cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2024)" : 7 Documents clear
Agama dan Kesadaran Multikultural dalam Perspektif K.H.Abdurrahman Wahid Hidayatullah, Syarif; Wahyuddin, Imam
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp161-189

Abstract

Penelitian ini bertujuan: pertama, mengidentifikasi alasan pentingnya kesadaran multikultural beragama; kedua, memetakan pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid tentang kesadaran multikultural dalam beragama; dan, ketiga, menganalisis pengaruh pemikiran multikultural K.H.Abdurrahman Wahid bagi kehidupan beragama di Indonesia. Penelitian menggunakan  pendekatan kualitatif-deskriptif,  yakni untuk menggambarkan pemikiran keagamaan KH. Abdurrahman Wahid tentang kesadaran multikulturalisme beragama. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: pertama, kesadaran multikultural beragama sangatlah penting bagi bangsa Indonesia akibat  globalisasi yang melahirkan kompleksitas dan multiplisitas permasalahan  dalam berbagai bidang kehidupan. Kedua,  pemikiran Gus Dur tentang kesadaran multikultural beragama dilandasi pandangannya tentang multikulturalisme itu sendiri, yang diartikannya sebagai pengakuan terhadap heterogenitas budaya, etnik, ras, agama dan gender. Pemikiran multikultural Gus Dur ini dapat dilihat dari beberapa aspek: karakteristik multikulturalisme, pribumisasi Islam, hubungan agama dam negara, demokratisasi, prinsip-prinsip humanisme dan pluralitas masyarakat, dan hubungan antara agama dan budaya. Ketiga, pemikiran multikultural Gus Dur memiliki pengaruh besar bagi kehidupan beragama di Indonesia. Pemikiran Gus Dur tentang nilai-nilai multikultural berimplikasi terhadap terciptanya kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat Indonesia yang toleran, aman, adil, damai dan kasih sayang antar sesama.
Dinamika Dialog Agama dan Resolusi Konflik Islam-Yahudi Hermawan, Ucep; Bahrudin, Memet Isa; Zuldin, M.
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp237-255

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dinamika dialog Islam-Yahudi dan upaya resolusi konflik yang dilakukan antara kedua Agama ini. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data studi pustaka (Library Research), penulis mengumpulkan sumber dari berbagai kepustakaan yang ada, kemudian menyusunnya dalam penulisan artikel ini. Hasil dan temuan dalam penelitian ini, Pertama, konflik antara Islam dan Yahudi kerap kali diidentikkan dengan (Israel-Palestina) yang merupakan konflik internasional. Kedua, dialog antara Islam dan Yahudi masih sedikit, baru kemudian beberapa tahun ke belakang berlangsung di Amerika Serikat yang dipelopori oleh Imam Syamsi Ali (Islam) dan Rabi Marc (Yahudi), dialog itu bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa pada dasarnya setiap Agama memiliki tujuan keselamatan bagi manusia, adapun peristiwa kejahatan yang mengatasnamakan Agama merupakan ulah sebagian oknum saja, tidak mewakili organisasi keagamaan manapun.
Strategi Pendidikan Moderasi Beragama untuk Membangun Generasi Muda yang Berjiwa Toleran Sari, Meutya Vianda; Syukriyah, Laily Fitriyatus; Husna, Najwa Naila
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp321-331

Abstract

Pendidikan moderasi beragama memegang peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang toleran dan inklusif. Artikel ini membahas urgensi pendidikan moderasi beragama dalam konteks Indonesia yang multicultural dan multireligius. Fokus utamanya adalah membangun generasi muda yang menghormati perbedaan keyakinan, menghilangkan stereotip negatif, dan mempromosikan sikap inklusif. Tantangan radikalisme, ekstremisme, dan intoleransi agama menekankan pentingnya memperkuat pendidikan moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan. Implementasi pendidikan moderasi beragama memerlukan kerjasama antara guru, siswa, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang toleran. Strategi pendidikan moderasi beragama mencakup program pengembangan profesional bagi guru, dialog antaragama, dan kegiatan sosial berbasis keagamaan. Dengan pendekatan moderasi beragama, diharapkan generasi muda dapat tumbuh sebagai individu yang berakhlak mulia, berjiwa toleran, dan mampu berkontribusi positif dalam membangun masyarakat harmonis. Abstrak ini membahas peran dan tantangan pendidikan moderasi beragama serta upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan generasi muda yang toleran.
Konten Moderasi Beragama Sebagai Lived Religion di Tiktok Nole, Otniel Aurelius; Tampake, Tony
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp275-289

Abstract

Kementerian Agama memproklamasikan moderasi beragama sebagai cara pandang kehidupan religius yang menghindari sikap ekstrim dalam beragama. Fenomena tentang moderasi beragama menjadi bahan penyiaran lewat media sosial, salah satunya TikTok. Aplikasi ini menjadi salah satu alat media sosial yang dimanfaatkan untuk penyiaran religius dengan jenis konten moderasi beragama. Peneliti berargumen bahwa penyiaran konten moderasi beragama menjadi gambaran agama yang hidup (lived religion) di TikTok. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis konten moderasi beragama sebagai lived religion di TikTok berdasarkan teori Nancy T. Ammerman. Dengan berfokus pada konten dari akun yang menyiarkan moderasi beragama, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data lewat teknik purposive sampling dan menganalisis data berdasarkan content analysis. Peneliti menemukan bahwa Lived Religion pada konten moderasi beragama dalam TikTok lebih menampilkan dua dimensi dalam praktiknya, yaitu estetika dan narasi. Jika estetika mengadakan nilai seni perilaku yang menghidupkan moderasi beragama dengan penjelasan konten yang menarik, maka narasi mempertontonkan perilaku yang bernuansa cerita terkait melakukan tindakan untuk mewujudkan moderasi beragama. Dengan demikian, konten moderasi beragama dalam TikTok membuktikan adanya lived religion dan para pengguna TikTok menampilkan praktik yang moderat.
The Impact of Digital Information Flow on Generation Z’s Religious Awareness Tohari, Achmad
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp191-208

Abstract

This study explains how the religiosity of Generation Z in carrying out religious life in the midst of the flow of digital information, they as a generation that has been surrounded by technology in everyday life with all its advantages have not been able to sort information and tend to ignore moral and ethical values, so that in their relationships they seem individualistic and ambitious, this has an impact on their religiosity in everyday life. This study uses descriptive analysis methods and literature study methods in data collection. This study concludes that the religiosity of Generation Z as a young generation in the era of technological development has not achieved a good understanding of religious awareness, which seems individualistic and difficult to socialize, they consider religious issues more as mere formalities, in an effort to increase awareness of Gen-Z understanding, various efforts need to be made. First, instilling the values ​​of religious moderation in education provided by educators. Second, increasing the involvement of the younger generation in various innovative national programs. Third, balancing mainstream movements on campus and schools to strengthen and understand religious moderation.
Analisis Kepemimpinan Nyai dalam Manajemen Pondok Pesantren : (Studi Kasus Pondok Pesantren Uzlifatil Jannah Kota Tangerang) Murobbi, Muhammad Najib; Mardliyah, Layla
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp291-305

Abstract

Penenilitian ini dibingkai dalam topik kepemimpinan dan manajemen pondok pesantren yang berfokus pada analisis model kepemiminan Nyai di pondok pesantren dan kebijakannya dalam manajemen pondok pesantren Uzlifatil Jannah Kota Tangerang. Strategi pengelolaan manajemen pesantren, gaya kepemimpinan Nyai, dan dampak kepemimpinan Nyai dalam manajemen pondok pesantren merupakan sub fokus penelitian ini. Model penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang jenisya deskriptif. Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan menggunakan teknik kegiatan harian dan wawancara semi tersttuktur, observasi, dan dokumentasi merupakan alat pengumpulan data. Dalam menguji keabsahan data dilakukan teknik triangulasi sumber dan metode. Dari metode yang digunakan terdapat dua topik fokus penelitian, yaitu: (1) Bagaimana kepemimpinan yang dilakukan Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh (2) Bagaimana pengelolaan manajemen pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh dalam gaya kepemimpinannya menerapkan model kepemimpinan kharismatik. Hal ini dapat dilihat dengan gaya komunikasi, berpikir dan penerapan suri tauladan bagi seluruh santri (2) Dalam pola manajemen Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh menerapkan teori POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Penerapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terdapat bagian dan porsi masing-masing yang diinisiatori oleh Ustadzah Hj. Mufidah Umaroh dan pengurus, tenaga kependidikan sebagai eksekutornya.
Kontribusi Hadis terhadap Gerakan Zero Waste di Kalangan Muslim Sukron, Mokhamad
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i2.2024.pp307-320

Abstract

Krisis lingkungan global menjadi perhatian utama di era modern, membutuhkan solusi inovatif berbasis nilai spiritual untuk mendorong keberlanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi hadis dalam mendukung gerakan Zero Waste, yang bertujuan mengurangi limbah melalui prinsip refuse, reduce, reuse, recycle, dan rot. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tematik, penelitian ini menganalisis hadis-hadis yang relevan dari berbagai kitab utama, seperti Ṣaḥīḥ Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad, seperti larangan pemborosan dan perilaku moderat, dapat menjadi landasan moral dan praktis untuk meningkatkan partisipasi Muslim dalam inisiatif keberlanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi konkret untuk integrasi nilai-nilai hadis dalam kampanye lingkungan, kebijakan publik, dan pendidikan berbasis agama. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menawarkan solusi teologis tetapi juga praktis untuk tantangan lingkungan modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 7