cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
OBAT HERBAL ANTIBAKTERI ALA TANAMAN BINAHONG Nikmatul Fitriyah; Mahendrata Purwa K; M Afif Alfiyanto; M Mulyadi; Nila Wahyuningsih; Joko Kismanto
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.995 KB)

Abstract

ABSTRAKDi era Globalisai sekarang ini biaya pengobatan semakin mahal, terapi herbal dipercaya sejak jaman dahulu kala telah menjadi obat yang harganya murah, bahan yang relatif mudah di dapat, pembuatan yang sederhana, tidak memiliki efek samping yang membahayakan karena memakai bahan-bahan alami. Tanaman binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit. Bagian tanaman binahong yang bermanfaat sebagai obat pada umumnya adalah daun. Tujuan pembuatan gagasan terapan ini adalah mengetahui senyawa kimia yang terkandung didalam ekstrak daun binahong yang mempunyai aktivitas sebagai antibakter dan informasi mengenai kelebihan terapi herbal antibakteri ala tanaman binahong. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman ini adalah kerusakan ginjal, diabetes, pembengkakan jantung, muntah darah, wasir, pemulihan pasca operasi, pemulihan pasca melahirkan, menyembuhkan segala luka dalam dan khitanan, radang usus, menormalkan tekanan darah, sembelit, sesak napas, sakit perut, menyuburkan kandungan, maag, asam urat, keputihan, pembengkakan hati, meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuhKata kunci: obat herbal, anti bakteri, tanaman binahongABSTRACTIn today's era Globalisai increasingly expensive cost of treatment , herbal therapies believed from time immemorial has been a drug that's cheap , relatively easy material in the can , the manufacture of which is simple, has no harmful side effects because of using natural ingredients . Plants binahong ( Anredera cordifolia ) is a medicinal plant which can potentially overcome many kinds of diseases . Binahong useful parts of the plant as a medicine in general is a leaf . The purpose of making this idea is applied to know the chemical compounds contained in extracts of leaves binahong which have activity as antibakter and information about the benefi ts of herbal antibacterial therapy style binahong plants . Some diseases can be cured with the use of this plant is kidney damage, diabetes, heart swelling, vomiting blood, hemorrhoids, postoperative recovery, postpartum recovery, and heal all wounds in circumcision, intestinal infl ammation, normalize blood pressure, constipation, shortness of breath, abdominal pain, nourish the womb, gastritis, gout, vaginal discharge, swelling of hepar , increase vitality and endurance Keywords: herbal medicine , anti- bacterial , plant binahong
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN DENYUT JANTUNG DILIHAT DARI GAMBARAN EKG PADA PASIEN INFARK MIOKARD DI RUANG ICVCU RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2011 T Triyanta; Dwi Susi Haryati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.605 KB)

Abstract

ABSTRAKJaman sekarang banyak kebiasaan atau pola aktivitas tidur diabaikan oleh sebagian masyarakat, terutama pada sebagian penderita penyakit jantung yang mungkin jika penderita kekurangan waktu tidurnya maka kerja jantung akan lebih berat. Terlebih pada penyakit jantung awal atau indikasi terjadinya infark miokard, untuk peningkatan kesehatan dan pemulihan individu yang sakit diperlukan kualitas tidur yang baik. Untuk itu, mencari tahu apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan denyut jantung dilihat dari gambaran EKG pada pasien infark miokard di Ruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif analitik dengan desain penelitian korelasi cross sectional. Metode pengambilan sampel adalah dengan purposive sampel sebanyak 34 orang, dengan kriteria inklusi. Menilai kualitas tidur digunakan lembar observasi, untuk mengukur denyut jantung responden dengan melihat gambaran pada EKG. Hasil penelitian ini, didapatkan kualitas tidur baik 26,47 %, kualitas tidur sedang 29,41 % dan yang buruk 44,12 % dari seluruh jumlah sampel. Responden dengan takikardia 12 orang, normal 18 responden dan 4 responden brakikardia. Hasil analisis statitik dengan pearson menunjukkan bahwa Ada hubungan antara kualitas tidur dengan denyut jantung dilihat dari gambaran EKG pada pasien infark miokard di Ruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta 2011. Kesimpulan ada hubungan antara kualitas tidur dengan denyut jantung dlihat dari gambaran EKG pada pasien infark miokard di Ruang ICVCU RSUDDr. Moewardi Surakarta 2011.Kata kunci: kualitas tidur, denyut jantung, infark miokard.ABSTRACTIn today’s sleep habits or sleep patterns are ignored by most people, especially in some patients with heart disease who have a little sleep time resulted in a heavier workload of the heart. on the recovery of patients with heart disease or an indication of early myocardial infarction requires good sleep quality. For that, fi nd out if there is a relationship between sleep quality with a heart rate of the picture seen in patients with myocardial infarction ECG in Room ICVCU Hospital Dr. Moewardi Surakarta in 2011. The design of the study is a descriptive analytic study with correlation of cross-sectional study design. The method of purposive sampling is to sample as many as 34 people with the inclusion criteria. Assessing the quality of sleep using the observation sheet, to measure heart rate by looking at the picture respondents in the ECG. Results good sleep quality obtained 26.47%, medium-quality sleep as much as 29.41%, and the poor as much as 44.12% of the total sample. Respondents with tachycardia are 12 people, a normal heartbeat is 18 responders and four responders with bradycardia. The results of analysis with Pearson statitik show that there is a relationship between sleep quality with a heart rate of the picture seen in patients with myocardial infarction ECG in Room ICVCU Hospital Dr. Moewardi Surakarta 2011. Conclusion.: there is a correlational between sleep quality with a heart rate of EKG dlihat myocardial infarction in a patient in Room ICVCU Hospital Dr. Moewardi Surakarta 2011.Keyword: The quality of sleep, heart rate, myocardial infarction.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN TINDAKAN MERAWAT PAYUDARA DI BPS SUNARSI SUMBERLAWANG SRAGEN TAHUN 2013 Rahajeng Putriningrum; Wiwin Anitasari; Diyah Ekarini; Erlina Windyastuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.718 KB)

Abstract

ABSTRAKPerawatan payudara masa hamil jika dilakukan dengan benar dan teratur dapat mendeteksi dini keadaan payudara dan dapat mempersiapkan laktasi saat menyusui pertama kali. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara mengetahui distribusi frekuensi tindakan ibu dalam merawat payudara selama hamil dan menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan ibu primigravida dengan tindakan merawat payudara di BPS Sunarsi Sumberlawang,Sragen Metode penelitian merupakan jenis penelitian korelasi. Penelitian ini dilakukan di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen pada bulan Juni 2013. Sampel yang diambil yaitu 30 responden ibu primigravida. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tertutup yang diisi oleh responden. Analisa yang digunakan yaitu koefi sien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang perawatan payudara di BPS Sunarsi Kabupaten Sragen sebagian besar berkategori cukup sebanyak 28 responden (93,4%), sedangkan responden yang melakukan perawatan payudara ada 12 responden dan berkisar 40%, hasil analisa penelitian ini di dapat nilai koefi sien kontingensi 0,49 dengan p-value 1,429 sehingga p-value > 5%. Kesimpulan menunjukkan tidak adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan ibu primigravida dalam merawat payudara selama hamil.Kata Kunci: Pengetahuan, ibu primigravida, perawatan payudaraABSTRACTBreast care during pregnancy if done properly and regularly to detect early breast condition and can prepare while nursing fi rst lactation. The purpose of the study to determine the level of knowledge about breast care primigravida frequency distribution of action in breast care mother during pregnancy and to analyze the relationship between the level of knowledge with action primigravida treat breast in BPS Sunarsi Sumberlawang, Sragen research method is a type of correlation study. This research was conducted in BPS Sunarsi Sragen in June 2013. Samples were taken at 30 respondents primigravida. Sampling with a total sampling technique. This research instrument is enclosed questionnaire fi lled out by the respondents. The analysis used is the coeffi cient of contingency. The results showed that the level of knowledge about breast care primigravida in BPS Sunarsi Sragen largely categorized quite as many as 28 respondents ( 93.4 % ), while respondents who perform breast care there are 12 respondents and ranges from 40 %, the results of this study in the analysis can be contingency coeffi cient of 0.49 with a p-value of 1.429 so that the p - value> 5 %. Conclusions showed no relationship between the level of knowledge with action in breast care primigravida during pregnancy.Keywords: knowledge, primigravida, breast care
GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA KERJA DAN KINERJA DOSEN DI POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA Siti Lestari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.333 KB)

Abstract

ABSTRAKMutu suatu organisasi dipengaruhi banyak aspek, tidak hanya mahasiswa akan tetapi juga tenaga pendidik. Selanjutnya, pemimpin juga memiliki unsur penting dalam suatu organisasi. Setiap pemimpin mempunyai gaya berbeda dalam memimpin. Agar organisasi sehat, biasanya mempunyai budaya organisasi. Budaya organisasi memiliki aspek-aspek seperti values, rituals, heroes, dan symbols yang diyakini mempengaruhi kinerja perusahaan. Budaya organisasi yang dikembangkan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta mencakup cepat, akurat, kredibel dan tanggap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan di lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta, untuk mengetahui pemahaman budaya organisasi, faktor penghambat dan penunjangnya serta untuk mengetahui kinerja dosen lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta. Metode kualitatif dengan 15 narasumber yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yang meliputi data reduksi, penyajian dan konklusion. Hasil menunjukkan gaya kepemimpinan yang dilakukan pemimpin di lingkungan Politeknik Kesehatan Surakarta adalah gaya situasional, kombinasi dari berbagai macam gaya kepemimpinan yang ada. Pemahaman budaya organisasi sudah baik dan index kinerja dosen sudah lebih dari 3,0 (skala 0-4).Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya kerja, kinerja dosen ABSTRACTThe quality of an organization is influenced by many aspects, not only students but also lecturer. Furthermore, the leaders also have an important element in an organization. Every leader has a different style of leadership. To be healthy organization, usually have the organizational culture. Organizational culture has aspects such as values, rituals, heroes, and symbols that are believed to affect the performance of the company. Organizational culture developed Health Polytechnic of Surakarta include fast, accurate, credible and responsive. This study aimed to describe the style of leadership in the Health Polytechnic of Surakarta, to determine the understanding of organizational culture, and supporting and inhibiting factors to determine the environmental performance of lecturers Health Polytechnic of Surakarta. Qualitative methods with 15 samples who were taken by purposive sampling. Data analysis was done by Miles and Huberman models, which include data reduction, presentation and konklusion. The results showed that leadership style do leaders in the Health Polytechnic of Surakarta is situational style, a combination of various styles of leadership exist. Understanding organizational culture is good and faculty performance index has more than 3.0 (scale 0-4).Keywords: leadership style, work culture, lecturer performance
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMILIHAN PERTOLONGAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN MARGAWATI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASUNDAN KABUPATEN GARUT Erlina Windyastuti; Sheizi Prista Sari; Mamat Lukman; Ahmad Yamin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.111 KB)

Abstract

ABSTRAKPertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan salah satu strategi untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Data dari Puskesmas Pasundan, cakupan pertolongan persalinan oleh paraji di Kelurahan Margawati masih tinggi yaitu 67% pada tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana pemilihan pertolongan persalinan ibu hamil di kelurahan Margawati wilayah kerja Puskesmas Pasundan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah ibu hamil di Kelurahan Margawati pada bulan November tahun 2014. Pengambilan sampel secara total sampling, yaitu sebanyak 60 ibu hamil. Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan rumus Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% ibu memilih pertolongan persalinan tidak tepat dan 25% tepat. Ada hubungan yang bermakna antara penghasilan keluarga (p=0,000) dan pendidikan (p=0,000) dengan rencana pemilihan pertolongan persalinan yang tepat oleh ibu hamil. Tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu hamil (p=0,179), tempat pemeriksaan kehamilan (p=0,560) dan dukungan suami (p=0,560) dengan rencana pemilihan pertolongan persalinan yang tepat oleh ibu hamil. Kesimpulan adalah penghasilan keluarga dan pendidikan memiliki peran penting dalam penentuan rencana pertolongan persalinan ibu hamil di Kelurahan Margawati. Sebagai tenaga kesehatan, perawat perlu memberikan perhatian dan motivasi lebih terhadap ibu hamil yang memiliki penghasilan keluarga dan pendidikan rendah agar dapat memilih tempat persalinan yang tepat.Kata kunci: Pertolongan persalinan, ibu hamil, Kelurahan Margawati.ABSTRACTDelivery by health personnel is one of strategic to solve mother and child health problem in Indonesia. Based on data from Pasundan health center, delivery by traditional attendants in Margawati village are still very high at 67% in 2013. The purpose of this study was to determine the factors of associated with the selection of delivery helper of pregnant woman in Margawati village, in Pasundan Health Center.This research is a quantitatif research applying cross sectional study. The population are pregnant woman in Margawati village in November 2014. Sample taken by total sampling amounted to 60 pregnant womant. Data collection by using a questionnaire and was tested with chi square.The result showed that 75% of pregnant woman in selection of delivery helper is not appropriate. There is significant relationship between the economic status (p=0,000) and the level education (p=0,000) in selection of delivery helper by appropriate of pregnant woman. There is no significant relationship between the age of pregnant woman (p=0,179), the place of antenatal care (p=0,560) and husband support (p=0,560) in selection of delivery helper by exactly of pregnant woman.The conclusion are economic status and the level of education have a role in selection of delivery helper by pregnant woman in Margawati village. As a health personnel, the nurse must be give more attention and motivation to pregnant woman with the low economic status and the low level of education for in selection of delivery helper by appropriate.Keywords: delivery helper, pregnant womant, Margawati village
HUBUNGAN SIKAP DAN PERILAKU KADER MENURUT IBU YANG MEMPUNYAI BALITA TERHADAP FREKUENSI PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU KECAMATAN TERAS BOYOLALI Estri Kusumawati; E Ernawati; Dheny Rohmatika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.607 KB)

Abstract

ABSTRAKDi dalam Renstra Kementrian Kesehatan 2010- 2014 dan Instruksi Presiden No 3 tahun 2010 telah ditetapkan bahwa tahun 2014 sekurangnya 80% anak ditimbang secara teratur di Posyandu. Pencapaian kegiatan pemantauan pertumbuhan pada tahun 2011 adalah 71,4% dan beberapa provinsi telah mencapai di atas 80%, sedangkan di sebagai propinsi masih dibawah 80%, di Jawa Tengah presentase kunjungan balita ke posyandu adalah 79,2%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku kader menurut ibu yang mempunyai balita terhadap frekuensi penimbangan balita ke Posyandu kecamatan Teras Boyolali. Jenis penelitian merupakan explanatory research. Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah ibu yang mempunyai balita di Posyandu Kecamatan Teras Boyolali sejumlah 65 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan antara sikap kader dengan frekuensi penimbangan balita. Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa nilai X2 hitung (3,968) > X2 tabel (3,481), dengan (df=2-1=1) dan nilai sig.(0,049) ≤ (0,05). Ada hubungan antara perilaku kader dengan frekuensi penimbangan balita. Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa nilai X2 hitung (6,764) > X2 tabel (3,481), dengan (df=2-1=1) dan nilai sig.(0,034) ≤ (0,05). Ada hubungan antara sikap kader dan perilaku kader terhadap frekuensi penimbangan balita. Hasil nilai Nagelkerke sebesar 0,167 yang berarti 16,7 persen variasi dari frekuensi penimbangan balita dapat dijelaskan oleh sikap dan perilaku kader, sedangkan sisanya sebesar 83,3% diterangkan oleh variabel lain di luar variabel penelitian ini.Kata kunci : sikap, perilaku,kader, frekuensi, penimbangan balitaABSTRACTIn the Ministry of Health Strategic Plan 2010- 2014 and Presidential Instruction No. 3 of 2010 has established that by 2014 at least 80% of children were weighed regularly in Health Care. Achievement of growth monitoring activities in 2011 was 71.4% and some provinces have achieved above 80%, whereas in a province is still below 80%, in Central Java, the percentage of visits to neighborhood health center infants was 79.2%. The aim of research to determine the relationship of attitudes and behavior of cadres according to mothers with toddlers on a child’s weight to neighborhood health center sub-district Teras,Boyolali . This type of research is an explanatory research. The approach used is Cross Sectional. The samples used were mothers with infants in Health Care, Teras Boyolali District of the 65 respondents. The instrument used was a questionnaire previously tested the validity and reliability. The results of data analysis showed no relationship between attitude cadre with frequency child’s weight. The results of chi square analysis showed that the value of X2 count (3,968)> X2 tabel (3.481), with (df = 2-1 = 1) and sig. (0,049) ≤ (0.05). There is a relationship between the frequency of the behavior of cadres with a child’s weight. The results of chi square analysis showed that the value of X2 count (6.764)> X2 tabel (3.481), with (df = 2-1 = 1) and sig. (0.034) ≤ (0.05). There is a relationship between the attitude of cadres and cadres of the frequency behavior of a child’s weight. Results Nagelkerke value of 0.167, which means 16.7 percent of the variation of the frequency of a child’s weight can be explained by the attitude and behavior of cadres, while the remaining 83.3% is explained by other variables outside of the study variables.Keywords: attitude, behavior, candidat, frequency, weighing tod
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI PMTCT (PREVENTION-MOTHER-TO-CHILD-TRANSMISSION) DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Mei Lina Fitri Kumalasari; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.066 KB)

Abstract

ABSTRAKPandemi HIV / AIDS selalu meningkat setiap tahunnya. Transmisi ibu ke anak merupakan salah satu risiko tinggi HIV / AIDS. Salah satu program pemerintah dalam mengatasi kasus seperti ini layanan PMTCT, tapi motivasi ibu hamil untuk PMTCT ikuti masih terhambat oleh beberapa hal, seperti pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang HIV / AIDS dengan motivasi ibu untuk mengikuti PMTCT di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta. Jenis penelitian merupakan observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil di Rumah Sakit Dr. Moewardi. Sampel terdiri dari 22 ibu hamil diambil dengan menggunakan accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang HIV / AIDS dengan mengikuti motivasi PMTCT di rumah sakit Dr.Moewardi Surakarta (p = 0,01). Ada hubungan positif antara pengetahuan ibu tentang HIV / AIDS dan motivasi untuk mengikuti PMTCT di Rumah Sakit Dr.Moewardi SurakartaKata kunci: pengetahuan, motivasi, HIV, AIDS, PMTCTABSTRACTHIV/AIDS pandemic always increases over years.Mother to child transmission is one of the high risk of HIV / AIDS. One of the government programs in coping with such the case is PMTCT services, but the motivation of pregnant women for PMTCT follow still hampered by several things, such as knowledge. This study aims to analyze the relationship between knowledge about HIV / AIDS with maternal motivation to follow PMTCT in Dr.Moewardi Surakarta hospital.This study is a quantitative analytic observational with cross sectional approach. The study population was pregnant women in Dr.Moewardi Hospital. The sample consisted of 22 pregnant women were taken using accidental sampling. The data was analyzed using simple linear regression using SPSS version 17. The results showed that there was a significant relationship between knowledge of HIV / AIDS with the following motivation PMTCT in hospitals Dr.Moewardi Surakarta (p = 0.01). There is a positive relationship between maternal knowledge about HIV / AIDS and motivation to follow PMTCT Dr.Moewardi Surakarta HospitalKeywords: knowledge, motivation, HIV, AIDS, PMTCT
PENGARUH KONSELING GIZI DAN PEMBERIAN TABLET ZAT BESI TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II Hutari Puji Astuti; W Wijayanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.283 KB)

Abstract

ABSTRAKSaat ini, kasus anemia gizi pada ibu hamil masih saja menjadi penyebab utama anemia di dunia, baik di negara maju maupun di Negara berkembang. Anemia defisiensi besi di Negara berkembang sekitar 80%. Di Indonesia, berdasarkan Survey Kesehatan Nasional tahun 2001 ditemukan sekitar 40,1%ibu hamil menderita anemia, tahun 2003 menjadi 50,9%. Laporan Survei Departemen Kesehatan-Unicef tahun 2005,menemukan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu jutalainnya mengalami kekurangan energi kronis. Hasil penelitian 6 terakhir membuktikan bahwa pemberian tablet zat besi lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil, tetapi untuk lebih mengoptimalkan peningkatan kadar hemoglobin tersebut maka pemberian tablet zat besi perlu pula disertai dengan konseling gizi. Penelitian dilakukan di Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi experiment) dengan desain non randomized control group pretest posttest. Subjek pada penelitian sebanyak 30 orang, pengambilan sampel secara purposive sampling . Hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu dengan memberikan konseling setiap satu bulan sekali selama 3 bulan dan pemberian tablet Fe 200 mg, asam folat 0,25 mg serta vitamin C 50 mg sejumlah 10 tablet yang diberikan bersamaan saat konseling menunjukkan adanya kenaikan Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester II tersebut.Kata Kunci: konseling, gizi ibu hamil, anemiaABSTRACTCurrently, cases of anemia among pregnant women is still a major cause of anemia in the world, both in developed countries and in developing countries. Iron deficiency anemia in developing countries about 80%. In Indonesia, according to the National Health Survey in 2001 found about 40.1% of pregnant women suffer from anemia, in 2003 to 50.9%. Laporanv Ministry of Health-UNICEF survey in 2005, found that of the approximately 4 million pregnant women, half of whom suffered anemia and one jutalainnya chronic energy deficiency. Last 6 research results prove that the provision of iron tablets more effectively increase hemoglobin levels of pregnant women, but to further optimize the increase in hemoglobin levels, the provision of iron tablets should also be accompanied by nutritional counseling. The study was conducted at the Village Kadipiro Banjarsari District of Surakarta. This study is a quasi-experimental research (Quasi-experiment) with the design of non-randomized control group pretest posttest. Subjects in the study of 30 people, sampling purposive sampling. The results of the research that has been done, by providing counseling once a month for 3 months and administration of 200 mg Fe tablets, 0.25 mg of folic acid and vitamin C 50 mg tablets given number 10 at the same time of counseling showed an increase in hemoglobin in Pregnant Women the second trimester.Keywords: counseling, nutrition of pregnant women, anemia
STUDI FENOMENOLOGIS MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU PRIMIPARA YANG MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Anita Istiningtyas; Alfyana Nadya Rachmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.944 KB)

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan periode emas yang akan menentukan usia dewasa. ASI eksklusif adalah memberikan ASI hanya untuk 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Kurang dari 20% dari ibu-ibu di Indonesia yang memberikan ASI eksklusif. Target dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015 minimal ibu menyusui bayi secara eksklusif sebesar 80%. Ibu Primipara harus menjadi perhatian karena tidak ada pengalaman dalam menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gambaran manajemen laktasi ibu primipara yang menyusui secara eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif antara lain pengetahuan, keterampilan dan motivasi; kuantitas susu yang dihasilkan meliputi lama dan menyusui frekuensi dan kecukupan ASI; dan kualitas ASI yang dihasilkan meliputi kualitas, pertumbuhan pendukung dan ketahanan selama menyusui.Kata kunci: ASI, primipara, menyusui secara eksklusifABSTRACTGrowth and development of infants is the golden period that will decide to adulthood. The important role is breastfeeding exclusively. Exclusive breastfeeding is giving only breast milk for 6 months and continued up to 2 years. Less than 20% of mothers in Indonesia who exclusively breastfed. Desired target of the Ministry of Health is 80% of mothers to breast feed exclusively on the 2015. First-time mothers (primiparous) should be a concern because there is no experience in breastfeed. The purpose of this study is to explain the management overview lactation primiparous mothers who breastfeed exclusively. This study used qualitative method with a phenomenological approach. The results in this study are the factors that influence exclusive breastfeeding among others the knowledge, skills and motivation; quantity of milk produced covering the old and breastfeeding frequency and adequacy of breast milk; and quality of breast milk produced include quality, supporting growth and resistance during lactation.Keywords: breastfeeding, primiparous, breast feed exclusively
FAKTOR-FAKTOR DOMINAN SINDROM METABOLIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI) DI RUANG INTENSIVE CARDIOVASKULER CARE UNIT (ICVCU) RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2014 Mentari Rosriyana Dewi; Dwi Susi Haryati; S Sumardino
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 2, Juli 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.47 KB)

Abstract

ABSTRAKAkut Miokard Infark (AMI) adalah keadaan nekrosis otot jantung akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen yang terjadi secara mendadak. Faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya AMI adalah obesitas sentral, hipertensi, peningkatan gula darah puasa, kenaikan kadar trigliserida, dan penurunan kadar high density lipoprotein ( HDL) yang lebih dikenal dengan sindrom metabolik. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian Akut Miokard Infark (AMI) di ruang Intensive Cardiovaskuler Care Unit (ICVCU) RSUD Dr. Moewardi tahun 2014. Jenis penelitian adalah eksplanatory riset dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pasien AMI yang menjalani perawatan di ruang ICVCU tanggal 12 Februari-12 April 2014. Untuk mengetahui faktor dominan sindrom metabolik menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian dari 30 responden pasien AMI diperoleh 14 orang (46,7%) mengalami obesitas sentral, 17 orang (56,7%) mengalami hipertensi, 15 orang (50%) mengalami kenaikan gula darah puasa, 20 orang (66,7%) mengalami kenaikan kadar trigliserida, 14 orang (46,7%) mengalami penurunan kadar HDL, dan pasien yang mengalami STEMI 20 pasien (66,7%) dan yang NSTEMI 10 pasien (33,3%). Hasil menujukkan faktor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian AMI adalah peningkatan kadar trigliserida dengan nilai Exp (B) 5,102. Kesimpulan factor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian AMI adalah peningkatan kadar trigliserida.Kata kunci: Akut Miokard Infark, sindrom metabolik, faktor dominanABSTRACTAcute Myocardial Infarction (AMI) is a state of cardiac muscle necrosis due to an imbalance between demand and supply of oxygen that occurs suddenly. Factors that may affect the incidence of AMI is central obesity, hypertension, increased fasting blood sugar, increases in triglyceride levels, and decreased levels of high density lipoprotein (HDL) better known as metabolic syndrome. Aim to determine the dominant factors of the metabolic syndrome are associated with the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) in the Intensive Care Unit cardiovascular (ICVCU) Hospital Dr. Moewardi 2014. This type of research is explanatory research with cross sectional approach. The samples used were 30 patients with AMI who undergo treatment at room ICVCU on February 12 to April 12, 2014. To determine the dominant factor of the metabolic syndrome using logistic regression. The results of the 30 respondents obtained 14 AMI patients (46.7%) had central obesity, 17 people (56.7%) had hypertension, 15 people (50%) experienced an increase in fasting blood sugar, 20 people (66.7% ) increased levels of triglycerides, 14 people (46.7%) decreased levels of HDL, and patients with STEMI 20 patients (66.7%) and the NSTEMI 10 patients (33.3%). The results showed the dominant factor of the metabolic syndrome associated with the incidence of AMI is elevated triglyceride levels with Exp (B) 5.102. Conclusion The dominant factors of metabolic syndrome associated with the incidence of AMI is elevated triglyceride levels.Keywords: Acute Myocardial Infarction, metabolic syndrome, the dominant factor

Page 8 of 44 | Total Record : 434