cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1, Januari 2024" : 15 Documents clear
HUBUNGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN NILAI HBA1C PADA PASIEN PREDIABETES DAN DIABETES Dwi Iswanto, Endro; Silviani, Yusianti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1058

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak terjadi terutama di Negara berkembang yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian yang signifikan. Diperkiranan ada sekitar 6 juta pasien mendatangi fasilitas kesehatan dengan 300 ribu pasien dirawat setiap tahunnya di seluruh dunia. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko terjadinya ISK yakni personal hygiene, jarang berkemih, berkemih tidak lengkap, aktivitas seksual, penggunaan kontrasepsi spermisida, genetika, hormonal, imunosupresi, dan diabetes. Pada penderita diabetes mellitus (DM) lebih rentan terjadinya ISK dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian ISK dengan nilai Hba1c pada pasien prediabetes dan diabetes di Prodia Metro Medika Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dilakukan dengan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dan quota sampling. Hasil penelitian yang dilakukan dari 52 sampel urin kultur didapatkan sebanyak 4 (14.3%) responden pada kategori prediabetes yang positif ISK dan sebanyak 12 (50%) responden pada kategori diabetes yang positif ISK. Hasil analisis menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0.0013. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kejadian ISK terhadap nilai Hba1c pada pasien prediabetes dan diabetes. Urinary Tract Infection (UTI) is one of the most common infections, especially in developing countries, and can cause significant morbidity and mortality. It is estimated that there are around 6 million patients visiting health facilities, with 300,000 patients being treated annually worldwide. Factors that influence the risk of UTI include personal hygiene, infrequent urination, incomplete urination, sexual activity, use of spermicidal contraception, genetics, hormones, immunosuppression, and diabetes. People with diabetes mellitus (DM) are more susceptible to UTIs than people who don't have diabetes. This study aims to determine the relationship of urinary tract infection (UTI) cases with Hba1c values in prediabetic and diabetic patients at Prodia Metro Medika in 2023. This research is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The sampling technique was carried out using non-probability sampling with purposive sampling and quota sampling techniques. The results of this study, conducted from 52 cultured urine samples, found that 4 (14.3%) respondents in the prediabetes category were positive for UTI, and as many as 12 (50%) respondents in the diabetes category were positive for UTI. The results of the analysis using the chi-square test obtained a value of p = 0.013. From this study, it can be concluded that there is a significant relationship between the incidence of UTI and Hba1c values in prediabetic and diabetic patients.
PENGARUH KECANDUAN SMARTPHONE TERHADAP PERILAKU MAKAN BERMASALAH PADA REMAJA Wulan, Nayang; Hamiyati, Hamiyati; Kabbaro, Hurriyyatun
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1177

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kecanduan smartphone terhadap perilaku makan bermasalah pada remaja. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 17 Jakarta. Pengambilan data dilakukan dengan teknik simple random sampling yang berjumlah 207 responden. Hasil uji persamaan regresi linear diperoleh = 10.929 dan p-value = 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis nol ( ) ditolak. Berdasarkan data, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif antara kecanduan smartphone terhadap perilaku makan bermasalah. Artinya, semakin tinggi tingkat kecanduan smartphone, semakin meningkat pula kemungkinan terjadinya perilaku makan bermasalah pada remaja. Begitu sebaliknya, semakin rendah tingkat kecanduan smartphone, semakin kecil pula kemungkinan terjadinya perilaku makan bermasalah pada remaja. Kecanduan smartphone memberikan kontribusi sebesar 36,8% terhadap perilaku makan bermasalah dan selebihnya 63,2% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. The purpose of this study was to determine whether there is an influence between smartphone addiction and perilaku makan bermasalah in adolescents. The data analysis method used is simple linear regression. The research was conducted at SMP Negeri 17 Jakarta. Data collection was carried out using a simple random sampling technique totaling 207 respondents. The test results of the linear regression equation were obtained = 10.929 and p-value = 0.000 < 0.05 so that the null hypothesis ( ) was rejected. Based on the data, it can be concluded that there is a positive influence between smartphone addiction and perilaku makan bermasalah. That is, the higher the level of smartphone addiction, the more likely the occurrence of perilaku makan bermasalahs in adolescents. Conversely, the lower the level of smartphone addiction, the less likely the occurrence of perilaku makan bermasalah in adolescents. Smartphone addiction contributed 36.8% to perilaku makan bermasalah and the remaining 63.2% was influenced by other factors not examined in the study.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DENGAN KEJADIAN KESALAHAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI Kusuma Dewi, Ratih; Nur Rohmah, Astika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1186

Abstract

Keselamatan pasien atau patient safety merupakan salah satu isu yang dibahas dalam pelayanan kesehatan. Keselamatan pasien sistem yang dibentuk rumah sakit untuk mencegah dan mengurangi kesalahan dalam perawatan terhadap pasien akibat dari kelalaian atau kesalahan asuhan yang diberikan. Pengetahuan dan sikap merupakan hasil dari tahu melalui penginderaan terhadap suatu objek tertentu dan interaksi sosial sehingga terbentuknya tindakan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pelaksanaan patient safety dengan kejadian kesalahan pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan Mix Methode dengan pendekatan campuran bertahap yaitu kuantitatif - kualitatif pada variabel penelitian. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan pengetahuan dalam kategorik sedang (51.6%). Sikap pelaksanaan patient safety dalam kategori sangat baik (55.9%) dan mahasiswa sebagian besar tidak pernah melakukan kesalahan (78.9%). Analisa bivariate menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan patient safety dan sikap penerapan patient safety dengan kejadian kesalahan dengan p-value (p>0,05). Hasil penelitian kualitatif dengan dua informan menyatakan bahwa terdapat dua kategori kesalahan yang dilakukan yaitu kesalahan obat dan kesalahan tindakan prosedural. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketiga variabel yaitu pengetahuan dan sikap dengan kejadian kesalahan (p>0,05). Patient safety or patient safety is one of the issues discussed in health services. Patient safety is a system formed by hospitals to prevent and reduce errors in patient care as a result of negligence or care errors provided. Knowledge and attitudes are the result of knowing through sensing a certain object and social interaction so that one's actions are formed. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes towards implementing patient safety and the incidence of errors in Anesthesiology Nursing students at 'Aisyiyah University, Yogyakarta. The method used is the Mix Methode approach with a mixed step approach, namely quantitative - qualitative on the research variables. Quantitative research results show knowledge in the moderate category (51.6%). The attitude of implementing patient safety was in the very good category (55.9%) and most students never made mistakes (78.9%). Bivariate analysis showed that there was no relationship between knowledge of patient safety and attitudes toward implementing patient safety with the incidence of errors with a p-value (p>0.05). The results of a qualitative study with two informants stated that there were two categories of errors made, namely medication errors and procedural action errors. Based on the research results, it can be concluded that there is no significant relationship between the three variables, namely knowledge and attitudes with the occurrence of errors (p> 0.05).
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN PERKAMPUNGAN MINANGKABAU YAYASAN SHINE AL FALAH PADANG Lestari, Widya; Wildayani, Desi; Listia Ningsih, Winda
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1212

Abstract

Menstruasi merupakan tanda organ reproduksi perempuan telah matang, namun masih banyak remaja yang tidak teratur siklus haidnya. Ketidakteraturan haid menjadi pertanda permasalahan dalam tubuh. Penyebabnya yakni rendahnya status gizi, buruknya kualitas tidur, stress, kurangnya aktifitas fisik dan usia menarche lambat. Pada usia sekolah, sebagian orang tua menginginkan anaknya mendapat pendidikan di pesantren, namun di sisi lain, kesederhanaan kehidupan dipesantren dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan siklus menstruasi remaja putri di Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al-Falah Padang. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri di Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al-Falah Padang yang telah mengalami haid minimal 1 tahun. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 74 orang. Peneliti menggunakan format pengumpulan data penilaian status gizi dan siklus haid, serta kuesioner PQSI untuk menilai kualitas tidur. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji statistik Chi-square, dengan hasil sebanyak 62% responden memiliki status gizi underweight, 69% responden memiliki kualitas tidur baik, 66% responden memiliki siklus menstruasi normal, terdapat hubungan status gizi dengan siklus menstruasi (p value 0,004, p value < 0,05), terdapat hubungan kualitas tidur dengan siklus menstruasi (p value 0,000, p value < 0,05). Diharapkan pihak pengelola pesantren mengatur kegiatan pesantren dengan tetap memperhatikan jam tidur malam, dan bekerjasama dengan puskesmas dalam pemeriksaan siklus menstruasi siswi serta menindaklanjuti siklus menstruasi remaja yang tidak normal. Menstruation is a sign that a woman's reproductive organs have matured, but there are still many teenagers whose menstrual cycles are irregular. Menstrual irregularities can be a sign of problems in the body. The causes are poor nutritional status, poor sleep quality, stress, lack of physical activity and late menarche. At school age, some parents want their children to receive an education at a boarding school, but on the other hand, the simplicity of boarding school life can affect teenagers' reproductive health. The aim of this research is to determine the relationship between nutritional status and sleep quality with the menstrual cycle in adolescent girls at the Minangkabau Village Islamic Boarding School, Shine Al-Falah Foundation, Padang. This research uses analytical methods with a cross sectional design. The population of this study were young women at the Shine Al-Falah Foundation Padang Minangkabau Village Islamic Boarding School who had experienced menstruation for at least 1 year. The sample was selected using a purposive sampling technique with a total of 74 people. Researchers used questionnaires, namely assessing nutritional status (BMI), sleep quality (PSQI questionnaire) and menstrual cycle. The research results were processed using the Chi-square statistical test, with the results that 62% of respondents had underweight nutritional status, 69% of respondents had good sleep quality, 66% of respondents had normal menstrual cycles, there was a relationship with nutritional status with the menstrual cycle (p value 0.004, p value < 0.05), there is a relationship between sleep quality and the menstrual cycle (p value 0.000, p value < 0.05). It is hoped that Islamic boarding school management will organize Islamic boarding school activities while still paying attention to nighttime sleeping hours, and collaborate with community health centers in checking female students' menstrual cycles and following up on abnormal teenage menstrual cycles.
POTENSI KEANEKARAGAMAN UMUR NYAMUK Culex quinquefasciatus SEBAGAI VEKTOR FILARIASIS DI DAERAH ENDEMIS KOTA PEKALONGAN Ghofur, Abdul; Hadisaputro, Suharyo; Sayono, Sayono; Ganda Gumilar, Argo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1213

Abstract

Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk (vector borne disiese). WHO menetapkan kesepakatan global sebagai upaya untuk mengeliminasi filariasis pada tahun 2020 melalui Global Programme to Eliminate Lymphatic Filariasis (GPELF), tetapi sampai tahun 2023 di Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan masih menjadi daerah endemis filariasis dengan ditemukannya kasus baru. Nyamuk berpotensi sebagai vektor filriasis apabila memenuhi persyaratan populasi spesies yang bersangkutan secara umum mempunyai umur cukup untuk menjadi vektor masa inkubasi eksternal dari filaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur nyamuk Culex quinquefasciatus sebagai vektor filariasis di daerah Endemis Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan. Cx. quinquefasciatus dipilih karena menjadi spesies terbanyak di daerah penelitian dan berpotensi menjadi vektor filariasis. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 200 sampel nyamuk betina dengan metode dilatasi ovarium. yaitu dengan membedah ovarium nyamuk untuk memeriksa parousitasnya. Selanjutnya, jumlah dilatasi dikalikan dengan siklus gonotropik nyamuk, sehingga diperoleh spesies vektor yang berpotensi sebagai penular penyakit bila dikaitkan dengan umur siklus hidup ekstrinsik parasit. Hasil penelitian didapatkan rata – rata umur nyamuk Cx. quinquefasciatus adalah 17.2 hari sedangkan masa inkubasi ekstrinsik filaria dari L1 sampai L3 adalah 10-13 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nyamuk Cx. quinquefasciatus memiliki umur yang berpotensi menjadi vektor filariasis. Filariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worms and transmitted through mosquitoes (vector borne disease). WHO established a global agreement as an effort to eliminate filariasis by 2020 through the Global Program to Eliminate Lymphatic Filariasis (GPELF), but until 2023 Jenggot Village, Pekalongan City, is still an endemic area for filariasis with the discovery of new cases. Mosquitoes have the potential to be vectors of filariasis if they meet the requirements for the population of the species concerned to generally have sufficient age to become a vector for the external incubation period of filariasis. The aim of this research is to determine the age of the Culex quinquefasciatus mosquito as a filariasis vector in the endemic area of Jenggot Village, Pekalongan City. Cx. quinquefasciatus was chosen because it is the most abundant species in the study area and has the potential to be a filariasis vector. The design of this research was descriptive quantitative using 200 samples of female mosquitoes using the ovarian dilatation method. namely by dissecting the mosquito's ovary to check its parousity. Next, the number of dilations is multiplied by the mosquito's gonotrophic cycle, to obtain a vector species that has the potential to transmit disease when related to the age of the parasite's extrinsic life cycle. The research results showed that the average lifespan of Cx mosquitoes. quinquefasciatus is 17.2 days while the incubation period for extrinsic filaria from L1 to L3 is 10-13 days. From the research results it can be concluded that the mosquito Cx. quinquefasciatus has the potential to become a filariasis vector.
PENGARUH MODISCO TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA Ersila, Wahyu; Dwi Prafitri, Lia; Utami, Susri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1214

Abstract

Defisiensi gizi merupakan ketidakseimbangan atau kekurangan antara kebutuhan energi dengan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, atau dapat diartikan nutrisi yang dikonsumsi dibawah rata-rata. Dampak yang terjadi ketika seorang balita mengalami malnutrisi berpengaruh pada terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Upaya yang dapat dilakukan dengan pemberian Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) karena mengandung lebih tinggi kalori dan protein. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest posttes without control grup design. Tempat penelitian di Azzamil day care Kabupaten Pekalongan bulan Maret-Mei 2023. Sample yang digunakan 18 balita gizi kurang, dengan teknik purposive sampling Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Modisco formula I yaitu susu full krim 100gr, gula pasir 50gr, margarine 50 gr dan dicampur dalam air hangat diberikan sehari 1x selama 30 hari. Analisis data menggunakan analisis bivariate dengan uji beda mean, yaitu uji paired t test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan intervensi adalah 9,50 kg dan setelah diberikan memiliki rata-rata 10,21 kg dengan selisih kenaikan sebesar 710 gram. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (<0,05) hal ini juga menunjukkan berarti terdapat pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Kesimpulan bahwa modisco salah nutrisi tambahan yang tinggi protein dan kalori yang mampu meningkatkan berat badan pada anak terutama dengan gizi kurang, sehingga diharapkan modisco menjadi salah satu alternative program nutrisi tambahan yang dapat diberikan dalam penatalaksanaan gizi kurang dan gizi buruk. Nutritional deficiency is an imbalance or deficiency between energy needs and the intake consumed daily, or it can be interpreted as the nutrition consumed being below average. The impact that occurs when a toddler experiences malnutrition has an impact on growth and development disorders. Efforts that can be made are by giving Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) because it contains higher calories and protein. The aim of this research was to determine the effect of modisco on weight gain in toddlers. This type of research is quasi experimental with a pretest posttest approach without control group design. The research location was Azzamil day care, Pekalongan Regency, March-May 2023. The sample used was 18 malnourished toddlers, using a purposive sampling technique. The instrument used was an observation sheet. Modisco formula I, namely 100g full cream milk, 50g granulated sugar, 50g margarine and mixed in warm water, is given once a day for 30 days. Data analysis uses bivariate analysis with a mean difference test, namely the paired t test. The research results showed that the average weight of toddlers before the intervention was carried out was 9.50 kg and after it was given the average was 10.21 kg with a difference in increase of 710 grams. The p value obtained was 0.000 (<0.05), this also shows that there is an influence of modisco on increasing body weight in toddlers. The conclusion is that Modisco is one of the additional nutrients that is high in protein and calories which can increase body weight in children, especially those with malnutrition, so it is hoped that Modisco will become an alternative additional nutrition program that can be provided in the management of malnutrition and malnutrition.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEMATIAN NEONATAL DI RUANG NICU RSUDP NTB Disnalia Siswari, Baiq; Supiani, Supiani; N. Yusuf, Nurlathifah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1227

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian neonatal masih tergolong tinggi dan menjadi masalah kesehatan baik secara global maupun nasional. Di NTB Mayoritas 80,85% kematian bayi terjadi pada masa neonatal. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan kematian neonatal dari tahun 2020 di RSUDP NTB, dengan penyebab kematian relatif sama yaitu disebabkan oleh BBLR dan Asfiksia Tujuan: Untuk Mengetahui Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kematian Neonatal Di Ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian adalah case control. Hasil : Tidak ada hubungan paritas dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,583, Tidak ada hubungan Cara Persalinan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,371, Ada hubungan Usia Kehamilan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB p-value 0,002, Tidak ada hubungan penyulit/ komplikasi kehamilan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,487, Ada hubungan sistem rujukan dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,005, Ada hubungan BBLR dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,005, Tidak ada hubungan Asfiksia dengan kejadian kematian neonatal di Ruang NICU RSUDP NTB dengan p-value 0,309. Simpulan: bahwa paritas, cara persalinan, penyulit/komplikasi kehamilan, asfisia tidak berhubungan dengan kejadian kematian neonatal di RSUDP NTB sedangkan usia kehamilan, sistem rujukan, BBLR berhubungan dengan kejadian kematian neonatal di RSUDP NTB The neonatal mortality rate was relatively high and a health problem both globally and nationally. In NTB, the majority of 80,85% of infant deaths occured in the neonatal period. In 2021 there would be an increase in neonatal deaths from 2020 at the NTB Public Hospital, with relatively the same causes of death caused by LBW and Asphyxia. Objective: To find out the factors related to the incidence of neonatal death in the NICU room of the Regional Public Hospital of West Nusa Tenggara Methods: This type of research was analytic observational with a case control research design. Results: There was no relationship between parity and the incidence of neonatal death in the NICU Room of the NTB Hospital with a p-value of 0,583, There was no relationship between the method of delivery and the incidence of neonatal death in the NICU Room of the NTB Public Hospital with a p-value of 0,371. There was a relationship between gestational age and the incidence of neonatal death in NICU room at NTB Public Hospital with p-value of 0,002. There was no relationship between complications of pregnancy with the incidence of neonatal death in the NICU room at NTB Public Hospital with a p-value of 0,487. There was a relationship between the referral system and the incidence of neonatal death in the NICU room at NTB Public Hospital with a p-value of 0,005. There was a relationship between LBW and the incidence of neonatal death in the NICU Room of NTB Public Hospital with a p-value of 0,005. There was no relationship between asphyxia and the incidence of neonatal death in the NICU Room of NTB Public Hospital with a p-value of 0,309. Conclusion: Parity, mode of delivery, complications of pregnancy, asphyxia were not related to the incidence of neonatal death in the NTB Public Hospital, while gestational age, referral system and LBW were related to the incidence of neonatal death in the NTB General Hospital
ANALISIS KUALITATIF EKSTRAK DAGING LIDAH BUAYA DENGAN METODE MASERASI ETANOL 96% Prastyoningsih, Aris; Wijayanti, W; Prawistya Sari, Agnes; Parwati, Linda; Bethananta Aji, berliana; Anif Nurlita, Ressa
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1228

Abstract

Latar belakang: Tanaman lidah buaya banyak dibudidayakan untuk pertanian, pengobatan, dan tanaman hias, dan dapat juga ditanam di dalam pot. Gel lidah buaya segar dapat langsung digunakan untuk pengobatan secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji kualitatif fitokimia ekstrak lidah buaya. Metode: metode yang digunakan adalah membuat ekstrak lidah buaya jenis A. Vera dan A. Barbandensis dengan metode maserasi etanol 96%. Dilanjutkan dengan uji fitokimia pada identifikasi alkaloid, flavonoid, sapinin dan tepenoid. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya A. Vera memiliki kandungan alkaloid lebih banyak dibandingkan dengan A. Barbandensis. Sedangkan ekstrak lidah buaya jenis A. Barbandensis memiliki kandungan Flavonoid dan Saponin lebih banyak. Diskusi: senyawa fitokimia yang terkandung tersebut dapat digunakan sebagai komponen obat herbal untuk kesehatan. Aloe vera plants are widely cultivated for agriculture, medicine and ornamental purposes, and can also be grown in pots. Fresh aloe vera gel can be used directly for traditional treatment. The aim of this research was to determine the qualitative test of the phytochemicals of aloe vera extract. Method: The method used is to make extracts of A. Vera and A. Barbandensis aloe vera using the 96% ethanol maceration method. Followed by phytochemical tests to identify alkaloids, flavonoids, sapinin and tepenoids. Results: The results of the study showed that A. Vera aloe vera contains more alkaloids than A. Barbandensis. Meanwhile, A. Barbandensis type aloe vera extract contains more flavonoids and saponins. Discussion: the phytochemical compounds contained in it can be used as components of herbal medicine for health.
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN TINDAKAN BHD PADA SISWA SMA KARYA PEMBANGUNAN MARGAHAYU Sujana, Treesia; Alfilayli Nikmah, Bella; Ginting, Monika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1238

Abstract

Kondisi kegawat daruratan henti jantung dapat terjadi dimana saja termasuk di lingkungan sekolah. Besaran masalah ini terlihat dari angka kematian akibat penyakit jantung dimana di Indonesia terdapat 251 kematian akibat penyakit jantung pada setiap 100.000 penduduk di tahun 2019. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di lingkungan sekolah dirasakan penting untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan BHD pada siswa SMA. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi apakah pelatihan BHD memberikan pengaruh terhadap pengetahuan dan tindakan BHD pada siswa SMA Karya Pembangunan Margahayu. Quasi experiment dengan pretest-postest with One Grup Design dipergunakan dalam studi ini. Teknik purposive sampling kemudian mendapatkan 50 sample. Uji statistik Wilcoxon dipergunakan dalam analisa data. Setelah pelatihan BHD, didapatkan bahwa 42 siswa (84.0%) memiliki pengetahuan baik dan 20 siswa ditemukan memiliki kemampuan cukup dalam tindakan BHD (36.0%). Uji statistik Wilcoxon diperoleh p-value 0,000 ˂ 0,05 yang memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan BHD terhadap meningkatnya pengetahuan dan tindakan BHD pada siswa SMA Karya Pembangunan Margahayu. Simpulan dari penelitian adalah bahwa pelatihan BHD memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan tindakan BHD pada siswa. Diharapkan dengan memiliki ketrampilan BHD, siswa dapat menghadapi kondisi kegawat daruratan yang dapat terjadi disekitar mereka termasuk di lingkungan sekolah dan masyarakat. Basic Life Support (BLS) training for high school students is important to increase knowledge and skills in BLS. The need of BLS training can be seen from the number of deaths from heart disease in Indonesia, where there were 251 deaths caused by heart disease in every 100,000 citizens in 2019. BLS training is considered to be important in increasing BLS knowledge and skills towards High School students. The purpose of this study is to identified whether there is an influence of BLS training towards knowledge and skills in students of Margahayu High School of Development. This research design uses quasi-experiments with pretest-postest with One Group Design. Purposive sampling techniques was used to collect 50 samples. Wilcoxon statistical test is chosen to analised the data. After the BHD training, it was found that 42 students (84.0%) had good knowledge and 20 students were found to have sufficient skills in BLS (36.0%). Furthermore, Wilcoxons statistical tests identified the p-value of 0,000( ˂ 0,05) which shows the influence of giving BLS training on the improvement of BLS knowledge and skills in students of Margahayu Karya Development High School. It is concluded from this study that BLS training can affect students BLS knowledge and psichomotor. It is expected that by having the BLS skills, students will be able to cope with the emergency situation that might occur surround them, including at school and the community.
PENGARUH KARAKTERISTIK RESPONDEN TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI DESA PASAWAHAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS CICURUG KABUPATEN SUKABUMI Budhiana, Johan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1243

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, demografis dan sosiologis membuatnya rentan terhadap bencana. Letak geografisnya di kawasan beriklim tropis menyebabkan Indonesia memiliki musim kemarau dan musim hujan. Karena hal ini Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara yang rentan mengalami banjir di dunia. Banjir merupakan situasi di mana daratan tergenang oleh kenaikan volume air. Tujuan penelitia ini ntuk mengetahui pengaruh karakteristik responden terhadap kesipasiagaan masyarakat dalam mengahadapi bencana banjir. Jenis penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 1.538 orang dan sampel 317 orang dengan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara karakteristik responden terhadap kesiapsiagaan dengan nilai p-value jenis kelamin (0,000), umur (0,000), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,000), sumber informasi (0,000), keikutsertaan organisasi (0,000), pelatihan bencana (0,006), pernah mengalami bencana (0,000) dan lama tinggal (0,000). Simpulan terdapat pengaruh jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, keikutsertaan organisasi, pelatihan bencana, pernah mengalami banjir, lama tinggal terhadap kesiapsiagaan bencana banjir serta terdapat pengaruh simultan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, keikutsertaan organisasi, pelatihan bencana, pernah mengalami banjir, lama tinggal terhadap kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Pasawahan Wilayah Kerja Puskesmas Cicurug Kabupaten Sukabumi. Indonesia as an archipelago with geographical, geological, hydrological, demographic and sociological conditions makes it vulnerable to disasters. Its geographical location in the tropical climate region causes Indonesia to have a dry season and a rainy season. Because of this, Indonesia ranks as the third most flood-prone country in the world. Flooding is a situation where land is inundated by an increase in water volume. The purpose of this study is to determine the influence of respondent characteristics on community preparedness in dealing with flood disasters. This type of study uses correlation with a cross-sectional approach. The population of this study included 1,538 people, and the sample using proportional random sampling technique was 317 people. As a result, there was no influence between the characteristics of the respondents on motivation by the p-values ​​of gender (0.000), age (0.000), educational background (0.000), occupation (0.000), information source (0.000), and organizational involvement (0.000). It has been shown that there is disaster training (0.006), disaster experience (0.000), length of stay (0.000). It has been concluded that there is a gender effect; age, education, occupation, information sources, organizational participation, disaster training, having experienced a flood, length of stay on flood disaster preparedness and there is a simultaneous influence of gender, age, education, occupation, information sources, organizational participation, disaster training, having experienced a flood. Length of residence on flood disaster preparedness in Pasawahan Village, Cicurug Health Center Working Area, Sukabumi Regency.

Page 1 of 2 | Total Record : 15