point atau partisipasi nelayan hanya sebesar 20,21%. Kemudian diketahui persepsi nelayan terhadap kinerja lembaga pengawas kegiatan perikanan tangkap yaitu pemerintah dan pokmaswas mencapai skor 266 point atau nelayan Desa Tampakang berpendapat kinerja lembaga pengawas kegiatan perikanan tangkap hanya mencapai 39,34%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi kerja pemerintah dan juga masyarakat nelayan Desa Tampakang dalam pengawasan kegiatan perikanan tangkap.
PENILAIAN STOK SUMBERDAYA IKAN GABUS (Channa Striata, Bloch 1793) Di KALIMANTAN SELATAN DENGAN PENDEKATAN MODEL HOLISTIK (Equilibrium - Non Equilibrium State) Erwin Rosadi; Siti Aminah
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ilmiah terkait penilaian stok (stock assessment) sumberdaya ikan ikan Gabus (Channa Striata, Bloch 1793) Di Kalimantan Selatan dengan Pendekatan Model Holistik (Equilibrium - Non Equilibrium State). Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder berupa data time series produksi dan upaya penangkapan ikan Channa Striata yang bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan. Estimasi hasil tangkapan lestari (MSY) ikan Channa striata dilakukan dengan menggunakan model produksi surplus melalui pendekatan equilibrium state model dari Schaefer (1954) dan Fox (1970) dan pendekatan non equilibrium state model dari model walter-hilborn (1976). Hasil penelitian model Schaefer (1954) menunjukkan bahwa status pemanfaatan tahun 2016 tergolong moderate exploited dengan Tingkat Pemanfaatan (TP) sebesar 74%. Status pemanfaatan berdasarkan model Fox (1970) pada tahun 2016 tergolong fully exploited dengan Tingkat Pemanfaatan (TP) sebesar 90%. Sedangkan status pemanfaatan berdasarkan model Walter-Hilborn (1976) pada tahun 2016 tergolong moderate exploited dengan Tingkat Pemanfaatan (TP) sebesar 62%. Potensi stok cadangan lestari sumberdaya ikan Channa Striata saat ini (Standing Stock) ialah 10.838 ton/tahun.
LAND SUITABILITY ANALYSIS OF WHITE SHRIMP (LITOPENAEUSVANNAMEI) AQUACULTURE IN THE COASTAL AREA OF BARRU DISTRICT SOUTH SULAWESI – INDONESIA Andi Gusti Tantu; Suryawati Salam; Erni Indrawati; Andi Reski Puspita Ayu
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.485 KB)

Abstract

The coastal area of Barru District has a wide brackishwater pond, but its productivity is relatively low. A research to determine land suitability as one of the brackish water pond productivity-raising projects is needed. Considerable factors in determining land suitability for white shrimp aquaculture covers topography and hydrology, soil conditions, water quality, and climate. Quality of water is observed during a rainy and dry season. Spatial analysis using Geographic Information System is applied in the determination of land suitability for shrimp aquaculture. The analysis shows the actual land suitability of the existing ponds in Barru district, namely 2.399 ha, where land is classified as highly suitable (S1 class), 232.94 ha (9.71%) classified as moderately suitable (S2 class), 1,444.20 ha (60.20%) classified as marginally suitable (S3 class), 721.14 (30.06%) and classified as marginally low suitable (N class), 0.72 ha (0.03%), Limiting factors during the rainy season are the flood, while salinity is the main limiting factor during a dry season. Generally, other limiting factors are of the water sources, low level of pH soil and roughness of soil texture in a certain area.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Juni Vol 14 No 1 (2024): Edisi Juni 2024, Vol. 14(1),2024 Vol 14 No 2 (2024): EDISI DESEMBER, Vol 14 (2), 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Desember 2023, Vol. 13(2),2023 Vol 13 No 1 (2023): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 12 No 2 (2022): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 12 No 1 (2022): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 11 No 2 (2021): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 10 No 2 (2020): Issue December Fish Scientiae Journal Vol 10 No 1 (2020): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 9 No 2 (2019): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal Vol 5 No 1 (2015): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 8 No 1 (2018): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 7 No 2 (2017): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 7 No 1 (2017): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 6 No 2 (2016): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 6 No 1 (2016): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 5 No 2 (2015): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 4 No 2 (2014): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 4 No 1 (2014): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 3 No 2 (2013): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 3 No 1 (2013): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 2 No 2 (2012): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 2 No 1 (2012): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 1 No 2 (2011): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 1 No 1 (2011): Issue June-Fish Scientiae Journal More Issue