cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1, Januari 2023" : 14 Documents clear
GAMBARAN REGULASI EMOSI MAHASIWA KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR DI KOTA SURAKARTA Dyah Vierdiana; Nur Setiawati Dewi; Meidiana Dwidiayanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.901

Abstract

Gangguan mental merupakan jenis gangguan jiwa umum yang prevalensinya paling tinggi yaitu 3,6% dari populasi dunia. Gangguan kontrol emosi merupakan gangguan yang sering dihadapi mahasiswa. Presentase terbanyak gangguan mental emosional dengan angka 10% pada kelompok umur 15 – 24 tahun, umur tersebut merupakan usia produktif untuk mendapatkan pendidikan formal yaitu pada jenjang perkuliahan. Mahasiswa tingkat akhir mempunyai pyang sangat kompleks dengan menghadapi tekanan yang harus mereka tanggung karena proses menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran regulasi emosi pada mahasiswa, menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan pada 162 mahasiswa. Tehnik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan daalam penelitian ini adalah kuesioner emotional regulation questioner (ERQ) dikembangkan pertama kali oleh Gross untuk mengukur kemampuan tingkat regulasi emosi mahasiswa. Data disajikan dalam bentuk frekuensi dan presentase. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil presentase jenis kelamin laki – laki yaitu 15,4% tingkat regulasi emosi tinggi, 2,4% regulasi emosi sedang,dan 5,5% regulasi emosi rendah. Pada jenis kelamin perempuan dengan tingkat regulasi emosi tinggi sebanyak 47,5%regulasi emosi sedang 16,1% dan regulasi emosi rendah 13%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagan besar responden berjenis kelamin perempuan yang memiliki regukasi emosi sedang dan rendah 29,1% dan laki laki 7,9% Mental disorders are a type of general mental disorder with the highest prevalence, namely 3.6% of the world's population. Emotional control disorder is a disorder that is often faced by students. The highest percentage of mental emotional disorders with a figure of 10% is in the age group of 15-24 years, this age is the productive age for obtaining formal education, namely at the college level. Final year students have a very complex problem with facing the pressure they have to endure because of the process of completing their final assignment. This study aims to obtain an overview of emotion regulation in university students, using a descriptive research method conducted on 162 students. The technique of determining the sample using purposive sampling. The instrument used in this study was the emotional regulation questionnaire (ERQ) which was first developed by Gross to measure students' ability to level emotional regulation. Data is presented in the form of frequency and percentage. Characteristics of respondents based on gender showed that the percentage of male sex was 15.4%, the level of high emotional regulation, 2.4% moderate emotional regulation, and 5.5% low emotional regulation. In the female sex with a high level of emotional regulation as much as 47.5% moderate emotional regulation 16.1% and low emotional regulation 13%. The conclusion from this study is that most of the respondents were female with moderate and low emotional regulation 29.1% and male 7.9%
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KARANGANYAR Joko Kismanto; Agus Suryo Murtopo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.928

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan tempat yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat. Pelayanan yang baik akan mempengaruhi kepuasaan pasien. Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan kualitas pelayanan di tempat pelayanan kesehatan tersebut. Mengetahui kepuasan pasien sangat bermanfaat bagi instansi terkait dalam rangka evaluasi program yang sedang dijalankan dan dapat menemukan bagian mana yang membutuhkan peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bertujuan mencari hubungan antara variabel. Pendekatan penelitian dengan cross-sectional Cara pengambilan simple random sampling dengan sampel pasien rawat inap di RSUD Karanganyar. Cara pengumpulan data dengan kuesioner, dimana pengujian hipotesis menggunakan analisa statistik deskriptif dengan analisis uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel dominan yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien adalah variabel keandalan. Health services are a place that is needed by all people. Good service will affect patient satisfaction. Patient satisfaction in health services is very important to note because it can describe the quality of service at the health service place. Knowing patient satisfaction is very useful for relevant agencies in the context of evaluating programs that are being run and can find which parts need improvement. This study aims to determine the effect of service quality on inpatient satisfaction. This type of research is descriptive correlational research that aims to find the relationship between variables. The research approach is cross-sectional. The method of taking is simple random sampling with a sample of hospitalized patients at Karanganyar Hospital. The method of collecting data is using a questionnaire, where hypothesis testing uses descriptive statistical analysis with bivariate and multivariate test analysis. The results of this study indicate that the variables of physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy have a positive and significant effect on patient satisfaction. The conclusion of this study also shows that the dominant variable that has a positive and significant effect on patient satisfaction is the reliability variable.
EFEKTIVITAS TERAPI MINDFULNESS DENGAN PENDEKATAN SPIRITUAL PADA PASIEN WAHAM DI RUANG KASUARI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG Yuni Puji Lestari; Fitrio Deviantony
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.932

Abstract

Waham merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan adanya gangguan pada pola, bentuk, dan isi pikir. Seseorang dengan waham memiliki penilaian yang buruk terhadap realita dan dipertahankan secara kuat dan terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan menggunakan terapi mindfulness dengan pendekatan spiritual untuk mengatasi masalah keperawatan waham. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus melalui instrumen berupa prosedur asuhan keperawatan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada salah satu pasien yang dirawat di ruang kasuari. Adanya respon positif berupa komitmen dari pasien untuk melakukan upaya-upaya yang sudah diajarkan. Mulai dari terbukanya pikiran, mengurangi obrolan tentang isi wahamnya, tidak lagi sering tersenyum tanpa alasan, menerima kenyataan dan mengakui kesalahan yang sudah dilakukan di masa lalu. Terapi mindfulness dengan pendekatan spiritual sangat efektif dalam menurunkan gejala psikotik seperti waham serta gangguan psikologis lainnya. Terapi ini sangat cocok diterapkan pada pasien dengan waham karena berlandaskan cinta dan kasih sayang sehingga memberikan efek ketenangan bagi pasien. Delusion is one of the main symptoms in schizophrenic patients which is characterized by disturbances in the pattern, form, and content of thought. A person with delusions has a poor judgment of reality and is strongly and persistently defended. This study aims to describe care that uses mindfulness therapy with a spiritual approach to overcome delusional nursing problems. This research uses a case study design through an instrument in the form of nursing care procedures. Sampling was carried out using a purposive sampling technique on one of the patients treated in the cassowary room. There is a positive response in the form of a commitment from the patient to carry out the efforts that have been taught. Starting from an open mind, reducing conversation about the contents of his delusions, no longer smiling for no reason, accepting reality and admitting mistakes that have been made in the past. Mindfulness therapy with a spiritual approach is very effective in reducing psychotic symptoms such as delusions and other psychological disorders. This therapy is highly applied to patients with delusions because it is based on love and affection so that it provides a calming effect for patients.
EFEKTIVITAS LACTATION MASSAGE TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS Ananda Berlina Cahya Romadhoni; Aris Prastyoningsih; Deny Eka Widyastuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.938

Abstract

Lactation Massage merupakan teknik pemijatan bagian kepala atau leher, punggung, tulang belakang dan payudara, yang bermanfaat merangsang hormon oksitosin dan hormon prolaktin yang dapat meningkatkan produksi ASI. Upaya ini dilakukan karena masih banyak bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif oleh ibunya yang beralasan ASI yang kurang lancar. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan Pre-Eksperimen Design dengan Time Series Design dengan menggunakan studi kasus bentuk tunggal (one-shot case study) dan tes awal – tes akhir kelompok tunggal (the one group pretest). Populasi dalam penelitian adalah ibu nifas hari pertama sampai hari kelima dengan rata-rata 20 ibu nifas perbulan. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 ibu nifas di Desa Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Analisa data dalam penelitian ini yaitu menggunakan Repeated ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah produksi ASI ibu setelah diberikan intervensi Lactation Massage. Untuk peningkatan produksi ASI dengan perlakuan Lactation Massage mengalami peningkatan yang signifikan yaitu antara Pre vs Post-test Hari 5 yaitu 28,73 ml. Sehingga dapat disimpulkan Lactation Massage merupakan teknik pemijatan yang dilakukan pada daerah kepala atau leher, punggung, tulang belakang serta payudara yang bertujuan merangsang hormon prolaktin dan hormon oksitosin, hormon tersebut akan menstimulasi sel-sel alveoli pada kelenjar payudara yang akan berkontraksi, dengan adanya kontraksi akan menyebabkan air susu keluar mengalir ke dalam saluran kecil payudara sehingga keluar ASI (Indriyani, 2016). Jadi Lactation Massage diperoleh bila p value 0,000 < 0,05 yang berarti p value lebih kecil dari α sehingga Lactation Massage efektif terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Lactation Massage is a massage technique for the head or neck, back, spine and breasts, which is useful for stimulating the hormone oxytocin and the hormone prolactin which can increase breast milk production. This effort is made because there are still many babies who are not given exclusive breastfeeding by their mothers who reason that the milk does not come out. This type of research uses a Pre-Experimental design with Time Series Design using a single-shot case study and an initial test – the one group pretest. The population in the study was puerperal mothers the first day to the fifth day with an average of 20 puerperal mothers per month. The sample selection used purposive sampling technique with a total sample of 15 puerperal mothers in Wonorejo Village, Gondangrejo, Karanganyar. Data analysis in this study used Repeated ANOVA. So it can be concluded that Lactation Massage is a massage technique carried out on the head or neck area, back, spine and breasts which aims to stimulate the hormone prolactin and the hormone oxytocin, the hormone will stimulate the alveoli cells in the breast glands that will contract, with contractions will cause milk to flow into the small breast channel so that breast milk comes out (Indriyani, 2016). So Lactation Massage is obtained when the p value is 0.000 < 0.05 which means the p value is smaller than α so that Lactation Massage is effective against the smooth production of breast milk in postpartum mothers.
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN DENGAN MEDIA MODUL DAN VIDEO ANIMASI TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DI ABUNG SEMULI W Wijayanti; Retno Wulandari; Fitrya Pakpahan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.948

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan salah satu atau kedua belah pihak, dan masih tergolong anak-anak atau remaja dibawah 19 tahun. Pengetahuan dan sikap tentang pernikahan usia dini sangat di butuhkan oleh remaja putri. Penyuluhan kesehatan bisa efektif apabila didkung dengan media yang mempermudah untuk memahami materi yang disampaikan. Salah satu media penyuluhan kesehatan adalah dengan modul dan video animasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian penyuluhan dengan media modul dan video animasi tentang pernikahan usia dini derhadap tingkat pengetahuan dan sikap putri di Abung Semuli. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dan dengan rancangan pretest-posttest with group design. Sampel sejumlah 64 responden. Teknik yang digunakan dari Analisa ini adalah univariat dan bivariat. Hasil adalah berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon dan disimpulkan terdapat pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah pelakuan (p-value 0,000 <0,05). Terdapat pengaruh pemberian penyuluhan dengan media modul tentang pernikahan usia dini terhadap sikap remaja putri di Abung Semuli. Early marriage is the marriage of one or both parties, and is still classified as a child or teenager under 19 years. Knowledge and attitudes about early marriage are needed by young women. Health education can be effective if it is supported by media that makes it easier to understand the material presented. One of the health education media is with modules and animated videos. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of providing counseling with media modules and animated videos about early marriage on the level of knowledge and attitudes of girls in Abung Semuli. This research method is a quasi-experimental research and with a pretest-posttest with group design. The population in this study were 175 female students with 64 respondents. The technique used in this analysis is univariate and bivariate. The results are based on the results of the Wilcoxon test analysis and it is concluded that there is an effect of the level of knowledge and attitudes before and after the treatment (p-value 0.000 <0.05). There is an effect of providing counseling with media modules about early marriage on the attitudes of young women in Abung Semuli.
PENGARUH EDUKASI TEKNIK HEMLICH MANUVER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK DI DESA KETRO PACITAN S Saelan; Gatot Suparmanto; Sahuri Teguh Kurniawan; Miki lestari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.953

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara umum dan menyeluruh sehingga hanya dalam hitungan menit dapat kehilangan refleks napas, denyut jantung dan dapat mengalami kematian. Penanganan tersedak pada anak dengan metode Heimlich manuver dilakukan dengan cara menekan dada dan perut. Pengetahuan menjadi hal yang penting bagi individu terutama bagi ibu yang memiliki anak usia di bawah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dalam penanganan tersedak pada anak. Penelitian menggunakan metode quasy experiment rancangan penelitian pre and posttes without control group design pada 33 ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun, variabel yang diamati: Tingkat pengetahuan ibu, teknik hemlich manuver. analisa data dengan paired t test. Karakteristik usia rata-rata 33 tahun. pekerjaan terbanyak wiraswasta sebanyak 18 responden. Pendidikan tertinggi SMA dengan 15 responden. Tingkat pengetahuan ibu sebelum dilakukan edukasi teknik hemlich manuver sebanyak 30 responden mendapat nilai kurang, setelah dilakukan edukasi teknik hemlich manuver tingkat pengetahuan ibu dengan kategori baik sebanyak 25 responden. Hasilnya terdapat pengaruh edukasi dengan nilai p- Value 0,000 (p < 0,05). Pada tingkat pengetahuan ibu meningkat setelah dilakukan edukasi secara demonstrasi langsung dengan menggunakan teknik hemlich manuver untuk penanganan tersedak pada anak. Choking is a very dangerous emergency, because with in a few minutes there will be a general and complete lack of oxygen so that in just minutes you can lose your breath reflex, heart rate and can die. Handling of choking in children with the Heimlich maneuver method is done by pressing the chest and abdomen. Knowledge is important for individuals, especially for mothers who have children under 5 years of age. This study aims to determine the level of knowledge of mothers in handling choking in children. The study used a quasi-experimental method with pre- and post-test without control group design on 33 mothers with children aged 2-5 years. The observed variables were: Mother's level of knowledge, Hemlich maneuver technique. data analysis with paired t test. Characteristics mean age 33 years. Most of the jobs are self-employed as many as 18 respondents. The highest education is SMA with 15 respondents. The level of knowledge of the mother before the Hemlich maneuver technique education was carried out as many as 30 respondents got a low score, after the Hemlich maneuver technique education the mother's level of knowledge was in the good category as many as 25 respondents. The result is that there is an effect of education with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The mother's level of knowledge increased after direct demonstration education was carried out using the Hemlich maneuver technique for handling choking in children.
HUBUNGAN EGRI SCORE DENGAN KEBERHASILAN INTUBASI PADA PASIEN GENERAL ANESTHESIA DI RSUD KABUPATEN KLUNGKUNG Ni Made Dewi Wahyunadi; N Norlailiyah; Putu Noviana Sagitarini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.968

Abstract

Latar Belakang: Intubasi adalah sebuah tindakan memasukkan pipa endotrakea baik melalui mulut atau hidung. Meningkatkan keberhasilan intubasi hal yang perlu dilakukan agar tidak terjadi cidera bahkan kematian saat proses intubasi. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan penilaiaan jalan nafas EGRI Score. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan EGRI Score dengan keberhasilan intubasi pada pasien general anesthesia. Metode: Penelitian ini mengunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross-cectional study. Jumlah sempel pada penelitian ini adalah 94 orang dengan teknik sampling non-probability sampling consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Klungkung pada bulan Februari-Maret 2022. Analisa data menggunakan uji analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan fisher's exact test. Hasil: sebagian besar responden memiliki prediksi intubasi mudah yaitu sebanyak 93 responden (98,9%) dan sebagian besar berhasil dilakukan tindakan intubasi yaitu sebanyak 93 responden (98,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara EGRI Score dengan keberhasilan intubasi pada pasien general anesthesia dengan nilai p-value 0,011. Kesimpulan: EGRI Score dapat memprediksi keberhasilan intubasi pada pasien general anesthesia Background: Intubation is inserting an endotracheal tube either through the mouth or nose. Increasing the success of intubation is what needs to be done in order to avoid injury and death during intubation process. It can be done through assessing airway EGRI score. Purpose: To determine the correlation between EGRI score and the success of intubation on patients with general anesthesia. Method: This research was analytical observational with cross sectional study. There were 94 respondents which were recruited as the samples. Those samples were chosen by using non-probability sampling (consecutive sampling). This research was conducted in Klungkung Hospital on February-March 2022. The data were analyzed by using univariate dan bivariate analysis with fisherrs exact test. Findings: The result of this research showed that 93 (98.9%) respondents had good prediction in intubation and 93 respondents (98.9%) had been done successful intubation. There was significant correlation between EGRI score and the success of intubation on patients with general anesthesia (p-value 0,01). Conclusion: EGRI Score can predict the success of intubation on patients with general anesthesia.
EDUKASI PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI KOMPLIKASI PASCA ANESTESI MELALUI BUKU SAKU BERBASIS ANDROID Nia Handayani; Vita Purnamasari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.973

Abstract

Anestesi merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa sakit pada saat pembedahan. Anestesi dibagi menjadi 2 yaitu anestesi umum dan anestesi regional. Beberapa komplikasi dapat dialami oleh pasien pada pasca anestesi umum. Penatalaksanaan non farmakologi dapat diberikan pada pasien secara mandiri oleh keluarga yang mendampingi selama perawatan pasca anestesi. Pendidikan kesehatan pre operatif dapat membantu pasien dan keluarga mengidentifikasi kekhawatiran yang dirasakan. Media buku saku berbasis android merupakan salah satu media yang digunakan untuk memudahkan pasien menerima informasi yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi penatalaksanaan non farmakologi komplikasi pasca anestesi melalui buku saku berbasis android terhadap pengetahuan pasien. Jenis desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan one group pre test and post test. Jumlah sampel yang digunakan sejumlah 30 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan mengadopsi kuesioner Setiowati (2020). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini 30 responden yang diberikan edukasi menggunakan buku saku android, seluruhnya mengalami peningkatan pengetahuan dengan kategori baik (100%). Hasil uji statistik wilcoxon signed rank test diperoleh p = 0,000. Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi penatalaksanaan non farmakologi komplikasi pasca anestesi terhadap pengetahuan pasien dengan anestesi umum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Anesthesia is one way to relieve pain during surgery. Anesthesia is divided into 2 namely general anesthesia and regional anesthesia. Some complications can be experienced by patients after general anesthesia. Non-pharmacological management can be given to patients independently by families who accompany them during post-anesthesia care. Preoperative health education can help patients and families identify perceived concerns. Android-based pocket book media is one of the media used to make it easier for patients to receive the information provided. The purpose of this study was to determine the effect of education on non-pharmacological management of post-anesthesia complications through an Android-based pocket book on patient knowledge. The type of design used is a quasi-experiment with one group pre test and post test. The number of samples used was 30 respondents with the sampling technique using accidental sampling. The data collection method adopted the Setiowati questionnaire (2020). Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of this study were 30 respondents who were given education using an android pocket book, all of whom experienced an increase in knowledge in the good category (100%). The results of the Wilcoxon signed rank test statistical test obtained p = 0.000. In conclusion, there is an effect of education on non-pharmacological management of post-anesthesia complications on the knowledge of patients with general anesthesia at PKU Muhammadiyah Hospital, Bantul.
TES JALAN 6 MENIT UNTUK MENGUKUR KEBUGARAN JASMANI, NADI ISTIRAHAT, DAN NADI EXERCISE PADA MAHASISWA ANESTESIOLOGI PEROKOK DAN NON PEROKOK Ratih Kusuma Dewi; Astika Nur Rohmah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.974

Abstract

Merokok merupakan perilaku yang dapat membahayakan dan berisiko buruk pada kesehatan apabila di konsumsi pada usia remaja. Merokok juga menyebabkan nadi exercise pada saat latihan menjadi tidak normal. Tes jalan kaki 6-menit juga merupakan tes praktis untuk memperkirakan kebugaran kardiorespirasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebugaran jasmani, nadi istirahat dan nadi exercise dengan Tes Jalan 6 Menit. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan jumlah sampel 60 responden mahasiswa yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perokok dan non perokok. Hasil penelitian menunjukkan rerata nadi istirahat pada kelompok perokok yaitu 95.80±10.89 dan nadi exercise yaitu 101.83±16.58, sedangkan pada kelompok non perokok untuk nadi istirahat yaitu 95.06±13.29 dan nadi exercise 98.46±15.74. Hasil rerata jarak tempuh pada kelompok perokok 355.16±24.30 dan kelompok non perokok 377.13±49.06. Kesimpulan menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok perokok dan non perokok baik nadi istirahat maupun nadi exercise dengan nilai p value 0.816 dan 0.423 (p<0,05). Smoking is a behavior that can be harmful and has a bad risk to health if consumed at a young age. Smoking also causes the exercise pulse to become abnormal during exercise. The 6-minute walking test is also a practical test for estimating cardiorespiratory fitness. The purpose of this study was to determine physical fitness, resting pulse and exercise pulse with the 6-Minute Walk Test. The method used was a quasi-experimental with a sample of 60 student respondents who were divided into two groups: smokers and non-smokers. The results showed that the mean resting heart rate in the smoking group was 95.80 ± 10.89 and the exercise heart rate was 101.83 ± 16.58, while in the non-smokers group the resting heart rate was 95.06 ± 13.29 and the exercise heart rate was 98.46 ± 15.74. The mean distance traveled in the smoking group was 355.16 ± 24.30 and the non-smokers group was 377.13 ± 49.06. The conclusion showed that there was no significant difference between the smoking and non-smoker groups in both resting and exercise heart rate with p values of 0.816 and 0.423 (p<0.05).
BUDAYA SIRIH PINANG DI SUMBA DAN KEJADIAN ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR Arwyn Weynand Nusawakan; Irene Rambu Rima; Aprilia Mauren Pariama
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.975

Abstract

Penggunaan sirih pinang masih menjadi perdebatan terkait dampaknya bagi tubuh khususnya bagi Wanita Usia Subur (WUS) di Sumba Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kemaknaan sosiokultural dalam mengkonsumsi sirih pinang dan kaitanny dengan kadar hemoglobin (Hb) dan frekuensi makan Wanita Usia Subur. Metode penelitian ini adalah mix method dengan pendekatan studi kasus (single case study with two embedded unit). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, pengukuruan Hb perifer dan pengukuran frekuensi makan dan food recall 3x24 jam. Hasil penelitian kualitatif menunjukan tema sirih pinang sebagai material budaya orang sumba, persepsi orang sumba tentang manfaat sirih pinang baik fisik maupun psikis. Kurangnya konsumsi zat besi dan protein, serta hasil pengukuran Hb menunjukan sebanyak 24 dari 50 WUS mengalami anemia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah makan sirih pinang masih dipertahankan karena memiliki peranan penting bagi pelestarian budaya dan menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat Sumba.Wanita Usia Subur yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi sirih pinang sebagian besar mengalami anemia, hal ini kemungkinan dapat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi zat besi dan protein kurang dari AKG maupun sebagai dampak dari mengkonsumsi sirih pinang yang berlebihan. Betel nut consumption is still debatable regarding its impact on the body, especially for Women of Reproductive Age (WUS) in Sumba, East Nusa Tenggara. This study aimed to identify the sociocultural significance of consuming betel nut and its relation to hemoglobin (Hb) level and eating frequency of WUS. This is mixed-method research with a case study approach (single case study with two embedded units). Data collection techniques used in-depth interviews, measuring peripheral Hb, and measuring food frequency and food recall 3x24 hours. The results of the qualitative research showed that the themes such as betel nut is a cultural material of the Sumbanese and the perception of Sumbanese about the benefits of betel nut, both physical and psychological. Lack of consumption of Zink and protein, the results of Hb measurements show that 24 out of 50 WUS have anemia. This study concludes that eating betel nut is still maintained because it has an essential role for cultural preservation and has become the daily lifestyle of Sumbanese. WUS who have the habit of consuming betel nut mainly experience anemia that may be influenced by the low level of consumption of Zink and protein than the RDA or might be a result of consuming excessive betel nut.

Page 1 of 2 | Total Record : 14