cover
Contact Name
Aulina Adamy
Contact Email
aulinaadamy@gmail.com
Phone
+6281298061066
Journal Mail Official
jurnal.rumoh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh, Jl. Muhammadiyah No. 91 Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Rumoh: Journal of Architecture
ISSN : 20889399     EISSN : 27984648     DOI : https://doi.org/10.37598/rumoh
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah pada lingkup ilmu: arsitektur, lanskap, interior, perancangan kota dan permukiman serta arsitektur lingkungan. Rumoh menerima artikel ilmiah, studi kasus, studi literatur, laporan serta artikel untuk edisi khusus. Artikel ilmiah ini diterima dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 130 Documents
SENSE OF PLACE PADA RUANG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS INDONESIA: Sense of Place in the University of Indonesia Library Nisa Putri Rachmadani; Gregorius Prasetyo Adhitama; Agus Sachari
Rumoh Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.976 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.192

Abstract

Tren desain perpustakaan di era modern kini telah menggeser perubahan fungsi dan makna perpustakaan dan penerapan teori sense of place pada desain interior. Perpustakaan akademik sebagai sebuah tempat sosial bagi mahasiswa dimaknai sebagai sebuah tempat yang sunyi dan tenang. Tetapi konsep library as a place membawa perpustakaan menjadi sebuah tempat beraktivitas sosial baik akademik maupun non-akademik. Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia merupakan salah satu perpustakaan akademik di Indonesia yang mengusung konsep library as a social place. Dengan konsep library as a place, Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia diharapkan akan meningkatkan tingkat kenyamanan pengguna perpustakaan. Fenomena library as a place yang tercipta antara keseimbangan aktivitas akademik dan non-akademik menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Melalui teori Place milik Hashemnezhad, maka dikaji pengaruh aspek fisik, emosi dan perilaku terhadap makna yang terbentuk pada ruang perpustakaan sebagai ruang publik. Dalam mengkaji penelitian inisecara komprehensif, metode yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan strategi eksploratori sekuensial. Sampel dalam penelitian ini adalah pengunjung yang Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, baik warga Universitas Indonesia maupn non-UI, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) aspek fisik area perpustakaan yang paling mempengaruhi kepuasan pengunjung perpustakaan adalah suhu ruang; (2) suasana nyaman yang tercipta dari aktivitas sosial yang terjadi menambah kenyamanan pengunjung perpustakaan untuk dapat bersantai dan menghabiskan waktu luang; dan (3) pengunjung perpustakaan memaknai ruang perpustakaan sebagai tempat mencari ide/gagasan/inspirasi. Makna tempat (place) pada perpustakaan akademik terbentuk oleh perannya sebagai ruang sosial. Kehadiran ruang sosial pada Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia menjadikan identitas baru bagi perpustakaan akademik, sehingga Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia memiliki ciri khas dan ketertarikan untuk dikunjungi.
IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP NEW NORMAL PADA KAFE DI ACEH: Identification of Application of the New Normal Concept at Cafes in Aceh Qurratul Aini; Henny Marlina; Febria Ningsih; Irval Huzairi
Rumoh Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.725 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.193

Abstract

Jumlah kafe di Aceh semakin hari semakin bertambah, sehingga menambah wadah berkumpul bagi masyarakat dalam bersosialisasi secara langsung. Saat kondisi pandemic Covid-19, kafe menjadi salah satu area publik yang dihimbau untuk mengatur pembatasan sosial. Berbagai kebijakan untuk menekan penularan virus dilakukan, yaitu; pembatasan waktu, pembatasan jarak dan pembatasan kuantitas pengunjung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan konsep new normal pada beberapa kafe di Aceh. Jumlah sampel adalah 21 kafe, yang berada di beberapa wilayah Aceh. Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar kafe yang berada di Aceh belum menerapkan konsep new normal secara signifikan, di mana 43% dari 21 kafe belum menerapkan konsep new normal. Penerapan konsep new normal yang paling banyak diterapkan adalah dengan memberi jarak lebih jauh antar set furniture yaitu mencapai 57%. Konsep lain yang juga diterapkan adalah mewajibkan memakai masker, sistem layanan take away dan mempertimbangkan penghawaan dan pencahayaan yang baik.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELESTARIAN MONUMEN BENCANA SEBAGAI CAGAR BUDAYA PADA SITUS KAPAL PLTD APUNG DI BANDA ACEH: Community Perception for Preservation of Disaster Monumen as Heritage at the Site of PLTD Apung Ship in Banda Aceh Zya Dyena Meutia
Rumoh Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.902 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.194

Abstract

Monumen bencana adalah objek, bangunan atau tempat yang berfungsi untuk mengenang sebuah peristiwa yang dapat diteruskan dari generasi ke generasi sebagai pembelajaran dan pengingat. Penelitian ini mengambil studi kasus di situs monumen bencana Kapal PLTD Apung, Banda Aceh sebagai sebuah situs pengingat bencana maha dahsyat tsunami, yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan wisata sejarah dan tsunami. Namun berdasarkan observasi dan juga dukungan literatur, diketahui masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian dan partisipasi untuk menentukan situs sebagai cagar budaya. Selama ini, banyak masyarakat hanya sebagai pengunjung dan belum mengambil peran dalam program-program pelestarian yang mengarah pada pertimbangan untuk menetapkan situs tersebut sebagai cagar budaya. Dibutuhkan identifikasi persepsi dan nilai-nilai signifikan yang dipahami masyarakat dalam melestarikan monumen bencana situs Kapal PLTD Apung Banda Aceh. Studi ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dimana subjek sebagai instrumen utama berdasarkan wawancara mendalam dan observasi serta didukung data-data kuesioner kepada informan. Berdasarkan temuan penelitian pentingnya memahami sudut pandang masyarakat dalam melestarikan serta hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sejarah, sosial, budaya, memori, religius, ketangguhan, dan ekonomi menjadi nilai-nilai signifikan dalam pertimbangan pelestarian monumen bencana situs Kapal PLTD Apung sebagai cagar budaya. Diharapkan penelitian ini dapat memberi kontribusi berupa melestarikan kawasan hasil bencana tsunami sebagai cagar budaya. Penelitian juga memberikan rekomendasi untuk arsitek dan perencana kota dalam menyusun kebijakan perencanaan monumen bencana situs kapal PLTD Apung sebagai cagar budaya.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PERMUKIMAN NELAYAN GAMPONG ALUE NAGA KOTA BANDA ACEH: Sustainability Analysis of Fisherman Settlement in Gampong Alue Naga, Banda Aceh City Arif Farhanawan; Halis Agussaini; Zahrul Fuady
Rumoh Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberkelanjutan merupakan aspek penting dalam suatu pembangunan, yang mengintegrasikan tiga pilar yaitu: ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam hubungan yang sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan permukiman nelayan di desa Gampong Alue Naga setelah 17 tahun wilayah ini hancur akibat bencana tsunami. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis keberlanjutan menggunakan RAP-Fish untuk menganalisis keberlanjutan secara multidimensional. Analisis kondisi ekonomi masyarakat dihitung berdasarkan empat indikator, dan analisis kondisi sosial masyarakat dihitung berdasarkan empat indikator juga. Sedangkan analisis kondisi lingkungan dihitung berdasarkan empat indikator. Secara keseluruhan (multidisimensi) berjumlah 12 indikator keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman Gampong Alue Naga ditinjau dari pilar keberlanjutan ekonomi mempunyai nilai indeks sebesar 31,82 atau belum berkelanjutan. Demikian pula dengan pilar lingkungnan masih belum berkelanjutan dengan nilai indeks 35,54. Sedangkan pilar sosial sudah berkelanjutan dengan nilai indeks 59,98. Secara keseluruah (multidimensi) status permukiman Gampong Alue Naga masuk ke dalam kategori belum berkelanjutan dengan nilai indeks 42,44. Terdapat 6 atribut sensitif yang mempunyai pengaruh terhadap peningkatkan status keberlanjutan sehingga perlu dipertahankan dan 6 atribut tidak sensitif yang pengaruhnya rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan agar status keberlanjutan Gampong Alue Naga dapat dicapai. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pemodalan produktif lainnya, seperti mengembangkan potensi ekowisata bahari, sehinga tidak terlalu tergantung pada pekerjaan utama sebagai nelayan. Diharapkan dengan pengembangan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat dan menjaga lingkungan tetap lestari.
IDENTIFIKASI FASAD MUSEUM KOTA LANGSA SEBAGAI BANGUNAN PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA: Identification of the Langsa City Museum Facade as a Dutch Colonial Heritage Building Muliana Muliana; Adi Safyan; Eri Saputra
Rumoh Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Langsa adalah salah satu kota yang pernah dimasuki oleh Belanda pada tahun 1877-1942. Ketika masa penjajahan Belanda, Kota Langsa dijadikan sebagai tempat transit (pos komando), sehingga banyak pemerintah Belanda yang menetap di Kota Langsa. Dalam waktu yang singkat Kota Langsa menjadi kota besar, segala macam infrastuktur dibangun, sehingga tidak diherankan jika sekarang kota ini dipenuhi oleh peninggalan arsitektur khas Belanda. Namun sebagian besar dari bangunan tersebut terabaikan tanpa melihat nilai-nilai sejarah yang dikandungnya. Terjadinya hal ini dikarenakan kurangnya apresiasi masyarakat sekitar akan keberadaan bangunan-bangunan bersejarah, bahkan tidak sedikit bangunan peninggalan kolonial Belanda ini sudah dirusak dan dirombak, sehingga tidak terlihat lagi keasliaannya. Ada beberapa bangunan peninggalan kolonial Belanda di Kota Langsa yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, yaitu Museum, Pendopo, Kantor Satpol PP dan WH, Kantor Pos, Sekolah SDN 1 dan Mesjid Istiqamah. Semua gedung peninggalan kolonial Belanda ini terletak dalam satu kawasan yang berdekatan dan masih digunakan dengan baik oleh masyarakat Kota Langsa, hanya saja ada beberapa gedung yang sudah dialih fungsikan. Salah satu bangunan yang sangat terlihat keaslian dan karakteristik kolonial Belandanya adalah bangunan museum yang terletak di pusat Kota Langsa. Pertama dibangun bangunan ini difungsikan sebagai markas orang Belanda, setelah mengalami beberapa perubahan fungsi, pada tahun 2019 bangunan ini diresmikan sebagai museum oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengkaji dan mengidentifikasi lebih lanjut mengenai fasad Museum Kota Langsa. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai data dan pedoman untuk pemerintah serta pihak lainnya dalam perencanaan perbaikan fisik agar tidak terjadinya penghilangan elemen-elemen asli bangunan kolonial.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK STRUKTUR ARSITEKTUR TRADISIONAL NIAS UTARA (STUDI KASUS: RUMAH ADAT DESA TUMORI): The Structure Characteristics Identification on Nias Utara Traditional Architecture (Case Study: the Traditional House in Tumori Village) Ezra Syahfitrah Tanjung; Armelia Armelia; Fidyati Fidyati
Rumoh Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur tradisional merupakan gaya arsitektur yang muncul dari kebudayaan dan kepercayaan masyarakat yang terus diturunkan kepada generasi berikutnya, melalui sebuah bangunan berdasarkan kebudayaan dari masing-masing suku atau etnik. Rumah adat di Nias dibangun dengan gaya arsitektur yang berbeda-beda, begitu pula dengan pola struktur desanya. Arsitektur tradisional Nias Utara memiliki bentuk denah atau dinding yang oval dan atap yang melengkung, dimana bentuk terebut berbeda dari bentuk arsitektur tradisional Nias yang lain. Dari keunikan tersebut penelitian ini memiliki tujuan berupa untuk mengidentifikasi struktur dari bangunannya, mencari potensi dari ciri khas arsitekturnya, melestarikan bangunannya dan memperkaya pengetahuan tentang arsitektur tradisional Nias Utara itu sendiri. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode etnografi sebagai metode penelitian yang termasuk dari pendekatan kualitatif. Pemerintah, keluarga penghuni rumah adat, dan masyarakat Nias masih belum banyak yang sadar akan pentingnya kelestarian arsitektur tradisional Nias Utara terhadap kehidupan mereka. Walaupun rumah adat Nias Utara masih banyak jumlahnya secara kuantitas, akan tetapi secara kualitas bangunan tersebut sudah berubah mulai dari hampir tidak layak huni hingga bangunan yang telah banyak mengalami transisi. Arsitektur tradisional Nias memiliki banyak potensi dari berbagai aspek agar menjadi manfaat bagi masa depan Nias dalam segi social dan pembangunan. Oleh sebab itu mempelajari, mengembangkan, dan melestari arsitektur tradisional Nias sangatlah penting baik kepada orang awan maupun kepada orang-orang yang terpelajar.
MEMAHAMI ISLAMIC CENTER KOTA LHOKSEUMAWE MELALUI GENIUS LOCI: Understanding the Islamic Center of Lhokseumawe City through Genius Loci Aliza Azzahra; Deni Deni; Dela Andriani
Rumoh Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Islamic center berdiri megah di tengah Kota Lhokseumawe yang dibangun pada tahun 2001. Masjid Agung Islamic center menjadi wadah kegiatan pengembangan muslim, kegiatan pendidikan, kegiatan islami, pengkajian, pelatihan, sosial ekonomi dan pengajian rutin. Islamic center merupakan simbol keberadaan umat beragama Islam di Kota Lhokseumawe. Fungsi tempat yang digunakan tersebut dapat dimaknai bahwa memiliki keterkaitan antara manusia dan tuhannya, manusia dengan lingkungan sebagai pendukung, serta keterlibatan alam semesta dalam mencapai pemaknaan suatu lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pedekatan eksplorasi. Maka dari itu tujuan penelitan ini dilakukan untuk memahami serta melihat bagaimana ruang dan tempat yang ideal dan mampu menampung segala aktifitas didalamnya maupun diluar dan mampu membuat para pengunjung atau jama’ah yang datang merasakan ketenangan, kenyamanan, dan keamanan sehingga terbentuk fenomena yang terjadi pada kawasan Masjid Agung Islamic center Kota Lhokseumawe dengan menggunakan pendekatan Genius Loci.
EVALUASI PENATAAN RUANG LUAR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SOLOK SELATAN : Evaluation of Outside Spaces at the Regional General Hospital (RSUD) Solok Selatan Syukria Dista Alfigusti; Effan Fahrizal; Fidyati Fidyati
Rumoh Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi merupakan penilaian sistematis dan obyektif dari rencana, implementasi dan hasil dari kegiatan atau program saat ini atau yang sudah selesai. Elemen perancangan ruang luar terdiri dari pembatas ruang/gubahan massa, tata hijau dan sirkulasi. RSUD Solok Selatan terdapat tatanan ruang luar yang belum maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah hasil evaluasi penataan ruang luar RSUD Solok Selatan sudah memenuhi standar yang ada. Jenis penelitian yang dilakukan pada kawasan kajian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif yang dilakukan adalah kegiatan pengumpulan data, penyusunan data, analisis data, serta teori tidak secara mutlak perlukan sebagai acuan penelitian. setelah melihat kondisi ruang luar Rumah Sakit Umum Daerah Solok Selatan berdasarkan elemen perancangan lingkungan (pembatas ruang/gubahan massa, tata sirkulasi/parkir, dan tata hijau) yang kemudian dibandingkan dengan standar-standar peraturan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ruang luar pada tata ruang luar, sirkulasi jalan setapak, dan jalur darurat belum memenuhi standar, sedangkan sirkulasi jalan keluar masuk dan pintu masuk sudah memenuhi standar.
KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA PADA RUANG PUBLIK (STUDI KASUS: ALUN-ALUN TENGKU AMIR HAMZAH STABAT): The Characteristic of Street Vendors in Public Spaces (Case Study: Tengku Amir Hamzah Stabat Square) Irsanuddin Luthfi; Fidyat Fidyat; Bambang Karsono
Rumoh Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat merupakan ruang publik yang berperan sebagai wadah untuk menampung segala aktivitas masyarakat Kecamatan Stabat dan sekitarnya. Adanya aktivitas para pedagang kaki lima yang menempati ruang publik ini telah menimbulkan pro dan kontra. Pedagang kaki lima tidak hanya mengganggu pemanfaatan ruang publik, tetapi pedagang kaki lima juga menyediakan ruang sosial dan mampu menarik masyarakat untuk berkumpul serta menghidupkan aktivitas di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik dan elemen-elemen pembentuk ruang publik yang diterapkan oleh pedagang kaki lima. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara dua tahap, tahap pertama menggunakan metode observasi dan dokumentasi, lalu pada tahap kedua menggunakan metode wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik profil dari pedagang kaki lima di kawasan Alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat ialah didominasi oleh golongan usia dewasa (26-45 tahun) yang masih berasal ataupun bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi penelitian dengan tingkat pendidikan terakhir SMA/SMK. Karakteristik aktivitas dari pedagang kaki lima ialah menjual makanan/minuman dengan menggunakan gerobak/kereta dorong. Elemen-elemen pembentuk ruang publik yang diterapkan oleh pedagang kaki lima ialah elemen comfort and image, access and linkage, uses and activity, dan sociability. Untuk menciptakan elemen comfort and image, pedagang kaki lima menyediakan atribut fisik seperti bangku/kursi, meja, peneduh, wahana permainan, dan musik. Lokasinya yang strategis karena memiliki kedekatan dengan pusat-pusat keramaian kota sangatlah mendukung elemen access and linkage. Elemen uses and activity yang ditawarkan oleh para pedagang ialah sebagai tempat makan ataupun minum, bermain, bersantai, dan berekreasi. Pedagang kaki lima mampu mewadahi elemen sociability seperti mengamati pemandangan, bertemu teman, melakukan interaksi dengan orang lain, dan berkumpul dengan keluarga, dikarenakan keanekaragaman jenis barang dagangan yang ditawarkan dengan harga yang relatif murah.
ARSITEKTUR POST-MODERN Aini, Qurratul; Hayatulla
Rumoh Journal of Architecture Vol. 9 No. 2 (2019): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v9i18.3

Abstract

Kebangkitan revolusi industry yang dimulai pada awal abad XIX telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam skala besar pada pola hidup dan pola pikir masyarakat pada saat itu. Perubahan ini turut memberikan pengaruh besar dalam perkembangan arsitektur dan membawa perubahan tersendiri pada beberapa karya arsitektur. Dipelopori oleh Le Corbusier, arsitektur modern dengan tiga tahap perkembangannya mulai ditinggalkan pada tahun 1960-an. Sebagai penyempurnaan, lahirlah arsitektur post modern yang digagas oleh Charles Jencks. Beberapa bangunan yang mengaplikasikan design arsitektur post modern diantaranya adalah gedung bank nasional Georgia yang terletak di Tbilisi,Bangunan Hotel Asia yang terletak di Surakarta serta Museum Tsunami Aceh yang terletak di Banda Aceh. Arsitektur post modern selalu berusaha mempertahankan bangunan lama yang memiliki nilai sejarah tinggi dengan cara membuatnya berdampingan dengan bangunan baru sehinga keduanya akan saling mendukung. Meskipun tidak sepopuler gaya arsitektur lainnya, arsitektur post modern masih terus berkembang dan digunakan hingga saat ini.

Page 6 of 13 | Total Record : 130