cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
PENGARUH KOMPRESI DADA BERDASARKAN RULE OF FIVE TERHADAP KEDALAMAN DAN FREKUENSI KOMPRESI DADA Rendi Editya Darmawan; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 1, Januari 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.888 KB)

Abstract

ABSTRAK Kompresi dada rule of Þ ve yaitu kompresi dada menggunakan irama perhitungan dengan angka yang mempunyai 2 suku kata. Suku kata pertama digunakan sebagai kode waktu kompresi dan suku kata kedua sebagai kode waktu pengisian ventrikel. Irama perhitungan yang digunakan yaitu satu, dua, tiga, empat, satu, satu, dua, tiga, empat, dua, satu, dua, tiga, empat, tiga, satu, dua, tiga, empat, empat, satu, dua, tiga, empat, lima, satu, dua, tiga, empat, enam. Tujuan penelitian untuk menganalisis efek kompresi dada berdasarkan rule of Þ ve terhadap kedalaman dan frekuensi kompresi dada. Metode penelitian adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan Pre-Post Test Randomized Control Group Design. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi memiliki IMT normal dan telah mengikuti pelatihan basic life support, dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Mann-Withney U Test dengan tingkat kemaknaan 􀄮􀂔 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signiÞ kan antara pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan hasil statistik Mann-Withney U Test P Kedalaman = 0,96 dan P Frekuensi = 0,597 (p = 0,05). Kompresi dada berdasarkan rule of Þ ve menghasilkan kedalaman kompresi 4-5cm, dengan kecepatan kompresi 100x/menit. Keteraturan irama kompresi menyebabkan tenaga penolong terjaga, sehingga kecepatan dan tekanan pijatan tetap konstan. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada efek kompresi dada berdasarkan rule of Þ ve terhadap kedalaman dan frekuensi kompresi dada. Kata kunci: kompresi dada, rule of Þ ve, kedalaman,frekuensi, kompresi dada ABSTRACT Rule of Þ ve chest compression is chest compression using two word counting rhtym. The Þ rst word is used as a code when compressing and the second word as a code when Þ lling ventricle. Counting rhythm used is one, two, three, four,one, one, two, three, four, two, one, two, three, four, three, one, two, three, four, four, one, two, three, four, Þ ve, one, two, three, four,six. This research is aimed to anylize the effect of chest compression based on rule of Þ ve to the depth dan frequency of chest compression. The methode is a Quasy Experiment with Pre-Post Test Randomized Control Group Design. The sample chosen based on inclusion criteria normal IMT having a basic life training with simple random sampling with a number of 43 respondent. Data were analyzed using the Mann-Whitney U test with a signiÞ cance level of 􀄮 􀂔 0.05. The results showed that there was no signiÞ cant difference between pre-test and post-test in the control group and the experimental group with the statistical results of the Mann-Whitney U test P = 0.96 and P Depth Frequency = 0.597 (p = 0.05 ). Chest compression based on the rule of Þ ve produce 4-5cm depth of compression, with compression speed 100 X/menit. Rhythm regularity compression causes attendants maintained, so that the speed and the pressure remains constant massage. It is concluded that there is no effect of chest compression is based on the rule of Þ ve of the depth and frequency of chest compressions. Keyword: chest compression, rule of Þ ve, depth, frequency, chest compression
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SISWA KELAS XI DI SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN 2011 Dheny Rohmatika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 1, Januari 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.609 KB)

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari perilaku seksual anak-anak ke perilaku seksual dewasa, rasa keingintahuan untuk mencoba hal-hal yang baru semakin tinggi apalagi keingintahuan remaja mengenai seksualitas serta dorongan seksualnya telah menyebabkan remaja melakukan aktivitas seksual namun, disisi lain remaja memiliki pengetahuan yang kurang mengenai seksualitas sehingga remaja rentan melakukan seks bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja siswa kelas XI di SMA Batik 1 Surakarta. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMA Batik 1 Surakarta pada tanggal 23 Maret 2011 dan sampel penelitian ini siswa kelas XI berjumlah 162 siswa diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Analisa data menggunakan analisis unvariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian dari 162 responden menunjukkan sebagian besar mempunyai pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kelompok sedang (88%), kurang (15,4%) dan baik (30,2%). Pada data perilaku seksual menunjukkan sebagian besar siswa SMA Batik 1 berperilaku kelompok cukup baik (62,3%), kurang baik (8,6%) dan baik (29%). Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan positif dan signiÞ kan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja [z hitung (7,91) > z tabel (1,96)] dengan arah korelasi positif (koeÞ sien korelasi + 0,419). Kata kunci: pengetahuan, kesehatan reproduksi, perilaku, seksual remaja ABSTRACT Adolescence is a time of transition from the sexual behavior of children to adult sexual behavior, a sense of curiosity to try new things especially the higher adolescent curiosity about sexuality and sexual urge has led to teenage sexual activity but, on the other hand teenagers have less knowledge about sexuality so that vulnerable teenagers free sex . The purpose of the study to determine the relationship between the level of knowledge of reproductive health with adolescent sexual behavior in high school students of class XI High School Batik 1 Surakarta . Methods of observational analytic study using cross sectional approach . The study was conducted at the High School Batik1 Surakarta on March 23, 2011 and the study sample totaled 162 students of class XI students were taken using cluster random sampling technique . Analysis of data using unvariat analysis and bivariate analysis The results of the study showed most of the 162 respondents have knowledge about reproductive health groups are ( 88 % ), less ( 15.4 % ) and good ( 30.2 % ) . On sexual behavior data shows most student of High School Batik 1 Surakarta groups are behaved quite well ( 62.3 % ), poor ( 8.6 % ) and good ( 29 % ) . The results of the analysis of the data shows that there is a positive and signiÞ cant relationship between the level of knowledge of reproductive health with adolescent sexual behavior [ z count (7.91 ) > z table ( 1.96 ) ] with the direction of the positive correlation ( correlation coefÞ cient of + .419 ) . Keywords: knowledge, reproductive health, behavior, sexual teens
PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP RESPON HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH Wahyu Rima Agustin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 1, Januari 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.875 KB)

Abstract

ABSTRAK Sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit. Akibat perawatan di Rumah Sakit khususnya bagi pasien anak-anak bisa menimbulkan dampak baik terhadap Þ sik maupun psikologis diantaranya kecemasan, merasa asing akan lingkungan yang baru, berhadapan dengan sejumlah individu yang belum dikenal, perubahan gaya hidup dari yang biasa, serta harus menerima tindakan medik atau perawatan yang menyakitkan. Anak-anak yang dirawat lebih dari dua minggu memiliki resiko mengalami gangguan bahasa dan perkembangan ketrampilan kognitif, serta pengalaman buruk di Rumah Sakit sehingga dapat merusak hubungan dekat antara ibu dan anak. Perawatan anak di ruang anak sangat berbeda dengan perawatan orang dewasa maka untuk perawatan anak tidak cukup hanya terampil dalam melaksanakan prosedur keperawatan tetapi juga harus mempunyai minat, motivasi serta mengetahui tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Karakteristik perkembangan anak usia pra sekolah antara lain egosentris, keras kepala, mulai belajar mencintai dari orang yang terdekat atau orang satu rumah, usia bermain dan anak sudah mulai belajar untuk bersosialisasi. Apabila anak usia pra sekolah menderita sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit reaksi-reaksi yang muncul biasanya sangat kompleks dan bervariasi diantaranya regresi (rasa tergantung/tidak mau ditinggal), rasa takut, dan cemas, merasa dipisahkan dari keluarga, putus asa, dan protes . Perawat mampu mengidentiÞ kasi respon hospitalisasi anak usia pra sekolah yang dirawat di Rumah Sakit berdasarkan tingkat pengetahuannya. Pengetahuan perawat dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman kerja, minat dan motivasi Kata kunci: pengetahuan perawat, hospitalisasi, anak usia prasekolah ABSTRACT Illness is an individual assessment of the experience of suffering from a disease . As a result of hospitalization, especially for pediatric patients can have an impact both on the physical and psychological anxiety among others, will feel strange new environment, dealing with a number of individuals who have not known, lifestyle changes than usual, and had to receive medical action or painful treatments . Children who were cared more than two weeks at risk for developmental language disorders and cognitive skills, as well as a bad experience at the hospital so that it can damage the close relationship between mother and child. Child care in the nursery is very different from the adult care for child care is not enough just skilled in performing nursing procedures but should also have an interest, motivation and know the stages of growth and development of children according to age. Characteristics of the development of pre-school children, among others, an egocentric, stubborn, start learning to love from the nearest person or persons of the house, the age of the child has begun to play and learn to socialize . If the pre-school age children suffer from pain and had to be treated in hospital reactions that arise are usually very complex and varies among regression, fear, and anxiety, feeling separated from families, despair and protest. Nurses were able to identify the response of hospitalization hospitalization response pre-school children who were hospitalized in a knowledge based level. Knowledge of nurses is inß uenced by education, work experience, interests and motivations Keywords: knowledge of nursing, hospitalization, preschoolers
KABAR GEMBIRA UNTUK PENDERITA HIV/AIDS DARI PAHITNYA BITTER MELON (PARE) Mareta Ovy Yulia; Joko Kismanto
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.492 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan jenis tanaman obat-obatan. Salah satunya adalah buah pare (Momordica charantia L) alias paria kaya mineral nabati kalsium dan fosfor, juga karotenoid. Pare mengandung alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica Antiviral Protein 30) yang bermanfaat sebagai anti HIV/AIDS. Pemanfaatan biji buah pare yang sudah tua dapat dibuat sebuah obat pencegah HIV/AIDS, yang diolah dalam bentuk serbuk ekstrak biji pare dan dikemas dalam sebuah kapsul. Acquired Immunodefi ciency Syndrome (AIDS). AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan Virus Human Immunodefi ciency Virus (HIV). Pemanfaatan biji buah pare yang sudah tua dapat dibuat sebuah obat pencegah HIV/AIDS, yang diolah dalam bentuk serbuk ekstrak biji pare dan dikemas dalam sebuah kapsul. Kata kunci: HIV, AIDS, pare, imun ABSTRACT Indonesia is a tropical country that is rich in species of medicinal plants. One is the fruit of bitter melon (Momordica charantia L) aka Pariah vegetable rich in minerals calcium and phosphorus, as well as carotenoids. Pare momorchorin contains alpha-, beta-momorchorin and MAP 30 (Momordica Antiviral Protein 30) is useful as an anti HIV / AIDS. Utilization of bitter melon fruit seeds that are old can be made a preventive medicine HIV / AIDS, which is processed in the form of a powder extract of bitter melon seeds and packaged in a capsule. Acquired Immunodefi ciency Syndrome (AIDS). AIDS is an infectious disease caused by virus Human Immunodefi ciency Virus (HIV). Utilization of bitter melon fruit old seeds that can be made a preventive medicine HIV / AIDS, which is processed in the form of a powder extract of bitter melon seeds and packaged in a capsule. Keywords: HIV/AIDS, Bitter Melon, Immune
TEH BIJI SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) SEBAGAI OBAT HERBAL ALTERNATIF JANTUNG DAN ANTI KANKER Ratih Pramita Wardhani; Rini Rahayu Ningsih; Rika Ramadhona; Hutari Puji Astuti; Noor Fitriyani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Semangka buah yang manis dan menyegarkan, berkhasiat hingga bijinya. Biji semangka, kaya protein, vitamin B, zat lycopene, mineral dan lemak esensial dapat mengatur tekanan darah sehingga membantu mengobati penyakit jantung. Suatu terobosan baru yaitu pengembangan produksi biji semangka menjadi teh selain untuk memanfaatkan biji semangka agar tidak terbuang. Tujuannya untuk mengungkap pembuatan, keunggulan teh dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat biji semangka. Hasil yang diperoleh yaitu mengetahui resep pembuatan teh dan keunggulan produk, memiliki taktik dan strategi pemasaran yang menghasilkkan keuntungan termasuk pada industri rumah tangga. Kata kunci: teh, biji semangka, obat herbal, penyakit jantung, anti kanker ABSTRACT Watermelon is sweet and fresh fruits, therefore effi cacious until seeds. Watermelon seeds, rich in protein, vitamin B, substance lycopene, minerals and essential fatty acids can regulate blood pressure to help treat heart disease. The purpose this paper to development production tea of watermelon seed, in addition to utilizing a watermelon seed that is not wasted. The goal is to uncover the making, the benefi ts of tea and give knowledge to the public about the benefi ts of watermelon seeds. The result obtained is to know the recipe of making tea and product excellence, has tactics and marketing strategies including profi t on domestic industry. Keywords: watermelon seed, tea, herbs medicine, cardiac disease, anti cancer.
PEMANFAATAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM PROSES PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE UNTUK PENINGKATAN KADAR ISOFLAVON, ASAM LINOLEAT DAN ASAM LINOLENAT Ika Murni W; Eka Reftiana Z; Aldila Puji N; Agnes Sri Harti; E Estuningsih; Heni Nur Kusumawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.325 KB)

Abstract

ABSTRAK Tahu dan tempe sebagai makanan olahan kedelai yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sumber prote PEMANFAATAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM PROSES PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE UNTUK PENINGKATAN KADAR ISOFLAVON, ASAM LINOLEAT DAN ASAM LINOLENAT in nabati. Selain protein, kedelai memiliki isofl avon dan potensi asam lemak tak jenuh lainnya. Keistimewaan isofl avon yang dikenal sampai saat ini adalah sebagai antioksidan dan kemampuan antikanker. Sedangkan asam linoleat dan asam linolenat dalam kedelai sebagai asam lemak tak jenuh bahwa tubuh tidak dapat disintesis dan bermanfaat dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Indonesia memiliki potensi megabiodiversiti Bakteri Asam Laktat (BAL) yang sangat tinggi seperti Lactobacillus plantarum, L. casei. BAL dapat diisolasi dan digunakan untuk fermentasi asam laktat dalam makanan, seperti tahu, tempe, tauco, kecap, dan acar. Produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe adalah makanan fermentasi. Dalam proses pembuatan tahu tanpa melalui proses fermentasi dan masih menggunakan cara konvensional dengan penambahan cuka sebagai agen koagulan. Sedangkan pembuatan tempe difermentasi menggunakan ragi Rhyzopus sp sehingga bentuk kompak dihasilkan. Pemanfaatan LAB (Bakteri Asam Laktat) dalam proses fermentasi asam laktat untuk membuat tahu dan tempe, diharapkan akan diperoleh dan produk tahu serta linoleat isofl avon tinggi dan asam linolenat yang dapat berfungsi sebagai makanan fungsional. Kata Kunci: Asam Laktat, Tahu, Tempe, Isofl avon, Asam Linoleat, Asam Linolenat ABSTRACT Tofu and tempeh as processed soy foods are widely consumed by the public as a source of vegetable protein. In addition to protein, soy has isofl avones and the potential of other unsaturated fatty acids. Privileged isofl avones known to date is as an antioxidant and anticancer abilities. Whereas linoleic acid and linolenic acid in soybeans as unsaturated fatty acids that the body can not be synthesized and benefi cial in the prevention of coronary heart disease. Indonesia has the potential megabiodiversity Lactic Acid Bacteria (LAB) are very high such as Lactobacillus plantarum, L. casei. BAL can be isolated and used for fermentation lactic acid in foods, such as tofu, tempeh, tauco, ketchup, and pickles. Processed soy products such as tofu and tempeh is a fermented food. In the process of making out without going through the process of fermentation and still use the conventional way with the addition of vinegar as a coagulant agent. While the manufacture of tempe fermented using yeast Rhyzopus sp so that the resulting compact form. Utilization LAB (Lactic Acid Bacteria) in lactic acid fermentation process for making tofu and tempeh, are expected to be obtained and tofu products as well as the high isofl avone linoleic and linolenic acids that can serve as a functional food. Keyword : Lactic Acid, Tofu, Tempeh, Isofl avones, Linoleic Acid, Linolenic Acid
INOVASI DARI JANTUNG PISANG (MUSA SPP.) Afifah Novitasari; Afin Ambarwati MS; Apriliani Lusia W; Dewi Purnamasari; Erlyn Hapsari; Nurul Devi Ardiyani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.544 KB)

Abstract

ABSTRAK Jantung pisang adalah bunga yang dihasilkan oleh pokok tanaman pisang (Musa spp.) yaitu sejenis tumbuhan dari keluarga Musaceae yang berfungsi untuk menghasilkan buah pisang. Tujuan penulisan untuk memberikan informasi inovasi pemanfaatan jantung pisang menjadi produk yang bermanfaat yaitu “nugget jantung pisang” yang sehat untuk dikonsumsi. Kata kunci: inovasi, jantung pisang, nugget ABSTRACT Banana heart is the interest generated by the principal banana (Musa spp.) Which is a kind of family Musaceae plant that produces bananas. The purpose of this paper to inovation the heart of the banana that had they considered junk and useless to produce “nuggets banana heart” healthy for consumption. Keywords: innovation, banana heart, nugget
UJI MANFAAT DAUN KELOR (MORINGA ALOIFERA LAMK) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT HEPATITIS B Sri Wahyuni; Muhammad Arif Asrikan; Miftahul Ciliia Uli Sabana; Sinta Wening Nur Sahara; Tri Murtiningsih; Rahajeng Putriningrum
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.305 KB)

Abstract

ABSTRAK Kelor (Moringa aloifera Lamk) merupakan jenis tumbuhan perdu yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hepatitis B ialah peradangan pada jaringan hati, penyebabnya bisa karena virus, parasit, racun, maupun obat-obatan. Salah satu tanda serangan hepatitis ialah warna mata dan kulit penderita tampak kuning (ikterik). Oleh karena itu, hepatitis sering disebut penyakit kuning. Minyak behen, minyak terbang, myrosine diduga dikandung di tumbuhan kelor yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Adanya kandungan zat berkhasiat dalam daun kelor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk pengobatan penyakit Hepatitis B. Kata kunci: daun kelor, hepatitis B ABSTRACT Moringa (Moringa oleifera Lamk) is a herbaceous plant species believed to cure various diseases. Hepatitis B is an infl ammation of the liver tissue, the cause could be due to viruses, parasites, toxins, or drugs. One sign of hepatitis attack is the color of people’s eyes and skin look yellow (jaundice). Therefore, hepatitis is often called jaundice. Behen oil, oil fl y, myrosine allegedly contained in Moringa plant that can cure various diseases. The presence of nutritious substances in Moringa leaves so it can be used as a herbal medicine for the treatment of hepatitis B. Keywords: Kelor leaf, Hepatitis B
PEMANFAATAN BIJI MAHONI UNTUK PEMBUATAN SALEP ANTI JAMUR KULIT Puji Lestari; Endah Kusuma W; Handika Agustina; Lola Ameria D; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.041 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan obat kimia begitu sangat popular seiring berkembangnya zaman. Negara berkembang tidak sedikit yang sudah menggunakan obat- obat buatan pabrik untuk mempercepat penyembuhan. Ada juga yang masih menggunakan obat-obat herbal untuk mengobati suatu penyakit. Berbagai obat-obat herbal sekarang ini digunakan untuk pengobatan peyakit. Salah satunya yaitu penyakit jamur kulit atau dalam dunia kesehatan dikenal dengan Tinea Corpus. Biji mahoni memiliki sifat pahit, dingin, antipiretik (penurun panas), antijamur. Tujuan penulisan mengetahui manfaat biji mahoni sebagai bahan baku dalam pembuatan salep anti jamur kulit. Kata kunci: biji mahoni, salep, anti jamur ABSTRACT The use of chemical drugs are so very popular as the time. The developed country still already uses manufactured drugs to accelerate healing. Some are still using herbal medicines to treat a disease. Various herbal medicines currently is used for the treatment of diseases. One of the example isa fungal disease of skin known as Tinea Corpus. Mahogany seed is bitter, cold, anti pyretics (fever), antifungal. This study aims to identify theuse of mahogany seeds as raw material in producing anti-fungal ointment skin. Keywords: fungalskin, mahogany seeds, ointment
Kegunaan Daun Sirsak (Annona muricata l) Untuk Membunuh Sel Kanker dan Pengganti Kemoterapi Utari K; Eka Nursafitri; Intan Sari A; Rafika Sari; Winda A. K.; Agnes Sri Harti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.718 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman berkhasiat yang dapat digunakan sebagai obat  kanker  dan  pengganti  kemoterapi.  Kanker  adalah  penyakit  berbahaya  yang menyerang DNA manusia. Annonaceous acetogenis atau yang lebih sering disebut dengan acetogenin yang terkandung dalam  daun  sirsak  dapat  membunuh  sel-sel  kanker  dengan  cara  menghambat  ATP  yang  menjadi sumber energi bagi pertumbuhan kanker. Senyawa fi tokimia yang menjadi anggota acetogenin seperti muricereacin  dan murihexocin C memiliki  kekuatan  yang melebihi  kefektifan dari adreamycin  (obat kemoterapi). Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  senyawa  acetogenin  berperan  untuk  membunuh sel  kanker  dan derivat  senyawa acetoginin dapat  digunakan  sebagai pengganti  kemoterapi. Adanya acetoginin mempunyai aktivitas untuk membunuh sel kanker. Kata kunci: daun sirsak, sel kanker, acetogenin, kemoterapiABSTRACTPlants soursop (Annona muricata L) is one plant that can be used as a substitute for chemotherapy and cancer drugs. Cancer is an insidious disease that attacks the human DNA. Annonaceous acetogenis or more often called acetogenin contained in soursop  leaves can kill cancer cells by  inhibiting ATP  the energy source  for  the growth of cancer. Phytochemical compounds  that are members acetogenin like muricereacin and murihexocin C has a power that exceeds the effectiveness of adreamycin (chemotherapy drugs). The result of research of soursop leaf to kill cancer cells and replacement of chemotherapy. That compounds may contribute acetogenin to kill cancer cells and derivate of acetoginin compounds can be used as a substitute for chemotherapy and have activity to kill cancer cells.Keywords: acetogenin, cancer, soursop leaves, chemotherapy

Page 7 of 44 | Total Record : 434